Berikut jadwal dakwah Zakir Naik di Indonesia



Dakwah Media - Cendekiawan muslim asal India Dr Zakir Naik akan melangsungkan safari dakwah di lima kota di Indonesia mulai 1-10 April 2017.

"Dr Zakir Naik tidak akan bicara tentang hal-hal SARA, tapi ceramah biasa dan lebih banyak tentang ilmu pengetahuan," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Luar Negeri Muh Yudin Junaedi dalam silaturahmi Zakir Naik dengan MUI pusat di Jakarta, Jumat.

Berikut jadwal dakwah Dr Zakir Naik:

1. UPI Bandung (2 April 2017)
Safari dakwah dengan tajuk "Zakir Naik Visit Indonesia 2017" akan dimulai pada Minggu 2 April 2017 di Auditorium Universitas Pendidikan (UPI) Bandung dengan tema "Dawah or Destruction" yang akan diikuti 10 ribu orang.

2. UMY, Yogyakarta (3 April 2017)
Selanjutnya pada Senin 3 April 2017 kuliah umum akan berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada pukul 08.00-12.00 WIB dengan tema "Religius as anda Agen of Mercy and Peace" yang diikuti 15 ribu peserta.

3. Universitas Darussalam Gontor Ponorogo (4 April 2017)
Pada Selasa 4 April 2017, pukul 19.30-24.00 WIB kuliah umum tentang "Religion in Right Perspective" akan disampaikan di Lapangan Universitas Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur dengan peserta 15 ribu orang.

4. Stadion Patriot Bekasi (8 April 2017)
Kuliah umum akan berlanjut pada Sabtu, 8 April 2017 di Stadion Patriot Bekasi dengan tema "Similarity Between Islam and Christianity" dengan peserta sekitar 40 ribu orang pukul 19.30-24.00 WIB.

5. Auditorium Universitas Hasanuddin Makassar (10 April 2017)
Safari dakwah diakhiri di Auditorium Universitas Hasanuddin Makassar yang diikuti sekitar 10 ribu orang pada Senin 10 April 2017 pukul 08.00-12.00 WITA dengan tema "Quran and Modern Science: Compatible or Incompatible".

Menurut keterangan Ketua Humas Panitia Zakir Naik Visit Indonesia 2017, Budhi Setiawan kegiatan tersebut tidak hanya akan diikuti muslim, tapi juga terbuka untuk semua kalangan.

Untuk nonmuslim, panitia telah membuka pendaftaran khusus dengan tiket VIP gratis.

Zakir Naik dalam kunjungan ke Indonesia akan menyampaikan materi dalam bentuk metode ceramah biasa dilanjutkan sesi tanya jawab, bukan melakukan debat.

Cendekiawan Muslim dengan nama lengkap Dr Zakir Abdul Karim Naik selain seorang dai dan mubaligh, juga seorang penulis buku-buku keislaman dan perbandingan agama.

Dokter medis itu sudah menjadi dai sejak 1991. Ia mendirikan Islamic Research Foundation (IRF) sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India.

Pria kelahiran Mumbai 18 Oktober 1965 itu memiliki pengaruh yang cukup besar, terbukti ia masuk dalam peringkat 85 dari 100 Orang India Terkuat 2009 di antara satu miliar penduduk India.

Zakir juga mendapatkan penghargaan tertinggi dari pemerintah Arab Saudi, King Faisal International Prize pada 2015 yang merupakan penghargaan terhadap karya-karya luar biasa dari individu dan lembaga dalam lima kategori yakni dakwah Islam, studi Islam, bahasa dan sastra Arab, kedokteran dan ilmu pengetahuan. [anc]

Panitia Zakir Naik Buka Jalur VIP Gratis untuk Non-Muslim



Dakwah Media - Ulama asal India Zakir Abdul Karim Naik, siap untuk menjalani rangkaian safari dakwah di Indonesia. Safari dakwah bertajuk "Zakir Naik Visit Indonesa 2017" itu akan berbentuk kuliah umum di lima kota di Indonesia.

Menurut Ketua Humas Panitia Zakir Naik Visit Indonesia 2017 Budhi Setiawan, panitia pusat dan lokal telah siap menyambut kedatangan Zakir Naik. Ribuan peserta di Kota Bandung, telah siap mengikuti kuliah umum Zakir Naik di Gymnasium UPI, besok Ahad (2/4).

Budhi mengatakan, kegiatan ini tidak hanya diikuti kalangan Muslim. Tapi, diikuti juga kalangan non-Muslim. Bahkan, untuk kalangan non-Muslim ada tiket jalur khusus.

"Untuk kalangan non-Muslim panitia telah membuka pendaftaran khusus dengan tiket VIP gratis," ujar Budhi dalam siaran persnya, Sabtu (1/4).

Pada kesempatan yang sama, Budhi juga meluruskan dugaan sejumlah kalangan yang menyebut Zakir Naik akan melakukan debat. Zakir Naik akan menyampaikan materinya dengan metode ceramah biasa, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan peserta. "Jadi kesempatan tanya jawab akan lebih lama," katanya.

Terkait dengan tema kuliah umum, Budhi mengatakan tema untuk tiap-tipa lokasi berbeda sesuai hasil diskusi langsung antara panitia dengan Zakir Naik. "Kalau tema itu hasil diskusi antara beliau dengan panitia. Di UPI Bandung, temanya "Da'wah or Destruction" yang akan diikuti 10 ribu orang," kata Budhi.

Zakir Abdul Karim Naik, adalah seorang cendekiawan Muslim, dai, dan mubaligh asal India. Ia juga penulis buku-buku keislaman dan perbandingan agama. Secara profesi, sejatinya ia seorang dokter medis.

Sejak 1991, Zakir telah menjadi seorang dai yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Di India, Zakir adalah pendiri sekaligus Presiden Islamic Research Foundation (IRF), sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India.

Zakir Naik lahir pada 18 Oktober 1965 di Mumbai (Bombay pada waktu itu), India dan merupakan keturunan Konkani. Ia bersekolah di St Peter's High School (ICSE) di Kota Mumbai. Kemudian bergabung dengan Kishinchand Chellaram College dan mempelajari kesehatan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai.

Ia kemudian menerima gelar MBBS-nya di University of Mumbai. Pada 1991, Ia berhenti bekerja sebagai dokter medis dan pada akhirnya fokus dalam dunia dakwah.

Ia telah berceramah dan menulis sejumlah buku tentang Islam dan perbandingan agama juga hal yang ditujukan untuk menghapus keraguan tentang Islam. Sejumlah artikelnya juga sering diterbitkan di majalah India seperti Islamic Voice.

Tentang pengaruh Zakir Naik, Indian Express dalam terbitan 22 Februari 2009 memasukkan dia ke dalam peringkat 82 dari "100 Orang India Terkuat 2009" di antara satu miliar penduduk India. Sementara dalam daftar khusus "10 Guru Spiritual Terbaik India", Zakir Naik berada di peringkat tiga, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar. Ia menjadi satu-satunya Muslim di daftar ini.

Pada Ahad, 1 Maret 2015, Zakir Naik mendapatkan penghargaan tertinggi dari Pemerintah Arab Saudi, King Faisal International Prize (KFIP). KFIP merupakan penghargaan terhadap karya-karya luar biasa dari individu dan lembaga dalam lima katagori yakni Dakwah Islam, Studi Islam, Bahasa dan Sastra Arab, Kedokteran dan Ilmu Pengetahuan. Penghargaan itu disampaikan secara langsung oleh Raja Salman bin Abdul Aziz. [rci]

Tempat Karaoke Inul Vizta Palu Disegel Peserta Aksi 313



Dakwah Media -  Massa aksi 313 dari dari Forum Umat Islam (FUI) Sulawesi Tengah, menyegel tempat hiburan karaoke Inul Vizta di Palu, Jumat siang (31/3).

Massa aksi puluhan orang itu menuntut permohonan maaf dari Inul Daratista yang dianggap telah melakukan pelecehan nama baik ulama di media sosial.

Masa aksi yang usai melaksanakan shalat Jumat di Masjid DPRD Kota Palu sekitar pukul 13.00 Wita, berjalan menuju pusat karaoke Inul Vizta sekitar 100 meter dari masjid.

Orator aksi Imam Sudirman mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Inul merupakan satu bentuk penistaan kepada ulama, apalagi pernyataan itu dilontarkan setelah pertemuannya dengan Ahok, yang nyatanya sudah ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus penistaan agama.

Di depan pusat karoke, masa aksi mendorong pintu pagar besi yang terkunci, sambil berteriak meminta manajemen Inul Vizta untuk menemui mereka.

Sesaat kemudian, pihak manajemen melalui proses negosiasi, akhirnya bersedia menerima perwakilan masa aksi di dalam gedung karaoke.

Perwakilan masa aksi tersebut di antaranya ustad Ali Firdaus, ustad Hartono, ustad Anto, ustad Rifai, ustad Hasan dan ustad Lamargito. Sementara pihak Inul Vizta diwakili oleh manajer operasional Inul Vizta Palu Grand Mal (PGM) Palu Abdi dan Joni.

Ketua Presidium Forum Umat Islam (FUI) Sulteng, ustad Hartono M Yasin mengatakan adanya Indonesia dikarenakan perjuangan umat muslim, sehingga jangan berbuat usil dengan umat muslim.

“Kami hanya meminta Inul Daratista meminta maaf kepada umat muslim dalam waktu 24 jam dari sekarang,” katanya.

Hal senada disampaikan perwakilan FUI lainnya, Ustad Ali Firdaus bahwa persoalan ini sudah menjadi bola liar di media sosial dan dunia nyata.

“Setelah ada pernyataan yang begitu menyakitkan, maka Inul secara pribadi harus menyampaikan kepada publik permohonan maaf,” ujarnya.

Sementara itu, manajer Inul Vista Abdi memberikan keyakinan kepada masa aksi bahwa mereka akan berupaya melakukan komunikasi dengan Inul Daratista sesuai permintaan pengunjuk rasa.

“Kami hanya karyawan biasa dan mempunyai keterbatasan, tetapi kami akan mencoba untuk menghubungi Inul Daratista,” kata Abdi.

Namun dengan perdebatan yang begitu alot, akhirnya perwakilan masa aksi meminta managemen untuk membuat surat pernyataan hitam di atas putih. Surat itu kemudian ditandatangi oleh pihak managemen Inul Vizta yang diwakili oleh Abdi dan perwakilan FUI Sulteng, ustad Ali Firdaus.

Setelah itu, masa aksi kemudian berkumpul di depan gedung Inul Vizta dan melakukan penyegelan gedung dengan cara menulis di kaca gedung ‘Disegel Umat Islam’.

Usai melakukan penyegelan, masa aksi kemudian memaksa untuk melakukan razia minuman keras di tempat karoke itu, setelah sebelumnya mereka menemukan puluhan botol kosong minuman beralkohol berbagai macam merek yang disembunyikan di pos penjagaan.

Namun upaya itu dihalangi oleh pihak kepolisian yang akhirnya upaya razia tidak jadi dilakukan. [ac]

Kalau Tidak Terbukti Makar, Harus Ada Sanksi Berat Bagi Aparat! Jika tidak, Polisi Akan Seenaknya Nangkap Orang



Dakwah Media - Sanksi harus diberlakukan kepada petugas kepolisian jika tuduhan makar yang dituduhkan kepada Muhammad Al Khaththath memang tidak terbukti.

Hal ini disuarakan oleh Wakil Presiden Bidang HAM Kongres Advokat Indonesia, Damai Hari Lubis di tengah proses pemeriksaan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) ini di Mako Brimob, Depok, Jum’at (31/3).

“Harusnya ada sanksi bagi aparat yang menangkap ini. Sanksi yang berat,” ujarnya kepada Aktual.

Pendapat Damai ini senada dengan yang tertera dalam Pasal 77 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Dalam pasal ini disebutkan bahwa petugas yang terbukti lalai dalam menangkap atau Manahan seseorang, akan dikenakan denda sebesar-besarnya Rp 1 juta.

Bagi Damai, nominal ini terbilang kecil untuk sebuah kesalahan yang dilakukan oleh aparat hukum sebagai perwakilan negara terhadap rakyatnya. Ia pun berseloroh bahwa karena nominal sanksi yang kecil, polisi terkesan melakukan penangkapan dengan seenaknya.

“Begitu kecilnya nominal yang ditentukan kepada penyidik polri atas salah tangkap, maka kepolisian dapat seenaknya menangkap orang,” jelasnya.

Hal ini pun berlaku untuk semua orang yang, termasuk juga Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarnoputri dan beberapa tokoh lain yang sampai saat ini masih belum terbukti melakukan seperti tuduhan yang diberikan.

“Orang kan shock sudah diperiksa dan ditahan, padahal hanya mengadakan unjuk rasa yang jelas dilindungi undang-undang,” urai Damai mengenai penangkapan Al Khaththath.

Namun demikian, ia beranggapan bahwa harus ada upaya peningkatan nominal denda atau sanksi terhadap petugas yang terbukti lalai melakukan penangkapan. Denda sebesar Rp 1 juta tentu tidak senilai dengan kerugian yang diderita masyarakat korban salah tangkap dan yang lebih utama adalah tidak membuat efek jera kepada aparat hukum.

“Sanksi ini harus setinggi-tingginya sehingga penyidik jera dan tidak lagi lalai dalam menangkap seseorang,” imbuhnya.

“Kalau perlu harus ada mutasi jabatan atau pemberhentian jabatan di dalam Polri,” tegas Damai. [ac]

Kisah Heroik, Kakek Dari Bogor Datang Dengan Bertongkat dan Kondisi Berpuasa Ikut Aksi 313



Dakwah Media - Subhanallah... Aksi Bela Islam 313 (Jumat, 31 Maret 2017) kembali menunjukan Umat ini masih memiliki Ghiroh dan semangat perjuangan membela agama yang tak pernah luntur walau diiringi berbagai rintangan, ancaman serta penangkapan.

Lautan manusia massa Aksi 313 yang berkumpul di Masjid Istiqlal dan bergerak ke Istana Negara datang dari berbagai pelosok dengan Ghiroh membela agama.

Bahkan ada kejadian yang sungguh menampar kita semua tatakala ada kakek-kakek yang datang dari Bogor untuk ikut Aksi 313 dengan tongkat yang menopang tubuhnya dan dalam kondisi berpuasa.

Hal ini dituturkan oleh salah seorang peserta aksi Rido Murtadza Alzongory yang menceritakan di laman fb-nya:

"Ana merasa di tampar bolak2ik manakala ada rombongan ibu menanyakan tempat tinggal beliau (kakek).
Beliau datang dari Bogor dengan tongkat di tangan kanan untuk menopang tubuhnya yang sudah tidak muda lagi, tapi masalah ghirah kalian bisa saksikan...
Beliau (kakek) sempat menanyakan kepada kami.,
"Nak, apakah kalian pada pusa hari ini?"
Spontan kami yang mengerumuni beliau menjawab,
"Hari ini tidak ke, tapi dua hari yang lalu kami puasa kek,"
"Sayang ya nak, harusnya kalian usahakan tiga hari awal Rojab jangan tinggalin, pahalanya sungguh luar biasa, jannah aden stingkat dari surga firdaus," ujar beliau.
Spontan ana yang tadinya berdiri langsung duduk jongkok menyimak apa-apa yang beliau sampaikan.
Dan salah seorang rombongan dari ibu-ibu di hadapan ana kemudian menanyakan satu pertanyaan,
"Kek, apakah kakek datang kemari masih tetap kuat menjalankan saum Rojab?"
"Insyaallah nak, mudah-mudahan di terima," (jawab kakek)
Udah ngeper dah ane, ngga berani menatap mukanya karna malu....
Beliau datang berdua dengan cucunya yang jadi penujuk jalan dan menggandengnya sepanjang aksi
#ABI313."

Masya Allah...

Ghiroh seperti inilah yang akan terus menjadi energi perjuangan Umat Islam melawan berbagai kedzoliman. [fb]

Inilah Presiden "Merakyat", Peserta Aksi 313 Tak ditemui Takut Dianggap Tidak Kerja, Pelwak Malah disambut Hangat



Dakwah Media - Massa Aksi 313 yang diwakili beberapa tokoh umat dan habaib seperti Amien Rais, KH Usamah Hisyam, Habib Alkaf, Habib Muhammad hanya ditemui Menkopolhukam Wiranto.

Alasannya, seperti diungkap Wiranto, kalau massa aksi diterima nanti presiden repot.

"Presiden tidak menerima langsung bukan menganggap remeh umat, bukan karena tidak menerima aspirasi masyarakat secara pribadi. Ini karena jika Pak Jokowi menerima semua harus bertemu dengannya setiap hari, tentu akan sangat repot," kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017), seperti dlansir detikcom.

Menurut salah seorang peserta aksi yang merupakan eks jurnalis senior, Nanik Sudaryati sikap Presiden ini egois. Di satu sisi buzzer sosmed dan pelawak saja diterima langsung Presiden, kok ulama habaib malah tidak mau menemui langsung.

Berikut ditulis Nanik Sudaryati yang dulunya sempat jadi Timses Jokowi saat Pilgub DKI 2012:

"Pemerintahan Pak Jokowi ini egoisnya minta ampun. Tidak mau di demo, tidak mau ada aksi, tapi tidak punya sikap adil dan mau mendengarkan umat. Tidak akan ada demo, tidak akan ada aksi umat, kalau dari awal memperlakukan hukum yg sama. Mengapa penista agama satu dengan yg lain diberlakukan beda? Itu sebetulnya SUMBERNYA.

Katanya pecinta Soekarno, katanya pecinta demokrasi, tapi dengan enteng menginjak-injak demokrasi. Siapapun orang yg lantang menyuarakan ketidakbenaran pemerintah, dengan mudah dituduh makar, dan ditangkap. Betapa jahatnya rezim ini, organ-organ negara seperti polisi, dan tentara yg dibayar dari keringat rakyat, kemudian dengan mudah digunakan untuk mengintimidasi rakyat.

Makin aneh lagi, manakala di dalam istana hanya digunakan untuk mendengar suara baik-baik saja, suara yg memuji, dan suara yg menjilat. Kalau segelintir penggiat Sosmed yg tiap hari muja-muji pemerintah, pelawak, penyanyi saja bisa diterima, kenapa wakil jutaan umat tidak pernah mau menerima? Pasti selalu digunakan menteri atau staf untuk menemui. Dimana letak sosok Presiden merakyat itu? Tolong tunjukkan !

Pak Jokowi, sebagai orang yg pernah mengenal Anda, saya mendengar langsung cerita dari Anda, manakala Anda berkisah bagaimana Anda justru mendatangi para demonstran saat menjadi Walikota Solo, dan bahkan mengajak duduk dan bicara, serta makan dengan para demonstran. Dengan bangga Anda selalu cerita bisa melunakkan hati para demonstran. Lalu mengapa sekarang di saat Anda menjadi Presiden Anda tidak menemui demonstran?" [obi]


Kiai Ma'ruf Amin Kaget Sekjen FUI Ditangkap Polisi



Dakwah Media - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin mengaku tak mengetahui adanya penangkapan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad al-Khaththath. Al-Khaththath diketahui ditangkap karena adanya indikasi makar dalam aksi 313.

"Ya, saya belum dapat kenapa. Saya akan coba konfirmasi kenapa ada penangkapan, alasan‎nya apa? Saya belum tahu," kata Ma'ruf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/3).

Terkait dengan dugaan makar yang dilakukan al-Khaththath, Ma'ruf masih mempertanyakannya. Karena itu, ia meminta agar masyarakat menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.

"Wah, kalau makar saya belum tahu itu. Apa betul makar? Nah kita tunggu, makarnya itu seperti apa. Sesuai enggak dengan kaidah-kaidah aturan makar itu," ujarnya.

Penangkapan Sekjen FUI ini juga dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono. Polisi juga menahan empat orang lainnya terkait dugaan makar, yakni ZA, IR, MAK, V, dan M.

"Penangkapan ini tak terkait dengan aksi 313," ujar Argo. Ia menambahkan, saat ini kelima orang tersebut tengah menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. [obi]

Keluarga Korban Kebakaran Karaoke Inul Mulai Berang, Palsukan Dokumen dan Tak Ada Santunan



Dakwah Media - Kasus kebakaran tempat hiburan karaoke Inul Vizta di Manado, 2015 silam, kembali mencuat setelah diangkat oleh pihak keluarga salah seorang korban meninggal, Silvia Yanda Kaawoan. Pihak keluarga Silvia geram dan akan menuntut Inul Daratista. Mereka kemudian menunjuk Henry Indraguna selaku kuasa hukumnya.

Seperti diketahui, pihak keluarga Silvia Kaawoan berupaya mengajukan tuntutan terhadap Inul karena menuding pihak Inul Vizta telah melakukan pemalsuan dokumen dalam perjanjian kompensasi terhadap korban tewas. Padahal, tak ada sepeser pun dana yang diterimanya.

Menurut suami korban, Adie Shceetpova, yang ditemui di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Jumat, 31 Maret 2017, mereka pernah didatangi oleh pihak Inul Vizta dan dijanjikan bakal diberi ganti rugi lewat perjanjian berbentuk kertas kosong.

Ditambahkan kuasa hukumnya, Henry Indraguna, hal ini adalah sesuatu yang janggal, terlebih mereka belum mendapat ganti ruginya.

"Ada dua perjanjian yang ditandatangani, enggak ada tulisan tangan dan kosong. Setelah tanda tangan, dua-duanya dibawa pergi. Harusnya enggak diketik dan tulisan tangan. Kalau ada koreksi harus ada paraf kedua belah pihak, namun menurut Bapak Silvi tidak ada tanda tangan," kata Henry.

Terkait rencana tuduhan pemerasan serta pengakuan suami palsu oleh pihak Inul, Adie mengatakan, hal itu adalah kebohongan belaka. Buatnya, semua tuduhan itu tidaklah benar. "Kok keluarga korban meninggal yang sibuk, apalagi menuduh saya memeras. Enggak pernah, ini ngarang bebas," kata Adie.

Pihak keluarga menyatakan sebelumnya telah meminta bantuan kepolisian. Namun menurut mereka, belum ada kepastian hukum yang jelas sampai saat ini.

"Sudah laporkan ke Bareskrim Polri dari 11 Januari 2016, bahwa kasus ini dilimpahkan ke Polda Sulawesi Utara, namun prosedur penyidikannya lama. Kalau lihat UU, penyidikan paling lama 120 hari, sedangkan sampai sekarang enggak ada kepastian hukum," ujar Adie lagi.

Henry melanjutkan, akan menindaklanjuti kasus kliennya. Ia bakal mengawal sampai permasalahan ini selesai. "Habis ini mau ke Komnas HAM untuk perlindungan klien kami dan Polda Sulut. Belum pernah ada uang santunan, ditelepon balik pun enggak bisa," tuturnya. [viva]

DR Zakir Naik Jelaskan Makna Al-Maidah 51, Pendukung Ahok Makin Bungkam



Dakwah Media - Dai internasional asal Mumbai, India Dr Zakir Naik (DZN) langsung disambut oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Gedung DPR?MPR RI Jakarta pada Jum'at (31/3/17) siang. Dalam penyambutan tersebut, DZN menjelaskan makna Surat Al-Maidah 51 yang dinistakan oleh Ahok beberapa waktu lalu.

"Sebagai teman, membantu tidak masalah. Berbuat baik tidak masalah." tegas dai yang telah mengislamkan ratusan ribu orang di negaranya ini.

DZN juga menegaskan, Islam melalu Al-Qur'an melarang kaum Muslimin berbuat tidak adil, baik kepada sesama maupun kepada orang non Muslim.

"Al-Quran bilang, Allah melarang berbuat tidak adil kepada non-Muslim." tegas Zakir.

Terkait makna auliya dalam Al-Maidah 51, Zakir menegaskan bahwa maknanya pelindung. Dalam konteks kepemimpinan, Zakir menerangkan bahwa pemimpin Muslim yang adil jauh lebih baik daripada non Muslim.

"Tapi untuk pelindung auliya, apabila ada pilihan orang Islam soal kepemimpinan Muslim jauh lebih baik daripada non-Muslim," lanjut Zakir.

Dalam pertemuan tersebut, Zakir juga meluruskan anggapan keliru terkait Islam yang selama ini beredar sangat massif. Zakir menepis anggapan jihad sebagai kekerasan, juga menolak tegas bahwa Islam diidentikkan dengan kekerasan dan intoleran.

Zakir memastikan, Islam adalah agama damai dan mendamaikan yang mengajarkan seluruh aspek kehidupan. Bukan hanya soal aqidah dan ibadah, Islam juga menuntut kaum Muslimin bersikap baik kepada sesama tanpa melihat agamanya. [tc]

Tunggu Fatwa? Wiranto Lupa Jika MA Sudah Tolak Permintaan Mendagri Terkait Ahok



Dakwah Media -  Menteri Politik Hukum dan HAM Wiranto, mengatakan untuk menunggu fatwa Mahkamah Agung (MA) terkait dengan tuntutan pemberhentian Gubernur penista agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dari jabatannya. Padahal, MA pernah menolak permintaan itu yang dilakukan oleh Mendagri Tjahjo Kumolo.

“Kami akan menunggu fatwa Mahkama Agung tentang pemberhentian Ahok, kita ingin menuntaskan masalah ini dengan landasan hukum yang nyata,” kata Wiranto usai menerima peserta aksi di Kementerian Politik Hukum dan HAM, Jakarta, Jumat (31/3).
Wiranto berdalih, dalam permasalahan Ahok ini, pemerintah tidak berpihak kepada siapapun. Oleh sebab itu, Wiranto meminta kepada masyarakat untuk tidak curiga kepada pemerintah.

Pada pertemuan itu, perwakilan Aksi 313 antara lain dihadiri oleh Amien Rais dan Koordinator Aksi 313 Usamah Hisyam.

Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak memberikan fatwa terkait status jabatan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“MA tidak memberikan fatwa karena sudah ada dua gugatan ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara),” kata Wakil Ketua MA Bidang Yudisial Syarifuddin di Jakarta, Selasa (21/2).

Menurut Syarifuddin, jika MA mengeluarkan fatwa, hal itu dikhawatirkan akan mengganggu independensi hakim.

Untuk itu, MA, lanjut dia, mengembalikan putusan status jabatan Ahok kepada Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

“Kalau kami beri fatwa seperti kami yang mutus dong, kan pengadilan mesti berjalan. Kalau kami berikan fatwa, itu akan mengganggu independensi hakim,” ujar Syarifuddin. [ni]

Ini Tanggapan Zakir Naik Atas Pernyataan Jokowi



Dakwah Media - Ulama kondang asal India, Zakir Naik, berbicara soal Islam dan pemerintahan. Menurut Zakir Naik, dua komponen tersebut tak bisa dipisahkan satu sama lain.

"Apakah Islam terpisahkan dengan pemerintahan? Kata yang tepat adalah gaya hidup yang lengkap. Islam tidak hanya mengajarkan cara salat dan puasa, itu juga membahas seluruh aspek pendidikan termasuk memerintah sebuah negara," ujar Zakir Naik saat bertemu Ketua MPR, Zulkifli Hasan, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Semua hal yang ada di dunia, mulai dari yang kecil hingga urusan seperti pemerintahan telah diatur di Al Quran. Itu karena Al Quran merupakan kitab terbaik bagi umat manusia untuk belajar segala hal.

Al Quran juga merupakan panduan hidup. "Menurut saya, masa depan ada di Al Quran, itu adalah yang paling terbaik di dunia. Itu suatu pernyataan terhadap kemanusiaan. Itu panduan hidup. Itu kepastian dan juga memberikan harapan terhadap orang-orang yang putus asa," tutur Zakir Naik.

"Kita manusia bisa berbuat salah. Pencipta kita tahu apa yang lebih baik untuk kita. Pengetahuan terbaik berasal dari Al Quran," tandasnya.

Zakir Naik, akan melakukan tur dakwah di 6 kota di Indonesia. Muhammadiyah menyambut kedatangan Zakir, namun meminta ceramah sang ulama disesuaikan dengan kondisi Islam di Indonesia.

"Dr Zakir Naik memang selama ini dianggap sebagai seorang intelektual yang sangat keras menyuarakan prinsip-prinsip Islam, terutama dalam konteks dunia global. Dalam masyarakat muslim di berbagai negara memang ada kontroversi menyangkut pernyataannya. Tetapi saya kira dalam konteks keterbukaan informasi dan dalam membangun keberagaman, maka kunjungan Dr Zakir Naik itu tidak perlu dipersoalkan," ujar Sekretaris Umum Muhammadiyah Abdul Mu'ti dalam perbincangan, Kamis (30/3/2017).

Mu'ti mengatakan kontroversi seputar Zakir Naik muncul karena sebetulnya ceramah yang disampaikan sang ulama dikhususkan untuk masyarakat muslim saja. Selain itu, ceramah Zakir untuk penguatan akidah. [tribunislam]

Panas, Lakukan Money Politics Untuk Menangkan Ahok, Bang Japar Laporkan Djan Faridz Ke Bawaslu



Dakwah Media - Komunitas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) melaporkan dugaan money politic yang diduga dilakukan petinggi partai pada saat kampanye yang dilakukan pasangan calon nomor urut dua pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – Djarot Saiful Hidayat.

Peristiwa money politic itu terjadi di Kemayoran, Jakarta Pusat pada 28 Maret 2017. Adapun laporan tersebut dilimpahkan ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta.

"Hari ini kami dari gerakan Bang Japar melaporkan adanya dugaan tindak pidana pemilu money politic yang dilakukan elite partai di tingkat nasional, yaitu saudara Djan Faridz," ucap Tim Advokasi Bang Japar M Taufiqurrahman di Bawaslu DKI, Jalan Sunter, Jakarta Utara, Jumat 31 Maret 2017.

Taufiqurrahman menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan yaitu Ketum PPP kedapatan tengah membagi-bagikan uang kepada warga sekitar usai melakukan kampanye. Ia pun mengaku memiliki bukti yang kuat atas kasus tersebut.

"Bentuk pelanggarannya itu bagi-bagi uang pecahannya Rp50 ribu, kita juga sudah melampirkan bukti-buktinya. Kejadian itu setelah acara kampanye palson nomor urut dua. Jadi prosesnya itu saudara Djan Faridz ini sambil berjalan bersamaan dengan membagikan uang pada penduduk sekitar," kata dia.

Dalam laporan tersebut, Bang Japar membawa barang bukti berupa foto kejadian di lokasi dan video yang diserahkan untuk memperjelas bukti dan terakhir berupa keterangan saksi.

"Saksi ini yang ada di wilayah setempat yang mendengar dan melihat secara langsung  peristiwa di sana," kata dia. [tribunislam] 

Ini 5 tuntutan Peserta Aksi 313



Dakwah Media - Massa 'Aksi 313' memadati kawasan Bundaran Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (31/3/2017). Mereka menyampaikan tuntutannya secara serempak.

Dipimpin seorang orator di mobil komando, mereka melontarkan permintaannya, yaitu meminta aparat kepolisian agar segera memenjarakan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama yang saat ini menjadi terdakwa penistaan agama.

Selain itu, mereka juga meminta kepolisian untuk segera melepaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khathtath yang ditangkap jelang digelarnya Aksi 313 malam tadi.

Berikut lima tuntutan massa Aksi 313:

1. Stop kriminalisasi dan makarisasi ulama
2. Copot Ahok (sebagai Gubernur DKI Jakarta) sesuai Undang-undang nomor 23 Tahun 2014
3. Penjarakan si penista agama sesuai KUHP Pasal 156a
4. Jangan dibatalkan Perda syariah di seluruh Indonesia
5. Lepaskan KH Muhammad Al Khaththat sekarang juga. [tsc]

Awalnya Ngajak Ngobrol Kemudian Colong HP Peserta Aksi 313, Babak Belur Jadi Bulan-bulanan Masa



Dakwah Media - Seorang pemuda diamankan petugas kepolisian jelang aksi 313 di masjid Istiqlal, Jumat (31/3/2017). Pemuda bernama Andi Ginting itu nyaring menjadi bulan-bulanan massa aksi.

Andi diamankan lantaran berusaha melakukan aksi pencurian telepon genggam milik salah seorang peserta aksi. Korban bernama Aldi (16) berusaha diperdaya oleh Andi.

"Dia datang, ngajak ngobrol. Mengaku petugas pengaman Istiqlal. Kemudian dia bilang katanya di Istiqlal banyak yang kehilangan handphone," kata Aldi di Istiqlal.

Peserta aksi dari Serang, Banten ini juga menambahkan, setelah pelaku mengajak ngobrol, pelaku kemudian meminta telepon genggam miliknya. Pelaku berdalih ingin memeriksa telepon genggam miliknya.

"Pas kemudian handphone udah dipegang dia, dia langsung lari dan kabur, saya sama temen saya Didit langsung ngejar," ujarnya.

Pelaku kemudian berhasil ditangkap oleh Aldi dan rekan-rekannya. Pelaku nyaris menjadi bulan-bulanan masa aksi. Beruntung ada petugas kepolisian dan Polisi pamong praja langsung mengamankan pelaku dari bulan-bulanan masa.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, petugas kepolisian mengatakan, pelaku akan dibawa ke polsek Sawah Besar untuk mempertanggungjawabkan perbutannya.

"Pelaku kita amankan, kita bawa ke Polsek Sawah Besar," kata Aipda Roni di lokasi kejadian. [tsc]

TERUNGKAP! Inilah Alasan Sebenarnya Ruhut Sitompul Getol Sekali Dukung Ahok



Dakwah Media - Mantan Politikus Partai Demkorat Ruhut Sitompul ternyata menyimpan hasrat untuk berlaga di Pilkada Sumatera Utara. Karenanya ia berharap Megawati dan PDI Perjuangan mau mengusungnya menjadi calon kepala daerah.

“Saya sebenarnya mau kayak pak Ahok (Basuki Tjahaha Purnama) independen ya, mau bantu PDIP,” kata Ruhut, saat menghadiri acara organisasi sayap PDIP di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Maret 2017.

Saat ini, Ruhut memang menjadi tim pemenangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta. Kandidat itu diusung PDIP, Hanura, NasDem, dan belakangan didukung PPP.

Meski belum menyebut daerah mana yang akan menjadi pilihannya untuk maju, namun Ruhut mengaku sudah berkomunikasi dengan Megawati. Ia merasa percaya diri menjadi calon kepala daerah, lantaran mempunyai basis massa di daerah pemilihannya, yakni Sumatera Utara (Sumut).

“Saya katakan sama Ibu (Megawati), ada pilkada dan saya punya massa, saya siap membantu. Tapi bukan berarti harus maju pada tahun 2018,” ujarnya.

[Foto-Foto] Dokumentasi Aksi 313


Dakwah Media - Walau pimpinan aksi yang juga Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al-Khaththath ditangkap aparat dengan tuduhan makar, namun lautan massa Aksi 313 tak terbendung.

Masjid Istiqlal dengan daya tampung 200 ribu jamaah tak mampu menampung saat sholat Jum'at (31/3/2017) hingga meluber di jalan-jalan.

Usai sholat Jum'at, massa Aksi 313 bergerak long march menuju Istana Merdeka untuk menyampaikan aspirasi Umat kepada Presiden RI Joko Widodo agar terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama segera ditangkap dan diberhentikan dari jabatan gubernur DKI Jakarta sesuai amanat konstitusi.

Lautan massa Aksi 313 bergerak dari Masjid terbesar se Asia Tenggara ini menuju Istana Merdeka dengan melantunkan sholawat.

Gemuruh sholawat dan Takbir bersahutan. Suasana merinding.

Berikut foto-foto dan video massa Aksi 313.









Polisi Klaim Penangkapan Sekjen FUI Berdasarkan Ada laporan Masyarakat



Dakwah Media -  Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol R. Argo Yuwono mengatakan penangkapan Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al Khaththath tidak terkait aksi tolak ahok atau 313.

“Tidak ada kaitannya itu ya. Intinya ada laporan dan kita lakukan penyelidikan. Kita lakukan penangkapan,” kata Argo di depan Istana Merdeka, Jumat (31/3).

Menurutnya, polisi sudah memiliki sejumlah barang bukti terkait penangkapan kelima orang itu.
“Tentu sudah ada,” katanya.Seperti diketahui lima orang yang diamankan terkait pemufakatan makar tersebut berinisial ZA, IR, MAK, V dan M.

Argo juga membantah soal ‘penggembosan’ Aksi 313 dengan menangkap Al Khaththath.

Saat ini kelima orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Lha, jika alasannya begitu, Ahok sudah dilaporkan berapa juta masyarakat pak? mengapa belum ditangkap-tangkap. [ac]

TNI dan BIN Saja Tenang, Kok Polisi Bisa-bisanya Sebut Ada Indikasi Makar?



Dakwah Media - Indonesia Police Watch (IPW) merasa heran dengan sikap kepolisian yang kembali menghembuskan isu makar. Terlebih, isu tersebut saat ini ditujukan untuk tokoh umat Islam Tanah Air, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al Khaththath.

Kata Presidium IPW, Neta S Pane, dengan begitu, ada dua kelompok yang dituduh polisi hendak melakukan aksi makar. Pertama, beberapa tokoh kelompok nasionalis yang ditangkap sehari sebelum Aksi Bela Islam 2 Desember 2016, kedua Al Khaththath, tokoh Islam.

“Sekarang polisi kembali menangkap sejumlah tokoh Islam dengan tuduhan makar. Jika mengikuti pola pikir Polda Metro berarti ada dua kelompok yang hendak melakukan makar, yakni kelompok nasionalis dan kelompok agama,” papar Neta dalam keterangan tertulis, Jumat (31/3).

Penangkapan Al Khaththath dan beberapa aktivis malam tadi, Kamis (30/3), tentunya menimbulkan pertanyaan. Sebab, kasus dugaan sebelum yang menjerat salah satunya, Hatta Taliwang, hingga kini belum juga rampung.
“Anehnya lagi hingga kini para tokoh nasionalis yang pernah ditangkap dengan tuduhan makar tidak jelas keberadaan kasusnya. Bahkan, sampai sekarang belum dilimpahkan ke kejaksaan,” sindirnya.

Lebih anehnya lagi, sambung Neta, pihak TNI yang juga memiliki pasukan intelijen justru tenang-tenang saja. Bahkan, Badan Intelijen Negara (BIN) pun tidak memberi sinyal apa-apa.

“Tapi kenapa TNI tenang-tenang saja? Kenapa BIN tidak memberi sinyal bahwa negara sudah gawat dengan adanya kelompok nasionalis dan agama hendak melakukan makar?” tanya dia.

Sebab itu, sambung Neta, polisi harus menjelaskan secara transparan bagaimana nasib kasus makar yang menimpa tokoh-tokoh nasionalis, dan bagaimana nasib bap Al Khaththath dan para aktivis yang sudah ditangkap. [ac]

Provokator Berkalung Kartu Pengenal Pers Buat Ricuh Di Aksi 313



Dakwah Media - Aksi 313 yang terpusat di bundaran Patung Kuda, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, (31/3) sempat ricuh lantaran ada seorang provokator yang membuat massa aksi naik pitam serta berkerumun untuk memukulinya.

Pria yang belum diketahui identitasnya ini bercirikan rambut panjang dan membawa kartu pengenal wartawan (ID Press).

“Dia rambut panjang, ada kalung tulisan Persnya. Sudah diamankan tim Banser,” kata salah satu orang massa aksi di tengah keributan massa, Jumat (31/3)

Menurut pantauan RMOL, awalnya kericuhan sempat bisa di tenangkan oleh para ulama yang berada di mobil komando. Namun si provokator malah digiring ke arah kerumunan massa untuk diamankan. Tak pelak, massa kemudian ricuh kembali karena ingin melampiaskan kekesalan.

“Sudah stop, kita sengaja mau di chaos-kan. Jangan terprovokasi,” seru ulama dari mobil komando di saat si provokator diamuk massa.
Namun kericuhan ini hanya berlangsung tak lebih dari satu menit. Massa kemudian dapat ditenangkan dan kembali bersalawat dan bertakbir.

Kendati begitu masih ada segelintir orang yang hendak mengejar provokator tersebut. Beberapa orang lain mencoba mencegah dan meminta untuk tidak terpancing keributan.

“Stop jangan dipukuli lagi. Apa bedanya kita dengan aksi orang lain. Senang dia kalau kita ribut,” kata salah seorang massa aksi lain. [rmol]

Djan Faridz Bagi-bagi Uang Harusnya Bisa dipenjara, Huda: Iwan Bopeng Aja Bebas Apalagi Sekelas Djan



Dakwah Media - Bawaslu DKI Jakarta harus memanggil Ketua Umum PPP Djan Faridz yang telah membagi-bagi uang di Kemayoran, Jakarta Pusat untuk kemenangan pasangan cagub/cawagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Penegasan itu disampaikan pengamat politik Muhammad Huda kepada intelijen (31/03). “Bagi-bagi uang termasuk pidana. Dan Djan Faridz bisa masuk penjara. Bawaslu dan penegak hukum tak perlu takut,” tegas Muhammad Huda.

Menurut Huda, bagi-bagi uang yang dilakukan Djan Faridz merusak demokrasi. Namun demikian, pendukung Ahok yang biasanya vokal, jadi bungkam. “Para pendukung Ahok hanya diam saja atas tindakan yang dilakukan Djan Faridz,” jelas Huda.

Huda menyatakan, saat ini kubu Ahok melakukan berbagai cara agar pasangan calon nomor dua itu menjadi pemenang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Termasuk tidak memproses pendukung Ahok yang jelas-jelas melanggar hukum. “Penegak hukum maupun lembaga yang mengawasi Pilkada DKI tampanya sudah ‘dibeli’ kubu Ahok, segala kecurangan tidak akan diproses,” tegas Huda.

Tak hanya itu, Huda pesimis Bawaslu maupun penegak hukum terkait akan memproses tindakan yang dilakukan Djan Faridz. “Sekarang ini patokannya sangat mudah, seorang Iwan Bopeng saja tidak diproses hukum, apalagi sekelas Djan Faridz, pengusaha dan punya jaringan penguasa,” pungkas Huda.

Sebelumnya, Djan menyatakan bahwa aksi bagi-bagi uang tidak ada masalah karena pembagian uang tersebut tidak terkait politik. Alasannya, karena penerima uang adalah anak yatim yang tidak punya hak pilih. “Seingat saya (anak yatim) tidak punya hak pilih di Pilkada DKI,” kata Djan seperti dikutip viva (30/03).

Djan pun meminta semua pihak mengecek aturan dalam undang-undang terkait hal ini. “Coba lihat Undang-Undang Pilkada,” lanjut mantan Menteri Perumahan Rakyat itu. [itj]

HTI: Penista Agama Bebas, Penuntut Keadilan Malah Ditangkap



Dakwah Media - Polda Metro Jaya mengamankan lima penggerak aksi 313 dengan dugaan pemufakatan makar. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mempertanyakan keadilan hukum. Juru bicara HTI, Ismail Yusanto, menganggap penangkapan lima penggerak aksi 313 tersebut adalah sebuah kezaliman.

"Penangkapan itu aneh bin ajaib. Penista Alquran yang sekarang sudah menjadi terdakwa, dan seharusnya ditangkap, dibiarkan bebas begitu saja. Ini para penuntut keadilan malah ditangkap," kata Ismail, Jumat (31/3).
Menurut dia, ketidakadilan sudah berkembang subur di Indonesia. Tuduhan makar yang menjadi alasan penangkapan dianggap sebagai alasan yang mengada-ada. Ismail menambahkan, sejak awal tuntutan yang diajukan umat muslim adalah keadilan, namun hingga saat ini belum digubris oleh pemerintah.

Ia mengasumsikan, adanya tindak diskriminasi yang dilakukan aparat kepolisian. Dia juga mengeluhkan ketidajelasan arah hukum Indonesia saat ini. "Sangat tampak aparat melindungi penista Alquran. Polisi bekerja di bawah tekanan untuk melindungi penista Alquran," katanya.

Kelima orang yang diamankan di Polda Metro Jaya saat ini berinisial ZA, IR, MAK, V dan M. Salah satu yang diamankan adalah pimpinan aksi 313 yang juga Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad al-Khaththath.

Sebelumnya Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, saat ini kelima orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Mereka yang ditangkap ada yang diciduk pukul 01.00 WIB, dan ada 02.30 WIB.

"Polisi punya alat bukti dan menangkap sesuai dengan prosedur secara profesional. Penangkapan di tempat yang berbeda jamnya ada yang 01.00 WIB dan ada yang 02.30 WIB," ujar Argo, Jumat (31/3). [rci]

Petugas Mako Brimob Larang TPM Temui Sekjen FUI, Ada Apa?



Dakwah Media - Saat ini Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan sedang berada di Pos Jaga Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada hari Jumat (31/3/2017).

Kedatangan Achmad Michdan untuk berkoordinasi dengan pihak penyidik dan melakukan pendampingan terkait penangkapan Sekjen Forum Umat Islam (FUI), sekaligus Koordinator Aksi 313, KH Muhammad Al Khaththath sejak Kamis malam.

Michdan mengatakan sejak pukul 08.00 WIB ia dihubungi oleh KH Muhammad Al Khaththath, yang mengabarkan bahwa dirinya berada di Mako Brimob dan minta TPM untuk melakukan pendampingan hukum.

“Saya diminta datang pukul 09.00 WIB. Tapi ini masih menunggu koordinasi dengan pihak penyidik Polri. Saat dihubungi, pihak penyidik belum tersambung hingga saat ini. Sehingga saya belum bisa menemui KH Muhammad Al Khaththath,” ujar Achmad Michdan kepada Panjimas.com.

Sementara itu aparat kepolisian yang melakukan piket jaga, mengaku tidak tahu menahu ada yang ditangkap tadi malam. Karena belum ada koordinasi dari penyidik. Sehingga aparat yang berjaga tidak bisa memberi wewenang agar TPM menemui KH Muhammad Al Khaththath.

Saat berita ini dimuat, koordinasi masih berjalan alot, karena kuasa hukum tidak diperbolehkan masuk untuk menemui KH Muhammad Al Khaththath. [pmc]

Ini 4 Aktivis 313 yang di tangkap



Dakwah Media - Empat aktivis pergerakan aksi 313 ditangkap polisi, Jumat (31/3).

Salah satunya, KH. Muhammad Al-Khaththath selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) Forum Ummat Islam (FUI) sekaligus penanggungjawab Aksi Bela Islam 313.

Termasuk, Wakil Koordinator Aksi 313 Irwansyah, Presiden Asean Muslim Students Association 2016-17 Zainudin Arsyad, dan Panglima Forum Syuhada Indonesia (FSI) Diko Nugraha.

“Iya benar (ditahan di Mako Brimob). Ini sedang kami tunggu (total yang ditahan),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (31/3).

Sementara itu, satu aktivis Target Operasi lainnya, atas nama Andry, masih dalam pengejaran petugas. Pengejaran dan posisi terakhir di wiliyah Tanjung Priok.

Selain aktivis, petugas juga mengamankan sejumlah ponsel untuk keperluan bukti digital forensik.

Sementara itu, Jubir FPI Slamet Maarif langsung mendatangi Mako Brimob Kelapa Dua, Depoo untuk mendampingi para aktivis tersebut.

“Kita nggak tau masalah apa. Kita lagi meluncur ke sana. Di mako Brimob ya,” timpalnya.

Keberadaan KH Muhammad Al Khathtath Masih misterius pasca Penangkapan



Dakwah Media - Achmad Michdan dari Tim Pengacara Muslim (TPM) mendatangi Mako Brimbob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat untuk mempertanyakan alasan penangkap KH Muhammad Al-Khaththath, koordinator aksi 313. Kyai Al-Khaththath ditangkap polisi sejak Kamis (30/3/2017) malam.

Bersama beberapa pengacara, Michdan hadir ke Mako Brimob, Jumat (31/3/2017) pagi.
“Saya diminta datang pukul sembilan pagi. Tapi ini masih menunggu koordinasi dengan pihak penyidik Polri. Saat dihubungi, pihak penyidik belum tersambung hingga saat ini. Sehingga saya belum bisa menemui Ustadz Al-Khaththath,” ujar Michdan saat ditemui di Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Sementara itu polisi yang piket jaga tidak tahu menahu ada yg ditangkap tadi malam. Karena belum ada koordinasi dari penyidik. Sehingga tidak bisa memberi wewenang agar TPM menemui Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) tersebut.

Saat ini koordinasi masih alot, karena kuasa hukum tidak diperbolehkan masuk untuk menemui Kyai Al Khaththath.

Pihak Mako Brimob menegaskan tidak ada yang ditangkap tadi malam. Keberadaan Kyai Al Khaththath hingga saat ini masih misterius.

Pimpinan Aksi 313 Ust Al Khathtath Ditangkap atas tuduhan Makar



Dakwah
Media - Sekjen Forum Umat Islam (FUI), KH Muhammad Al-Khaththath,  ditangkap aparat kepolisian sejak Kamis (30/3/017) malam.

Kabar tersebut disampaikan oleh Koordinator Tim Pengacara Muslim (TPM), Achmad Michdan kepada Panjimas.com.

“Informasi , ana baru ditelpon Ustadz Khaththath ditahan di Mako Brimob sejak tadi malam dan mohon pendampingan, jam 09. 00 WIB kita meluncur ke sana,” kata Michdan, Jum’at (31/3/2017).

Hingga kini belum diketahui, apa tuduhan terhadap Ustadz Al-Khaththath, sehingga beliau ditangkap dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

“Belum tahu tuduhannya apa, tapi tadi dia telpon, dia sudah ditahan di Mako Brimob sejak semalam, hari ini jam 9.00 mau diperiksa, jadi minta didampingi,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah pengacara baik dari TPM, Pusat Hak Azasi Muslim Indonesia (PUSHAMI) dan lain-lain pagi ini meluncur menuju Mako Brimob, Depok untuk mendampingi Ustadz Al-Khaththath.

Untuk diketahui, KH Muhammad Al-Khaththath merupakan Sekjen FUI, yang menjadi pimpinan panitia aksi 313, yang akan digelar Jum’at hari ini. Kemarin, baru saja KH Muhammad Al-Khaththath menggelar konferensi pers terkait Aksi 313.

Bahkan, sejak beberapa hari lalu, Ustadz Al-Khaththath juga telah menyerukan kepada kaum Muslimin untuk hadir dalam Aksi 313. Aksi tersebut untuk menuntut kembali terdakwa Basuki Tjahja Purnama (Ahok) agar dijebloskan ke penjara akibat kasus penistaan agama yang dilakukannya. [AW]

Dari Istiqlal, 313 akan Kepung Istana



Dakwah Media - Di ibukota, mereka memanfaatkan Masjid Istiqlal sebagai tempat istirahat. Di Istiqlal mereka juga melaksanakan shalat dan membaca Al-Quran.

Aksi 313 yang diinisiasi Forum Umat Islam (FUI) dan sejumlah ormas Islam akan dimulai usai shalat Jumat di Masjid Istiqlal. Selesai jumatan dilanjutkan dengan berjalan kaki ke Istana Negara.

Rute yang dilalui antara lain Jalan Merdeka Timur dan Balaikota Jakarta di Jalan Merdeka Selatan. Massa juga akan melewati jalan protokol di sekitaran Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat. Dari Bundaran Patung Kuda, massa belok kanan ke Jalan Merdeka Barat sampai berhenti di depan Istana.

Orasi bakal disampaikan di depan Istana Negara, massa dijadwalkan berkumpul di situ sampai sore hari, pukul 17.00 WIB.

Adapun tuntutan Aksi 313 adalah menuntut Basuki T Purnama (Ahok) segera ditahan atas kasus penodaan agama. Juga mendesak Presiden Joko Widodo memberhentikan Gubernur DKI nonaktif itu dari jabatannya, karena yang bersangkutan menyandang status terdakwa. [rus]

Polda Metro Larang Warga di Luar Jakarta Ikut 313



Dakwah Media -  Polda Metro Jaya larang warga di luar wilayah DKI Jakarta turut serta menggelar aksi 313 bersama Forum Umat Islam.

“Kalau mau salat Jumat di masjid masing-masing tidak perlu datang ke Jakarta,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Rabu (29/3).

Argo mengharapkan warga luar Jakarta mendukung aksi FUI dengan menggelar sholat Jumat dan doa bersama di wilayahnya.

Terkait aksi FUI, Argo menyebutkan massa akan menggelar salat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat dan menyampaikan pendapat di depan Istana Kepresidenan pada Jumat (31/3).

Argo belum dapat menyebutkan jumlah massa yang berunjuk rasa termasuk anggota pengamanan aksi damai tersebut. Argo mengaku kepolisian telah mendapatkan pemberitahuan rencana aksi dari elemen FUI terkait rencana aksi pada Jumat (31/3).

Agenda lainnya, pendemo juga menuntut agar Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama untuk mundur dari jabatannya dan ditahan karena menjadi terdakwa penodaan agama.

Pimpinan FUI menyampaikan Surat Tanda Terima Pemberitahuan kepada Mabes Polri yang ditembuskan ke Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya pun siap mengamankan aksi massa organisasi keagamaan tersebut untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat di muka umum.

Polda Metro Jaya akan mengantisipasi aksi massa yang bertindak anarkis dengan menyiapkan sistem pengamanan secara persuasif. (Sumber )

Begini Jalur Aksi Massa 313 Sejak Jumatan Hingga Maghriban Di Istiqlal



Dakwah Media - "Untuk aksi yaitu long march dari Masjid Istiqlal ke Istana dengan melalui Jalan Medan Merdeka Timur, belok kanan Jalan Merdeka Selatan, lewat Balai Kota, kemudian Bundaran Patung Kuda belok kanan lagi lewat Jalan Medan Merdeka Barat sampai depan Istana," kata Al-Khaththath saat konfrensi pers di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (30/3)

Pihaknya pun berharap Presiden Joko Widodo akan menerima perwakilan aksi 313 untuk mendengarkan dan sekaligus memecat terdakwa penista agama Basuki T Purnama (Ahok). Baru setelah dari istana nanti, massa kata dia akan diarahkan ke Masjid Istiqlal lagi untuk melaksanakan shalat maghrib berjamaah.

"Aksi besok tidak langsung bubar di Istana, tapi peserta aksi akan pulang bareng menuju titik yang ditentukan," kata Al-Khaththath.

Al-Khaththath mengatakan hari ini pihaknya akan mengambil tanda terima surat pemberitahuan dan surat izin ke Mabes Polri. Dia memastikan aksi ini akan berlangsung damai.[san]

Felix Siauw : Muslim Kok Sekuler?



Dakwah Media -Walaupun memiliki banyak sekali pertentangan diantara keduanya, Sekulerisme dan Sosialisme secara ideologis punya kesamaan, mereka menganggap agama harus disingkirkan dari kehidupan

Bagi sekulerisme, agama adalah saingan terberat, karena sekularisme justru tegak diatas aqidah pemisahan antara agama dan kehidupan, agama tak boleh mengatur hidup

Bagi sosialisme, agama itu candu yang membuat malas masyarakat, menurunkan produktivitas, menghambat dari revolusi menuju masyarakat yang sosialis, yang sama, serupa, adil

Bahkan aqidah sosialisme meyakinu bahwa manusia hanya hasil evolusi tanpa campur tangan Tuhan, jadi Tuhan tak boleh ikut dalam kehidupan manusia, sebab agama hanya rekaan saja

Wajar, baik sekulerisme dan sosialisme menolak agama, karena agama yang mereka peluk saat itu memang tidak lahir dari proses berpikir yang berdasar dalil, iman yang muncul dari berpikir

Berbeda dengan Islam, yang muncul dari dasar syahadat, pengakuan bahwa Allah adalah Tuhan yang mencipta dan kepada-Nya semua akan dikembalikan, beserta hisab akan amal di dunia

Pengakuan ini muncul dari argumen yang tak terbantah hasil proses rasional, hingga menancapkan keyakinan yang kuat pada Muslim, bahwasanya Allah itu satu-satunya Tuhan yang benar

Dati situ, seorang Muslim paham, bahwa ia tidak hanya menyembah Allah secara ritual, tapi juga dalam semua aspek hidupnya, keseluruhan baik dalam ibadah, akhlak, politik, ekonomi, semuanya

Sederhana, karena Allah Mahamelihat, dan apa yang dibuat manusia semua akan dipertanggungkan sesuai syariat yang sudah Allah turunkan melalui Rasul-Nya Muhammad saw

Maka tak mungkin menjadi Muslim sekaligus sekuler, tak mungkin menjadi Muslim yang baik tanpa menerap aturan Allah dalam tiap aspek kehidupan, sebab Muslim pasti ingin taat total.

Ustadz Felix Siauw

Terungkap, Begini Cara BIADAB Polisi Siksa Eko LUIS di Mapolresta Surakarta Hingga Alami Cacat



Dakwah Media - Sri Asmoro Eko Nugroho alias Eko LUIS, mengungkapkan cara-cara penyiksaan brutal oknum aparat kepolisian saat dirinya ditangkap.

Hal itu disampaikan Eko saat membacakan eksepsi di depan majelis hakim, Pengadilan Negeri Semarang, Jalan Siliwangi 512, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (29/3/2017).

Berikut ini kutipan pengakuan Eko Nugroho dalam eksepsi yang dutulisanya, sebagaimana didapat dari kuasa hukumnya.

1. Saya (Terdakwa I/ Sri Asmoro Eko Nugroho) mengalamai cacat fisik akibat kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam menangkap kami pada hari Selasa 27 Desember 2016. Saat itu kami sedang persiapan akan berangkat bekerja tiba-tiba belasan orang polisi berpakaian preman yang membawa senjata lengkap menggedor pintu dan berteriak meminta kami keluar. Saya tidak paham apa maksud kedatangan mereka, saya pun lantas membuka pintu.

Bersamaan pintu terbuka belasan orang yang ternyata polisi itu langsung masuk menangkap saya dan memborgol kedua tangan saya ke belakang dengan suara membentak. Wajah saya saat itu juga dipukul oleh beberapa polisi tersebut. Dan yang lebih menyakitkan lagi muka saya juga diludahi oleh polisi tersebut.

Kedua mata saya selanjutnya ditutup menggunakan lakban dan ditambah dengan plastik berwana merah. Tak cukup itu, baju gamis yang saya pakai juga digunakan untuk membungkus kepala saya hingga saya susah untuk bernafas.

Selanjutnya, bagian tubuh saya juga dipukuli mulai dari kepala, dada dan juga perut. Dan kemudian saya dilemparkan ke dalam mobil.

Polisi bermobil itu lantas membawa saya ke sebuah tempat yang ternyata adalah Kantor Polresta Surakarta. Di sana saya kembali disiksa. Usai diminta duduk, secara bergiliran saya ditendang dipukuli hingga tersungkur ke lantai, siksaan tersebut saya alami kurang lebih satu jam.

Akibat penyiksaan berlebihan tersebut telinga, hidung dan mulut saya mengeluarkan darah. Selain itu dada saya juga terasa sakit, sesak serta susah untuk bernafas sehingga membuat saya hampir pingsan. Takut melihat kondisi saya seperti itu beberapa aparat kepolisian lantas membawa ke sebuah tempat yang ternyata itu adalah sebuah klinik entah itu puskesmas atau rumah sakit. Saya tidak tahu yang pasti saat itu ada seorang dokter yang memeriksa saya di sebuah ruangan.

Dokter tersebut memberi keterangan bahwa saya mengalami sakit sesak nafas dan diberi obat serta diberi dua buah tabung oksigen.

Belum sempat beristirahat saya langsung dipaksa untuk kembali masuk ke mobil lagi dan dibawa berjalan menuju ke Polda Jawa Tengah. Ironisnya sesampainya di halaman Polda Jawa Tengah, lakban, plastik dan baju gamis yang menutup kepala saya baru dilepas. Darah kering yang menempel ditelinga, hidung dan mulut lantas dibersihkah. Hal itu dikarenakan di depan kantor Polda Jateng sudah menunggu wartawan dari berbagai media massa. Sebenarnya saya sempat dibawa ke RS Bhayangkara Semarang dan direkomendasikan untuk rawat inap namun Penyidik tetap memaksa membawa saya pulang untuk dilanjutkan penyidikan.

Saat penyidikan pun saya sempat diancam akan disetrum dan dipukul dengan ikat pinggang. Sehingga kami berharap Irwasda Polda Jateng dan Propam dapat menindaklanjuti informasi tersebut. Demikian juga kami berharap informasi tersebut dapat menjadi catatan majelis hakim untuk memutuskan nantinya. Karena ibarat manusia, bayinya sudah tidak sempurna.

2. Saya (Terdakwa I/ Sri Asmoro Eko Nugroho) saat ditangkap hari Selasa 27 Desember 2016 mengalami penganiyaan di Polresta Surakarta yaitu punggung dipukuli dengan senapan, dipukuli bagian muka dan depan. Namun yang paling parah ditampar mengenai telinga sebelah kiri dan ditendang sepatu bagian wajah serta ketika tangan diborgol dan borgolnya diinjak mengenai tangan saya. Sehingga tangan melepuh membiru. Ketika ditahan di Polda Jateng telinga sebelah kiri mengalami sakit. [pmc]

AHOK 99% Pasti Ditahan, Sudah Menjadi Yurisprudensi Untuk Kasus Serupa dan Sudah Berkekuatan Hukum Tetap



Dakwah Media - Pada sidang ke-16 kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Rabu (29/3), saksi dari pihak Ahok menyatakan bahwa Ahok tidak melakukan penodaan karena tidak menginjak, merobek atau meludahi Al-Quran (Kitab Suci).
Pernyataan ini dimentahkan oleh Yurisprudensi (keputusan hakim) untuk kasus serupa dan sudah berkekuatan Hukum Tetap. Seperti kasus Rusgiani seorang ibu rumah tangga (Kristen) di Bali yang dihukum penjara 14 bulan karena menghina agama Hindu dengan menyatakan Canang (tempat sesaji untuk upacara agama Hindu) itu jijik dan kotor.

"Tuhan tidak bisa datang ke rumah ini karena canang itu jijik dan kotor," kata Rusgiani seperti tertulis dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang dilansir
website Mahkamah Agung (MA), Kamis (31/10/2013).

Menurut Rusgiani, dia menyampaikan hal itu karena menurut keyakinannya yaitu agama Kristen, Tuhan tidak butuh persembahan. Rusgiani mengaku mengeluarkan pernyataan itu spontan tak ada maksud menghina dan disampaikan di hadapan tiga orang temannya.

"Tidak ada maksud menghina atau pun menodai ajaran agama Hindu," ujar Rusgiana.

(Link: https://news.detik.com/berita/d-2400764/hina-agama-hindu-ibu-rumah-tangga-di-bali-dibui-14-bulan)

Begitupun dengan Kasus Arswendo yang dihukum penjara 5 tahun karena menghina Islam dengan menempatkan Nabi Muhammad SAW dibawah Soeharto.

Kasus-kasus ini sudah menjadi Yurisprudensi dalam kasus penistaan/penodaan agama.

"Hakim tidak punya pilihan lagi, harus berpedoman dengan Yurisprudensi ini. Ini harus dihukum. Mau cari pembenaran apa lagi? Karena sudah ada peristiwa-peristiwa seperti ini di banyak tempat dan beberapa kasus yang sudah punya kekuatan hukum tetap untuk dipedomani majelis hakim," kata Kapitra Ampera, Tim Advokasi GNPF MUI.

"Semua kasus penistaan agama Pasalnya sama 156a," jelas Kapitra Ampera.

Berikut video pernyataan Kapitra Ampera, Tim Advokasi GNPF MUI menanggapi pernyataan saksi Ahok:

[pii]

2 Kubu PPP Dukung Ahok, Lacurkan Islam Demi Uang & Jabatan



Dakwah Media - PPP dua kubu baik Djan Faridz dan Romahurmuziy (Romi) telah melacurkan Islam demi uang dan kekuasaan dengan mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

“Baik Romi dan Djan Farid telah melacurkan Islam dengan mendukung Ahok. Ada gambar Kabah di PPP mendukung Ahok, itu sudah merusak Islam,” kata pemikir Islam, Muhammad Ibnu Masduki dalam pernyataan kepada suaranasional, Rabu (29/3).

Kata Ibnu Masduki, keputusan PPP kubu Djan Farid dan Romi telah melukai umat Islam. “Keduanya tidak melihat aspirasi umat Islam dan hanya mementingkan uang dan jabatan,” jelas Ibnu Masduki.

Menurut Ibnu Masduki, pada Pemilu 2019, PPP akan ditinggalkan pemilihnya karena umat Islam menilai partai ini mendukung penista agama.

“Ulama PPP dari madura sudah menyatakan mufaraqah (melepaskan diri) dari PPP. Padahal kekuatan PPP itu ada di ulama,” papar Ibnu Masduki.

PPP Kubu Romahurmuziy secara resmi mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI putaran kedua.

“Ini sebuah keputusan yang sudah diambil dewan pimpinan wilayah bahwa mereka mendukung pak Ahok,” ujar Wakil Ketua Umum DPP PPP kubu Romahurmuziy, Reni Marlinawati di ruang fraksi PPP, Jakarta, Senin (27/3).

“Saya kira itu pilihan yang sangat dipahami dan pilihan yang tidak mudah. Tetapi inilah politik,” ujar Reni.[snc]

Hobi Cari Sensasi, Saksi Ahok Ini Ternyata yang Dulu Pernah Usulkan Haji Jangan di Bulan Dzulhijah



Dakwah Media - Rais Syuriah PBNU KH Masdar F Mas’udi yang menjadi saksi meringankan untuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pernah mempunyai pendapat kontroversi bahwa pelaksaan ibadah haji bukan hanya bulan Dzulhijjah.

Ia pun mengusulkan penalaah ulang waktu pelaksanaan ibadah haji. Menurut Kiai Masdar, Al-Qur’an surat Al-Baqarah 2: 197: “al-hajj asyhurun ma’lûmât” (waktu haji adalah beberapa bulan yang sudah maklum).

Kata Kiai Masdar, tiga bulan yang dimaksud Syawwal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.

Berdasarkan wawancara situs di Islam Liberal, Kiai Masdar mengungkapkan, di dalam ayat itu diterangkan bahwa waktu haji itu beberapa bulan, bukan beberapa hari.

“Bahwa sekarang ini dipersempit menjadi hanya lima hari (waktu efektif), memang karena praktik Rasulullah yang berhaji hanya sekali, dan kebetulan pada hari-hari itu tadi (9-13 Dzulhijjah),” ungkapnya.

Kiai Masdar mengatakan, lebih-lebih ada hadis yang mengatakan bahwa “al-hajj ‘arafah”, atau haji itu adalah wuquf di Arafah. “Nah, hadis ini yang kemudian dipahami bahwa haji itu intinya bukan hanya wuquf di tempat bernama Arafah, tapi juga wuquf di hari Arafah. Inilah yang sebetulnya menjadi problem. Dan menurut saya, problem ini harus dipecahkan,” jelas Kiai Masdar.

Kiai Masdar mengungkapkan, hadits “al-hajj ‘arafah” bahwa haji itu intinya wuquf di padang Arafah.

“Sementara soal waktu, tidak masuk di dalam hadis itu. Hadis “al-hajj ‘arafah” ini berbicara soal aktivitas; inti dari haji adalah wuquf di Arafah, bukan berbicara soal tempat,” papar Kiai Masdar.

Bukan hanya itu, ia juga surga bukan hanya milik umat Islam.

Pria kelahiran Purwokerto ini berpendapat semua orang yang berbuat baik pastilah masuk surga, apa pun agamanya.

“Jadi, janganlah memiliki keyakinan bahwa kalau kita beramal saleh, lalu beriman menurut keyakinan kita masuk surga, sementara yang tidak seiman dengan kita masuk neraka,” tuturnya. [snc]

Dinashiati Ahmad Dhani, Inul Malah Jawab Akan Pukul Ahmad Dhani



Dakwah Media - Penyanyi dangdut Inul Daratista menantang balik Ahmad Dhani yang lebih dulu menasehati perempuan asal Pasuruan itu.

Melalui kolom komentar instagramnya, pelantun tembang Kocok-kocok ini membalas surat tersebut dengan kalimat sindiran yang tak kalah ‘pedas’.

“Sibotak abis rapat dirumah raffi tuh kyknya sm bininya …. putih2 atasannya hehehehehe rapatkan barisan kyknya”

Rupanya nama Raffi Ahmad muncul setelah ia datang ke rumah Ahmad Dhani.

Bukan itu saja, Inul juga memberikan komentar mengenai bisnis karaoke Ahmad Dhani.

“Kyknya’karaoke itu bukan punya dhani tapi punya partner saya inul vizta palembang namanya Herry org cina !!”

Ia menyinggung fakta bahwa Masterpiece bukanlah milik Ahmad Dhani.

“Klo gak gt (cari sensasi ben laku) ra duwe duit’ ambasador dibayar ga gede makanya pake program sejam nyanyi bersamanya 60jt -10 menit 10juteh …”

Bahkan ia menyindir Ahmad Dhani tidak mendapatkan hasil yang besar sebagai Brand Ambassador Masterpiece.

Sindiran-sindiran yang diakhiri dengan bahasa Jawa Timuran ini menunjukkan rasa emosi Inul untuk Ahmad Dhani.

“Ketemu kadu tak turuk ndaaseh ambek ulek2” tulis Inul.
(Kalau ketemu akan kupukul dengan ulek-ulek).
[snc]

Jawara Betawi: Kehadiran Ahok Membuat Tanah Betawi Berantakan



Dakwah Media - Sejumlah massa dari berbagai ormas masih setia mengawal proses sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hingga sidang ke-16 hari ini, Rabu (29/3) di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Salah satunya adalah elemen masyarakat yang tergabung dalam kelompok Jawara Betawi.

 Dalam orasinya, salah seorang perwakilan Jawara Betawi mengatakan, kehadiran Ahok telah membuat tanah Betawi menjadi berantakan, karena perilakunya yang tidak mencerminkan seorang pemimpin.

Karena itu, sang orator yang mengenakan pakaian serba hitam ala pendekar itu menyerukan agar seluruh warga merapatkan barisan dan terus mengawal dan menuntut para penegak hukum untuk memenjarakan Ahok.

Pasalnya, apabila calon gubernur DKI nomor urut dua itu dipenjarakan, maka tanah Betawi akan aman.

"Ahok lah gara-garanya Jakarta jadi berantakan. Siap kita kawal terus sidang penistaan agama? Kita kawal untuk tuntut Ahok masuk penjara. Insyah Allah Ahok masuk penjara, Jakarta aman," tegas dia dalam orasinya.

Dia menegaskan, bahwa Jakarta merupakan milik seluruh warga negara dari manapun juga, sehingga sudah sepatutnya dijaga.

"Save Betawi, Kita jaga Betawi sebagai kota kita. Kita jaga Betawi siapapun orangnya, mau suku manapun, Jawa, Sunda, Kalimantan, rakyat manapun kita adalah sama, karena Jakarta adalah tempat kehidupan kita bersama, kita adalah saudara," kata dia. [tribunislam]

Soal Inul, MUI: Jika Mengacu ke Surat An-Nur Ayat 4, Dia Mesti Dihukum 80 Kali Cambukan



Dakwah Media - Pedangdut Inul Daratista dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pasalnya, dia dinilai telah menghina ulama dengan menuliskan komentarnya di Instagram yang menyebut pria berserban bisa berbuat mesum.

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain mengatakan, Inul harus disuruh tobat. "Jika dia menuduh orang berzina maka dia wajib menghadirkan empat orang saksi yang melihat batang celak masuk ke lubang botolnya," katanya, Rabu (29/3).

Menurut Tengku Zulkarnain, kalau tidak bisa menghadirkan empar saksi, maka dia mesti dihukum 80 kali cambukan. Ini sesuai dengan Alquran surat Annur ayat empat dan hadis-hadis sahih. "Di negara Indonesia, Inul bisa dijerat pasal pencemaran nama baik," katanya.



Bagi umat Islam, kata Tengku Zulkarnain, diwajibkan membela nama baik ulama dan kaum muslimin. Sudah diperbolehkan Inul ini 'dikucilkan' agar mendapat pelajaran. Semua berhenti menonton acaranya dan membeli barang-barang yang dijual atau yang dipromosikannya.

"Ini, perlu agar ada efek jera atas kelancangan sikap dan kata-katanya pada ulama dan umat Islam. Namun, MUI belum melihat apakah akan melaporkan orang itu, entah kalau ormas Islam yang lain," kata dia. [obi]

Ketua Kadin Jakarta: 3000 Kontraktor Batak Gulung Tikar Korban Kebijakan Ahok



Dakwah Media - Tak kurang dari 3000 kontraktor di DKI Jakarta yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI gulung tikar akibat penerapan sistem lelang konsolidasi oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Sekitar 3000 dari 8000 anggota Kadin, umumnya kontraktor kecil dan menengah tidak lagi mendaftar ulang. Mereka gulung tikar akibat tidak lagi memperoleh pekerjaan dari Pemprov DKI dibawah pemerintahan Ahok. Sebagian besar mereka adalah orang Batak," ujar Victor Aritonang, Ketua Kadin DKI Jakarta, Selasa 28 Maret 2017.

Penerapan lelang konsolidasi oleh Ahok berdampak kepada penggabungan pekerjaan berskala kecil menjadi minimal paket pekerjaan senilai Rp. 2.5 miliar. Akibatnya, kontraktor yang tadinya mengerjakan paket dengan sistem penunjukan langsung, saat ini praktis tidak memperoleh pekerjaan.

"Sejak Ahok jadi gubernur, kontraktor kecil bukannya dibina, tapi dibinasakan", tegas Victor. Dia juga berharap gubernur DKI terpilih nanti meninjau kembali dan membatalkan kebijakan lelang konsolidasi versi Ahok. Selain bertentangan dengan aturan yang ada, kebijakan ini berdampak pada bangkrutnya kontraktor kecil dan menengah.

Dikatakan Victor, lelang konsolidasi yang dilakukan oleh Ahok bertentangan dengan pasal 24 Perpres 54 tahun 2010 jo Nomor 70 tahun 2014. Dalam melakukan pemaketan barang dan jasa, pengguna anggaran dilarang menyatukan atau memusatkan beberapa kegiatan yang tersebar dibeberapa daerah/lokasi yang menurut sifat pekerjaan dan tingkat efisiensinya seharusnya dilakukan dilokasi masing.

"Tidak ada proyek atau kegiatan diluar mata anggaran yang diatur dalam APBD. APBD ditetapkan oleh DPRD dan dijalankan oleh gubernur. Proyek yang dikerjakan diluar APBD maupun APBN adalah proyek siluman,"ujar Victor. [obi]