Jangan Sakiti Mereka…



Dakwah Media - Hai sob, apa kabar nih? Semoga tetap semangat, tetap bisa beramal sholih, bermanfaat untuk sesama. Bersyukurlah bila ortu kita masih ada dan lengkap dalam ikatan keluarga kita. Karena ini akan membuat kita tidak saja sebagai anggota sebuah keluarga, tapi juga bagian dari kehidupan keluarga besar. Kalo ayah dan ibu masih ada, kita bisa bercanda, bisa curhat, bisa ngobrol dari mulai yang remeh-temeh sampe yang berat, hang-out alias jalan bareng ke luar rumah, sampe mecahin masalah berat bersama-sama. Wis, pokoknya kompak dan asyik banget dalam suka dan duka. Tanpa kita sadari, ternyata kita juga jadi banyak belajar tentang kehidupan dari mereka.

Sobat, orang tua kita sudah rela berkorban demi kita. Ibu mengandung kita selama 9 bulan, taruhannya nyawa, melahirkan pun masih harus bertaruh nyawa. Bayangkan sob perjuangan ibu demi anaknya tercinta. Sedangkan ayah rela pergi pagi pulang pagi, kepanasan, kehujanan, demi mencari nafkah untuk keluarganya. Demi membahagiakan anaknya, demi bisa memenuhi keinginan anaknya. Bayangkan sob perjuangan ayah demi kita. Trus pertanyaannya sekarang, apa iya kita tega menyakiti hati mereka? Pasti kalau yang ngaku anak sholih sholihah ngga bakal tega melihat orang tuanya disakiti.

Masih tentang orang tua nih sob, baru – baru ini ada kasus yang menggelitik hati, dan sangat miris. Yani suryani warga Garut, Jawa Barat tega menggugat ibunya sendiri Siti Rokayah yang sudah renta ke pengadilan negeri kabupaten Garut karena masalah utang piutang. Yani dan suaminya Handoyo menggugat Siti sebesar Rp 1,8 M. Wow angka yang sangat fantastik ya sob, kapan bisa pegang uang sebanyak itu? Masih jadi bayangan saja kalau bagi kita para remaja. Tetap fokus ke kasus di atas, kasus ini bermula saat sang ibu meminjam uang ke sang anak sebesar Rp 21, 5 juta untuk membayar kredit yang macet. Sudah bertahun-tahun tidak di bahas, pada oktober 2016 si anak datang dari jakarta ke garut membujuk ibunya untuk menandatangani surat pengakuan berutang yang dibuat bersama suaminya. Dalam surat utang itu Yani menulis, bahwa ibunya berhutang sebesar Rp 21,5 juta yang disamakan dengan dengan nilai emas murni 501,5 gram. Dan di konversi dengan nilai tahun 2016 menjadi Rp 640.352.000. Sang ibu yang sudah tua renta tidak bisa membayar utang yang jumlahnya besar. Walhasil kasus ini dibawa kepengadilan dengan tergugat ibu kandungnya sendiri. Dalam gugatan itu, Yani dan suaminya menuntut kerugian emas sebesar Rp 640.352.000 dan kerugian imateril sebesar Rp 1,2 M. Dan total gugatannya Rp 1,8 M. (kumparan.com)

Sungguh terlalu, ada anak yang sampai tega menggugat ibunya sendiri dan gugatan itu tidak bisa dinalar dengan akal sehat. Apa mereka ngga mikir ya bagaimana perjuangan ibunya dulu ketika melahirkan, bagaimana perjuangannya ketika membesarkannya, jadi ingat kata pepatah air susu dibalas dengan air tuba. Sob, ibu itu adalah wanita yang mulia, dulu ada sahabat datang kepada Rasulullah dan bertanya “Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, ‘Ibumu!’ dan orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, ‘Ibumu!’ ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, ‘Kemudian ayahmu!’” (HR. Bukhori no. 5971 dan Muslim no. 2548). Begitulah sob mulianya seorang ibu. Ibu tiga derajat tingkatannya di atas ayah.

Sobat muda, terus apa yang melatar belakangi sang anak tega menggugat ibunya sendiri? Dari kasus diatas yang dipermasalahkan adalah uang. Lagi-lagi uang memicu tindakan yang tidak bisa dinalar oleh akal sehat manusia. Uang sudah menjadi raja baru dikehidupan saat ini. duh... duh Allah dikemanian bray? Apa iya kita terus menerus diperdaya oleh yang namanya uang? Sampai kapan? Jangan sampai kita terus menerus diperdaya oleh uang sampai-sampai durhaka kepada orang tua. Na’udzubillahi min dzalik. Terus pertanyaannya apa yang bisa kita lakukan agar si uang itu tidak memperdayai kita selamanya? Gini ya sob sistem yang saat ini diterapkan di negeri kita sangat merajakan uang. Berarti kita harus berevolusi dari sistem saat ini ke sistem islam, karena islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh kehidupan manusia. So, mumpung kita masih muda nih sob harus bisa membawa perubahan untuk negeri ini agar kasus durhaka dan sejenisnya tidak beranak pinak di negeri ini.

Oleh : Septa Yunis (Tim Kreatif di Muslimah Voice)


Silahkan Komentar yang Santun





Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Related Posts

Previous
Next Post »