Hancurnya Kebebasan Berekspresi, Ada Apa dengan TvOne?



Dakwah Media - Beberapa Waktu yang lalu saya mendengar adanya Rumor Intervensi Oleh Rezim Pemerintah yang saat ini sedang berkuasa terhadap salah satu pengusaha pemilik salah satu stasiun TV BERITA yaitu TV.ONE untuk mengubah nama dan Format Acaranya Menjadi Stasiun Televisi INFOTAIMENT bukan lagi menjadi TV BERITA yang akan launcing di tanggal 15 April 2017 Mendatang serta mengganti CEO Stasiun Televisi tersebut dari ARDIANSYAH BAKRIE kepada orang yang di tunjuk oleh rezim saat ini.

Awalnya saya berfikir ini hanya omong kosong saja namun setelah saya cermati isi dan konten TV ONE yang kebetulan merupakan stasiun televisi berita favorit saya saat ini karena masih menjadi stasiun tv yang cukup Kredibel, independent dan sangat Cover Both side serta masih menjunjung kaidah serta aturan jurnalistik yang menjadikan Pers sebagai WATCH DOG dan Pemberi PERINGATAN DINI, mulai sedikit berubah dan mengalami banyak distorsi dalam pelbagai hal karena sudah mulai membebek dan mengikuti arus media lainnya yang menjadi corong Penguasa untuk melegitimasi kekuasaan Rezim saat ini.

Di mulainya Intervensi Terhadap TV. ONE sudah sangat terasa ketika beberapa kali akan tayang acara ILC (indonesia lawyers club) di hentikan karena alasan tidak mendapat izin dari pihak istana atau alasan yang sengaja di buat buat karena isi dan content yang akan di bahas dapat membahayakan jalannya pemerintahan yang saat ini sedang berlangsung??

ILC tidak lagi menjadi Garang dalam mengulas beberapa persoalan yang terjadi di dalam masyarakat karena menurut informasi dari dalam aroma intervensi itu memang ada dan sangat terasa meskipun agak sulit untuk membuktikannya.

Ternyata bukan hanya Soal ILC saja yang membuat Rezim Ini menjadi Galau tetapi juga soal konten dan seluruh isi pemberitaan di stasiun tv tersebut yang menjadikan para petinggi di Republik ini menjadi Resah dan membuat Pemerintah saat ini Mulai kehilangan Wibawanya akibat banyaknya pemberitaan yang sangat menyudutkan Rezim Yang saat ini berkuasa.

Pergantian CEO TV. ONE yang begitu tergesa- gesa menjadi tanda tanya publik serta perubahan JARGON dari STASIUN TV BERITA menjadi STASIUN TV INFOTAIMENT?! yang akan launching di tanggal 15 April 2017 mendatang. Agak “lebay” menurut saya kalau TV PEMBERITAAN yang paling populer, independent dan masih mempertahankan integritasnya ini berubah nama menjadi TV INFOTAIMENT mengingat sudah menjamurnya Stasiun TV yang berbasis Infotaiment?!

Ada apa dengan TV. ONE ? dan ada apa dibalik pergantian CEO TV. ONE ARDIANSYAH BAKRIE? Benarkah sebelum diambilnya keputusan merubah JARGON TV dan pergantian CEO ada kekuatan besar dari dalam pemerintahan yang mengintervensi kebijakan stasiun Televisi tersebut mengingat Rumor yang beredar di luar sana tentang adanya mantan jenderal dan seorang jenderal aktif yang meminta hal tersebut yang kebetulan keduanya merupakan orang di dalam lingkaran kekuasaan.

Kalau memang Benar hal tersebut terjadi sudah semakin sakit saja Negeri ini karena PERS adalah merupakan salah satu pilar penegakan dalam demokrasi ternyata sengaja di berangus dan ingin diatur sedemikian rupa agar seluruh konten isi beritanya sesuai dengan kehendak dan selera para penguasa yang saat ini sedang berkuasa dalam rangka untuk mempertahankan syahwat sang penguasa yang dzalim tersebut.

Sudah sangat keblinger apabila hal ini terus dilakukan oleh rezim yang secara represif mulai melakukan pembungkaman pembungkaman terhadap kebebasan pers dan kebebasan berekspresi yang menjadi hak azasi setiap individu karena di lindungi oleh Undang-undang dasar karena pembungkaman terhadap media seharusnya tidak di lakukan mengingat NEGARA sudah memutuskan model DEMOKRASI sebagai pilihan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan sudah meninggalkan cara-cara Status Quo semenjak Reformasi 1998 berlangsung.

Aturan Model Demokrasi apa yang saat ini sesungguhnya sedang di laksanakan dibawah kepemimpinan rezim petugas partai saat ini karena sudah sangat sering masuk ke wilayah yang seharusnya bebas dari intervensi kekuasaan?! Katanya ini NEGARA HUKUM tapi secara Kasat Mata Kita bisa melihat yang terjadi malah Model NEGARA KEKUASAAN seperti yang ada dalam teory sangyang yaitu NEGARA HARUS SEPERTI SINGA dan semua harus tunduk dan harus ikut petuah sang paduka yang berkuasa?!

Model Negara Kekuasaan Pernah di Praktekkan di era Status Quo karena di atur oleh regulasi saat itu tapi model Negara yang saat ini malah lebih parah dari Rezim Status Quo karena tidak ada regulasi yang mengatur serta seringnya menabrak Aturan Main ( regulasi yang ada) seolah out of the box tapi nyatanya malah ingin mengatur lebih jauh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui model bernegara “Semau Gue”

Mudah-mudahan badai yang menimpa TV. ONE atau pun ILC akan segera berlalu dan ini menjadi alat bersatunya para jurnalis dan seluruh mantan jurnalis untuk kembali konsolidasi untuk merumuskan tujuan dan Quo Vadis PERS di masa mendatang untuk dapat lebih menata keberadaan PERS ke depan agar tetap berada di jalur independent bersama rakyat yang selalu ditindas oleh penguasa yang dzalim…

Wauwlahul Muafiq illa Aqwa Mithoriq wassalam mualaikum wr, wb …

Oleh : Pradipa Yudhanegara

PYN
Jakarta, 12 Maret 21017 pukul 16.46 bbwi [cjo]


Silahkan Komentar yang Santun





Silahkan Bagikan Jika Bermanfaat

Related Posts

Previous
Next Post »