Penghuni Surga dan Neraka


Oleh H. Luthfi H.

   جاء في فتح الباري شرح صحيح البخاري لابن حجر العسقلاني بتصرف في "باب يوم يكشف عن ساق"

Dijelaskan dalam Kitab Fathul Baari Syarah Shahih Bukhari oleh Ibnu Hajar Al Ats Qalaniy, dalam Bab. "Hari dimana Betis Disingkap" bahwa:

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَعْبَدِ بْنِ خَالِدٍ قَالَ سَمِعْتُ حَارِثَةَ بْنَ وَهْبٍ الْخُزَاعِيَّ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِر

"Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Ma'bad bin Khalid ia berkata, bahwa Aku mendengar Haritsah bin Wahb Al Khuza'i ia berkata; Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Maukah kalian aku beritahukan mengenai penghuni surga? Yaitu setiap orang lemah dan ditindas, yang sekiranya ia bersumpah atas nama Allah, niscaya Allah mengabulkannya. Dan maukah kalian aku beritahukan mengenai penghuni neraka? Yaitu setiap yang beringas membela kebatilan, bersikap kasar lagi sombong."

    مَن ذا الذي يُقسم على الله؟ ومن ذا الذي يُبرّه الله إن أقسم عليه؟! لا شك أن من يَحظى بهذا ليس مسلما عاديا، بل لا بد أن يكون مسلما قد دخل في حالة مع الله، حالة من الإيمان والصدق لا يعلمها إلا الله، حالة من الحب لله جعلت دُعاءه مستجابا.

Lantas siapa sesungguhnya orangnya yang bersumpah atas nama Allah? Siapa sesungguhnya Allah akan memenuhi --hajatnya-- saat orang yang saat itu bersumpah atas nama Allah? Tidak diragukan lagi bahwa ia adalah orang istimewa, ia tentu bukan orang Muslim  awam kebanyakan. Dia adalah seorang Muslim yang memiliki kedudukan tertentu dan istimewa di sisi Allah.  Dia orang yang memiliki keimanan penuh dan kebenaran yang hanya Allah yang mengetahuinya. Keadaan yang Allah mencintainya, sehingga do'anya sangat mustajab (selalu dikabulkan).

 وقد وصف رسولنا الكريم هذا الشخص في أحاديث أخرى بأنه أشعث أغبر، فأشعث صفة لشعره غير المرتب، وأغبر صفة للونه وثيابه الغبراء من شدة الفقر. إذن الميزان والمقياس ليس الجمال أو الغنى أو غيرهما، بل المقياس قوة إيمانه وتعلقه وحبه لله وفي الله.

Sungguh baginda Rasul saw yang mulia memberikan karakteristik atas manusia ini dalam haditsnya yang lain. Bahwa orang tersebut adalah dia yang "rambutnya kusut dan berdebu" (asy'atsa dan aghbara). Yang dimaksud dengan rambutnya kusut (asy'atsa) adalah sifat pada keadaan rambutnya yang tidak tertata dengan sangat rapi. Dan berdebu (aghbara) adalah sifat dari keadaan kulit dan pakaiannya yang penuh dengan debu sebagai gambaran kemiskinan yang bersangatan.  Karena pada prinsipnya yang menjadi tolak ukur dan standar bukanlah kebagusan (kecantikan) atau kekayaan, atau aksesoris kulit lainnya.  Yang menjadi penentu di sini adalah kekuatan keimanan, kedekatan hubungan, dan kecintaannya kepada Allah SWT.

Kaum muslimin...

     كم أشعث أغبر في هذا الزمان من بينكم؟ لا شك أن من بينكم من يعرف الله، ويحب الله ورسوله،

Sungguh betapa banyak orang yang saat ini rambutnya kusut dan berdebu. Namun siapa diantara mereka tersebut yang dimaksudkan oleh Baginda Rasul saw? Tidak diragukan lagi mereka itu adalah dia yang diantara kalian ma'rifat kepada Allah. Bersangatan cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya.

 ولكن هذا لا يكفي، إذ لا بد من الوقوف مواقف ومواقف اتجاه ما يحدث للأمة على مستوى القادة والحكام المتآمرين عليها في كل الميادين،

Namun keadaan seperti itu belumlah cukup. Haruslah juga yang bersangkutan memahami dan mengenali arahan seperti apa saja yang terjadi pada umat ini di level kepemimpinan dan perilaku penguasa-penguasa pengkianat di berbagi tempat dan keadaan mereka berada.

 فإلى جانب مشاعر الإيمان الجياشة لا بد من محاسبة من يكيد للأمة كيدا، ومن محاسبة من يقف في صف أعدائها،

Selain memiliki keimanan yang mendalam haruslah juga seorang muslim melakukan aktivitas muhasabah, koreksi atas siapa saja yang melakukan tipu daya terhadap umat. Dan dia akan selalu berada di garda terdepan melakukan muhasabah menghadapi musuh-musuh Islam.

 فالإسلام فيه الجانب الروحي الذي يطلب من كل مسلم الوقوف على أحكامه جميعها، وأول هذه الأحكام العمل مع العاملين لإعادة مجد الإسلام الغائب، دولة العز والكرامة، دولة الخلافة، فإلى هذا ندعوكم للعمل أيها المسلمون.

Karenanya dalam Islam dari sisi spiritual yang sesungguhnya, menuntut setiap muslim untuk serius dan memperhatikan atas persoalan hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan secara keseluruhan. Persoalan pertama dalam hukum dan ketentuan tersebut adalah beramal --bersama dengan orang-orang yang beramal-- untuk mengembalikan kejayaan Islam --yang sekejap lagi Insya Allah akan hadir-- , negara yang mulia dan bermartabat. Negara Khilafah 'Ala Minhaj Nubuwwah. Dan kami mengajak seluruh kaum muslimin untuk berinvestasi pada amal ini.

    اللهمَّ عاجلنا بخلافة على منهاج النبوة تلم فيها شعث المسلمين، ترفع عنهم ما هم فيه من البلاء، اللهمَّ أنرِ الأرض بنور وجهك الكريم. اللهمَّ آمين آمين.

Ya Allah, kami bermohon agar disegerakan kembalinya Khilafah Islamiyyah 'Ala Minhaj  Nubuwwah. Yang akan mengurai segala kekusutan persoalan kaum Muslim. Mengangkat segala kesedihan dari berbagai bala yang menimpa.

Ya Allah, sinarilah bumi ini dengan Cahaya Wajah-Mu yang penuh kemuliaan. Amin. Amin. Amin. [DakwahMedia]

Suriah Tempat Paling Berbahaya di Dunia untuk Seorang Dokter


www.dakwahmedia.net - Suriah adalah tempat yang paling berbahaya di dunia untuk seorang dokter. Per Desember 2015, 57% dari rumah sakit umum dan 51% dari pusat kesehatan masyarakat di Suriah telah tutup total atau hanya berfungsi sebagian, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Sekitar 15.000 dokter telah melarikan diri dari pertempuran di Suriah Suriah, menurut LSM Medics Under Fire. Mereka di Suriah telah melalukan pekerjaan luar biasa panjang untuk menyelamatkan nyawa; sering beroperasi dengan cahaya dari ponsel di klinik darurat di gua-gua bawah tanah atau lahan pertanian yang ditinggalkan. Tanpa inkubator, X-ray, USG atau bahkan darah yang dibutuhkan, tenaga medis dipaksa untuk membuat keputusan menyayat hati setiap hari bagaimana pasien dapat diselamatkan.

Di Aleppo, setiap rumah sakit lapangan utama telah dibom beberapa kali. Di seluruh wilayah Suriah, ratusan klinik dan rumah sakit telah hancur. Tahun lalu, rata-rata seorang pekerja medis telah tewas setiap hari. Ini bukan korban acak, tenaga medis secara sistematis ditargetkan oleh pemerintah Suriah dalam upaya untuk melemahkan wilayah sipil yang tidak berada di bawah kendalinya.

Meskipun jelas bertentangan dengan hukum kemanusiaan internasional, petugas medis telah dieksekusi dan disiksa. Salah satu dokter yang diinterogasi mengatakan “hal yang paling penting adalah untuk tidak mengungkapkan pekerjaan medis saya”, karena itu adalah pengetahuan umum bahwa dokter disiksa lebih buruk dari tahanan lain.

Namun, pembunuhan terbesar dari tenaga medis di Suriah bukanlah penyiksaan atau eksekusi. Ancaman terbesar datang dari bom barel udara dari rezim Assad. Rezim telah secara konsisten menargetkan rumah sakit, yang merupakan kejahatan perang.

“Suriah adalah tempat yang paling berbahaya di dunia untuk menjadi seorang dokter,” ungkap Medics Under Fire, “Pekerja medis secara sistematis ditargetkan oleh pemerintah Suriah dalam upaya untuk melemahkan wilayah sipil tidak berada di bawah kendalinya.”

Pada tanggal 22 Februari 2014, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 2139, dengan suara bulat menuntut diakhirinya penggunaan senjata sembarangan di wilayah sipil dan merujuk secara khusus untuk bom barel. Dewan juga menyatakan “niat untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam kasus ketidakpatuhan dengan resolusi ini.”

Setahun setelah Dewan Keamanan membuat tuntutannya, ribuan bom barel lainnya telah dijatuhkan; membunuh ribuan warga sipil, termasuk hampir dua ribu anak.

Pada tanggal 6 Maret 2015, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi lebih eksplisit melarang penggunaan klorin sebagai senjata kimia di Suriah, mengacu pada resolusi sebelumnya, 2118, yang menuntut agar pemerintah Suriah menghancurkan persediaan senjata kimianya dan berhenti menggunakan itu dalam konflik.

Pada tanggal 16 Maret 2015, sebuah rumah sakit di Idlib merawat korban dari serangan bom barel yang membawa gas klorin. Sejak itu telah ada setidaknya tujuh lebih serangan kimia di Idlib. Pemerintah Suriah terus mengabaikan tiga resolusi Dewan Keamanan PBB yang dirancang untuk melindungi warga sipil dari bom barel dan senjata kimia.

Masyarakat internasional telah sepakat bom harus berhenti. Namun Resolusi hanya berjalan di tempat. 

Kembali, Pesawat Tempur Rusia Bombardir Suriah. 50 Warga Sipil, 17 Di Antaranya Anak-anak Tewas


www.dakwahmedia.net - IDLIB - Pesawat-pesawat tempur Rusia membombardir bangunan-bangunan sipil di kota yang dikuasai pejuang oposisi di wilayah barat laut Suriah sebelum fajar pada hari Selasa (31/5/2016) menewaskan sedikitnya warga sipil termasuk 17 anak-anak, para aktivis melaporkan.

Korban jiwa diperkirakan akan meningkat menyusul masih ada sekitar 250 warga sipil lainnya yang juga terluka dalam serangan di wilayah Idlib, ibukota provinsi yang dikuasai oleh kelompok pejuang oposisi sejak Maret tahun lalu.

Delapan serangan menargetkan rumah sakit nasional Idlib, departemen kesehatan dan stadion kota, menurut wartawan Shakir Khader dalam postingan di akun Twitternya.

Kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan ini merupakan serangan terberat di Idlib dalam beberapa bulan.

"Serangan udara ini yang paling intensif di Idlib sejak awal gencatan senjata," kata kepala Observatorium Rami Abdel Rahman kepada AFP.

"Meskipun Idlib tidak tercakup oleh gencatan senjata, wilayah itu sudah relatif tenang dengan hanya serangan kadang-kadang," tambahnya.

Kota ini dikuasai oleh kelompok-kelompok yang mencakup afiliasi Al-Qaidah Jabhat Al-Nusrah, yang tidak bukan pihak yang terlibat gencatan senjata yang ditengahi Rusia dan AS yang mulai berlaku pada tanggal 27 Februari antara pasukan pemerintah yang didukung Moskow dan pejuang oposisi sekuler yang didukung Washington.

Gambar-gambar yang diposting ke media sosial menunjukkan jenazah-jenazah anak kecil yang ditarik dari puing-puing satu bangunan rumah sakit yang dibom.

Moskow telah melaksanakan kampanye udara serampangan dalam mendukung sekutu mereka rezim Damaskus sejak September tahun lalu.

Ada Upaya Pemurtadan di Sentul Bogor


www.dakwahmedia.net - Lima belas warga muslim asal Serang Banten kedapatan menjadi korban pemurtadan di sebuah hotel di kawasan Babakan Madang, Sentul, Kabupaten Bogor, pada Senin (30/5).

Redaksi Suara Islam Online, Selasa (31/5), mendapatkan keterangan kronologi awal yang dihimpun oleh Badan Anti Teror Front (BATF), salah satu sayap juang Front Pembela Islam (FPI) yang mengawal kasus tersebut.

Keterangan didapat dari warga yang diperiksa kepolisian serta data yang dihimpun dari pihak polisi tentang dugaan kuat kegiatan pembaptisan kepada 15 orang warga Serang oleh Yayasan Maju Bangsa di Babakan Madang.

Berikut kronologi upaya pemurtadan tersebut:

a. Ke 15 warga tersebut berangkat dari Serang sekitar jam 08.00 WIB menggunakan 3 mobil pribadi menuju Hotel Ole Suite dengan alasan dalam rangka refreshing / liburan yang dijanjikan oleh Yayasan Maju Bangsa yang beralamat Karang Bolong Cilegon dan dikelola oleh Mr. Alex Polax.

b. Sekitar Jam 12.00 WIB tiba di hotel Ole Suite dan melanjutkan kegiatan dengan makan siang, berenang dan istirahat.

c. Jam 18.00 WIB ketika 15 orang beserta pengurus Yayasan Maju Bangsa melaksanakan kegiatan bernyanyi kerohanian di salah satu ruangan hotel, kemudian dihentikan oleh masyarakat desa Karang Tengah, dan beberapa tokoh agama setempat setelah mendapat laporan dari karyawan hotel.

Diketahui ada 5 orang dari Yayasan Maju Bangsa diantaranya :
- Mr. Alex Polax ( diketahui berkewarganegaraan Amerika Serikat, dan ketua Yayasan Maju Bangsa )
- IR Yakob Timisela, TH.M;
- Dudung Rohana (penerjemah);
- Algren Tambunan;
- Kris Sutanto.

d. Selanjutnya 5 orang dari Yayasan Maju Bangsa beserta 15 orang korban tersebut diamankan ke Polres Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Alex Polax saat di minta menunjukkan Paspor oleh kepolisian menolak, dan pihak kepolisian akan memanggil pihak imigrasi untuk mengecek data Alex Polak pada Selasa 31 Mei 2016, sedang ke 4 orang lainnya diperiksa diruangan terpisah.

e. Ke 15 warga serang yang dibawa ke Hotel Ole Suite diketahui beragama Islam.

f. Warga masyarakat Desa Karang Tengah mendapatkan keterangan dari salah satu karyawan hotel yang mengetahui kegiatan tersebut, dan masyarakat mendatangi hotel itu didampingi Kapolsek Babakan Madang, setelah sebelumnya berkoordinasi terlebih dahulu.

Rencananya sore ini, Selasa (31/5) pihak kepolisian akan memberikan keterangan hasil BAP mereka. Sejumlah ulama beserta tokoh masyarakat setempat dan umat Islam Bogor akan mengawal kasus ini hingga para pelaku mendapatkan hukuman. [SU/DakwahMedia]

Siapakah Wahabi?


Wahabi adalah nama gerakan Islam yang dinisbatkan kepada Muhammad Bin Abdul Wahhab (1115-1206 H)/1701-1793 M). Muhammad Bin Abdul Wahhab sebenarnya merupakan pengikut Mazhab Hanbali, kemudian berijtihad dalam beberapa masalah, sebagaimana yang diakuinya sendiri dalam kitab, Shiyaanah al-Insaan, karya Muhammad Basyir as-Sahwani (1). Meski demikian, hasil ijtihadnya dinilai bermasalah oleh Ulama Sunni yang lainnya.

Namun Wahabi sendiri telah dikubur oleh para pengikut dan penganutnya. Boleh jadi karena sejarah kelam pada masa lalu. Namun, mereka mempunyai alasan lain. Menurut mereka ajaran Muhammad Bin Abdul Wahhab adalah ajaran Nabi Muhammad Saw, bukan ajarannya sendiri. Karenanya, mereka lebih memilih untuk menyebut diri mereka sebagai Salafi atau Muwahhiduun yang berarti "Orang-orang yang mentauhidkan ALLAH", bukan Wahabi.

Secara historis, gerakan Wahabi telah mengalami beberapa kali metamorfosis. Mula-mula adalah gerakan keagamaan murni yang bertujuan untuk memurnikan tauhid dari syirik, takhayul, bid'ah dan khurafat, yang dimulainya dari Uyainah, kampung halaman pendirinya pada tahun 1740 M. Di kampungnya gerakan ini mendapatkan penentangan. Muhammad Bin Abdul Wahhab pun terusir dari kampung halamannya dan berpindah ke Dar'iyyah. Disini, pendiri Wahabi itu mendapat perlindungan dari Muhammad Bin Saud, yang notabene bermusuhan dengan Amir Uyainah. Dalam kurun waktu tujuh tahun, sejak tinggal di Dar'iyyah dakwah Wahabi berkembang pesat.

Tahun 1747 M, Muhammad Bin Saud yang notabene adalah agen Inggris, menyatakan secara terbuka penerimaannya terhadap berbagai pemikiran dan pandangan keagamaan Muhammad Bin Abdul Wahhab. Keduanya pun sama-sama diuntungkan-dan yang paling diuntungkan adalah Inggris dalam upaya menghancurkan Daulah Khilafah Islam Utsmaniyyah-. Dalam kurun 10 tahun, wilayah kekuasaan Muhammad Bin Saud berkembang seluas 10 mil persegi. Muhammad Bin Abdul Wahhab pun diuntungkan, karena dakwahnya berkembang dan penganutnya semakin menguat atas dukungan politik dari Ibnu Saud. Namun, pengaruhnya berhenti sampai wilayah Ihsa' pada tahun 1757 M.

Ketika Ibnu Saud meninggal dunia tahun 1765 M, kepemimpinannya diteruskan oleh anaknya, Abdul Aziz. Namun, tidak ada perkembangan yang berarti dari gerakan ini, kecuali setelah tahun 1787 M. Dengan kata lain, selama 31 tahun (1757-1788), gerakan ini stagnan.

Namun, setelah Abdul Aziz yang juga agen Inggris itu mendirikan Dewan Imarah pada tahun 1787 M, sekaligus menandai lahirnya sistem monarki atau kerajaan, Wahabi pun terlibat ekspansi kekuasaan yang didukungnya. Tahun 1788 M, mereka menyerang dan menduduki Kuwait. Melalui metode baru ini, gerakan ini menimbulkan instabilitas di wilayah Daulah Khilafah Islam Utsmaniyyah di Semenanjung Arabia, Irak dan Syam yang bertujuan melepaskan wilayah tersebut dari Khilafah Islam. Gerakan mereka akhirnya berhasil dipukul mundur dari Madinah pada tahun 1812 M. Benteng terakhir mereka di Dar'iyyah pun berhasil diratakan oleh Khilafah Islam pada tahun 1818 M. Sejak itu, nama Wahabi seolah terkubur dan lenyap ditelan bumi (2).

Namun pandangan dan pemikiran Wahabi memang tidak mati. Demikian juga hubungan penganut dan pendukung Wahabi dengan keluarga Ibnu Saud.

Metamorfosis berikutnya terjadi ketika mereka mengubah nama. Nama Wahabi tidak pernah lagi digunakan, mungkin karena rentan. Akhirnya, mereka lebih suka menyebut diri mereka Salafi. Namun, pandangan dan cara dakwah mereka tetaplah sama. Inilah fakta sejarah tentang Wahabi. Dari fakta ini jelas sekali, bahwa Wahabi (Salafi) ikut membidani lahirnya Kerajaan Arab Saudi melalui bughat atau pemberontakan yang didukung dan digerakkan oleh Inggris terhadap Negara Khilafah Islam Utsmaniyyah, serta menjadi wilayah pertama yang berkhianat dan  memisahkan diri dari Daulah Khilafah Islam Utsmaniyyah. Karena itu, tidak aneh jika kemudian Wahabi (Salafi) senantiasa menjadi pendukung kekuasaan Ibnu Saud sekalipun Wahabi (Salafi) bukanlah gerakan politik.

Dalam masalah akidah, pandangan Wahabi (Salafi) sebenarnya bukanlah hal yang baru, misalnya Wahabi (Salafi) banyak mengambil pandangan Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah. Tauhid menurut mereka ada dua, yaitu Tauhid Rububiyyah wa Asma' wa Shifat dan Tauhid Rububiyyah. Tauhid yang pertama bertujuan untuk mengenal dan menetapkan ALLAH sebagai Rabb, dengan nama-nama dan sifat-sifat-NYA. Tauhid yang kedua terkait dengan tuntutan dan tujuan (ath-thalab wa al-qashd) (3). Syaikh Abdul Aziz Bin Baaz, kemudiaan membagi tauhid tersebut menjadi tiga, yaitu tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah dan tauhid al-asma' wa ash-shifat (4).

Bagi Wahabi (Salafi) masalah utama umat Islam adalah masalah akidah; akidah umat ini dianggap sesat, karena dipenuhi syirik, takhayul, bid'ah dan khurafat. Karena itu, aktivitas dakwah mereka difokuskan pada upaya purifikasi (pemurnian) akidah dan ibadah umat Islam. Akidah dimurnikan dari syirik, baik syirik ashghar (syirik kecil), syirik akbar (syirik besar) maupun syirik khafi (syirik yang samar-samar); juga takhayul dan khurafat. Ibadah juga harus dimurnikan dari bid'ah, yang didefinisikan sebagai membuat metode yang tidak dicontohkan sebelumnya. Dalam pandangan mereka bid'ah ada dua, yaitu bid'ah dalam adat dan tradisi; dan bid'ah dalam agama. Bid'ah yang pertama hukumnya mubah atau boleh. Bid'ah yang kedua ini hukumnya haram, mereka bagi dua yaitu bid'ah qauliyah i'tiqadiyyah, seperti ucapan dan pandangan firqah jahmiyyah, muktazilah, rafidhah, dan sebagainya; dan bid'ah fi al-'ibadah (5).

Pandangan seperti ini sangatlah berbahaya, karena menganggap seolah-olah umat Islam belum berakidah Islam. Ini tampak pandangan mereka terhadap kaum Muslim yang lain, selain kelompok mereka dianggap sesat. Bahkan, mereka tidak jarang saling sesat-menyesatkan bahkan saling mengkafirkan terhadap kelompok sempalan mereka. Pandangan seperti ini tidak proporsional. Benar, bahwa ada masalah dalam akidah umat Islam, tetapi tidak berarti umat Islam belum berakidah Islam. Umat Islam sudah berakidah Islam, hanya saja akidahnya harus dibersihkan dari kotoran dan debu, yang disebabkan oleh pengaruh kalam, filsafat dan tsaqafah (pemikiran) kufur barat. Karena itu, kita tidak boleh menganggap umat Islam sesat ataupun kafir. Persoalan akidah ini meskipun sangat penting, tapi bukanlah masalah utama dari problematika umat Islam. Masalah utama umat Islam adalah tidak berdaulatnya hukum ALLAH dalam segala aspek kehidupan mereka akibat tidak adanya kekuasaan Islam atau institusi politik atau Khilafah Islam pasca Daulah Khilafah Islam Ustmaniyyah yang berpusat di Turki dihancurkan oleh Inggris melalui agennya seorang yahudi yang bernama Mustafa Kamal Attarturk La'natullahi 'alaihi pada tahun 1924 M. Karena itu seharusnya, fokus perjuangan adalah mengembalikan kedaulatan hukum ALLAH dengan menegakkan kembali Daulah Khilafah Islam.

Dengan pandangan Wahabi (Salafi) seperti itu terhadap umat Islam ditambah ketidaktahuan mereka terhadap konstruksi masyarakat yang terdiri dari manusia, pemikiran, perasaan, dan sistem-maka wajar jika sejarah Wahabi berlumuran darah kaum Muslim. Situs-situs penting dan bersejarah di dalam Islam pun mereka hancurkan semuanya dengan dalih membebaskan umat Islam dari syirik dan khurafat. Seharusnya dengan memahami konstruksi masyarakat tersebut, maka dakwah tidak boleh menyerang manusia atau obyek-obyek fisik, seperti situs-situs penting dan bersejarah. Melainkan menyerang pemikiran, perasaan dan sistem yang diyakini dan dipraktekkan oleh umat manusia. Itulah yang menjadi fokus dakwah. Karena itu, dakwah haruslah dakwah fikriyyah (melalui revolusi pemikiran/intelektual), siyasiyyah (politis yaitu mewujudkan kekuasaan Islam atau pemerintahan Islam atau institusi politik Islam al-Khilafah, karena akar masalah umat adalah tidak adanya kekuasaan Islam atau Khilafah Islam yang menerapkan Islam secara kaffah dalam segala aspek kehidupan), mabda'iyyah (ideologis/mendasar berdasarkan asas akidah Islam), syumuliyyah (global/menyeluruh yaitu seruan dakwah bukan lokal tapi bersifat mendunia dan ditujukan untuk seluruh umat manusia dan juga alam semesta), dan laa maddiyyah (non-kekerasaan yaitu dakwah dilakukan bukan dengan kekerasan fisik atau angkat senjata, melainkan konsisten melalui proses pemikiran). Begitulah sifat dakwah Rasulullah Saw yang wajib kita teladani.

Karena itu akidah umat ini yang ternodai oleh kalam, filsafat dan pemikiran kufur barat seperti sekulerisme, kapitalisme, demokrasi, sosialisme komunisme, HAM, nasionalisme, liberalisme, pluralisme, hedonisme, sinkretisme, dan lain-lain harus dibersihkan melalui sifat dakwah dan metode dakwah Rasulullah Saw tersebut, agar bisa menjadi landasan yang kokoh dalam kehidupan pribadi, masyarakat dan negara. Setelah itu akidah yang hidup di dalam diri umat ini akan mampu membangkitkan mereka dari keterpurukan, dan akhirnya mendorong mereka memperjuangkan tegaknya kembali Khilafah Islam dan hukum ALLAH di muka bumi, sehingga umat Islam kembali menjadi umat yang terbaik (khairu ummah) dan Islam benar-benar kembali dapat diwujudkan menjadi rahmatan lil 'alamin dan menebar berkah bagi dunia dan alam semesta. Wallahu a'lam bi ash-shawaab. [] Zakariyya al-Bantany

_______________________

Catatan Kaki:

1. Lihat: Muhammad Basyir as-Sahsawani, Shiyaanah al-Insaan, hlm.475.

2. Lihat: Abdul Qadim Zallum, Kaifa Hudimat al-Khilafah, Daar al-Ummah, Beirut, 1994.

3.Syaikh Abdurrahman bin Hasam Ali asy-Syaikh, Fath al-Majid, Syarah Kitab at-Tauhid, Muassasah Qurthubah, t.t, hlm.25.

4.Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, al-Ahkam al-Muhimmah 'alaa ad-Durus al-Muhimmah li 'Ammah al-Ummah, Maktabah al-Malik Fahd al-Wathaniyyah, cet.11, 1423H, hlm.30.

5.Dr.Fauzan bin Abdullah Fauzan, 'Aqidah at-Tauhid, Mamlakah al-'Arabiyyah as-Su'udiyyah, Muassasah al-Haramain al-Khairiyyah, Riyadh, hlm.176-177).

Joe Biden (Wapres AS): Tentara Amerika Akan Lebih Banyak Diperkuat Wanita dan Kaum Homo


www.dakwahmedia.net - Angkatan bersenjata Amerika Serikat akan lebih banyak diperkuat oleh kaum wanita dan homo. Demikian kata Wakil Presiden AS, Joe Biden saat mengisi kelas Akademi Militer AS 2016 pada Sabtu (21/05) lalu. Ia menyebut bahwa hal itu adalah sebuah bentuk keberagaman dalam personel militer

“Adanya laki-laki dan perempuan di medan perang adalah aset yang luar biasa, terutama ketika mereka diminta untuk memimpin tim di belahan dunia dengan harapan dan norma-norma fundamental yang berbeda,” kata Biden dalam sambutannya pada upacara wisuda di Stadion Michie, West Point yang diadakan di pinggiran Sungai Hudson.

Sebagaimana dikutip dari ABC News, lebih dari 950 taruna menerima gelar dan diangkat pangkatnya menjadi letnan dua. Di antara mereka terdapat tujuh wanita pertama yang akan ditugaskan ke divisi tempur.

Dalam kesempatan ini, Wapres memberi sanjungan kepada Eugene “EJ” Coleman, selaku ketua angkatan yang berani mengungkapkan dirinya sebagai gay atau homo.

Sebelum kebijakan militer “don’t ask, don’t tell” dicabut pada 2010, EJ dapat saja dipecat dari Angkatan Darat, dan kita akan kehilangan bakat yang luar biasa,” kata Biden.

“Terima kasih atas keberanian Anda, EJ. Saya berharap kita akan mendengar hal-hal besar dari Anda, sobat,” lanjutnya.

Kebijakan “Don’t Ask, Don’t Tell” adalah kebijakan militer AS yang mengharuskan para anggota militer tetap diam bila mengetahui salah satu rekannya adalah gay.

Biden juga mengingatkan kepada lulusan tersebut terhadap berbagai macam tantangan yang kompleks, termasuk memerangi Negara Islam dan melawan serangan cyber mereka.

“Setiap kali taruhannya lebih tinggi, kita beralih ke Angkatan Darat Amerika Serikat. Apakah terkait memerangi terorisme, melatih mitra kita, meyakinkan sekutu kita atau memberikan bantuan kemanusiaan, kita akan memanggil Anda,” katanya.

“Dan sekarang, taruhannya tidak bisa lebih tinggi,” imbuhnya.

Biden menggarisbawahi tentang ancaman cyber yang dapat menjadi ancaman serius bagi Amerika. Ancaman itu dapat melumpuhkan jaringan listrik atau menonaktifkan satelit milik negara.

“Hal buruk sebagai efek teknologi yang canggih adalah memberikan kekuatan besar bagi aktor non negara,” kata Biden.

Muslim Myanmar DiBelenggu


www.dakwahmedia.net - Derita muslim Myanmar telah menyingkap kedustaan dan kepalsuan dari propaganda demokrasi Barat. Karena meski mereka menegaskan bahwa muslim adalah kelompok yang menerima perlakukan terburuk di dunia, hanya saja mereka tidak menekan pemerintah Myanmar untuk menghentikan genosida yang dilakukan terhadap umat Islam.

Abu Siddiq, salah satunya. Berbicara dengan Aljazirah, Siddiq yang kini tinggal di ibu kota Malaysia Kuala Lumpur mengatakan, ia terpaksa harus melarikan diri dari rumahnya. Semua dilakukannya setelah etnis Buddha di Myanmar meluncurkan kampanye brutal terhadap keluarga dan komunitasnya. "Kami dipukuli, dilecehkan, dan rumah kami dibakar," kata Siddiq seperti dilansir Aljazirah, Senin (23/5).

Ia mengatakan, kala itu mereka bahkan harus menggali parit dan menempatkan rumput kering di dalamnya untuk tidur. Mereka tak punya makanan untuk dimakan dan kerap diburu. "Dengan 6.000 orang yang hidup di wilayah itu, kami minum air dari saluran air, bahkan genangan. Tak ada makanan atau perawatan medis," kata Siddiq. Keempat anaknya yang berusia dua, tiga, lima dan sepuluh tahun pun tewas setelah dibunuh secara brutal. Pada Ramadhan lalu, Siddiq mengisahkan, seorang perempuan Rohingya juga tewas setelah kerusuhan.

Diskriminasi terhadap Muslim masih terjadi di Myanmar sampai saat ini. Selama beberapa dekade, Muslim Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar yang merupakan negara mayoritas Buddha. Mereka lari, karena di Myanmar mereka hidup dalam kondisi apartheid. Ditolak aksesnya ke pekerjaan, pendidikan hingga kesehatan.

Di pintu masuk di Desa Thaungtan, Myanmar, tertulis kalimat secara jelas dengan warna kuning terang.  "Tidak ada Muslim yang boleh tinggal menginap. Tidak ada Muslim yang boleh menyewa rumah. Tidak ada yang boleh menikah dengan Muslim." Thaungtan merupakan desa kecil yang dihuni sekitar 700 orang, mayoritas petani. Aung San Suu Kyi yang kini menjadi pemimpin partai berkuasa lebih bermain aman. Alih-alih mendukung minoritas, pemenang nobel perdamaian ini justru meminta duta besar AS yang baru tidak menggunakan istilah Rohingya.

Selama 15 tahun dalam tahanan rumah, Suu Kyi memenangkan kekaguman dan simpati orang di seluruh dunia dengan pidatonya yang berapi-api. Ia pun kerap melancarkan kritik yang memerahkan telinga rezim militer yang memerintah Myanmar, atau Burma, sebutan negara ini saat itu. Setelah pembebasannya pada 2010, ketika para jenderal berkuasa menyerahkan wewenangnya kepada pemerintah sipil, Suu Kyi memenangkan kursi di parlemen. Perempuan 69 tahun itu mengaku dia politikus. Suu Kyi berkukuh bahwa dia tidak pernah berusaha untuk menjadi juara pembela hak asasi manusia.

Di sebuah negara yang mayoritas beragama Buddha dari 53 juta penduduknya, tempat merebaknya permusuhan terhadap muslim Rohingya yang minoritas dengan 1,3 juta jiwa, Suu Kyi memilih untuk tetap diam, bahkan ketika dunia menyaksikan penderitaan lebih dari 3.000 orang yang kelaparan.

Pemerintah menegaskan warga Rohingya pendatang ilegal dari negara tetangga Bangladesh. Pemerintah membantah mereka memiliki kewarganegaraan, yang menambah keputusasaan sehingga memicu eksodus dari sekitar 100 ribu Rohingya dalam tiga tahun terakhir. Pihak berwenang menolak mengidentifikasi mereka sebagai "Rohingya" dan menggunakan "Bengali" sebagai gantinya. Suu Kyi juga menghindari sebutan umum dan hanya menyebut Rohingya sebagai "muslim."

Suu Kyi berupaya main cantik di tengah konstelasi politik Myanmar. Dia berhati-hati untuk tidak menggusarkan rezim militer, yang masih memegang kekuasaan politik luar biasa. Militer memiliki seperempat kursi kekuasaan parlemen dan veto atas perubahan amandemen konstitusi. Suu Kyi juga menyadari risiko untuk diri dan partainya jika dia membela Rohingya.

Pertanyaan yang menyentil nurani kita adalah di manakah pemimpin dan militer umat Islam yang mengaku sebagai muslim berada pada saat ini? Apakah mereka tidak sadar bahwa darah dan kehormatan umat Islam Myanmar yang teraniaya akibat penindasan rejim Myanmar yang itu adalah saudara kita? Sungguh penulis terus menyeru sisa agama yang ada di hati Anda agar Anda memikirkan diri Anda sendiri dan di hadapan Allah dan kembalikan kepada akal sehat Anda, sebelum kesempatan itu lewat dan tinggalah penyesalan.

Oleh : Ainun Dawaun Nufus 

Ahli Nuklir Indonesia Dimanfaatkan Luar Negeri


www.dakwahmedia.net - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan bahwa pada dasarnya Sumber Daya Manusia (SDM) bidang nuklir sudah cukup terpenuhi, akan tetapi mereka terkadang lebih dimanfaatkan keahliannya oleh pihak luar negeri

Demi terwujudnya ketahahanan energi nasional, Indonesia dinilai harus mulai mengembangkan energi baru terbarukan (EBT), salah satunya adalah mengembangkan dan memanfaatkan tenaga nuklir.

“Jumlahnya sudah cukup banyak yang konsentrasi pada bidang nuklir,” ungkap Nasir pada Konferensi Nasional Pertemuan dan Presentasi Ilmiah Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi (PPI KIM), Peringatan Hari Metrologi Dunia dan Workshop Metrologi, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (24/5/2016), sebagaimana dilansir Republika.co.id.

Nasir mencontohkan kondisi demikian sudah nampak di sejumlah Perguruan Tinggi (PT). Beberapa PT sudah ada yang membuka program dengan fokus bidang kenukliran.

Jumlah SDM nuklir memang sudah cukup banyak, tapi pemanfaatannya yang menjadi kendala. Dengan kata lain, sebagian mereka terkadang lebih dimanfaatkan keahliannya oleh pihak luar negeri seperti Jepang.

“Bahkan, bisa jadi nanti dimanfaatkan oleh Malaysia yang saat ini sedang masa pengembangan nuklir,” tutur Mantan Rektor Terpilih universitas Diponegoro (Undip) ini.

Atas kondisi demikian, lanjutnya, Indonesia jelas harus bisa memanfaatkan mereka agar tidak malah ‘pindah’ ke negara lain

Nasir menilai, penerapan teknologi nuklir sudah menjadi gelombang besar dunia yang pengaruhnya telah mencapai Indonesia juga. Karena itu, pemanfaatan teknologi nuklir sudah seharusnya menjadi alternatif bukan jalan akhir dari segalanya.

“Dan kebijakan digunakan atau tidaknya ada pada Kementerian ESDM, sedangkan kita dalam hal risetnya,” tandasnya. [ROL/DakwahMedia]

Terlalu banyak Kepentingan, Pemerintah Gamang Berantas Miras


www.dakwahmedia.net - Masih teringat di benak kita kasus pembunuhan Yuyun (14 th) yang sebelumnya diperkosa oleh 14 orang, bukan oleh orang dewasa tapi remaja yang sebaya dibawa pengaruh minuman keras. Di Yogyakarta, belasan mahasiswa melakukan pesta miras yang berakhir merenggut nyawa.

Apa yang membuat mata hati pemerintah saat ini buta, belum cukup buktikah? Bahwa pelegalan miras yang dilakukan menteri dalam negeri dengan mencabut Perda yang berisi pelarangan terhadap minuman beralkohol dapat membahayakan generasi anak bangsa. Peraturan yang dimaksud, yakni Peraturan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Nomor 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A. Pemerintah ingin minuman beralkohol tidak dilarang sepenuhnya, melainkan hanya perlu diatur peredaran penjualannya. Perda-Perda itu akan berorientasi pada prinsip itu (Kompas,com, 20/5/2016)

Peredaran miras jelas memunculkan banyak masalah mulai kekerasan seksual, kriminalitas, kecelakaan lalu lintas sampai merenggut nyawa peminumnya. Pemerintah tidak mau tegas membuat regulasi yang melarang total peredaran miras (minol).

Inikah negeri yang notabene dikatakan masyarakat mayoritas Islam, pemimpinnya muslim tapi malah melegalkan miras yang merusak akal sehat dan sangat jelas menentang hukum Allah karena menghalalkan yang diharamkan oleh Allah.

Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Karena itu jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kalian mendapat keberuntungan (TQS. Al-Maidah : 90).

Di dalam ayat lainnya Allah Swt berfirman : “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar dari manfaatnya….”(TQS. Al-Baqarah : 219)

Inilah bukti pemerintah demokrasi yang mementingkan segelintir pengusaha yang menggadaikan nasib rakyat dan membiarkan kejahatan makin merajalela. Sudah saatnya sistem demokrasi diganti dengan sistem Islam secara sempurna akan menjadi rahmat bagi seluruh alam. [SU/DakwahMedia]

Jokowi Datang Menghadiri KTT G-7 yang Sarat Pesekongkolan Jahat Negara-Negara Kapitalis


Oleh : Umar Syarifudin – Syabab HTI (Praktisi Politik)

Para pemimpin dari tujuh negara industri maju atau G7 pada Kamis (26/5/2016) memulai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di kota Ise Shima, Prefektur Mie, Jepang. Topik yang akan dibahas dalam pertemuan dua hari ini antara lain; masalah kebijakan fiskal yang fleksibel untuk memacu pertumbuhan ekonomi dunia, keamanan dan ketegangan Laut Cina Selatan, perdamaian dan keamanan dunia, terorisme, dan krisis pengungsi. Negara-negara anggota G7 terdiri atas Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, dan Jepang.

Jokowi tercatat sebagai Presiden Pertama RI yang diundang dalam pertemuan Konferensi tingkat tinggi Group Seven (G7) di Jepang 26-27 Mei 2016. Tentu di tataran pemerintahan sendiri ini dianggap sebagai prestasi, dimana Indonesia diundang di dalam pertemuan G7 ke 42 tersebut. Di sisi lain, dengan bangganya Jokowi berpidato di dalam sesi tambahan untuk membahas terkait keamanan dan perekonomian Asia sebagai tumpuhan dunia saat ini.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Group of Seven atau yang dikenal dengan G7 di Ise-Shima Prefektur Mie, Jepang pada 26-27 Mei 2016. Beberapa menteri ikut mendampingi presiden dalam pertemuan tersebut, diantaranya Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan, yang paling mengkhawatirkan adalah kontraksi ekonomi global. Hal ini dipicu oleh pelemahan ekonomi negara-negara berkembang. Abe mengatakan, ekonomi global akan jatuh pada krisis jika tidak ada kebijakan khusus. Para pemimpin negara industri besar dunia menyelesaikan konferensi dengan janji untuk menggunakan segala kebijakan demi meningkatkan permintaan dan mengurangi masalah pasokan. Dalam deklarasi bersama, G-7 mengatakan, perkembangan global tetap dan di bawah potensi yang seharusnya, sementara risiko melemah masih ada.

Sementara itu, Jepang ingin memastikan bahwa sebagai tuan rumah, gelaran Konferensi Tingkat Tinggi Group of Seven (KTT G7) berlangsung aman. Sebagai jaminan, Negeri Sakura itu pun mengerahkan 100 ribu personel kepolisian dan 4.500 khusus untuk penjagaan Presiden AS Obama. Hakekatnya mereka memahami bahwa rakyat seluruh dunia tentu mengecam pertemuan jahat ini termasuk rakyat Jepang.

KTT G7 dan Persekongkolan Jahat

Kelompok G-7 berdiri pada tahun 1976. Kelompok G-7 ini dibentuk oleh menteri-menteri keuangan tujuh negara industri besar dengan tujuan untuk membahas masalah-masalah ekonomi dan politik. Anggota kelompok G-7 adalah: Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, Amerika dan Kanada. Pertemuan G-7 dihadiri oleh ketua umum Uni Eropa mewakili Uni ropa, dan kepala negara yang sedang menjadi ketua Dewan Uni Eropa. Kemudian Rusia bergabung ke dalam kelompok G-7 pada tahun 1997. Setelah itu kelompok tersebut disebut kelompok G-8. Tidak ada kewajiban meleburkan kelompok G-7 dan kelompok G-8.

Perang dunia I dan II menjadi manifestasi perang antar negara-negara imperialisme untuk merebut dominiasi dan kekuasaannya termasuk membentuk negara jajahan dan setengah jajahan. Negara-negara imperialisme yang mengalami kerugian dan menimbulkan depresi ekonomi seperti; Negara Inggris, Belanda, Jepang, Prancis, Italia dan Jerman, kemudian diberikan kuncuran bantuan Mashall Plan AS. Jaminan kuncuran hutang tersebut yaitu AS mendapatkan  sebagian besar  emas dari Negara-negara tersebut yang dulu menjadi ukuran cadangan kekayaan.

Praktis, Imperialisme AS mampu menjalankan berbagai kebijakannya yang nanti akan memuluskan skema dalam  menguasai dunia baik di Negara-negara kapitalisme itu sendiri maupun di Negara-negara dunia ketiga. Era ini ditandai dengan monopoli internasional melalui eksport kapital serta ekspor barang dan jasa ke seluruh dunia. Tujuan tentu untuk menumpuk seluruh superprofit dari seluruh rakyat dunia. Praktis, imperialisme AS pasca perang dunia II keluar sebagai penguasa tunggal di antara negara-negara imperialisme dunia.

Dalam hukum ekonomi yang dikembangkan imperialisme, mulai dari liberalisme hingga neo-liberalisme di tahun 1970an, tentu akan selalu berhari depan krisis yang melanda. Kebijakan apapun yang dilahirkan imperialisme di dunia, akan selalu jatuh pada jurang krisis yang semakin membuat rakyat dunia kehilangan pekerjaan, pendapatan menurun, pengangguran hingga perampokan-perampokan SDA secara barbar.

Sekarang perhatian utama banyak pihak dalam pertemuan di Ise Shima tertuju pada upaya AS untuk meraup keuntungan dari perseteruan Cina dengan beberapa negara di wilayah Asia terkait kepemilikan pulau-pulau di Laut Cina Selatan. Jepang juga terlibat sengketa wilayah dengan Cina di Laut Cina Timur.

AS ingin memanfaatkan perseteruan itu untuk memperkuat atau menambah jumlah sekutunya di kawasan dan meningkatkan tekanan terhadap Cina. Presiden Barack Obama sebelumnya menyatakan bahwa strategi Washington adalah penyebaran pasukan di wilayah Asia Timur dan fokus pada Beijing.

Jadi, konflik di antara negara-negara regional seperti, para anggota ASEAN dengan Cina atau Jepang dengan Cina, mendorong AS untuk menandatangani kontrak penjualan senjata, menggelar latihan militer bersama, dan memperkuat kehadirannya di Asia.

KTT G7 di Jepang tampaknya akan terpengaruh oleh kebijakan AS dalam hubungannya dengan Cina dan Jepang sebagai tuan rumah, juga berusaha menarik dukungan Kelompok Tujuh untuk memperkuat posisinya di hadapan Cina.

KTT G7 merupakan pertemuan eksklusif pemimpin imperialisme dunia yang mewakili kepentingan kapitalis monopoli besar dan perusahaan-perusahaan transnasional. Yang disebut 'pemimpin dunia' tidak pernah mewakili kepentingan rakyat terhisap dan tertindas dunia. Mereka telah membawa penderitaan yang luar biasa untuk rakyat dunia dengan kebijakan neoliberalisasinya. Di sisi lain, mempromosikan Ilusi Demokrasi dan HAM ala AS, Perang Agresi, Perang melawan Teroris, menjadi cara-cara jahat yang dijalankan imperialisme di dunia.

Pertemuan G7 ini, hanya berusaha untuk memindahkan beban krisis di tubuh imperialisme (G7) ke pundak rakyat dunia.  Dalam pertemuan KTT G7 di Jepang ini, mereka akan membahas isu tentang perekonomian rakyat dunia untuk menghadapi krisis, SDGs, Nuklir Korut, Laut China, Investasi dan infrastuktur, komersialisasi kesehatan, perubahan iklim, dan kesetaraan gender.

Dari sejumlah pembahasan itu, tidak sedikit pun akan memberikan perubahan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi rakyat dunia. G7 melakukan pembahasan tentang perekonomian dunia dan berusaha keluar dari krisis, hanya akan melahirkan resolusi untuk memuluskan program-program borjuasi internasional (TNc/MNc) ke seluruh dunia khususnya negara berkembang. G7 akan mempertahankan defisit anggaran di negara-negara dunia khususnya negara berkembang, sehingga negara berkembang akan terus bersandar pada investasi dan hutang luar negeri dari imperialisme untuk membiayai APBN-nya (Skema eksport kapital). Mengapa di negara-negara berkembang terjadi defisit anggaran ? alasannya bahwa negara-negara berkembang hakekatnya tidak akan pernah mendapatkan surplus neraca perdagangan, karena perdagangan seluruhnya dimonopoli imperialisme khususnya AS.

Demikian Infrastuktur yang sangat masif menjadi program imperialisme di seluruh dunia khususnya di negara berkembang di Asia seperti Indonesia. Hakekatnya pembangunan infrastuktur bukanlah mengabdi pada fasilitas rakyat. Namun pembangunan infrastuktur hanyalah menjadi objek investasi imperialisme, bisnis dan sirkulasi kapitalnya.

Sedangkan isu SDGs, hanya menjadi produk untuk mengilusi dan mendikte jenis pembangunan di seluruh dunia. Dengan isu mengentaskan kemiskinan, kepalaparan, ketimpangan ekonomi, penyakit menular, dsb, hanya menjadi program untuk memuluskan operasi kapital bagi imperialisme baik berinvestasi atau berbisnis. Jadi, SDGs 2015-2030 sebagai pengganti MDGs 2000-2015, bukanlah untuk rakyat, namun untuk imperialisme dan mempertahankan kemiskinan rakyat dengan berbagai program yang seolah-olah humanis.

Sementara isu Korut, adalah usaha imperialisme AS dan sekutunya untuk terus memerosotkan perjuangan rakyat Korut di dalam melawan negara-negara kapitalisme seperti AS dan sekutunya Korsel. Serupa dengan isu laut China Selatan, hanya memberikan legitimasi baik bagi AS maupun sekutunya di Asia untuk memperkuat militernya dan berlahan untuk mengeliminasi kekuatan China. Jadi, KTT G7 hanyalah sampah dan wabah penyakit bagi rakyat dunia.

Upaya Pengokohan Dominasi AS

Amerika di dalam konferensi G-7 itu berusaha untuk mengokohkan dirinya bahwa Amerika tetap sebagai pemimpin dunia. Itulah yang didektekan Amerika setelah kepercayaan terhadap kepemimpinan Amerika melemah akibat krisis finansial mutakhir. Amerika terus mendiktekan keinginannya kepada negara-negara lainnya. Khususnya bahwa negara-negara besar di Uni Eropa tidak bisa menggantikan posisi Amerika. Secara lebih khusus ketika Amerika harus menanggung beban terjadinya krisis finansial mutakhir, sehingga menyebabkan kepercayaan kepada Amerika dan kepada doktrin kapitalisme secara lebih umum melemah.

Disamping semua itu, Amerika terus bekerja untuk menampakkan bahwa Amerika adalah pemimpin dunia dan bahwa Amerika masih mengendalikan semua urusan di dunia. Barat bertindak seakan-akan tidak menemukan solusi yang bisa menyelesaikan kambrukan total bagi sistem keuangan global. Semua yang dilakukan adalah menambah gelontoran uang di pasar atau meminta negara-negara –utamanya negara G-20- untuk ikut serta dalam menanggung beban masalah mereka. Misalnya, kelompok G-7 mendorong China untuk memperhatikan tingkat suku bunga mereka.

Sesungguhnya, pokok masalahnya adalah bahwa orang-orang Eropa tidak percaya dengan liberalisme pasar yang disodorkan oleh Amerika. Amerika menyatakan bahwa Amerika menginginkan liberalisme. Akan tetapi rencana stimulus yang dibenarkan oleh para pembuat undang-undang Amerika justru menguatkan langkah-langkah proteksi. Dan ini bertetangan dengan keputusan-keputusan G-7.

Eropa sangat terkejut oleh ulah Amerika yang menutup pasar-pasar Amerika terhadap komoditas-komoditas Eropa. Eropa juga sangat terkejut dengan kerja keras pemerintahan Obama untuk meringankan dampak krisis perekonomian Amerika melalui stimulus sebesar US $ 787 milyar yang tertuang didalam rencana stimulus.

Di atas semua itu, orang-orang Eropa juga ikut serta dalam melakukan langkah-langkah proteksi seperti langkah-langkah yang diambil oleh Inggris paling akhir untuk melindungi angkatan kerjanya dari para imigran Eropa. Atau langkah-langkah pemerintah yang diambil oleh Perancis dan Italia untuk menyelamatkan industri produsen otomotif. Dari sisi praktis, sebenarnya ide pasar bebas telah mati.

Karena hekekatnya kita sepakat bahwa G7 adalah forum di antara imperialisme yang melahirkan resolusi untuk intensifikasi penghisapan dan penindasan. Jadi Jokowi  diundang ke G7 hanya menjadi gambaran ketertundukan Jokowi kepada negara imperialisme sebagai tuannya dan mempunyai komitmen untuk menyukseskan resolusi yang menyelamatkan G7 dari krisis yang menggerogoti borjuasi internasionalnya (TNc/MNc). Sebaliknya, G7 yang dihadiri Jokowi hanya akan berdampak semakin kuatnya dominasi imperialisme khususnya AS di Indonesia yang menghisap dan menindas rakyat.

Jokowi Datang Menyerahkan Indonesia

Presiden Jokowi diminta untuk menjadi pembicara utama dalam sesi pertama, Stabilitas dan Keamanan Asia. Selain juga direncanakan akan melakukan beberapa pertemuan bilateral di sela-sela acara. "Kita dilihat dan dipuji oleh negara-negara yang lain, terutama untuk pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Presiden pada Jumat.

Presiden mengatakan sejumlah negara maju dunia tertarik dengan upaya pembangunan di Tanah Air dan menganggapnya sebagai motor ekonomi dunia saat ini. "Saya kira kesempatan seperti inilah yang kita pakai untuk membangun sebuah kepercayaan, membangun sebuah trust, agar investasi itu datang ke Indonesia sebanyak-banyaknya," jelas Presiden. Presiden mengatakan, ketertarikan investasi tersebut akan difokuskan kepada proyek infrastruktur yang membutuhkan dana besar.

Membuka keran Investasi selebar-lebarnya lagi? Tentu saja bagi AS, Jepang dan Eropa, Indonesia sangat strategis. Tidak hanya secara ekonomi, tapi juga secara militer untuk mengamankan kepentingannya di wilayah Laut Cina Selatan. Dalam perjalanannya, liberalisasi perdagangan di berbagai kawasan saat ini telah berhasil mereduksi peran negara. Negara bukan lagi satu-satunya aktor atau agen yang berperan dalam ekonomi politik internasional, walaupun negara masih memiliki otoritas tertinggi dalam mengatur segala kompetensi yang dimiliki dari sumber daya alam di sebuah negara.

Dari sini akhirnya bisa dipahami bahwa apa yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menjaring investor dalam perhelatan KTT G-7 adalah suatu kezaliman. Pemerintah melalui kebijakannya akan mempermudah berbagai prosedur, membuat UU atau perpu, menyederhanakan birokrasi sehingga investor asing mudah masuk dan menanamkan investasinya di Indonesia. Dan sudah tak terhitung lagi berbagai UU yang melempangkan jalan bagi asing untuk menguasai sumber daya alam Indonesia seperti UU Migas, UU Minerba, dan sebagainya.

Realisasinya semua infrastruktur yang menguasai hajat hidup orang banyak dibangun dengan skema kerjasama pemerintah dengan swasta atau asing yang sudah pasti tidak mau rugi. Berarti rakyat harus menanggung biaya hidup yang sangat besar. Tidak hanya BBM, listrik, pendidikan dan kesehatan, kelak semua kebutuhan hidup harus dibayar dengan mahal. Inilah realita rezim neoliberal yang membuka pintu bagi neoimperialis.

Amanah dan Kiamat


Oleh : H. Luthfi. H

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ» قَالَ: كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ» رواه البخاري.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila sudah hilang amanah maka tunggulah terjadinya kiamat". Orang itu bertanya: "Bagaimana hilangnya amanat itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat".(HR. Bukhari)

Wahai kaum muslimin...

إن خير الكلام كلام الله تعالى، وخير الهدي هدي نبيه عليه الصلاة والسلام محمد بن عبد الله، أما بعد,

Sesungguhnya sebaik-baik kalimat, adalah Kalamullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Rasulullah, Muhammad bin Abdullah.

يشير هذا الحديث الشريف إلى موضوع الأمانة، وهي كل ما يجب على الإنسان حفظه وأداؤه، وقد جاءت نصوص كثيرة في هذا الموضوع،

Hadits yang mulia ini mengisyaratkan pada kepada kita persoalan amanah. Yakni, suatu hal yang wajib kita jaga dan kita laksanakan kelangsungannya. Sungguh telah teramat banyak nash (Al Qur'an dan As Sunnah) yang mengurai persoalan ini. Sebagaimana Firman Allah SWT;

(إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوماً جَهُولا)

"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh". (Al Ahzab 72).

ومما قيل في الأمانة: "الأمانة تشمل: كل ما استودعك الله، وأمرك بحفظه، فيدخل فيها حفظ جوارحك من كل ما لا يرضي الله، وحفظ ما ائتمنت عليه من حقوق الناس... "

Yang dimaksud dengan amanah dalam Islam prinsipnya meliputi; segala sesuatu yang dituntut Allah untuk kita laksanakan, dan segala hal yang diperintahkan Allah kepada kita untuk menjaganya. Demikian pula bahwa amanah adalah termasuk hal kalau kita lalaikan menjadikan Allah tidak meridhoi kita. Sampai pada persoalan dengan manusia, segala hak mereka yang harus kita jaga, yang demikian itu juga termasuk amanah.

وهنا يجب أن نلاحظ أن الأمر مرتبط بما جاء به الشرع من أوامر، حيث أن الأمانة تقتضي أن يحافظ المسلم على ما كلفه الشرع به، والقيام بكل ما يتطلب من أجل ذلك.

Disinilah wajib bagi kita untuk memperhatikan secara serius bahwa persoalan amanah ini terkait dengan apa yang diperintahkan oleh Syariat. Yakni bahwa amanah memerlukan pemeliharaan oleh seorang muslim atas apa yang dituntut oleh Syari'at untuk dijaga. Artinya, amanah itu adalah melaksanakan segala hal yang dibebankan (taklif) oleh Syari'at.

وهنا في هذا الحديث يذكر ولاية الأمر، وهي أمانة، وأية أمانة، يكون المرء مكلفًا فيها بتطبيق شرع الله، ورعاية شئون الرعية حسب أوامره سبحانه وتعالى، فولي أمر المسلمين هو الذي يطبق الإسلام، وأي تقصير في ذلك يوقعه في الإثم.

Dan dalam hadits ini, persoalan amanah bermuara dan berfokus kepada seorang penguasa. Bahwa sebuah kekuasaan adalah suatu beban amanah. Bahwa seorang penguasa memikul amanah untuk menerapkan Syari'at Allah SWT. Dan mengatur urusan umat sesuai dengan perintah Allah SWT. Artinya, seorang penguasa Muslim adalah sejatinya dia akan menerapkan hukum-hukum Islam. Dan jika tidak melaksanakannya, ia adalah khianat, dan tentu akan jatuh pada perbuatan dosa.

ويشير الحديث هنا أن تضييع هذه الأمانة من علامات الساعة. والغريب أن الأمانة من الصفات التي أجمع البشر على وجوبها لحفظ المجتمع وقيمه،

Dalam Hadits Syarif ini juga mengisyaratkan kepada kita bahwa menyia-nyiakan amanah adalah merupakan tanda dari dekatnya hari kiamat. Dan juga bahwa amanah itu adalah sifat sifat yang manusia berkumpul atasnya kewajiban untuk menjaga masyarakat dan eksistensinya.

لذلك يجب أن ينتبه المسلم إلى ضرورة الاتصاف بالأمانة لأنها من أوامر الله سبحانه وتعالى، وابتغاء مرضاته عز وجل، ونحن المسلمين نعلم ثقلها؛ لذلك تجد المسلمين المخلصين أحرص الناس عليها. وعلينا دائمًا استحضار قول رسول الله صلى الله عليه وسلم:

Oleh karena itu, wajib secara seksama bagi seorang muslim untuk memperhatikan arti penting dari sifat amanah ini, karena hal itu merupakan bagian dari perintah Allah SWT. Dan menunaikan amanah adalah upaya untuk meraih keridhaan dari Allah SWT. Walau di sisi lain, kita sebagai seorang muslim memahami dan mengerti betapa beratnya sebuah amanah. Sehingga bumi dan gunung saja tidak mau menerima amanah ini.

Namun, betapapun berat beban amanah tersebut, kita akan tetap temukan ada pada manusia, ada pada seorang mukmin yang ikhlas. Betapa ia sangat berhasrat dan berupaya sekuat tenaga untuk meraih dan menunaikan sebuah amanah.

Cara yang bisa kita lakukan agar amanah itu bisa kita pikul dengan baik adalah. Bahwa haruslah kita senantiasa menghadirkan Sabda Rasulullah SAW ini.

«أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا، وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا: إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ»

"Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dusta, jika berjanji mengingkari dan jika berseteru curang". (HR. Bukhari).

وهناك نقطة يجب الوقوف عليها، وهي أنه كلما ضعفت التقوى أصبح المسلم أقرب من تضييع الأمانة و الخيانة، فالرادع هو الخوف من الله، ومتى وجد هذا الرادع، تُحفظ الأمانة ويقوّم المجتمع، ويحافظ عليه، فيكون خير مجتمع، نبراس خير لكل البشر.

Disinilah titik pokoknya, di mana kita berhenti dan fokus atas persoalannya. Bahwa dalam persoalan amanah ini artinya; saat ketakwaan seorang muslim dalam keadaan lemah, saat itulah ia cenderung pada menyia-nyiakan amanah, artinya dia berkhianat.

Dan sebaliknya, rahasia yang bisa mencegah akan khianat adalah takut kepada Allah. Saat suasana takut kepada Allah ini ada, suasana ketakwaan kita baik. Maka sesorang akan selalu menjaga amanah, dan menegakkan pilar pilar amanah ini dalam tatanan masyarakat. Mereka akan selalu menjaganya. Sehingga terwujudlah sebuah tatanan masyarakat yang baik. Yang akan sangat berpengaruh pada kehidupan bermasyarakat secara utuh.

نسأ الله أن يعيد مجتمعنا مجتمع خير بتطبيق شرع الله وتحكيمه على أيدي ولي أمر المسلمين، خليفتهم العادل.

Kita bermohon kepada Allah kiranya Ia menjadikan masyarakat kita menjadi masyarakat yang baik. Yang ditopang oleh manusia-manusia yang amanah. Dengan penguasa yang menerapkan syari'at Allah SWT, di atas kaum muslimin, dan Khalifahnya pun menerapkan hukum secara adil. Insya Allah.

Dalam Seminggu 13 Ribu Pengungsi Berhasil Diselamatkan Di Mediterania


www.dakwahmedia.net - LAUT MEDITERANIA -- Sebuah armada kapal menyelamatkan 668 pengungsi dari kapal-kapal di Laut Mediterania pada Sabtu (28/5). Pihak berwenang Italia mengatakan, jumlah tersebut menambah total pengungsi yang berhasil diselamatkan dari laut menjadi 13 ribu jiwa.

Penyelamatan dilakukan oleh penjaga pantai dan kapal angkatan laut Italia. Mereka dibantu oleh kapal Irlandia dan Jerman serta kelompok-kelompok kemanusiaan, dan terakhir dengan bantuan patroli multinasional dari pulau Sisilia.

Dilansir The Guardian, militer Irlandia mengatakan kapal Le Roisin menyelamatkan 123 orang dari perahu karet sepanjang 12 meter. Sebuah kapal Jerman, menurut penjaga pantai Italia, terlibat dalam empat operasi penyelamatan terpisah. Sementara kapal angkatan laut Italia membawa 135 korban selamat dan 45 mayat dari penyelamatan sehari sebelumnya.

Juru bicara Save The Children Giovanna Di Benedetto mengatakan kepada Associated Press, menurut korban selamat mereka melihat sebuah kapal nelayan penuh dengan ratusan orang tenggelam pada Kamis (26/5). Menurut korban dua kapal nelayan penyelndup berlayar pada Rabu malam dari Libya. Di Benedetto mengatakan korban selamat berada di kapal yang tak tenggelam bersama 500 orang lainnya.

"Semua ini harus dikonfirmasi, tapi jika benar sebanyak 400 orang bisa tenggelam dan hanya sedikit dari mereka yang bisa mencapai kapal lain," ujarnya.

Pihak berwenang mengatakan banyak kapal dalam beberapa tahun terakhir tampaknya telah tenggelam tanpa jejak di Mediterania, dengan orang yang tewas tidak pernah ditemukan. Seringkali satu-satunya berita tentang mereka datang ketika anggota keluarga di Afrika atau Eropa memberitahu pihak berwenang bahwa orang yang mereka cintai tidak pernah tiba setelah berlayar dari Libya.

Di bawah kesepakatan Uni Eropa, puluhan ribu orang yang diselamatkan di laut dan mencari suaka seharusnya dipindahkan ke negara-negara Uni Eropa lainnya selain Italia dan Yunani yang merupakan tempat 'pendaratan' pertama.  Tapi dengan pertentangan di beberapa negara Eropa mengenai mengambil lebih banyak pengungsi, membuat rencana tersebut tidak pernah benar-benar terealisasi. Hanya sebagian kecil dari mereka yang dijadwalkan untuk direlokasi, benar-benar dipindahkan. [RO/DakwahMedia]

Otoritas Cina Paksa Warga Desa di Xinjiang Memata-matai Muslim Uighur


www.dakwahmedia.net - Penduduk desa di daerah terpencil di barat laut Cina, Xinjiang, dipaksa oleh otoritas lokal untuk memata-matai tetangga Muslim mereka, memperhatikan terus untuk perilaku yang dianggap “mencurigakan” atau menentang kekuasaan Beijing.

Warga desa Kizilsu di di Peyziwat, kini harus menandatangani “Kontrak Tanggung Jawab Bersama” yang mengancam hukuman kolektif bagi penduduk desa jika ditemukan tidak mengikuti perintah dengan 30 peraturan khusus, ujar beberapa sumber seperti dilansir WB pada Jum’at (27/5/2016).

Kebijakan baru yang telah diberlakukan ini dianggap “sukses besar” di mana orang-orang yang tidak patuh dikatakan telah “dihukum menurut hukum”, menurut salah seorang pejabat Cina.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan otoritas Cina telah memberlakukan aturan berat tangan di Xinjiang, termasuk serangan kekerasan oleh polisi di rumah-rumah Muslim Uighur, pembatasan praktek Islam dan pembatasan pada budaya dan bahasa dari orang-orang Uighur.

Para pengamat di luar Cina mengatakan bahwa Beijing telah membesar-besarkan ancaman dari orang-orang Uighur dan bahwa kebijakan domestik bertanggung jawab atas meningkatnya kekerasan yang telah membunuh ratusan orang sejak 2012. [VM/DakwahMedia]

Panglima TNI: Indonesia Menjadi Medan Perang Ekonomi


www.dakwahmedia.net - Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan saat ini dan kedepan banyak negara berkepentingan untuk menguasai Indonesia, sehingga Indonesia menjadi medan perang ekonomi.

Menurutnya banyak negara luar memandang Indonesia sebagai sebuah harapan. Misalnya, wilayah Papua yang kaya “sebagai surga kecil yang jatuh ke bumi” itu menggambarkan betapa kayanya Indonesia dan sangat menjanjikan hidup.

Karena itu, menurut Gatot, tidak heran saat ini dan kedepan banyak negara berkepentingan untuk menguasainya. Hal tersebut sangat beralasan karena setiap negara berkepentingan dalam pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan hidup warga negaranya.

Apalagi, kata dia, penduduk dunia terus bertambah secara signifikan. Saat ini sudah tiga kali lipat populasi idealnya. Bahkan empat kali lipat saat menyongsong Indonesia Emas. Namun pada satu sisi persediaan energi, pangan dan air semakin berkurang.

“Inilah yang akan memicu konflik antar negara, rebutan pemenuhan kebutuhan yang sangat mendasar yaitu pangan, energi dan air serta Indonesia menjadi medan perang ekonomi,” ujar Panglima TNI saat memberikan ceramah di hadapan 102 peserta Kepala Daerah pada Pembekalan Pemerintahan Dalam Negeri Angkatan II Hasil Pilkada tahun 2015, di Auditorium Gedung F Lt.4 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Jalan TMP Kalibata Nomor 8 Jakarta Selatan, Jumat (27/5/2016), lansir JPNN.

Menurutnya, TNI sangat menyadari tantangan yang akan dihadapi bangsa ini di masa mendatang. Untuk melaksanakan tugas sesuai UU Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI juga bukas tugas yang ringan tetapi tugas berat bila hanya dipikul oleh TNI semata.

“Ancaman itu sudah sangat nyata dan ada tetapi kurang dipahami kita di semua lini kehidupan bernegara, berbangsa bahkan di keluarga,” katanya seperti dilansir dakam siaran pers Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G.

Ia mengingatkan upaya untuk melemahkan, menguasai sampai kepada penghancuran bangsa Indonesia melalui perang Proxy (Proxy War). Salah satunya melalui penyalahgunaan narkoba, demo buruh melakukan intimidasi, tawuran mahasiswa, adu domba TNI-Polri, memecah belah partai politik, regulasi tidak memihak rakyat dan rekayasa sosial melalui media. [VM/DakwahMedia]

Nasehat Sayyid Quthb : Ketahuilah, Ikatan Islam Bukan Ikatan Darah, Nasab, dan Bangsa



Marilah rehat sejenak pada kisah Nuh alaihis salam. Nuh alaihis salam dan putranya yang bukan anggota keluarganya! Peristiwa ini merupakan rambu yang jelas dan terang benderang tentang tabiat aqidah Islam, dan aturan garis pergerakannya. Gambaran dari Allah Ta'ala tentang keluarga ayah dan anak, yang berpisah karena perbedaan aqidah.


وَأُوحِيَ إِلَى نُوحٍ أَنَّهُ لَن يُؤْمِنَ مِن قَوْمِكَ إِلاَّ مَن قَدْ آمَنَ فَلاَ تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ ﴿٣٦﴾
وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلاَ تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ ﴿٣٧﴾

"Dan di wahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kamu, kecuali orang yang telah beriman (saja). Karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang zalim itu. Sesungguhnya, mereka itu akan ditenggelamkan". (QS : Hud : 36-37)


حَتَّى إِذَا جَاء أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ قُلْنَا احْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلاَّ مَن سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ آمَنَ وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلاَّ قَلِيلٌ
"Hingga apabila peirntah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman : "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang-orang terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman, "Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit". (QS : Hud : 40)


وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَب مَّعَنَا وَلاَ تَكُن مَّعَ الْكَافِرِينَ ﴿٤٢﴾
قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاء قَالَ لاَ عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِلاَّ مَن رَّحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ ﴿٤٣﴾

"Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung Dan Nuh memanggil anaknya, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang kafir! Anaknya menjawab : 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah! Nuh berkata : 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang. 'Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya. Maka adilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan". (QS : Hud : 42-43)


وَنَادَى نُوحٌ رَّبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابُنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ ﴿٤٥﴾
قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلاَ تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ ﴿٤٦﴾
قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ ﴿٤٧﴾

"Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata : 'Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya' Allah berfirman : 'Hai Nuh, sesungguhnya ia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikatnya).Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan. 'Nuh berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikatnya), dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi". (QS : Hud : 45-47)


Sesungguhnya ikatan yang mengikat orang-orang dalam agama ini adlah ikatan yang khas yang menjadi keistimewaan agama ini, dan ia terkait dengan pandangan, misi, dimensi, dan tujuan yang hanya dimiliki manhaj rabbani yang mulia ini.
Ikatan agama ini (Islam) bukan ikatan datah, nasab, dan bukan ikatan tanah air dan bangsa, bukan ikatan kaum dan warga, bukan ikatan warna kulit, dan bahasa, bukan ikatan ras dan suku, juga bukan ikatan profesi dan status sosial.

Sesungguhnya semua ikatan ini, tanpa terkecuali, kdang terjalin, lalu terputus hubungan antara individu-individunya, seperti yang difirmankan Allah Subhanahu wata'ala kepada hamba-Nya, Nuh alaihis salam kala ia berseru, "Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku". Dia berfirman kepadanya :"Hai Nuh, sesungguhnya ia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), "Kemudian Dia menjelaskan mengapa putranya menjadi bukan putranya, "Sesungguhnya (perbuatannya perbuatan yang tidak baik. "Ikatan iman telah terputus antara kalin berdua wahai Nuh. "Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tiak mengetahui (hakikatnya). "Engkau mengiranya sebagai anakmu, tetapi prasangkamu ini keliru. Hakikat sebenarnya yang meyakinkah adalah ia bukan termasu keluargamu, meskipun ia adalah anakmu dari tulang sulbimu!

Ini adalah rambu jalan yang terang dan jelas, saat manusia dipersimpangan jalan, ia menjelaskan sudut agama ini terhadap rgam tali ikatan. Ia menjelaskan sudut-sudut pandang jahiliyah yang kejahiliyahan-kejahiliyahannya menjadikan ikatan, kadang dari darah dan nasab, kadang dari tanah air, kadang bangsa, kadang kaum, kadang dari warna kulit, dan kadang bahasa, kdadang dari ras dan suku, dan kadang dari profesi dan status sosial. Kadang dari kepentingan-kepentingan bersama, sejarah bersama, atau masa depan bersama, kesemuanya adalah konsep jahiliyah - baik yang bersatu maupun yang bercerai - yang bertentangan secara diametral dengan konsep Islam!

Manhaj Rabbani yang orisil - yang mengejawantah (nyata) dalam al-Qur'an dan dalam petunjuk-petunjuk Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam yang merupakan petunjuk ke sesuatu yang paling benar dan mendidik umat Islam dengan landasan utama dan rambu yang terang di persimpangan jalan ini.

Perumpamaan yang digunakan al-Qur'an dalam kisah Nuh alaihis sallam da anaknya - kisah yang sangat luar biasa yang mempunyai ikaktan emosional, tetapi Nuh alaihis sallam tetap dilarang oleh Allah Ta'ala, karena anaknya tetap menolak beriman. Kisah Nuh alaihis sallam dengan anaknya menerangkan beragam hubungan dan ikatan jahiliyah yang lainnya.
Tidak ada ikatan yang benar (haq) kecuali ikatan yang berdasarkan aqidah Islam. Sedang ikatan-ikatan dan hubungan lainnya, hanyalah paham jahiliyah. Kaum Muslimin harus meninggalkan semua ikatan dan hubungan yang bersifat jahiliyah itu. Wallahu'alam. www.eramuslim.com

Jangan Dekati Zina



Oleh : Abu Miqdam (Komunitas Akhlak Mulia)

Firman Allah SWT

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk (17:32)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan pendorong-pendorongnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini di dalam tafsirnya, “Larangan mendekati zina lebih mengena ketimbang larangan melakukan perbuatan zina, karena larangan mendekati zina mencakup larangan terhadap semua perkara yang dapat mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Barangsiapa yang mendekati daerah larangan, ia dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya, terlebih lagi dalam masalah zina yang kebanyakan hawa nafsu sangat kuat dorongannya untuk melakukan zina.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)

إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً

Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Maksudnya adalah dosa yang sangat besar.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Asy-Syaikh As-Sa’di berkata, “Allah subhanahu wata’ala menyifati perbuatan ini dan mencelanya karena ia (كَانَ فَاحِشَةً) adalah perbuatan keji.

Maksudnya adalah dosa yang sangat keji ditinjau dari kacamata syariat, akal sehat, dan fitrah manusia yang masih suci. Hal ini dikarenakan (perbuatan zina) mengandung unsur melampaui batas terhadap hak Allah dan melampaui batas terhadap kehormatan wanita, keluarganya dan suaminya. Dan juga pada perbuatan zina mengandung kerusakan moral, tidak jelasnya nasab (keturunan), dan kerusakan-kerusakan yang lainnya yang ditimbulkan oleh perbuatan tersebut.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)

وَسَاءَ سَبِيلًا

dan (perbuatan zina itu adalah) suatu jalan yang buruk.

Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “Dan zina merupakan sejelek-jelek jalan, karena ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat kepada Allah subhanahu wata’ala, dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia sejelek-jelek jalan yang menyeret pelakunya kedalam neraka Jahannam.” (Tafsir Ath-Thabari, 17/438)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

كُـتِبَ عَلَـى ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُـهُ مِنَ الـِزّنَا مُدْرِكٌ ذٰلِكَ لَا مَـحَالَـةَ : فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُـمَـا النَّظَرُ ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُـمَـا الْاِسْتِمَـاعُ ، وَالـِلّسَانُ زِنَاهُ الْـكَلَامُ ، وَالْيَـدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْـخُطَى ، وَالْقَلْبُ يَـهْوَى وَيَتَمَنَّى ، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَ يُـكَـذِّبُـهُ

Telah ditentukan atas anak Adam (manusia) bagian zinanya yang tidak dapat dihindarinya : Zina kedua mata adalah melihat, zina kedua telinga adalah mendengar, zina lisan adalah berbicara, zina tangan adalah dengan meraba atau memegang (wanita yang bukan mahram), zina kaki adalah melangkah, dan zina hati adalah menginginkan dan berangan-angan, lalu semua itu dibenarkan (direalisasikan) atau didustakan (tidak direalisasikan) oleh kemaluannya. [HR. Al-Bukhâri, no. 6243 & Muslim, no. 2657]

Wallahu a'lam

Hukuman Kebiri Bagi Pelaku Kejahatan Seksual dalam Pandangan Islam


Oleh : Sri Indrianti
(Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD II Tulungagung)

Kematian Yuyun, siswi berusia 14 tahun di Bengkulu yang menjadi korban perkosaan, memunculkan lagi wacana hukuman suntik kebiri bagi pelaku kejahatan seksual. seperti perkosaan atau pencabulan. Hingga kini hukuman itu hanya jadi “pepesan kosong” yang dibuka lagi setiap kali ada kasus kejahatan seksual yang mendapat sorotan masyarakat.

Selama ini pula pemerintah dan para wakil rakyat hanya melontarkan perlunya hukuman kebiri bagi pemerkosa agar ada efek jera. Namun, hingga muncul Tragedi Yuyun, hukuman itu belum kunjung terlaksana dengan alasan belum ada landasan hukumnya. Maka, media ini dan masyarakat pun bertanya, sampai kapan itu terwujud dan butuh berapa banyak korban lagi agar aparat berwenang benar-benar serius menjalankan hukuman yang berat dan pantas bagi pemerkosa maupun pelaku kejahatan seksual bagi anak-anak?

Yuyun, yang diperkosa 14 remaja kemudian dibunuh dan mayatnya dibuang ke jurang sedalam lima meter pada 4 April 2016, ibarat alarm yang nyaring bunyinya sebagai penanda kedaruratan kejahatan seksual. Hukuman bagi penjahat seksual dianggap masih terlalu ringan sehingga tiada efek jera dan peristiwa serupa terus berulang.

Dalam kasus Yuyun, para tersangka pemerkosa dan pembunuh dijerat Pasal 76 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara dan Pasal 338 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang dengan ancaman serupa 15 tahun. Itu hukuman maksimal, yang berarti bisa saja berkurang saat di pengadilan kelak. (viva.co.id, 6/5/2016)

Pro Kontra

Satu di antara pejabat negara yang lugas mendukung penerapan hukuman kebiri ialah Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa. Tujuan utamanya demi efek jera: pelaku tidak mengulangi perbuatannya atau mencegah orang lain berbuat serupa. “(hukuman kebiri) ini untuk efek jera," ujarnya di sela kunjungan kerja ke sejumlah panti jompo di Gorontalo pada Rabu, 4 Mei 2016.

Khofifah pernah menyampaikan pendapatnya tentang hukuman kebiri saat wacana itu dimunculkan lagi akibat banyak kekerasan seksual pada Oktober 2015. Pengebirian itu secara teknis memang menurunkan libido orang yang disuntik. Lewat sejumlah obat kimia yang disuntikkan ke dalam tubuh, gairah seks akan menurun. (viva.co.id, 6/5/2016)

Sedangkan para pihak yang kontra di antaranya Pemerhati Anak, Seto Mulyadi, menilai bahwa hukuman kebiri meski di beberapa negara telah diterapkan, tetap harus dipertimbangkan dengan matang. "Kebiri bisa menjadi dendam ke negara. Pelaku bukan tidak mungkin tambah korbannya. Ini mengkahwatirkan," katanya.

Psikolog Forensik, Reza Indragiri Amriel, juga menyerukan hal serupa. Menurutnya, sanksi kebiri tidak akan mengubah kondisi. Hasrat seksual muncul bukan hanya karena faktor hormonal, tetapi juga fantasi. “Predator yang sudah lumpuh bisa memakai cara non-persetubuhan dan mendorong orang lain untuk menyalurkannya," katanya. (viva.co.id, 6/5/2016)

Fakta Kebiri

Kebiri artinya adalah pemotongan dua buah dzakar, yang dapat dibarengi dengan pemotongan penis (dzakar). Jadi kebiri dapat berupa pemotongan testis saja, dan inilah pengertian dasar dari kebiri. Namun adakalanya kebiri berupa pemotongan testis dan penis sekaligus. Kebiri bertujuan menghilangkan syahwat dan sekaligus menjadikan mandul. (Rawwas Qal’ah Jie,Mu’jam Lughah Al Fuqaha, hlm. 150; Al Mu’jamul Wasith, 1/269; Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 19/119; ‘Adil Mathrudi, Al Ahkam Al Fiqhiyyah Al Muta’alliqah bi Al Syahawaat, hlm. 88).

Metode kebiri secara garis besar ada dua macam, yaitu metode fisik dan metode hormonal (injeksi). Metode fisik dilakukan dengan cara memotong organ yang memproduksi testosteron, yaitu testis. Setelah testis dipotong dan dibuang melalui operasi, sisanya diikat dan kemudian dijahit. Dengan pemotongan testis tersebut, berarti sudah dihilangkan testosteron sebagai hormon pembangkit gairah seks. Akibatnya laki-laki akan kehilangan gairah seks dan sekaligus menjadi mandul permanen. (Jawa Pos, 22/10/2015).

Adapun metode kebiri hormonal, dilakukan bukan dengan memotong testis atau penis, tapi dengan cara injeksi (suntikan) hormon kepada orang yang dikebiri. Ada dua metode injeksi. Pertama, diinjeksikan obat yang menekan produksi hormon testosteron. Injeksi dilakukan berulang-ulang sehingga hormon testosteron seolah-olah hilang. Kedua, diinjeksikan hormon estrogen kepada orang yang dikebiri, sehingga ia memiliki ciri-ciri fisik seperti perempuan. Hormon testosteron akan menurun dan gairah seksual juga akan ikut menurun. Bila suntik hormon testosteron ini dihentikan, keadaan orang yang dikebiri akan pulih seperti semula. (Jawa Pos, 22/10/2015).

Menjatuhkan hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual  HUKUMNYA HARAM, berdasarkan 3 (tiga) alasan sebagai berikut;

Pertama, syariah Islam dengan tegas telah mengharamkan kebiri pada manusia, tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan fuqaha.

Dalil haramnya pengebirian pada manusia adalah hadits-hadits sahih yang dengan jelas menunjukkan larangan Rasulullah SAW terhadap pengebirian. Dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA, dia berkata”Rasulullah SAW telah menolak Utsman bin Mazh’un RA untuk melakukan tabattul (meninggalkan kenikmatan duniawi demi ibadah semata). Kalau sekiranya Rasulullah SAW mengizinkan Utsman bin Mazh’un untuk melakukantabattul, niscaya kami sudah melakukan pengebirian.” (HR Bukhari no 5073; Muslim no 3390).

Dari Ibnu Mas’ud RA, dia berkata,”Dahulu kami pernah berperang bersama Nabi SAW sedang kami tidak bersama isteri-isteri. Lalu kami berkata (kepada Nabi SAW),”Bolehkah kami melakukan pengebirian?” Maka Nabi SAW melarang yang demikian itu. (HR Bukhari no 4615; Muslim no 1404; Ahmad no 3650; Ibnu Hibban no 4141). (Taqiyuddin An Nabhani, An NizhamAl Ijtima’i fi Al Islam, hlm. 164; Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 19/119)

Kedua, syariah Islam telah menetapkan hukuman untuk pelaku kejahatan seksual sesuai rincian fakta perbuatannya, sehingga tidak boleh (haram) melaksanakan jenis hukuman di luar ketentuan Syariah Islam itu.

Dalam Islam jika perempuan diperkosa dan mempunyai bukti (al bayyinah) perkosaan, yaitu kesaksian empat laki-laki Muslim, atau jika laki-laki pemerkosa mengakuinya, maka laki-laki itu dijatuhi hukuman zina, yaitu dicambuk 100 kali jika dia bukan muhshan, dan dirajam hingga mati jika dia muhshan. (Wahbah Zuhaili, Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu, Juz 7 hlm. 358).

Namun, jika perkosaan disertai pembunuhan, maka al-Quran telah menyatakan dengan tegas :

“Dan tidak layak bagi seorang mu’min membunuh seorang mu’min (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mu’min karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mu’min, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba-sahaya yang mukmin. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang mukmin. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut sebagai cara taubat kepada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.[TQS An Nisaa’ (6):92] (Hizbut-tahrir.or.id, 6/5/2016)

Ketiga, dalam hal metode kebiri yang digunakan adalah metode injeksi kedua, yakni yang diinjeksikan adalah hormon estrogen, hukumnya juga haram dari sisi lain, karena mengakibatkan laki-laki yang dikebiri memiliki ciri-ciri fisik seperti perempuan. Padahal Islam telah mengharamkan laki-laki menyerupai perempuan atau sebaliknya perempuan menyerupai laki-laki. Dalil keharamannya adalah hadis riwayat Ibnu Abbas RA bahwa :

لعن رسول الله صلى الله عليه وسلم المتشبهين من الرجال بالنساء، والمتشبهات من النساء بالرجال

”Rasulullah SAW telah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan melaknat wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR Bukhari, no 5546).

Hadis ini mengharamkan perbuatan laki-laki menyerupai wanita atau perbuatan wanita menyerupai laki-laki. Maka, metode kebiri dengan cara injeksi hormon estrogen kepada laki-laki pelaku pedofilia haram hukummya, karena menjadi perantaraan (wasilah) bagi laki-laki itu untuk menyerupai lawan jenisnya (perempuan). (Hizbut-tahrir.or.id, 26/10/2015)

Berdasarkan 3 (tiga) alasan di atas, menjatuhkan hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual HUKUMNYA ADALAH HARAM. [DakwahMedia]

PM Slovakia: Islam Tidak Memiliki Tempat di Negara Kami


www.dakwahmedia.net - Bratislava – Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico menyatakan bahwa pihaknya menentang perkembangan populasi umat Islam di negaranya.

“Hal ini mungkin terlihat aneh. Tapi maaf, Islam tidak memiliki tempat di Slovakia,” katanya kepada kantor berita Slovakia TASR.

Dalam laporan pada hari Jum’at (27/05) tersebut, Fico dengen tegas menentang ketetapan Uni Eropa yang akan memberikan tanggung jawab kepada 28 negara Eropa dalam menangani masalah pengungsi.

Selain itu, dia juga menjelaskan kepada TASR bahwa masalah ini bukanlah mengenai masuknya imigran ke negaranya, tetapi “mereka (imigran) takkan mengubah Slovakia”.

Sejauh ini, pemerintah Slovakia sendiri hanya menampung 169 pengungsi, dengan populasi warga negara mencapai 5,4 juta orang.

Pada tahun lalu, Slovakia dan Hungaria dilaporkan telah mengajukan tindakan hukum ke Mahkamah Kehakiman Uni Eropa yang berbasis di Luksemburg mengenai relokasi para imigran. [Kiblat/DakwahMedia]

Syariah Ditinggalkan, Perempuan Jadi Korban


www.dakwahmedia.net - Indonesia semakin rawan untuk perempuan. Mereka diintai dengan banyaknya kasus kekerasan seksual, pemerkosaan, hingga pembunuhan. Banyak pihak yang sudah menyebut Indonesia darurat kekerasan seksual. Menurut Catatan Akhir Tahun 2015 Komnas Perempuan, bentuk kekerasan seksual tertinggi pada ranah personal adalah perkosaan sebanyak 72% atau 2.399 kasus, pencabulan 18% atau 601 kasus dan pelecehan seksual 5% atau 166 kasus. Lebih miris lagi, tren pelakunya adalah dalam jumlah banyak atau disebut "gang rape". Sungguh biadab!

Salah satu penyebab banyaknya angka kejahatan seksual di negeri ini adalah karena konten pornografi masih membanjiri tanah air. UU ITE kembali dipertanyakan keseriusan dan keefektifannya. Selain konten pornografi, minuman keras dan narkoba juga menjadi faktor pemicu maraknya kejahatan seksual. Banyak korban yang mengalami kejahatan seksual setelah dicekoki miras dan narkoba. Sungguh kejam!

Selain ketiga hal tersebut, yang juga menjadi pemicu kejahatan seksual adalah pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan. Perselingkungan dan seks bebas sudah menjadi menu yang biasa saja. Keimanan individu sudah hilang dan tidak lagi menjadi hal prinsip untuk dimiliki. Kontrol sosial ditengah masyarakat terhadap perbuatan menyimpang seperti perselingkuhan atau kehamilan di luar nikah juga sudah melemah. Yang ada adalah "urusanmu bukan urusanku". Masyarakat semakin apatis terhadap segala perubahan sosial. Yang ada adalah memikirkan kepentingan pribadi masing-masing, semakin acuh dan tak peduli.

Memberantas kejahatan atau kriminalitas dari sisi hilir (kuratif) saja memang tak cukup. Harus ada upaya pencegahan di hulu permasalahan (preventif). Sanksi hukuman yang berat saja tidak akan pernah efektif. Syariat Islam sejatinya sejak awal hadir dengan dua fungsi tersebut, yaitu secara preventif mampu mencegah munculnya kejahatan dan secara kuratif memberikan sanksi sangat keras bagi pelakunya.

Secara preventif Islam menanamkan nilai ketakwaan individu, yang taat kepada Allah SWT, yang takut berbuat dosa dan maksiat kepada-Nya. Dengan itu, seseorang secara sadar akan menjaga diri dari segala perbuatan keji seperti mabuk, berselingkuh, berzina, memerkosa, bahkan membunuh. Karena dia tahu balasannya sungguh berat dihadapan Allah SWT kelak. Islam juga mengkondisikan masyarakat dalam suasana keimanan (jawil iman) dan menjaga dari perilaku seks bebas. Islam mewajibkan perempuan menutup aurat jika keluar rumah, melarang perempuan bertabarruj (bersolek berlebihan) di luar rumah. Kaum perempuan didorong untuk tidak bercampur-baur dengan laki-laki tanpa ada keperluan syar'i seperti di pesta-pesta, tempat hiburan malam, termasuk melarang perempuan hidup serumah dengan laki-laki yang bukan mahram/suaminya. Secara preventif, para pelajar dididik dengan kurikulum yang mampu membentuk kepribadian Islam (syakhsiyyah islamiyyah) yang memiliki pola pikir islami dan pola sikap Islami. Tak seperti saat ini, ilmu hanya berhenti di atas kertas atau tumpukan buku namun tak membekas pada diri anak. Prestasi akademik melesat, namun prestasi akhlak bejat. Sungguh kondisi generasi yang memilukan.

Dalam masyarakat Islam, minuman keras, pornografi dan narkoba sama sekali tidak diberikan ruang bahkan celah sedikitpun untuk beredar. Tidak ada kompromi untuk barang haram dan berpotensi merusak generasi, meskipun iming-imingnya akan mendatangkan keuntungan finansial bagi pemerintah atau pengusaha.

Secara preventif dan kuratif, Islam memberikan sanksi keras kepada pelaku kejahatan. Pelaku pemerkosaan akan diancam sanksi cambuk 100 kali jika belum menikah. Bila telah menikah, pelakunya akan dirajam hingga mati. Hukuman berlapis berlaku jika pelaku melakukan serangkaian tindak kejahatan.

Dengan ini semua, kaum perempuan tidak lagi menjadi objek pelampiasan nafsu bejat para pelaku kejahatan seksual. Kehormatan perempuan betul-betul terjaga secara sistemik. Namun sayang, hingga saat ini syariat Islam hanya dijadikan bahan bacaan diatas kertas, tak diimplementasikan. Maka sudah selayaknya kita semua menerapkan konsep syariat Islam itu secara menyeluruh (kaaffah). Itu bukan karena syariat Islam mendatangkan kemaslahatan termasuk menjaga kemuliaan perempuan, namun sejatinya menerapkannya adalah sebuah kewajiban. Wallah a'lam bi ash-shawab.

Oleh : Emma Lucya F 

Selamatkan Keluarga dari Bahaya De-radikalisasi dan Liberalisasi


Oleh : Ainun Dawaun Nufus
Pemerhati Sosial dan Pendidikan (MHTI Kab. Kediri)

Anna Surti Ariani kepada Republika.co.id "Jika orang tuanya pecinta negara maka banyak hal yang harus dilakukan mereka untuk mencegah sang anak dari propaganda radikal. Jangan lupa keluarga dan pendidikan dasar adalah pondasi penting bagi perkembangan anak,” kata psikolog Anak dan Keluarga dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Selasa (24/5), mengomentari video yang memperlihatkan anak-anak Indonesia dan Malaysia sedang berlatih  menggunakan senjata di Suriah yang muncul pekan lalu.

Menurutnya, hal utama yang harus dilakukan orang tua untuk mencegah anak dari propaganda radikal adalah membekali sang anak dengan kemampuan berpikir kritis, sehingga tak mudah percaya dengan informasi yang ia dapatkan dari orang lain. "Ini penting karena anak biasanya menerima mentah-mentah apa yang dikatakan orang lain," katanya.

Selanjutnya, dia menyarankan agar orang tua selalu menjalin kedekatan dengan anak, sehingga anak nyaman bicara dengan keluarga. Orang tua juga harus selalu mengenali teman-teman anak-anak.

"Perhatikan bagaimana mereka berinteraksi dan carikan aktivitas positif buat mereka. Termasuk perubahan yang dialami anak-anak, misalnya anak jadi semakin kasar, atau terus protes pada kebijakan pemerintah yang disiarkan televisi, atau menganggap paham radikal tertentu sebagai hal yang benar,” kata Anna Surti.

Anna juga minta para orang tua untuk memperhatikan benda-benda yang dimiliki mereka, apakah ada yang terlihat terlalu ekstrem, misal terlalu sama dengan pihak tertentu, atau selalu mengenakan benda-benda-benda tertentu.

Di sisi lain, Dr Zubair yang menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Adab dan Ilmu Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengatakan bahwa video itu adalah satu bentuk propaganda untuk memperlihatkan bahwa anak-anak juga bisa dekat dengan kekerasan, dan itu tidak berlaku di Indonesia yang mengutamakan kedamaian dalam perbedaan dalam menjalankan agama.

Ini menurutnya,  harus jadi perhatian bersama karena bisa saja video itu lolos dan dipertotonkan ke sekolah-sekolah dasar  tanpa ada pihak yang bisa mencegah. “Saya pernah menyaksikan sebuah sekolah dasar memutar sebuah tayangan perang di Palestina yang penuh kekerasan dan banyak melibatkan anak-anak,” kata Zubair. Hal-hal inilah yang harus diantisipasi oleh pemerintah dan keluarga. “Kementerian  Agama dan  Kementerian Pendidikan harus punya mekanisme control terhadap tayangan dan konten yang diajarkan di sekolah-sekolah dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sehingga anak-anak bisa terbebas dari propaganda radikal,” kata Zubair.

Pernyataan tokoh-tokoh di atas perlu dicermati dalam perspektif fakta empiris dan paradigmatis. Deradikalisasi sebagai upaya untuk mengubah sikap dan cara pandang di atas yang dianggap keras (dengan julukan lain; fundamentalis) menjadi lunak; toleran, pluralis, moderat dan liberal. Definisi radikal sangat bias, persis seperti dunia Barat menjelaskan konsep radikal secara simplistik, bahwa radikalisme banyak diasosiasikan dengan mereka yang berbeda pandangan secara ekstrem dengan dunia Barat.

Istilah deradikalisasi sama biasnya saat Barat mendefinisikan terorisme. Terorisme adalah labelisasi kepada kelompok atau individu Muslim yang secara fisik atau non fisik mengancam kepentingan global imperialisme Barat. Di Indonesia, dengan asumsi definisi terorisme no global concencus (tidak ada kesepakatan global), akhirnya pemaknaan dan implementasi kontraterorisme melahirkan banyak korban dan umat Islam menjadi obyek sasaran.

Dalam konteks perang terhadap terorisme, radikal pemaknaannya sangat stereotip, over simplikasi dan subyektif. Label radikal kini di lekatkan kepada individu atau kelompok Muslim yang memiliki cara padang serta sikap keberagamaan dan politik yang kontradiksi dengan mainstream (arus utama). Dengan katagorisasi sebagai alat identifikasi, “radikal” adalah orang atau kelompok yang memiliki prinsip-prinsip seperti; menghakimi orang yang tidak sepaham dengan pemikirannya, mengganti ideologi Pancasila dengan versi mereka, mengganti NKRI dengan Khilafah, gerakan mengubah negara bangsa menjadi negara agama, memperjuangkan formalisasi syariah dalam negara, menggangap Amerika Serikat sebagai biang kezaliman global.

Amerika Serikat-lah berkepentingan dalam proyek deradikalisasi dan liberalisasi. Proyek deradikalisasi adalah topeng yang bisa menyembunyikan kepentingan busuk dunia Barat (Amerika Serikat, cs) untuk melanggengkan imperialismenya. Deradikalisasi dianggap sebagai cara efektif jangka panjang dan soft untuk mewujudkan tatanan Dunia Islam yang ramah dan mengakomodasi ideologi Kapitalisme-sekuler yang mereka jajakan. Proyek ini klop dengan sistem sekular yang dijaga siang dan malam keberlangsungannya oleh para penguasa yang mengekor pada kepentingan Barat, dengan mendapat imbalan pujian dan kemaslahatan sesaat.

Deradikalisasi cukup berbahaya untuk umat Islam karena berpotensi menyimpang, melahirkan tafsiran-tafsiran yang menyesatkan terhadap nash-nash syariah, membangun pemahaman yang konstruksi dalil dan argumentasi (hujah)-nya lemah, menyelaraskan nash-nash syariah terhadap realitas sekular dan memaksakan dalil mengikuti konteks aktualnya. Contohnya adalah upaya tahrif (penyimpangan) pada makna jihad, tasamuh (toleransi), syura dan demokrasi, hijrah, thagut, muslim dan kafir, ummat[an] washat, klaim kebenaran, doktrin konspirasi (QS al-Baqarah [2]: 217) serta upaya mengkriminalisasi dan monsterisasi terminologi Daulah Islam dan Khilafah.

Selain itu, umat akan terpecah-belah dengan kategorisasi radikal-moderat, fundamentalis-liberal, Islam ekstrem-Islam rahmatan, Islam garis keras-Islam toleran dan istilah lainya yang tidak ada dasar pijakannya dalam Islam. Hal ini mirip seperti langkah Orentalis memecah-belah umat Islam dengan memunculkan istilah “Islam putihan” (berasal dari bahasa arab: muthi’an/taat) dan “Islam abangan” (aba’an/pengikut/awam). Umat Islam yang taat ditempatkan sebagai musuh karena membahayakan penjajahan.

Bahaya deradikalisasi berikutnya adalah: menyumbat langkah kebangkitan Islam serta menjadikan umat jauh dari pemahaman dan sikap berislam yang kaffah dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Pada akhirnya umat tidak mampu menjadikan Islam sebagai akidah dan syariah secara utuh serta sebagai pedoman spiritual dan kehidupan politik. Maka dari itu, bisa disimpulkan bahwa deradikalisasi sesungguhnya adalah upaya deislamisasi terhadap mayoritas umat Islam yang menjadi penghuni negeri ini.

Akhirnya,  bahaya deradikalisasi dan liberalisasi harus diketahui publik, bahwa ini adalah topeng dusta negara penjajah untuk menjauhkan keluarga dan anak-anak dari Islam. Sebaliknya melanggengkan imperialisme dan budaya rusak. [DakwahMedia]