Aksi 212 : Awas Dibengkokkan !



Oleh : Abu Fikri (Analis Pusat Kajian Data Analisa)

Mencermati secara jeli tahap demi tahap aksi damai bela islam adalah sesuatu yang penting dan menarik. Terutama beberapa hari menjelang 212 terjadi. Berbagai spekulasi, optimisme, pesimisme dan pragmatisme muncul ke permukaan. Menggambarkan suasana sikap dan pandangan beragam arti dari aksi bela islam dari berbagai kalangan. Semua akan memetik hikmah atas sikap, pandangan dan tindakan yang dilakukan. Siapa yang akan bermain api akan menuai badai. Siapa yang akan menyiram air akan memanen hasil. Bijak mendengar pepatah Jawa "sing sopo nandur mongko bakal ngunduh" (Barang siapa yang menanam pasti akan memanen). Nampak begitu jelas berbagai kepentingan politik mengambil kesempatan pada peristiwa ini. Sejak awal aroma Ahok dan Revolusi Sosial begitu menyengat. Mengindikasikan kuat adanya sebuah perubahan penting di negeri mayoritas muslim yang gemah ripah loh jinawi ini.

Sebuah perubahan penuh jalan berliku dan membutuhkan ketajaman kejernihan kemana ujung akhir perubahan ini akan dituju. Siapa lawan dan kawan sebenarnya di tengah kentalnya adu domba dan fitnah. Bahkan perubahan karakter kawan dan lawan bisa terjadi dalam hitungan detik. Seperti mengingatkan arti penting sebuah gabungan kekuatan antara keyakinan (aqidah), syariah, dakwah, dan siyasah. Gabungan kekuatan yang dibutuhkan dalam medan pergolakan politik dan pemikiran. Kecuali jika kondisi dan yang dominan mengkondisikan menjadikan medan itu berubah. Menjadi medan pergolakan fisik sebagaimana pernah tercatat secara historis di negeri ini atau yang terjadi di negeri lain. Siapa menginginkan apa akan sangat ditentukan oleh seberapa kekuatan global memainkan peran dominan melalui berbagai kekuatan politik di tingkat lokal maupun nasional. Tidak bisa dipungkiri momentum bela islam yang dipicu oleh penistaan islam oleh Ahok di balik latar begitu kuatnya cengkeraman neo liberalisme dan neo imperialisme yang memasung hampir semua penguasa di negeri ini. Sejak awal Ahok dan Jokowi mengindikasikan kuatnya kebijakan negara berpihak kepada kepentingan Aseng (Tiongkok) pasca dalam pusaran kepentingan Asing (Amerika) yang telah bercokol kuat sebelumnya.

Dibutuhkan komitmen kesamaan visi perjuangan yang sama menghadapi momentum ini. Penistaan islam oleh Ahok dengan segala dinamika proses hukum dan opini yang berkembang seputarnya mengisyaratkan beberapa hal sebagai berikut :

Pertama, tarik ulur dan lambannya proses hukum Ahok seolah memberi sinyal adanya kekuatan besar yang memback upnya. Dan seperti menyimpan kotak pandora adanya konspirasi politik yang akan membongkar skenario bobroknya para penguasa.

Kedua, kontroversi di antara pengambil kebijakan negara atas gelombang bela islam yang ditunjukkan tampilan sikap yang berbeda menunjukkan friksi di antara berbagai elit politik, penguasa, dan militer  termasuk polri.

Ketiga, krisis kepercayaan rakyat terhadap berbagai kebijakan negara yang merugikan terutama umat islam yang mayoritas di negeri ini terutama tentang kepemimpinan negara.

Keempat, adanya problem sistemik yang begitu menggurita di berbagai bidang meski kampanye lipstik tentang keberhasilan kebijakan negara dilakukan.

Dalam kerangka menyamakan visi perjuangan dibutuhkan silaturahim antar berbagai elemen. Harus disadari sebagaimana yang diingatkan oleh Panglima TNI bahwa umat islam adalah benteng terakhir di negeri ini. Dengan kata lain umat islam lah sejatinya pemilik sah yang secara historis dan empiris berkontribusi besar dalam sejarah perjalan kehidupan bernegara sejak jaman penjajahan, kini dan yang akan datang. Dan umat islam sangat meyakini bahwa islam lah ajaran kehidupan yang mampu merealisasikan kehidupan damai seluruh manusia baik muslim maupun non muslim. Inilah karakter islam rahmatan lil alamin sesungguhnya. Bukan islam rahmatan lil alamin sebagaimana kerangka arahan Amerika yang dipropagandakan oleh para anteknya dengan bayaran. Melainkan islam rahmatan lil alamin yang tegak mandiri di atas kekuatan kekuasaan islam bebas dari segala dikte asing maupun aseng.

Penyamaan visi perjuangan semua elemen melalui silaturahim harus merealisasikan kekuatan politik umat islam yang tidak terjebak pada kanalisasi kepentingan dan ritme pertarungan yang dibuat oleh musuh. Rentetan bela islam 411 hingga 212 harus dibawa rel perjuangan yang murni untuk menuntut keadilan atas Ahok sebagai simbol kuatnya cengkeraman neo liberalisme dan neo imperialisme. Dan solusi atas problem itu tidak lain harus kembali kepada islam yang memuat ajaran syariah, dakwah, jihad dan khilafah. Maka tidak ada alasan lagi untuk terus mengobarkan semangat jihad sebagaimana yang menjadi karakter para pejuang mujahid yang telah mengorbankan jiwa, raga dan harta dari segala bentuk penjajahan dulu hingga yang akan datang. Momentum aksi 212 adalah tahapan di antara tahapan untuk memenangkan islam dan menolong agama Alloh sesuai dengan janji Alloh atas ijin Alloh dengan cara sesuai syariat islam bukan dengan cara komunis sosialis atau operasi intelijen ala Inggris dan Amerika yang memanfaatkan sebagian anggota Dais (Daulah Islamiyah) yang sedari awal siap syahid. Kesadaran islam sepenuhnya oleh umat islam yang cinta damai akan menjadi pondasi kekuatan politik umat islam sebenarnya. Maka ingatlah firman Alloh :

ﻭَﻣَﻜَﺮُﻭﺍ۟ ﻭَﻣَﻜَﺮَ ﭐﻟﻠَّﻪُ ﻭَﭐﻟﻠَّﻪ
ُ ﺧَﻴْﺮُ ﭐﻟْﻤَٰﻜِﺮِﻳﻦ

َ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS. ali Imran ayat 54).Allahu a'lam bis showab.

Alhamdulillah, Peserta Aksi Jalan Kaki dari Ciamis Telah Tiba di Bandung




Peserta aksi jalan kaki dari Ciamis pada Rabu (30/11/2016) dini hari telah masuk di wilayah Bandung, lapor Islamic News Agency (INA).

Rombongan yang terdiri dari para santri, pelajar, akttivis Islam, guru ngaji, yang dikawal ulama dan habaib tiba di Rest Area Kampung Nagreg, Jl.Raya Nagreg KM 34, Nagrog, Cicalengka, Bandung, Jawa Barat pada pukul 23.00 dini hari. Mereka beristirahat setelah berjalan selama 17 jam.

“Kami start jam 06.00 pagi dari perbatasan Tasik-Ciamis dan baru sampai di Kampung Nagreg pukul 23.00,” ujar Ketua FPI Kabupaten Ciamis, Haji Titing saat ditemui Islamic News Agency di Rest Area Kampung Nagreg pada Rabu.

Menurutnya, sebagian santriwati dan peserta jalan kaki dari kaum wanita sudah dipulangkan terlebih dahulu ke rumah masing-masing.


 Pada hari kedua, rombongan aksi jalan kaki ini mendapat sambutan meriah dari warga sepanjang jalur lintasan menuju Jakarta. Sambutan paling meriah terjadi di wilayah Malangbong, Garut.

“Kami tadi sempat beristirahat sekitar satu jam di Malangbong. Di sana sambutannya sangat meriah. Warga turun ke jalan membagikan air dan makanan. Di sepanjang jalan orang menyambut kita,” ujar Haji Titing kepada kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini.

Rencananya, peserta aksi jalan kaki akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta via Bandung.

“Kabarnya, Gubernur Aher (Ahmad Heryawan) juga akan menyambut di Masjid Pusdai. Tapi lihat saja besok (hari ini: red)” tukas dia. []

Dibalik Jeruji Besi, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Sampaikan Apresiasi Atas Kebangkitan Umat Islam Saat Ini



Ustadz Abu Bakar Baasyir menyampaikan apresiasi atas gelombang kebangkitan ummat Islam yang saat ini terjadi di Indonesia, dan mendoakan agar semoga kebangkitan ini terus berkembang dalam bimbingan Allah swt. serta mengembalikan kedaulatan Ummat islam di negeri Indonesia tercinta kita. Hal tersebut disampaikan oleh putra ketiga beliau yaitu Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir.

“Ustadz Abu Bakar Ba’asyir berharap agar para Ulama terus membimbing Ummat ke jalan Jihad membela Islam yang diridhai Allah, menjauhkan Ummat dari segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan, membimbing mereka menuju tegaknya Syariat Allah dan membangun Ummat untuk menjadi bangsa yang besar dalam bimbingan Syariat Allah swt.” Ungkap Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir Ahad, (27/11).

Jihad Ummat yang sedang bangkit ini harus diarahkan kearah yang benar dan tidak boleh padam hanya pada kepentingan-kepentingan politik sesaat yang jauh dari nilai perjuangan tegaknya Islam.

Ustadz Abu Bakar Baasyir juga mengajak Ummat Islam Indonesia agar selalu waspada dari tipu daya musuh-musuh yang datang ingin menguasai negeri ini dan menjajah rakyatnya untuk dipaksa tunduk pada kekufuran dan keingkaran kepada Robbul Alamin.


“Ummat harus semakin dekat dengan Alqur’an dan memiliki semangat untuk mempelajarinya serta mengamalkan isinya kedalam kehidupan sehari-hari mereka. Mengajarkan Alqur’an kepada anak dan cucu agar menjadi generasi penerus yang dekat dengan Ridho Allah dan menjadi Ummat yang mulia sebagaimana para sahabat Nabi SAW.” Ujar Ustadz Abdul Rochim menirukan ayahnya.

Yakinlah bahwa hanya dengan kembalinya Ummat ini kepada ajaran Ilahi maka kemuliaan mereka akan kembali tegak dan Ummat Islam Indonesia akan kembali menjadi Singa Asia tenggara yang disegani oleh bangsa-bangsa Dunia serta diridhai oleh Tuhan alam semesta.

Terakhir, Ustadz Abu bakar Baasyir menyampaikan bahwa dibalik jeruji besi penjara ini, tangan beliau tak hentinya menadah ke langit mendoakan kemenangan bagi Islam dan Ummat Islam di negeri ini agar diberi kemenangan dan kekuatan serta lindungan dari segala makar jahat musuh-musuhnya. [panjimas]

Takut Kemarahan Kaum Muslimin, Aung San Suu Kyi Batalkan Ke Indonesia



Pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, membatalkan perjalanan ke Indonesia, Senin (28/11). Pembatalan itu diputuskan karena adanya gelombang unjuk rasa di Indonesia terhadap Pemerintah Myanmar atas insiden kekerasan yang menimpa Muslim Rohingya.

Kekerasan tersebut telah menyebabkan ratusan Muslim tewas dan membuat Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim, marah. Selain itu, kekerasan juga menunjukkan brutalnya tentara Myanmar di bawah otoritas Suu Kyi.

Dilansir dari Wall Street Journal, Juru Bicara Kementerian Myanmar, Kyaw Zaya, mengatakan unjuk rasa yang terjadi di Jakarta sejak Jumat lalu mempengaruhi keputusan Suu Kyi untuk menunda kunjungan. Menurutnya, kunjungan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.

Di Jakarta, Kepolisian Indonesia telah menahan sejumlah terduga teroris ISIS yang berencana akan meledakkan bom di beberapa tempat. Salah satu target bom adalah Kedutaan Besar Myanmar di Indonesia.

Ratusan pengungsi Rohingya melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine sejak kekerasan terjadi pada Oktober lalu. Kekerasan bermula dari adanya serangan terhadap pos-pos keamanan, yang menewaskan sembilan polisi Myanmar.


Citra satelit dari Human Right Watch menunjukkan, desa-desa di wilayah sekitar Maungdaw dibakar. Lembaga bantuan dan wartawan dilarang memasuki area tempat 150 ribu Rohingya disiksa tanpa makanan dan obat-obatan.

Amerika Serikat (AS) turut memberikan peringatan terhadap Myanmar. Pemerintah AS meminta adanya investigasi dan akses bagi media.

Juru Bicara Kepresidenan Myanmar, Zaw Htay, menyanggah tuduhan bahwa Militer Myanmar telah membakar rumah-rumah milik etnis Rohingya. Ia juga menolak tuduhan pemerkosaan terhadap perempuan Rohingya.

Suu Kyi sendiri hanya mengatakan tidak ada yang bisa disalahkan sampai fakta-fakta sebenarnya terungkap. Sejumlah pengamat internasional menganggap sikap diam Suu Kyi menjadi pembiaran bagi Militer Myanmar untuk melakukan pembunuhan dan pembakaran rumah Rohingya. (rp)

Aa Gym Kerahkan 10.000 Santri pilihan untuk Aksi 212



KH Abdullah Gymnastiar akan mengerahkan 10 ribu santrinya untuk menjadi tim kebersihan dalam aksi Bela Islam jilid III. Aksi yang bertajuk ‘Aksi Super-Damai 212’ itu akan digelar sejak pagi hari sekira pukul 08.00 WIB hingga Salat Jumat di Lapangan Monas pada Jumat 2 Desember 2016.

Kiai yang akrab di panggil Aa Gym itu menjelaskan, pada aksi 4 November, ia hanya mengerahkan 1.500 santrinya. Ribuan santrinya itu bertugas memungut sampah para demonstran yang datang dari berbagai pelosok nusantara. Untuk aksi Jumat besok, puluhan ribu santrinya akan dilengkapi dengan alat kebersihan, seperti sapu dan perlengkapan lainnya.

“Para santri nantinya dibekali alat kebersihan seperti sapu dan yang lainnya, jadi lebih banyak dari aksi 4 November kemarin,” terang Aa Gym di Kantor MUI, Menteng Jakarta Pusat, Senin, (28/11/2016).

Pada 2 desember, selain menjadi tim kebersihan saat aksi berlangsung, Aa Gym juga mengerahkan santrinya untuk ikut berdoa bersama agar kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok saat menyitir Surah Al Maidah Ayat 51 pada pidatonya di hadapan warga Kepulauan Seribu itu akan segera selesai.


“Kalau niatnya baik, caranya baik, pasti hasilnya juga baik, makanya kita bersama-sama berdoa kepada Allah, agar kasus ini (Ahok) segera terang benderang, agar dunia pun juga bisa melihat kalau di Indonesia jutaan Muslim bereaksi damai,” tandas Aa Gym.

Sekadar diketahui, setelah menggelar dialog, tercapai kesepakatan antara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dengan GNPF MUI bahwa aksi damai 2 Desember 2016 dilaksanakan di Lapangan Monas, bukan di Jalan Thamrin-Sudirman.

Keputusan itu diambil karena aksi salat Jumat di jalan protokol akan mengganggu ketertiban umum dan jadi preseden buruk ke depannya. Menurut Tito, aksi seperti itu bisa diikuti oleh massa di daerah lain di Indonesia sehingga mengganggu ketertiban dan keamanan. [okz]

Meski Sudah Sudah Sepakat Aksi 212, Polri Kembali Larang Umat Muslim di Daerah tak ke Jakarta




Meski Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sudah menyepakati aksi bela Islam pada 2 Desember di Monas. Aksi super damai itu hanya diisi oleh kegitan zikir, tausiah dan salat Jumat.

Namun, Polri kembali mengimbau massa dari daerah tidak ikut ke Jakarta. Mereka sebaiknya melakukan zikir di wilayahnya masing-masing.


“Daerah-daerah diimbau andaikan bisa dilaksanakan zikir atau istigosah itu sesuatu yang baik ketimbang harus ke Jakarta, jadi masyarakat dipilih segala sesuatu yang efisien dan tidak menimbulkan risiko yang besar,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/11) malam.

Imbauan itu diutarakan karena Polri mengklaim, demi keselamatan perseta aksi pada 2 Desember nanti. “Kalau masyarakat iring-iringan terlalu jauh juga berisiko, lebih baik semangat melakukan istigosah di daerah itu bagian yang dianjurkan.” [akt]

[Video Viral] Tangis Haru sambut sepanjang jalan Santri Pejalan Kaki Peserta Aksi #BelaIslam III



Subhanallah Dahsyat Sekali semangat membela Islam dari Umat Islam Ciamis, Jawa Barat. Meskipun PO BUS atau Rental Sewa Transportasi ditekan oleh pihak pihak tertentu supaya tidak menyewakan kepada peserta Aksi Bela Islam III 2 Desember, kalau tetap menyewakan, maka ada ancaman izin usahanya dicabut, namun umat Islam Ciamis dengan semangat jihad dan pengorbanannya mereka JALAN KAKI dari Ciamis ke Jakarta.


Aksi Jalan Kaki ini dimulai Senin (28/11/2016). Ribuan massa umat Islam Ciamis Jalan Kaki Ke Jakarta menempuh sejauh kurang lebih 300 KM.

Ulama Ciamis, KH Nonop Hanafi mengatakan, umat Islam Ciamis menggelar aksi estafet jalan kaki ke Jakarta mulai Senin (27/11) demi mengikuti aksi bela Islam pada 2 Desember mendatang. Aksi tersebut sekaligus bentuk tuntutan agar tersangka dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera dimasukkan sel tahanan.

"Pesannya kami nuntut hukum ini tak terkait Pilkada, tak ada unsur politik disini karena kami ingin tunjukan umat Islam sekali disentil ini bisa bersatu," tegasnya.

"Yang ingin berangkat 50 bus, tapi kami kontak PO bus akhirnya tidak ada. Oke lah kami jalan kaki saja semampunya sampai dimana, nanti diestafetkan, harus optimistis massa sepuluh ribu kalau diakumulasi," ujarnya.

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 2 itu mengakui, tidak mudah berjalan kaki dari Ciamis sampai Jakarta yang jaraknya sekitar 300 kilometer.


Namun subhanallah... sambutan masyarakat di sepanjang jalan yang dilalui sangat luar biasa. Berbondong-bondong masyararkat ulurkan bantuan. Ada yang berupa makanan dan uang. Tangis haru mereka mendoakan keselamatan pada peserta Aksi Jalan Kaki 212 ini.

Subhanallah..

Ini kisah seperti kala para Muhajirin disambut Anshor saat hijrah ke Madinah. Atau kisah pasukan gerilyawan Jenderal Soedirman yang dibantu masyarakat.

Berikut Videonya :


Klarifikasi Yusril tentang Plintiran berita Detik News



Mengenai pemberitaan bahwa Yusril Ihza Mahendra menjadi pendukung Ahok, Yusril memberikan klarifikasi bahwa media tertentu memelintir esensi ucapannya. ”Yang saya benarkan adalah statemen bahwa Ahok masih bisa ikut Pilkada. Saya tidak membenarkan apa yang ditulis detik.com karena itu sudah persepsi dan tafsiran mereka”, tuturnya (28/11).

Terkait dengan UU Pilkada, Yusril menilai bahwa dirinya mengatakan hal yang benar meski itu pahit untuk didengar. Yusril membatasi diri bicara dari sudut hukum dan perundang-undangan agar tetap adil dan tetap berpegang pada hukum yang dihormati bersama. “Saya dukung dia tetap ikut pilkada. Cukup jelas pernyataan saya. Soal dugaan penistaan agama, hukum dan keadilan wajib ditegakkan”, lanjut Yusril.

Lebih lanjut Yusril mengatakan bahwa dirinya sudah berulangkali mengatakan pelanggaran terhadap hukum, mesti diproses dan ditegakan keadilan. “Dalam keyakinan saya, menegakkan syari’ah dalam konteks jinayat baik hudud maupun ta’zir hal itu adalah kewenangan negara, bukan kewenangan individu. Andai saya berhasil menangkap maling di rumah saya, saya tetap tidak berwenang melaksanakan jinayat (hudud) terhadap si pencuri”, ungkapnya.


Yusril menegaskan bahwa selayaknya para elit politik mesti mengedepankan sikap gentlemen. “Saya pribadi, kalau saya bertarung dengan seseorang atau dengan kelompok manapun, saya akan bersikap gentlemen. Pertarungan harus berlangsung secara adil dan fair. Sudah sering itu saya lakukan. Saya akan tetap jadi petarung sejati, insya Allah, sampai kapanpun. Mudah2an Allah meridhai saya. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan saya”, paparnya.

Yusril mengajak para tokoh Islam untuk jadi pemain, bukan menjadi mainan politik kelompok-kelompok tertentu. “Jangan mudah diprovokasi kelompok lain tanpa berpikir panjang, gampang dipecah belah dan diadu domba satu sama lain. Umat Islam disuruh jadi martir, tapi kalau sudah menang, mereka ditinggal dan kemudian dikuasai kelompok lain. Tidakkah umat Islam negeri ini mau memetik pelajaran dari sejarah dengan mengedepankan rasionalitas daripada emosi?”, pungkasnya. [persis.or.id]

Metro TV Memohon perlindungan khusus saat Liput Aksi 212




Setelah Kapolri dan GNPF-MUI menyampaikan kesepakatan bersama terkait Aksi Bela Islam 212, Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir memberikan kesempatan kepada media untuk bertanya.

Pertanyaan pertama berisi permintaan perlindungan keamanan dari Polri untuk media khususnya MetroTV, Kompas TV dan Berita Satu yang pada Aksi 411 merasa ketakutan.


“Pak, yang mau saya tanyakan, apakah ada perlindungan terhadap teman-teman media Pak? Karena kemarin sebagian dari teman-teman media khususnya televisi, ini buat Pak Kapolri juga, bahwa kita kemarin sebagai teman-teman media merasa ketakutan Pak. Karena kita dianggap tidak pro, ataupun ada yang dianggap pro ada yang dianggap kontra, begitu Pak. Sementara kita kan hanya petugas juga Pak sama seperti kepolisian, begitu kan Pak. Mungkin bukan terjadi di MNC Pak, tetapi terjadi di teman-teman Metro TV dan Kompas TV maupun Berita Satu. Apakah ada perlindungan bagi kita di lapangan Pak karena kita juga bertugas untuk masyarakat Pak. Kita buat berita. Jadi kami mohon sekali Pak pada Pak Kapolri,” tanya wartawan MNC dalam rangkaian konferensi pers di Kantor MUI, Senin (28/11/2016).

“Kita sudah paham. Jadi beritakan saja yang obyektif. Beritakan apa adanya. Membaur dengan masyarakat dengan baik. Tidak over akting. Syukur-syukur kalau ikut dzikir juga. Insya Allah tidak akan diganggu. Kita akan amankan tetapi yang paling utama adalah pengamanan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” jawab Kapolri disambut amin para peserta di kantor MUI. [tn]

Kebakaran Israel Hari ke Enam: 1800 Apartemen dan 10 Ribu Hektar Lahan Dilalap Api




Kebakaran yang melanda wilayah pendudukan penjajah Israel masih berlanjut di hari ke enam, dimana gelombang api yang sebelumnya banyak aktif di Haifa, kini di Halamish sejumlah titik api bermunculan.


Sebagaimana dilansir oleh Jerusalem Onlilne (27/11/2016) bahwa kini, kebakaran yang melanda wilayah penjajahan Zionis telah menyebabkan setidaknya 1800 apartemen dan 10 ribu hektar lahan terbakar.

Kabakaran masih berlanjut meski telah dikerahkan 2000 tenaga pemadam kebakaran yang dibantu oleh tenaga dari 15 negara. [hdy]

Beredar Keset Dari Sobekan Alquran, PP Muhammadiyah : Itu Pelecahan,usut sampai Tuntas!!



Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, mengemukakan perbuatan memasukkan sobekan Alquran ke dalam keset tidak dibenarkan, apapun alasannya. Pasalnya, bagaimana pun Alquran merupakan kalam Ilahi yang suci bagi umat Islam.

"Siapapun pelakunya, itu tindakan merendahkan ayat Alquran dan tidak dibenarkan. Baik motif bisnis apalagi niatnya menimbulkan keresahan, perbuatan tersebut sama dengan pelecehan kitab suci," kata Haedar pada Republika.co.id, Senin (28/11).

Menurutnya, seandainya pun ada Alquran yang sudah tidak terpakai, sebaiknya pihak percetakan menarik kitab tersebut dari peredaran. Selanjutnya Alquran yang sudah ditarik dari percetakan harus dimusnahkan dengan cara yang baik.


Terkait kasus keset berisi sobekan diduga Alquran, Haedar meminta agar masyarakat bersikap tenang dan tidak mudah terpancing amarah. "Umat jangan terpancing, tetapi produsernya harus diusut," ujar Haedar.

Sebelumnya, keset berisi sobekan diduga Alquran ditemukan oleh warga Prambanan, Yogyakarta, bernama Fauzi, Ahad (27/11). Setelah dilakukan penyelidikan oleh Pemuda Muhammadiyah, Kecamatan Prambanan, dan Polsek Prambanan, keset serupa juga ditemukan kembali di Pasar Prambanan, Senin (28/11).

Saat ini pihak kepolisian setempat sedang menyelidiki lebih dalam kasus keset tersebut. Petugas Polsek Prambanan pun mengamankan belasan keset yang dijual di toko perabotan rumah tangga milik seorang pedagang di Pasar Prambanan.[republika]

PO Bus dilarang angkut, Ribuan Santri Ciamis Jalan kaki Kejakarta untuk Aksi 212



Ulama Ciamis, KH Nonop Hanafi mengatakan, umat Islam akan menggelar aksi estafet jalan kaki ke Jakarta mulai Senin (27/11) demi mengikuti aksi bela Islam pada 2 Desember mendatang. Aksi tersebut sekaligus bentuk tuntutan agar tersangka dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera dimasukkan sel tahanan.

Pimpinan Ponpes Miftahul Huda 2 itu mengakui, tidak mudah berjalan kaki dari Ciamis sampai Jakarta yang jaraknya sekitar 300 kilometer. Sehingga, dia berharap, umat Muslim lainnya bisa membuatkan posko di sepanjang perjalanan menuju Jakarata. Tujuan posko sebagai tempat istirahat maupun makan dan minum peserta aksi.





"Kami akan sediakan di titik posko ada mobil ke tempat istirahat bagi yang tidak kuat. Kami kontak beberapa tempat untuk sediakan makanan dan minuman. Kami minta pada Allah semoga diberikan kekuatan, nanti ini estafet sambung menyambung," katanya pada Republika.co.id.

Nantinya, dalam aksi ini, dia menjelaskan, tak semua Muslim dari Ciamis akan berjalan kaki sampai Jakarta. Melainkan akan terjadi estafet dari tiap rombongan Muslim dari Ciamis, Tasik, Garut, Bandung hingga Jakarta.

"Yang ingin berangkat 50 bus, tapi kami kontak PO bus akhirnya tidak ada. Oke lah kami jalan kaki saja semampunya sampai di mana, nanti diestafetkan, harus optimistis. Massa sepuluh ribu kalau diakumulasi," ujarnya.

Ia menyatakan pesan dari aksi ini agar Ahok segera masuk tahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka. Dia pun membantah ada muatan politik dalam aksi kali ini. Menurutnya, aksi ini murni sebagai respons umat atas penistaan agama yang dilakukan Ahok.

"Pesannya kami nuntut hukum ini tak terkait Pilkada, tak ada unsur politik di sini karena kami ingin tunjukkan umat Islam sekali disentil ini bisa bersatu," tegasnya.

Alot, Akhirnya Aksi #BelaIslam III Digelar di Lapangan Monas



Kepolisian dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) sepakat bahwa aksi demonstrasi Bela Islam jilid III akan digelar di lapangan Monas, Jakarta pada 2 Desember 2016 dari rencana semula di Bunderan Hotel Indonesia (HI) dan sepanjang MH Thamrin dan Sudirman. Aksi damai ini menuntut pelaku penistaan agama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan.

"Kami akan lakukan aksi super damai dengan menggelar sajadah," kata Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat konferensi pers di bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian di MUI, Jakarta seperti dikutip Beritasatu News Channel,  Senin (28/11).
Dia mengatakan, aksi super damai yang dimaksud adalah doa bersama dan solat bersama di lapangan Monas mulai pukul 08.00 WIB hingga sholat Jumat. "Sebelumnya kami akan menggelar Aksi Bela Islam III di Bunderan HI, namun polisi memberikan alternatif lain yakni solat jumat di Istiqlal, akhirnya kita sepakati menggelar aksi damai di lapangan Monas," kata pria yang juga menjabat Ketua Dewan Penasehat GNPF MUI ini.

Riziek juga mengapresiasi sekaligus memberikan penghargaan tertinggi kepada MUI yang telah menjembati FPI dengan pemerintah sehingga terbuka komunikasi.

Sementara Kapolri Tito Karnavian mengatakan, pihaknya mengimbau kepada seluruh peserta aksi agar tidak mengganggu warga lain dan ketertiban umum. "Tujuannya agar masyarakat tetap tenang," kata dia.

Tito juga berharap, agar demo 2 Desember berjalan lancar dan damai serta tidak ada pihak yang mendompleng aksi damai tersebut dengan memanfaatkan suasana.[beritasatu]

Di Tengah Kebakaran Hebat melanda,100 Warga Israel Serang Masjid Al Aqsa



Kurang lebih seratus pemukim Israel kembali menyerbu kompleks Masjid al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem al-Qud. Semua terjadi dalam suasana ketegangan antara pasukan militer Israel dan demonstran Palestina di wilayah pendudukan.

Koordinator media di lembaga untuk wakaf dan peninggalan al-Aqsa, Mahmoud Abu Atta mengatakan pada Kantor Berita SAFA seperti dilansir dari Press TV pada Ahad (27/11), terdapat 96 pemukim ilegal masuk dikawal oleh beberapa kelompok pasukan Israel.

Mereka juga dipimpin oleh sejumlah pemandu dan rabi memasuki situs melalui Bab al-Maghariba pada Ahad pagi. Para pemukim diketahui melancarkan persinggahan panjang di berbagai bagian dari halaman Masjid al-Aqsa selama kedatangan tersebut.

Abu Atta menambahkan, tentara Israel dengan lengkap pun hadir di gerbang pintu masuk ke masjid, dan benar-benar pemeriksa kartu identitas kedatangan para jamaah. Namun kemudian, para pemukim pun meninggalkan kompleks Masjid al-Aqsa melalui Bab al-Selseleh.
Adapun, Kompleks Masjid al-Aqsa adalah titik dari situs Islam, yang suci untuk orang Yahudi dan Kristen juga. Masjid ini tempat suci ketiga Islam setelah Makkah dan Madinah di Arab Saudi.

Namun, wilayah Palestina yang diduduki terjadi ketegangan sejak pasukan Israel memberlakukan pembatasan masuknya jamaah Palestina ke dalam kompleks Masjid al-Aqsa di Yerusalem Timur al-Quds di Agustus 2015. Lebih dari 260 warga Palestina telah kehilangan nyawa mereka di tangan pasukan Israel di ketegangan sejak awal Oktober lalu. Kekerasan itu juga telah menewaskan sedikitnya 32 warga Israel, dua orang Amerika, seorang Eritrea dan Sudan.

Sebelumnya pada 11 November 2016 lalu juga 100 pemukim menyerbu kawasan Masjidil Al Aqsa. Serangan itu dianggap melanggar hukum internasional. Hal ini karena masjid yang dihormati umat muslim itu terdapat perjanjian larangan Yahudi beribadah di masjid.[republika]

Terbitkan Maklumat, Kapolda Jateng larang Warga Unjuk rasa Ke jakarta



Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Condro Kirono, mengeluarkan maklumat terkait rencana adanya aksi demo 2 Desember mendatang. Ada lima poin dalam maklumat tersebut mulai dari himbauan kepada peserta demo hingga fasilitator transportasi dan ancaman pidana jika melanggar Undang-undang.

Maklumat tersebut dibacakan Condro saat Apel Konsolidasi dalam rangka mengawal Kebhinnekaan di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang. Condro memimpin apel bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen Jaswandi.

Condro mengatakan, melihat dari aksi demo 4 November lalu di Jakarta yang berakhir dengan sejumlah aksi pidana, maka dirinya menyampaikan maklumat untuk menjaga warga Jawa Tengah. Ada lima poin dalam maklumat yang dibacakan, yaitu:

A. Agar masyarakat Jawa Tengah dalam menyampaikan pendapat di muka umum/unjuk rasa/demonstrasi, dilaksanakan di wilayah Kabupaten/Kota masing-masing se-Provinsi Jawa Tengah yang pelaksanaannya dibatasi mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998.

B. Dalam penyampaian pendapat di muka umum/unjuk rasa/demonstrasi masyarakat Jawa Tengah berkewajiban dan bertanggungjawab menghormati hak-hak dan kebebasan orang lain, mematuhi hukum dan ketentuan perundang-undangan, tidak menggaggu ketertiban umum, serta menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

C. Dalam menyampaikan pendapat dimuka umum/unjuk rasa/demonstrasi dilarang membawa senjata api, senjata tajam , senjata pemukul atau benda-benda yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Darurat Republik Indonesia nomor 12 tahun 1951 dan dapat diancam hukuman selama 10 tahun, hukuman seumur hidup, dan maksimal hukuman mati.

D. Pemberian fasilitas sarana dan prasarana dalam menyampaikan pendapat di muka umum/unjuk rasa/demonstrasi yang menimbulkan tindak pidana bisa dikenai sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

E. Penggunaan sarana transportasi, angkutan untuk kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum/unjuk rasa/demonstrasi harus sesuai dengan trayek dan peruntukannya sebagaimana diatur Undang-undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.
"Demikian maklumat ini dibuat untuk dipatuhi dan dilaksanakan demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat serta terjaganya keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa," kata Condro mengakhiri maklumatnya, Senin (28/11/2016).

Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen Jaswandi dalam amanatnya menambahkan, TNI dan Polri solid menjaga keamanan dan perdamaian khususnya di Jawa Tengah. "Saya meyakini dan percaya solidnya TNI Polri menjamin keamanan dan kedamaian wilayah Jawa Tengah," tegasnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menegaskan pihaknya sudah melakukan koordinasi untuk menjaga keamanan di wilayahnya. Namun ia menegaskan untuk menegakkan aturan, maka pasukan yang siang ini melakukan apel tidak boleh ragu.

"Tapi kita tidak pernah ragu. Jika melebihi ketentuan, kita tegakkan tanpa ragu, tanpa pandang bulu, pasukan tidak boleh ragu. Ini penguatan karena di tangan kitalah Indonesia akan terus," ujar Ganjar.

Namun Ganjar menekankan, apel yang digelar dan diikuti ratusan anggota TNI Polri itu tidak untuk menghadapi rakyat sendiri, namun untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan.

"Ini tidak untuk menghadapi rakyat sendiri, apel ini dalam rangka kebhinekaan, menjaga anak-anak ibu pertiwi yang nantinya akan menjaga kemakmuran bersama untuk menuju cita-cita proklamasi, kita akan jaga bareng-bareng," pungkasnya. (dtk)

Kalrifikasi FPI terhadap Fitnah dari Personil Supeman Is Dead




Ahad kemarin beredar Postingan salah satu Personel Superman Is Death Jerink, yang mengunggah Foto Rombongan FPI berfoto bareng dengan Tommy winata dan kawan kawan.

dengan nada Sarkas Akun Jrxsid menulis dalam Captionya " FPI dan Tommy Winata (Pihak dibalik Reklamasi teluk Benoa). Kalian masih percaya demo 411 dan demo berkedok agama lainya murni tentang Agama?mau saja dibodhi elit politik "

Caption diatas bermaksud menyindir bahawa di balik Aksi #BelaQuran ada Tommy winata dan Klanya, dan mengarahkan pada persaingan bisnis.

Sontak Netizen banyak yang kaget. kemudia Foto diatas Di klarifikasi oleh Akun Official DPP FPI |

yang kami kutip sebagai berikut :

A photo posted by DPP.FPI (@dpp.fpi) on


Orang China Ngefans dengan Habib Rizieq

Itu foto 4 tahun yang lalu, pada saat Imam Besar beserta rombongan sedang dakwah di kepulauan seribu,

Terlihat didalam foto ada bupati kepulauan seribu dan orang china pemilik Villa serta kerabatnya yang ngefans dengan Habib Rizieq namun belum dapat hidayah walhasil mereka foto bareng.

Foto ini menunjukan bahwa Habib Rizieq dan rombongan tidak rasis, beliau selalu welcome dengan siapa aja.

Jadi foto ini jangan dipolitisasi atau dijadikan fitnah agar orang benci dengan FPI, menggembosi umat bahwa Aksi Bela Islam adalah gerakan politik padahal Aksi Bela Islam murni gerakan Umat Islam menuntut ditahannya si durjana si penista agama.

NB : SS ini diambil dari salah satu akun publik figur yang rajin memfitnah FPI.

HASBUNALLAAHU WA NI'MAL WAKIL NI'MAL MAULAA WA NI'MAN NASHIIR

Pejabat PBB : Myanmar Ingin Bersihkan Muslim Rohingya




"Angkatan bersenjata telah membunuh etnis Rohingya di negara bagian Rakhine, memaksa banyak dari mereka melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh," kata John McKissick dari badan pengungsi PBB seperti dikutip dari BBC, Jumat (25/11/2016).

McKissick mengatakan bahwa militer Myanmar dan polisi penjaga perbatasan telah terlibat dalam hukuman kolektif terhadap minoritas Rohingya. Aksi itu dilakukan setelah pembunuhan sembilan penjaga perbatasan pada 9 Oktober lalu dimana beberapa politisi menyalahkannya kepada kelompok militan Rohingya.
"Pasukan keamanan telah membunuh, menembak mereka, membunuh anak-anak, memperkosa wanita, membakar dan menjarah rumah-rumah mereka, memaksa orang-orang untuk menyeberangi sungai ke Bangladesh," ungkap McKissick.

"Sekarangan sangat sulit bagi pemeirntah Bangladesh untuk mengatakan perbatasan terbuka karena ini lebih lanjut akan mendorong pemerintah Myanmar untuk melanjutkan kekejaman dan mendorong mereka keluar sampai mereka telah mencapai tujuan akhir mereka yaitu pembersihan etnis minoritas Muslim di Myanmar," katanya.

Menanggapi pernyataan McKissick, juru bicara presiden Myanmar Zaw Htay mengatakan pejabat PBB tersebut harus menjaga profesionalisme dan etika sebagai seorang pejabat karena komentarnya hanya tuduhan belaka. "Dia seharusnya hanya berbicara berdasarkan bukti konkret dan kuat di lapangan," katanya.

Ternyata, Aksi #BelaIslam III 212 Dimulai sejak pagi




Panglima Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Munarman, SH menegaskan bahwa Aksi Bela Islam III akan tetap dilakukan pada 2 Desember mendatang. Namun, berbeda dengan 411, aksi 212 akan dimulai sejak pagi hari.

“Aksi 212 akan tetapi berjalan pada 2 Desember,” kata Mumarman saat berbicara dalam acara bertajuk ‘Menuju Aksi 212: Tegakkan Hukum Bagi Penista Agama dan Pelindungya, Makar Nggak Ya..??’ di Jakarta, Ahad (27/11) pagi.

“Kalau kemarin aksi setelah sholat Jumat, sekarang kita Aksi dari pagi dari jam 8 pagi,” tandasnya.

Seperti aksi-aksi sebelumnya, Aksi Bela Islam III akan berlangsung bertepatan pada hari Jumat. Dalam aksi bela Islam sebelumnya, pelaksanaan shalat Jumat dilakukan di Masjid Istiqlal.

Munarman menjelaskan bahwa pelaksaan shalat Jumat akan dilakukan di tengah-tengah aksi. Panitia pun telah mempersiapkan pengaturan shaf bagi kaum ibu, yaitu di bagian paling belakang.

Terkait tempat utama aksi, Munarman menjelaskan bahwa pihaknya akan mengumumkan belakangan. Para calon peserta diminta menungu informasi pasti dari panitia.

“Tempatnya di mana nanti ada pengumuman lanjutnya, yang jelas sekitar Sudirman-Thamrin,” tandasnya.

Reporter: Taufik Ishak
Editor: Imam S.

Ust Bachtiar Nasir : Tiada Hukum Kecuali Hukum Allah



Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), ustadz Bachtiar Nashir mengatakan bahwa yang paham dengan Al-Quran dan hadist adalah ulama. Jadi, umat Islam harus ikut sama ulamanya. Menurutnya saat ini umat terpecah belah karena ditipu dengan jargon fatwa ulama tidak mengikat.

“Mulai hari ini mau berpegang pada fatwa ulama? Sebab kalau Anda tidak berpegang pada fatwa ulama, Anda akan cari hukum sembarang di pinggir jalan. Anda akan disodori dengan peraturan-peratutan yang Anda tidak paham,” katanya dalam Tabligh Akbar ‘Konsulidasi Ummat Islam Solo Raya Dalam Menegakkan Jihadul Kalimah’ di Masjid Mujahidin, Banyuanyar, Solo pada Jum’at (25/11).

“Wa tammat kalimatu robbika sidqo wa ‘adla. Dan telah sempurna kalimat Tuhanmu dari sisi kebenaran dan dari sisi keadilan. Tidak ada hukum yang lebih hebat dari hukum Allah SWT. Dan apabila kamu berpegang teguh kepada hukum Allah yang tertulis, sempurna sudah,” sambungnya

Pria yang dikenal dengan UBN itu juga memberi tantangan untuk mengumpulkan orang-orang parlementer dari seluruh muka bumi untuk membuat undang-undang bagi dunia. Kata dia, pasti kacau.

“Dia akan mengikuti hawa nafsunya, mengikuti kelompoknya. Karena yang bisa menentukan hukum secara adil, secara benar, secara hakam, hanya Allah hakamul ‘adl. Dan yang bisa memahami itu adalah para ulama,” imbuhnya.

Reporter: Taufiq Ishak
Editor: M. Rudy

Paranoid, Kapolri Takut Makar atau Aksinya Mekar ?




Pernyataan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang menyebut demo susulan pada 2 Desember mendatang berpotensi makar menjadi celeng buta yang seruduk sana dan sini tanpa ampun. Ada pihak yang tersinggung dan membantahnya, tak sedikit pula yang menyebut pernyataan Tito sudah berlebihan.

Pernyataan Tito pun berbeda dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang justru mempertanyakan dugaan aksi makar di balik aksi demonstrasi 2 Desember. Ryamizard menegaskan, tak ada laporan intelijen yang masuk terkait ancaman makar dalam aksi 212 itu.

Dia justru mengingatkan supaya tidak asal melempar isu ke publik karena dapat mengganggu situasi. Namun, Ryamizard memastikan pihaknya siap melibas setiap tindakan makar terhadap pemerintahan yang sah.

Ungkapan Ryamizard menjadi angin segar di tengah ketegangan gara-gara isu penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama.

Di sisi lain, pernyataan Tito setidaknya mendapat respons yang bagus untuk stabilitas ibu kota. Misalnya, Imam besar FPI Muhammad Rizieq Shihab yang berjanji tidak akan berdemo di Istana dan DPR. Pernyataan Rizieq, yang diungkapkan oleh Sekjen MUI Anwar Abbas, itu dinilai oleh banyak pihak keluar karena dia takut dicap dalang makar.

Rizieq berjanji, aksi demo mendatang akan fokus menuntut polisi menahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan hanya digelar di sekitar jalan Sudirman dan Thamrin. Dia juga memastikan bahwa demo 2 Desember akan berjalan damai dan diisi zikir bersama dari pagi hingga sore hari. Rizieq juga menegaskan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI tidak akan melakukan makar.

Tito paranoid?

Menurut KUHP, makar diatur dalam pasal 104 hingga 129. Pasal 104 KUHP menyebutkan, makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun.

Sudah jelas bahwa demonstrasi dilakukan hanya ingin mendorong penegak hukum untuk menghukum Ahok secara adil karena tuduhan menistakan agama, seperti yang juga pernah dilakukan beberapa orang sebelumnya.
Dalam konteks ini, pernyataan terbuka Tito tampak berlebihan karena makar pasti memiliki sejumlah prakondisi, seperti pemerintah sudah tidak kredibel sama sekali dalam menjalankan pemerintahan atau presiden terindikasi melanggar UUD; fakta ini tidak ada. Lagipula, bagaimana mungkin mereka berani menghadapi moncong tank TNI, kecuali militer menghendaki demikian.

Tito tidak perlu paranoid hanya karena menerima pesan singkat melalui media sosial atau aplikasi messenger. Atau, dia terlalu takut karena mendengarkan seruan politisi senior Permadi yang gemar menggunakan kata “revolusi”, termasuk dalam aksi ini. Pesan-pesan provokatif semacam itu, seperti kita tahu, dari dulu juga biasa berseliweran jika kondisi tengah memanas. Akan tetapi, dengan menyebut makar, konsekwensinya tentu berat.

Akhirnya, masyarakat malah menilai jika Kapolri hanya takut dengan kemungkinan demonstrasi yang besar, lebih mekar ketimbang demo 411 lalu, sebagaimana sesumbar korlap GNPF MUI Munarman, yang bernjanji akan megerahkan jutaan orang.

Di sistem demokrasi, demonstrasi berapa pun jumlahnya adalah cara yang sah untuk mengungkapkan pendapat, selama tidak dilakukan dengan cara-cara ilegal. Biarkan saja masyarakat menyatakan pendapatnya karena dijamin UU. Jika ternyata yang mereka lakukan tidak baik, rakyat pasti akan menghukum mereka.[rimanews]

Komisi Dakwah MUI : Sholat Jumat Di jalan Sah !



Rencana Aksi Bela Islam Jilid 3, dengan format shalat Jumat dan istighosah bersama di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, mengundang berbagai respon. Tidak sedikit yang mengomentari dengan negatif menyebut perbuatan itu bidah dan tidak sah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Cholil Nafis menjelaskan bahwa pada dasarnya shalat Jumat di luar masjid selama ketentuanya dipenuhi hukumnya sah, meskipun, mengganggu jalanan.

"Shalat Jumat itu ibadah, jika sudah cukup syarat dan rukunnya. Maka shalatnya sah. Jika ada mudharat dan larangan dalam pelaksanaannya, maka hukum shalatnya sah, tapi haram.

Kiyai Cholil melanjutkan, konsep ibadah sah tapi haram, dijelaskan secara baik oleh kalangan ulama mazhab Hanafiyah.

"Ulama Hanifiyah mencontohkan seperti transaksi saat Jumatan. Itu hukumnya sah, tapi haram," bebernya.

Kiyai Cholil juga menegaskan bahwa secara umum mayoritas ulama, dari kalangan mazhab Syafi'i, Hanafiyah, dan Hambali membolehkan sholat Jumat di luar masjid atau lapangan. "Hanya ulama Malikiyah yang mensyaratkan shalat Jumat di masjid," ucapnya.

Kendati demikian, Kiyai Cholil menjelaskan, apabila shalat yang dijadikan polemik, ternyata makna yang dimaksud adalah shalat di jalan protokol hanya bersifat kadang-kadang atau sekali seperti momen Car Free Day, itu tidak termasuk mengganggu jalanan.
"Jadi, hukum shalat di luar masjid hukumnya sah, tapi kalau mengganggu haram," katanya.

Namun, sambung Kiyai Cholil, substansi dari polemik shalat di jalan raya oleh publik Indonesia bukan hukum shalatnya. Akan tetapi, soal setuju atau tidak dengan aksi bela Islam Jilid 3.

"Saya melihatnya ini bukan soal hukum shalatnya. Tapi, soal setuju atau tidak setuju dengan demo 212," tandasnya.

Sekedar diketahui, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) berencana menggelar kembali Aksi Bela Islam untuk yang ketiga kalinya. Aksi tersebut mendesak aparat hukum untuk segera menahan Gubernur non-Aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dalam kasus dugaan penistaan agama. [voa-islam]

Sholat Jumat Terpanjang dan Penaklukan Konstantinopel 1453



Membaca adanya pendapat bahwa sholat jumat di jalanan merupakan bid'ah, tidak sah, adakah praktek ini pernah dilakukan umat Islam sebelumnya. Yuk kita buka-buka buku sejarah Islam.

Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu

أَنَّهُمْ كَتَبُوْا إِلَى عُمَرَ يَسْأَلُوْنَهُ عَنِ الْجُمُعَةِ فَكَتَبَ: جَمِّعُوْا حَيْثُمَا كُنْتُمْ

Kaum muslimin pernah menulis surat kepada Khalifah ‘Umar bin Khatab menanyakan tentang shalat Jum’at. Lalu beliau menulis surat kepada mereka (yang isinya): ‘Lakukanlah shalat Jum’at di mana saja kalian berada. (Sanad hadits ini shahih)

Diriwayatkan pula dari Imam Malik, beliau berkata:

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ J فِيْ هذِهِ الْمِيَاهِ بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِيْنَةِ يُجَمِّعُوْنَ.

"Dahulu para Sahabat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada di sekitar perairan ini, antara Makkah dan Madinah mereka melakukan shalat Jum’at."

Dan Tahukah anda?

Sholat Jumat termegah dan terpanjang pernah terjadi pada tahun 1453 dilakukan oleh Sultan Muhammad Al Fatih saat hendak menaklukan Konstantinopel.

Termegah karena sholat itu dilakukan di jalan menuju Konstatinopel dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 km dari Pantai
Marmara hingga Selat Golden Horn di utara.

Sholat jumat tesebut terjadi 1,5 KM di depan benteng Konstantinopel, dalam proses Penaklukan Konstantinopel oleh Sultan yang kemudian mengakhiri sejarah Kekaisaran Kristen Byzantium dan menjadi cikal bakal Kekhalifahan Utsmaniyah.

Penaklukan Konstantinopel merupakan pembuktian atas kabar gembira "Bisyarah" atau nubuwat yang disampaikan oleh Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam kepada sahabat sahabatnya, bahwa negara adidaya seperti Romawi akan dapat dikalahkan oleh kaum Muslimin.

"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan." (H.R. Ahmad).

Hadits Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam tersebut akhirnya terbukti ratusan tahun kemudian. Konstantinopel berhasil ditaklukkan oleh pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Muhammad Al-Fatih, panglima muda yang memimpin pasukan dalam usia sekitar 23 tahun.

Dan penaklukan Konstantinopel diawali dengan shalat jumat terbesar dan termegah di jalanan dengan jamaah yang membentang sepanjang 4 kilo meter dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara.

Kisah selengkapnya bisa Anda baca di buku Felix Siauw:




Teman Ahok Wefie dengan Kapolri, Netralitas dimana?




Sejak kemarin sore, di lini massa twitter beredar foto seorang jurnalis yang juga pendukung garis keras Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menduduki kursi Kapolri.

Setelah berhasil membuat geger netizen, pagi ini terungkap, ternyata foto jurnalis berambut gondrong mantan aktivis PRD yang menduduki kursi Kapolri tersebut hanyalah satu dari beberapa foto yang diunggah saat pertemuan Kapolri dengan para pendukung Ahok.

Nampak dalam foto tersebut Kapolri Jendral Tito Karnavian berdiri diapit oleh para pendukung Ahok. Mereka pun melakukan swafoto (wefie) berrsama di ruang kerja Kapolri. Tito bahkan tersenyum ke arah kamera.

Berikut foto menggegerkan yang beredar di twitter:




Ngeriii mas @kokokdirgantoro dan teman Ahok pada welfie bareng Kapolri. Saya jgn dilaporin ya mas 😂
@Ryesties
: Gimana mau tegakkan hukum pada @basuki_btp  klu Si Tito Karnavian saja  kongko dgn Ahoker di ruang kerja Kapolri 

@cici_nida: Bkn adanya mz kokok yg bikin foto ini emejing, tp kapolrinya itu loh yg welfie bareng teman Ahok

@MANISPOLOS: JendKu GatotN : mengimbau agar Kapolri dan Kapolda tak msk dlm ranah politik
Tito Undang para Cyber Ahokers

@alfatihah_1990: GAK ETIS

@bagaskaramanjer: dan pantas saja sang Jendral bela habis2 an koh ahoax..

@dinaiyel pantesan gerombolan sana gk masuk kategori penyebar hate speech yaah 💩💩💩

@dinaiyel: kgk ada malu2nya, etika pejabat yg punya kuasa besar, segampang itu 'asyik masyuk' selfie sama seleb fitnah dumay

@EllaAssyirbuni: duh Pak @TitoKarnavian87 klw liat ini sy meragukan kenetralan Anda di kasus @basuki_btp

@yuhendrim: wibawa Kapolri dicabik2

‏@ahankiki: lin jadi kapolri? Ke kirikirian dong jadinya.

@J_LATA  9h9: payah,kantor djadikn tempt kongkow

@Randy_8591: Gimana mau menjaga netralitas kalo siang malem mesraan hehe @Ryesties @basuki_btp @DivHumasPolri @jokowi

@santosa_dbayu: Kapolri tito, meningan lepas itu pangkat d pundak, lepasin jabatan kapolrinya. Ingat keluarga!

Komentar Gus Sholah terkait Sholat Jumat Di Jalan 212



Sholahudin Wahid, akrab disebut Gus Sholah, angkat suara mengenai shalat jumat di jalan.

Gus Sholah yang merupakan adik kandung Abdurrahman Wahid ini, mengatakan tidak ada larangan sama sekali dalam Islam untuk menunaikan shalat Jumat di jalan.


Menurutnya, shalat Jumat di jalan boleh dilakukan. Terlebih jika masjid sudah tidak dapat menampung jamaah shalat Jumat lagi.

“Kalau memang tidak bisa menampung jamaah, ya apa boleh buat,” kata Gus Sholah, di Surabaya, lansir viva, Kamis, (24-11-2016).

Keinginan umat Islam untuk melakukan aksi di Jakarta pada 2 Desember mendatang, lanjut Gus Sholah, tidak perlu dilarang. Karena itu merupakan hak konstitusional setiap warga negara.

“Kalau menurut saya tidak perlu dihalangi keinginan mereka. Mau diapakan lagi kalau mereka mau unjuk rasa,” ujar Gus Sholah.

Terlebih, jika aksi itu dibarengi dengan kegiatan shalat Jumat, maka hal itu adalah sesuatu yang biasa.

“Konteksnya ini kan orang berbondong-bondong ke Jakarta untuk ikut shalat Jumat, jadi itu hak masing-masing individu,” jelas Gus Sholah

(tribunislam)

Mujahidin Rohingya Bangkit melakukan Perlawanan, Pemerintah Ajak Damai



Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi telah meminta kelompok bersenjata untuk bergabung dengan proses perdamaian setelah pertempuran babak baru telah menewaskan tujuh orang di dekat perbatasan utara negara itu dengan China.

Sedikitnya 12 orang tewas di tengah pertempuran yang sedang berlangsung di Negara bagian Shan sejak Ahad, ketika sebuah aliansi empat kelompok bersenjata dan mujahidin Muslim Rohingya menyerang pos-pos pemeriksaan militer Myanmar, kantor polisi dan Zona Perdagangan ke-105 Mil di kabupaten Muse, Anadolu Agency melaporkan Kamis (24/11/2016).

Lebih dari 33.000 orang di daerah tersebut melarikan diri ke kota Muse untuk menghindar dari pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata serta pejuang Islam, menurut pemerintah Kamis.

Kelompok-kelompok yang terlibat dalam bentrokan tidak mendaftar ke Perjanjian Gencatan Senjata Nasional (Nationwide Ceasefire Agreement-NCA) yang disponsori pemerintah tahun lalu.

Sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948, Myanmar (yang kemudian menjadi Burma) telah berlangsung lebih dari setengah abad konflik bersenjata, dengan kelompok bersenjata disana.

Media pemerintah mengutip pernyataan dari Kantor Penasihat Negara mengatakan bahwa pemerintah “menjaga pintu perdamaian tetap terbuka untuk menyambut semua pemangku kepentingan yang terkait untuk berpartisipasi dalam proses perdamaian”.

“Dalam rangka untuk segera mengakhiri konflik bersenjata di utara-timur Negara Bagian Shan, saya sangat mendesak kelompok-kelompok bersenjata untuk bergabung dengan proses perdamaian dengan menandatangani NCA,” kata Penasihat Negara Suu Kyi dalam pernyataannya


Buni Yani Tersangka, Aa Gym: Kenapa yang Ini Gesit Sekali Jadi Tersangkanya?




Buni Yani yang dilaporkan karena diduga mengunggah dan menyebarkan video Ahok terkait kasus penistaan agama ditetapkan sebagai tersangka penghasutan SARA.

Polda Metro Jaya selain menetapkan tersangka langsung menyodorkan surat penahanan kepada Buni Yani. Namun Buni Yani sempat menolak menandatangani surat penahanan karena dirasa tidak adil.

Dalam tuduhan yang disangkakan kepada Buni Yani bukan video Ahok yang menjadi perhatian polisi tapi status Facebook yang menyertakan postingan video Ahok tersebut.

Menanggapi persoalan itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid KH. Abdullah Gymnastiar atau yang biasa disapa Aa Gym mengaku heran mengapa cepat sekali Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka.
“Cepat memang jadi tersangkanya, walaupun ada hikmahnya tapi kenapa yang ini gesit sekali jadi tersangkanya,” ujar Aa Gym dalam Kajian Pagi di Ponpes DT, Bandung, Kamis (24/11/2016).

Menurut Aa Gym karena justru karena Buni Yani lah umat Islam bisa bersatu dari berbagai elemen untuk menyuarakan kebenaran atas kasus Ahok terkait penistaan agama.

“Karena mau tidak mau ini menjadi jalan umat tergugah mengingat kepada Quran, bisa tergugah untuk bersatu, tidak ada yang bisa mempersatukan umat sebanyak ini,” jelas Aa Gym.

Aa Gym juga mendoakan Buni Yani  dan meminta doa kepada umat Islam agar dikuatkan dan mendapatkan keadilan. [psid]

Anti Ahok meluas ke berbagai wilayah, Tito minta Gubernur Hadang warganya hadir aksi 212



Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian menyebut kasus dugaan penodaan agama yang dituduhkan kepada calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebar ke sejumlah daerah di luar ibu kota negara.

Dalam forum komunikasi kepala daerah di kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (24/11), Tito berkata, isu penistaan agama itu menyebar ke wilayah barat dan timur Indonesia.

"Di daerah barat banyak organisasi-organisasi berusaha membawa isu yang sensitif. Di timur, banyak yang mengaitkan itu dalam masalah keagaamaan," ujarnya.

Tito mengimbau para kepala daerah untuk segera meredam isu Ahok agar tidak terkontaminasi sentimen suku, agama, ras, dan golongan tersebut. Ia menilai, jika tak segera dikendalikan, isu penodaan agama itu dapat memperburuk situasi keamanan.

Para gubernur, kata Tito, juga harus menghadang gelombang massa dari wilayah mereka ke Jakarta dalam rangka mengikuti unjuk rasa Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia.

"Tolong jangan dibiarkan mengalir ke Jakarta. Kadang-kadang kan mereka enggak mengerti permasalahan," kata Tito.
Lebih dari itu, Tito meminta para gubernur tidak mengomentarikasus dugaan penista agama yang tengah menjerat Ahok. Belakangan ini ia mengaku melihat dan mendengar sejumlah komentar dari beberapa gubernur.

"Beberapa gubernur membuat komentar yang bisa menancing kembali. Tolong jangan memberikan komentar," kata Tito.

Polri menyebut terdapat dua rencana demonstrasi terkait Ahok, yakni tanggal 25 November dan 2 Desember mendatang. Polri menyebut unjuk rasa Jumat besok bahkan memiliki nuansa makar.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Komisaris Besar Rikwanto berkata, kepolisian belum menerima surat pemberitahuan unjuk rasa tanggal 25 November. Jika demonstrasi tetap terjadi, Polri mengancam pembubaran paksa.

"Apabila ada pihak tertentu yang demonstrasi tanpa pemberitahuan, aksi itu bisa dibubarkan," tuturnya

Sumber : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161124183619-12-175083/tito-sebut-isu-anti-ahok-meluas-ke-berbagai-daerah-indonesia/

Menhan: Kalau Makar Itu Bawa Senjata, Kalau Bawa Sajadah dan Al Qur'an Itu Bukan Makar




Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membantah tudingan akan ada aksi makar terhadap NKRI.

"Enggaklah... enggak ada lah makar-makar itu. Yang penting kita waspada saja," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Menanggapi isu makar yang dilontarkan Kapolri, Ryamizard enggan berkomentar banyak. Namun, menurutnya hanya upaya adu domba. Belum sampai pada rencana makar.

Terkait aksi demo akbar yang bakal digelar pada 2 Desember 2016 mendatang, Menhan menyebutnya bukan sebagai aksi makar.

"Itu kan demo, bukan makar. Kalau makar itu bawa senjata, kalau bawa sajadah dan Al Qur'an bukan makar," katanya.
Meski begitu, Ryamizard menyebut ada pihak yang sengaja mengadu domba antarkelompok di masyarakat. Yang pasti, tuturnya, ada yang memanfaatkan situasi dalam negeri saat ini.

"Kalau ada yang mengadu domba, pasti. Dalam keadaan ribut seperti kemarin (demo 4 November) kan awalnya damai, tapi ada pihak tertentu," ujar dia.

Seperti diketahui, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) akan menggelar Aksi Bela Islam III pada Jumat 2 Desember mendatang. [sianrrakyat]

Israel Menjadi Lautan Api !




Kebakaran besar yang melanda Israel turut memanaskan jagat dunia maya. Hashtag #Israelisburning menjadi trending topic di kawasan Arab, Kamis pagi, 24 November 2016. Umumnya pengguna hashtag ini merayakan bencana yang menimpa Israel. "Sangat bahagia melihat negara teroris Israel terbakar," cuit @feras_shaat.

"Lihatlah murka tuhan. Berharap untuk melihat api menyebar ke Tel Aviv. Senang melihat Israel terbakar," tulis @maurish24. Serangan hashtag ini mendapat balasan dari para penduduk dan masyarakat yang pro terhadap Israel. Salah satu balasan cuit datang dari Ofir Gendelman.

Juru Bicara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk media-media Arab ini menyebut orang-orang yang senang melihat Israel terbakar sebagai kebencian fanatik yang hina. "Arab & Palestina di media sosial bersukacita atas kebakaran hutan yang telah meletus di seluruh Israel. kebencian fanatik tercela. #Israelisburning," katanya.

Tidak hanya itu, beberapa Tweeps mengaitkan kebakaran di Israel ekibat ulah pemerintah yang melarang masjid menggunakan pengeras suara untuk azan. Mereka menyebut kebakaran ini bentuk balasan bagi musuh-musuh Islam.
Salah status yang paling banyak di-retweet dan disukai datang dari seorang imam terkemuka di Kuwait yang memiliki 11 juta pengikut. Ia memposting foto-foto kebakaran di Israel disertai caption. "Semua yang terbaik untuk kebakaran," cuitnya ditambah dengan emoticon senyum.

Para pendukung Israel pun membela diri dan menyindir mereka yang bersuka ria di atas kejadian ini. "Untuk semua orang Arab yang merayakan #israelisburning: kebakaran ini akan segera berakhir, namun #Israel akan mengingat kebencian yang membakar di dalam diri kamu!" tulis @zlando.



Kebakaran hutan melanda sejumlah wilayah di Israel sejak Selasa hingga Kamis. Pemerintah menduga kebakaran ini disengaja. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan upaya pembakaran hutan maupun segala hasutan untuk membakar adalah aksi teror. "Siapa pun yang mencoba untuk membakar bagian dari Negara Israel akan dihukum berat," katanya. (tmp)

Din Syamsudin: Kalau Ahok Bebas Saya Akan Turun Memimpin Perlawanan




 Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin mewanti-wanti Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian agar tak meremehkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia pun mengatakan tak akan segan memimpin perlawanan jika Ahok sampai lepas dari jerat hukum.

"Pak Tito, kita bersahabat ya. Tapi kalau ini sampai lepas, saya akan memimpin perlawanan," kata Din saat memberi sambutan di acara pembukaan rapat kerja nasional MUI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu, 23 November 2016.

Din sangat yakin bahwa Ahok menistakan agama dengan mengatakan orang bisa saja tidak memilihnya karena telah dibohongi memakai Surat Al Maidah ayat 51. Surat itu menerangkan bahwa umat Islam dilarang memilih pemimpin non muslim.

Belakangan tafsir surat Al Maidah ayat 51 itu menjadi perdebatan. Ada yang mengatakan bahwa kata awlia dalam surat itu berarti pemimpin. Namun ada yang menafsirkan kata itu sebagai teman sejati.

Namun, keyakinan Din bahwa Ahok menista agama bukan soal tafsir ayat. Melainkan karena Ahok memberikan penilaian dengan menyalahkan tafsir yang bukan kepercayaannya. "Padahal dia bukan dari agama tersebut," kata dia.

Selanjutnya, Din menilai Ahok menggunakan kata yang sinis. "Dibohongin pakai, ini menurut keyakinan saya sudah memenuhi kriteria penistaan agama," ujar dia. "Kalau itu dibela-bela, apalagi ada gelagat penegak hukum dibela-bela, saya tersinggung."

Menurut Din, tak kunjung ditahannya Ahok bisa menimbulkan masalah yang lebih rumit. Seperti yang baru terjadi, Ahok kembali dilaporkan karena menuduh pengunjuk rasa 4 November menerima bayaran.

"Saya khawatir nanti dia punya ujaran baru lagi yang melanggar hukum. Jadi menurut saya bagus kalau ditahan itu. Supaya jangan lebih rumit lagi masalah," ujar Din.