Didesak Minta Maaf ke Ketua MUI, Ahok: Kenapa Kita yang Minta Maaf?



Dakwah Media - PKB menyebut nahdliyin marah dan menuntut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta maaf kepada Ketua MUI Ma'ruf Amin. Ahok malah bertanya, kenapa dirinya yang harus meminta maaf.

"Aku nggak ngerti kenapa kita yang minta maaf. Itu yang penghasut adu domba, yang adu domba kan jubir, memang kita ada apa? Nggak ada apa-apa, makanya harus meredakan suasana itu yang adu domba itu yang dilempengin," kata Ahok kepada wartawan di sela-sela kunjungan ke Marunda, Jakarta Utara, Rabu (1/2/2017).

Ahok merasa ada pihak yang mengadu domba dirinya dengan PBNU dengan menyebutnya melecehkan ulama setelah kesaksian Ketua MUI dalam sidang kasus penistaan agama kemarin. Ahok heran karena selama ini justru NU-lah yang paling banyak membelanya.

"Aduh itu ya, saya pikir itu kacau juga tuh, gini ya, politik sama Pilkada itu jadi sadis tahu nggak. Ini orang tua, ini pak kiai. Rais PBNU lagi. Selama ini kan NU yang paling bela saya," kata Ahok kepada wartawan di sela-sela blusukan ke Marunda, Jakarta Utara, Rabu (1/2/2017).

Soal pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kuasa hukumnya ditegaskan Ahok sebagai bagian dari mencari penjelasan semata. Kuasa hukumnya tentu berupaya membebaskan dirinya dari pidana.

"Tentu di sana, jaksa menggali sesuatu dapat bahan buat bikin saya terpidana dong. Nah penasihat hukum saya tentu juga berusaha menggali menanya-nanya supaya saya bebas dari pidana. Tentu dalam dialog di sana tentu nanya bukan tidak menghormati," terang Ahok.

"Kalau ketemu Pak Kiai tentu kita hormati, apalagi orang NU lagi. NU orang Muhammadiyah udah ada hubungan baik. Cuma di sidang manggilnya saudara saksi, kayak gitu langsung diplesetin nggak hormati ulama, nggak hormati kiai. Saya lihat tadi pagi sudah adu domba saya lagi, terus ada lagi tim jubir dari pasangan yang lain udah bilang menghina integritas PBNU, aduh orang yang bekerja relawan saya itu orang NU loh. Itu relawan Nusantara itu NU di Jakarta yang bantu keliling kampanye," imbuh Ahok.

Sebelumnya diberitakan, Ahok mempersoalkan bantahan Ketum MUI Ma'ruf Amin soal percakapan telepon dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Ma'ruf dalam persidangan membantah menerima panggilan telepon dari SBY.

"Meralat tanggal 7 Oktober ketemu paslon nomor 1, jelas-jelas itu mau menutupi Saudara Saksi menutupi riwayat hidup pernah menjadi Wantimpres SBY. Tanggal 6 (Oktober) disampaikan pengacara saya ada bukti telepon (dari SBY) untuk minta dipertemukan. Untuk itu, Saudara Saksi tidak pantas menjadi saksi, tidak objektif lagi ini, sudah mengarah mendukung paslon 1," kata Ahok dalam sidang menanggapi kesaksian Ma'ruf.

Karena bantahan soal telepon SBY itu, Ahok mengaku berencana melaporkan Ma'ruf ke polisi. "Saya berterima kasih Saudara ngotot di depan hakim meralat ini, mengaku tidak berbohong. Kami akan memproses secara hukum. Untuk bisa membuktikan bahwa kami punya data lengkap," imbuhnya.

Hal inilah yang kemudian membuat PKB menyebut nahdliyin marah dan menuntut Ahok meminta maaf kepada tokoh besar NU itu.

"PBNU dan nahdlyin lagi marah besar. Panas dan keras di dalam. Apalagi sikap ansor. (Ahok) jangan mempolitisir urusan hukum Kiai Ma'ruf mau ditelepon atau menelepon siapa pun adalah hak beliau," kata Wasekjen PKB Daniel Johan.

"Bahkan secara pribadi mempunyai pilihan politik kepada siapa pun juga adalah hak beliau yang dilindungi UU. Dan itu tidak ada urusannya dengan Ahok. Ahok tidak berhak mengatur, apalagi memvonis hak warga negara, apalagi seorang kiai besar seperti Kiai Ma'ruf," imbuhnya. [dc]

Ngajak Ribut, KH Ma'ruf Amin disebut "Munafikun" oleh Situs Pendukung Ahok



Dakwah Media - Situs online yang selama ini dikenal pendukung Ahok Seword.com menyebut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Rais Aam Nahdlatul Ulama KH Ma'ruf Amin sebagai "Munafikun".

Situs Seword memuat dengan judul "Munafikun! Ketua MUI Ditengarai Ditelpon SBY Sebelum Menyatakan Ahok Menista Agama!"

Hal ini terkait kesaksian KH Ma'ruf Amin dalam sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Selasa (31/1/2017) kemarin.

Link berita di seword di atas saat ini sudah tidak bisa lagi diakses.

Namun jejak digital (webchache) masih ada dan bisa dibuka:

https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache%3AKfkRVKAH1ZAJ%3Ahttps%3A%2F%2Fseword.com%2Fpolitik%2Fmunafikun-akhirnya-ketua-mui-mengakui-ditelpon-sby-sebelum-menyatakan-ahok-menista-agama%2F+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id

Sikap Ahok, pengacara dan pendukung Ahok yang melecehkan KH Ma'ruf Amin mendapat kecaman luas dari umat Islam terutama dari kalangan NU.

Atas pelecehan terhadap Rais Aam KH Ma'ruf Amin, GP Anshor dan Pelajar NU bahkan menyatakan siap perang/jihad. [pii]


Mahfud MD Sangat Tersinggung Atas Hardikan Ahok Pada KH Ma'ruf Amin



Dakwah Media - Sikap Basuki Tjahaja Purnama bersama penasihat hukumnya saat bertanya kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin dalam sidang lanjutan perkara penistaan agama menuai reaksi sejumlah tokoh. Termasuk juga dari mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

Mantan Menteri Pertahanan era Abdurahman Wahid itu sangat tersinggung dengan ucapan Ahok cs, sehingga Mahfud menuangkan rasa kekecewaannya itu di akun media sosial twitter miliknya, ‏@mohmahfudmd. Ketersinggungan Mahfuditu, karena Ahok telah membawa-bawa keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU).

"Sy bkn tokoh NU tp sy warga jam'iyyah NU sejak bayi. Sy trsinggung atas hardikan Ahok thd KH Makruf Amin. Sy ikut protes sbg warga NU," tulis Mahfud MD.

Berita Terkait Giliran Mahfud MD Semprot Saut Situmorang



Dalam kicauannya itu, Mahfud menyarankan Ahok bersama penasihat hukumnya agar menggunakan cara yang elok kalau menolak kesaksian Ma'ruf Amin, jika pernyataan saksi ahli itu tidak benar.

"Kalau tak percaya kesaksian KH Makruf Amin, kan ada tatacaranya. Nyatakan itu di kesimpulan atau di Pleidoi," imbuh mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.


Selain, Mahfud MD sejumlah tokoh lain juga bersikap serupa atas tindakan dari Ahok Cs.[tic]

Felix Siauw: Ulama Mau Disertifikasi, Lha yang Menyertifikasi Aja Belum Tersertifikasi kok



Dakwah Media - Wacana Menag akan mengeluarkan kebijakan sertifikasi ulama, mendapat tanggapan yang beragam dari berbagai pihak, tak terkecuali dari dai muda kondang yang diikuti oleh sangat banyak anak muda di Indonesia yaitu ustadz Felix Siuaw. 

Melalui akun twitternya beliau mengkritik kebijakan menteri Agama tersebut, berikut  tulis beliau:
Ulama mau disertifikasi, lha yang menyertifikasi aja belum tersertifikasi kok 😃😃😃

Sebar Hoax Tentang Patrialis, DPR: Media Mainstream yang Inkonsitensi Harus Dihukum Berat



Dakwah Media - Anggota Komisi I DPR RI, Evita Nursanty mengatakan bahwa banyak kasus akhir-akhir ini yang terjadi di media mainstream tidak konsistensinya informasi dalam pemberitaan mereka. Oleh karena itu, ia meminta kepada Dewan Pers untuk memberikan sanksi berat kepada media mainstream yang melakukan hal tersebut.

Selain itu, kasus yang ditemukan juga tidak ada relevansi antara judul dan isi berita. Evita menilai bahwa kasus seperti itu juga cukup berdampak di masyarakat.

“Contoh paling dekat adalah soal penangkapan Patrialis Akbar. Jawapos dan Tempo menyebut penangkapannya di sini, namun keesokan harinya dijelaskan lagi bahwa penangkapannya di tempat yang berbeda, nah ini harus diberi sanksi berat,” ungkapnya di Ruang Rapat Komisi I DPR RI, Jakarta, Selasa (31/1).

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Dewan Pers itu, Evita menjelaskan bahwa media mainstream yang notabenenya dipercaya masyarakat melakukan pemberitaan yang tidak konsisten seperti itu maka layak diberi sanski berat.

“Ketika media mainstream yang melakukan hal itu (inkonsistensi informasi), maka harus diberi sanksi, dan harus berat, karena memberikan informasi yang tidak benar kepada publik, di mana media itu dipercayai oleh masyarakat. Dan ini bukan hanya di satu kasus saja, ada banyak kasus hoax seperti ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Evita juga menyebut bahwa ketidakrelevansian antara judul dan isi juga menyalahi etika jurnalisme dan pemberitaan itu sendiri.

“Judulnya beda, isinya beda, itu kan menyalahi etika jurnalisme. Nah, Dewan Pers ini akan memberikan sanksi atau memberi tindakan seperti apa kepada media seperti ini,” ungkapnya.

Ia menyebut, dalam pemberitaan itu harus ada relevansi antara judul dan isi. Karena, terangnya, Mayoritas masyarakat Indonesia hanya cenderung membaca judul saja untuk kemudian di share.

“Kita cenderung malas membaca isi. Share-share seperti itu kan bisa berkembang dan menjadi opini publik, nah itu kan juga sebuah propaganda di tengah masyarakat, mengawal opini publik terhadap suatu isu,” pungkasnya. [kiblat]

Ahok Terancam 29 Tahun Penjara, Diluar Kasus Penistaan Agama


1. Sidang lanjutan dugaan penistaan agama atas terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Ja-kut yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Hari Selasa (31-1-2017).

2.Dalam sidang tersebut Ahok mengatakan pengacaranya memiliki bukti tentang adanya telepon dari SBY kepada Ma’ruf agar Ma’ruf

3. Masyarakat umum pasti mempertanyakan bagaimana pihak terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan bukti percakapan via telepon antara mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan KH Ma'ruf Amin.

4.Jika didapat berdasarkan hasil penyadapan, maka Ahok dan tim hukumnya bisa dijerat dengan Undang-Undang tentang Telekomunikasi dan ITE.

5. Rekaman yang bukan berasal dan dilakukan oleh penegak hukum adalah ilegal dan tidak bisa menjadi barang bukti,

#AncamanPidana #1
UU Nomor 36 Tahun 1999 Tentang Telekomunikasi
6. Pasal 40 Setiap orang dilarang melakukan kegiatan penyadapan atas informasi yang disalurkan melaiui jaringan telekomunikasi dalam bentuk apapun.

7. Pasal 56 Barang siapa yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.

#AncamanPidana #2
8. UU Nomor 11 tentang ITE terdapat larangan penyadapan ilegal. Ancaman pidana pelanggaran pasal 31 UU ITE itu adalah Pidana 10 tahun dan denda Rp 800 juta.

#AncamanPidana #3
9. Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (1) UU ITE tentang Penghinaan dan/atau Pencemaran Nama Baik secara elektronik, dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau denda

10. Dalam persidangan tersebut Ahok menyebut fatwa terkait penistaan agama merupakan pesanan dari ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pesanan tersebut, menurut Ahok, disampikan SBY kepada Ma'ruf Amin melalui sambungan telpon, dan Ahok mengaku punya bukti rekaman.
(http://www.republika.co.id/berita/nasional/hukum/17/02/01/okoe1s354-pakar-hukum-sikap-ahok-di-persidangan-sangat-arogan)

11. Dalam kontek ini Kyai H.Ma’ruf Amin, bisa melaporkan BTP atas pencemaran nama baik.

12. Perbuatan Ahok dan pengacaranya adalah ilegal karena Aturan penyadapan yang resmi adalah atas permintaan kepolisian, kejaksaan,dan/atau institusi penegak hukum lainnya. Sebagaimana bunyi putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20/PUU-XIII/2015.

13. #MUNGKINKAH ada kong-kalikong antara kubu ahok dengan salah satu dari 5 Lembaga yang berhak melakukan penyadapan yakni : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Kejaksaan, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Intelijen Negara (BIN). Saya rasa tidak mungkin, karena saya masih percaya lembaga” tersebut memiliki integritas tinggi.

14.#MUNGKINKAH kubu ahok melakukan penyadapan sendiri, tentu itu sebuah tindakan ilegal dan melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 pasal 40 tentang Telekomunikasi. Salah satu isinya ialah melarang setiap orang melakukan penyadapan atas informasi yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi. Sementara ancaman pindannya tertuang dalam Pasal 56 UU Telekomunikasi dengan kurungan penjara maksimal 15 tahun dan di Pasal 47 UU ITE dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda maksimal Rp 800 juta

Wallahualambishwab

Chandra Purna Irawan,MH.
CEO Sharia Law Institute

Akibat Ulah Ahok, Tagar Ulama Diancam Jadi Trending Topik


Dakwah Media - Tindakan Ahok dan penasihat hukumnya yang mengancam akan mempolisikan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin mendapat reaksi dari netizen. Bahkan kini di twitter dua tanda pagar (tagar) jadi trending topik.

Kedua tagar tersebut, #ulamadiancam dan #ahokfitnahulama. Untuk tagar #ulamadiancam hingga berita ini diturunkan terdapat 5.427 tweet. Sedangkan #ahokfitnahulama tidak jelas angkanya, namun berada di urutan kelima di trending topik twitter saat ini.

Banyak netizen berkomentar sembari membubuhkan #ulamadiancam. Seperti akunR. hidayat ‏@dayz_1910 yang menulis, "Ketua MUI aja diancam...merasa dirinya hebat.hati2 bung takabur membuatmu dikubur..."

Begitu juga dari pemilik akun Ridwan ‏@Ridwansebrang yang menuliskan, #UlamaDiancam kalian yg muslim siap2 di tindas kl si biang kerok ahoax yg kalian bela jadi pemimpin..!!

Tak jauh kalah juga komentar pedas dari pemilik akun farhan balatif ‏@farhanbalatif. Dia menulis, "ahok itu gubernur atau mata-mata??"

Selain kedua tagar itu, Kyai Ma'ruf Amin juga menjadi trending topik, 1.721 tweet. [tic]

GP Anshor : Ahok Tabuh Genderang Perang, Kami Akan Buat Perhitungan



Dakwah Media - Ucapan dan perlakuan ahok serta pengacaranya terhadap Ketua Umum MUI Kyai Makruf Amin yang juga Rais Am PBNU saat bertindak sbg saksi di persidangan ke-8 dengan terdakwa BTP diprotes kader NU se-Indonesia.

“Saya melihat sikap dan perlakuan Ahok dan Tim Pengacara Ahok terhadap Kyai Makruf Amin sebagai Rais Am PBNU di persidangan sangat kasar, sarkastik, melecehkan, dan mengina marwah NU. Apalagi pengacara intimidatif. Kami tidak terima,” ujar Ketua Bidang Antarlembaga PW GP Ansor DKI Redim Okto Fudin, di sela-sela acara Harlah NU ke-91 di Jakarta, Selasa (31/1/2017)

Pengacara Ahok menuduh Kyai Ma’ruf menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Itu tuduhan yang sangat tendensius dan politis. Sejak awal, biodata kiyai Makruf menyebutkan hanya pekerjaan yang masih aktif, sebanyak 12 item. Sementara posisi anggota Wantimpres, anggota DPR, Ketua Komisi VI DPR tidak dicantumkan karena memang eksisting sudah tidak menjabat. Tuduhan menyembunyikan itu tuduhan keji”, ujarnya.

Sama persis ketika pengacara menuduh Kyai Makruf seolah didikte SBY untuk menerima agus-silvy di PBNU dan juga membuat fatwa, ini tuduhan yang jahat.

Apalagi dg menuduh kesaksian palsu n mengeluarkan ancaman untuk memidanakan.

“Pengacara ahok telah menabuh genderang perang dengan NU. Ente jual ane beli. Kyai Makruf adalah pimpinan tertinggi NU, dengan puluhan juta pengikut. Kami akan catat ini sebagai pelecehan tak terkira pada warga NU,” marahnya.

Dirinya menilai statemen ahok juga sangat kasar yang menunjukkan kyai tidak pamtas menjadi saksi. Menurutnya, itu adalah perbuatan yang keji.

“Kami mengecam ucapan ahok yang melecehkan Kyai Makruf dengan menyatakan beliau tidak pantas menjadi saksi karena tidak obyektif, menuduh bohong dan mengancam kyai. Kami konsolidasi dengan seluruh kader muda NU, termasuk banser. Kami hormat pd ulama kami. Kami akan buat perhitungan,” pungkasnya. 

Khatibul Umam Wiranu: Ahok, Anda Mau Lawan Jutaan Santri?



Dakwah Media - Mantan Ketua Lembaga Penerbitan dan Penyebaran Informasi Nahlatul Ulama (NU) Khatibul Umam Wiranu menuding Basuki T Purnama (Ahok) dan tim penasihat hukumnya bertindak tidak patut terhadap KH Ma’ruf Amin.

Pasalnya, Ahok dan pengacaranya telah menyerang Kiai Ma’ruf yang dikenal sebagai rais am NU itu dalam persidangan perkara penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Selasa (31/1).

Khatibul menganggap tudingan Ahok dan pengacaranya yang menganggap Kiai Ma’ruf memberi kesaksian palsu jelas sudah melampaui batas. Apalagi tudingan itu diikuti ancaman untuk melaporkan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu ke polisi.

"Tudingan tersebut sangat menyakitkan dan tidak patut, serta merupakan tindakan yang melampaui batas-batas kewajaran hidup sebagai suatu bangsa yang beradab, dilakukan Ahok dan tim pengacara," ujar Khatibul, Rabu (1/2).

Politikus Partai Demokrat itu menambahkan, tudingan itu juga mencerminkan tingkat moralitas Ahok. Padahal moralitas merupakan syarat mutlak untuk menjadi pemimpin.

Namun, Khatibul menganggap berbagai ucapan Ahok selama ini menjadi bukti kualitas moralnya. "Puncaknya, ancaman dan tudingan Ahok kepada Kiai Ma'ruf merupakan bukti rendahnya moralitas Ahok," kata Khatibul.

Mantan ketua GP Ansor itu itu juga mengingatkan kubu Ahok bahwa melaporkan Kiai Ma’ruf ke polisi sama saja menantang santri. Apalagi Kiai Ma’ruf merupakan cicit Syeikh Nawawi Al-Bantani yang sangat dihormati kalangan nahdliyin.

"Saya, dan saya yakin bersama jutaan santri akan membela beliau (KH Ma’ruf, red) tanpa syarat. Kita semua harus bersikap keras, tegas, dan tegakkan kepala menghadapi orang-orang yang punya kekuasaan yang bersikap arogan," pungkas anggota Komisi VIII DPR itu. [tic]

Berkelit Setelah Muncul Banyak Protes, Kuasa Hukum Ralat Pernyataan Ahok Ingin Laporkan Ketua MUI



Dakwah Media - Kuasa Hukum calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama selaku terdakwa penoda agama, Humphrey R Djemat, meralat pernyataan Ahok, sapaan akrab Basuki, terkait rencana melaporkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin ke kepolisian.

Pernyataan yang dimaksud disampaikan Ahok akan memproses secara hukum saksi untuk membuktikan bahwa pihaknya mempunyai data yang lengkap. Menurut Humphrey, pernyataan Ahok tersebut tidak secara khusus ditujukan kepada Ma'ruf.

"Itu ditujukan kepada saksi-saksi pelapor pada persidangan yang lalu, dan bukan kepada Bapak KH Ma'ruf Amin," ujar Humphrey melalui keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id pada Rabu, 1 Februari 2017.

Humphrey menegaskan, Ahok hanya mempermasalahkan keterangan yang dianggap palsu yang disampaikan oleh para saksi pelapor. Tindakan pelaporan mereka adalah hal yang menyebabkan Ahok harus melalui setiap proses hukum yang membuatnya menjadi terdakwa. Sedangkan, keterangan mereka yang dianggap palsu menambah potensi Ahok dijatuhi vonis menoda agama sesuai Pasal 156 atau 156a Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Sementara Ma'ruf, memberi kesaksian karena didatangkan jaksa penuntut umum (JPU) supaya menjelaskan alasan di balik keputusan MUI mengeluarkan fatwa terkait dugaan penodaan agama oleh Ahok. Ma'ruf tidak memberi kesaksian sebagai orang yang melaporkan Ahok. "Pak KH Ma'ruf Amin bukan saksi pelapor," ujar Ahok.

Humphrey mencontohkan Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Novel Bamukmin dan Ketua FPI Jakarta Muchsin Alatas sebagai dua saksi pelapor yang telah dilaporkan tim pengacara Ahok ke kepolisian. Humphrey mengatakan, saksi-saksi pelapor seperti mereka berdua, yang dianggap memberi kesaksian palsu, adalah kriteria saksi yang akan dilaporkan tim pengacara, bukan saksi seperti Ma'ruf Amin.

"Komentar Pak Ahok tersebut (pernyataan terkait rencana melaporkan saksi) adalah komentar yang bersifat umum saja," ujar Humphrey.

Sebelumnya diberitakan, Ahok menyampaikan rencana melaporkan Ma'ruf saat memberi tanggapan usai mendengar kesaksiannya.

"Saya berterima kasih. Saudara saksi ngotot di depan hakim bahwa saksi tidak berbohong. Kami akan proses secara hukum saksi untuk membuktikan bahwa kami memiliki data yang sangat lengkap," ujar Ahok kemarin. [viva]

Marwah Ulama Kau hina, Darah Kami Siap Mengucur !!!



Dakwah Media - Tindakan Ahok dengan mengancam KH Ma'ruf Amin mendapat kecaman dari banyak sekali tokoh politik, ulama, ormas-ormas Islam, dan tak ketinggalan dari kalangan mahasiswa. Ricky Fattamazaya Ketua Umum PP Gema Pembebasan ikut mengecam Ahok, ia mengatakan Ahok arogan sekaligus bodoh "Ahok bertubi-tubi menghina agama dan ulama menunjukkan Si " Ahok" Arogan sekaligus Bodoh. " Marah Ricky, rabu (2/1/2017)

"Dia telah menghina K.H Amin "Ketum MUI Pusat" didalam persidangan dengan mengatakan KH. MA' RUF amin memberikan keterangan palsu, bekerja sama dengan SBY dan bahkan mengancam melaporkan kepada kepolisian.padahal apa yang dilakukan oleh K.H MA' Ruf didalam persidangan adalah hal yang umum dilakukan oleh saksi-saksi seperti biasanya yakni menyampaikan hal-hal yang diketahui olehnya akan pertanyaan-pertanyaan yang ada." lanjut Ricky.

Menurut Ricky Ahok dan pengacaranya telah melecehkan ulama dan umat muslim di negeri ini terlebih dikalangan Nahdiyin, terbukti kecaman demi kecaman datang kearah Ahok sang Penista.

Ricky mencurigai ada kekuatan besar dibelakang Ahok "Pertanyaan besarnya adalah mengapa seorang Ahok yang menjalani proses hukum dikarenakan menghina Islam dan ulama masih berani bersikap arogan?...Pasti karena ada kekuatan yang sangat besar mengamankan posisi Ahok. Bahkan indikasi kuat Ahok akan lepas dari segala tuntutan dan berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022."

"Indikasi kuat itu bisa kita lihat dari ahok tidak dapat dijerat dengan kasus Sumber waras, Reklamasi, Trans Jakarta, dan terkini didalam persidangan Ahok dan pengacaranya mengatakan K.H MA' Ruf berkomunikasi dengan SBY. pembicaraan seperti ini dapat diketahui dengan cara-cara intelijen dan yang bisa menggerakkan intelijen adalah kekuatan yang sangat besar, dengan ini kita bisa menilai Intelijen berpihak kepada siapa? " Ricky mempertanyakan permainan intelijen.

Lihat saja pasca ini Ahok akan tetap pada arogan dan kebodohannya. Umat muslim harus bersatu dalam menyuarakan Revolusi Islam yakni penerapan syariah dan khilafah karena dengan itu orang- orang seperti Ahok dapat dengan cepat diberi sanksi yang tegas.

"Kami pemuda dan mahasiswa semenjak awal sudah mendeklarasikan siap berada terdepan membela Islam dan ulama walaupun darah kami harus mengucur." Pungkas Ricky

Reporter: Joko Aktivis

Murka Besar Terhadap Ahok, Aa Gym: DEMI ALLAH Kami tak Rela KH Ma'ruf Amin Direndahkan



Dakwah Media -  Cecaran terdakwa penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Ketum MUI Ma'ruf Amin mendapat beragam kecaman. Pemimpin pondok pesantren Da'rut Tauhid Abdullah Gymnastiar atau akrab dipanggil Aa Gym mengaku tak rela Ma'ruf Amin direndahkan dan diancam.

"Demi Alloh, tak rela KH Ma'ruf Amin, guru /orang tua /ulama kami, pimpinan MUI yg Amat kami hormati cintai, direndahkan dan Diancam siapapun," ujar Aa Gym lewat kicauan di akun resmi i-nya, Rabu (2/1).

Menurut Aa Gym, sungguh buruk sungguh buruk perangai mereka yang tak menghormati orang yang lebih tua. Apalagi ulama yang yang dituakan oleh majelis ulama di negeri ini.

Sebelumnya terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengancam akan memproses secara hukum Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin. Hal tersebut karena ia menilai KH Ma'ruf Amin telah memberikan keterangan palsu dalam persidangan.

Ahok menjelaskan KH Ma'ruf Amin telah berbohong dengan mengatakan tidak pernah menerima telepon dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal, Ahok menegaskan pihaknya mempunyai bukti jika Ketum MUI menerima telepon dari SBY pada tanggal 6 Oktober 2017, atau sehari sebelum KH Ma'ruf Amin menerima kunjungan pasangan cagub-cawagub Agus-Sylvi di Kantor PBNU pada tanggal 7 Oktober 2016.

"Jadi jelas tanggal 7 Oktober saudara saksi saya berterima kasih ngotot bahwa saudara saksi tidak berbohong, tapi kalau berbohong kami akan proses secara hukum saudara saksi, untuk membuktikan bahwa kami memiliki bukti," tegasnya di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1).

Ahok menilai, KH Ma'ruf Amin tidak pantas menjadi saksi dalam kasus yang menjeratnya karena sudah tidak objektif. Ahok pun menuding jika Ketum MUI itu sudah jelas mengarah mendukung pasangan cagub-cawagub Agus-Sylvi.

"Saya juga keberatan saksi membantah tanggal 7 Oktober 2016 bertemu pasangan calon nomor urut satu, jelas-jelas saudara saksi menutupi riwayat pernah menjadi Watimpres Susilo Bambang Yudoyono (di tengah persidangan)," ujarnya usai mendengarkan kesaksian Kiai Ma'ruf di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1). [rci]

Tindakan Ahok ini menuai kecaman dari banyak tokoh baik pakar hukum, para ulama, maupun ormas-ormas besar diseluruh Indonesia. Ahok sudah benar-benar mengibarkan bendera perperangan dengan umat islam.

[Video] SIMAK!!! INI BUKAN BENDERA TERORIS!



Dakwah Media - Sebagai icon Aksi Bela Islam 212, Panji Hitam bertuliskan dua kalimah syahadat telah dicatat sejarah diarak 7 juta manusia.

Panji ini bukan panji ormas, bukan panji golongan, apalagi bendera teroris. Panji ini adalah panji rasulullah bernama Ar-royah, sedangkan panji berwarna putih disebut Al - liwa. Hal ini berdasarkan hadits:

“Rayahnya (panji peperangan) Rasul SAW berwarna hitam, sedang benderanya (liwa-nya) berwarna putih”. (HR. Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah).

Dalam Musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi, melalui jalur Ibnu Abbas meriwayatkan: “Rasulullah saw telah menyerahkan kepada Ali sebuah panji berwarna putih, yangukurannya sehasta kali sehasta. 

Pada liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang) terdapat tulisan ‘Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah’. Pada liwa yang berwarna dasar putih, tulisan itu berwarna hitam. Sedangkan pada rayah yang berwarna dasar hitam, tulisannya berwarna putih”.

Nah, apakah anda sudah pernah melihat, memegang atau mencium panji ini?

====================
Share, like, komentar di postingan ini agar semua orang tahu bahwa panji rosul HARAM dikriminalisasi. https://www.facebook.com/jateng.bersyariah/?fref=nf

Mahfud MD : Ahok Sangat Tidak Beradab !!



Dakwah Media - Ketua Dewan Penasihat Lembaga Bantuan Hukum PB NU, Moh Mahfud MD menegaskan pernyataan Ahok kepada KH Ma'ruf Amin dalam sidang penistaan Surat Al Maidah 51 sangat tidak beradab dan di luar koridor hukum. Untuk itu, wajar sekali bila sekarang warga nahdliyin merasa terpantik emosinya atau marah terhadap sikap yang merendahkan posisi KH Ma'ruf Amin itu.

''Saya pribadi selama ini diam saja. Tapi atas kejadian Ahok di sidang pengadilan yang seperti itu maka saya pun kini emosi. Dan wajar bila para kader dan warga NU seperti dari Ansor dan PMII marah atas sikap itu. Saya kira tindakan Ahok itu tidak beradab. KH Maruf adalah sosok ulama yang sangat dihormati warga NU. Dan di organisasi jamiah NU (PB NU) dia menempati posisi yang sangat tinggi. Semua warga NU hormat dan mencintai beliau," kata Mahfud yang juga Guru Besar FH UII Yogyakarta, kepada Republika.co.id, Raby (1/2).

Menurut Mahfud, apa yang dipertontonkan oleh Ahok dan penasihat hukumnya di sidang tersebut juga keluar dari substansi. Bahkan, beberapa pernyataan yang terlontar di sidang itu menjadi 'blunder' hukum yang punya konsekuensi hukum yang serius. Hal ini misalnya adanya pengakuan Ahok bahwa bial dia tahu ada  percakapan melalui telepon antara KH Ma'ruf Amin dan Susilo Bambang Yudhoyo (SBY),

''Ahok dan timnya misalnya boleh bicara dapat data antara KH Ma'ruf dan SBY. Sebelum ngomong substansi isi pembicaraan, saya pertanyakan di mana data itu didapat. Ingat bila data itu tentang percakapan telepon itu tidak bisa didapat dari sembarang orang karena harus dari lembaga penegak hukum. Sebab, kalau begitu data percakapan itu hasil 'pencurian' dan ini jelas-jelas perbuatan melanggar hukum,'' tegasnya.

Selain itu, tudingan bahwa percakapan di telepon itu menandakan bahwa KH Ma'ruf menjadi pendukung calon gubernur tertentu, juga punya persoalan hukum. Sebab, siapa pun orangnya --termasuk KH Ma'ruf Amin-- bebas bertemu dengan siapa pun. Dan kebebasan ini dijamin dalam hukum dan konstitusi negara.

''Memang ada pelanggaran hukum bila KH Ma'ruf menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) masa SBY. Kenapa tidak dipersoalkan juga jabatan KH Ma'ruf yang lain, misalnya sempat menjadi pendiri PKB, ketua Syuriah PBNU, atau hingga punya pesantren. Jadi maksudnya apa dengan penghinaan terhadap sosok ulama terkemuka tersebut?,'' ujar Mahfud.

Dalam soal persidangan, lanjut Mahfud, sebenarnya Ahok dan penasihat hukumnya bisa bertindak lebih beradab. Ini misalnya, bila dia merasa keberatan dengan kesaksian KH Ma'ruf Amin, maka kemukakan saja nanti ketika melakukan nota pembelaan.

''Jadi bukan malah menyerang pada sisi soal di luar kesaksian dan hukum. Saya tidak paham apa maksudnya karena malah menyerang beliau dari sisi pribadi. Di sinilah saya merasa wajar bila warga Nahdliyin marah dengan sikap Ahok dan penasihatnya itu,'' tegas Mahfud MD.

Sebelumnya, dalam sidang kasus penistaan agama yang digelar di Aula Gedung Kementan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengancam akan memproses secara hukum Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin. Hal tersebut karena ia menilai KH Ma'ruf Amin telah memberikan keterangan palsu dalam persidangan.

Ahok menjelaskan KH Ma'ruf Amin telah berbohong dengan mengatakan tidak pernah menerima telepon dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Padahal, Ahok menegaskan pihaknya mempunyai bukti jika Ketum MUI menerima telepon dari SBY pada tanggal 6 Oktober 2017, atau sehari sebelum KH Ma'ruf Amin menerima kunjungan pasangan cagub-cawagub Agus-Sylvi di Kantor PBNU pada tanggal 7 Oktober 2016.

"Jadi jelas tanggal 7 Oktober saudara saksi saya berterima kasih ngotot bahwa saudara saksi tidak berbohong, tapi kalau berbohong kami akan proses secara hukum saudara saksi, untuk membuktikan bahwa kami memiliki bukti," tegas Ahok dalam sidang itu.

Ahok menilai, KH Ma'ruf Amin tidak pantas menjadi saksi dalam kasus yang menjeratnya karena sudah tidak objektif.
Ahok pun menuding jika Ketum MUI itu sudah jelas mengarah mendukung pasangan cagub-cawagub Agus-Sylvi.

"Saya juga keberatan saksi membantah tanggal 7 Oktober 2016 bertemu pasangan calon nomor urut satu, jelas-jelas saudara saksi menutupi riwayat pernah menjadi Watimpres Susilo Bambang Yudoyono (di tengah persidangan)," ujarnya usai mendengarkan kesaksian Kiai Ma'ruf di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1). [rci]

Ahok Menghina Marwah NU !!



Dakwah Media -Jakarta-Ucapan dan perlakuan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok serta pengacaranya terhadap Ketua Umum MUI KH. Makruf Amin yang juga Rais Am PBNU saat bertindak sebagai saksi di persidangan ke-8 dengan terdakwa Ahok diprotes Kader-kader Nahdlatul Ulama (NU) se-Indonesia.

“Saya melihat sikap dan perlakuan Ahok dan tim pengacara Ahok terhadap Kyai Makruf Amin sebagai Rais Am PBNU di persidangan sangat kasar, sarkastik, melecehkan, dan menghina marwah NU. Apalagi pengacara intimidatif. Kami tidak terima”, ujar Ketua Bidang Antarlembaga PW GP Ansor DKI Redim Okto Fudin, di sela-sela acara Harlah NU ke-91 di Jakarta, Selasa (31/1/2017)

Pengacara Ahok menuduh Kyai Ma’ruf menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Itu tuduhan yang sangat tendensius dan politis. Sejak awal, bio data Kyai Makruf menyebutkan hanya pekerjaan yang masih aktif, sebanyak 12 item. Sementara posisi anggota Wantimpres, anggota DPR, Ketua Komisi VI DPR tidak dicantumkan krn memang eksisting sudah tidak menjabat. Tuduhan menyembunyikan itu tuduhan keji,” ujarnya.

Sama persis ketika pengacara menuduh Kyai Makruf seolah didekte SBY untuk menerima Agus-Sylvi di PBNU dan juga membuat fatwa, ini tuduhan yang jahat. Apalagi dengan menuduh kesaksian palsu dan mengeluarkan ancaman untuk memidanakan.

“Pengacara Ahok telah menabuh genderang perang dengan NU. Ente jual ane beli. Kyai Makruf adalah pimpinan tertinggi NU, dengan puluhan juta pengikut. Kami akan catat ini sbg pelecehan tak terkira pd warga NU”, ujarnya dengan geram.

Statemen Ahok juga sangat kasar yang menunjukkan kelasnya.

“Kami mengecam ucapan Ahok yang melecehkan Kyai Makruf dengan menyatakan beliau tidak pantas menjadi saksi karena tidak obyektif, menuduh bohong dan mengancam kyai. Kami konsolidasi dengan seluruh kader muda NU, termasuk Banser. Kami hormat pada ulama kami. Kami akan buat perhitungan,” pungkasnya. (mc)

Ahok menyampaikan keberatan dengan kesaksian Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin dalam sidang kedelapan kasus dugaan penistaan agama. Ahok pun berencana melaporkan Ma'ruf ke polisi atas dugaan kesaksian palsu.

Terkait rencana Ahok itu, Direktur Eksekutif Wahud Institute Yenny Wahid mengimbau agar calon gubernur DKI nomor urut 2 tersebut mengurungkan niatnya melaporkan Ma'ruf Amin.

"Kami berharap agar baik Pak Ahok maupun pengacaranya mengurungkan niatnya untuk membawa Kyai Ma'ruf Amin ke pangadilan menyangkut kesaksian beliau hari ini," ujar Yenny di Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Menurut Yenny, ada sejumlah alasan kenapa ia meminta Ahok untuk tak memperkarakan kesaksian KH Ma'ruf Amin. Salah satunya agar kerukunan bangsa tetap terjaga.

"Kami memahami bahwa menuntut ke pengadilan adalah hak yang dimiliki oleh setiap warga negara apabila merasa diperlakukan tidak adil oleh orang lain. Namun mengingat situasi kebatinan bangsa kita saat ini, sangat rentan terpecah belah. Alangkah eloknya kalau justru Pak Ahok menunjukkan sikap besar hati dan memilih pendekatan dialogis dengan pihak Kyai Ma'ruf Amin," kata Yenny.

Saat ini, ucap putri Presiden ke-4 RI Gus Dur ini, begitu banyak aksi tuntut-menuntut yang terjadi dan menyebabkan energi bangsa habis di tengah jalan. Padahal begitu banyak persoalan bangsa yang harus dihadapi sehingga seluruh elemen masyarakat hendaknya bersatu padu agar bisa menuntaskannya.

"Imbauan ini saya sampaikan kepada Pak Ahok dalam kapasitas saya sebagai warga NU, karena kebetulan Kyai Ma'ruf Amin juga adalah Rois Am NU, selain juga karena usia beliau yang sudah sepuh," ungkap dia.


Ancaman Ahok Kepada KH Ma'ruf Sudah Melampaui Batas, Harus Dilawan!




Dakwah Media - Ketua Lajnah Ta'lif wan Nasyr, Khotibul Umam Wiranu tak menyangka terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan kuasa hukumnya sampai mengancam pimpinan tertinggi ormas Nahdlatul Ulama (NU) Rois 'Aam PBNU yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma'ruf Amin dalam persidangan di Pengadilan Jakarta Utara, Jakarta, kemarin.

"Saya sungguh kaget, sedih, dan saya menganggap ini sudah melampaui batas-batas kewajaran dalam kehidupan yang mendasarkan diri pada Pancasila," kata Khotibul.

Ancaman dan tudingan saksi palsu terhadap Ma'ruf dinilainya kado pahit bagi Jamiyyah NU yang tepat pada 31 Januari lalu genap berusia 91 tahun.

"Tudingan tersebut sangat menyakitkan dan tidak patut, serta merupakan tindakan yang melampaui batas-batas kewajaran hidup sebagai suatu bangsa yang beradab, dilakukan Ahok dan tim pengacara," tegas Umam yang juga ketua Pimpinan Pusat GP Ansor 2005 - 2010.

Umam juga menekankan, pernyataan Ahok tersebut semakin menegaskan rendahnya moralitas seorang pemimpin. Terlebih ini menunjukkan pengingkaran terhadap hakikat Indonesia yang tidak bisa dipisahkan dari peran ulama.

"Ahok tidak paham sejarah Indonesia. Tudingan Ahok terhadap Kiai Ma'ruf merupakan delegitimasi ulama dan kiai," ujar Umam.

Umam menambahkan, jika benar Ahok dan tim pengacaranya jadi mempolisikan Ma'ruf, maka dirinya yakin bersama jutaan santri akan membela cicit dari Syeikh Nawawi Al-Bantany tersebut tanpa syarat.

"Kita semua harus bersikap keras, tegas, dan tegakkkan kepala menghadapi orang-orang yang punya kekuasaan yang bersikap arogan," seru Umam.[wid]

Ami Search, Rocker Pelantun Isabela ini berhijrah bangun Pesantren Tahfiz



Dakwah Media - ANDA yang lahir di tahun 70 an pasti pernah mendangar lagu Isabela. Ya, lagu ini dinyanyikan oleh grup rock asal Malaysia, ‘Search’. Pada zamannya, lagu ini amat terkenal. Lalu, apakabar dengan vokalis pelantun Isabela saat ini?

Ami ‘Search’ yang memiliki nama lengkap Suhaimi Abdul Rahman, kini sudah tak lagi berkutat di dunia entertaint. Ia sudah merubah jalan hidupnya dan memperdalam ilmu agama. Kini Ami dikabarkan memiliki sekolah tahfidz.

Awal perubahan penyanyi Isabela itu terlihat usai melaksanakan umroh pada tahun 2007. Saat itu ia tengah sukses dalam karir musiknya. Sepulang dari tanah suci, perlahan ia mengubah cara hidupnya. Ami juga mulai membuka restoran halal masakan cina ‘Cheng Ho’.


Ami juga mulai menggaet penyanyi religi dalam karirnya. Ia bekerja sama membuat album religi bersama salah satu grup di Malaysia.

Kini Ami tengah mewujudkan mimpinya membangun sekolah Tahfidz. Ia sangat bersyukur saat pesantren yang ia rintis telah memiliki izin dari pemerintah Malaysia.

“Alhamdulillah, saya sendiri tidak sangka yang kini saya memiliki sebuah sekolah tahfiz, perkara yang saya idam-idamkan selama ini,” ujarnya.[ipc]

Tanggapan Resmi MUI Atas Pernyataan Pers Tim Hukum Ahok





Dakwah Media -TANGGAPAN MUI ATAS PERNYATAAN PERS

TIM ADVOKASI BASUKI THAHAJA PURNAMA (BTP)

1. Bahwa KH Ma'ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI benar tidak melihat video secara langsung dalam proses penetapan sikap keagamaan MUI. Tetapi bukan berarti proses penetapan Pendapat dan Sikap Keagamaan ditetapkan tanpa melihat video. Komisi Pengkajian MUI mendalami secara serius, mulai dari telaah video, transkrip hingga validasi ke Kepulauan Seribu. Proses penetapan Pendapat dan Sikap Keagamaan dengan melibatkan empat komisi di MUI.

2. Dalam Pendapat dan Sikap Keagamaan, MUI memang tidak fokus membahas makna QS. al-Maidah 51 dan tafsirnya, akan tetapi membahas dan mengkaji pernyataan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) yang belakangan membikin gaduh masyarakat, apakah masuk kategori menghina al-Quran dan ulama atau tidak, dalam perspektif agama Islam.

Dengan demikian, tabayun yang dilakukan adalah untuk memastikan apakah rekaman ucapan itu benar apa tidak, yaitu dengan konfirmasi pada pihak-pihak yang bisa dimintai penjelasan. Karenanya, tim MUI juga konfirmasi ke Kepulauan Seribu, untuk tabayun terkait benar tidaknya rekaman ucapan itu disampaikan oleh BTP.

Setelah memperoleh konfirmasi kebenarannya, maka tim pengkajian memberikan data ke Komisi Fatwa MUI untuk dibahas dalam perspektif agama. MUI fokus pada teks, tidak mengejar niat, karena dalam menetapkannya, MUI berpegang pada yang tersurat. "Nahnu nahkumu bi al-dhawahir, Wallaahu yatawalla al-sarair"

3. Benar, bahwa pada 9 Oktober 2016, MUI DKI mengeluarkan Surat Teguran pada BTP, dan pada 11 Oktober 2016, MUI Pusat mengeluarkan Pendapat dan Sikap Keagamaan.

Keduanya tidak bertentangan, bahkan paralel. Surat MUI DKI juga ditembuskan ke MUI Pusat, yang juga dijadikan masukan dalam penetapan Pendapat dan Sikap Keagamaan. Ketua Umum dan Sekum MUI DKI juga menjadi anggota Komisi Fatwa MUI Pusat.

Hal yangg perlu dipahami, proses pembahasan Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI telah dimulai sejak awal Oktober 2016, sebelum MUI DKI mengeluarkan Surat Teguran. Dengan demikian, asumsi yang menggambarkan bahwa MUI Pusat menetapkan Sikap dan Pandangan Keagamaan secara mendadak, tiba-tiba atau tergesa-gesa, sangat tidak beralasan. Prosesnya cukup lama dan serius dilakukan, dengan melibatkan empat komisi (Komisi Pengkajian, Komisi Fatwa, Komisi Hukum, dan Komisi Infokom). Pembahasan diawali dengan penelitian oleh Komisi Pengkajian, dilanjutkan ke Komisi Fatwa, Hukum dan Infokom. Setelah itu dibawa ke Rapat Pimpinan Harian, setelah itu dirumuskan sebagai hasil dari Rapat Pimpinan.

4. Ada yang mempertanyakan soal kuorum rapat. Perlu dijelaskan, bahwa dalam Pedoman MUI, rapat komisi fatwa dapat dilaksanakan jika sudah mencapai jumlah anggota yang dianggap memadai oleh pimpinan. Dengan demikian, kuorum tidak terkait dengan jumlah minimal kehadiran. Walau demikian, dalam rapat-rapat pembahasan, peserta rapat dari sisi jumlah, bahkan lebih banyak dari rapat-rapat Komisi Fatwa pada kasus yang lain.

Pada rapat Komisi Fatwa membahas kasus BTP itu, hadir Ketua MUI yang membidangi Fatwa, Ketua dan Wakil-Wakil Ketua Komisi Fatwa, Sekretais dan wakil-wakil Sekretaris Komisi Fatwa, dan puluhan anggota Komisi Fatwa. Bahkan hadir dalam rapat tersebut lima guru besar dari berbagai bidang: fikih, ushul fikih, hukum, dan tafsir. Hadir pula akademisi dari berbagai kampus: UIN Jakarta, UI, IIQ (Institut Ilmu Al-Qu'ran) Jakarta, Uniat (Universitas At-Tahiriyah) Jakarta, UAD, PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran), dan lain-lain. Ada juga Rektor IIQ dan Direktur Pascasarjana IIQ. Mereka hadir dan ikut pembahasan.

5. Tuduhan penasehat hukum BTP kepada Ketua Umum MUI menyembunyikan sebagai mantan Wantimpres adalah tindakan yang sangat politis. Pekerjaan Kiai Ma'ruf yang disebutkan dalam BAP, sebanyak 12 item, adalah yang sedang dijalani. Sementara yang sudah tidak dijabat, tidak disebutkan, termasuk jabatan Anggota DPR RI dan Ketua Komisi VIII DPR.

Beredar Surat Ditreskrimsus Polda Bali terkait Web FPI yang Dikabarkan Diambil Alih


Dakwah Media - Kabar bahwa website resmi Front Pembela Islam (FPI), diambil alih oleh aparat kepolisian beredar di media sosial.

Ketua Umum FPI, KH Ahmad Shabri Lubis, memberikan imbauan agar waspada, karena FPI tak lagi bertanggung jawab atas isi berita di website tersebut.

“FPI tidak bertanggung jawab atas website www.fpi.or.id karena sudah diambil alih oleh pihak kepolisian. NB: Hati Hati dan Waspada dengan berita dari website tersebut,” demikian pesan siaran yang disampaikan KH Ahmad Shabri Lubis, yang diterima redaksi Panjimas.com, Selasa (31/1/2017). (Baca: Website Resmi FPI Dikabarkan Diambil Alih Aparat Kepolisian)

Selain itu, beredar pula sebuah surat tanda penerimaan atas sejumlah barang yang disita, termasuk pengambil alihan website www.fpi.or.id yang berasal dari Ditreskrimsus Polda Bali.

Surat tanda terima itu ditandatangani oleh Iptu Andi Prasetio selaku penyidik, disaksikan dua orang polisi I Made Dwi Aritanaya dan Sugeng Aryanto, pada Senin (30/1/2017). Namun, tak jelas siapa pemilik atau yang menguasai barang dalam surat tersebut.

“Benda atau surat atau tulisan lain sebagai barang bukti dalam dugaan perkara tindak pidanan dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (2) jo pasal 45 ayat (2) Undang Undang No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang Undang No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) jo pasal 55 KUHP dan/atau pasal 156 KUHP.” Demikian kutipan keterangan surat tersebut.

Sejumlah barang yang disita diantaranya:

  1. Sebuah laptop merk Toshiba Portege M750
  2. Sebuah HP merk Advan Hammer R1D
  3. Sebuah HP Xiaomy Mi4S
  4. User name dan password kendali kontrol (administrator) dari website fpi.or.id

Sementara itu, Aziz Yanuar, SH, salah seorang kuasa hukum FPI, membenarkan adanya penyitaan barang tersebut. Namun, tidak ada penangkapan atas personal anggota FPI.

“Laptop dan barang-barangnya saja disita, termasuk website FPI sudah bukan dibawah kendali lagi,” kata Aziz Yanuar kepada Panjimas.com, Selasa (31/1/2017).

Pihak kuasa hukum FPI akan melakukan koordinasi untuk mengetahui lebih lanjut perkembangan kasus tersebut. Hingga berita ini diturunkan beluma ada rilis resmi atau penjelasan secara rinci dari FPI. [pm]

Nilai Ahok dan Pengacara Lecehkan Simbol NU, Pelajar NU Siap Jihad




Dakwah Media - Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) Asep Irfan Mujahid menyayangkan ucapan dan perlakuan Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama serta pengacaranya terhadap Rais Am PBNU KH Maruf Amin saat bertindak sebagai saksi di persidangan ke-8 dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama.

“Ahok telah menghina panutan tertinggi kami dengan menuduh kiai tidak objektif dan disertai ancaman,” ujar Asep saat Harlah NU ke-91 di kantor PBNU Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (31/1/17).

Untuk itu, Pimpinan Pusat IPNU menuntut Ahok dan pengacaranya mohon maaf kepada Rais Am PBNU dan seluruh warga NU.

“Saya melihat sikap dan perlakuan Ahok dan tim pengacara Ahok terhadap Kiai Makruf Amin sebagai Rais Am PBNU di persidangan sangat kasar, sarkastik, melecehkan, dan menghina marwah NU. Apalagi pengacara intimidatif. Kami tidak terima,” ucap pria asal Ciamis itu.

PP IPNU mengecam ucapan Ahok yang melecehkan Kiai Makruf dengan menyatakan beliau tidak pantas menjadi saksi karena tidak objektif. Ahok juga bahkan menuduh kiai bohong dan mengancam kiai.

PP IPNU akan mengadakan konsolidasi dengan seluruh kader muda dan pelajar NU, termasuk Banser.

“Kami hormat pada ulama kami. Kami akan buat perhitungan,” pungkasnya.

Sumber: https://www.ipnu.or.id/nilai-ahok-dan-pengacara-lecehkan-simbol-nu-pelajar-nu-siap-jihad/

Aplikasi Pendeteksi dan Pemanggil Ikan Karya Mahasiswa



Dakwah Media - Mahasiswa Teknik Informatika Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya Afis Sabi Masrury berhasil mengembangkan aplikasi untuk mempermudah nelayan mendeteksi dan memanggil ikan di kedalaman laut 100 meter. Aplikasi berbasis android itu bernama Fish Finder.

Afis menjelaskan yang melatarbelakangi dibuatnya aplikasi ini karena banyak nelayan yang telah menggunakan telepon genggam pintar berbasis android, sehingga nelayan akan mudah menjangkau dan menggunakannya.

"Sebenarnya teknologi Fish Finder itu sudah ada cuma harganya cukup mahal, yakni mencapai puluhan juta rupiah. Sehingga, saya mencoba mengembangkan yang terjangkau untuk nelayan," kata Afis ditemui di kampus Untag Surabaya, Selasa (31/1).

Afis menjelaskan penggunaan smartphone ialah sebagai pengganti posisi GPS Garmin dalam membaca hasil pembacaan sensor fish finder. Selain itu, dengan teknologi bluetooth yang cukup canggih dapat menghemat biaya pengeluaran nelayan karena tidak perlu membeli pulsa paketan untuk menghubungkannya dengan alat pembaca lokasi ikan.

"Merakit alat ini dibutuhkan dana sekitar Rp 5 juta. Itu untuk kamera Go Pro dan sensor ardiuno," ujarnya.

Sedangkan di androidnya terdapat tiga informasi. Pertama grafik permukaan dasar air, kedua kontrol kamera, dan kontrol frekuensi pemanggil ikan yang menggunakan sensor sonar dan buzer 5 volt dan bisa memanggil ikan maksimal hingga 30 meter.

"Untuk pemakaiannya, alat ini cukup dipasang di dasar atau samping perahu. Dengan sendirinya alat ini bisa mendeteksi keberadaan ikan di lokasi nelayan yang sedang berhenti," ujarnya.

Sementara itu sonar sensor berguna untuk memanggil ikan, sehingga teknologi ini dapat membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan nelayan. [rci]

PENINDAS BUKAN PENCINTA ALAM

Keterangan Foto (dari kiri): Muhammad Indra Themmy (54), Adam Mohammad Khomsyah (22), Dedi Saptaiji (56), dan Purwa Alam Dirja (27) berfoto bersama di Puncak Gunung Ciremai, Ahad (22/1/2017).
Foto : Dokumentasi Misi Royatul Islam

Dakwah Media - Masih terasa pilu dalam kenangan, bagaimana tragedi yang terjadi pada tiga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) setelah mengikuti Diklatsar The Grand Camping yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UII.

Muhammad Fadhli, Syaits Asyam, dan Ilham Nurfadmi Listia Adi telah melakukan perjalanannya yang terakhir. Alam telah memanggil mereka dan lebih mencintai mereka ketimbang para senior "gagah berani" yang dengan hebatnya menganiaya adik-adiknya sendiri. Para senior "gagah berani" itu pun ternyata tidak "gagah" lagi ketika mesti tertunduk di depan kamera wartawan dan menggunakan baju tahanan.

Sementara mereka bertiga, akan selamanya dikenang dan dirindukan. Kezhaliman yang mereka alami, semoga menjadi penggugur dosa bagi ketiganya dan ujian kesabaran bagi kerabat dan sahabat yang mencintai mereka. Aaamiinnn.

Pilih Persahabatan Sampai Mati Atau Perpeloncoan Sampai Mati ?

Kesetiakawanan dan persahabatan mengagumkan telah diperlihatkan oleh para pendahulu, yakni di masa Umat Islam mesti berperang hanya untuk menghancurkan musuh Allah yang menghalangi tersebarnya Islam di muka bumi.

Dari Abdullah bin Mush’ab Az Zubaidi dan Hubaib bin Abi Tsabit, keduanya menceritakan, “Telah syahid pada perang Yarmuk al-Harits bin Hisyam, Ikrimah bin Abu Jahal dan Suhail bin Amr.

Mereka ketika itu akan diberi minum, sedangkan mereka dalam keadaan kritis, namun semuanya saling menolak. Ketika salah satu dari mereka akan diberi minum dia berkata, “Berikan dahulu kepada si fulan”, demikian seterusnya sehingga semuanya meninggal dan mereka belum sempat meminum air itu.

Dalam versi lain perawi menceritakan,

“Ikrimah meminta air minum, kemudian ia melihat Suhail sedang memandangnya, maka Ikrimah berkata, “Berikan air itu kepadanya.” Dan ketika itu Suhail juga melihat al-Harits sedang melihatnya, maka ia pun berkata, “Berikan air itu kepadanya (al Harits)”. Namun belum sampai air itu kepada al Harits, ternyata ketiganya telah meninggal tanpa sempat merasakan air tersebut (sedikitpun). (HR Ibnu Sa’ad dalam ath Thabaqat dan Ibnu Abdil Barr dalam at Tamhid, namun Ibnu Sa’ad menyebutkan Iyas bin Abi Rabi’ah sebagai ganti Suhail bin Amr)

Dua hari sebelum kepergian Ilham Nurfadmi Listia Adi, yakni Ahad 22 Januari 2017, di tempat lain, sebanyak 36 pendaki muslim menginjakan kakinya di Puncak Tertinggi Jawa Barat, Ciremai 3.078 mdpl. Mereka bukanlah komunitas pencinta alam, terlebih lagi peserta diklatsar. Mereka hanya orang biasa dengan motivasi luar biasa. Dengan motivasi luar biasa tersebut, seluruh peserta pendakian, sebanyak 36 orang, berhasil meraih bonus, yakni Puncak Tertinggi Jawa Barat. Yang lebih utama, seluruhnya pulang dalam kondisi selamat.

Di antara ke-36 pendaki tersebut, terdapat 4 peserta luar biasa yang juga mampu mencapai puncak dan kembali dengan selamat. Mereka adalah Dedi Saptaiji (56), Muhammad Indra Themmy (54), Dadan Hendarsah (50), dan Ilham Zairi (15).

Salah satu di antara keempat orang tersebut, Themmy, memiliki riwayat penyakit hernia. Meski demikian, dengan waktu hanya 16 hari, ia membuktikan latihan dan motivasi yang ia miliki bisa menaklukan dirinya sendiri dan ia berhasil mencapai Puncak Ciremai.

Pertanyaannya, apa yang dilakukan Themmy selama 16 hari? Apakah fisik dan motivasinya berasal dari jenis diklatsar yang penuh dengan kezhaliman dan pembodohan?

Cerita luar biasa lainnya masih berasal dari ke-36 orang tersebut. Dengan rasa kesetiakawanan tinggi, Khusnan Riyadin (29) dan Tachta Rizqi Yuandri (31) menyelamatkan rekannya, Dadan Hamdan (33) yang sempat tersesat di Jalur Linggarjati. Keduanya menempuh perjalanan selama 3,5 jam. Mereka berdua menuruni jalur pendakian dari Pos Bapa Tere menuju Pos Seruni dan kembali lagi membawa rekan mereka dari Pos Seruni ke Pos Bapa Tere. Semua hal itu dilakukan dalam kondisi gelap dan hujan deras, dari 21.00 WIB hingga 00.30 WIB pada Sabtu 21 Januari 2017 hingga Ahad 22 Januari 2016 dini hari.

Selama proses evakuasi, Khusnan, rela membawakan carrier milik Dadan yang beratnya tidak kurang dari 10 kg. Adapun Tachta membantu membawa barang yang lebih kecil, karena kemampuan fisiknya di bawah Khusnan.

Dari mana Khusnan dan Tachta mendapatkan rasa kesetiakawanan yang begitu tinggi? Apakah dengan mengikuti diklatsar yang penuh penganiayaan? Apakah dengan mengikuti perpeloncoan yang dilakukan seniornya?

Menjadi seorang Muslim yang paham akan Islam, sudah lebih dari cukup untuk menjadikan seseorang menjadi pencinta alam. Latihan fisik, memotivasi diri, kesetiakawanan tinggi, kerja sama, ketaatan pada pemimpin, keterampilan bertahan hidup, bersahabat dengan alam, merupakan hal yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam.

Selama persiapan sejak awal Januari 2017, Themmy dilatih dan dimotivasi oleh salah satu anggota Muslim Adventurer Community (MAC), yakni Tachta. Metode yang dilakukan hanya dua hal, pertama menjaga niat bahwa pendakian yang dilakukan dalam rangka beribadah kepada Allah. Kedua, mengoptimalkan persiapan fisik secara logis dan sistematis. Sebab, dalam ajaran Islam, mempersiapkan secara maksimal segala hal yang berkaitan dengan tujuan merupakan hal yang wajib dilakukan.

Suasana akrab dan bersahabat menumbuhkan semangat dalam latihan. Secara alami, kesetiakawanan muncul dengan sendirinya, tanpa harus dipaksakan menggunakan metode kekerasan.

Berkali-kali pria yang akrab disapa Bang Themmy tersebut bertanya pada  Tachta, apakah dirinya sanggup dan layak mencapai Puncak Ciremai. Tachta hanya menjawab, jaga niat untuk ibadah dan konsisten berlatih. Jika kedua hal tersebut sudah dilakukan, maka tinggal berusaha maksimal dalam pendakian dan selalu berharap Pertolongan Allah.

Allah swt berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedu­dukanmu. (TQS Muhammad : 7)

Khusnan terdorong untuk menyelamatkan Dadan juga karena dorongan kesetiakawanan. Banyak dalil dalam ajaran Islam yang mengajarkan dan memerintahkan sesama Muslim untuk saling peduli.

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda:
Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya. (HR Muslim)

Cukup Islam, Bukan Yang Lain

Oleh karena itu, sebagai Muslim, apapun cita-cita yang hendak diraih dalam kehidupan, Islam telah menyediakan jalannya. Termasuk dalam hal ini, menjadi seorang pencinta alam.

Pada buku karya Muhammad Husain Abdullah yang berjudul Studi Dasar Dasar Pemikiran Islam, Islam telah memberikan aturan berkenaan dengan penjagaan terhadap lingkungan, diantaranya adalah:

1. Tidak boleh melakukan kerusakan terhadap segala sesuatu sesudah ada perbaikan.

Allah swt berfirman :
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya
(TQS Al A’raaf : 56)

2. Tidak boleh melakukan pencemaran lingkungan dengan kotoran manusia.

Rasulullah saw bersabda :
Berhati-hatilah kepada dua orang terlaknat (al laa’inayn)”. Sahabat bertanya, “Siapakah dua orang terlaknat itu”. Rasul menjawab, “Yakni orang-orang yang membuang kotoran di jalan yang dilalui orang dan menzhalimi mereka. Dalam hal ini, Rasul menyebut mereka sebagai laa’inayn karena perbuatan mereka menyebabkan orang yang melakukannya mendapat laknat (kecaman).

Rasulullah saw bersabda :
Janganlah siapapun kencing di dalam air yang tidak mengalir (al-maa-ud daa-im) kemudian ia berwudhu dengannya. (HR Bukhari)

3. Islam melarang penebangan pohon secara sia-sia.

Rasulullah saw bersabda :
Siapa saja yang memotong pohon bidara (lotus jujube-inggris, penerj.) yang ada di atas tanah lapang—yang sering digunakan sebagai tempat bernaung bagi orang-orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabiil) ataupun binatang-binatang— secara sia-sia dan penuh kezhaliman tanpa alasan yang benar maka Allah akan menaruh api neraka di atas kepalanya. (HR Bukhari)

4. Islam mendorong untuk menyuburkan tanah dengan cara ditanami, atau menyitanya (tanah pertanian tersebut) dari siapa saja yang tidak menanaminya.

Rasulullah saw bersabda:
Barang siapa yang memiliki tanah, maka hendaklah ia menanaminya atau diberikan kepada saudaranya. 

Sabda Beliau saw lagi:
Tidaklah seorang muslim menanam sesuatu lantas tanaman itu dimakan orang lain, burung, ataupun binatang-binatang lain kecuali hal itu menjadi sedekah baginya.

5. Islam mendorong untuk menyayangi binatang.

Rasulullah saw bersabda:
Sesungguhnya seseorang telah melihat seekor anjing yang sedang kehausan, kemudian ia melepaskan sepatunya untuk menciduk air untuk diminumkan ke anjing itu. Maka Allah memuji orang itu dan memasukkannya ke dalam syurga.

Berkenaan dengan orang yang mengambil anak burung, beliau bersabda:
Siapa yang membuat cemas (induk) yang melahirkan anak burung ini? Kembalikanlah ia kepada induknya!

Seorang wanita dapat masuk neraka hanya karena soal kucing yang dipeliharanya tapi tidak diberinya makan dan juga tidak mencegahnya tatkala kucing itu memakan tanah yang kotor.

6. Islam mewanti-wanti dalam persoalan api dan hal-hal yang dibakar dengan api.

Rasul saw bersabda:
Jangan kalian membiarkan api menyala di rumah kalian sedang kalian akan tidur. (HR Muttafaq ‘alayh)

7. Islam menganjurkan untuk berobat. Hal ini dilakukan demi menjaga kesehatan. Islam pun menganjurkan untuk memperbanyak keturunan.

Rasulullah saw bersabda:
Berobatlah kalian, wahai para hamba Allah, karena Allah tidak menurunkan penyakit kecuali menurunkan juga obatnya.

Beliau juga bersabda:
Wahai para syabaab (pemuda) barang siapa di antara kalian yang sudah mampu maka menikahlah…

8. Islam memerintahkan untuk menyingkirkan hal-hal yang mengganggu dari tempat-tempat umum seperti jalan dan tanah lapang.

Beliau bersabda:
Ketika seseorang berjalan di sebuah jalan, lantas ia menjumpai ranting pohon berduri kemudian ia mengambilnya maka niscaya Allah akan memujinya dan mengampuninya.

Sabda Beliau pula:
Singkirkanlah gangguan dari jalanan.

Berpijak pada seluruh penjelasan di atas, maka siapapun orangnya, dalam hal ini yang ingin menjadi pencinta alam, jadilah pencinta alam yang sesuai dengan ajaran Islam. Jadilah seorang muslim tangguh yang dapat bertahan karena bersahabat dengan alam, jadilah seorang muslim setiakawan yang dapat memberikan pertolongan pada sesama.

Lahirnya pecinta alam Muslim, lahirnya pasukan Islam yang menang dalam berbagai pertempuran, tidak dihasilkan dari metode penindasan konyol dan sok jagoan ala rekrutmen gaya geng motor.

Kegemilangan Khalid Bin Walid mengobrak abrik fisik dan mental 200.000 pasukan Romawi dengan hanya 3.000 pasukan Islam pada Perang Mu'tah bukan hasil dari pendidikan perpeloncoan. Hancur leburnya kekuatan 1.000 pasukan Musyrikin dengan 313 personil pasukan Islam pada Perang Badar, bukan hasil dari pendidikan konyol dan pembodohan.

Mereka menjadikan Islam sebagai mabda, menjadikan Rasulullah saw sebagai uswah, dan menjadikan Allah swt sebagai penolong dan sumber kekuatan. Ketika pertolongan Allah tiba, maka pasukan manapun akan ditundukan-Nya dan gunung mana pun akan ditaklukan-Nya untuk hamba-Nya.

Oleh : Abu Nusaibah Royatul Islam *

* Penulis adalah salah satu pendiri Muslim Adventurer Community (MAC).

Aktivitas MAC baru-baru ini adalah melakukan misi pendakian untuk 36 orang yang berasal dari Bandung, Cirebon, Kuningan, Bekasi, dan Jakarta. Misi pendakian yang dinamakan Misi Royatul Islam adalah pendakian Gunung Ciremai melalui 3 jalur sekaligus yakni Jalur Linggarjati, Jalur Apuy, dan Jalur Palutungan. Setelah melalui 3 jalur, seluruhnya bertemu di puncak untuk mengibarkan Al Liwa (bendera Islam) Raksasa dan Ar Rayah (panji Rasulullah) Raksasa. Misi berhasil dilakukan pada Ahad 22 Januari 2017. Posisi penulis pada misi tersebut yakni sebagai wakil ketua misi.


Anggota DPR Ini Sebut Santri dan Warga NU Siap Bela KH Ma'ruf Amin



Dakwah Media - Terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan berbagai keberatannya atas kesaksian KH Ma'ruf Amin dalam sidang kasus penistaan agama di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (31/1). Salah satunya, Ahok merasa keberatan atas kesaksian Kiai Ma'ruf terkait menerima telepon dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Bahkan, tim penasihat hukum Ahok mencoba mengarahkan kesaksian Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini terhadap masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam persidangan, pengacara Ahok tiba-tiba mempertanyakan salah satu profil Kiai Ma'ruf yang tidak tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Khususnya terkait profilnya sebagai Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Keberatan kubu Ahok ini langsung mendapat tanggapan dari anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding. Ia menyayangkan pernyataan Ahok yang menyatakan KH Ma'ruf Amin tidak jujur dalam kesaksiannya di persidangan. Abdul mengatakan siap membela Ma'ruf Amin bila ada tuntutan hukum dari calon gubernur pejawat tersebut.

"Itu hak Pak Ahok tapi bagi kami menuntut Kiai Haji Makruf adalah ketidakpercayaan beliau (Pak Ahok) pada kyai apalagi menganggap kyai berbohong tentu kami sebagai santri dan beliau sebagai beliau sebagai pemimpin kami sebagai bentuk takdim kami pada kyai maka kami akan bela kyai," kata Abdul kepada Republika.co.id, Selasa (31/1).

Abdul juga memberikan dukungannya kepada Ma'ruf Amin di media sosial. "KH Ma'ruf amin tidak hanya Ketum MUI tapi juga Rois am PBNU, bagi kita sebagai santri wajib lindungi dan bela," tulis Karding di akun Twitternya @Kadir_Karding.

Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini tak lupa mentag cicitannya tersebut ke akun @basuki_btp, @nu_online, @Warta_MUI dan @hanifdhakiri.

Tak hanya memberikan dukungan pribadi, Abdul juga mengajak para santri dan warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk membela KH Ma'ruf Amin. "KH Ma'ruf Amin tidak perlu khawatir akan rencana Pak Ahok menuntut beliau, kami santri dan warga NU akan bediri dibelakang yai @basuki_btp @Fahrihamzah," tulis Abdul. [rci]

PW GP Ansor Jakarta: Pengacara Ahok Telah Tabuh Genderang Perang Dengan NU



Dakwah Media - Ucapan dan perlakuan ahok serta pengacaranya terhadap Ketua Umum MUI Kyai Makruf Amin yang juga Rais Am PBNU saat bertindak sbg saksi di persidangan ke-8 dengan terdakwa BTP diprotes kader NU se-Indonesia.

“Saya melihat sikap dan perlakuan Ahok dan Tim Pengacara Ahok terhadap Kyai Makruf Amin sebagai Rais Am PBNU di persidangan sangat kasar, sarkastik, melecehkan, dan mengina marwah NU. Apalagi pengacara intimidatif. Kami tidak terima,” ujar Ketua Bidang Antarlembaga PW GP Ansor DKI Redim Okto Fudin, di sela-sela acara Harlah NU ke-91 di Jakarta, Selasa (31/1/2017)

Pengacara Ahok menuduh Kyai Ma’ruf menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

“Itu tuduhan yang sangat tendensius dan politis. Sejak awal, biodata kiyai Makruf menyebutkan hanya pekerjaan yang masih aktif, sebanyak 12 item. Sementara posisi anggota Wantimpres, anggota DPR, Ketua Komisi VI DPR tidak dicantumkan karena memang eksisting sudah tidak menjabat. Tuduhan menyembunyikan itu tuduhan keji”, ujarnya.

Sama persis ketika pengacara menuduh Kyai Makruf seolah didikte SBY untuk menerima agus-silvy di PBNU dan juga membuat fatwa, ini tuduhan yang jahat. Apalagi dg menuduh kesaksian palsu n mengeluarkan ancaman untuk memidanakan.

“Pengacara ahok telah menabuh genderang perang dengan NU. Ente jual ane beli. Kyai Makruf adalah pimpinan tertinggi NU, dengan puluhan juta pengikut. Kami akan catat ini sebagai pelecehan tak terkira pada warga NU,” marahnya.

Dirinya menilai statemen ahok juga sangat kasar yang menunjukkan kyai tidak pamtas menjadi saksi. Menurutnya, itu adalah perbuatan yang keji.

“Kami mengecam ucapan ahok yang melecehkan Kyai Makruf dengan menyatakan beliau tidak pantas menjadi saksi karena tidak obyektif, menuduh bohong dan mengancam kyai. Kami konsolidasi dengan seluruh kader muda NU, termasuk banser. Kami hormat pd ulama kami. Kami akan buat perhitungan,” pungkasnya. [bito]

MUI: KH Ma'ruf Amin Diperlakukan Kurang Manusiawi di Sidang Kasus Ahok



Dakwah Media - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Din Syamsuddin menilai ada yang tidak pantas dalam persidangan perkara dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hari ini (31/1).

Sebab, lanjut Din, Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin dimintai keterangannya selama tujuh jam. Padahal, para saksi terdahulu tidak sampai menghabiskan waktu sedemikian lama.

"Tanpa bermaksud mengintervensi proses peradilan, saya sangat menyayangkan perlakuan atas beliau (KH Ma’ruf Amin) yang menjadi saksi sampai tujuh jam. Pada hemat saya, hal itu kurang manusiawi. Apalagi, mengingat beliau kan orang tua," jelasnya saat dihubungi, Selasa (31/1).

Din mempertanyakan mengapa KH Ma'ruf Amin harus menjadi saksi sampai tujuh jam lamanya. Padahal untuk saksi-saksi lain, ia mencatat paling lama bersaksi dua hingga tiga jam saja.

"Kalaupun kurang cukup waktunya, kan bisa diundang pada kesempatan lain. Ini terkesan ada tendensi memberikan tekanan psikologis atas Kiai Ma’ruf Amin. Apalagi, pertanyaannya berputar-putar saja. Tidak mengangkat substansi baru," tegasnya.

Menurut Din, seharusnya dalam persidangan tersebut fokus pada peran saksi sebagai ketua umum MUI. Misalnya, bagaimana pendapat keagamaan lembaga tersebut tentang kasus penistaan Alquran.

Karena itu, dia berharap, majelis hakim dapat mengadili kasus Ahok ini dengan memerhatikan rasa keadilan masyarakat. Dewan Pertimbangan MUI Pusat telah memutuskan untuk mengawal perkembangan kasus ini agar diproses secara berkeadilan. Dewan ini terdiri atas para ketua umum ormas-ormas Islam,

"Apalagi, kasus ini diikuti masyarakat. Jangan sampai, kalau tak berkeadilan, justru akan mengundang reaksi, protes terhadap kezaliman," tegasnya lagi.

Dalam persidangan hari ini di Gedung Kementan, Jakarta Selatan, KH Ma’ruf Amin hadir sebagai saksi. Pada sebuah kesempatan, tim penasihat hukum Ahok antara lain mencoba menghubung-hubungkan tokoh PB Nahdlatul Ulama tersebut dengan mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Umat harus bergerak, bela ulama, semakin jelas kebencian mereka kepada Islam dan para ulamanya. sudah tak ada harapan lagi pada hukum, saatnya turun gunung untuk membela para ulama. [rci]

Ahok Tau Ada Telpon Dari SBY ke Ketua MUI, Prof. Romli: Ahok Bisa Kena UU ITE & Telekomunikasi Dugaan Tindak Pidana Penyadapan Illegal



Dakwah Media - Ahli hukum Prof. Romli Atmasasmita menyatakan pernyataan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di persidangan lanjutan kasus penodaan agama bisa terkena jerat UU ITE dan UU Telekomunikasi.

Sebagaimana diberitakan, dalam persidangan lanjutan kasus penodaan agama pada Selasa (31/1/2017) kemarin, Ahok menyatakan memiliki data pembicaraan telepon antara Ketua MUI KH Ma'ruf Amin yang jadi saksi kemarin dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ahok mengatakan, pengacaranya memiliki bukti tentang adanya telepon dari SBY kepada Ma'ruf agar Ma'ruf bertemu dengan Agus-Sylviana.

Namun, Ma'ruf membantah adanya telepon itu.

"Saya berterima kasih, saudara saksi ngotot di depan hakim bahwa saksi tidak berbohong, kami akan proses secara hukum saksi untuk membuktikan bahwa kami memiliki data yang sangat lengkap," kata Ahok dalam persidangan itu.

Link: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/01/31/17273531/ahok.akan.laporkan.ketua.mui.yang.bantah.terima.telepon.dari.sby

Prof. Romli mengatakan data/bukti telepon/sadapan pembicaraan telepon yang dilakukan secara illegal melanggar UU Telekomunikasi dan UU ITE.

"Pengacara Hukum ahok tahu ada telpon SBY ke Ketua MUI dari mana? Penyadapan hanya boleh oleh penyidik," kata Prof. Romli melalui akun twitternya.

Lebih lanjut Prof. Romli menjelaskan:

Pengacara Hukum khan ahli hukum ada ahli hukum pidana di tim Ahok masa tidak tahu illegal wiretapling (penyadapan illegal) diancam pidana?

Mustinya jaksa Penuntut Umum kasus Ahok pertanyakan asal usul informasi tersebut dan melaporkan ke Bareskrim pelanggaran hukum (penyadapan illegal) tersebut.

Putusan Mahkamah Kontitusi tentang sadapan sudah jelas harus oleh penyidik yang berwenang.

UU No 11 tahun
2008 ttg ITE larangan penyadapan ilegal.


Ancaman pidana pelanggaran Pasal 31 UU ITE ancaman pidana 10 tahun denda 800 juta rupiah.



UU No 36 tahun 1999 Telekomunikasi Pasal 40 larangan penyadapan.



Pasal 56 ancaman pidana pelanggaran, Pasal 40 maksimal pidana penjara 15 (lima belas) tahun.



"Berdasarkan UU ITE dan UU Telemomunikasi cukup alasan saksi Kyai Maaruf Amin atau kuasa hukum melaporkan dugaan tindak pidana ke bareskrim," kata Prof. Romli.

"Terlapor dalam dugaan pelanggaran UU Telekomunikasi dan UU ITE adalah Terdakwa (Ahok) dan kuasa hukumnya karena terdakwa bicara atas pengetahuan Pengacara hukum," jelasnya. [pii]

Tak Terima KH Ma’ruf Amin Dilecehkan Ahok, Ansor DKI Bangun Konsolidasi: Ente Jual Ane Beli



Dakwah Media - Terdakwa penistaan agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok beserta tim pengacaranya mendapat kecaman dari berbagai ormas keagaman. Pengurus Wilayah Ansor DKI Jakarta, adalah salah satunya. Penyebabnya, Ahok dan tim kuasa hukumnya dianggap melecehkan Ketua MUI KH Ma’ruf Amin dan menyebutnya sebagai saksi tidak netral.

PW Ansor DKI tidak terima dengan pernyataan Ahok dan tim kuasa hukumnya kepada KH Ma’ruf Amin dalam persidangan Ahok yang digelar di kantor Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta Selatan tersebut.

“Saya melihat sikap dan perlakuan Ahok dan Tim Pengacara Ahok thd Kyai Makruf Amin sebagai Rais Am PBNU di persidangan sangat kasar, sarkastik, melecehkan, dan menghina marwah NU. Apalagi pengacara intimidatif. Kami tidak terima”, ujar Ketua Bidang Antarlembaga PW GP Ansor DKI Redim Okto Fudin, di sela-sela acara Harlah NU ke-91 di Jakarta, Selasa (31/1/2017)

Untuk diketahui, pengacara Ahok menuduh KH Ma’ruf menutupi latar belakangnya yang pernah menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Menurut Okto, apa yang dikatakan pengacara Ahok itu cukup tendensisu dan politis.

“Itu tuduhan yang sangat tendensius dan politis. Sejak awal, biodata KH Makruf menyebutkan hanya pekerjaan yang masih aktif, sebanyak 12 item. Sementara posisi anggota Wantimpres, anggota DPR, Ketua Komisi VI DPR tidak dicantumkan karena memang eksisting sudah tidak menjabat. Tuduhan menyembunyikan itu tuduhan keji,” ucap Okto.

Pernyataan tim kuasa hukum Ahok yang dianggap PW Ansor DKI melecehkan KH Ma’ruf Amin adalah bahwa KH Ma’ruf didekte oleh SBY, Ketua Umum DPP Partai Demokrat untuk menerima pasangan cagub-cawagub nomor urut 1 Agus-Sylvi di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan membuat fatwa.

Tak sampai di situ, PW Ansor juga menyebut tuduhan keji Ahok dan tim kuasa hukumnya lainnya yang menyebut KH Ma’ruf Amin memberikan kesaksian palsu dan akan melaporkan KH Ma’ruf kepada pihak kepolisian

“Pengacara Ahok telah menabuh genderang perang dengan NU. Ente jual ane beli. KH Ma’ruf adalah pimpinan tertinggi NU, dengan puluhan juta pengikut. Kami akan catat ini sebagai pelecehan tak terkira pada warga NU”, ujarnya dengan nada geram.

PW Ansor, kata dia, segera akan melakukan konsolidasi dengan seluruh kader NU yang berada di seluruh tanah air. Hal ini dilakukan untuk mendukung dan menghargai KH Ma’ruf Amin sebagai ulama NU, ormas Islam terbesar di Indonesia

“Kami konsolidasi dengan seluruh kader muda NU, termasuk Banser. Kami hormat pada ulama kami. Kami akan buat perhitungan”, pungkasnya.