Gerah Dengan Elit Partai, Kader Muda PPP Deklarasikan Penolakan Dukung Ahok



Dakwah Media - Sejumlah kader muda Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menamakan diri Kaukus Kader Muda PPP gerah dengan sikap elit partai yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pilgub DKI Jakarta 2017.

Diantara yang bergabung dalam kaukus tersebut adalah Wakil Sekjen Bidang Industri DPP PPP Hilman Ismail Metareum (Putara Ismail Hasan Metareum, mantan Ketua Umum PPP), Wakil Sekjen Bidang Hukum Ade Irfan Pulungan, Ketua Departemen Hubungan Internasional Taufik Hidayat, Ketua Departemen Hukum Ahmad Leksono, TMPI Sukabumi/NU Mohammad Mahin dan Habib Mansyur dari DPC Jakarta Pusat.

“Dukungan PPP (Romy) terhadap paslon Ahok-Djarot telah menimbulkan polemik dan perdebatan di internal partai dan konstituen partai (umat Islam),” tegas Hilman dalam konferensi pers di rumah makan Handayani, Matraman, Jakarta Timur, Senin (17/4/2017) malam.

Menurut Hilman, langkah mendukung Ahok ini telah keluar dari visi-misi dan moto PPP amar ma’ruf nahi munkar yang selama ini dijaga dan diusahakan para tokoh pemimpin pendahulu PPP.

Selanjutnya Hilman membacakan pernyataan sikap Kaukus Kader Muda PPP. Pertama, bahwa PPP sebagai partai perjuangan umat yang berazaskan Islam, maka gerakan dan kebijakannya wajib berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rosul (hadits) serta berpedoman pada prinsip perjuangan partai dan khittah perjuangan PPP.

Kedua, dukungan PPP kubu Romy kepada paslon nomor urut 2 (Ahok-Djarot) tidak mewakili aspirasi dan sikap mayoritas kader PPP dan konstituen PPP dan tidak sesuai dengan ketentuan dan AD/ART Partai. Sementara paslon Ahok pun dalam status tersangka tindak pidana penistaan/penodaan agama yang proses hukumnya sedang berjalan.

Ketiga, Kaukus Kader Muda PPP menolak tegas surat dukungan yang dikeluarkan DPW PPP untuk Ahok-Djarot karena hal itu tidak sesuai dengan paragraf ketiga Anggaran Dasar PPP hasil Muktamar VIII (Muktamar Pondok Gede) tentang Tugas dan Tanggungjawab Pengurus Harian DPP, Pasal 19 huruf (j) yang berbunyi “mengesahkan Calon Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Hilman Ismail Metareum pada kesempatan ini meminta warga PPP serta kaum muslimin d Jakarta yang memiliki hal pilih dalam Pilgub DKI untuk memilih pemimpin muslim, berpedoman kepada Al-Qur’an dan hadits.

“Sikap menolak dukungan terhadap Ahok-Djarot ini, dan menujukan dukungan kepada pemenangan terhadap pemimpin muslim dalam Pilgub DKI Jakarta adalah bentuk pertanggungjawaban kita terhadap Allah SWT. Jadi, lebih baik terlambat daripada tidak menyatakannya sama sekali. Dukungan Romy terhadap Ahok-Djarot tidak boleh mewakili partai karena bukan aspirasi mayoritas internal dan konstituen partai,” ujar Taufik Hidayat menambahkan pernyataan Hilman Ismail Metareum.

Lebih lanjut Taufik Hidayat menegaskan bahwa penyataan sikap ini bukanlah upaya pemakzulan kepemimpinan PPP, melainkan upaya kader muda PPP untuk menyelamatkan partai berlambang Ka’bah.

“Gambar Ka’bah dalam logo partai memiliki makna yang jelas atas garis perjuangan partai,” tambahnya. [obi]


Silahkan Komentar yang Santun





Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Related Posts

Previous
Next Post »