Ustadzah Zaenab: Kenapa Pegi yang Ditangkap dan Digunduli, Kenapa Bukan Iwan Pemabuk?



Dakwah Media - Beredar kabar, Rubi Pegi (25) yang ditahan pihak kepolisian Jakarta Barat karena memukul Iwan Batak, seorang simpatisan Ahok di Kalianyar 3, RT 09/01, Kalianyar, Tambora Jakarta Barat pada Senin (13/3/17) malam sekitar pukul 22.30 WIB, kondisinya saat ini di tahanan diperlakukan tidak menyenangkan.

Bekasimedia.com mencoba menghubungi langsung warga Kalianyar dan terhubung langsung dengan Zaenab, ustadzah yang terkait langsung dengan kasus ini. Dimana kasus ini bermula saat Iwan berteriak-teriak tidak jelas, “hidup Ahok.. hidup Ahok” pada pukul sepuluh malam dan mendatangi rumah Zaenab. Ketika diingatkan justru Iwan membalas dengan kata-kata kasar. Pada saat itu salah satu putra Zaenab marah dan bersama Pegi (rekannya-red) memukul Iwan.

Kepada bekasimedia.com, Zaenab menuturkan Pegi diperlakukan seperti penjahat, diborgol dan disatukan dengan tahanan lainnya. “mirisnya lagi, Pegi tidak boleh membawa, memakai sarung atau celana panjang untuk sholat. Padahal Pegi biasa sholat 5 waktu. Sehari-hari dia biasa ngajar anak-anak ngaji di Masjid Al Huda,” tutur Zaenab.

Kemudian, Zaenab melanjutkan, setelah berusaha maksimal, akhirnya ibunda Pegi bisa menemui anaknya di sel tahanan Polrestabes Jakarta Barat pada Rabu (15/3/17) sore pukul 16.00 WIB. “Pegi ditemui dalam keadaan sudah digunduli, ibunya bawa celana panjang untuk keperluan sholat tapi gak boleh. Bahkan untuk dikasih jaket untuk tidur di kamar tahanan yang beralaskan ubin pun tidak diperkenankan. Alasan polisi bila dikasih celana panjang atau sarung bisa dijadikan alat bunuh diri,” kata Zaenab.

Lalu, kata Zaenab, pihak pengacara dari ACTA, Firman, sudah menemui Pegi dan sempat berdebat dengan pihak kepolisian untuk hak-hak Pegi selama di tahanan. Dari informasi yang didapatkan bekasimedia.com, saat ini pengacara sedang mengajukan penangguhan penahanan kepada penyidik.

“Kami berharap agar barisan pembela ulama dan Al Quran untuk senantiasa merapatkan barisan dalam 1 shof yang kokoh untuk melawan kezaliman dan fitnah kaum penista agama. Sekali lagi, Pegi membela saya pada saat saya diintimidasi oleh Iwan Ahoker, pemabuk perusuh. Pegi anak yang taat kepada Allah dan Rasul. Dia aktif sebagai remaja masjid. Pegi baru saja mepunyai putra masih balita. kenapa harus Pegi yang ditangkap, kenapa bukan si perusuh pemabuk yang ditangkap?” pungkas Zaenab. (dns/eas/bekasimedia.com)


Silahkan Komentar yang Santun





Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Related Posts

Previous
Next Post »