HTI Berjuang Menyelamatkan Negeri, Kenapa Kalian Menghadang?



Dakwah Media - Beberapa akhir ini umat Islam seharusnya semakin menangis. Sebab, hingga detik ini masih ada saja oknum-oknum organisasi Islam menghadang perjuangan saudaranya. Umat Islam semestinya teriris dan tersayat hatinya melihat dan mendengar hal demikian.

Seperti biasanya pada bulan Rajab khususnya, organisasi dakwah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar kegiatan dalam rangka menyadarkan umat. HTI mengadakan kegiatan berupa pengenalan Bendera dan Panji Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada masyarakat. HTI berusaha menyadarkan bahwa umat Islam sudah sepantasnya bersatu dalam naungan bendera dan panji laa ilaaha illa Allah, bukan yang lain.

Namun, perjuangan yang dilakukan oleh HTI ternyata mendapatkan tantangan dari dalam diri oknum umat Islam. Saat HTI melakukan penyadaran kepada umat dengan membawa bendera dan panji Islam di sepanjang jalan, alih-alih mendapat dukungan, justru mereka oknum-oknum organisasi Islam atas nama Banser malah menghadang. Dan tidak hanya menghadang, mereka merebut dan meminta atribut-atribut yang notabene adalah bendera dan panji umat Islam. Sulit dibayangkan dan dicerna akal sehat, saat dimana ada sebagian umat Islam berjuang, justru mendapat hadangan dari saudara semuslim. Subhanallahi.

Dikutip dalam cnnindonesia.com, pada 1/4/2017 Gerakan Pemuda Ansor bersama Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) mengadang aksi konvoi Hizbut Tahrir Indonesia yang sedang melakukan aksi Kirab Panji Rosululloh di perbatasan Trenggalek-Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu. Mereka kemudian memaksa seluruh peserta kirab mencopot semua atribut HTI maupun panji yang mereka kirab.

Padahal, jika dicermati secara mendalam, apa yang dilakukan HTI dengan segala kegiatannya adalah bentuk kepedulian terhadap rakyat dan negeri ini. HTI ingin membebaskan rakyat di negeri ini khususnya, ataupun umat Islam pada umumnya dari para penjajah dan musuh Islam. HTI ingin agar umat Islam hidup dalam satu wadah kepemimpinan yang di dalamnya seluruh aspek kehidupan di atur dengan Islam, bukan dengan aturan-aturan kufur yang menistakan umat Islam.

Dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan HTI, kita akan berkesimpulan bahwa HTI ingin menyelamatkan negeri ini. Kita bisa menyaksikan aksi-aksi, seminar-seminar, konferensi-konferensi, muktamar-muktamar dan kegiatan lainnya yang dilakukan oleh HTI adalah usaha dalam membebaskan negeri ini dari kungkungan sistem selain Islam.

HTI terlihat jelas dengan segala keikhlasannya berjuang, menyadarkan umat Islam agar mereka kembali kepada Islam. Semata-mata agar umat Islam mendapatkan ridha Allah ta’ala serta mereka bahagia dunia akhirat. HTI ingin agar umat Islam menerapkan ekonomi Islam, agar neo-imperialisme dan neo-liberalisme terhapus karena terbukti menyengsarakan rakyatnya.

Sistem sosial dan pendidikan berbau materialistik, hedonistik, liberal dan faham-faham racun lainnya bisa hilang dalam diri umat Islam. Sistem hukum yang hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas bisa punah dalam kehidupan bernegara. Sistem pemerintahan yang bersih, amanah, tidak korup dan murni berdasarkan Islam ingin diterapkan di negeri ini. Dan segala bentuk penyadaran kepada umat terus dilakukan HTI kepada bangsa ini. Bukankah ini adalah kebaikan? Bukankah ini adalah bentuk perjuangan menyelamatkan negeri ini, lalu kenapa kalian menghadangnya? [lsh]

Oleh: Lutfi Sarif Hidayat, SEI (Pemerhati Ekonomi Politik)


Silahkan Komentar yang Santun





Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Related Posts

Previous
Next Post »