Pola Pikir Kacau, Ahok tak Mau Melarang LGBT



Usai Ade Armando mati-matian membela LGBT kini giliran Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) pun meminta agar jangan ada yang menghakimi kelompok LGBT. Bahkan iapun tak berani melarang orang berbuat maksiat seperti itu.

“Kita juga enggak bisa melarang orang berbuat seperti itu kan. Sekarang siapa yang enggak pernah buat salah?” ungkap Ahok saat diminta tanggapan mengenai fenomena LGBT di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Selasa (26/1/2016). Seperti dilansir detik.

Bagi Ahok, tidak sepatutnya ada yang menghakimi mereka yang merupakan golongan LGBT. Sebab soal moral, tidak bisa diukur dari pilihan hidup seseorang.

“Orang berzinah salah enggak menurut agama? salah. Punya simpanan salah nggak? salah juga. Jadi bedanya apa? korupsi masuk neraka nggak? sama juga. Kita juga nggak bisa menghakimi mereka,” tukas Ahok.

Mengenai LGBT sendiri, Pemprov DKI disebut Ahok lebih fokus mengenai pendampingan pencegahaan HIV/AIDS. Pasalnya penyakit tersebut memang banyak ditemui di kalangan kelompok ini.

“Yang penting bagi kami jangan sampai terjadi penularan HIV/AIDS, karena terjadi sesuatu seperti ini. Karena di kalangan mereka juga banyak sekali ditemukan seperti ini. Bagi kami adalah mencegah itu,” ucap Ahok.

“Jadi saya pikir gimana cara meluruskan mereka lah. Ini susah, zaman dunia ini makin lama makin ngaco. Lama-lama orang makin enggak percaya Tuhan. Makanya kita yang masih percaya Tuhan mesti (membantu meluruskan),” sambung mantan Bupati Belitung Timur itu.

Ahok pun tidak mau ikut-ikutan dengan mengeluarkan pernyataan larangan terhadap kelompok LGBT. Pihaknya lebih berfokus pada pembinaan dan pencegahan terhadap HIV/AIDS.

“KPAP (Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi) sudah ada kok datanya, sudah tahu. justru kita kerja sama dengan beberapa pihak untuk menangani masalah HIV/AIDS,” tutur Ahok.

Lantas bagaimana tanggapan anda tentang pihak-pihak yang menentang LGBT?

“Yang jelas dari zamannya nabi dulu sudah begitu, dari cerita Ibrahim dan Luth sudah begitu,” jawab Ahok mengakhiri.[RN]

sumber: panjimas

Cara Islam Menangani Korupsi



Islam adalah dinullah, sistem kehidupan yang disyariatkan Allah Swt,  dinun kamil, sistem kehidupan yang sempurna (QS. Al Maidah ayat 3).  Islam sebagai syariat Allah Swt mengatur tata cara hidup manusia mulai dari bangun pagi sampai tidur di malam hari.  Islam mengatur  cara pandang manusia,  cara beribadah kepada Allah Swt,  cara bermuamalah dengan manusia hingga cara mempertahankan hidup manusia dari berbagai ancaman, tantangan, hambatan, maupun gangguan atas eksistensi diri manusia.  Islam mengatur urusan pribadi  manusia dalam hubungan pribadinya kepada Allah Swt maupun urusan pribadinya dengan dirinya sendiri, serta urusannya dengan keluarganya, dan urusannya dengan manusia-manusia lain di masyarakat dalam kehidupan bermasyarakat  dan bernegara.  Ya Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.

Termasuk di dalam perkara yang diatur oleh Islam adalah urusan pemerintahan dalam hubungan pemerintah dengan rakyat, di antaranya adalah pengaturan pencegahan dan pemberantasan korupsi.  Korupsi dalam terminology hadits Nabi Muhammad Saw diungakap dalam kalimat ghulul ( غلول).  Rasulullah Saw bersabda: 

Diriwayatkan suatu hadits bahwa Nabi Saw bersabda:  “Siapa saja yang kami tugaskan untuk menangani suatu pekerjaan dan kami telah memberinya rizki (kompensasi), maka yang dia ambil setelah hal itu adalah ghulul (harta korupsi).”  (HR. Baihaqi).  

Pencegahan dan pemberantasan Korupsi 

Beberapa petunjuk Rasulullah Saw dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi (ghulul) antara lain, pertama,  Rasulullah Saw menjelaskan hak-hak seorang pejabat.  Beliau Saw bersabda: 

“Siapa saja yang bekerja untuk kami dan tidak punya rumah tinggal, hendaklah dia mengambil rumah tinggal, atau kalau dia tidak punya istri hendaknya dia menikah, dan jika dia tidak punya pembantu hendaknya dia mengambil seorang pembantu, dan bila tidak punya hewan tunggangan hendaknya dia mengambil hewan tunggangan.  Dan siapa yang mengambil selain itu maka dia adalah koruptor.”(HR. Imam Ahmad dalam Musnad Ahmad bin Hanbal Juz 4/229) . 
Kedua, Rasulullah Saw. memberikan peringatan kepada pejabat yang baru diangkat. Tatkala Muadz bin Jabal r.a. berangkat ke Yaman untuk menjalankan tugas baru sebagai Wali Negeri (Gubernur), Rasulullah Saw mengutus seseorang untuk memanggilnya kembali.  Rasulullah Saw. bersabda: “Tahukah engkau kenapa aku mengutusmu?.  Agar jangan engkau mengambil sesuatu tanpa izinku sebab itu adalah ghulul (korupsi): Allah Swt berfirman: Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, Maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu…(QS. Ali Imran 161).

"Untuk inilah aku memanggilmu maka jalanlah menangani pekerjaan anda”.(HR. Tirmidzi).     
Ketiga, Rasulullah Saw membatalkan hadiah rakyat kepada pejabat.  

Imam Al Bukhari dalam Sahihnya Juz 9/88 meriwayatkan suatu hadits dari Az-Zuhry …bahwa Rasulullah Saw. mengangkat seseorang dari bani Asad bernama Ibnu Atabiyah menjadi pejabat pengumpulan harta shadaqah untuk Negara.  Tatkala menjumpai Rasulullah Saw. dia berkata: “Ini untuk anda, sedangkan yang ini adalah hadiah untukku”.  Rasulullah Saw lalu berdiri di atas mimbar bersabda: “Bagaimana bisa seorang petugas yang kami utus dia lalu datang dan berkata: Ini untuk anda sedangkan yang ini hadiah untukku.  Kenapa dia tidak duduk-duduk di rumah bapaknya dan ibunya lalu menunggu apakah dia akan diberi hadiah ataukah tidak? Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya tidaklah seorang pejabat mendapatkan suatu hadiah  melainkan di hari kiamat nanti suatu hadiah itu akan dipikulnya (sebagai barang bukti) baik itu onta, sapi, maupun kambing.  Lalu Beliau Saw mengangkat kedua tangannya sambil berkata: Bukankah sudah aku sampaikan? 3x.     

Pemberantasan Korupsi Targetnya Menyelamatkan Harta Negara  

Target pemberantasan korupsi dalam Islam bukanlah menjebloskan orang ke dalam penjara, lalu dengan penyidikan, penyelidikan, serta sidang dengan pembuktian bertele-tele yang bisa jadi  menghabiskan biaya yang tidak sedikit.  Belum lagi aparat pemberantasan korupsinya juga tidak steril dari budaya korupsi yag merajalela. 

Nabi Saw memahamkan kepada para sahabatnya bahwa jabatan itu adalah amanah yang di hari kiamat nanti akan menjadi kehinaan dan sesalan kecuali bagi mereka yang mengambil jabatan dengan benar dan melaksanakan amanahnya dengan benar.  Sehingga seorang pejabat tidak akan aji mumpung untuk memperkaya diri, apalagi untuk balik modal seperti dampak pilkada liberal. Umar Bin Khaththab contoh pejabat dengan keberhasil penaklukan yang luar biasa sehingga Negara berkelimpahan harta rampasan (ghanimah) yang luar biasa, namun beliau tetap hidup sederhana. Umar r.a. masih menggunakan jubah penuh tambalan.  

Di zaman Nabi Saw adalah salah seorang pejabat yang langsung mengundurkan diri tatkala mendengar taushiyah Nabi Saw bahwa di hari kiamat nanti barang bukti korupsi akan dipikul sang koruptor di hari kiamat, walau cuma sebatang jarum. Itu karena ketaqwaan yang bersangkutan, takut kepada azab neraka jahannam. Kebanayakan pejabat hari teracuni pikiran sekuler, menganggap jabatan Negara tidak ada urusan dengan agama, makanya mereka tidak takut kepada Allah Swt, tidak mikir nasib buruk di nerakan jahannam akibat korupsi. Pejabat sekuler ini hanya takut kepada hukuman hakim KPK.  

Khalifah Umar bin Khaththab r.a. pernah menyidang Abu Hurairah r.a. yang beliau angkat menjadi pejabat di Bahrain. Selama masa jabatan itu Abu Hurairah r.a.  mengumpulkan harta pribadinya sebanyak 12 ribu Dinar (kalau dirupiahkan sekitar 25 M). Tatkala kembali ke kota Madinah Umar r.a. langsung menyemprotnya. Umar r.a. berkata: Hai musuh Allah, dan musuh Kitab-Nya, engkau telah mencuri harta Allah!”.  Abu Hurairah menjawab: Aku bukan musuh Allah dan bukan pula musuh Kitab-Nya.  Justru aku adalah musuh orang yang memusuhi keduanya.  Harta itu aku peroleh (secara halal) dari kuda-kuda yang diproduktifkan serta saham-saham usaha yang dikumpulkan”.  Namun Umar r.a. tetap menyita harta tersebut untuk dikembalikan kepada Baitul Mal  (lihat Abu Yusuf, Al Kharaj Juz 1/206). 

Belajar dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Mengambil pelajaran dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang mampu mengkonsolidasikan kekuatan ekonomi negaranya hanya dalam tempo dua tahun dengan diawali dengan penyerahan seluruh kekayaan keluarganya yang dianggap tidak wajar, lalu dengan kekuatan moral dan spiritual yang beliau miliki, akhirnya seluruh kerabat pejabat dalam Khilafah Umayyah menyerahkan seluruh harta kekayaan dan kemewahan mereka yang berada di atas tingkat kewajaran diserahkan kepada Baitul Mal (Kas Negara).  
Oleh karena itu, jika bangsa dan negara ini serius dan mau memberantas korupsi secara tuntas, maka harus ada kesepakatan politik di antara kekuatan-kekuatan yang ada, untuk mengubah system yang ada ini menjadi  system pemerintahan syariah, lalu memberikan kewenangan penuh kepada kepala negara untuk mengambil tindakan politik atas korupsi dengan pola Khalifah Umar bin Abdul Aziz.  Yakni, kepala negara bisa memulai menyerahkan kekayaan dirinya dan keluarganya serta kaum kerabat dan kelompok politik pendukungnya untuk menyerahkan seluruh harta kekayaan yang tidak wajar kepada Baitul Mal (Kas Negara). Setelah itu diikuti oleh para pejabat lainnya serta para pengusaha yang memiliki kekayaan hasil korupsi kepada Baitul Mal (Kas Negara). Pemerintah bisa memberi tempoh sekitar 1-2 bulan untuk setiap pejabat dan pengusaha yang merasa dirinya terlibat dalam korupsi untuk segera menghitung kekayaannya dan mengembalikan kekayaan yang tidak wajar kepada Baitul Mal (Kas Negara).  Bagi mereka yang dengan sadar melakukan hal itu, maka mereka tidak dikenai tuntutan hukum apapun dan mereka diminta memulai kehidupan baru secara wajar sesuai dengan petunjuk syariah dalam kehidupan ekonomi dan pemerintahan.  

Adapun  bagi mereka yang telah melewati batas waktu yang diberikan itu dan masih menyimpan harta korupsinya, maka yang bersangkutan wajib ditangkap dan diminta membuktikan harta kelebihan yang mereka miliki sebagai harta yang halal.  Bila tidak mampu membuktikan, maka mereka wajib diberikan hukuman ta’zir yang setimpal, mulai dari kurungan penjara hingga hukuman mati! Insyaallah dengan cara itu korupsi dapat dibasmi. Wallahu a’lam! 

[Muhammad Al Khaththath]

sumber: suara-islam

Cara Rasulullah Cegah Umatnya dari LGBT



Kampanye gerakan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) sudah semakin nyata. Melalui dunia maya hingga ke kalangan akademisi, para aktivis itu mempropagandakan agar masyarakat menerima perilaku seks menyimpang karena sudah merupakan bawaan lahir. 

Seorang laki-laki bisa saja menyalurkan hasrat seksualnya kepada sesama laki-laki, seperti halnya kaum perempuan yang juga dapat melampiaskan keinginan seksual mereka kepada sesama jenis. Namun, pemenuhan kebutuhan seksual seperti itu tidak sesuai dengan tujuan diciptakan-Nya naluri seksual sebagaimana dijelaskan Alquran. Karena itulah, Islam mengharamkannya.

Dengan menciptakan naluri seksual pada manusia, Allah menghendaki agar keturunan mereka tidak punah. Allah menciptakan bagi kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri dan menjadikan bagi kalian dari istri-istri kalian itu sejumlah anak dan cucu, demikian firman Allah SWT dalam QS an-Nahl: 72.

Islam mengajarkan kita untuk mencegah sedini mungkin penyimpangan seksual. Rasulullah pun mempunyai cara untuk mencegah keluarga dan umatnya berperilaku menyimpang. Sabda Nabi SAW, "Suruhlah anak-anak kalian mengerjakan shalat saat mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka (bila tidak mau mengerjakannya) saat mereka berumur sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka." (HR Abu Dawud).

Penyimpangan seksual dalam bentuk homoseksualitas, lesbianisme, ataupun inses--hubungan seksual dengan kerabat dekat--sangat mungkin terjadi karena faktor kebiasaan dalam lingkungan keluarga. Artinya, seorang anak yang terbiasa tidur satu ranjang dengan saudaranya sesama jenis dapat muncul dalam dirinya kesenangan terhadap sesama jenis (homoseks ataupun lesbian).

Kasus yang sama juga bisa terjadi dalam perkawinan inses. Karena itu, Nabi sangat tegas memerintahkan agar tempat tidur anak-anak dipisahkan, baik mereka sesama jenis maupun lain jenis. Para orang tua harus benar-benar memperhatikan masalah yang sangat penting ini.

Kedua, dengan membiasakan anak-anak bermain dengan alat ataupun jenis permainan sesuai dengan jenis kelamin mereka. Rasulullah SAW memerintahkan para orang tua mengajari anak-anak laki-laki berlatih memanah, berkuda, dan bermain pedang. Sedangkan, anak-anak perempuan, sebagaimana dilakukan Aisyah RA saat masih kecil, biasa bermain boneka.

sumber: republika

Perekrut Utama ISIS Australia dilaporkan Telah Tewas di Suriah



NEIL Prakash, orang yang diduga perekrut utama ISIS di Australia dilaporkan telah tewas di Suriah. Kematian Prakash telah dikomunikasikan antara tokoh-tokoh senior dalam jajaran ISIS, Ahad (31/1/2016).

News Corp mengutip seorang anggota ISIS, bahwa kematian Prakash ini diposting melalui aplikasi pesan rahasia yang dikenal sebagai Telegram. Bukan di media sosial seperti biasanya.

Pemerintah Australia belum mampu untuk mengkonfirmasi hal ini. Juru bicara Jaksa Agung George Brandis mengatakan, “Belum bisa dikonformasi karena situasi keamanan yang serius di Suriah dan Irak.”

Ahli kontraterorisme Greg Barton, direktur Global Terorisme Research Centre, mengatakan bahwa “mengingat informasi sumber yang dikutip, tampaknya sangat mungkin bahwa ia telah dibunuh”.

Prakash, pria kelahiran Melbourne, yang menyebut dirinya Abu Khalid al-Cambodi, diduga salah satu dari sejumlah perekrut secara online pejuang asing Australia.

Dia diburu sejak Agustus lalu di bawah surat perintah yang dikeluarkan oleh polisi federal Australia. Dia terkait dengan dugaan persekongkolan untuk memenggal kepala seorang polisi Victoria tahun lalu pada ANZAC Day, hari peringatan persatuan keamanan Australi dan Selandia Baru.

sumber: islampos

Ust Bachtiar Nasir :LGBT Bencana besar Indonesia


Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Bachtiar Nasir mengingatkan bahaya besar bila masyarakat sudah sangat toleran dengan merebaknya LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) di Indonesia.
Menurut dia, masyarakat Indonesia harus sadar ada bahaya besar yang mengancam bangsa ini bila sudah terlalu toleran dengan perilaku LGBT. “Belajar dari sejarah, agama menyebut kaum Sodom dilaknat Tuhan hingga hancur. Kita harus yakin pasti ada bencana besar bila LGBT ini dibiarkan,” katanya seperti dimuat di republika.co.id, Senin (25/1).
Bachtiar melanjutkan, kewaspadaan dan kesadaran ini penting. Sebab, benih-benih LGBT ini sudah masuk ke generasi muda melalui perilaku menyimpang yang menjadi tren dalam pergaulan dan media elektronik saat ini.
Di sisi lain, kelompok-kelompok pro-LGBT tidak henti-hentinya mempromosikan persamaan hak bagi mereka yang mengidap kelainan seksual ini dan justru bukan untuk menyadarkannya.
Karena itu, kata dia, semua pihak, baik orang tua, instansi keagamaan, maupun pendidikan serta pemerintah harus turun bergerak bersinergi agar pemakluman ini tidak terjadi di masyarakat.
“Orang tua harus mulai mengantisipasi dan melihat perilaku anaknya. Rasulullah telah mencontohkan agar anak yang sudah akil baligh harus diberikan pendekatan berbeda. Tidur harus dipisah sendiri, tidak dicampur, baik berlainan jenis atau sesama laki-laki atau perempuan,” katanya menjelaskan.
Bagi pemerintah, ia berharap fenomena LGBT yang ada di instansi pendidikan seharusnya menjadi alasan untuk memperkuat regulasi yang memperketat menyebarnya LGBT di lembaga pendidikan. Kalau atas fenomena ini ternyata tetap dibiarkan, ia khawatir suatu saat sudah terlambat karena sudah menyebar dan tidak bisa lagi dicegah.

Bentrok Dua Ormas di Medan Semakin Memanas (PP Vs IPK)



MEDAN – Bentrokan antara kedua kubu OKP antara Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) tidak hanya terjadi di seputaran Jalan Thamrin Simpang Jalan Asia, Medan, Sabtu (30/1/2016) sore. Namun bentrokan antara dua ormas itu sudah meluas ke sejumlah kawasan di Medan.

Bentrokan tersebut hingga melebar ke kawasan Jalan Asia. Selain satu unit sepeda motor dibakar, terlihat satu unit Suzuki Escudo BK 2 TW yang diduga milik anggota IPK juga ringsek diamuk kader PP. Bentrok antar OKP juga merembet sampai Jalan Brigjend Katamso, Kampung Baru Medan.

Pantauan wartawan di lapangan, aksi keributan ini sudah mulai mereda. Pasca-bentrokan yang mencekam, terlihat petugas Polresta Medan dan Polsek Medan Area turun ke lokasi, untuk mencegah bentrok susulan. Selain itu, ruas Jalan Asia juga diblokir.

Diduga motif bentrok antara OKP ini, berawal dari adanya konvoi anggota IPK melintas di Jalan Thamrin Medan, untuk menghadiri acara pelantikan pengurus PAC IPK Kecamatan Medan Denai Periode 2016-2021, siang tadi sekira pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai di Jalan Pelajar Medan Denai.

sumber: okezone

Tips Mempertajam Ingatan, agar Tidak Cepat Lupa



Menjengkelkan memang jika mendapati diri lupa melakukan atau mengingat sesuatu, apalagi jika itu adalah hal yang sangat penting. Lupa menaruh barang, lupa mengerjakan sesuatu, terlebih lupa pada janji dengan orang lain. Tak hanya diri sendiri, orang di sekeliling kita pun bisa jadi jengkel dengan sifat pelupa kita. 

Sebagaimana diketahui, otak merupakan salah satu organ terpenting bagi manusia yang berfungsi sebagai pusat kendali tubuh. Termasuk diantara tugas otak ialah merekan memori. Nah, seperti bagian tubuh lainnya, otak juga bisa mengalami penurunan fungsi. Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa cara sederhana yang dapat kita lakukan. Berbagai cara ini juga dapat menjaga dan meningkatkan daya kerja otak.

Olahraga ringan yang teratur

Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik berupa olahraga ringan dapat melindungi sel-sel otak. Aktivitas fisik yang sederhana seperti lari di pagi hari atau senam ringan, lebih baik daripada berdiam diri. Lakukan latihan ini 30 menit setiap hari. Dalam penelitian itu juga menunjukkan, orang yang terlalu banyak duduk memiliki penyusutan hipokampus (bagian dari otak besar yang berperan pada kegiatan mengingat) dibanding orang yang rutin berolahraga.

Rajin membaca dan menulis

Kemampuan mengingat dapat terjaga dengan sangat baik pada orang-orang yang sering membaca dan menulis. Oleh karenanya, mulai sekarang tingkatkan kebiasaan membaca, juga jangan segan menuliskan kembali apa yang kita dapat dari seminar, kajian, dan berbagai forum keilmuan yang kita ikuti.

Menjaga kesibukan

Sibuk lebih baik daripada banyak waktu luang. Ya, beberapa penelitian yang melihat pada mereka yang disebut "Super Agers", yakni orang yang tetap memiliki kognitif tajam hingga usia tua, mendapati bahwa rata-rata mereka mempunyai satu faktor yang sama, yakni aktif bergaul dan memiliki kehidupan sosial yang baik.

Jika kita telah selesai dengan pekerjaan kita, jangan berdiam diri di rumah. Banyak kegiatan-kegiatan positif di sekitar kita yang sangat bermanfaat untuk kita ikuti. Selain menambah banyak teman dan sebagai ajang silaturrahiim, tetap aktif dalam kesibukan yang positif terbukti efektif mempertajam daya ingat.

Mengontrol gula darah

Gula darah yang tinggi atau diabetes dapat mempercepat proses penurunan kognitif.  Dalam sebuah laporan ditemukan bahwa orang dengan diabetes atau bahkan pra-diabetik pada usia 50-an lebih mungkin untuk mengalami penurunan kognitif dibandingkan dengan mereka yang mempunyai kadar gula darah yang sehat.

Mengonsumsi minyak zaitun

Rutin mengonsumsi minyak zaitun tidak hanya melindungi jantung, tetapi juga otak. Sebuah kegiatan penelitian meminta seorang relawan untuk  secara khusus mengonsumsi beberapa sendok minyak zaitun setiap hari. Hasilnya, dalam tes yang mengevaluasi kecepatan berpikir, dia berhasil melakukannya dengan jauh lebih baik.

Konsumsi ikan

Ikan merupakan sumber omega 3 yang sangat baik untuk kesehatan otak. Menurut studi observasi, makan ikan dua kali seminggu dapat memiliki efek positif pada struktur dan fungsi otak. Hal ini juga akan menunda timbulnya gejala penurunan fungsi otak.

Mulai sekarang, mari upayakan untuk melaukan cara-cara sederhana di atas, agar jika kita termasuk kategori orang yang pelupa hal itu dapat segera ditanggulangi. Bagi yang tidak, cara sederhana tersebut insya Allah akan makin mempertajam daya ingat yang ita miliki.

(Haifa HR)

Inilah 3 Perkara yang Dapat Meninggikan Derajat



BANYAK di antara kita yang ingin bermunajat di tengah keheningan malam pada Rabb Semesta Alam. Namun matanya tak pernah sanggup untuk terbuka ketika di sepertiga malam. Ia senantiasa mencoba, dan lagi selalu gagal untuk membangun malamnya dengan penuh kemuliaan. Padahal, Allah berikan cara lain untuk meraih kemuliaan selain menghidupkan malam untuk bermunajat kepada-Nya.

Rasulullah SAW pernah bersabda dalam haditsnya,

“Ada tiga perkara yang membuat celaka, ada tiga perkara yang membawa selamat, dan tiga perkara yang dapat menghapus dosa, dan ada pula tiga perkara yang meninggikan derajat.

Adapun tiga perkara yang bisa membuat celaka adalah sifat kikir, mengikuti hawa nafsu, dan berbangga diri. Dan tiga hal yang membawa keselamatan adalah berbuat adil, baik dalam keadaaan marah maupun ridha (tidak marah), bersikap baik dalam keadaan miskin maupun kaya, dan takut kepada Allah baik ketika sendiri maupun bersama orang-orang.

Dan tiga perkara yang dapat menghapus dosa adalah menunggu datangnya waktu shalat setelah menunaikan shalat, berwudhu di pagi hari yang dingin, dan melangkahkan kaki untuk shalat berjamaah.

Adapun tiga hal yang dapat mengangkat derajat adalah memberi makan, menebarkan salam, dan mendirikan shalat pada malam hari ketika orang-orang sedang terlelap tidur.” (HR. Ath-Thabrani)

Ada yang dapat kita simpulkan dari hadits di atas. Kepada orang-orang yang sangat sulit untuk mendirikan shalat pada malam hari, maka raihlah kemuliaan dengan hartamu. Berikanlah bantuan kepada orang-orang yang telah putus harapan dan membangun kebahagiaan pada mereka. Ulurkanlah tanganmu untuk membantu kerabat, saudara dan tetanggamu yang tengah didera kelaparan. Karena engkau bisa meraih kemuliaan dan mendapatkan derajat yang tinggi dengan membantu orang lain.

Mari kita simak nasihat Rasulullah SAW dalam haditsnya, “Tebarkanlah salam, berikanlah makanan, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Ibnu Majah).

Maka, tak usah bersedih ketika engkau sulit untuk bangun malam karena Allah tengah menyiapkan pintu yang lain untuk meraih kemuliaan di hadapan-Nya. []

sumber: islampos

Militer Rusia Nyata-nyata Gagal Membawa Hasil Signifikan di Suriah



Meskipun   militer   Rusia   terus   menerus   melakukan   serangan pemboman   dari udara, para mujahidin   Suriah dari pihak   oposisi   terus   bertahan   melawan   dan   memerangi   pasukan   rezim   Assad   di   banyak posisi.

Menurut sebuah laporan yang   diterbitkan   pada tanggal   11 Januari oleh Jurnal   Mingguan Jane’s Defence yang berbasis di kota London, “selama hampir 4 bulan, meskipun didukung secara penuh oleh   militer Rusia,   Rezim Assad hanya dapat menambah   1,3 persen lahan/daerah yang dikuasainya”.   Salah   satu   daerah   di mana   ada   kemajuan/ keberhasilan   bagi rezim itu   tampak di   Turkmendagi   daerah   Latakia, seperti dilansir oleh Anadolu Agency.

Kekuatan Oposisi Suriah, faksi-faksi Mujahidin   masih   menguasai   setengah dari Provinsi Aleppo dan   menguasai   daerah basis   mereka di Idlib, yang   mereka berhasil rebut hampir   seluruhnya   tahun   lalu.

Serangan   rezim Assad yang   didukung   oleh   Angkatan   Udara   Rusia   juga   telah   gagal   dan tidak membawa kemajuan di   Hama dan   Homs, sementara itu   para   pejuang   oposisi Mujahidin Suriah terus melanjutkan untuk   mengamankan   wilayah Ghouta Timur di Rif Dimashq   meskipun   seringkali militer Rusia melakukan pemboman kelas berat di area itu.

Pihak Oposisi   Suriah, faksi mujahidin juga   telah   mendapat keuntungan   strategis   melawan rezim Syiah Nushairiyah ini   sejak   kampanye   militer   udara   Rusia   dimulai, 4 Bulan lalu, Mereka berhasil   merebut kembali wilayah   Hama Atshan dan   pedesaan Kafr   Nabuda, serta   kota strategis   Morik.

sumber: panjimas

Tiga Nasihat Tere Liye tentang Fenomena LGBT



JAKARTA -- Gerakan aktivis lesbian gay biseksual dan transgender (LGBT) ikut mengundang novelis terkemuka Darwis angkat suara. Lelaki yang lebih dikenal dengan nama pena Tere Liye ini memberi petuah untuk para penggemarnya di laman facebook resminya Tere Liye. Berikut tiga nasihat pengarang novel ' NEGERI PARA BEDEBAH'yang terkenal didunia pernovealan saat ini.

Kaum Cetek

Di dunia yang canggih hari ini, jika kalian habis-habisan menjaga anak-anak, keluarga dari serangan homo, lesbi, maka kalian akan disebut homo-phobia. Sementara yang homo, lesbian, termasuk para pendukungnya mendapat lencana: orang paling toleran, berhati mulia, dan the best people yang pernah ada.

Di dunia lebay hari ini, jika kalian berusaha menjalankan ajaran agama, simply hanya menegakkan perintah kitab suci masing-masing (karena jelas, homo, lesbi itu dilarang semua kitab suci agama tauhid), maka kalian terima nasib divonis: pendek pikir, dangkal, kampungan, berpikir mundur, dan semua gelar hina dina lainnya. Sementara yang homo, lesbian, termasuk para fansnya, pencinta mereka, mendapatkan sanjungan: manusia modern, sangat berpikiran maju, berwawasan, orang-orang terhebat yang pernah dilahirkan di muka bumi.

Tapi itu tidak masalah. Dan memang bukan masalah? 

Jangan terpancing berdebat, jangan habiskan waktu berantem. Tetaplah jadi “orang dangkal”, “kampungan”, “cetek”, biarkan saja orang-orang menilai bebas tentang kita di luar sana. Kita memilih terus fokus menjaga anak-anak, keluarga kita dari paham2 ini. Dan terus sebarkan tulisan, agar mereka tahu, masih banyak yang peduli. Masih banyak yang akan terus saling menasehati.

Propaganda yang Kita Bayari

Starbucks, adalah pendukung legalisasi pernikahan sesama jenis. Boss mereka, sama sekali tidak risih, tidak sungkan, di Amerika sana, menyatakan dukungan secara terbuka, bahkan termasuk membantu apasaja yang bisa mereka lakukan agar pernikahan sesama jenis dilegalkan. Kalian tidak tahu fakta ini? Well yeah, karena kalian tutup mata. Sudah lama sekali Starbuck memposisikan membela habis2an pernikahan sesama jenis. Di Amerika sana banyak yang protes keberatan soal betapa berani dan terbukanya Starbucks, seolah tidak peduli lagi dengan konsumennya yang taat beragama, tapi Starbucks santai saja menanggapi keberatan. Toh, toko mereka tetap ramai. Orang-orang tetap nongkrong di Starbucks, untuk memposting di akun media sosialnya: “Saya menolak pernikahan homo, lesbian.”

Ironis sekali.

Amazon, salah-satu contoh berikutnya. Boss Amazon yang termasuk orang terkaya di dunia, menyumbang 30 milyar rupiah lebih saat kampanye legalisasi pernikahan sesama jenis di Washington. Itu tidak sedikit. Kalian mendukung sesuatu? Paling hanya sebatas dukungan saja. Tapi si boss amazon ini bahkan mau menyumbang 30 milyar lebih, demi terwujudnya undang-undang tersebut. Apakah Amazon tidak khawatir pembelinya kabur? Tidak. Pembelinya sambil memesan produk online di website Amazon, secara simultan mengklik like berita tentang penolakan pernikahan homo, lesbian.

Apple, contoh berikutnya. Boss Apple tidak malu-malu mengaku dia gay. Apakah Apple marah? Tidak. Secara institusi mereka asyik-asyik saja. Apakah penjualan Apple turun drastis saat bos-nya bilang dia gay? Juga tidak.

Inilah propaganda yang justeru diongkosi oleh kita semua. Sadarkah kita? Atau bodo amat. Peduli setan. Toh, dunia ini bukan soal moralitas. Ngapain pula saya harus berhenti ke Starbucks, berhenti membeli produk Apple? Saya suka dengan produk mereka, selesai, tidak ada hubungannya dengan soal homo, lesbian. Itu keputusan kalian semua. Dan memang hak semua orang.

Tapi ketahuilah, inilah sungguh, propaganda besar-besaran yang justeru diongkosi oleh kita semua. Termasuk pesohor2, selebritis, artis2, mereka besar karena fansnya pergi ke bioskop, membeli lagu, dsbgnya, dsbgnya. Propaganda yang mereka sebarkan, justeru dibiayai oleh kita semua. Pikirkanlah.

Bicara Biasa Saja

Bicaralah dengan cara biasa-biasa saja, dek.Yang cowok, kalian nggak perlu genit, centil, manja, dsbgnya. Yang cewek, juga sama, pun tidak perlu lebay imut menggemaskan, atau sebaliknya malah niru-niru cowok. Sesuai kodrat masing-masing sajalah.

Yang sudah terlanjur begitu, segera dilatih untuk berubah, didisiplinkan, bukan malah dibiarkan, lantas bilang: "inilah hidupku, aku memang sudah terlahir begini". Itu argumen ngasal, tidak benar, mana ada bayi yang pas lahir langsung alay, melambai. Melainkan dirinya sendiri dan lingkungan sekitar yang membuatnya begitu.

sumber: republika

Tiga Teknik Mengajar Tahfizh Alquran buat Balita



JAKARTA -- Dai muda yang juga penemu metode Menghafal Alquran Semudah Tersenyum, Ustadz Bobby Herwibowo mengungkapkan tiga teknik mengajar tahfidz (menghafal) Alquran buat balita (bayi di bawah lima tahun).

Pertama, ungkap Ustaz Bobby, harus menyenangkan. ''Bacakan Alquran kepada mereka dengan cinta dan senyuman. Anak kecil, khususnya balita, tidak perlu diajar baca dan tulis huruf jika itu merepotkan,'' paparnya kepada Republika.co.id, Ahad (31/1) menjelaskan.

Menurut Ustaz Bobby, ajak anak-anak ikut melafalkan apa yang Anda baca dari ayat Alquran. ''Ulangi berkali-kali hinga bacaan jelas dah fasih. Bila anak sudah menguasai satu surat pendek, pindahlah ke surat berikutnya,'' jelasnya menyarankan. 

Ustaz Bobby mengingatkan, abaikan target hafalan dan harus fokus pada keceriaan anak. ''Jangan lupa beri hadiah bila anak bisa menghafal setengah atau satu juz. Itu dilakukan agar anak termotivasi untuk terus menghafal dan mencintai Alquran,'' ujarnya.

Teknik kedua, ungkap Ustaz Bibby, perdengarkan. Menurut dia, setiap anak balita mampu menguasai banyak bahasa yang sering ia dengar. 

Contoh, meski asli anak Indonesia dari ayah dan ibu asli Indonesia namun ia terlahir di Amerika misalnya. Maka tanpa perlu belajar bahasa Inggris, insya Allah anak akan fasih berbahasa Inggris seperti orang Amerika kebanyakan.

''Mengapa demikian? Sebab ia biasa mendengar. Maka teknik agar balita bisa menghafal Alquran dengan baik adalah dengan cara memperdengarkan Alquran,'' tuturnya menjelaskan.

Ustaz Bobby Herwibowo mengungkapkan, jika Anda mampu membacakan Alquran dengan benar untuk balita Anda, maka bacakanlah sesering mungkin. Namun jika bacaan Alquran Anda masih kurang baik, jangan berkecil hati.

Perdengarkanlah untuknya dari para imam dan qari dengan bacaan yang fasih seperti Mahmud Hushary dan Shiddiq Minsyawi. Perdengarkan kepada balita Anda bacaan para imam itu. 

''Ulang-ulang satu surat agar akrab di telinga mereka, dan minta buah hati Anda mengikutinya. Insya Allah mereka akan mudah mengikuti bacaan Al Quran yang diperdengarkan,'' kata Ustaz Bobby menjelaskan.

Teknik Ketiga, sambung Ustaz Bobby, adalah pembiasaan. ''Ulangi bacaan Alquran dalam waktu-waktu ceria anak. Seperti saat pagi usai subuh. Ketika beraktifitas dan bermain. Ba'da Ashar dan usai shalat dan mandi. Ba'da Maghrib sampai Isya. Dan menjelang tidur.''

Alumnus Universitas Al Azhar Kairo, Mesir ini, juga menyarakan agar dibiasakan Alquran tetap mengalun indah di rumah baik dari lisan Anda atau anak Anda atau dari MP3 player.

''Juga biasakan Alquran mengisi saat-saat indah keluarga seperti saat berolahraga, saat berkendara, saat bermain bersama dan banyak lagi'' paparnya menambahkan.

sumber: republika

Hati Saya Bergetar saat Mendengar Adzan di Turki



HIDAYAH memang bisa datang pada siapa saja, kapan saja, dan lewat apa saja. Jika Allah sudah menghendaki seseorang masuk Islam, maka tak ada yang bisa menghalangi orang tersebut. Sungguh beruntung bagi mereka yang diberi hidayah oleh Allah SWT.

Bintang Hollywood Liam Neeson, 59, kabarnya mempertimbangkan untuk memeluk Islam saat mendengar adzan di Turki. Ia berulang kali mendengar adzan saat syuting Taken 2 di Istambul, Turki.

“Panggilan sholat (Adzan) yang terjadi lima kali sehari selama seminggu pertama itu membuat saya gila. Minggu kedua, lantunan adzan itu masuk ke dalam batin saya. Pada minggu ketiga, rasanya saya tidak bisa hidup tanpa Adzan. Ini benar-benar menjadi suatu hipnotis dan sangat, sangat berpengaruh bagi saya , sangat, sangat istimewa, sangat indah,” tuturnya.

Setelah kejadian itu, ia membeli CD tentang Islam. Ia mendengarkannya setiap kali hendak tidur.

“Ada 4.000 masjid di kota Istambul . Beberapa dari masjid itu sungguh menakjubkan dan itu benar-benar membuat saya berpikir ingin menjadi seorang Muslim,” ujar Liam.

Liam dibesarkan di Irlandia Utara sebagai anak dari keluarga Katolik yang taat dan ia diberi nama oleh pendeta setempat.

“Saya dibesarkan sebagai seorang Katolik tapi saya selalu berpikir setiap hari dan bertanya kepada diri sendiri, secara tidak sadar, apa yang kita lakukan di planet ini? Apa maksud dari semuanya itu?,” tuturnya.

Tapi sayangnya, hingga saat ini Liam Neeson masih belum menyatakan memeluk Islam, semoga saja hidayah itu datang kembali dan tidak disia-siakan olehnya. Aamiin.

sumber: islampos

Usai Bedah Mumi Firaun, Dokter Jenius Di Perancis Ini Langsung Masuk Islam

DakwahMedia.net- Maurice bertambah terkejut dan terus bertanya-tanya, dari mana Alquran mendapatkan data, sementara mumi tidak ditemukan sampai 1898.
Maurice Bucaille lahir, besar dan sepenuhnya menimba ilmu di Perancis. Setelah menamatkan pendidikan menengah atas, ia belajar di Fakultas Kedokteran, Universitas Prancis. Kemudian menjadi dokter bedah terkenal dan terpintar yang pernah dimiliki Perancis modern. Namun, cerita keislamannya mampu mengubah hidupnya dan belakangan menginspirasi banyak orang.  Siapa sang profesor yang sangat dikagumi ini, 
Apa saja hasil karya sang profesor dan bagaimana cara dia menemukan Islam dan dunia keilmuan 

Sebagaimana luas diketahui, Perancis terkenal sebagai negara yang tertarik dengan arkeologi dan budaya. Di akhir 80an, Perancis meminta Mesir untuk mengirimkan mumi Firaun untuk dilakukan serangkaian eksperimen dan penelitian.
Akhirnya mumi penguasa Mesir terkenal tersebut akhirnya tiba di Perancis. Mumi itu kemudian dipindahkan ke ruangan khusus di Monument Center. Para arkeolog, ahli bedah dan ahli anatomi mulai melakukan studi tentang mumi ini dalam upaya untuk menyelidiki misteri Firaun.

Dokter bedah senior dan ilmuwan yang bertanggung jawab atas studi tentang mumi Firaun adalah Profesor Maurice Bucaille. Sementara proses restorasi mumi berjalan, Maurice Bucaille sibuk dengan pikirannya. Dia mencoba untuk menemukan bagaimana Firaun ini meninggal.

Saat larut malam, ia menemukan penyebabnya. Sisa-sisa garam yang terjebak dalam tubuh mumi itu adalah bukti bahwa ia meninggal karena tenggelam dan mayatnya segera diangkat dari laut.

Terlihat jelas juga bahwa para pendeta Mesir kuno buru-buru mengawetkan tubuh Firaun tersebut. Tapi Maurice bingung dengan sebuah pertanyaan, bagaimana tubuh ini--dengan mengesampingkan tubuh mumi lainnya dari Mesir kuno-- tetap utuh hingga sekarang meskipun tubuhnya pernah tenggelam di laut.

Maurice sibuk memikirkan hal tersebut ketika seorang koleganya mengatakan tidak usah terlalu dipikirkan karena dalam Islam disebutkan bahwa Firaun ini memang tenggelam.
Pada awalnya, dia sangat tidak yakin dan menolak pernyataan tersebut. Dia mengatakan penemuan seperti itu hanya bisa diketahui melalui peralatan komputer canggih dan modern.
Maurice bertambah tercengang setelah koleganya yang lain mengatakan bahwa Alquran, kitab suci yang dipercaya muslim, menceritakan kisah tenggelamnya Firaun dan mengatakan tubuh tersebut akan tetap utuh meskipun ia telah tenggelam.

Maurice bertambah terkejut dan terus bertanya-tanya, dari mana kitab suci umat Islam ini mendapatkan data, sementara mumi tidak ditemukan sampai 1898. Selain itu Alquran juga baru diturunkan kepada umat Islam selama lebih dari 1400 tahun setelah peristiwa tenggelamnya Firaun. Mengingat juga sampai beberapa dekade lalu seluruh umat manusia termasuk muslim tidak tahu bahwa orang Mesir kuno mengawetkan firaun mereka?
Maurice Bucaille terjaga sepanjang malam menatap tubuh Firaun, berpikir mendalam soal kitab Alquran yang secara eksplisit mengatakan bahwa tubuh ini akan utuh setelah tenggelam.

"Bisakah dipercaya nabi Muhammad SAW tahu tentang ini lebih dari 1.000 tahun yang lalu ketika saya baru saja mengetahu hal itu?" pikir Maurice.

Pikiran Maurice malam itu dipenuhi berbagai pertanyaan dan keheranan tentang kitab suci umat Islam. Mumi tersebut akhirnya dikembalikan ke Mesir.

Jatuh Cinta dengan Alquran
Tapi, karena ia sudah tahu tentang kisah Firaun versi muslim, ia segera berkemas dan melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Kebetulan saat itu di Arab Saudi diadakan konferensi medis yang dihadiri banyak ahli anatomi muslim.

Di sana, Maurice memberitahu mereka tentang penemuannya, yaitu bahwa tubuh Firaun itu tetap utuh bahkan setelah ia tenggelam. Salah satu peserta konferensi membuka Alquran dan membacakan surat Yunus ayat 92 yang menceritakan kisah bagaimana tubuh Firaun diangkat dari dasar laut dan atas izin Allah, tubuh itu akan utuh agar menjadi bahan renungan bagi orang-orang yang berpikir sesudahnya.

Dalam kegembiraannya setelah dibacakan ayat tersebut, Maurice berdiri di hadapan para peserta konferensi berkata, 'Aku telah masuk Islam dan percaya pada Alquran ini'.
Saat kembali ke Perancis, Maurice Bucaille menghabiskan 10 tahun melakukan studi tentang kesesuaian fakta-fakta ilmiah saat ini dengan yang disebutkan dalam Alquran. Dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa Alquran tidak pernah bertentangan dengan satupun fakta ilmiah.

Dia kemudian menulis buku tentang Alquran yang menghebohkan seluruh negara-negara Barat, dengan judul, "The Bible, The Qur’an and Science, The Holy Scriptures Examined In The Light Of Modern Knowledge."

Buku tersebut sangat laris dan bahkan ratusan ribu eksemplar telah diterjemahkan dari bahasa Perancis ke bahasa Arab, Inggris, Indonesia, Persia, Turki dan Jerman. Bahkan tersebar ke hampir semua toko buku di seluruh dunia.

"Sisi ilmiah dari Alquran telah mengejutkan saya sejak awal, karena pikiran saya belum pernah melihat begitu banyak kajian ilmu pengetahuan yang disuguhkan secara akurat. Itu semacam cermin bagi ilmu pengetahuan yang sudah ditulis dalam buku-buku ilmiah selama ini padahal ilmu tersebut sudah ada lebih dari 13 abad yang lalu," sepenggal catatan kata pengantar Maurice dalam bukunya.
(Sumber: Onislam.net)

5 Fakta Tentang Umar bin Khattab yang membuat Takjub

DakwahMedia.net - Umar bin Khattab radiallahu 'anhu merupakan khalifah kedua sepeninggal Rasulullah SAW. Di tangannya Islam begitu memukau karena berhasil menakhlukan banyak negeri. Hidupnya merupakan sebuah teladan yang diikuti umat saat ini.

Dibalik keperkasaannya menyebarkan agama Islam, ternyata ada fakta lain yang cukup mengejutkan. Khalifah berjuluk Amirul Mukminin ini dahulunya adalah penentang Islam dan menjadi musuh paling perkasa bagi Rasulullah SAW.

Namun hidayah menuntunnya kepada Islam. Ia berbalik menjadi hamba yang begitu mencintai agama Allah. Lima fakta berikut akan membuat  kita semakin takjub terhadap salah satu pemimpin Islam yang begitu fenomenal tersebut. Apa saja? Berikut ulasannya. 

1. Penduduk Surga yang berjalan di Muka Bumi
Umar merupakan salah satu sahabat yang begitu dekat dengan Rasulullah SAW. Kesehariannya dihabiskan bersama Rasulullah SAW untuk berdakwah dan berjuang demi Islam. Dalam satu riwayat Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa Umar bin Khattab merupakan penduduk surga yang berjalan di muka bumi.

Bagitulah Rasul memuliakan kedudukan Umar. Dalam sebuah riwayat dari Said bin al-Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata, ketika kamu sedang berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

“Sewaktu tidur, aku bermimpi seolah-olah aku berada di Surga. Kemudian aku melihat seorang wanita berwudhu di samping sebuah istana, maka aku bertanya, ‘Milik siapa istana ini?’ Mereka menjawab, ‘Milik umar’. Maka aku teringat akan kecemburuan Umar sehingga aku menjauhi istana itu”. Umar menangis dan berkata, “Demi Allah mana mungkin aku akan cemburu kepadamu wahai Rasulullah”. (HR. Bukhari).

Begitulah kemuliaan Umar, semasa hidup di dunia saja, Allah SWT sudah membangunkan surga untuknya.

2. Manusia yang Ditakuti Setan
Setan merupakan makhluk Allah SWT yang senantiasa menjerumuskan manusia kepada lembah nista. Namun jangan coba-coba melakukan hal tersebut kepada Umar bin Khattab. Karena ternyata Ia menjadi manusia yang begitu ditakuti setan. Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a bahwa Rasulullah pernah bersabda, ”Sesungguhnya setan lari ketakutan jika bertemu Umar”

Ada juga riwayat lain yang dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi Allah mengatakan jika setan berpas-pasan dengan Umar, maka mereka lebih baik memilih jalan lain. Rasulullah bersabda

“Wahai Ibnul Khattab, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu dengannmu di suatu jalan melainkan ia akan mengambil jalan yang lain dari jalanmu.” (HR. Bukhari, no.3480)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Umatku yang paling penyayang adalah Abu Bakar dan yang paling tegas dalam menegakkan agama Allah adalah Umar.” (HR. Tirmidzi dalam al-Manaqib, hadits no. 3791)

3. Umar bin Khattab Membuat Islam Semakin Tangguh
Saat masih menjadi kaum kafir, Umar bin Khattab memang sudah terkenal di kalangan Umat Muslim sebagai musuh yang patut diperhitungkan. Itulah mengapa umat Islam putus asa untuk mengislamkan Umar. Mengingat Ia lah yang berada di garda terdepan untuk menyakiti umat muslim.

Namun ternyata, hidayah Allah dalam meluluhkan hati Umar begitu mudahnya. Hanya dengan   penggalan surat Thaha hati Umar luluh lantah dan ingin segera memeluk Islam. Ini juga berkat doa Rasulullah SAW kepada Allah atas Amirul Mukminin. Suatu hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala:

“Ya Allah, muliakan Islam dengan salah satu dari dua orang yang engkau cintai yaitu Abu jahal bin Hisyam atau Umar bin Khattabb.” Maka yang lebih Allah cintai dari keduanya adalah Umar bin Khattab.(Lihat Shahih Sunan Ibnu Hibban 12/305)

Dan benar saja, Islam semakin kuat setelah Umar masuk agama Allah ini. Ia terkenal cakap dalam mengatur strategi perang sehingga pada zamannya, kekuasaan islam meluas dengan cepat. Umar berhasi menguasai  wilayah Samarkand hingga libya bagian barat, kemudian seluruh wilayah Syam dan terus terbentang hingga wilayah selatan.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, bahwa beliau bermimpi tentang kepemimpinan Umar.

“Aku bermimpi sedang mengulurkan timba ke dalam sebuah sumur yang ditarik dengan penggerek. Datanglah Abu Bakar mengambil air dari sumur tersebut satu atau dua timba dan dia terlihat begitu lemah menarik timba tersebut, -semoga Allah Ta’ala mengampuninya-.

Setelah itu datanglah Umar bin al-Khattab mengambil air sebanyak-banyaknya. Aku tidak pernah melihat seorang pemimpin abqari (pemimpin yang begitu kuat) yang begitu gesit, sehingga setiap orang bisa minum sepuasnya dan juga memberikan minuman tersebut untuk onta-onta mereka.”

Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Kami menjadi lebih kuat setelah Umar bin Khattab memeluk Islam.”

4. Umar adalah Seorang yang Mendapat Ilham
Umar bin Khattab diberi oleh Allah Ilmu Pengetahuan yang begitu luas dan tidak puas dengan apa yang sudah diketahuinya.  Ia memiliki kecerdasan yang luar biasa dan  mampu memperkirakan hal-hal yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Kejeniusan Umar termasuk kategori kejeniusan langka, karena sifat-sifat yang ada pada dirinya banyak yang tidak kita temukan pada diri tokoh-tokoh lain.

Umar juga termasuk seorang yang mendapatkan ilham, perkataannya sering bersesuaian dengan wahyu. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam berkata, “Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian dari Bani Israil ada yang diberikan ilham walaupun mereka bukan Nabi, jika salah seorang dari umatku mendapatkannya, maka Umar lah orangnya ”. (HR. Bukhari)

5. Pengaruh Pemikiran Umar Terhadap Perkembangan Hukum Islam 
Umar bin Khattab memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Tidak ada manusia yang mampu menandingi kejeniusan langka tersebut.  Terlebih pemahamannya terhadap isi Alquran dan hadist yang begitu dalam. Oleh karenanya menempatkan kedudukannya sebagai seorang faqih umat Islam nomor satu yang tak tertandingi.

Diriwayatkan dari Sa’id Ibnu al-Musayyab bahwa Abu Hurairah ra berkata, “ketika kami berada di sisi Rasulullah SAW. tiba-tiba beliau berkata, “sewaktu tidur aku bermimpi meminum susu hingga aku melihat bekas-bekas susu tersebut melekat pada kuku-kukuku kemudian aku berika pada Umar. “mereka bertanya, “Apa takwilnya wahai Rasulullah?” maka Rasulullah mnjawab, “Ilmu”.

“Kalaulah saja ilmu Umar ditimbang dengan ilmunya penduduk bumi ini, pastilah akan terlihat ilmu Umar lebih berat.”

Kejeniusannua inilah yang membuatnya berperan besar dalam perkembangan hukum Islam. Ketika bersama Nabi Muhammad SAW beliau hanya menyampaikan Ide, maka pada masa pemerintahannya Umar leluasa membedakan mana hak dan yang bathil. Jika pada masanya orang berpikiran bahwa apa yang dilakukan Umar salah, maka hukum-hukum yang di jalankan Umar sangat relevan jika diterapkan dimasa depan. 

Rumusan hukum dan metode istibath yang diperkenalkan oleh Umar dimungkinkan untuk dikembangkan secara dinamis, kreatif dan dimodifikasi. Sejumlah Sarjana yang berupaya menawarkan kemestian pemikiran ulang (re-thinking) atau tajdid dalam bidang pemikiran fiqh dan ushul fiqh dengan mencoba melihat metode Umar dengan melihat kontekstual dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Islam modern. (infounik/dakwahmedia)

Kisah Mujahid Penyelam Handal Pilihan Khalifah Umar



Ada pesan khusus dari Khalifah Umar bin Khattab kepada panglima Abu Musa al Asy’Ari saat ditugaskan mengejar Hurmuzan dan pasukannya, “Sertakan penunggang kuda bernama Majza’ah bin ats Tsaur as Sadusi dalam pasukanmu.” Siapakah mujahid yang bernama Majza’ah ini? Sampai-sampai Khalifah harus menyebut namanya secara khusus agar diikut sertakan dalam satuan pasukan?

Mari kita simak kisah shahabat yang satu ini.

Pasukan Abu Musa dari Kufah bergabung dengan pasukan dari Bashrah lalu bertolak menuju Ahwaz, salah satu daerah kekuasaan Persia. Selain pengejaran, target lain pasukan Islam kali ini adalah menaklukkan kota Tustar, tempat di mana Hurmuzan bersembunyi. Tustar adalah salah satu permata terindah yang dimiliki Persia. Dibangun dengan sangat cerdas di atas sebuah dataran tinggi yang memiliki sungai besar bernama Dujail, berikut waduk yang dibangun oleh Raja Sabur. Tak hanya megah, Tustar juga dikelililingi benteng yang menurut ahli sejarah adalah benteng terkuat yang pernah ada. Benteng menjulang itu semakin sulit ditembus dengan adanya parit yang mengelililinginya dari ujung ke ujung serta dijaga prajurit-prajurit terkuat.

Dan benarlah, setelah sampai di sana dan melakukan pengepungan, sampai 11 bulan pasukan Islam tak sedikitpun mampu mendekat. Hari demi hari hanya dilalui dengan perang tanding sebelum akhirnya terjadi peperangan yang tak terlalu berdampak. Nah, di sinilah Majza’ah mulai menunjukkan jati dirinya. Kapan? Saat perang tanding. Bayangkan, ada 100 pertandingan yang berhasil dimenangkan singa Islam yang satu ini. Artinya, ada 100 jagoan dari Persia yang tak hanya K.O. tapi tewas di ujung pedangnya. Luar biasa ! Setelah itu, barulah Abu Musa dan para pasukan mengerti, mengapa Khalifah sedikit memaksa agar Majza’ah diikutkan dalam barisan.

Setelah 11 bulan yang melelahkan itu, pasukan musuh malah mundur dan masuk ke gerbang lalu menutupnya. Dan itulah awal penderitaan yang lebih mengerikan yang harus dihadapi pasukan kaum muslimin. Kini musuh mengandalkan sniper-sniper mereka untuk menembaki pasukan Islam dari atas benteng. Mereka juga melemparkan sejenis rantai dengan kait-kait tajam pada ujungnya. Siapapun yang berani mendekat, kait-kait itu akan merobek dan mencincang dagingnya.

Saat itu, pasukan Islam hanya bisa berharap bantuan dari Allah. Di saat yang genting dan memancing keputusasaan itu, tiba-tiba Abu Musa mendapatkan surat yang dikirim dengan anak panah yang dilempar oleh seseorang dari atas benteng musuh. Isinya, si pelempar bisa menunjukkan celah agar kaum muslimin bisa menembus benteng dan masuk ke kota. Syaratnya, ia dan keluarganya diberi jaminan keamanan. Abu Musa pun menyetujuinya dengan membalasnya melalui anak panah. Lelaki itupun turun dengan diam-diam lalu menjelaskan mengapa ia ‘berkhianat’. Ternyata, Hurmuzan telah membunuh kakak sulungnya, merampas harta dan keluarganya. Karenananya, ia ingin agar pasukan Abu Musa membalaskan dendamnya. Satu pelajaran, kezhaliman kita berpotensi mengubah teman menjadi lawan.

Setelah disepakati, ia meminta satu orang pasukan Islam yang benar-benar pandai berenang untuk membuka celah itu.

Abu Musa memanggil Majza’ah dan meminta satu orang dari kaumnya yang pandai berenang untuk ikut bersama orang asing tersebut. Ternyata, Majza’ah tidak menunjuk orang lain, dia katakan, dia pandai berenang dan siap melaksanakan tugas tersebut. Abu Musa pun menyetujuinya dan memerintahkan agar Majza’ah fokus pada misi untuk mencari celah dan tidak melakukan hal lain.

Orang asing itupun membawa Majza’ah menuju satu lorong yang menghubungkan antara sungai dengan pusat kota. Lorong berair itu kadang lebar sehingga ia bisa berjalan, kadang pula sempit hingga harus berenang dan menyelam. Akhirnya ia bisa sampai di pusat kota, tempat di mana Hurmuzan tinggal. Bahkan dalam penyusupan itu, ia sempat melihat Hurmuzan dan berniat membunuhnya, tapi ia urungkan karena teringat pesan Abu Musa.

Misi sukses. Hari berikutnya, Abu Musa memilih 300 tentara terkuat agar menerobos bersama Majza’ah. Majza’ah berpesan pada pasukan perintis itu agar mereka tidak membawa apapun selain pedang. Bahkan pakaian pun tidak boleh yang berkain tebal agar tidak memberatkan.

Bersamaan dengan itu pasukan Abu Musa juga berangkat menuju gerbang yang direncanakan bakal dibuka dari dalam oleh 300 pasukan. Di sinilah kekuataan Majza’ah kembali tampak. Dari 300 pasukan itu, 220 orang gugur saat melewati lorong bawah tanah yang ganas itu. 80 sisanya, termasuk Majza’ah, berhasil mencapai ujung lalu serempak berhamburan menuju gerbang sembari bertakbir. Takbir mereka disambut takbir oleh pasukan Abu Musa yang telah menunggu dan hendak merangsek ke dalam. Perang pun mendadak pecah dengan dahsyatnya. Gerbang dibuka dan pasukan Islam menyerbu ke dalam.

Dari kejauhan, Majza’ah melihat Hurmuzan. Dengan penuh keberanian, ia mendekat dan langsung berduel dengannya. Akan tetapi, perjuangannya menempuh lorong telah menyedot kekuatannya. Ia berhasil melukai Hurmuzan, tetapi sabetan Hurmuzan lebih dalam dan membuatnya jatuh ke tanah. Tubuh pendekar hebat itu tersungkur dan menjemput keberuntungannya sebagai syahid.

Lalu, perang pun berakhir, dan Hurmuzan berhasil ditawan. Pasukan Islam pulang membawa berita gembira atas kemenangan mereka, juga sebuah berita takziyah atas meninggalnya pahlawan Islam sejati, Majza’ah bin ats Tsaur as Sadusi.

Bagi kaum muslimin, gugurnya Majza’ah adalah berita yang sangat mengharukan dan membuat mereka kehilangan. Tapi bagi Majza’ah sendiri, insya’Allah, adalah sebuah happy ending dari kisah hidupnya yang penuh heroisme itu. Tidak masalah meski Hurmuzan tidak tewas di tangannya. Di akhirat kelak, yang akan melambungkan namanya bukanlah nama musuh yang dibunuhnya, tapi besarnya perngorbanan yang telah diberikan untuk menegakkan dien-Nya. Allahu Akbar !

sumber: kiblat.net