Ratusan Tokoh Umat Solo Serukan Penegakan Khilafah


www.dakwahmedia.net - SOLO- Ahad, 1 Mei 2016 bertepat di  Syariah Hotel  Lor in Solo, Hizbut Tahrir Indonesia DPD  II Kota Solo  menggelar Muhtamar Tokoh Umat dengan tema; Syariah dan Khilafah Mewujudkan Islam Rahmatan Lil Alamin. Acara yang di ikuti oleh 400 tokoh umat se-Soloraya, berlangsung dengan khidmat dalam suasana yang cair dan penuh kekeluargaan dan ukhuwah islamiyah.

Hari ini Islam Rahmatan Lil ‘Alamin justru dijungkir balikan sebagai pembenaran bagi orang-orang yang justru kian mengkaburkan makna  Islam yang sesungguhnya, dan dijadikan pembenaran atas tindakan yang bertentangan dengan islam, ujar  KH. Ahmad Fadholi ketua DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Solo.

“Kerahmatan Islam tidak akan terwujud jika Islam hanya diambil sebagai simbol, slogan, asesoris dan pelengkap penderita yang lain. Kerahmatan Islam tidak akan ada jika Islam hanya diambil ajaran spiritual dan ritualnya saja, sementara ajaran politiknya ditinggalkan. Pada saat yang sama, paham politiknya diambil dari kapitalisme maupun sosialisme, yang nota bene bertentangan dengan Islam,” pungkasnya.

Peran negara khilafah untuk menjaga akidah umat adalah wujud cinta dan kasih sayang teringgi dari negara agar jangan sampai ada, meskipun hanya satu, dari umat Islam, bahkan umat manusia secara keseluruhan itu ada yang tersentuh api neraka,” tambah  Ust Aries Indrianto,SE.SY, MIFP

Di tambah pemateri ketiga KH. Ahmad Faiz memaparkan “ Islam Menjaga Harta, Keamanan, dan Negara”. Hanya dengan islam yang diterapkan dalam bingkai Khilafah akan mampu mewujudkan rahmatan lil alamin.

Muktamar tokoh umat ini dihadiri banyak tokoh umat se- Soloraya, salah satunya adalah Prof. Zainal Arifin ketua MUI Surakarta. Yang dalam kesempatan kali ini sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini. Serta mendukung apa yang diperjuangkan olah Hizbut Tahrir Indonesia untuk meneggakkan Khilafah agar menerapkan syariat Islam sehingga  mampu memberikan solusi dari berbagai macam problematika yang mendera indonesia, disinilah islam akan menjadi rahmatan lil alamin.

Kegitan ini merupakan kegiatan yang Sangat bagus dimana para tokoh umat bersinergi untuk menyatukan visi dan langkah kedepan. Dimana hari ini banyak sekali kriminalitas yang di arahkan kepada islam, maka melalui muhtamar tokoh umat ini diharapkan mampu menyatukan agenda umat. Acara ini pun berlangsung lancar dan dapat memberikan kesan yang mendalam bagi para toko umat se Soloraya. [DakwahMedia]

Islam Itu Satu & Khilafah Itu Satu



إن الإسلامَ واحدٌ  لا إسلامين. هو الإسلام الذي أنزله الله القوي العزيز على رسوله .إسلام العبودية لله والربوبية له سبحانه و  الركوع  و  السجود لله الواحد الأحد وليس الزحفُ ظهراً ببطن أمام  البيت الأبيض والأسود. إسلام العزة لله ولرسوله والمؤمنين وليس الذلة أمام  أمريكا و  روسيا و  المستعمرين. إسلام الشام عقر دار الإسلام وليس إسلامَ الشام الأمريكي عقر  العلمانية و  الإجرام. هذا هو الإسلام.

Sesungguhnya ISLAM itu satu, bukan dua  atau lebih. Islam adalah Islam yang diturunkan Allah Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa, kepada Rasul-Nya Muhammad saw.  Dia Islam adalah rangkaian amaliyah dan Ibadah Rububiyyah kepada Allah SWT.  Berlutut  dan bersujud hanya kepada Allah yang satu.

Realitas penampakkan Islam  bukanlah dengan merangkak, berlutut di bawah perut  “Gedung Putih” milik Amerika Serikat, sementara menghindar dari pertolongan Allah yang memiliki  “Rumah Hitam”, yakni Baitullah. Islam adalah kemulian untuk Allah, Rasul-ya dan kaum  Muslimin. Bukanlah Islam itu dengan menghinakan diri  keharibaan Amerika Serikat, Rusia, dan penjajah lainnya.  

Islam  Syam adalah adalah uqru dar al Islam (Syam sebagai Pusat Negara Islam),  bukan lah Islam Syam  versi Amerika sebagai pusat Sekularisme dan kriminalitas dunia.  Inilah ISLAM. Sebagaimana Firman Allah SWT:

﴿وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ﴾

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali Imran 85).

(ISLAM itu adalah ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN, bukan  Islam Nusantara, bukan Islam Arab, bukan Islam Moderat apalagi Islam Teroris dan Liberal yang semuanya secara hakiki dibidani dan terkontaminasi rahim  Amerika dan Sekutunya. Islam itu adalah Islam  yang akan membawa keberkahan dan keselmatan untuk alam dengan diterapkannya Syari’ah dan Khilafah).

وكذلك الخلافةُ فهي واحدةٌ لا خلافتين. هي  الدولة الإسلامية الأولى التي أقامها رسولُ الله .هي  الخلافة الراشدة الأولى على منهاج النبوة التي كان قادتَها  الخلفاءُ الراشدون.

Demikian pula dengan KHILAFAH.  Ia adalah Khilafah yang satu, bukan dua Khilafah atau lebih. Khilafah adalah  Negara Islam  pertama yang didirikan oleh baginda Rasulullah saw. Ia adalah Khilafah  Rasyidah pertama di atas metode Kenabian yang dipimpin oleh para Khulafa Rasyidin –yang mendapat petunjuk dari Allah SWT--.

هي حافظةُ الدين والنفس والمال والعرضِ. هي خلافة يستنصر بها المسلمون فتنصُرهم،

Khilafah inilah yang telah menjaga akidah dan agama, jiwa, harta, dan kehormatan kaum muslimin. Khilafah adalah satu-satunya institusi yang akan ditolong (diperjuangkan) kaum Muslimin) dan juga sekaligus akan menolong (dan memperjuangkan) nasib kaum Muslimin.

يكون  الإمام فيها جُنة يقاتل من ورائه ويُتقى به. هي التي يقود الخليفة فيها جيشاً لنُصْرَةِ  امرأة ظلَمها رُومِيٌ فقَالَتْ  وَامُعْتَصِمَاه فيَدُكُّ عَمُورِيَّةَ وينتصر لَها.

Adalah Imam (Khalifah) itu,  ia  bagaikan perisai bagi kaum muslim. Di mana mereka  berperang atas komandonya, hidup penuh ketakwaan dalam naungannya.

Khilafah itu adalah kekuatan yang dipimpin oleh seorang  Khilafah (Amirul Muminin). Dia  yang akan memimpin tentara kaum muslimin.  Dia akan menolong  wanita yang dizhalimi oleh Romawi,  saat  wanita itu  berkata “di mana Khalifah al Mu’tashim?”, Maka pasukan  A’muriyah (pasukan tentara pimpinan Mu’tashim) meluluhlantakkan tentara  Romawi dan menolong wanita itu.
 
هي التي يلجَأ الناسُ لها فيَأمَنُون، ويَأتِيها المظلُومون فيَزُول ظُلْمهم ويَسْعَدُون. هي التي إن عَفَت وَفَتْ وإنْ عَاقَبَتْ عَدَلَت وبالحَق حَكَمَت.

Khilafah itu adalah tempat berlindung manusia sehingga mereka merasa aman dan tenteram. Orang-orang yang terzhalimi mendekatinya, Khilafah akan menghilangkan kezhaliman itu, sehingga  mereka menjadi bahagia.  Saat Khilafah  memenuhi hak-hak rakyat, ia akan tunaikan dengan sempurna. Jika ia memberikan hukuman, maka menghukum dengan penuh keadilan. Dan dengan kebenaran ia (Khalifah) menerapkan hukum Islam di tengah-tengah masyarakat.

هي التي لا تعذِّب بعذابِ الله بل بما قضى الله ورسولُ الله . هي التي تُطبِّق الإسلامَ كنِظامٍ ربانيٍ؛ يَسعَد في تطبيقِه جميعُ البشر؛ المسلمُ فيهم وغيرُ المسلم، تُقَدِّمُ للبشرية نمَوُذَجًا رَاقِياً للحياة السعيدة في أرقَى أشكاِلها المدنية.

Dia tidak akan menghukum dengan hukuman Allah (cara Allah menghukum), akan tetapi ia menghukum atas keputusan Allah dan Rasul-Nya.  Khilafah-lah yang akan menerapkan Islam selayaknya Sistem Rabbaniy.

Semua manusia akan menolong penerapan dan pelaksanaannya, baik muslim mapun bukan muslim --karena merasakan secara nyata akan rahmat  diterapkan hukum-hukum Allah atas mereka--.  Khilafah akan mengutamakan pendekatan-pendekatan kemanusian dan kemuliaan hidup, sehingga akan terwujud sebuah bentuk peradaban yang mulia dan agung.

ولن تستطيعَ ممارساتُ مَن زَعَمُوا إقامتَها تَشْوِيهَ صورتهِا في أذهانِ المسلمين، فقد مَلَأَتِ الخلافةُ بعَدْلِها ورُقِيها جَنباتِ التاريخ، ما دَفَعَ أعداءَها لِلتَّآمُر عليها وإسقَاطِها، فلا يَصُدَّنَّكم عن العَمَللإعادتِها أحدٌ،

Saat Khilafah diterapkan, tidak akan seorang pun –bagi  mereka yang menentang penerapannya--   mampu membelokkan dan  menodai citra kebaikannya di benak kaum muslimin.

Sungguh Khilafah dengan keadilannya telah mengisi relung-relung sejarah dengan kemajuan dan kemuliaan peradaban.  Mencegah dan menghancurkan musuh-musuhnya dari segala persekongkolan yang ingin merobohkannya. Jika pun Khilafah itu tidak ada, maka tidak ada seorang pun dari kaum muslimin yang berdiam diri untuk menegakkannya kembali.

 أيها المسلمون....
 فهي تاجُ الفروض؛ فَبِها تَنْتَهِي مآسِينا؛ وبها يُطبَّق شرعُ الله فينا، وهي وعدُ الله

Wahai kaum muslimin…
KHILAFAH, ia adalah mahkotanya kewajiban, dengannya akan berakhir segala penderitaan kita –dan nestapa seluruh umat manusia--. Dengan Khilafah akan diterapkan hukum-hukum Allah di tengah-tengah kita. Dan ia adalah janji Allah SWT.

 ﴿وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ﴾،

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian, dan melaksanakan amal sholeh, bahwa Ia akan benar-benar memberikan kekuasaan di muka bumi ini, sebagaimana Ia memberikan kekuasaan atas orang-orang terdahulu..” (An Nuur 55).

Demikian pula kembalinya Khilafah adalah kabar gembira  dari Rasulullah saw.

 «... ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»،

“Kemudian akan datang masa ke-Khilafahan atas metode kenabian” (HR. Imam Ahmad)

Inilah Khilfah. Ini adalah haq, sebuah keberanan sebagaimna Firman-Nya:

فَذَالِكُمُ اللهُ رَبُّكُمُ الْحَقُّ. فَمَا ذَا بَعْدَ الْحَقِّ إِلاَّ الضَّلاَلُ, فَأَنَّى تُصْرَفُوْنَ

“Maka (Zat yang demikian) Itulah Allah Tuhan kamu yang sebenarnya; Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka Bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)”  (Yunus 32).[]

وصل اللهم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

Oleh : H Luthi H

MUI Magelang Apresiasi Perjuangan HTI dalam Penerapan Syariah dan Khilafah


www.dakwahmedia.net - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyelenggarakan Muktamar Tokoh Umat 1437 H (MTU) di 63 kota di Indonesia. Sebuah pertemuan akbar para tokoh umat yang dimulai tanggal 23 April 2016 sampai 1 Mei 2016.

Di magelang acara diselenggarakan di Ballroom Hotel Borobudur Magelang ahad (1/05/2016). Dalam pertemuan akbar ini dihadiri Tokoh Umat Islam dari berbagai kalangan dan latar belakang.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua MUI Kota Magelang Drs. H Ismudiono, M.Ag. Beliau memberikan testimoni dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Muktamar Tokoh Umat (MTU) yang diselenggarakan oleh HTI Kota Magelang.

"Islam Rahmatan Lil Alamin akan terwujud ketika kita mau kembali kepada Al-Qur'an dan As Sunah. Dan kelak khilafah akan menjadi suatu kenyataan yang akan menerapkan syariah islam secara kaafah" ujar Drs. H Ismudiono.

Acara Muktamar Tokoh Umat (MTU) yang diselenggarakan HTI terbilang sukses karena berhasil dilaksanakan secara nasional diberbagai kota di Indonesia. [SR/DakwahMedia]

Kota Malang Gempar, Ternyata Tokoh dan Ulama dukung HTI



Ribuan Tokoh dan Ulama Malang menghadiri Muktamar Tokoh Ummat 

Muktamar Tokoh Umat (MTU) adalah sarana yang ditempuh HTI untuk meyakinkan para tokoh umat

tentang rahmatan lil ‘alamin yang hanya dapat diwujudkan dengan penerapan syariah secara

kaffahdi bawah naungan khilafah. Demikian pernyataan Ust Drs. Hasby Harokan dalam sambutan

acara MTU 1437 H, di Akasia Ballroom Hotel Savana Kota Malang pada Ahad 24 April 2016.

Hasby memaparkan,95 tahun yang lalu Khilafah dihancurkan oleh kafir penjajah, sehingga

mengakibatkan berbagai malapetaka menimpa dunia Islam.“Kita disini yakin bahwa bangkitnya

kembali dunia Islam hanya bisa dengan tegaknya kembali Khilafah itu” tegasnya.

Selanjutnya Hasbi menjelaskan bahwa Khilafah akan menyatukan kaum muslimin diseluruh dunia

dan menerapkan syariah Islam secara kaffah, sehingga rahmatan lil ‘alamin terwujud. Sungguh tema

“Syariah dan Khilafah Mewujudkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin ini sangat relevan mengingat negeri

kita dan negeri-negeri muslim lain sedang terbelit berbagai persoalan. Berbagai upaya dilakukan,

namun tak kunjung membuahkan hasil” bebernya.

Dengan mantap Hasby meyakinkan “Solusinya adalah kita kembali pada Syariah Allah SWT, pasti kita

akan mendapatkan kebaikan dankemaslahatan, dimana hal ini menjadi dambaan semua insan

dimuka bumi.Disinilah pentingnya perjuangan untuk tegaknya syariah dan khilafah, karena hanya

melalui perjuangan ini saja Islam rahmatan lil ‘alamin bisa terwujud” pungkasnya.

Tampil sebagai pemateri dalam acara ini yaitu UstMuhammad Sul’an, S.Pd., Ust Purnami Abdul

Malik, M.T., Ust Dr. Saiful Islam, pidato politik disampaikan oleh Ust Rakhmad Fajar Wijaya, S.Pd.

Beberapa tokoh sempat menyampaikan testimoni, diantaranya KH.Mahmudi Syukri (Pondok

Pesantren Darul Muttaqin Pendem Batu, Alumni Ribath Tarim Yaman), Bapak Redi Bintarto, M.Eng.

(Wakil Direktur di salah satu Perguruan Tinggi di Malang), dan Bapak Wasis (Sesepuh & Tokoh

Masyarakat Kabupaten Malang).


Diskusi Interaktif dengan Para tokoh dan Ulama


Nampak tidak ada kursi kosong di Ballroom Akasia Hotel Savana, para tokoh antusias dan hikmat

mengikuti rangkaian acara, terlihatbanyak yang berpartisipasi dalam dialog interaktif. Menurut ketua

pelaksana Ust Yusuf Wicaksono, ST., MTU 1437H di kota Malang ini dihadiri 1080 tokoh umat dari

Kota Malang dansekitarnya. Berbagaikalanganyang hadirdiantaranya:ulama, kiyai, takmir masjid,

tokoh masyarakat, intelektual, pengusaha, dokter, perwakilan partai politik, wartawan, tokoh

mahasiswa, dan lain-lain. (MI Malang-Warih Salim)

AS Sebut Pengeboman Rumah Sakit di Afghanistan Bukan Kejahatan Perang


www.dakwahmedia.net - Tentara Amerika Serikat (AS) yang salah membombardir rumah sakit di Kunduz, Afghanistan tidak akan dijerat dakwaan kejahatan perang. Hal ini setelah penyelidikan akhir menyebut pengeboman rumah sakit itu dipicu human error dan masalah pada perlengkapan.

Pengeboman pada rumah sakit yang dikelola Medecins Sans Frontieres (MSF) atau Doctors Without Borders itu terjadi di Kunduz pada 3 Oktober 2015 saat militer AS bermaksud menyerang Taliban. Insiden yang menewaskan 42 orang itu memicu kecaman global dan memaksa Presiden Barack Obama meminta maaf atas nama militer AS.

Dalam laporan akhir militer AS soal insiden itu, seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (30/4/2016), Kepala Komando Pusat Militer AS, Jenderal Joseph Votel, menyatakan penyelidikan menemukan bahwa tentara AS yang terlibat melakukan serangkaian kesalahan di bawah tekanan pertempuran dan tidak sengaja menargetkan rumah sakit.

“Penyelidikan menyimpulkan bahwa sejumlah personel gagal memenuhi aturan pertempuran dan hukum konflik bersenjata. Namun, penyelidikan tidak mencapai kesimpulan bahwa kegagalan ini berujung pada kejahatan perang,” tegas Votel dalam konferensi pers, Jumat (29/4/2016) waktu AS.

“Penyelidikan menemukan bahwa insiden itu dipicu oleh kombinasi human error, kesalahan proses dan masalah pada perlengkapan, dan tidak ada satupun personel yang tahu mereka menyerang sebuah rumah sakit,” imbuhnya.

Ditambahkan Votel, tempo operasi militer yang sangat tinggi serta kelelahan juga turut menjadi faktor. Sedikitnya 16 personel militer AS dinyatakan gagal menjalankan tugas dan akan dijatuhi sanksi atau teguran administratif, namun tidak akan diadili secara militer.

Votel menjelaskan, serangan itu dilakukan saat militer AS dan Afghanistan telah terlibat pertempuran sengit selama 4 hari terakhir dan mengalami kelelahan serta kekurangan suplai logistik. Awak pesawat tempur AS dikerahkan lebih awal dari jadwal dan tidak sempat membawa daftar lokasi-lokasi yang dilindungi. Kondisi itu, lanjut Votel, ditambah oleh adanya gangguan pada sistem radio yang berfungsi membaca koordinat target serangan.

Pasukan khusus yang ada di lapangan berusaha menggambarkan target serangan sebagai gedung yang diduduki Taliban dan berjarak 365 meter dari rumah sakit. Terjadi kebingungan di udara entah bagaimana, pesawat tempur AS membombardir lokasi yang salah. Saksi mata menyebut, gedung utama yang menjadi lokasi perawatan intensif tepat terkena bom dan banyak pasien yang tewas terbakar di ranjang mereka.

Penjelasan militer AS itu memicu kecaman dari MSF yang merupakan badan pemulihan medis internasional. MSF mengecam pengeboman itu sebagai tindak kejahatan perang dan berulang kali menyerukan penyelidikan internasional.

“Penjelasan ini mengarah pada operasi militer yang tidak terkendali di area perkotaan yang padat penduduk, ketika pasukan AS gagal mematuhi hukum perang mendasar. Tidak bisa dipahami, dengan situasi yang dijelaskan AS, serangan itu tidak dibatalkan,” ucap Presiden MSF, Meinie Nicolai. [Panjimas/DakwahMedia]

Ada Indikasi Terorsime Di Indonesia Sengaja Dipelihara


www.dakwahmedia.net - Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mencurigai adanya pemeliharaan terorisme di Indonesia oleh aparatur negara. Pasalnya Dahnil menduga terdapat ternak teror, yang kemudian bergeser menjadi perburuan rente.

“Jika terorisme itu dilawan tentu kita akan mengamini itu, dalam artian memberantas. Tapi jangan sampai isu terorisme ini yang awalnya memang ada isu ini, kemudian diperluas dan diperbesar jumlahnya,” ujarnya saat mengisi Diskusi Madrasah Anti-Korupsi Muhammadiyah, seri-8 yang bertajuk ‘Terorisme dan Korupsi’, Jum’at (29/04) di gedung PP Muhammadiyah, Jakarta.

Belakangan, Dahnil membaca ada motif yang disebut dengan perburuan rente oleh oknum aparatur negara. Ia mengatakan bahwa hal ini harus dikhawatirkan. Pasalnya jika isu terorisme ini kemudian disalahgunakan untuk perburuan rente, akan ada yang memanfaatkannya untuk masuk ke ranah politik.

“Ini yang harus kita waspadai, ini juga yang harus kita lawan,” sambungnya.

Oleh sebab itu, katanya, RUU Terorisme penting menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Jangan sampai penanganan terorisme kemudian memberikan wewenang yang luar biasa kepada sebuah aparatur negara, sehingga menyebabkan abuse of power. Itu yang kemudian yang melahirkan korupsi atau perburuan rente.

“Ini harus menjadi koreksi agar RUU yang nanti dibahas di DPR, jangan membuka ruang hadirnya abuse of power, yang dilakukan oleh salah satu aparatur negara,” tegas Dahnil.

PP Pemuda Muhammadiyah : Ada Indikasi Penyalahggunaan Kekuasaan dan Korupsi dalam Isu Terorisme


www.dakwahmedia.net - Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, membeberkan beberapa fakta berkaitan uang dua gepok yang Kapolri sebut berasal dari saku Kadensus, yang diterima oleh Suratmi, isteri alm. Siyono.

Berbicara dalam diskusi madrasah anti-korupsi seri 8 yang bertajuk “Terorisme dan Korupsi” di Autorium KH. Ahmad Dahlah, PP Muhammadiyah, Jakarta, pada Rabu (29/04), Dahnil menyebutkan potensi abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan) dan korupsi dalam isu-isu terorisme Indonesia sangat besar.

Sebagaiman diketahui, saat diberitahu bahwa Siyono suami Suratmi telah tiada, Densus 88 menyodorkan uang dua gepok kepada Suratmi. Setelah dibuka dihadapan publik, diketahui jumlah uang tersebut berisi sepuluh ikat—setiap ikat berisi uang sepuluh juta—, yang ditotal berjumlah 100 juta Rupiah.

“Pertanyaanya adalah dari mana uang itu?” tanya Dahnil.

Dahnil berkesimpulan, ada kecerobohan dari pihak Densus 88 berkenaan uang dua gepok tersebut. Pasalnya, di setiap ikatan uang tersebut terdapat setempel. Setelah diselidiki, uang sepuluh ikat itu tidak berasal dari satu bank yang sama.

Dari seratus juta yang terdiri dari sepuluh ikat tersebut, Muhammadiyah menemukan bahwa lima ikat uang alias 50 juta berasal dari sabuah bank di Central Park. 20 puluh juta berasal dari bank di Tanah Abang. 20 juta dari bank dari Kemang, sementara itu satu ikat terakhir berisi sepuluh juta tidak ada setempel.

Hal ini lantas memancing kecurigaan, karena banyak statement terutama Kadensus mereka tidak memiliki anggaran yang cukup. Sedangkan Dahnil menjelaskan bahwa setelah dicek, bisa jadi uang itu berasal dari rekening beberapa orang.

“Kadang-kadang anggaran yang mereka gunakan ini berasal dari ‘mereka-mereka’ yang simpati. Nah yang simpati ini siapa?” ujarnya penuh tanya.

Dahnil juga menekankan bahwa sudah waktunya Polri melakukan transparansi dan akuntabilitas. Karena banyak potensi abuse of power dan pemburu rente dibalik isu terorisme. [Kiblat/DakwahMedia]

Dituding Anti Pancasila, Ini 8 Point Jawaban dari HTI Cirebon


CIREBON – Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Cirebon memberikan klarifikasi soal tuduhan ormas yang menganggap HTI anti Pancasila, dan tidak layak untuk berada di Indonesia. Melalui siaran persnya yang dikirim ke redaksi radarcirebon.com, Ketua HTI Kota Cirebon Abdullah Sukarto SE menyampaikan 8 poin sebagai berikut:

1. Kami sampaikan bahwa tuduhan bahwa HTI mengancam NKRI dan Pancasila sama sekali tidak benar, tidak punya dasar, bahkan dapat dikatakan fitnah. Kampanye Islam Rahmatan Lil’alamin, kegiatan Muktamar Tokoh Umat (MTU) yang kami lakukan justeru untuk menjadikan Indonesia lebih baik.

2. Yang anti Pancasila dan NKRI justeru mereka yang menjual aset dan kekayaan negara pada asing dan aseng, kelompok separatis yang ingin memisahkan diri dari NKRI. Selama ini yang HTI lakukan adalah mengedukasi umat agar paham bahwa kita sedang terancam oleh kapitalisme dan liberalisme.

3. HTI tidak pernah berhadap-hadapan dengan Pancasila, yang HTI peringatkan ke umat adalah bahaya kapitalisme dan neoliberlisme yang sudah mencengkeram bangsa ini.

4. Terkait kesatuan negara, sikap HTI mengharamkan negara muslim terpecah belah, kita memandang perlunya kesatuan sejati yang berlandaskan aqidah yang konsekuensinya wilayah bukan berkurang, malah dapat menyatukan negeri-negeri lainnya, termasuk Timor Leste yang dulu wilayah kita.

5. Dalam keyakinan kami Islam rahmatan lil’alamin akan terwujud jika umat kembali pada aturan Allah SWT, pada penegakan syariah dan khilafah, bukan dengan penerapan kapitalisme seperti yang kita jalankan saat ini.

6. Menyerukan kepada semua pihak agar berhati-hati dari berbagai upaya memecah belah umat, jika terdapat perbedaan mari selesaikan dengan cara dialog dan musyawarah sebagai tuntunan syara dam urf orang timur yang bijak, santun dan menghindari cara-cara kekerasan.

7. Cara-cara pemaksaan, ancaman dan kekerasan sama saja mengoyak ukhuwah persatuan dan perdamaian. Kondisi kondusif yang selama ini terjalin jangan sampai ternoda oleh kesalahpahaman.

8. Terkait dengan pelaksanaan Muktamar Tokoh Umat (MTU) Cirebon tanggal 1 Mei 2016, kami sangat tebuka untuk berdiskusi dan berdialog. Jika dialog ditutup, bagaimana HTI bisa mengklarifikasi? Karena itu kami minta jaminan keamanan dari pihak yang berwajib, karena cara-cara kasar dengan pembubaran harusnya dihilangkan karena justeru tindakan provokasi yang akan menimbulkan konflik di tengah masyarakat. (red)

Biadab, rezim Assad Bom Rumah Sakit, Tiga Dokter dan 14 Pasien Meninggal


www.dakwahmedia.net - Sekurangnya tiga dokter dan 14 pasien meninggal dunia dalam sebuah serangan udara atas sebuah rumah sakit di kota Aleppo Suriah, menurut organisasi Medecins sans Frontieres (MSF). Demikian dilansir BBC.

Di antara yang tewas di rumah sakit Al-Quds yang dikelola MSF itu adalah salah seorang dari sedikit dokter anak yang masih ada di Suriah.

Kelompok pertahanan sipil menyalahkan pemerintahan Suriah dibawah rezim Bashar Assad untuk serangan udara tersebut, tetapi hingga kini belum ada pengukuhan resmi mengenai hal ini.

Kekerasan di Suriah terus meningkat beberapa hari ini sekalipun sedang ada gencatan senjata.

Peningkatan kekerasan terjadi di tengah-tengah laporan bahwa tentara Suriah yang didukung kekuatan udara Rusia bersiap untuk serangan besar di Aleppo.

Perundingan terancam gagal

Kekerasan ini mengancam pelaksanaan perundingan damai yang disponsori PBB, yang diteruskan bulan lalu.

Hari Rabu (27/04/2016), utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mendesak pejabat “tingkat tertinggi” Amerika dan Rusia untuk campur tangan demi menyelamatkan perundingan damai ini.

Berbicara di Jenewa, Staffan mengatakan bahwa perundingan damai ini dalam kondisi rapuh dan ‘bisa gagal setiap saat’.

Dalam sepekan terakhir, lebih dari 100 warga sipil tewas dalam pengeboman yang baru-baru ini dilakukan lagi baik oleh kelompok pemberontak maupun pemerintah Suriah, menurut organisasi pengawas, Syrian Observatory for Human Rights yang berkantor di Inggris.

FAHAM ISLAM MODERAT, IDE ASING & JAUH DARI RAHMATAN LIL ALAMIN


www.dakwahmedia.net - Paham Islam yang moderat kembali disuarakan oleh pemerintah.  Hal tersebut terungkap saat Presiden Joko Widodo menerima kunjungan  Grand Syeikh Universitas Al-Azhar, Syeikh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb dan sejumlah ulama dari Majelis Hukama Al Muslimin hari Senin lalu(22/2/2016).

Dalam konferensi pers, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah, Alwi Shihab, mengatakan bahwa Jokowi meminta para ulama membantu pemerintah dalam menyebarkan ajaran Islam yang moderat di Indonesia. Dia  menyebut, Presiden juga berharap kehadiran para ulama dapat memperkuat benteng pertahanan umat Muslim Indonesia sehingga tak tergoda masuk dalam gerakan radikal dan terorisme.(Republika.co.id)

Paham Islam yang Moderat pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan paham Islam-Liberal, Islam-Nusantara, dan paham lain yang mencoba menggandengkan istilah Islam dengan istilah yang asing dengan Islam. Bahkan istilah tersebut bertolak belakang secara diametral dengan Islam. Hakikat dari semua paham ini sesungguhnya  mencoba adalah memalingkan umat Islam dari pemahaman Islam yang sesungguhnya.

Selain untuk memalingkan pada pemahaman Islam yang sesungguhnya, umat juga dihantui dan didikotomikan dengan paham Islam radikal (menurut versi Barat) dan paham Islam-terorisme.  Semua upaya ini memiliki tujuan satu, menjauhkan umat Islam dari hakikat Islam yang akan sesungguhnya, yang akan membawa rahmat lil alamin  dengan penerapan Syari'ah dan Khilafah.

Ide Islam yang Moderat  sesungguhnya bukan pemahaman orisinil dari Islam dan  tidak memiliki historis keilmuan di kalangan fuqaha (ahli fikih). Mereka yang menggagas ide ini hanyalah orang-orang plagiat  yang terpengaruh dengan pemikiran Liberal Barat.

Tahun 1998, Hizbut Tahrir dalam kutayyib (buku kecil) dengan judul "Mafahim Khathirah li Dharbil Islam  wa tarkiizil Hadharatil Gharbiyyah"  (Pemahaman-pemahaman berbahaya untuk memukul Islam, dan menancapkan peradaban Barat), menjelaskan  akar persoalan dan kebatilah ide Islam moderat ini.

Istilah moderat (jalan tengah) adalah istilah asing yang bersumber dari trauma Barat atas agama --Kristen--. Ide ini sebagai jalan tengah konfrontasi berdarah antara kubu gereja dan pemikir (filosof).

Pihak Kristen (gereja) memandang bahwa agama --kristen-- layak untuk mengatur seluruh urusan kehidupan, sementara pihak filosof memandang bahwa agama Kristen tidak layak turut campur mengatur urusan kehidupan. Bahkan dengan ekstrim para pemikir/filosof ini meyakini bahwa turut campurnya gereja dalam urusan kehidupan justru sebagai penyebab kehinaan dan ketinggalan Barat. Hanya akal manusialah yang mampu menciptakan peraturan yang layak untuk mengatur segala urusan kehidupan.

Hasil dari pertarungan sengit ini adalah kompromi, moderat, yakni jalan tengah. Artinya mengakui eksistensi agama Kristen untuk mengatur interaksi manusia dengan Tuhan, tetapi agama Kristen (Tuhan) tidak diberi hak untuk turut campur dalam kehidupan.  Pengaturan urusan kehidupan sepenuhnya diserahkan kepada akal manusia.

Atas dasar pemahaman ini Barat kemudian menjadikan ide pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme) sebagai akidah bagi ideologi mereka. Dan atas ideologi (sekuler) ini pula Barat kemudian bangkit dan menyebarluaskan paham ideologinya --termasuk paham moderat dalam beragama-- melalui jalan penjajahan (imperialisme).

Barat kemudian melakukan legitimasi atas sikap moderat ini. Mereka membuat kesimpulan filosofis bahwa segala sesuatu itu memiliki dua ujung dan titik tengah. Titik tengah adalah daerah aman, dan kedua ujung selalu dipahami dengan sesuatu yang berbahaya dan menimbulkan kerusakan. Dari pola berpikir seperti ini, mereka juga menganggap pemahaman radikal dalam beragama adalah sesuatu yang berbahaya.

Celakanya, filosofi  ini  kemudian dianalogkan juga ke agama Islam. Padahal antara agama Islam dan agama Kristen memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Umat Islam akan maju, memiliki identitasnya, dan bangkit saat memegang teguh dengan pemahaman radikal (kuat dan berakar) atas agamanya. Berbeda dengan Barat yang maju dengan melepaskan agama --Kristen-- nya (prinsip sekuler).

Oleh muslim pengikut Barat,  titik tengah atau jalan tengah (moderat) ini dipahami memiliki keistimewaan-keistimewaan.  Maka tidak aneh jika kemudian sikap moderat dijadikan solusi dalam ajaran agama Islam.  Mereka juga menyimpulkan beberapa premis bahwa Islam adalah pertengahan antara keyakinan dan peribadatan, Islam itu adalah antara hukum dan akhlak, dan yang lainnya.

Berikutnya dicari  ayat Al Qur'an untuk  melegitimasi pendapat ini. Semisal mamaknai dengan gegabah ayat Al Qur'an Surat Al Baqarah ayat 143.

(وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ٌ)

"Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam), sebagai umat yang adil dan pilihan, agar kalian menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kalian."

Atas ayat di atas, mereka menyatakan bahwa kedudukan pertengahan umat Islam diambil dari metode (manhaj) dan peraturan hidup (nizham) umat yang bersikap tengah-tengah. Di dalamnya tidak ada sikap berlebih-lebihan ala Yahudi atau sikap meremehkan ala Nasrani. Mereka mengatakan bahwa kata "wasath" artinya adalah adil. Adil menurut sangkaan mereka, adalah pertengahan antara dua ujung yang saling bertentangan. Dengan demikian mereka mengartikan adil dalam konteks "perdamaian" (shulhu) demi mendukung prinsip jalan tengah (moderat).

Padahal makna yan sahih untuk ayat itu adalah bahwa umat Islam itu merupakan umat yang adil.  Sementara itu keadilan (al 'adalah) adalah termasuk salah satu syarat seorang saksi dalam Islam.  Dengan kata lain, ayat di atas mengandung makna bahwa umat Islam kelak akan menjadi saksi yang adil bagi umat lain (di hari kiamat) karena umat Islam telah menyampaikan risalah Islam kepada mereka.

Jadi dalam Islam sesungguhnya tidak ada yang namanya kompromi (moderat) atau jalan tengah. Sebab Allah SWT --yang menciptakan manusia dan mengetahui hakikat yang tidak mungkin diketahui oleh manusia-- adalah Zat yang satu-satunya mampu mengatur kehidupan manusia secara cermat dan teliti yang tidak mungkin dicapai oleh manusia.

Hukum-hukum Allah datang dengan batas-batas yang tegas, dan tidak ada kesan sedikitpun bahwa di dalamnya ada kompromi atau jalan tengah.  Sebab memang tidak ada kompromi atau jalan tengah dalam nash-nash atau hukum Islam. Bahkan sebaliknya, berbagai nash dan hukum Islam sangatlah teliti, rinci, terang, dan jelas batasan-batasannya. Al Qur'an menyebutnya dengan istilah (hudud/batasan) Allah. Firman Allah.

(وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ يُبَيِّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ)

"itulah hukum-hukum Allah; diterangkan-Nya kepada kaum yang (mau) mengetahui" (Al Baqarah 230).

Karenanya, ide Islam yang moderat, kompromi atau jalan tengah adalah ide yang sangat asing dalam pandangan dan sejarah intelektual Islam.

Ide seperti ini disusupkan ke dalam ajaran Islam oleh orang-orang Barat dan agennya dari kalangan kaum muslimin. Mereka memasukkan ide ini atas nama keadilan dan toleransi. Tujuanya adalah untuk menyimpangkan dan menjauhkan kaum muslimin dari ketentuan dan hukum Islam yang jelas batasannya.

Sekaligus juga ide Islam Moderat ini akan berupaya menjauhkan Umat dari upaya penerapan Islam yang akan memberi rahmat seluruh alam, yakni dengan pelaksanaan syari'ah Islam dalam naungan  Khilafah Islamiyah 'ala Minhaj Nubuwwah.
Oleh : H Luthfi H

Serangan Udara Rezim Assad Tewaskan 17 Warga Sipil di Aleppo


www.dakwahmedia. net - Damaskus – Keterlibatan Rusia dalam kecamuk perang Suriah kembali menjadi sorotan dunia. Meski pada Maret kemarin Moskow secara resmi menarik pasukan utamanya dari Suriah, dan mendukung perundingan perdamaian Suriah, namun sekutu Bashar Assad itu masih melancarkan serangan udara di Aleppo hingga saat ini.

Anadolu melaporkan, sedikitnya tujuh belas warga sipil tewas dan 45 lainnya luka-luka akibat serangan udara di al-Kallasa provinsi Aleppo pada Kamis (28/04). Berdasarkan keterangan pihak keamanan sipil setempat, Najib al-Ansar, serangan itu berasal dari jet-jet Rusia.

Sehari sebelumnya, Rabu (27/04), jet Rusia juga menyerang sebuah rumah sakit lapangan di al-Sokkari Aleppo. Puluhan orang tewas dan luka.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam sebuah pernyataan tertulis menyatakan bahwa AS “marah” terhadap serangan tersebut. Menurutnya, Rusia memiliki tanggung jawab untuk mendesak untuk menekan rezim agar memenuhi komitmennya dan mematuhi sepenuhnya kesepakatan gencatan senjata.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada bulan Februari silam, semua pihak di Suriah diharuskan menghentikan penyerangan. Perjanjian tersebut hanya dikecualikan untuk ISIS dan Jabhah Nushrah.

Rusia mulai mengintervensi militer di Suriah pada bulan September 2011, kebijakan ini dilakukan setelah permintaan resmi bala bantuan dari rezim Bashar Assad yang diperangi oleh kelompok-kelompok oposisi bersenjata. Pada bulan Maret, Rusia mengumumkan pengurangan parsial pasukannya yang dikerahkan di Suriah.

Menurut penghitungan yang disusun oleh Anadolu Agency, lebih dari 361.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik meletus pada tahun 2011.

PEMIMPIN DARI RAHIM SISTEM KORPORASI


www.dakwahmedia.net - Kenyataan pemimpin yang cerdas, memiliki intelektual, bermoral dan bersikap cendekiawan semakin langka di negeri ini. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, bahwa negara Indonesia sekarang ini tengah mengalami krisis pemimpin yang memiliki sikap cendikiawan.

"Problem negara kita saat ini ialah keterbatasan pemimpin yang intelektual, cerdas dan bersikap cendikiawan. Kita juga masih minim pemimpin yang moralnya kuat," katanya di Palangka Raya, Sabtu 2/4/2016, www.teropongsenayan.com).

Banyak faktor memang yang mempengaruhi karakter dan tipikal kepemimpinan seseorang.   Namun faktor lingkungan atau sistem lah yang paling menjadi penentu siapa dan tipikal pemimpin seperti apa yang akan  eksis menjadi memimoin. Artinya, adalah lingungan dan karakter sistem politiklah  yang sangat berperan penting dalam menyeleksi, membidani, dan akhirnya melahirkan   karakter tertentu dari seorang pemimpin.

Sistem yang manggung dalam kehidupan saat ini adalah sistem Kapitalis. Dan tokoh-tokoh yang berperang penting dalam membidani lahirnya seorang pemipin daerah atau pemimpin negara adalah para pemodal dari korporasi. Ini sudah menjadi rahasia umum.  Kuasa korporasi yang begitu menggurita-lah yang  sejatinya  memunculkan dan menetapkan dari pemimpin-pemimpin saat ini.

Kemampuan intelektual, kecerdasan, moral, dan sikap cendekiawan tidak penting lagi bagi  pemimpin yang terlahir dari rahim sistem korporasi.  Ketundukan dan komitmen kepada korporasi-lah  satu-satunya syarat bagi pemimpin tersebut.

Kenyataan saat ini, hampir semua lini kehidupan disusupi dan dikendalikan oleh kekuatan para modal korporasi. Katakanlah  mulai dari pihak intelijen, media massa, lembaga survey, intelektual atau akademisi, relawan (seperti LSM/Lembaga Swadaya Masyarkat, Omas/organisasi massa, medsos /media sosial), sampai kendaraan politik (Partai Politik), semua terkooptasi oleh para pemodal. Hampir semua lembaga  itu berperan secara sistematis dan strategis dalam mencari dan menyeleksi bibit,  membidani dan melahirkan pemimpin boneka korporasi.

Siapa pun yang mengamati secara cermat kepemimpinan akhir-akhir di negara ini, menunjukkan betapa sangat terlihat adanya peran pihak inteligen. Peran intelijen ini biasanya awal dalam menyeleksi calon pemimpin. Gerak-gerik tokoh diprofiling atas dasar popularitas dan potensial. Calon pemimpin  yang pro-rakyat, cerdas, bermoral, memiliki kapasitas dan kapabilitas sebagai seorang pemimpin, namun tidak pro kepada pemodal, hampir bisa dipastikan tidak akan menjadi nominator.  Biasanya calon yang “manut” pada pemodal akan mendapat nominasi. Selanjutnya akan dipoles, didandani, dipromosikan, dan dipopolerkan dengan perangkat dan lembaga berikutnya.

Media massa juga sudah menjadi rahasia umum telah dikuasi dan menjadi alat promosi calon pemimpin pro korporasi. Saat menjelang pilkada (pemilihan kepala daerah) atau pilpres (pemilihan Presiden) misalnya, masyarakat terus dibombardir dengan iklan-iklan calon pemimpin karbitan korporasi. Kalau perlu dibumbui dengan berbagai penghargaan atas “prestasi” yang sudah disetting sebelumnya.

Lembaga survey juga tidak malu-malu lagi menyuguhkan hasil survey yang telah diorder oleh para pemodal dan disiarkan secara massif di TV mereka. Lembaga survey ini sesungguhnya adalah “sihir”, hipnotis, yang menggiring masyarakat untuk memilih calon yang diinginkan oleh korporasi. Pengaturan angka-angka prosentasi tingkat popolaritas peluang keterpilihan, dibuat sedemikian rupa seolah tampak ilmiah sebagai satu-satunya harapan pimpinan masyarakat. Kita katakan “sihir” karena kecenderungan masyarakat kita tidak berfikir pada kualias pemimpin yang akan dipilih, namun ada kecenderungan pemilih memiliki “kepuasan” ketika apa yang dia pilih selaras dengan hasil survey.

Yang lebih celaka lagi adalah pihak inteleltual dan akademisi.  Kelompok generasi yang dianggap kritis ini tidak sedikit yang sudah mulai krisis, dan berubah menjadi metal pengemis ketika melihat “fulus” atau diundang makan malam bersama.  Sehingga “janin pemimpin korporasi” semakin terlihat memiliki kapabilitas, intelek, cerdas, dan memiliki visi dan misi merakyat, setelah dipromosikan dan didiskusikan oleh intelektual yang “kesurupan” dana dari para pemodal.

Demikian pula dengan relawan dari ormas, LSM, dan Media Sosial.  Dengan  nafsu besar untuk berkuasa dan memenangkan pemimpin yang dicalonkannya, mulai membabi buta membela jagoannya dan menjelek-jelekan saingannya. Penamaan  relawan hakikatnya juga menipu dan menutupi kenyataan. Karena  sebenarnya yang mereka incar adalah kemenangan dan kekuasaan, dan jatah setelah berkuasa. Black campign (kampanye hitam) atas musuh bukan sesuatu yang haram bagi kelompok ini. Sedikit saja ada muncul sisi positif dari calon lawan, akan habis-habisan diserbu dan diserang.

Mungkin sedikit dari kita yang mengamati proses pengkarbitan pemimpin pesanan korporasi dengan berbagai lembaga  ini. Namun hasil dan kenyataan karakter pemimpin yang ada, yang telah terpilih  adalah bukti semua proses sebelumnya ini.  “Gestur tubuh” pemimpin negara atau kepala daerah saat bersanding duduk dengan “teman-temannya” dari pemodal juga sungguh  menjadi pelengkap tipikal pemimpin pesanan korporasi. Dan segala komitmen pemimpin --setelah berkuasa-- untuk kepentingan korporasi adalah kesimpuan akhir untuk ciri dan tipikal pemimpin yang dilahirkan oleh rahim sistem korporasi.

Wahai kaum muslimin…
Pemimpin yang agung, pemimpin yang memiliki tingkat intelektual, bermoral, cerdas, cendekiawan dan bertanggung jawab dunia dan akhirat, adalah  jauh panggang dari api akan terlahir di lingkungan sistem Kapitalis. Karena rahim sistem korporasi Kapitalis ini tidak akan pernah memberikan peluang pada pemimpin yang bermoral dan pro kepada rakyat. Ini adalah juga bukti omong kosong demokrasi.

Karenanya, menjadi catatan penting bagi kaum muslimin di negeri ini. Bahwa persoalan kita tidak sekedar memilih pemimpin yang Muslim atau bukan Muslim, namun kita berhadapan dengan kekuatan lingkungan atau sistem ideologi Kapitalis yang menjadi benih tumbuh subur telahirnya pemimpin yang berpihak kepada korporasi. Zhalim terhadap rakyat.

Tugas kita bukan sekedar  membenahi  dan memoles person pemimpin jagoan kita, namun tugas penting dan utama kita adalah memperjuangkan sistem dan lingkungan yang melahirkan pemimpin yang adil, berkarakter, bertanggung jawab, cerdas dan cendekia. Kita wajib memperjuangkan, mendakwahkan,  sistem Islam yang menerapkan Syari’ah dan Khilafah, yang akan melahirkan pemimpin cerdas, intelek, bermoral, dan  amanah dunia dan akhirat.
Oleh : H Luthfi H

Pakar Neurosaintis : Kanker Anal Meningkat di Kalangan Pelaku Homoseksual


www.dakwahmedia.net - Perilaku homoseksual ternyata tak hanya terkait dengan penyakit mental. Neurosaintis menemukan fakta meningkatnya angka kanker anal atau kanker dubur yang menjangkiti pelaku homoseksual.

“Saya menemukan kanker anal ini dulu sangat jarang ditemukan. Tapi dalam penelitian tahun 2015, terjadi peningkatan kanker anal dari satu hingga tiga persen,” kata neurosaintis Ihsan Gumilar kepada Kiblat.net, Kamis (28/04).

Ihsan yang juga aktivis gerakan Indonesia Beradab menjelaskan bahwa kanker anal ditemukan 70-80 persen dari kasus-kasus yang berhubungan dengan dubur. Penyakit ini paling banyak ditemukan di negara-negara berkembang. Dari kasus-kasus yang ditemukan, penyakit ini paling banyak terjadi pada pasangan homoseksual.

“Karena mereka melakukan (hubungan seksual) bukan pada tempat yang seharusnya, maka ini menyebabkan kanker anal,” ujar dosen Psikologi Universitas Bina Nusantara (Binus) itu.

Fakta tetang kanker anal yang menjangkiti kaum penyuka sejenis ini membantah kampanye mereka yang selalu mengusung hak asasi manusia (HAM). Menurut Ihsan, HAM yang didengung-dengungkan kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dibatasi hak orang lain yang berpotensi akan tertular.

“Ingat ada banyak orang ingin hidup sehat secara mental dan mereka memiliki hak untuk hidup sehat itu,” ujarnya.

Ihsan menggambarkan jika saat ini LGBT menjangkiti maksimal 5 juta orang, maka 250 juta orang Indonesia berpotensi terinfeksi. Maka dia berpandangan lebih baik menghentikan 5 juta pelaku LGBT agar yang lain tetap hidup sehat. Manurutnya harus dipertimbangkan madharatnya yang lebih besar.

“Ataupun sebaliknya kita biarkan 5 juta ini atas nama HAM, sehingga menularnya penyakit-penyakit ganas seperti HIV dan kanker dubur,” imbuhnya.

Karenanya GIB mendorong dibentuknya undang-undang anti LGBT. Hal itu dinilai dapat menjadi jalan untuk menghentikan merebaknya penyakit-penyakit menular dampak homoseksual.

“HAM untuk sehat itu penting, oleh karena itu HAM seseorang ditinjau dan dibatasi dari HAM orang lain. Maka secara statistik orang akan mendahulukan HAM 250 juta jiwa yang ingin sehat , ketimbang HAM seseorang yang dihasung aktivis LGBT,” tandas Ihsan. [Kiblat/DakwahMedia]

Berlindung Dari Hilangnya Nikmat Dan Datangnya Siksa Secara Tiba - Tiba


Sumber Doa
Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma, ia berkata: termasuk salah satu doa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

“Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim)

Penjelasan
Ini adalah salah satu doa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang sangat agung. Di dalamnya berisi perlindungan dari 4 perkara yang dibenci dan ditakutkan setiap muslim. Yaitu hilangnya nikmat, berubahnya kesehatan, siksa yang datangnya tiba-tiba, dan seluruh kemurkaan Allah. Dimintakankan kepada Allah karena Dia pemilik kebaikan dan kemudharatan.  Jika Allah sudah menghendaki kebaikan untuk hamba, tidak ada yang bisa mencegahnya. Sebaliknya, jika Dia menghendaki keburukan atas hamba maka tidak ada yang bisa mencegahnya. Karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Dan jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.” (QS. AL-An’am: 17)
Hilangnya Nikmat

Maksudnya berlindung kepada Allah dari hilangnya nikmat-nikmat Allah yang dzahir maupun yang batin. Nikmat berkaitan dengan materi duniawi atau dien masuk di dalamnya. Dan nikmat  agama (Islam) adalah lebih paling agung.

Nikmat-nikmat ini, tidak ada yang mengetahui detailnya kecuali Allah Ta’ala. “Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya.” (QS. Al-Nahl: 18)

Doa ini mengandung makna agar Allah menjaga nikmat-nikmat tersebut dan menambahkannya untuk dirinya. Dan terjaga dan bertambahnya nikmat itu dengan syukur.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"." (QS. Al-Ibrahim: 7)

Menurut imam Ibnu Katsir rahimahullah, "Jika kamu bersyukur atas nikmat-Ku kepadamu, pasti Aku akan tambah dari nikmat itu untukmu." {dan jika kalian kufur}, maksudnya: kalian mengufuri nikmat-nikmat, menyembunyikan dan mengingkarinya {maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih} dan itu dengan diangkatnya nikmat itu dari mereka dan menyiksa mereka atas kekufuran terhadap nikmat-nikmat tadi."

Umar bin Abdul Aziz berkata, “Ikatlah nikmat-nikmat Allah ‘Azza wa Jalla dengan bersyukur kepada-Nya.”

Maka doa isti’adzah ini mengandung permintaan agar diberi taufik menyukuri nikmat-nikmat Allah dan terjerumus ke dalam maksiat. Karena maksiat akan menghilangkan nikmat.

Berubahnya Kesehatan
‘Afiyah adalah selamat dari sakit, bencana dan musibah. Berlindung dari berubahnya kesehatan adalah meminta kepada Allah agar tidak merubah ‘afiyah tadi menjadi sakit, tertimpa bala’ dan musibah. Maka doa ini, secara tidak langsung, meminta senantiasa sehat dan sejahtera.

Kenapa berlindung dari berubahnya kesehatan dan kesejahteraan? Karena hilangnya kesehatan dan kesejahteraan menyebabkan hidup terasa tidak nyaman. Ia tidak bisa bekerja untuk dunianya atau melaksanakan perintah-perintah agama. Apalagi sakit, bencana, dan  bencana sering menyebabkan orang berkeluh kesah, tidak terima kepada keputusan takdir, marah kepada Allah, tidak ridha terhadap qadha’-Nya, dan tidak mau lagi beribadah kepada-Nya.

Datangnya Siksa Secara Tiba-tiba
Fuja-atun Niqmah artinya hukuman atau siksa yang datangnya tiba-tiba atau mendadak, tanpa diprediksi sebelumnya.

Hukuman berupa kecelakaan yang membuat cacat, kematian mendadak, bencana dan musibah yang menghabiskan harta, atau semisalnya yang datang secara tiba-tiba akan sangat berat ditanggung jiwa. Berbeda kalau datangnya diawali dengan sinyal dan bertahap. Terlebih, korbannya tidak memiliki kesempatan lebih untuk meminta ampun, bertaubat, dan menyiapkan amal-amal kebaikan.

Semua Kemurkaan Allah
Maksud berlindung dari semua kemurkaan Allah adalah berlindung dari sebab-sebab yang mendatangkan murka Allah ‘Azza wa Jalla dalam bentuk perkataan maupun perbuatan. Siapa yang Allah murka kepadanya sungguh ia celaka dan merugi.

Kemurkaan Allah disebabkan kemaksiatan hamba. Bisa berupa meninggalkan perintah atau menerjang larangan. Terkadang, maksiat yang menyebabkan Allah murka sesuatu yang remeh di mata manusia. Karenanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berlindung dari semua kemurkaan-Nya.

Apabila sebab-sebab yang mengundang kemurkaan Allah hilang dari hamba maka ia mendapatkan lawannya, yakni ridha Allah Subhanahu wa Ta'ala. Wallahu A’lam. [VoaIslam/DakwahMedia]

GOLONGAN KIRI & BALASAN ATAS MEREKA (BAGIAN2)


Surat Al Waqi’ah 49-56: GOLONGAN KIRI & BALASAN ATAS MEREKA (bagian2).

Golongan Kiri, yang terdahulu dan kemudian. Mendapat makanan  pohon Zaqqum dan minuman dari Air yang sangat panas. Cara minumnya seperti unta   berpenyakit.

(قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ)

(49). Katakanlah: sesungguhnya orang-orang terdahulu dan orang-orang kemudian .
(Artinya, diberitahukan kepada mereka wahai Muhammad bahwa orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian, dari anak keturunan Nabi Adam semuanya akan dikumpulkan pada hari Kiamat, tidak ada seorang pun yang luput,  untuk digiring dan dihitung segala amalnya).

(لَمَجْمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ)

 (50) benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
(yaitu hari yang telah ditentukan, tidak bisa ditunda dan juga tidak bisa dimajukan. Tidak bisa ditambah dan tidak bisa dikurangi).

Dalam Surat Hud 103-104 dijelaskan:

(ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ. وَمَا نُؤَخِّرُهُ إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍ)

“hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan. Dan Kami tidak mengundurkannya, kecuali sampai waktu   tertentu”.

(ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ)

(51) kemudian sesungguhnya kalian wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan.

(yakni kaum Kafir Mekkah yang mendustakan hari kebangkitan).

(لَآكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ)

(52) benar-benar akan memakan pohon dari zaqqum.
(Mereka dibelenggu dan dibakar hingga mereka makan pohon Zaqqum, yakni pohon yang sangat buruk, yang tumbuh di dasar neraka. Ulama lain berpendapat bahwa pohon Zaqqum adalah sejenis pohon kecil, dengan dedaunan yang sangat busuk aromanya. Getahnya mengakibatkan bengkak bila tersentuh manusia).

(فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ)

(53) dan akan memenuhi dengannya perutmu.
(Pohon zaqqum itu memenuhi perut mereka, karena mereka sangat kelaparan).

(فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ)

(54) Maka kalian akan meminum minuman yang sangat panas. (الحميم  ) adalah air yang sangat mendidih.

(فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ)

(55 )Maka kalian minum seperti minumnya unta –yang sangat haus--   (الهيم ) adalah unta yang sangat haus dan tidak bisa segara harus minum karena penyakit yang mendera. Bentuk tunggalnya ( أهيام ).
Abu Su’ud berkata: “Ahli neraka itu mengalami lapar yang memaksa mereka untuk memakan pohon Zaqqum. Setelah mereka memenuhi perut mereka dengan zaqqum yang sangat panas dan pahit, mereka mengalami haus yang memaksa mereka untuk meminum air yang sangat panas yang memutuskan usus-usus mereka. Mereka meminumnya sebagaimana unta-unta yang menderita penyakit,  sehingga tidak menyebabkan kesegaran karenanya. Seperti itulah yang dilakukan oleh penduduk neraka ini. As Suddi berkata: Hiim adalah penyakit yang membuat unta tidak pernah merasa hilang dahaganya hingga ia mati.

(هَٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ)

(56) Itulah yang diturunkan –sebagai hidangan—pada hari Pembalasan.

(Artinya, yang telah Allah gambarkan diatas adalah jamuan mereka di sisi Rabb pada hari Pembalasan. Inilah suguhan suguhan bagi mereka di hari kiamat. Ayat ini mentertawakan mereka. Ash-Shawi berkata: “Makna asal Nuzuul adalah hidangan yang dipersiapkan untuk para tamu pada saat tiba.  Karena itu,menyebut Zaqqum sebagai hidangan untuk mereka adalah mentertawakan mereka ). [H. Luthfi H]

Menghinakan Diri Untuk Dunia?


Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Al Falah, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (3/3/2016).

#Komentar;
Al Falah dan Pengelolanya menunjukkan kehinaan yang luar biasa di hadapan Allah, Rasulullah, kaum Muslim dan manusia seluruhnya. Bahkan mereka menghinakan diri dihadapan orang yang hina dihadapan Allah dan Rasul-Nya.

Ibnu hajar Al Haitami (المتوفى: 974هـ) diberikan pertanyaan Fatwa;
Bolehkan bagi seorang muslim, Menciumi tangan kafir harbi, Juga berdiri menyambutnya dan menyalaminya dan melakukan penghormatan kepadanya yang mana hal itu di lakukan untuk memperoleh uang darinya? Jika anda berpendapat tidak boleh, Maka apa yang akan berdampak kepadanya juga yang wajib baginya?

Beliau menjawab:
Bagi orang muslim tidak boleh mengagungkan orang kafir dengan cara tersebut dan sebagainya. Barangsiapa yang melakukannya untuk memperoleh harta si kafir, Maka dia merupakan pendosa yang bodoh. Bagaimana tidak? Sedangkan Nabi Shollallahu alaihi wasallam telah bersabda; “Barangsiapa yang tawadlu’ kepada orang kaya karena kekayaannya, Maka hilanglah dua pertiga agamanya”. Jika tawadlu’ terhadap sesama muslim yang kaya saja dapat menghilangkan dua pertiga agama, Apalagi tawadlu’ terhadap orang kafir? Wallahu alam. (Al Fatawa al Fiqhiyah al Kubro)

Persoalan toleransi bukan dengan seperti ini. Ini bukan toleransi tapi menghinakan diri dihadapan orang Kafir. Termasuk menempatkan/menerima Orang Kafir ke Masjid. Ini jelas-jelas diharamkan sebagaimana Firman Allah;

 (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ)

Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [Surat At-Tawbah 28]

Selama ini sering kita dengan Ulama di Kalimantan Selatan menyatakan, yang dicium tangan nya itu adalah karena keilmuan Keislaman, karena dia Ulama, bukan karena harta atau kekayaan. Hari Tanoe itu sama sekali bukan Ulama, dia itu Orang Kafir.

Inilah realitas jika Ulama tidak mengerti dan tidak memiliki kesadaran Politik. Akan mudah terjerumus dan memjerumuskan. Akhirnya dengan sangat mudah terbeli oleh secuil harta demi untuk menghinakan derajatnya atas orang-orang Kafir.

Imam al Ghazali dalam kitabnya, Ihya’ Ulumiddin, juz 2, hal.357:

ففساد الرعايا بفساد الملوك وفساد الملوك بفساد العلماء وفساد العلماء باستيلاء حب المال والجاه ومن استولى عليه حب الدنيا لم يقدر على الحسبة على الأراذل فكيف على الملوك والأكابر

“Kerusakan masyarakat itu akibat kerusakan penguasa, dan kerusakan penguasa akibat kerusakan ‘ulama. Adapun kerusakan ‘ulama akibat digenggam cinta harta dan jabatan. Siapa saja yang digenggam oleh cinta dunia niscaya tidak mampu menguasai ‘kerikilnya’, bagaimana mungkin dapat mengingatkan penguasa dan para pembesar.”

Kita menunggu suara para Ulama Kalimantan Selatan untuk mengkritisi dan saling menasehati atas aib ini?

Oleh : H Luthfi H

Membongkar Makna Islam Rahmatan Lil'Alamin Prespektif Penguasa Saat Ini


www.dakwahmedia.net - Menarik membaca berita Internasional 20 April 2016 di website Kriminalitas.com, dalam rangkaian acara resmi kunjungan ke negara-negara Eropa, Jokowi menyempatkan bertemu perdana menteri David Cameron di London. Dalam pertemuan tersebut Jokowi membahas permasalahan dunia, terutama tentang counter terrorism dan counter extremism.

David Cameron menyampaikan apresiasi kepada Indonesia, “Saya sangat terkesan dengan pendekatan Indonesia mengatasi ekstremisme dan terorisme tetapi juga meneguhkan Islam sebagai agama yang damai,” ucap PM Cameron.

Indonesia dapat dijadikan model di dunia. Selain itu, Indonesia juga harus memainkan perannya untuk menyebarkan Islam secara damai. Inggris juga mengapresiasi peran Indonesia dalam Bali Democrazy Forum dan menyampaikan keinginan kerjasama dalam konteks forum tersebut.

Menanggapi hal itu, Jokowi menyampaikan, “Sebagai negara muslim terbesar di dunia. Indonesia mempunyai peran untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam, demokratis dan toleransi dapat berjalan beriringan, Indonesia akan senang membagi pengalaman itu”. pertemuan ini digelar pada Selasa (19/4) siang waktu setempat di kantor perdana menteri Inggris, Downing Street 10, London, Inggris.

Pertemuan dalam kerangka membuka kran investasi di Indonesia dalam suprastruktur bernama Free Trade Agreement dan Rantai Pasokan Global itu dilatari oleh berbagai peristiwa antara lain :

  1. Masifnya pembahasan terorisme mulai dari kasus kematian Siyono secara brutal oleh Densus 88, sandera beberapa WNI oleh kelompok Abu Sayyaf yang tidak kunjung ditebus dengan mengandalkan negosiasi, pengejaran kelompok Santoso Mujahidin Indonesia Timur di Poso yang tetap di bawah kendali Polri seolah segan diserahkan kepada TNI, forum-forum deradikalisasi terorisme-radikalisme BNPT dengan berbagai Ormas dan revisi UU Terorisme.
  2. Muktamar Tokoh Umat berjudul Islam Rahmatan Lil ‘Alamin oleh salah satu ormas Islam.
  3. Tuntutan Papua Merdeka oleh kelompok mahasiswa
  4. Desakan atas kebijakan dan kepemimpinan Ahok di tengah tidak hadirnya Taufiqurrahman Ruki Cs sebagai pimpinan KPK dalam kasus Sumber Waras memenuhi panggilan Komisi III DPR RI
  5. Bangkitnya lagi forum-forum yang menyuarakan ideologi sosialisme komunisme pasca permintaan maaf atas korban G 30 S PKI oleh pemerintah.
  6. Maraknya forum-forum nasionalisme yang gelisah dan gerah dengan cengkeraman penjajahan sumber daya alam dan aset-aset strategis oleh asing – aseng.
  7. Semakin kuatnya konspirasi media Yahudi yang ditunjukkan oleh merapatnya para tokoh-tokoh media mainstream Indonesia ke Israel.
  8. Gegernya beberapa pengusaha dan politisi termasuk Jokowi yang tercatut oleh Panama Papers sebagai alat permainan negara-negara Kapitalis.

Dengan beragam latar tersebut menarik untuk menggali dan menguak apa yang ada dalam benak pikiran penguasa tentang kaitan antara kampanye Islam Damai yang direpresentasikan dengan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin, strategi Counter Terorrism-Extremism dan kerjasama ekonomi dengan berbagai negara khususnya Eropa. Di tengah ketidakberdayaan yang pelan tapi pasti mengeliminasi peran penguasa sebagai penanggung jawab layanan kepentingan umum rakyat menjadi hanya sebatas regulator saja.

Diantara ketidakberdayaan ekonomi ditunjukkan oleh dilema pembaharuan UU Migas pasca judicial review karena ketergantungan dengan Oil Internasional Company, UU Pertambangan, dan lain-lain yang berakar pada amandemen pasal 33 UUD 1945. Ketidakberdayaan sosial budaya yang ditunjukkan oleh Inpres Pengarustamaan Gender diikuti berbagai perda meski RUU KKG (Rancangan Undang-Undang Keadilan Keseteraan Gender) belum berhasil diundangkan.

Ketidakberdayaan agama yang ditunjukkan oleh perjuangan kelompok liberal memasukkan numlekatur syarat-syarat agama dalam draft RUU KUB  (Kerukunan Umat Beragama) agar memberi ruang legitimasi disahkannya agama baru. Ketidakberdayaan pertahanan yang ditunjukkan oleh keluarnya Inpres Jokowi tentang Tugas Kemenhan dan Program Pertahanan RI sampai dengan tahun 2019 menjadikan Kemenhan hanya sebagai lembaga operasional bukan perumus kebijakan pertahanan yang berpotensi membawa implikasi benturan antara kemenhan dengan Panglima TNI. Meski ini bertentangan dengan UU Pertahanan. Ketidakberdayaan pendidikan yang ditunjukkan oleh keluarnya UU tentang Badan Hukum Perguruan Tinggi yang menjadikan institusi PTN sebagai lembaga komersiil dan liberal. Ketidakberdayaan kesehatan yang ditunjukkan oleh layanan kesehatan dikelola dengan prinsip asuransi pasca keluarnya UU SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional), Perpres JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dan UU BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) meski bertentangan dengan Perpres SKN (Sistem Kesehatan Nasional) dan UU Kesehatan. Ketidakberdayaan politik yang ditunjukkan oleh sistem multi partai yang mendorong kontestasi politik secara ketat penuh dengan intrik money politik dan membuka ruang sindikasi yang besar antara politisi dengan pengusaha.

Hal itu semua pada akhirnya akan membuat rakyat dibiarkan bertarung untuk memperjuangkan nasibnya sendiri atas nama pasar bebas dan liberalisme. Karena para elit politisi, birokrat, penguasa, pengusaha, tokoh-tokoh masyarakat formal dan non formal sudah kehilangan urgensi dan kepekaan untuk mengurai benang kusut problem sistemik lintas sektoral yang dihadapi bangsa yang buminya disebut sebagai ibu pertiwi. Sebuah gambaran realitas sesuai isi dalam penggalan lirik lagunya yang menyentuh perasaan anak-anak Indonesia : “Kulihat ibu pertiwi, sedang bersusah hati, air matamu berlinang, mas intanmu terkenang, hutan gunung sawah lautan, simpanan kekayaan. Kini ibu sedang susah, merintih dan berdoa.”

Gambaran ironi antara potensi besar sumber daya alam yang terkandung dalam lautan dan daratan namun tidak dibarengi dengan tanggung jawab besar oleh para pemimpim atau penguasanya. Akibat culas dan kerdilnya pola sikap dan pikir para pemimpin yang mengelola negeri gemah ripah loh jinawi dan jamrud khatulistiwa ini.

Statement Jokowi saat berbincang dengan David Cameron PM Inggris beberapa hari yang lalu menegaskan kembali komitmet pemerintah yang masih segar dalam ingatan tidak lama pasca gencarnya pembicaraan tentang revisi UU Terorisme pasca bom Sarinah Thamrin Jakarta sebagaimana dikampanyekan oleh Luhut Binsar Panjaitan selaku Menkopolhukam yang menyatakan pentingnya membangun keseimbangan antara radikalisme, pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.

Jika disarikan, maka ada beberapa point penting untuk memahami keterkaitan antara langkah Jokowi dari kunjungannya ke negara-negara Eropa dengan latar yang beragam itu antara lain:

  1. Radikalisme sebagai paham yang diduga menginspirasi terorisme dikelola dan dimanfaatkan untuk meningkatkan karier politik di dalam negeri. Sedang di luar negeri digunakan sebagai jaminan terbukanya kran investasi dari luar negeri ke dalam negeri. Ini seolah-olah memberikan jawaban kenapa setiap pembahasan kesepakatan-kesepakatan ekonomi ke luar negeri selalu dibarengi dengan pembahasan tentang counter terorrism dan counter ekstremism.
  2. Tidak saja pembahasan tentang counter terorrism dan counter ekstremism saja melainkan juga melakukan kampanye Islam Rahmatan Lil ‘Alamin yang santer  dilakukan sebelumnya menjelang menuju RI 1. Termasuk nampaknya juga memanfaatkan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin yang menjadi tema sentral kegiatan salah satu ormas Islam baru-baru ini yang sedang bergerak memperoleh dukungan umat secara meluas. Bisa jadi klaim wujud berkembangnya Islam Damai di Indonesia yang nampak dilihat dan diapresiasi oleh negara-negara Eropa dan Amerika salah satunya dengan menunjukkan klaim fenomena maraknya kampanye Islam Rahmatan Lil ‘Alamin belakangan. Sekalipun pada sisi yang lain di tengah kampanye itu ada gerakan tolak khilafah. Ini menjadi semacam pembatas pengkaitan antara Islam Rahmatan Lil ‘Alamin dengan Khilafah menggunakan pendekatan adu domba seperti yang biasanya digunakan sebagai substansi dari materi-materi program deradikalisasi. Islam Rahmatan Lil ‘Alamin telah menjadi istilah kunci representasi dari Islam Damai dalam pandangan penguasa dan barat. Hingga dipandang perlu menjaganya sesuai dengan penafsiran substansi yang dikehendaki oleh penguasa sebagai perpanjangan tangan asing dan aseng.
  3. Motivasi ekonomi yang dominan melandasi berbagai kebijakan publik itu terjadi di antara maraknya investasi asing dan aseng hingga mendorong penanganan terorrism dan extremism bak sebagai proyek. Semua dikalkulasi berdasarkan parameter materiil. Kematian Siyono yang diganti dengan uang 100 juta tapi ditolak oleh istri Siyono sementara belum jelas statusnya. Sementara sudah jelas hasil otopsinya menunjukkan bahwa Siyono benar-benar telah dibunuh secara brutal. Tidak kunjung ditangkapnya Santoso Mujahidin Indonesia Timur dimana Polri tidak memiliki pengalaman gerilya. 

Kemampuan itu hanya dimiliki oleh TNI dengan Kopassusnya. Dimana TNI sudah dibatasi perannya pasca dihilangkannya konsep dwi fungsi ABRI. Tidak segera ditebusnya beberapa WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf hingga diharapkan bisa diselesaikan dengan hanya pendekatan negosiasi saja. Penanganan yang berbeda antara tahanan terduga teroris Ust Abu Bakar Ba’asyir dengan gembong BLBI Samadikun.

Alhasil bahwa hampir semua garis-garis kebijakan negara oleh penguasa yang selalu menggunakan motif ekonomi di tengah problem sistemik yang dihadapi, ketidakberdayaan berbagai sektor, telah menjadikan counter terorrism counter extremism dan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin representasi Islam Damai tidak lebih hanya sebagai komoditi politik. Hal ini sangat bertolak belakang dengan karakter dari misi Islam Rahmatan Lil ‘Alamin yang akan mewujudkan terpeliharanya agama, akal, jiwa, harta, keturunan, kehormatan, keamanan, dan negara.

Islam Rahmatan Lil ‘Alamin dengan misi tersebut tidak bisa ditopang oleh profil penguasa tidak bertanggung jawab, sangat bergantung pada penjajah asing aseng, kebijakan negara oleh penguasa kapitalistik liberal, dan para elit pragmatis oportunis yang menjalankan sistem aturan produk manusia warisan kolonialis dan dikte para imperialis baru. Melainkan hanya bisa diwujudkan melalui para pemimpin yang amanah, berdedikasi pada kemaslahatan manusia, mau berkorban untuk rakyatnya sebagai cerminan atas keimanannya terhadap sang Khalik, dicintai dan saling menyayangi dengan rakyatnya, memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Dan pemimpin yang hanya menopang Islam Rahmatan Lil ‘Alamin dengan pilar-pilar Islam sebagai sistem penyempurna kehidupan manusia baik lahir maupun batin berupa syariat, dakwah, jihad dan khilafah sebagai tuntutan keyakinannya. Wallahu a’lam bis showab.
Oleh : Adi Nugroho

Innalillahi wa innailaihi rajiun, KH Ali Mustofa Wafat


www.dakwahmedia.net - Innalillahi wa innailaihi rajiun. Kabar duka datang menerpa umat Islam, khusunya umat Islam Indonesia. Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr KH Mustafa Ali Ya'qub, MA wafat, Kamis pagi (28/04/2016).

"Innalillahi wa innailaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah guru kita Prof KH Ali Mustafa Ya'qub pukul 06.00 WIB di Ruma Sakit Hermina, Ciputat," bunyi pesan yang masuk ke redaksi Suara Islam Online, Kamis pagi (28/04/2016).

Pengasuh Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan ini wafat dalam usia 64 tahun. Ali Mustofa yang merupakan ahli hadits Indonesia saat ini, lahir di Batang, Jawa Tengah pada 2 Maret 1952 silam. Ia merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ke-4 sebelum akhirnya digantikan oleh Prof Nazaruddin Umar.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu’anhu. Semoga amal sholehnya diterima disisi Allah Swt, dimasukkan ke barisan orang-orang yang sholeh di jannah-Nya dan diampuni segala dosa-dosanya. 

Biksu Budha dan Muridnya Kerap Melakukan Kekerasan


www.dakwahmedia.net - Para biksu di Myanmar dan murid-muridnya kerap membuat provokasi agar timbul kekerasan. Salah satu yang dilakukan adalah membangun tempat ibadah Budha yang menutupi bangunan masjid di wilayah tenggara negara tersebut.

Untuk itu, seorang pemimpin Muslim Myanmar, Tin Maung Dari meminta agar masyarakat Muslim dapat tenang dan tidak terprovokasi.

“Mereka adalah orang yang ingin membuat situasi tidak stabil (antara umat mayoritas Budha dan minoritas Islam dan Kristen),” ujar Tin yang menjabat sebagai Sekjen Dewan Agama Islam Myanmar, Selasa (26/04).

“Kami meminta agar umat Islam tidak bertengkar dengan mereka. Kami tidak ingin melihat kekerasan antar komunal lagi,” lanjutnya.

Sehari sebelumnya, Senin (25/04) malam, biksu Budha berpengaruh Thu Zana yang dikenal sebagai Myaing Gyi Ngu Sayadaw dan para muridnya membangun stupa/ candi dengan relief Budha di Shwe Gone, kota Karen. Ia bersikeras membangun tempat ibadah itu meskipun ditentang oleh pengurus masjid dan pejabat pemerintah daerah.

Ini merupakan usaha provokasi kedua dalam sepekan terakhir yang dilakukan oleh biksu Budha. Orang kunci dalam kelompok Budha ekstrim, Democratic Karen Buddhist Army (DKBA) itu juga pernah memprovokasi penganut Kristen dengan membangun candi di dekat gereja.

Tin Maung Dari mengatakan bahwa biksu Budha tersebut juga pernah memerintahkan pengikutnya untuk menghancurkan sebuah masjid dengan dinamit di desa Thakhutkone, kota Karen setelah umat Islam menolak untuk meninggalkan desa.

Menyikapi hal ini, Menteri agama Myanmar, U Min Tin Win mengatakan bahwa tindakan tersebut dapat memicu konflik antar kelompok beragama. “Kami tidak akan merusak citra Budha. Masalah ini perlu diakhiri sekarang dan kita tidak ingin melihat ini lagi,” ujarnya.

Thu Zana secara luas diyakini menjadi orang yang paling kuat di DKBA. Pada tahun 1995, ia keluar dari Karen National Union (KNU) lalu berencana untuk terus membangun pagoda atau candi di Karen, termasuk di markas KNU.

Pada tahun 2013, kekerasan komunal antara etnis Budha dan Muslim di Rakhine menewaskan 57 dari kalangan Muslim dan 31 orang Budha. Sekitar 100.000 orang mengungsi di kamp-kamp pengungsian, dan lebih dari 2.500 rumah milik warga Muslim Rohingya dibakar.

Kisah Cinta Pertama Sayyid Qutb


www.dakwahmedia.net - Para pahlawan adalah manusia dengan segenap kemanusiaannya. Para ulama juga manusia dengan segenap kemanusiaannya. Pun para pemikir dan ideolog.

Sayyid Qutb juga demikian. Di balik nama besarnya sebagai seorang ideolog dan pemikir Islam, ia memiliki sejarah di masa mudanya yang sangat manusiawi. Di balik tulisan-tulisannya yang ideologis dan visioner, ia memiliki sejarah cinta yang mengiris-iris hati.

Sewaktu remaja, ada seorang gadis yang membuat Sayyid Qutb jatuh cinta. Gadis itu sebenarnya tidak terlalu cantik untuk ukuran gadis di kampungnya, Musya, sebuah desa di provinsi Asyuth. Wajahnya biasa-biasa saja, namun ia memiliki sifat unik yang Sayyid Qutb sendiri tidak bisa menjelaskannya. Maklum, usianya saat itu baru menginjak 14 tahun.

Gadis itu pun sebenarnya juga menyukai Sayyid Qutb. Ia kagum dengan keberanian Sayyid Qutb. Sebab, remaja itu telah menunjukkan perlindungannya kepada anak-anak gadis yang digoda oleh remaja lain di kampungnya. Di sekolah, Sayyid Qutb juga berani melarang anak-anak yang berupaya menggoda siswi-siswi di sana.

Gadis itu masih kerabat jauh Sayyid Qutb. Keponakan dari istri pamannya. Terkadang, ia datang ke rumah Sayyid Qutb ingin bermain dengan adiknya, Aminah Qutb. Namun, Sayyid Qutb merasa ia datang untuk melihatnya. Ia merasa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

Pada tahun 1920, Sayyid Qutb berangkat ke Kairo untuk belajar. Ia meninggalkan kampungnya demi belajar. Ia juga harus rela tidak bertemu dengan gadis yang dicintainya demi menuntut ilmu.

“Tiba di Kairo,” tulis Dr Shalah Al Khalidy dalam Sayyid Qutb minal Milad ilal Isytihad, “hal pertama yang dilakukannya adalah menanyakan kabar gadis yang pertama singgah di hatinya itu.”

Namun, beberapa waktu kemudian Sayyid Qutb mendapatkan kabar yang mengiris hati. Gadis yang dicintainya itu menikah dan tinggal di pelosok kampung. Sayyid Qutb sempat menangis, namun sebuah takdir baru saja menjemputnya. Takdir unik yang kelak membuat namanya melegenda.

Sayyid Qutb tak lagi disibukkan dengan cinta hingga beberapa tahun kemudian. Itu pun berakhir dengan hal yang sama; patah hati. Lalu ia terus hidup sendiri hingga bersentuhan dengan dunia pemikiran Islam, lalu menjadi bagian dari pergerakan Islam bahkan menjadi ideolognya. Dalam kesendirian pula ia melahirkan puluhan karya dengan Fi Zhilalil Quran sebagai masterpiece-nya. Dalam kesendirian pula ia menemui Tuhannya. Syahid –insya Allah- dengan tersenyum di tiang gantungan. [KH/DakwahMedia]

Ombudsman : Polri Harus Buka - Bukaan Perihal Kasus Siyono


www.dakwahmedia.net - Perkembangan kasus dugaan pembunuhan Siyono (32) oleh Densus 88 mendapat sorotan dari Ombudsman Republik Indonesia. Selain keterangan yang berubah-ubah terkait penyebab kematian, sidang etik yang dilaksanakan Propam Mabes Polri yang digelar secara tertutup menjadi tanda tanya tersendiri.

Menyikapi hal itu, anggota Ombudsman Republik Indonesia, Andrianus E. Meliala mendesak Polri untuk membuat forum terbuka.

“Kan itu kan di-defense oleh Polri, Polri harus melakukan forum terbuka, lha ini mana forumnya? Jadi  Polri juga tidak boleh mendedikasikan itu. Nggak boleh mengagap itu sebagai nggak ada,” katanya kepada Kiblat.net di gedung Ombudsman Kuningan, Jakarta pada Rabu (27/04).

“Maka sekarang kalau ada permintaan macam-macam ini jadi bola liar kan. Bola liar yang isunya nggak terjaga lagi. Menurut saya yang saya sayangkan itu,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga menyayangkan soal sidang etik yang digelar secara tertutup. Menurutnya, minimal Polri harus mengundang salah satu perwakilan masyarakat.

“Itu juga menurut saya agak aneh itu, kenapa begitu? Okelah misalnya tertutup, tapi minimal ada undangan untuk Kompolnas, sebagai perwakilan masyarakat sipil. Nyatanya nggak juga, jadi menurut saya agak aneh itu,” tutupnya. [Kiblat/DakwahMedia]

Abu Ulya : Ada permainan Dibalik Kasus Santoso Yang Terbilang Lamban


www.dakwahmedia.net - Direktur Community of Ideological and Islamic Analyst (CIIA) Harist Abu Ulya menduga kuat ada permainan dibalik lambannya Polri dalam menaklukkan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Santoso.

Pasalnya, jika Polri serius dalam misi perburuan Santoso, maka strateginya adalah menurunkan pasukan dengan kapasitas perang gerilya sejak awal.

“Karena yang dihadapi memang kelompok yang menggunakan strategi perlawanan gerilya dan itu tidak pada Polisi dan Brimob. Dia tidak punya kapasitas untuk itu, harus TNI atau Kopassus sejak awal,” kata Harist  Selasa (26/4/2016) seperti dilansir Okezone.

Karena itu, dalam hal ini Polri harus mengenyampingkan ego sektoral dan menyerahkannya pada TNI agar tujuan misi ini cepat tercapai. Namun, karena hal tersebut tidak ditempuh, kecurigaan pun muncul. Harist menduga adanya “panggung sandiwara” berupa kepentingan-kepentingan pribadi di balik persoalan tersebut.

“Kalau mau serius, dari dulu selesai masalahnya. Kan ada aroma, ada 'panggung sandiwara', kepentingan anggaran, kepentingan promosi jabatan pangkat. Jadi ada kepentingan oportunis yang menjadikan kasus Poso itu enggak ada ujung,” jelas dia.
Menurut analisis Harist, TNI dan Polri punya kekuatan yang cukup untuk menaklukkan Santoso. Kelompok Santoso berada di wilayah teritori yang relatif sempit, dengan persenjataan dan logistik yang terbatas.

“Jumlah mereka tidak banyak, senjata tidak banyak, logistik tidak banyak. Aparat kalau mau serius, senjata lebih banyak, logistik lebih banyak, kelemahannya kalau polisi tidak mungkin menghadapi perang gerilya,” ujar dia. [VoaIslam/DakwahMedia]

Makan Aking Di Lumbung Padi


www.dakwahmedia.net - Dikutip dari Metronews.com, “Satu keluarga di Kabupaten Lebak, Banten, harus sabar mengkonsumsi nasi aking selama 15 tahun karena terjerat kemiskinan. Rumah mereka  hanya satu kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten Lebak, tepatnya di Kampung Ciseke Rt 03/02 Desa jatimulya, Kecamatan Rangkasbitung.”

Begitulah nasib yang dialami oleh beberapa keluarga di kampong Ciseke. Mereka mengaku terpaksa memakan nasi aking karena pendapatan mereka tidak cukup  untuk membeli beras.

Miris! Indonesia negeri agraris dimana padi tumbuh hampir di setiap pelosok desa. Tetapi masih ada saja yang tidak bisa merasakannya. Kurangnya SDM bukanlah alasan sesungguhnya kenapa mereka tidak bisa makan dengan layak.Ketua Himpunan Pemerhati Pembangunan Banten Indonesia (HP2BI) Nopi Agustina mengatakan.

”Seharusnya pemerintah peka terhadap kondisi masyarakat di lapangan, jangan hanya memprediksi dari data BPS (Badan Pusat Statistik, red).”

Hal ini membuktikan bahwa sistem saat ini adalah sistem dimana para pejabat ingin mengendarai mobil dinas mewah untuk memenuhi ego mereka yang sayangnya tidak ssuai dengan kinerjanya yang seharusnya membuat rakyat sejahtera. Namun sebaliknya, justru ingin membuat rakyat sengsara.

Seharusnya kita kembali menengok sistem yang tidak hanya mengentaskan kemiskinan. Sistem yang dulu pernah diterapkan dan berhasil hinga saat tak seorangpun mau menerima zakat. Bukan karena mereka sombong, tetapi karena mereka sudah hidup lebih dari cukup. Saat itulah Islam benar-benar menjadi rahmatan lil ‘alamin. [voa-islam/DakwahMedia]]

KELEZATAN TA'AT KEPADA ALLAH SWT


www.dakwahmedia.net - Berkata Muslim bin 'Abidin --semoga Allah merahmatinya-- : "Bagi mukmin yang ta'at kepada Allah, di dunia ini, tidak ada yang lebih lezat selain berkahakwat dengan bermunajat kepada Allah SWT. Tidak ada yang lebih mereka cintai di akhirat kecuali besarnya balasan pahala yang terpatri  dalam dada mereka.  Dan kelezatan di hati mereka  adalah saat mereka "memandang" pada Rabb-nya."

Kelezatan hakiki bagi insan adalah kelezatan bathiniyah. Sementara kelezatan lahiriyah atau material bersifat fana dan pasti akan hilang. Kelezatan materi tidak lebih hanya akan meniscayakan dua hal, akan meninggalkan kita atau kita yang akan meninggalkannya.

Manusia yang selalu mencari kelezatan dunia, pertanda  mata hatinya telah kabur. Bashirahnya tertutupi hiruk pikuk dunia, dan lupa akan hakikat dan akhirat.

Dunia tidak lebih dari perhiasan, dan akhirat adalah sebaik-baik tempat kembali dan masa depan sejati.
  
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).”(Ali Imran 14)

Kelezatan dan kebahagian itu ada di hati, dan Allah SWT menggariskan bahwa kelezatan, ketenangan dan kebahagiaan hati itu hanya dengan mengingat dan bermunajat kepada-Nya.

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (Ar Ra’du 28)

Ketenangan jiwa dan ketentraman hati dengan mengingat Allah, adalah  ketentuan pasti dari Allah sebagaimana pastinya manis pada gula, asin pada garam. Tidak ada ruang perdebatan, kepastiannya bukan untuk didiskusikan, namun akan terbukti dengan dilakukan dan dirasakan.  Kunci utamanya adalah keimanan dan  keyakinan.

Bagi mukmin, kelezatan itu terus akan  terpatri, di dunia dan sampai menumui Allah di Yaumil Akhir nanti.

“Hai manusia, Sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, Maka pasti kamu akan menemui-Nya.” (Al Insyiqaq: 6)

Dan puncak kelezatan itu adalah saat menatap Rabb-nya di Surga.
 
“Wajah-wajah (orang-orang mu'min) pada hari itu berseri-seri. Kepada Rabbnyalah mereka memandang". (QS Al-Qiyaamah:22-23)

Imam Ibnu Katsir berkata: "Kenikmatan yang paling agung dan tinggi  yang melebihi semua kenikmatan yang ada di surga adalah memandang wajah Allah yang maha mulia, karena inilah “tambahan” yang paling agung yang melebihi semua kenikmatan yang Allah berikan kepada para penghuni surga. Mereka berhak mendapatkan kenikmatan tersebut bukan (semata-mata) karena amal perbuatan mereka, tetapi karena karunia dan rahmat Allah”.
Oleh : H Luthfi Hidayat

Peggy Melati Sukma : Dua Hal Yang Tidak Boleh Hilang Dari Hidup Kita


www.dakwahmedia.net - Eks selebritas tahun 90-an dan awal 2000-an, yang terkenal lewat perannya di Sinetron Gerhana yang kini telah berhijab Peggy Melati Sukma mengatakan bahwa hanya ada dua hal yang tidak boleh hilang dari hidup kitu di dunia ini.

“Hanya ada dua hal yang tidak boleh hilang dari hidup kita yaitu, Allah dan Rasu-Nya,” kata Peggy belum lama ini dalam saat menjadi pembicara sebuah acara Kemuslimahan di Unpas, Bandung.

Peggy Melati Sukma, yang kini telah behijrah dari dunia entertainment dalam kesempatan yang sama menyampaikan tentang tahapan perjalanan hidupnya dari kecil sampai dengan saat ini.

“Dalam usia 0 sampai 13 tahun pendidikan agama saya sangat baik, saya menghafalkan Al-Quran, bahkan juara MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran), juga saya sudah menutup aurat sebelum akil baligh,” ujar Muslimah yang saat ini menjadi salah satu duta lembaga kemanusian ACT.

“Pada usia 15 sampai 35 tahun sayang mengenal dunia hiburan, hidup saya terjerumus dalam kejahiliyahan, dan dari usia 35 tahun sampe sekarang saya kembali hijrah dan mencoba untuk tetap istiqomah,” pungkas penulis buku Kujemput Engkau Disepertiga Malam. [VoaIslam/DakwahMedia]

DAKWAH ITU SEPERTI SINAR MATAHARI, ADA DI MANA-MANA


www.dakwahmedia.net - Di setiap buminya Allah, di sana ada orang yang dengan ikhlas berjuang li i'lai' kalimatillah. Mereka berjuang tanpa peduli celaan orang-orang yang mencela dan pujian orang-orang yang memuji. Mereka berjuang semata-mata untuk menggapai ridlo Allah.

Bisa jadi, dakwah di halang-halangi di suatu tempat, tapi justru diterima di tempat lain. Lalu dihimpunlah kekuatan unk membebaskan daerah tempat yang menghalang-halangi dakwah.

Rasulullah sendiri, awalnya berdakwah di Makkah. Lalu beliau dihalang-halangi di sana, dianggap makar di sana, dan dianggap membahayakan eksistensi Makkah. Apakah semua tempat menolak dakwah? Ternyata tidak. Madinah justru menerima Islam dan menjadi daulah Islam pertama. Dari sana kemudian dihimpun kekuatan, dan akhirnya Makkah dibebaskan.

Akankah tempat kita berpijak saat ini, tempat darah kita ditumpahkan (tempat lahir kita), dan tempat dimana tanah-air-udaranya menyusun raga kita, menjadi tempat berdirinya kalimat Allah unk pertama kalinya atau menjadi tempat yang akan dibebaskan, karena warganya menolak dakwah secara membabi buta?

Yang jelas, kedaulatan Islam akan datang: baik menjadi yang pertama atau menjadi yang dibebaskan.

Jadi, menghalangi-halangi dakwah tak ubahnya hanya seperti menghalangi sinar matahari. Bisa jadi, kita memang mampu menutupnya di suatu jengkal tanah, tetapi kita tak akan mampu menutupi semua jengkal tanahnya Allah di muka bumi ini.

Wallahu a'lam.
Oleh : Choirul Anam (Dosen Fisika Medik Universitas Diponegoro)

Poliri Harus Hukum Mati Aparat Yang Bermain - Main Dengan Bandar Narkoba


www.dakwahmedia.net - BNN harus segera memeriksa data dan CTTV di LP Lubuk Pakam, Sumut. Ini perlu dilakukan agar diketahui siapa saja polisi, yang pernah mengunjungi bandar narkoba Tony alias Toge yang diduga menyuap Rp 2,3 miliar kepada AKP Ichwan Lubis Kasat Reskrim Narkoba Polres KP3 Belawan.

Demikian dikatakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane dalam Siaran Persnya yang diterima Islampos, Selasa (26/4).

IPW mendesak kasus Belawan ini agar dibongkar dengan tuntas dan tidak hanya menjerat AKP Ichwan, tapi juga mengungkap semua polisi yang diduga pernah menerima uang suap dari Tony. Salah satu cara adalah membuka data dan CCTV orang-orang yang pernah mengunjungi Tony di LP Lubuk Pakam dan kemudian membongkar rekening mereka.

Melihat luasnya jaringan Tony, bukan mustahil bukan hanya AKP Ichwan yang menerima suap dan bisa juga sejumlah oknum dari instansi lain dan ini menjadi tugas BNN untuk membongkarnya.

IPW sangat prihatin dengan kasus di Belawan. Kasus ini adalah kasus yang kesekiankalinya dimana polisi terlibat dan diduga bermain-main dengan bandar narkoba, terutama di Sumut. Namun kasus di Belawan ini lebih mengejutkan karena BNN menemukan uang Rp 2,3 miliar di rumah polisi tersebut.

“Berulangnya kasus polisi terlibat narkoba merupakan puncak gunung es yang diduga  lebih banyak lagi oknum polisi yang diduga terlibat narkoba. Bagaimana pun kasus ini semakin menunjukkan bahwa narkoba makin sulit di berantas di negeri ini sebab bandar narkoba makin banyak memperalat aparat penegak hukum,” kata Neta.

IPW berharap Polri senantiasa bersikap terbuka terhadap aparatnya yang terlibat narkoba dan memaparkannya ke publik secara berkala. Selain itu polri harus bersikap tegas menindak aparatnya yang bermain-main dengan bandar narkoba dan harus mengenainya pasal hukuman mati.

Makin banyaknya aparat yang diperbudak narkoba dan diperalat bandar narkoba akibat lemahnya pengawas dari atasan terhadap bawahan, selain itu lemahnya hukuman yang diberikan institusi polri terhadap aparaturnya, bahkan institusi cenderung melindungi, akibatnya tidak ada efek jera dan polisi-polisi nakal makin nekat mempermainkan hukum.

“Seharusnya Polri bertindak tegas dalam kasus ini. Jika terbukti yang bersangkutan bermain-main dengan narkoba dan bandar narkoba seharusnya segera dipecat dari Polri dan dijatuhi hukuman mati. Sehingga polisi-polisi lain tidak nekat untuk meniru ulah yang bersangkutan.”

IPW berharap, kasus ini harus menjadi pelajaran berharga bagi polri, sebab itu kasusnya harus dituntaskan dan jaringan yang melibatkan tidak harus dibongkar, untuk diketahui apakah ada polisi lain yang terlibat dlm kasus ini. [IP/DakwahMedia]