Faizal Sebut Dukungan Said Aqil Siraj kepada Ahok Tidaklah Gratis, Ada Maharnya



Dakwah Media - Hubungan mesra Ketum PBNU Said Aqil Siradj dengan Basuki Tjahaja Purnama memunculkan curiga. Perintah Kiai Said agar nahdliyyin di PKB dan PPP mendukung Ahok disinyalir kuat berbau politik transaksional.

"Ada kesan kuat NU telah dijadikan sebagai lapak politik," kata Ketua Progres 98 Faizal Assegaf melalui pesan elektronik kepada redaksi, Rabu (12/4).

Dia mensinyalir manuver Aqil Siraidj dan segelintir politisi NU mendukung Ahok yang kini berstatus terdakwa penodaan agama Islam di Pilgub DKI Jakarta berbau politik transaksional.

"Kaum nahdliyin, para kyai sepuh dan tokoh Islam harus bertindak tegas terhadap hal ini," sarannya.

Menurutnya, langkah politik Ketum PBNU dan kroni-kroninya patut dimintai pertanggungjawaban secara serius. Mengingat tindakan tidak elok yang dilakukan telah merendahkan kehormatan dan wibawa NU.

"Bahkan makin bergulir kecurigaan bahwa deal politik Ketum PBNU dan terdakwa penista agama tidaklah gratis. Ada mahar politiknya," kata Faizal.

Untuk menghindari kecurigaan seperti itu, sebut dia, umat Islam dan kyai sepuh NU berhak meminta Ketum PBNU transparan dan jujur.

"Dengan begitu organisasi NU tidak tersandera dan distigmakan sebagai wadah kepentingan politik transaksional," tukasnya. [tribunislam]


Silahkan Komentar yang Santun





Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Related Posts

Previous
Next Post »