Ini dia Daerah Sebaran Vaksin Palsu


Belakangan ini kasus vaksin palsu untuk bayi membuat geger masyarakat Indonesia. Masalah ini mencuat setelah ditangkapnya pasangan suami istri pembuat vaksin itu.

Pasangan suami istri tak lain Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina. Hidayat diketahui pernah bekerja di rumah sakit, sedangkan Rina dikenal sebagai mantan perawat. Keduanya ditangkap di Perumahan Kemang Pratama Regency, Kota Bekasi, pekan lalu.

Lebih mengejutkan lagi, ternyata bisnis vaksin palsu ini sudah dijalankan selama 13 tahun. Distribusi ini diduga telah menjangkau beberapa wilayah di Indonesia.

Sejauh ini, baru dua wilayah, Tangerang Selatan dan Pekanbaru. Sebanyak 15 pelaku sudah diamankan Bareskrim Mabes Polri .

Menurut Suid, petugas keamanan di perumahan tersebut, usai digerebek petugas kepolisian tidak ada lagi aktivitas di rumah yang bercat oranye kemerahan tersebut. Padahal sebelumnya selalu ada mobil yang terlihat lalu lalang di rumah tersebut tanpa diketahui kegiatannya.

"Setelah digerebek, enggak ada lagi aktivitas. Biasanya ada saja mobil yang menetap atau sekedar berhenti sebentar, terus pergi lagi," kata Suid.

Selanjutnya di Pekanbaru. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menemukan sebanyak dua puluh file vaksin diduga palsu dari salah satu tempat pendistribusian obat di kota Pekanbaru, Riau.

"Ya benar, ada vaksin yang diduga palsu kita amankan sebanyak 20 file. Saat ini masih akan kita lakukan uji laboratorium," kata Indra Ginting, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (27/6) kemarin.

Menurutnya, sebanyak dua puluh vaksin yang diduga palsu itu terdiri dari vaksin Anti Tetanus Serum (ATS) sebanyak 10 ampul dan vaksin Anti Bisa Ular (ABS) sebanyak 10 file.

"Masing-masing ada 10 file yang kami amankan dan masih kita teliti kandungannya. Secara kasat mata ciri-cirinya patut diduga palsu," beber Indra.

Indra menjelaskan, vaksin diduga palsu ini jika masuk ke dalam tubuh berdampak negatif dan berbahaya. "Berbahaya, namun belum diketahui secara pasti apa efeknya. Karena belum ada contoh kasusnya (korban)," kata Indra.

Meski demikian, Indra memperkirakan efek terbesar dari pemberian vaksin ini terhadap tubuh manusia tidak adanya manfaat dari vaksin itu sendiri terhadap kekebalan tubuh.

"Sebab vaksin palsu tidak berisi komposisi yang seperti dibutuhkan tubuh. Isinya cuma cairan. Tidak ada gunanya. Ruginya selain secara kesehatan, juga rugi secara ekonomi," jelasnya.

Gaya Ivan Gunawan di Indosiar Dikomentari MUI



Melalui email yang telah disiapkan (pantautv.mui@gmail.com), pemantauan juga memperoleh sejumlah kritikan terhadap siaran televisi dari masyarakat, diantaranya: Kritikan terhadap Uttaran yang dinilai bertentangan dengan Akidah Islam (ANTV), Kuis Super Family 100 yang dinilai pesertanya berbusana tidak Islami (ANTV), Stand Up Comedy yang dinilai merusak karakter anak bangsa (Kompas TV).

Selanjutnya, Sinetron Anak Jalanan yang dinilai hedonistik (RCTI), OVJ Sahur yang dinilai lebih banyak candaan tidak bermanfaat (Trans 7), Sinetron 7 Manusia Harimau dan Centini yang dinilai tidak memberikan edukasi terhadap anak-anak (MNC TV).

Indosiar menjadi stasiun televisi yang berupaya menghadirkan acara sahur dengan Akademi Sahur Indonesia (AKSI). Tidak tanggung-tanggung, durasi yang disuguhkan adalah tiga jam. Indosiar mempertahankan program Akademi Sahur Indonesia (Aksi) sebagai sebuah program pencarian bakat di bidang agama.


Sayangnya, dalam program Festival Ramadhan diciderai dengan gaya host pria Ivan Gunawan dinilai centil, seperti ditayangkan pada 6 Juni 2016. Ini tentu harus menjadi perhatian pengelola tv agar ke depannya, gaya tersebut dihilangkan karena sejauh ini Ivan Gunawan sudah mengganti gaya perempuannya dalam berbagai kesempatan.

Tim pemantau mencatat beberapa program Indosiar menghadirkan sejumlah sinetron reliji yang mendukung spirit Ramadhan seperti Hidayah Ramadhan. Bukan hanya itu, “Ceramah Mamah Dedeh” juga menjadi andalan Indosiar untuk menggaet pemirsa Muslim di bulan Ramadhan yang sebenarnya merupakan program reguler.

TVRI dan Simbol Salib

Secara umum, TVRI memberikan porsi program Ramadhan yang cukup besar, di antaranya adalah Jelang Sahur, Penawar Hati, Serambi Islami, Dialog Ramadhan, Jelang Bedug dan Fatwa.Sayangnya, semangat Ramadhan di TVRI diciderai dengan insiden busana dengan simbol Salib di Jelang Sahur edisi 11 Juni 2016. ( baca : MUI: Program Ramadhan TVRI Bergambar Salib Disengaja, "Apa Maksudnya?" 

Selebihnya, tidak ada pelanggaran siaran Ramadhan dan tidak ada aduan masyarakat terkait siaran Ramadhan di TVRI hingga laporan ini dibuat. Pimpinan TVRI sudah mendatangi pimpinan MUI untuk mengklarifikasi insiden busana salib. Pernyataan permintaan maaf pun sudah disampaikan di hadapan pimpinan MUI dan sejumlah wartawan. [Desastian/Islampos]




Jangan Abaikan Ridha Ibumu



RIDHA ibumu adalah rahasia sukses keberhasilanmu. Maka kejarlah keridhaannya, niscaya kesuksesan dunia dan akhirat akan mengejarmu! Berhati-hatilah jangan engkau terlalu sibuk mengejar kesuksesan dunia hingga engkau mengabaikan keridhaan ibumu.

Dalam hadist, penyambung silaturahmi akan dilapangkan rezekinya. Maka alangkah luar biasanya jika yang disambung silaturahmi adalah ibu. Yang dimana Nabi Muhammad SAW menyebutnya hingga tiga kali.
 

Jika seorang ibu meridhai anaknya maka doanya mengiringi setiap langkah anaknya. Rahmat, taufik dan pertolongan Allah akan senantiasa menyertainya. Sebaliknya jika hati seorang ibu terluka , lalu ia mengadu pada Allah lalu mendoakan hal yang buruk serta mengutuknya. Cepat atau lambat hal buruk akan menimpanya. Jangan sampai terucap dari lisan ibumu selain doa.

Senyum ibumu adalah pintu surga dan kebahagiaan duniamu. Sertakan restu dan keridhaan beliau dalam setiap langkahmu.[]

Mengapa 13 Tahun Vaksin Palsu Beredar Tidak Ketahuan? Ini Penjelasan Polisi



Komplotan vaksin palsu telah beroperasi sejak tahun 2003. Mengapa sepak terjang mereka tidak tercium otoritas yang berwenang selama 13 tahun?

"Ya, karena impak dari vaksin ini tidak nampak. Vaksin palsu atau asli ketika diberikan tidak nampak secara langsung, baru nanti setelah ada kuman yang menyerang dia karena dia tidak divaksin (yang asli), baru nampak dampaknya," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri Brigjen Agung Setya menjawab pertanyaan wartawan di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (27/6/2016).


Peredaran vaksin palsu awalnya terungkap dari laporan sebuah rumah sakit di Bogor yang curiga dengan vaksin yang dikirimkan sebuah distributor. Setelah dicek di laboratorium ternyata palsu. Bareskrim lalu menggerebek CV Azka Medical di Bekasi pada 16 Juni 2016, disusul rumah di Puri Bintaro, Kemang Pratama Regency, dsb.


Polisi telah menangkap 15 orang dalam kasus ini. Antara lain mereka ditangkap di Jakarta, Bekasi, Tangsel, dan Semarang. Mereka berperan sebagai produsen, distributor, dan pembuat/pencetak label dan logo vaksin. 


Harga vaksin palsu lebih miring Rp 200 ribu-400 ribu dibandingkan harga vaksin asli yang mencapai Rp 900 ribu. Pembuat vaksin palsu meraup keuntungan hingga ratusan juta per bulan. 

Korban Bom Bandara Turki: 50 Tewas dan 106 Terluka


ISTANBUL - Hingga saat ini belum diketahui secara pasti bagaimana kacaunya kondisi di dalam bandara intenasional Ataturk, Istanbul Turki. Namun sejak pertama kali penembakan brutal dilontarkan sekira pukul 22.40 waktu setempat, jumlah korban telah meningkat dua kali lipat.

Diwartakan ITV, Rabu (29/6/2016), jumlah korban menjadi sedikitnya 50 orang tewas, mayoritas warga negara Turki dan korban terluka mencapai 106 orang. Banyak penerbangan dibatalkan, sementara mereka yang masih terjebak dalam pesawat yang sudah terlanjur mendarat di lanud, dilarang turun.

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam serangan ini, karena menyasar warga sipil yang tidak bersalah. Simpati yang sama juga datang dari Amerika Serikat, salah satu sekutu Turki. Antara lain dari Donald Trump dan Hillary Clinton.

"Musuh kita brutal dan kejam dan akan melakukan apa saja untuk membunuh mereka yang tidak tunduk pada kehendak mereka. Kita harus mengambil langkah-langkah sekarang untuk melindungi Amerika dari teroris, dan melakukan segala yang kita bisa untuk meningkatkan keamanan kita, untuk menjaga keamanan Amerika Serikat," seru capres Republik.

Diketahui sedikitnya ada dua pelaku bom bunuh diri yang sudah meledakkan diri sebelum melintasi mesin pemeriksaan di terminal kedatangan. Serangan dibuka dengan penembakan brutal oleh seorang pelaku lain, yang setelah ledakan pertama juga berlari menerjang pengunjung bandara dan menarik pelatuk bom di rompinya.

Sebelum melakukan aksi bunuh diri, pelaku terlebih dahulu melakukan penembakan brutal dengan mengunakan senapan mesin. Informasi itu disampaikan oleh seorang pejabat dari Kementrian Dalam Negeri.

Untuk menghentikan serangan tersebut, petugas keamanan berusaha menghentikan aksi terorisme memukul mundur para teroris, tapi saat terdesak mereka langsung meledakkan diri.
Insiden ini terjadi di area kedatangan bandara Istanbul sebelum penumpang pesawat melalui ruang pemeriksaan keamanan.

Motif dan Fakta lengkap temuan polisi, Ternyata ini Alasan Mereka Tega Palsukan Vaksin




Rita Agustina produsen vaksin palsu yang diamankan polisi rupanya menjalankan bisnis haram itu demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Pasangan suami istri yang tinggal di Kemang Pratama Regency, Bekasi ini meraup untung besar dari penjualan vaksin palsu yang sudah dilakukan bertahun-tahun.

"Ini motifnya ekonomi dan uang hasil kejahatannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," jelas Direktur Tipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya.Agung juga menjelaskan akan memiskinkan seluruh tersangka dalam kasus jaringan vaksin bayi palsu.

Saat ini, jumlah tersangka yang sudah diamankan ada 15 dan masih memungkinkan ada penambahan tersangka yang terlibat di kejahatan ini.

Agung mengaku pihaknya akan memiskinkan seluruh tersangka dengan menetapkan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)."Selain dijerat dengan UU Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen, kami akan kenakan UU TPPU ke seluruh pelaku, khususnya ke para pembuat vaksin palsu," tegas Agung.

Agung menambahkan pihaknya turut menjerat tersangka dengan UU TPPU lantaran seluruh tersangka rata-rata mendapatkan harta kekayaan yang mumpuni dari bisnis mereka.
"Mereka mendapatkan harta yang cukup besar dari hasil kejahatan ini. Saat ini kami dalam proses pengejaran aset dan selanjutnya penyitaan," tambah Agung

Untuk diketahui, jumlah tersangka di kasus ini total ada 15 orang, dua tersangka yang ditangkap terakhir yakni T dan M, yang adalah distributor vaksin palsu di Semarang, Jawa Tengah.
Kemudian untuk 13 tersangka lainnya yakni tersangka S dan I merupakan pengepul botol bekas. Selain itu, tersangka SU dan SA berperan membuat dan mencetak label serta logo vaksin palsu.
Dan pembuat vaksin palsu ada R, G, S N. Sedangkan yang berperan sebagai distributor yakni T,D, F, J dan A. Ketiga belas tersangka itu diamankan di delapan lokasi berbeda dan kini ditahan di Bareskrim.

Fakta mengejutkan seputar vaksin palsu

Pengakuan mengejutkan datang dari pemalsu vaksin setelah diwawancarai reporter Kompas TV. Ini pengakuannya.
Pemalsu vaksi sempat diwawancarai reporter KompasTV, ia memaparkan ciri-ciri vaksin yang palsu.
Dalam paparannya si pelaku mengaku kalau vaksin palsu lebih bening dibanding dengan yang asli.

Kemasan juga tidak rapi ada semacam bekas congkelan atau bekas suntukan.
Selain itu barcode pabrik berbeda dengan yang asli, yang palsu lebih hitam dibanding dengan yang asli.

Fakta-fakta vaksin palsu

Penyidik Subdirektorat Industri dan Perdagangan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri membongkar sindikat pemalsu vaksin untuk balita.
Dari operasi tersebut, diketahui sindikat tersebut telah memproduksi vaksin palsu sejak tahun 2003 dengan distribusi di seluruh Indonesia.

"Dari pengakuan para pelaku, vaksin palsu sudah menyebar ke seluruh Indonesia. Sejak kapannya, yaitu sejak 2003," ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Agung Setya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/6/2016).
Hingga saat ini, penyidik baru menemukan barang bukti vaksinpalsu di tiga daerah, yakni Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta.

Agung menjelaskan, pelaku berjumlah 10 orang.

Dari 10 orang itu, lima orang bertindak sebagai produsen, dua orang sebagai kurir, dua orang sebagai penjual dan satu orang bertindak sebagai pencetak label vaksin palsu.
Kelompok penjual dan produsen masing-masing mendapat keuntungan paling besar dari praktik ilegal tersebut.

"Untuk produsen mendapat keuntungan Rp 25 juta per pekan. Sementara penjual Rp 20 juta per pekan," ujar Agung.

Vaksin palsu itu dijual dengan harga miring. Hal inilah yang diduga menjadi alasan vaksin palsu tersebut cukup laku di pasaran.
Kini, penyidik tengah menyelidiki apakah ada oknum dari rumah sakit, puskesmas, atau klinik kesehatan yang turut terlibat dalam sindikat tersebut atau tidak.
Agung mengatakan, pengadaan vaksin di tempat pelayanan kesehatan mempunyai mekanisme sendiri yang diatur oleh BPPOM

Gabungan cairan tetanus dan infus 

Agung menjelaskan, pelaku, khususnya kelompok produsen, kebanyakan merupakan lulusan sekolah apoteker.
Namun, mereka tidak menerapkan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dalam memproduksi vaksin itu.
Misalnya, cairan yang mereka gunakan sama sekali bukanlah cairan yang seharusnya menjadi bahan baku vaksin.
Dari penggeledahan dan pemeriksaan yang dilakukan kepolisian, diketahui para pelaku menggunakan cairan antitetanus dicampur dengan cairan infus sebagai bahan dasar vaksin palsu tersebut.
"Zat dasarnya dua itu. Cairan infus dan antitetanus. Dia campur, lalu dimasukkan ke dalam botol bekas. Untuk seperti sempurna, ada alat pengemasan dan diberikan label palsu juga. Setelah itu, baru didistribusikan," ujar Agung.
Selain itu, vaksin tidak dibuat di laboratorium yang higienis, tetapi di sebuah gudang yang "disulap" menjadi tempat peracikanvaksin.

Awal terungkapnya vaksin palsu

Agung memaparkan, terungkapnya sindikat pemalsu vaksinbalita ini berawal dari ditemukannya fakta bahwa banyak anak yang kondisi kesehatannya terganggu setelah diberikan vaksin.
Selain itu, ada apula laporan pengiriman vaksin balita di beberapa puskesmas yang mencurigakan.
Penyidik kemudian menganalisis dan melakukan penyelidikan.
Pada 16 Mei 2016, penyidik menangkap pelaku bernama Juanda yang merupakan penjual vaksin palsu melalui dua toko obat miliknya, CV Azka Medical yang terletak di Jalan Raya Karang Santri Nomor 43 Bekasi, dan Bumi Sani Permai, Tambun, Bekasi.
Penyidik turut menggeledah rumah kontrakan milik pelaku yang terletak di Dewi House, Jalan Pahlawan Nomor 7, Tambun,Bekasi.
"Setelah digeledah dan diperiksa, diketahui toko obat yang dimiliki J ini tidak memiliki legalitas sekaligus tidak mengantongi izin pengedaran vaksin," ujar Agung.

Penyidik menetapkan J sebagai tersangka dan mengenakan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar.

Penangkapan J mengarah ke pengembangan berikutnya.

Pada 21 Juni 2016, penyidik menggeledah enam titik.
Keenam titik itu yakni Apotek Rakyat Ibnu Sina, sebuah rumah di Jalan Manunggal Sari, sebuah rumah di Jalan Lampiri Jatibening, sebuah rumah di Puri Hijau Bintaro, sebuah rumah di Jalan Serma Hasyim Bekasi Timur, dan Kemang Regency.

Di tiga lokasi, penyidik menangkap sembilan pelaku yang masing-masing terdiri dari lima orang sebagai produsen, dua orang sebagai kurir, satu orang sebagai pencetak label palsu, dan seorang lainnya merupakan penjual vaksin palsu.
Dua dari lima produsen berinisial R dan H adalah pasangan suami istri.
Dalam seluruh penggeledahan, penyidik mengamankan barang bukti, yakni 195 saset hepatitis B, 221 botol vaksin polio, 55vaksin antisnake, dan sejumlah dokumen penjualan vaksin.

Kesembilan orang tersebut kini sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Mereka dijerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar dan Pasal 62 juncto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti berpesan, penyidik harus mengusut perkara tersebut sampai tuntas.

Ia juga menekankan agar diusut dugaan keterlibatan oknum tempat pelayanan kesehatan untuk mengedarkan vaksin palsu tersebut.
"Kembangkan sampai ke jaringan-jaringannya sehingga semua itu bisa diungkap dan masyarakat tidak dirugikan," ujar Badrodin

Tribun

Berburu Lailatu Diskon


Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, normalnya orang-orang mulai lebih sibuk dari biasanya. Kalau di zaman Rasulullah ﷺ dulu, umat Islam pasti disibukkan dengan meningkatkan ibadah dan amal shalih, bahkan sembari i’tikaf. Hal yang sama juga terus menerus dilakukan selama masa kepemimpinan Islam, Khilafah, masih tegak.
Kala itu, umat Islam masih memiliki pemikiran, perasaan, dan peraturan yang sama di tengah-tengah mereka, yaitu Islam. Dan Islamnya itu dalam semua aspek kehidupan, nggak terbatas di aspek-aspek tertentu saja. Makanya, ketika membaca ayat-ayat Surat Al Qadr, itu nggak cuma dimaknai sebagai ayat belaka. Tapi justru jadi pemicu, motivator untuk beribadah lebih giat lagi daripada hari-hari lainnya.
Dan tentu saja, pemicu umat Islam kala itu untuk beribadah lebih giat pada 10 hari terakhir Ramadhan adalah karena adanya Lailatul Qadar.
“Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al Quran) itu pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin RABB-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr; 1-5)
Saat Lailatul Qadar, satu ibadah yang dilakukan pada malam itu akan mendapatkan pahala lebih banyak daripada ibadah yang sama yang dilakukan pada malam-malam lain selama 1000 bulan. Kalau dikonversi ke tahun, lebih dari 83 tahun! Padahal rata-rata harapan usia hidup manusia zaman sekarang itu cuma sekitar 60-70 tahun. Artinya, pahala ibadah yang dilakukan bisa jadi melebihi batasan harapan usia hidup pada umumnya. Satu rakaat shalat sunnah di Lailatur Qadar sama pahalanya dengan pahala satu rakaat shalat sunnah yang sama selama 1000 bulan nonstop. Belum ditambah ibadah-ibadah yang lainnya. Kebayang, kan, betapa ngiler-nya umat Islam ditawari pahala segitu gedenya?
Soal kenapa di 10 hari terakhir, sebabnya Rasulullah ﷺ mengatakan:
“Carilah Lailatul Qadr itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)”. (H.R Al Bukhari no. 1878)
Ada juga hadits lain yang mengatakan pada malam 27 atau 29, tapi tepat persisnya kapan, kita nggak akan tahu. Itu privilese Allah SWT semata buat menentukan kapan Lailatul Qadar akan terjadi tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Motivasinya, tentu biar kita tambah rajin menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dengan ibadah dan amal shalih. Kalau bisa mendapatkan lailatul qadar, itu sangat jauh lebih dari lumayan buat bekal pahala di akhirat nanti.
Dari Abu Hurairah RA, Nabi ﷺ bersabda : “Barangsiapa menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap ridha Allah SWT, maka diampuni dosanya yang terdahulu, dan barangsiapa berpuasa Ramadhan dalam Iman dan mengharap ridho Allah SWT, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari no. 1768)
Namun begitu, rasanya kebanyakan orang zaman sekarang (di negeri ini, misalnya) lebih senang memburu lailatud diskon (malam seribu diskon) dibanding lailatul qadar (malam seribu bulan).
Buktinya? Oh, lihat saja. Lebih berjubel mana, masjid atau pusat perbelanjaan? Lebih banyak terdengar apa, lantunan ayat Al-Qur’an atau suara sales lagi mengumumkan promo harga diskon dobel? Lebih banyak hitung apa, amalan yang sudah dilakukan pas bulan Ramadhan atau uang buat beli kebutuhan Lebaran yang serba baru?
Apa yang lebih bikin bingung, kenapa diri ini nggak mampu untuk optimal dalam meningkatkan ibadah pas Ramadhan atau yang mana sepatu baru yang harus dibeli? Lebih semangat apa, memborong pahala di lailatul qadar atau memborong belanjaan pasmidnight sale? Jawaban-jawaban yang dipilih akan menunjukkan tendensi kita, apakah Ramadhan yang kita lalui selama ini sudah beres atau malah cuma sekadar formalitas angin lalu yang nggak bermakna apa-apa ketika kelak berakhir.
Padahal, diskon pahala di lailatul qadar sebenarnya jauh lebih menggiurkan ketimbang diskon dobel di R*m*y*na (yang mana itu juga belum tentu lepas dari manipulasi di belakang layar). Allah kurang baik apa, coba? Obral pahala gede-gedean, 83 tahun cukup dalam satu malam! Mana ada pusat perbelanjaan manapun di galaksi ini yang bisa ngasih pahala ekivalen dengan yang diberikan Allah? Dan lagi, pahala yang diobral habis-habisan pada lailatul qadar jauh lebih berguna sebagai bekal di akhirat kelak, yang notabene merupakan persinggahan abadi spesies makhluk hidup bernama manusia.
Namun, nggak banyak yang benar-benar memahami persoalan itu sepenuh hati, sehingga tawaran terbaik sejagad itu diabaikan begitu saja dan milih buat memburu lailatud diskon. Tempat i’tikaf berubah dari masjid jadi pusat perbelanjaan. Amalan ibadah yang barangkali sedikit-sedikit mulai dibentuk di 20 hari awal Ramadhan tibatiba berkurang drastis atau bahkan lupa sama sekali,na’udzubillah. Dzikir malam berganti obrolan mencari diskon, membaca Al-Qur’an berganti membaca harga barang paling murah. Sangat disayangkan.
Idul Fitri memang satu dari dua hari raya dalam Islam yang tentunya merupakan momen besar. Kalau orang-orang ingin mempersiapkannya, itu juga jadi wajar. Tapi apakah dengan belanja diskon segala rupa sampai-sampai melakukan pemborosan massal dan mengabaikan obral pahala yang secara cuma-cuma diberikan Allah? Tentu nggak begitu. Apalah arti meramaikan Idul Fitri kalau misalnya Ramadhan yang dilalui justru dihabiskan dengan kesia-siaan?
Mari merenung sebentar. Kalau kita lebih semangat memburu lailatud diskon ketimbang lailatul qadar, jangan-jangan Ramadhan kita selama ini memang nggak beres? Ramadhan berlalu tanpa mengubah apa-apa dalam diri kita, nggak berpengaruh untuk mengubah diri menjadi lebih bertakwa. Lebih dari itu, apa jangan-jangan persepsi berpikir kita adalah persepsi berpikir sekuler? Persepsi yang memisahkan agama dari kehidupan, yang membatasi agama hanya sebatas ibadah mahdhah bersifat seremonial belaka tanpa memaknai apa yang ada di dalamnya?
Semoga kita semua dijaga untuk memiliki persepsi Islam secara menyeluruh, yang memiliki visi jauh ke depan sampai setelah kehidupan dunia. Bukan persepsi sekuler yang melenakan tapi justru menyesatkan kita dari jalan Allah.
(Andhika Dwijayanto; Kontributor Gaul Fresh)

Bentrok Meletus di Masjid Al-Aqsha, Belasan Jamaah Terluka (Plus Video)



Bentrok Meletus di Masjid Al-Aqsha, Belasan Jamaah Terluka Bentrokan meletus antara umat Islam yang beritikaf di Masjid Al-Aqsha dan pasukan penjajah Israel pada Ahad (26/06). Hal itu dipicu oleh izin yang diberikan pemerintah Israel terhadap pemukim Yahudi memasuki masjid suci itu di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Direktur Masjid Al-Aqsha, Syaikh Omar Kiswani, dalam sambungan telepon dengan kantor berita Reuters menuturkan, bentrokan meletus pada pukul 7.30 waktu setempat ketika pasukan penjajah membolehkan masuk sekelompok pemukim Yahudi ke kompleks masjid.


Dia menambahkan, ini merupakan kali pertama sejak 14 tahun terakhir pemukim Yahudi dibolehkan memasuki Masjid Al-Aqsha di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

“Sejumlah korban jatuh akibat peluru karet, sesak nafas dan pukulan,” kata Kiswani.

Sementara itu, juru bicara polisi Israel Luba Samiri mengatakan bahwa pertempuran itu meletus setelah anggotanya membuka gerbang masjid untuk mempersilahkan sekelompok Yahudi masuk. Akan tetapi, klaimnya, para pemuda Muslim yang ada di dalam masjid mencoba menghalangi.

“Kami menangkap empat empat pemuda atas tuduhan mengganggu ketertiban umum dan menghalangi kerja petugas polisi,” jelasnya.

Di sisi lain, lembaga medis Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa pihaknya mengevakuasi lima korban luka dari kompleks Masjid Al-Aqsha ke rumah sakit Al-Maqasid di Al-Quds. Tiga korban akibat peluru karet, dua akibat pukulan di kepala, dua akibat luka bakar dan sisanya terkena geranat kejut.


“Sementara 17 korban lainnya hanya dirawat di tempat karena mengalami luka ringan,” lapor pernyataan Bulan Sabit Merah Palestina.

Sejumlah saksi mata mengatakan, bentrokan meredam beberapa jam kemudian.

Mufti Tertingi Al-Quds, Syaikh Muhammad Husain, mengungkapkan bahwa penyerbuan yang dilakukan pasukan penjajah terhadap jamaah dan muktakif di Masjid Al-Asha itu melihatkan kebijakan agresif Israel. Itu merupakan pelanggaran terhadap kesucian masjid bersejarah itu.

Ia memperingatakan dampak dari kebijakan itu berupa kemarahan umat Islam baik di Palestina dan di belahan dunia lainnya.

Perlu diketahui, meski dibatasi dan diawasi ketatk, di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan Masjid Al-Aqsha dipenuhi umat Islam yang melaksanakan ibadah itikaf. Kedatangan pera pemukim Yahudi dan pengunjung Asing mengusik kekhusyukan ibada


Bisnis Haram Penukaran Uang



Dalam hari-hari terakhir Ramadhan  sampai menjelang lebaran  di berbagai ruas jalan di Jakarta selalu muncul para penjaja uang. Mereka menawarkan uang pecehan kecil  untuk ditukar dengan uang kertas dengan satuan besar.  Membagikan ’amplop’ bagi sanak saudara, terutama bagi anak-anak, keponakan, prunan, dan lain-lain, memang merupakan  bagian dari tradisi berlebaran masyarakat kita. Kebiasan berbagi uang kecil  semacam ini memberikan kegembiraan bukan saja bagi anak-anak yang menerimanya, tetapi juga bagi orang tua yang membagikannya.

Bank Indonesia (BI) pun tanggap dengan kebiasaan ini. Maka, di hari-hari menjelang lebaran, milyaran rupiah uang pecahan baru, dengan satuan Rp 1000, Rp 2000, Rp 5000, sampai Rp 10.000, dan Rp 20.000 dicetak dan disebarkan oleh BI. Uang kertas yang masih kinyis-kinyis dan beraroma khas.

Tetapi benarkah yang mereka tawarkan adalah sekadar jasa penukaran? Kenyataannya para penukar uang itu memberikan nilai yang lebih kecil kepada pihak yang menyerahkan uang dengan satuan besar. Kongkritnya 100 lembar uang dengan satuan Rp 1000 ditukarkan dengan uang Rp 110.000 atau bahkan Rp 120.000. Ada selisih 10-20%.

Pertukaran merupakan  transaksi yang terjadi melalui pergantian suatu benda dengan benda yang lain. Benda-benda ini bisa sejenis bisa berlainan jenis. Marilah kita pahami hukum pertukaran menurut syariat Islam.  Hukum Islam membedakan keduanya. Dalam hal benda berlainan jenis disebut sebagai perdagangan (al buyu), sedangkan bila yang dipertukarkan adalah sejenis, dinamakan pertukaran (sarf). Keduanya memiliki hukum yang berbeda.

Rasul SAW bersabda:

Transaksi pertukaran emas dengan emas harus sama takaran dan timbangannya, dari tangan ke tangan (kontan), kelebihannya adalah riba; perak dengan perak harus sama takaran dan timbangannya, dan dari tangan ke tangan (kontan), kelebihannya adalah riba; tepung dengan tepung harus sama takarannya dan timbangannya, dan dari tangan ke tangan (kontan), kelebihannya adalah riba; korma dengan korma harus sama takaran dan timbangannya, dan dari tangan ke tangan (kontan), kelebihannya adalah riba; garam dengan garam harus sama takaran dan timbangannya, dan dari tangan ke tangan (kontan), kelebihannya adalah riba.    (HR Muslim)

Hadits di atas berlaku bagi penukaran benda sejenis: emas dengan emas, perak dengan perak, korma dengan korma, garam dengan garam, tepung dengan tepung. Syarat sahnya adalah harus sama nilai dan takarannya,  dan kontan. Bila salah satu berlebih, atau salah satu ditunda penyerahannya, muncullah unsur riba. Pada yang pertama riba karena unsur tambahan disebut riba al fadl. Pada yang kedua riba karena unsur penundaan disebut riba an nasi’ah.

Jadi, jelaslah pada penukaran uang dalam satuan besar dengan uang receh di atas, dimana salah satu pihak meminta tambahan,  10-20% , mengandung riba – dalam hal ini, bila dilihat dari ”nilai” nya, adalah  riba al fadl.

Lain halnya bila pertukaran itu terjadi antara dua benda berlainan. Misalnya emas ditukar dengan perak, atau perak ditukar dengan seekor ayam, maka dibolehkan terjadi perbedaan, sepanjang dibayarkan dengan kontan. Ini masuk kategori  jual-beli.

Tetapi, kita harus lebih cermat dan tepat memahami masalah perbedaan jual-beli dan tukar-menukar ini bukan dari  kesejenisan atau perbedaan benda-benda yang dipertukarkan semata. Melainkan, hal ini terkait dengan pengertian alat tukar (medium of exchange), yang digunakan sebagai medium pertukaran yang umum sifatnya. Inilah yang sesungguhnya kita kenali sebagai mata uang. Ini untuk membedakan dengan petukaran, atau jual beli, yang acap kita sebut sebagai barter.



Ketetapan dari Rasulullah SAW berikut  ini memberikan kejelasan bagi kita bahwa pertukaran dua benda sejenis pun ada yang dibolehkan dengan perbedaan, tanpa menimbulkan riba. Contoh yang diberikan adalah penukaran seekor onta  (yang gemuk dan tua) dengan beberapa ekor onta (kecil dan muda).  Sepanjang pertukaran itu tetap dilakukan secara kontan.

Jangan kamu bertransaksi  satu dinar dengan dua dinar, satu dirham dengan dua dirham; satu sa’dengan dua sa’ karena aku khawatir akan terjadinya riba (al Rama’). Seseorang bertanya: ‘Wahai Rasul, bagaimana jika seseorang menjual  seekor onta dengan beberapa ekor kuda atau seekor onta dengan beberapa ekor onta? Jawab Nabi SAW, ‘Tidak mengapa, asal dilakukan dengan tangan ke tangan (kontan).  (HR Ahmad dan Thabrani)

Perhatikan sekali lagi hadits di atas. Di situ Rasulullah SAW membedakan benda-benda tertentu, yang umum berlaku sebagai alat tukar (medium of exchange), yaitu dinar (emas) dan  dirham (perak),  dan benda-benda yang tak pernah berlaku sebagai medium pertukaran, seperti onta atau kuda. Bila kita kaitkan dengan hadits sebelumnya kita pun dapat memahami bahwa korma, tepung, serta  garam – selain emas dan perak – termasuk medium  pertukaran. Dengan kata korma, gandum dan garam, serta benda-benda sejenis itu seperti padi atau kedele, misalnya dalam konteks Indonesia, dapat digunakan sebagai alat tukar atau uang.

Perhatikan pula bahwa Rasulullah SAW memperlakukan korma sama dengan dinar atau dirham, melarang pertukarannya, kecuali dalam jumlah yang sama dan kontan. Mengapa? Karena korma, seperti halnya dinar dan dirham, juga gandum, barle, dan garam (sebagaimana ditunjukkan dalam hadits-hadits yang lain yang tak dikutip di sini), lazim dipakai sebagai alat tukar, yang tak lain berfungsi sebagai  uang.

Dari sisi lain, dengan hadits ini  kita diberi pengertian lain pula bahwa  uang, sebagai medium pertukaran,  dalam syariat Islam  haruslah terbuat dari komoditi dan karenanya memiliki nilai intrinsik. Di antara benda-benda yang disebut di atas yang terbaik berlaku sebagai alat tukar dalam pengalaman manusia adalah  (dinar) emas dan (dirham) perak.

penukaran duit di jalan

Nah, kembali ke soal para penjaja uang receh di atas, jelaslah bahwa unsur ribanya bukan saja ada pada perbuatannya menukarkan kertas (100 lembar kertas yang masing-masing  diberi nilai Rp 1000 dengan beberapa atau selembar kertas lain yang diberi nilai Rp 100.000) dengan tambahan 10-20% itu. Melainkan, lembar-lembar kertas yang kita sebut sebagai uang kertas, dan berlaku sebagai medium pertukaran itu sendiri, adalah batil.

Kertas-kertas itu hampir tidak memiliki nilai intrinsik, kecuali beberapa gram  massa kertas-kertas itu semata, dan tak layak menjadi alat tukar. Nilai nominal yang dibubuhkan di atasnya merupakan penggelembungan secara paksa (melalui hukum legal tender) yang tak lain adalah riba itu sendiri! (zaim saidi)

Senjakala Negara Bangsa


  1. Pada awalnya  masyarakat hidup dalam kehidupan fitrah, penuh kebebasan tapi terpimpin oleh orang-orang yang mereka percayai sebagai pemimpin. Di antaranya dalam model Sultaniyya
  2. Pada abad ke 17 lahirlah para bankir. Perekonomian berubah, dari basis komoditi menjadi berbasis uang kertas, hasil jenius masa itu.
  3. Muncullah imperialisme dan kolonialisme untuk perluasan modal dan pasar – yang disebut kapitalisme.
  4. Tepatnya neokolonialisme dan neoimperialisme dengan modus operandi baru yang efisien dan efektif.
  5. Pertama, diberikanlah ‘kemerdekaan politik’, dan ‘kehormatan’ pada ‘kaum terjajah’ sebagai ’bangsa-nasional’, yang sejajar dengan bangsa merdeka lainnya
  6. Demi status baru ini tiap ‘bangsa merdeka’, dibangunlah mitos dan ritus-ritusnya sendiri, secara seragam: lagu kebangsaan, bendera nasional, dan  Konstitusi
  7. Segala artefak ini boleh beragam, tapi tidak dalam esensinya, yakni doktrin ‘dipisahkannya gereja dan negara’, sebagai kata sandi ‘ditundukkannya gereja oleh negara’
  8. Kedua, ‘bangsa-bangsa baru’ merdeka, ini segera didefinisikan sebagai ‘terbelakang, miskin, berpenyakit, dan bodoh’. Butuh pembangunan
  9. Elit dunia ketiga ini dididik, diajari membuat APBN, dengan formula ekonomi neoklasik, yakni defisit-anggaran, dengan teknik Pelita, selenggarakan ‘proyek pembangunan’
  10. Keempat, untuk memastikan status quo, demokrasi diterapkan sebagai mesin kekuasaan piramidal Firaunik. Memudahkan kendali oleh para bankir
  11. Dalam negara fiskal tugas pemerintah mengambil utang ke bankir, menghabiskan lewat APBN, menarik pajak pada rakyat.
  12. Kelima, dengan demokrasi dan pemerintah boneka, terus terjadi pemajakan, penjualan aset, swastanisasi, transformasi pemilikan sosial kepada oligarki bankir.
  13. Dalam demorkasi, siapa pun presidennya tak penting. Asal tunduk patuh. Kasim yang dikebiri.
  14. Rakyat ditransformasikan bertahap, dari manusia otonom menjadi buruh, menjadi konsumen, terakhir jadi debitur – dan pada saat bersamaan, sebagai pembayar pajak.
  15. Jadi, negara fiskal, dengan demokrasinya, tidak lain adalah sistem perbudakan. Orang bekerja untuk tuannya, yakni para bankir. Tak ada kebebasan memiliki harta.
  16. Pahamilah demokrasi modern adalah instrumen politik para bankir, yang muncul pada abad ke 17, diterapkan melalui kudeta atas kekuasan gereja dan raja pada Revolusi Perancis
  17. Melalui demokrasilah dua kelas baru muncul dalam masyarakat: bankir dan politisi di atas. Benih kapitalisme tumbuh dan besar melalui demokrasi ini.
  18. Dua kelas baru muncul, dua kelas lama, gereja dan kestaria, dihancurkan,. Atas nama persamaan, kebebasan, dan persaudaraan. Lahirlah model republik.
  19. Dalam republik sebagai wadah negara fiskal, negara – yakni para politisi – memberikan hak monopoli kepada para bankir untu mencetak uang kertas
  20. Pasca Revolusi Perancis, koin emas dan perak disingkirkan, diganti dengan uang kertas, yakni Assignat. Dengan kertas inilah para bankir semakin berkuasa.
  21. Para bankir mendapat hak monopoli itu, dan membentuk Bank Sentral. Sebagai imbalan mereka sediakan utang untuk keperluan ‘pembiayaan negara’ (proyek-proyek).
  22. Lewat Konstitusi tiap-tiap individu warga negara, dipaksakan menjadi jaminan atas pengembalian utang-ribawi tersebut, melalui pemajakan tersebut di atas.
  23. Pajak itu sendiri ada dua jenis, pajak langsung yang ditarik secara tunai dari harta warga negara dan tidak langsung (inflasi dan seignorage)
  24. 24.Tiap tahun birokrasi negara- politisi yand Anda pilih lewat Pemilu  – menyusun APBN  tersebut di atas, termasuk cicilan utang
  25. Negara menjamin kepada para bankir atas (pengembalian) utang dengan bunga ber bunga ini dari pembebanan pajak kepada warga negara.
  26. Para bankir, dengan sangat mudah memenuhi kebutuhan biaya tersebut, berapa pun nilainya, dengan cara mencetak kredit ex nihilo, nyetak uang dari udara hampa
  27. Uang kertas, kini sudah jadi digital, memungkinkan bankir melakukan itu. Gelembungkan uang melalui utang berbunga, diserap APBN.
  28. Dari sinilah kita disodori suatu trick yang dikenal sebagai ‘Utang Negara’ (Public Debt). Dulu aalsannya “pembangunan”, sekarang apa saja, seperti ‘reformasi’.
  29. APBN, tepatnya utang negara menjadi legitimasi pemerintah berkuasa untuk memajaki rakyat. Ini modusin herent dalam negara fiskal demokrasi
  30. Demokrasi memastikan keterpisahan kapital di tangan oligarki bankir internasional, dari politik domestik. Politik domestiklah yang dikendalikan oleh bankir
  31. Bank Sentral dipisahkan dari (kewenangan) politik pemerintah dengan mantra ‘Independensi Otoritas Moneter’
  32. Para bankir mengendalikan politisi dan pemerintah, bukan sebaliknya. Pemerintahan 100% boneka para bankir. Semua kebijakan adalah untuk kepentingan bankir
  33. Inilah hasilnya buat rakyat: utang yang terus menggunung pada para bankir. Pajak yang makin menjerat dan menindas.
  34. Demokrasi adalah usurokrasi, sistem riba, alat para bankir untuk lahan investasi terbesar mereka. Tak ada independensi. Demokrasi adalah tirani.
  35. Tetapi, sistem politik riba ini tidak akan lestari. Sangat rapuh pada dirinya sendiri, karena ditopang oleh kebatilan, tipu daya uang kertas dan kredit berbunga.
  36. Keruntuhannya sudah di ambang mata. Dimulai dari runtuhnya pilar pokoknya, sistem moneter/finansialnya. Inilah yang sedang terjadi di Eropa dan AS.
  37. Para bankir mengulur-ulur, dengan berbagai akrobat, mencetaak uang baru, tarik pajak tinggi, tapi pada satu titik, tak dapat diteruskan. Perbankan, uang kertas, bakal runtuh secara keseluruhan.
  38. Runtuhnya sistem perbankan, akan diikuti oleh runtuhnya struktur politiknya, yakni negara fiskal dengan demokrasinya.
  39. Sistem tirani yang melawan fitrah alam ini akan sampai pada titik ajalnya. Model kehidupan baru yang lebih alamiah akan meggantikannya.
  40. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibn Khaldun dalam Muqaddimah, kehidupan manusia mengikuti siklus organik, lahir, tumbuh, menua, busuk dan mati.
  41. Negara fiskal, dengan demokrasinya yang menindas ini, nampak telah sampai pada senjakalanya. Segera runtuh dan mati. Sekian.

Mencari Lailatul Qodar di 10 Malam Terakhir Ramadhan



RAMADHAN telah memasuki hari ke-20, itu artinya Ramadhan kali ini kurang lebih menyisakan 10 hari lagi. Sudah sepatutnya kita lebih menggencarkan ibadah kita di Bulan yang penuh berkah ini, karena belum tentu Ramadhan yang akan datang kita masih diberikan kesempatan lagi untuk merasakannya.

Menjelang akhir Ramadhan, Rasulullah SAW biasanya lebih fokus beribadah, terutama sepuluh malam terakhir. Hal ini sebagaimana yang disebutkan ‘Aisyah,

كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله

Artinya, “Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah,” (HR Al-Bukhari).



Berdasarkan hadits ini, dapat disimpulkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang terbaik untuk beribadah. Sebagian ulama mengatakan, Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhannya beribadah pada sepuluh malam terakhir dibandingkan malam sebelumnya.

Menurut Ibnu Bathal, hadits ini menginformasikan kepada kita bahwa malam lailatul qadar terdapat pada sepuluh malam terkahir Ramadhan. Karenanya, Rasulullah SAW lebih fokus beribadah pada malam tersebut dan menganjurkan umatnya untuk melanggengkan ibadah di malam sepuluh terakhir.

Karena kita tidak tahu secara pasti kapan terjadinya malam lailatul qadar, usahakan setiap malam di sepuluh terakhir diisi dengan memperbanyak ibadah. Usahakan tidak ada satu malam pun yang tidak dihiasi dengan ibadah, supaya malam lailatul qadar tidak terlewatkan. Semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu dengan malam terbaik itu. Wallahu a’lam. []

Sumber

Zakat yang Tidak Sah

Ada orang yang baru keterima kerja. Gaji pertama 5 jt/bln. Setiap kali dia mendapat gaji, dia zakati 2,5%.

Alasannya, dari pada zakatnya diakhirkan, lebih baik dicicil setiap bulan. Jadi tabungannya semua sdh dizakati. Sehingga, nanti tidak perlu dizakati. Katanya, ini zakat profesi.
Apakah zakatnya benar? mohon pencerahnnya..
Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Zakat, tidak seperti sedekah atau infak yang sifatnya anjuran. Zakat itu kewajiban yang ada ukurannya. Islam memberikan aturan khusus untuk zakat. Sehingga, tidak semua bentuk memberikan harta kepada fakir miskin, bisa disebut zakat.  Memberikan harta kepada fakir miskin hanya bisa disebut zakat, jika memenuhi aturan zakat. Jika tidak sesuai aturan, itu bukan zakat.

Sebagaimana shalat, di sana ada rukun dan syarat. Jika itu shalat wajib, di sana ada ketentuan mengenai waktu pelaksanaan. Orang hanya boleh shalat subuh, setelah terbit fajar shodiq. Orang yang shalat 2 rakaat 5 menit sebelum terbit fajar, tidak disebut shalat subuh, meskipun dia niat untuk shalat subuh.

Ketentuan umum zakat, dinyatakan dalam hadis dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا كَانَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا وَحَالَ عَلَيْهَا الْحَوْلُ فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ ، فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ
Jika kamu memiliki 20 dinar, dan sudah genap selama setahun, maka zakatnya ½ dinar. Lebih dari itu, mengikuti hitungan sebelumnya. (HR. Abu Daud 1575 dan dishahihkan al-Albani).

Dalam hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan adanya nishab dan haul untuk zakat mal. Dan ini aturan baku. Siapapun tidak dibenarkan untuk membayar zakat dengan aturan berdasarkan inisiatif pribadi. Karena ibadah itu wahyu dan bukan berdasarkan inisiatif manusia.

Nishab, dan Haul Sebab Wajibnya Zakat
Nishab adalah batas minimal harta yang wajib dizakati. Selama seseorang belum memiliki harta satu nishab, tidak ada kewajiban zakat baginya. Karena itu, membayar zakat sebelum nishab, sama dengan membayar zakat sebelum ada sebabnya. Para ulama meng-analogikan ini seperti orang shalat sebelum masuk waktu.

Untuk itulah ulama sepakat tidak boleh membayar zakat sebelum memiliki harta satu nishab.
Ibnu Qudamah mengatakan,
ولا يجوز تعجيل الزكاة قبل ملك النصاب بغير خلاف علمناه ، ولو ملك بعض نصاب فعجل زكاته أو زكاة نصاب : لم يجُز ؛ لأنه تعجَّل الحكم قبل سببه
Tidak boleh mendahulukan zakat sebelum memiliki harta satu nishab, tanpa ada perbedaan pendapat ulama yang kami tahu. Jika ada orang memiliki harta separuh nisab, lalu dia menyegerahkan zakat, atau dia bayar zakat satu nishab, hukumnya tidak boleh. Karena dia mendahulukan hukum sebelum sebab. (al-Mughni, 2/495)
Dalam Ensiklopedi Fiqh juga dinyatakan,
لا خلاف بين الفقهاء في عدم جواز التكفير قبل اليمين ؛ لأنه تقديم الحكم قبل سببه ، كتقديم الزكاة قبل ملك النصاب ، وكتقديم الصلاة قبل دخول وقتها .
Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang tidak bolehnya membayar kaffarah sumpah sebelum ada sumpah, karena berarti mendahulukan hukum sebelum ada sebabnya. Seperti mendahulukan zakat sebelum memiliki satu nishab, atau mendahulukan shalat sebelum masuk waktunya. (al-Masusu’ah al-Fiqhiyah, 35/48)
Kami tegaskan ulang, kesimpulan bahwa membayar zakat sebelum nishab, zakatnya tidak sah. Tidak sah dalam arti tidak terhitung sebagai zakat. Meskipun dia mendapat pahala sedekah dari harta yang dia berikan ke fakir miskin.

Kasus Zakat Bulanan

Ketika si A memiliki gaji 5 jt/bulan, secara perhitungan, dalam setahun pemasukan si A senilai 60 jt. Nilai ini di atas satu nishab. Apakah si A wajib zakat?

Bahwa yang dihitung dari zakat adalah tabungan, akumulasi uang mengendap, dan bukan akumulasi pemasukan. Pemasukan si A 5jt/bln. Tapi jika dikurangi biaya hidup dan semua pengeluarannya, si A hanya menyisakan Rp 1 jt yang bisa ditabung.

Jika penghasilan si A hanya ini, sementara dia tidak punya tabungan, maka si A tidak wajib zakat. Dalam waktu setahun, tabungan si A baru terkumpul 12 jt.

Itu artinya, jika si A membayar zakat 2,5% dari sejak dia mendapatkan gaji di bulan pertama, berarti si A membayar zakat sebelum memiliki harta satu nishab. Dan tentu saja, tidak sah sebagai zakat, meskipun dia mendapat pahala sedekah.

Jika kita asumsikan kondisi si A selalu stabil, maka dia baru memiliki harta 1 nishab, setelah kurang lebih 3,5 tahun bekerja. Sehingga si A memiliki tabungan 43 juta. Di titik itu, si A baru memiliki harta satu nishab. Tapi si A belum diwajibkan bayar zakat. Sampai uang itu mengendap selama setahun (Haul)

Sisi Negatif  Zakat Profesi

Fokus di pertanyaan.
Masyarakat menganggap model zakat semacam ini dengan zakat profesi. Setidaknya ada 2 konsekuensi buruk ketika zakat profesi diterapkan,
[1] Orang yang belum memiliki harta sebesar nishab, membayar zakat. Padahal itu zakat sebelum ada sebabnya. Dan ulama sepakat, zakatnya tidak sah.
[2] Muncul anggapan tidak lagi wajib zakat karena sudah dikeluarkan zakat profesinya setiap bulan ketika menerima gaji. Padahal dia punya tabungan di atas nishab tersimpan tahunan, yang seharusnya itu dizakati.
Dari kasus si A. Dengan asumsi penghasilan si A tetap, mungkin di tahun keempat, si A tabungannya menjadi 48  jt. Di atas nishab. Tapi si A merasa dia sudah zakat, sehingga tidak bayar zakat lagi. Padahal tabungan itulah yang seharusnya dizakati.
Menurut mayoritas para ulama kontemporer bahwa zakat profesi tidak dikeluarkan pada saat diterima akan tetapi digabungkan dengan uang yang lain yang mencapai nishab dan mengikuti haulnya (berlalu 1 tahun qamariyah).
Pendapat ini juga merupakan hasil keputusan muktamar zakat pertama se-dunia di Kuwait pada tahun 1984, yang berbunyi,
Zakat upah, gaji dan profesi tidak dikeluarkan pada saat diterima, akan tetapi digabungkan dengan harta yang sejenis lalu dizakatkan seluruhnya pada saat cukup haul dan nishabnya.”

Kisah: Penghasilan Milyaran, Tidak Wajib Zakat

Berpenghasilan besar, belum tentu mendapat kewajiban zakat. Karena zakat hanya dibebankan untuk orang yang memiliki harta mengendap satu nishab selama setahun.
Meskipun seseorang memiliki harta di atas satu nishab, namun habis sebelum satu tahun, dia tidak wajib zakat.

Dulu ada ulama besar yang Allah berikan kekayaan melimpah, namun beliau tidak pernah berzakat. Karena hartanya habis sebelum genap setahun. Beliau adalah al-Laits bin Sa’d rahimahullah.
Qutaibah menceritakan,
كان الليث يستغل عشرين ألف دينار في كل سنة وقال ما وجبت علي زكاة قط
Penghasilan Al-Laits mencapai 12.000 dinar dalam setahun. Dan beliau mengatakan, “Aku tidak pernah mendapat kewajiban zakat.”
12.000 dinar itu berapa rupiah?
25.500.000.000. Biar gampang bacanya, kita ringkas: 25 M + 500 jt.
Mengapa beliau tidak pernah zakat?
Uang itu habis sebelum haul.
Beliau pernah memberikan 1000 dinar ke Manshur bin Ammar,
1000 dinar kepada Ibnu Lahai’ah (seorang ulama hadis).
500 dinar kepada Imam Malik, dst.
dan masih banyak lagi yang belum tercatat.
Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Dibalik Drama Ahok VS Tempo: Pencitraan Kalau Dizalimi…


www.dakwahmedia.net - Jika publik melihat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Tempo Group telah “pecah kongsi”, pengamat politik Muhammad Huda justru melihat pemberitaan majalah Tempo yang ‘menyerang’ Ahok sebagai permainan psikologis.

Muhammad Huda menduga, majalah Tempo dan jaringannya justru sedang memainkan skenario bahwa Ahok adalah sosok yang dizalimi. Penzaliman itu dilakukan dengan berbagai pemberitaan yang negatif terhadap mantan Bupati Belitung Timur itu.

“Tempo memberitakan negatif terus, ada psikologi masyarakat awam yang buta politik akan menaruh simpati ke Ahok,” ungkap Muhammad Huda, Selasa 21 Juni 2016..

Menurut Huda, Ahok butuh pencitraan terlihat dizalimi, agar elektabilitasnya semakin tinggi menjelang Pilkada DKI 2017.

“Hal yang sama juga dilakukan Jokowi, yang seolah-olah terzalimi oleh Tabloid Obor Rakyat,” papar Huda.

Di satu sisi, kata Huda, laporan Majalah Tempo edisi terbaru sebenarnya tidak menyerang Ahok.

“Terkait dana pengembang ke Teman Ahok itu orang-orang di sekitar Ahok. Dan Ahok tidak disebut sama sekali,” beber Huda.

Pendiri Tempo, Goenawan Muhammad melalui akun Twitter @gm_gm memang masih terus mendukung Ahok, kendati Tempo belakangan “menyerang” Ahok.

“Jengkel menyaksikan reaksi Ahok kpd media, saya tetap berseru: Maju terus, Ahok. Jakarta butuh kepemimpinmu. Tapi jangan cepat marah…,” tulis @gm_gm pada 18 Juni 2016. [EraMuslim/DakwahMedia]

Mana Yang Disebut Toleransi? Masjid di Kanada Dikirimi Kepala Babi


www.dakwahmedia.net - Kekhusyukan minoritas Muslim di Kota Quebec, Kanada, menjalankan puasa Ramadhan terusik dengan upaya teror dan provokasi. Sebuah bungkusan plastik berisi kepala babi ditemukan dipintu masjid saat umat Islam selesai melaksanakan Shalat Dzuhur berjamaah Ahad lalu.

Dilansir dari portal Kandana, cbc.ca, bungkusan berisi daging haram itu ditemukan sekitar pukul 02.30 siang waktu setempat. Sebuah kertas tertempel di bungkusan itu bertuliskan “selamat menikmati”.

Bungkusan tersebut diletakkan orang tak dikenal untuk memprovokasi umat Islam. Seperti diketahui, daging Babi haram bagi umat Muslim.

“Ini buang-buang waktu, uang dan energi. Kami memiliki kamera CCTV resolusi tinggi. Kami pasti akan menemukan orang yang melakukan ini,” kata Direktur Masjid yang juga menjadi pusat budaya Islam itu, Mohamed Yangui.

“Kami mencintai semua orang. Kami tidak punya masalah dengan siapa pun dan kami menghormati orang. Kami berharap bisa bersama. Dan kami selalu di sini untuk memberikan citra Muslim yang baik untuk semua warga Quebec,” lanjutnya.

Yangui menambahkan, upaya serupa telah dialami empat masjid di Kota Quebec. Bahkan, tercatat setiap tahun sekali sebuah masjid dirusak oleh orang-orang yang membenci Islam.

Pada bulan November 2014, jelas Yangui, tiga masjid di Kota Quebec—termasuk masjid yang dimpimpinnya— menjadi sasaran Islamophobia. Para pembenci Islam menempel poster bertuliskan “Islam hors de chez moi,” yang artinya “Islam keluar dari negara kami.”

Sementara itu, pihak berwenang Quebec menegaskan akan mengusut provokasi itu. Proses penyidikan masih dilakukan.

Di sisi lain, para pengurus masjid di Quebec menggelar pertempuran darurat membahas insiden tersebut.

Gila, Mahkamah Agung Kanada Legalkan Sex Dengan Binatang


www.dakwahmedia.net - Mahkamah Agung Kanada telah memutuskan bahwa tindakan seks dengan hewan peliharaan adalah legal selama hewan tersebut tidak ditembus atau menderita segala bentuk cedera.

Dilansir dari dailymail pada (10/6), Kasus ini melibatkan seorang pria yang telah dihukum karena melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak perempuan tirinya, yang juga telah dihukum karena penyiksaan terhadap binatang setelah ia berusaha untuk membuat anjing melakukan aktivitas seksual dengan menjilati bagian intim yang diolesi selai kacang.

Atas ulahnya terhadap hewan peliharaan, pria ini berhasil menang dipengadilan banding. Menurut putusan: 'Pengadilan hanya akan menyimpulkan bahwa kejahatan baru telah dibuat jika kata-kata yang digunakan untuk melakukannya yakin dan pasti. Pendekatan ini tidak hanya mencerminkan peran parlemen dan pengadilan, tetapi kebutuhan mendasar dari hukum pidana yang berlaku bahwa orang harus tahu apa yang merupakan perilaku dihukum dan apa yang tidak, terutama ketika kebebasannya yang dipertaruhkan. [SO/DakwahMedia]

Astagfirullah, Honda Deklarasikan Dukungan Terhadap LGBT


www.dakwahmedia.net - Perusahaan otomotif ternama, Honda menyatakan dukungannya terhadap kaum Lesbian Gay Bisexual Transgender (LGBT). Tak ketinggalan, Acura, anak perusahaan Honda yang biasa memproduksi mobil-mobil mewah juga mengungkapkan dukungan serupa.

Pernyataan tersebut dimuat oleh Honda melalui official Facebook Fanpage Honda Global yang diposting pada 18 Juni 2016 kemarin. Dalam facebook-nya Honda menyatakan tidak hanya mendukung lewat pernyataan saja, tetapi juga melakukan tindakan nyata dengan berpartisipasi dalam acara Columbus Pride Parade 2016 di Ohio.

“At Honda, we value diversity and inclusion of everyone. Our support for the LGBT community is a reflection of our company’s commitment. This weekend we will be participating in the 2016 Columbus Pride Parade – Columbus is home to many Honda associates. Honda proudly celebrates #LGBT Pride Month and equality of everyone,” tulis pernyataan itu.

(Di Honda, kami menghargai keanekaragaman dan inklusi setiap orang. Dukungan kami untuk komunitas LGBT merupakan refleksi dari komitmen perusahaan kami. AKhir pekan ini kami akan berpartisipasi dalam Columbus Pride Parade 2016 – Columbus merupakan rumah bagi para rekan Honda. Honda dengan bangga merayakan Bulan #LGBT Pride dan kesetaraan untuk semuanya.)



Tampaknya, Honda dan Acura adalah satu-satunya perusahaan otomotif yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada kaum LGBT tersebut. Menurut catatan Huffington Post, dari 50 perusaan besar di dunia, tidak ada perusahaan otomotif lain yang mendukung LGBT.

Adapun perusahaan non otomotif yang pernah menyatakan dukungan terhadap LGBT di antaranya perusahaan teknologi seperti Apple, Facebook, Google, eBay, Microsoft dan Instagram. Juga perusahaan makanan seperti Starbucks dan Oreo.

Di Amerika, dukungan kepada kaum LGBT dari sebuah perusahaan sudah menjadi hal lumrah. Karena hal tersebut juga didukung oleh negara. Jika nantinya Honda sukses menarik simpati di negara itu dengan cara mendukung LGBT, sepertinya brand-brand otomotif ternama lainnya juga akan berbuat hal serupa.

Kunjungan Ahok Disambut Lemparan Batu Oleh Warga Penjaringan


www.dakwahmedia.net - Demonstran yang menolak Gubernur DKI Basuki Tjatjaha Purnama atau Ahok di Penjaringan, Jakarta Utara menilai Ahok selalu melakukan kekerasan terhadap orang miskin. Marlo Sitompul, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) mengatakan, Ahok selalu memperlakukan rakyat miskin dengan tidak adil.

"Buat apa membangun tempat bermain kalau anak-anak korban penggusuran tidak happy," katanya, Kamis (22/6).

Marlo mengatakan, amarah warga tidak terbendung sehingga terjadi kerusuhan. Demonstran yang menolak kedatangan Ahok, kata Marlo, berasal dari korban dan calon korban gusur DKI Jakarta selama ini. Seperti Kalijodo, waduk pluit, Kebun Jeruk, dan Pasar Ikan.

Selain itu, ada warga yang berasal dari calon korban gusur di Luar Batang dan warga kolong Tol Ir Wiyoto Wiyono. Marlo menambahkan, selama ini Ahok selalu berkata dan bertindak kasar kepada rakyat miskin. Ahok tidak pernah memberikan lapangan pekerjaan kepada warga yang rumahnya ia gusur.

Karena itu, tambah Marlo, warga menjadi marah. Ahok meresmikan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di Penjaringan Indah, tapi tidak adil dan peduli terhadap anak-anak korban gusur DKI Jakarta.

"Pada prinsipnya kami menolak penggusuran dengan kekerasan terhadap orang miskin," katanya.

Ahok mendatangi Jakarta Utara untuk meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah di Jalan Wacung RW 16, Penjaringan, Kamis (23/6) sore. Warga menolak Ahok sebagai buntut kekecewaan mereka yang merasa dizalimi oleh berbagai kebijakan Ahok yang sewenang-wenang. Massa bentrok dengan polisi karena mencoba melempar Ahok dengan batu. [RO/DM]

Ketika Erdogan Berbuka Bersama Para Waria ...



Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan berbuka puasa bersama selebriti Transgender yang terkenal tepat setelah terjadi huru-hara antara polisi anti huru-hara dan para pendukung LGBT. (19/06/16)

Lho kok bisa buka puasa bersama tokoh transgender tapi membubarkan paksa even atau parade LGBT?

Simak ulasan berikut ini.
Presiden konservatif Turki, bersama istrinya, Emine Erdoğan berbuka puasa bersama pada hari Minggu kemarin dengan sekelompok seniman atau artis dan selebriti termasuk di dalamnya ada aktor bernama Bulent Ersoy.

Foto pertama, dipublish oleh kantor resmi Erdogan dan memperlihatkan bahwa Erdogan dan istrinya berada dalam satu meja bersama Ersoy atau yang dikenal dengan sebutan 'The Diva' di negara Turki.

Ersoy (bisa dilihat di gambar terakhir) umur 64 tahun, telah menjalani operasi ganti kelamin di London pada tahun 1980-an.

Ersoy, setelah menjalani operasi di London, kemudian kembali ke Turki untuk mengejar karirnya di dunia entertainment. Dia menjadi selebriti.
Namun, saat itu ia diusir dari negara Turki lantara aturan konstitusi pada saat itu yang memberikan label bagi orang-orang transgender sebagai 'orang yang menyimpang' dan memperhentikannya secara paksa untuk tampil.

Di akhir tahun 1980an, ia kemudian memutuskan untuk kembali ke Turki setelah undang-undang negara diamandemen.

Hari minggu kemarin (19/06/16) ia diundang bersama seniman atau selebriti lain bersama presiden Turki, Erdogan. Acara tersebut bertujuan untuk menghormati Komunitas Seniman (Artistik) Turki.
Sebelum acara buka bersama itu, terjadi kekacauan yang memaksa polisi anti huru-hara menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan paksa event kebanggan transgender atau LGBT yang berlangsung saat Ramadhan.

Ratusan polisi mengepung Taksim Square, tempat dimana para demonstran LGBT mengadakan aksinya.
Berdasarkan keputusan pemerintah tentang larangan unjuk rasa anti pemerintah yang diberlakukan pada tahun 2013, maka polisi anti huru hara memaksa menghentikan protes dan berjalannya aksi tersebut.

Para demonstran membentangkan bendera pelangi yang menjadi simbol kaum LGBT dan mencoba untuk membacakan deklarasi namun mereka dibubarkan oleh polisi.

Mungkin kita bertanya, kenapa bisa terjadi larangan demo ini sedangkan pemimpin negaranya makan bersama tokoh transgender?



Ini dia jawabannya, lanjut ke berita

Pihak otoritas Istambul, pada hari Jumat, ia telah melarang parade tahunan tersebut dengan alasan keamanan para demonstran serta ketertiban umum setelah marakanya aksi bom di Turki akhir-akhir ini dimana aksi pengeboman diklaim dilakukan oleh ISIS dan militant Kurdi.

Pihak Otoritas Istambul juga mengatakan bahwa aksi pembubaran paksa itu lantaran pihaknya telah menerima ancaman dari kelompok ultra-nasionalis atau militant.
Jadi, aksi pembubaran diklaim oleh pihak otoritas untuk melindungi para demonstran dari serangan yang tidak dinginkan.

Hanya saja, sekitar ratusan pihak demonstran LGBT tersebut menolak untuk dibubarpaksakan sehingga terjadi kekacauan atau bentrok antara polisi dan kaum LGBT.
Kritik terhadap Erdogan pun bermunculan. Sebelumnya, Erdogan sangat gencara mengkampanyekan untuk meninggalkan KB (Keluarga Berencana) serta isu-isu lain yang berkaitan dengan seks.

Namun, terkait isu Gay, Erdogan sendiri terlihat menghindar saat ditanya tentang isu-isu Gay.
Beberapa aktifis LGBT juga menyayangkan tindakan pemerintah yang seakan-akan menjadi Anti-LGBT dan bisa meningkatkan sentiment Anti-LGBT yang sudah terjadi beberapa bulan terakhir.
Turki sendiri dipandang memiliki pendekatan yang lebih bebas terhadap kaum LGBT. Ini terbukti bahwa parade Gay atau LGBT pertama yang berlangsung pada tahun 2003 dengan ribuan orang, sekarang sudah menjadi parade rutin yang diadakan setiap tahun.
---
Well, bagaimana pendapat kalian?
Ersoy  umur 64 tahun, telah menjalani operasi ganti kelamin di London pada tahun 1980-an.

Oleh : Syamsul Arifin

Akibat Kebijakan Ahok Pro- Terhadap Pemilik Modal, Ketimpangan Ekonomi Warga Jakarta Semakin Melebar


www.dakwahmedia.net - Selama naik menjadi pemimpin di DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diragukan kemampuannya oleh beberapa pengamat dalam memberikan kesejahteraan kepada warganya. Tidak hanya itu, Ahok juga dinilai tela meluluhlantakkan perekonomian masyarakat, khususnya warga kelas bawah di dalam beberapa kebijakannya.

Berikut analisa dari pengamat Muchtar Effendi Harahap (NSEAS) melalui siaran persnya yang diterima voa-islam.com, beberapa waktu lalu:

“Fungsi utama Pemerintah adalah memberikan pelayanan, menyelenggarakan pemerintahan dan pembangunan. Pemerintah harus mampu mengurangi jumlah rakyat nganggur, miskin dan ketimpangan/kesenjangan ekonomi kaya-miskin. Ketimpangan ekonomi melebar akan memperkuat ketidakadilan sosial, bahkan timbulkan kerusuhan sosial (social unrest).

Fungsi utama Pemerintah ini juga harus berlaku pada Pemerintah DKI Jakarta di bawah Ahok. Pemerintah DKI harus mampu mengurangi ketimpangan ekonomi kaya-miskin. Soalnya, apakah Ahok mampu mengurangi kesenjangan ekonomi rakyat DKI?

Data, fakta dan angka ternyata bicara, TIDAK! Ahok sebagai Gubernur gagal menjalankan fungsi Pemerintah mengurangi ketimpangan ekonomi ini. Bahkan, secara nasional ketimpangan DKI Jakarta tertinggi. Ekonomi Jakarta saat ini hanya dinikmati oleh kalangan menengah atas.

Ketimpangan ekonomi dinilai dengan Gini Rasio (antara 0 s/d 1), yakni alat mengukur derajat kesenjangan ekonomi kaya dan miskin. Jika nilai Gini Rasio 0, berarti pemerataan sempurna. Jika 1, berarti ketimpangan sempurna….” [vi/dm]