Belajar Calistung Dini, Rusak Tatanan Otak Anak

Belajar Calistung Dini, Rusak Tatanan Otak Anak



Orang tua yang ingin mengajarkan anaknya baca, tulis dan berhitung (calistung) sejak dini sebaiknya harus berpikir ulang karena ternyata, menurut para ahli, hal itu dapat merusak tatanan otak anak.

Pakar tumbuh kembang anak dari Universitas Airlangga DR Dr Ahmad Suryawan SpA(K) mengingatkan para orang tua untuk tidak mengajarkan calistung sebelum sang anak masuk ke Sekolah Dasar (SD) atau berumur tujuh tahun.

"Mengajarkan anak calistung sebelum waktunya dapat merusak tatanan otak anak, dalam artian anak dalam mengerjakan sesuatu tidak runtut atau selaras," ujar Ketua Divisi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, tersebut pada acara peluncuran MoriCare+Prodiges di Jakarta, akhir pekan lalu.

Seharusnya anak yang berumur di bawah tujuh tahun bisa membentuk garis lurus, menggaris, membentuk gambar bangun sederhana dan sebagainya.

Sayangnya, pada masyarakat modern saat ini, anak belum tentu bisa menggambar garis lurus malah belajar menghitung, kata Wawan, nama panggilan DR Dr Ahmad Suryawan SpA(K).

"Anak memang bisa pintar karena bisa calistung sejak dini, tapi perilakunya tidak runtut dalam menyelesaikan suatu persoalan. Hal itu karena sirkuit di otaknya tidak 'by order'. Anak tidak mengerti urutan," jelas dia.

Juga terdapat dua kemungkinan bagi anak yang sudah dikenalkan calistung sejak dini, katanya. Pertama, bisa calistung karena mengerti caranya dan kedua, anak tersebut bisa karena menghapalkan caranya.

"Misal anak itu tahu kalau empat dikali empat sama dengan 16, maka hal itu bisa terjadi karena dia tahu caranya kalau 16 itu didapat dari empat sebanyak empat kali atau karena anak tersebut hapal kalau empat kali empat tersebut 16," papar kata lelaki itu, yang disapa Wawan.

Salah kaprah pandangan orang tua saat ini disebabkan oleh cara menilai prestasi anak dari hal yang berbau matematika atau akademik dan melupakan prestasi nonakademik.

Itu sebabnya, katanya, di sejumlah kota besar di Tanah Air marak muncul kursus les membaca yang diperuntukkan bagi anak-anak yang masuk dalam kategori Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Calistung boleh dikenalkan pada anak usia PAUD, tapi tidak boleh jadi evaluasi prestasi," cetus dia.

Pengenalan Calistung Program yang tepat pada anak usia PAUD adalah melalui pengenalan calistung, namun hal itu bukan berarti anak belajar calistung sepenuhnya.

Anak mengenal calistung melalui interaksi dan cara menyenangkan, bukan duduk manis mendengarkan guru mengajar. Contohnya ialah ada sepuluh anak, namun gelas yang ada hanya delapan, dengan demikian otomatis dua anak tidak mendapatkan gelas.

Wawan menerangkan sebelum anak memegang pensil, maka anak harus belajar mencapit, setelah tangan anak tersebut kuat baru diberikan pensil yang ukurannya besar.

"Anak belajar ngomongnya juga seperti itu mulai 'mama, mama pergi, baru kemudian mama, ayo pergi'. Jadi tahap demi tahap. Orang tua kita zaman dulu juga mendidik kita sangat demokratis dan sistematis. Orang tua sekarang, anak tidak bisa membaca saja marahnya seperti mau kiamat, padahal untuk membuat bayi tersenyum saja butuh berapa bulan kita seperti orang gila, baru kemudian bayi tersenyum," sindirnya.

Dia menyatakan ada yang salah dengan sistem pendidikan di Tanah Air, yang mensyaratkan calistung sebelum masuk SD. Hal itu juga membuat para orang tua khawatir dan memasukkan anak ke les calistung sebelum anak tersebut masuk ke sekolah dasar.

"Menteri Pendidikan yang sebelumnya, sudah melarang adanya tes calistung ketika masuk SD, tapi karena otonomi yang terjadi pada saat ini melahirkan 'raja-raja kecil' dengan kebijakan yang berbeda pula." Wawan menghimbau kepala daerah untuk peduli pada tumbuh kembang anak, yang merupakan generasi penerus bangsa.

Kualitas tumbuh kembang jangka panjang seorang anak ditentukan oleh keseimbangan faktor resiko dan faktor protektif sejak usia janin di dalam kandungan hingga usia 18 tahun Sementara itu Psikolog anak Dr Rose Mini mengatakan anak usia PAUD seharusnya hanya bermain, karena dengan bermain anak bisa merasa senang.

"Aktivitas bermain juga yang tanpa beban. Orang tua jangan memaksa anak bermain sesuatu dengan harapan anak tersebut tambah pintar," kata psikolog tersebut, yang akrab disapa Bunda Romi.

Perisai Pelindung Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada 2013, menyebutkan 37 persen anak lahir dari ibu yang semasa hamil mengalami anemia dan 10 persen anak lahir dengan permasalahan berat badan rendah. Hanya 30 persen anak terlindungi oleh ASI ekslusif selama enam bulan.

Untuk itu diperlukan perisai pelindung yang terdiri atas tiga sisi yakni setuktur dan sirkuit otak yang terbentuk dengan sehat dan kuat. Kemudian, sistem kekebalan tubuh yang mampu melindungi anak dari paparan negatif lingkungan sekitar. Serta, fisik tubuh yang mampu tumbuh sesuai dengan tahapan usia.

Selain itu, orang tua hendaknya menstimulasi untuk mengembangkan potensi si kecil agar tumbuh generasi platinum yang banyak bakat.

"Mengetahui dan memahami potensi si kecil merupakan langkah awal dalam membesarkan dan membantu anak berkembang sesuaidengan kepribadian uniknya," jelas Kepala Unit Nutrisi Anak Kalbe Nutritionals, Helly Oktaviana.

MoriCare+Prodiges juga menghadirkan pemahaman yang mendalam mengenai konsep kecerdasan majemuk yang berarti bahwa setiap anak mempunyai kecerdasan sendiri.

Kecerdasan pada awalnya hanya diasosiakan dengan tinggi rendahnya IQ, namun Pakar Psikologi dari Harvard Dr Howard Gardner, memperkenalkan kecerdasan majemuk yang mengakui adanya berbagai kecerdasan lain yang dimiliki oleh si kecil, sehingga setiap anak pasti cerdas.

Curahan Penemu Teknologi ECVT Pembasmi Kanker DR Warsito, "Diusir" dari Indonesia




12 tahun yang lalu hari-hari ini, saya kehilangan data riset saya hasil kerja selama 15 tahun. Komputer laptop terakhir saya 'crash' setelah berhari-hari menjalankan program rekonstruksi data pemindaian. Sebelumnya 2 komputer lain yang menyimpan data backup hangus tersambar petir, 2 lagi juga 'crash' terlebih dahulu karena tak mampu menjalankan program.

Ketika baru memulai membina riset di Indonesia selama 6 bulan, langit bagaikan runtuh, seolah-olah mengatakan: "Tak ada tempat buat saya di Indonesia."

Tak ada 'shock' yang lebih berat dari itu yang pernah saya alami dalam hidup saya hingga membuat saya seminggu lebih tak mampu keluar rumah.

Tetapi hal itu tak merubah niat saya untuk mencoba membangun riset di Indonesia. Dari puing-puing akhirnya ECVT (Electrical Capacitance Volume Tomography) lahir, hari-hari ini 12 tahun yang lalu di sebuah ruko di Tangerang. Tahun berikutnya paten ECVT didaftarkan di PCT. 3 tahun kemudian 'granted'. Tahun 2006 ketika polemik sedang panas-panasnya tentang ECVT, NASA memakainya untuk pengembangan sistem pemindaian di pesawat ulang-alik. 2007 jurnal ECVT terbit di IEEE Sensors Journal, dengan alamat Fisika UI. 2008 Dept Energi Amerika memakainya sebagai model sistem pemindaian untuk pengembangan 'Next generation power plant' dan untuk verifikasi hasil simulasi supercompter skala penta-eksa.

Di Indonesia ECVT berkembang lebih banyak ke aplikasi di bidang medis, bekerja-sama dengan Fisika Medis UI, Biofisika ITB, Biologi IPB, Litbangkes, Metalurgi Untirta, Kedokteran Unair, Biomedik UIN, Biomedik ITS, Univ. Kyoto dan lain sebagainya. Di Indonesia lahirlah teknologi pertama di dunia: Breast ECVT untuk screening breast cancer secara 4D dan instant, serta Brain ECVT untuk pemindaian aktifitas otak secara 4D dan real time.

Salah satu turunan teknologi ECVT adalah aplikasi untuk terapi kanker, ECCT (Electro-Capacitive Cancer Therapy), didaftarkan paten Indonesia 2012. ECCT dan ECVT adalah setara dengan radioterapi untuk terapi dan CT scan untuk pemindai dengan sumber gelombang elektromagnet pengion. Bedanya ECVT dan ECCT memanfaatkan sifat dasar biofisika sel dan jaringan.

ECVT dan ECCT jelas memberikan harapan besar untuk terapi kanker berbasis gelombang energi non-radiasi. Dengan ECCT misalnya kasus yang sudah tidak ada jalan keluar sebelumnya seperti kanker di tengah batang otak atau kanker yang sudah menyebar ke seluruh tubuh masih mungkin dibersihkan (dibersihkan, tanpa tanda kutip) dengan ECCT.

ECVT dan ECCT bisa dikatakan tak ada referensinya di dunia luar, karena keduanya lahir di Indonesia, pertama di dunia.

Sesuatu yang baru sudah pasti akan mengundang kontroversi. Adanya kontroversi itu sendiri justru karena kita mencoba sesuatu yang baru. Tanpa mencoba sesuatu yang baru, tak ada yang akan mengubah nasib kita.

ECVT dan ECCT hanyalah teknologi yang dikembangkan berdasarkan prinsip fisika dan matematis. Kalau bukan saya yang membuatnya, akan ada orang lain yang membuatnya di tempat lain di waktu lain.

12 tahun kemudian sejak pertama kali ECVT ditemukan, hari ini di tempat yang sama saya mendapat surat dari sebuah lembaga agar saya menghentikan semua kegiatan pengembangan riset saya di Indonesia. Haruskah pertanyaan 12 tahun yang lalu perlu diulang: "Tak ada tempat buat saya di Indonesia?"

Warsito P. Taruno
Tangerang, 30 Nopember 2015
Saat Ponsel Bisa Membobol ATM

Saat Ponsel Bisa Membobol ATM

Aksi kejahatan di dunia maya, salah satunya meretas atau hacking ternyata tak melulu dilakukan melalui komputer desktop, melainkan juga bisa dieksekusi menggunakan ponsel. Salah satunya adalah aksi peretasan ke automated teller machine (ATM).

Saat Ponsel Bisa Membobol ATM

Di hadapan sejumlah wartawan, Chief Security Expert Kaspersky Alexander Gostev menunjukkan video aksi peretasan tersebut. Si pelaku terlihat seperti orang yang sedang berdiri di depan ATM sembari memencet-mencet ponselnya.

Namun tiba-tiba ATM tersebut mengeluarkan uang, padahal tak ada orang yang sedang menggunakan ATM tersebut. Setelah mengambil uangnya, si pelaku beberapa kali mengulang aksinya tersebut di ATM yang sama.

"Aksi semacam ini dalam 6 jam bisa mengeluarkan uang sebanyak USD 100 ribu dari satu ATM. Pelakunya menamakan diri sebagai Carbanak dan secara total sudah mencuri sekitar USD 1 miliar dari ATM," ujar Gostev saat berbincang dengan sejumlah media di Jakarta, Kamis (26/11/2015).


Memang, aksi pencurian ini tak sepenuhnya bergantung pada ponsel karena ada langkah awal yang dilakukan oleh grup Carbanak ini. Dan mengambil uangnya dari ATM hanyalah salah satu dari beberapa cara yang mereka gunakan untuk memanen hasil kejahatan ini.

Aksi awalnya dimulai dari tahap infeksi, yang biasanya berupa malware yang ditargetkan ke pegawai bank. Malware ini disusupkan dalam bentuk attachment di sebuah email yang kemudian menginfeksi komputer milik pegawai bank.

Kemudian malware tersebut akan menyebar melalui jaringan intranet milik bank ke komputer pegawai lain. Sampai akhirnya si malware tiba di tujuan akhirnya, yaitu komputer yang mengatur sistem perbankan.

Dari situlah kemudian Carbanak bisa memilih berbagai cara untuk mencuri uangnya dari bank. Seperti mentransfernya ke rekening palsu milik pelaku, transaksi-transaksi palsu, dan juga lewat ATM.


Menurut Gostev, dari sekian banyak malware yang menyerang sektor perbankan, mayoritas dibuat oleh penjahat cyber asal Rusia. Namun pada praktiknya, malware tersebut dipakai untuk menyerang berbagai bank di berbagai belahan dunia lain.

"Carbanak sudah beraksi sejak tahun 2013 dan terdeteksi melakukan serangan di kawasan Baltik, Eropa tengah, Timur Tengah, Asia, dan Afrika," pungkas pria asal Rusia yang diperbantukan Kaspersky ke Interpol itu

Antara Arang dan Intan, Kamu Termasuk Yang Mana?

Diantara kata mutiara berharga yang menjadi renungan saya di pagi ini. Bahwa pada hakikatnya, Allah Ta'ala menciptakan setiap kita dengan membawa potensi. Yah, potensi yang kelak kita asah dan gunakan mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Arang dan Intan

Namun kenyataannya, tidak semua potensi itu digunakan dengan baik. Bahkan kebanyakannya hanya berbuah sia-sia tak berguna.

Kenapa Arang dan Intan berbeda nasib walau dari unsur dan sama?

Lihatlah perbedaan mencolok antara Arang dan Intan. Padahal keduanya berasal dari unsur yang sama, yakni carbon (C). Iya, Keduanya memiliki struktur yang sama, tetapi konfigurasinya berbeda. Perbedaan itu membawa konsekuensi pada sifat keduanya. Arang teksturnya rapuh, mudah hancur, tidak menarik dan harganya sangat murah. Beda jauh dengan intan. Teksturnya padat, super kuat, indah dan harganya mahal sekali.

Bagaikan siang dan malam, Bagaikan si miskin dan si kaya, sangat jauh berbeda . Intan dikenal sebagai benda mulia, memiliki warna dan bentuk yang bagus, diminati setiap orang dan sangat sulit di miliki karena harganya yang mahal. Coba kita bandingkan dengan arang, arang berwarna hitam dan bentuknya tidak menarik seperti intan, di alam keberadaan arang ini juga mudah ditemukan sehingga arang tidak akan mahal seperti intan.

Mengapa perbedaan mencolok ini bisa terjadi? jawabannya, karena Arang dibuat dalam proses relatif mudah dan singkat. Alias tidak butuh proses sulit berbelit. Sedangkan intan, proses pembuatannya begitu amat pelik. Sejak dari bahan baku berupa sisa-sisa tanaman di zaman dahulu, hingga proses tempaannya, membutuhkan waktu yang sangat lama. Minimal ratusan tahun. Dimana ia harus melalui proses pemanasan dan pendinginan pada suhu ekstrim. Sungguh sangat berbeda perjuangan yang dilalui oleh intan dan arang.

Nah, dari dua benda inilah, kadang dianalogikan sifat-sifat manusia. Yakni, ada yang disebut manusia Arang dan manusia Intan. Manusia arang, adalah manusia cengeng, manja dan tidak tahan banting. Adapun manusia intan, mereka adalah pribadi yang tertempa melalui proses panjang dan sulit. Tidak mudah menyerah, serta yakin bahwa kesulitan yang dihadapi adalah untuk menjadikan dirinya kuat dan berharga. So, kita mau jadi manusia arang, atau manusia intan?

Ajaib.. 3 Bayi Ini Bisa Berbicara Untuk Membela Ibunya

Sahabat muslimah yang telah memiliki buah hati maupun memiliki saudara yang memiliki baby pastilah senang. Apa lagi melihat perkembangan baby. Sangatlah menggemaskan disaat melihatnya. Seolah semua polah tingkahnya tidak pernah habis untuk dibahas.

Namun disisi lain, sering kita bertanya dalam hati dikala ada perkembangan baby yang agak berbeda dengan yang lain baik lebih cepat maupun agak lambat bertanya siapa ibunya. Secara logika bunda sebagai tempat pembuahan dan tempat berkembangnya janin dalam waktu sembilan bulan sepuluh hari dalam keadaan normal sangatlah mungkin mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak bayi. Apa lagi penelitian terbaru membuktikan bahwa yang mempengaruhi kecerdasan janin adalah bunda.

3 Bayi Ini Bisa Berbicara Untuk Membela Ibunya

Namun sesungguhnya itu tidaklah suatu kemutlakan. Karena sesungguhnya setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah. Mereka akan memiliki keutamaan masing-masing. Baik itu merupakan anak sah dari pasangan suami istri maupun hasil dari pembuahan yang tidak dibenarkan secara syar'i. Semua kembali kepada Allah dan kembali pada baby itu sendiri bila berdo'a untuk kebaikan atas dirinya.

Rosululloh telah memberikan tiga contoh bayi yang mengungkapkan suatu kebaikan dengan latar belakang ibu yang berbeda-beda. Yang satu memiliki ibu sholihah yang terjaga kehormatannya, yang kedua memiliki ibu yang biasa biasa saja dan yang ketiga memiliki ibu seorang pelacur. Namun ketiga bayi tersebut sama-sama ajaibnya. Mereka mengungkapkan kalimat kebenaran dengan izin Allah.

Dalam riwayat Mutafakun Alaihi (Bukhori Muslim) Rosululloh shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Tidak ada bayi yang dapat berbicara ketika masih berada dalam buaian kecuali tiga bayi". Ketiga bayi tersebut adalah:

Pertama, Bayi Isa bin Maryam

Nabi Isa as terlahir dari seorang ibu yang sholihah dan terjaga kehormatannya. Seorang ibu yang setiap hari berdiam di dalam masjid Allah. Dikala masih dalam buaian ibu, nabi Isa telah mengungkapkan kalimat kebenaran dikala membela ibunya yang dituduh oleh kaumnya melakukan suatu perbuatan yang terlarang (zina) sebagaimana yang terdapat dalam suroh Maryam ayat 28 - 34.

Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina",(28) Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?"(29) Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,(30) dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;(31) dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (32) Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".(33) Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (34)

Subhanallah... Maha benar Allah atas segala firman-Nya.

Kedua, Bayi dalam Perkara Juraij

Juraij adalah seorang laki-laki yang rajin beribadah. Ia membangun tempat peribadatan dan senantiasa beribadah di tempat tersebut. Ketika sedang melaksanakan shalat sunnah, tiba-tiba ibunya datang dan memanggilnya; "Hai Juraij!" Juraij bertanya dalam hati; "Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, melanjutkan shalatku ataukah memenuhi panggilan ibuku?" Akhirnya ia pun meneruskan shalatnya itu, hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya.

Keesokan harinya, ibunya datang lagi kepadanya sedangkan Juraij sedang melakukan shalat sunnah. Kemudian ibunya memanggilnya; "Hai Juraij!" Kata Juraij dalam hati; "Ya Allah, manakah yang lebih aku utamakan, memenuhi seruan ibuku ataukah shalatku?" Lalu Juraij tetap meneruskan shalatnya hingga ibunya merasa kecewa dan beranjak darinya.

Hari berikutnya, ibunya datang lagi ketika Juraij sedang melaksanakan shalat sunnah. Seperti biasa ibunya memanggil; "Hai Juraij!" Kata Juraij dalam hati; "Ya Allah, manakah yang harus aku utamakan, meneruskan shalatku ataukah memenuhi seruan ibuku?" Namun Juraij tetap meneruskan shalatnya dan mengabaikan seruan ibunya. Tentunya hal ini membuat kecewa hati ibunya.

Hingga tak lama kemudian ibunya pun berdoa kepada Allah; "Ya Allah, janganlah Engkau matikan ia sebelum ia mendapat fitnah dari perempuan pelacur!" Kaum Bani Israil selalu memperbincangkan tentang Juraij dan ibadahnya, hingga ada seorang wanita pelacur yang cantik berkata; "Jika kalian menginginkan popularitas Juraij hancur di mata masyarakat, maka aku dapat memfitnahnya demi kalian."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pun meneruskan sabdanya: "Maka mulailah pelacur itu menggoda dan membujuk Juraij, tetapi Juraij tidak mudah terpedaya dengan godaan pelacur tersebut. Kemudian pelacur itu pergi mendatangi seorang penggembala ternak yang kebetulan sering berteduh di tempat peribadatan Juraij. Ternyata wanita tersebut berhasil memperdayainya hingga laki-laki penggembala itu melakukan perzinaan dengannya sampai akhirnya hamil. Setelah melahirkan, wanita pelacur itu berkata kepada masyarakat sekitarnya bahwa; "Bayi ini adalah hasil perbuatan aku dengan Juraij."

Mendengar pengakuan wanita itu, masyarakat pun menjadi marah dan benci kepada Juraij. Kemudian mendatangi rumah peribadatan Juraij dan bahkan menghancurkannya. Selain itu, mereka pun bersama-sama menghakimi Juraij tanpa bertanya terlebih dahulu kepadanya.
Lalu Juraij bertanya kepada mereka; "Mengapa kalian lakukan hal ini kepadaku?" Mereka menjawab; "Kami lakukan hal ini kepadamu karena kamu telah berbuat zina dengan pelacur ini hingga ia melahirkan bayi dari hasil perbuatanmu".

Juraij berseru; "Dimanakah bayi itu?" Kemudian mereka menghadirkan bayi hasil perbuatan zina itu dan menyentuh perutnya dengan jari tangannya seraya bertanya; "Hai bayi kecil, siapakah sebenarnya ayahmu itu?"

Subhanallah...

Ajaibnya, sang bayi langsung menjawab; "Ayah saya adalah si fulan, seorang penggembala".
Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: 'Akhirnya mereka menaruh hormat kepada Juraij. Mereka menciuminya. Setelah itu mereka pun berkata: "Kami akan membangun kembali tempat ibadahmu ini dengan bahan yang terbuat dari emas".Namun Juraij menolak dan berkata; "Tidak usah, tetapi kembalikan saja rumah ibadah seperti semula yang terbuat dari tanah liat". Akhirnya mereka pun mulai melaksanakan pembangunan rumah ibadah itu seperti semula.

Ketiga, Seorang Bayi Sedang Menyusu kepada Ibunya

Suatu hari dikala bayi tersebut menyusu pada ibunya, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang gagah dan berpakaian yang bagus pula. Lalu ibu bayi tersebut berkata; "Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah anakku ini seperti laki-laki yang sedang mengendarai hewan tunggangan itu!" Ajaibnya, bayi itu berhenti dari susuannya, lalu menghadap dan memandang kepada laki-laki tersebut sambil berkata; "Ya Allah ya Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu!" Setelah itu, bayi tersebut langsung menyusu kembali kepada ibunya. Abu Hurairah berkata; "Sepertinya saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menceritakan susuan bayi itu dengan memperagakan jari telunjuk beliau yang dihisap dengan mulut beliau."

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meneruskan sabdanya: "Pada suatu ketika, ada beberapa orang yang menyeret dan memukuli seorang wanita seraya berkata; 'Kamu wanita tidak tahu diuntung. Kamu telah berzina dan mencuri.' Tetapi wanita itu tetap tegar dan berkata; 'Hanya Allah lah penolongku. Sesungguhnya Dialah sebaik-baik penolongku.' Kemudian ibu bayi itu berkata; 'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu! ' Tiba-tiba bayi tersebut berhenti dari susuan ibunya, lalu memandang wanita tersebut seraya berkata; 'Ya Allah ya Tuhanku, jadikanlah aku sepertinya!"

Demikian pernyataan ibu dan bayinya itu terus berlawanan, hingga ibu tersebut berkata kepada bayinya; "Celaka kamu hai anakku! Tadi, ada seorang laki-laki yang gagah dan menawan lewat di depan kita, lalu kamu berdoa kepada Allah; 'Ya Allah, jadikanlah anakku seperti laki-laki itu! Namun kamu malah mengatakan; 'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! Kemudian tadi, ketika ada beberapa orang menyeret dan memukuli seorang wanita sambil berkata; 'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan anakku seperti wanita itu! ' Tetapi kamu malah berkata; 'Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu! ' Mendengar pernyataan ibunya itu, sang bayi pun menjawab; 'Sesungguhnya laki-laki yang gagah itu seorang diktator hingga aku mengucapkan; 'Ya Allah, janganlah Engkau jadikan aku seperti laki-laki itu! ' Sementara wanita yang dituduh mencuri dan berzina itu tadi sebenarnya adalah seorang wanita yang shalihah, tidak pernah berzina, ataupun mencuri. Oleh karena itu, aku pun berdoa; 'Ya Allah, jadikanlah aku seperti wanita itu!"

Dari hadits yang sangat panjang ini, kita dapat mengambil ibroh, bahwa tidak ada sesuatu yang tidak mungkin terjadi jika Allah SWT berkehendak maka pasti akan terjadi. Sesungguhnya kebaikan itu bisa datang dari siapa saja. Tidak memandang dari mana dia berasal dan seperti apa perbuatan orang tuanya. Suatu kebenaran adalah kebenaran, dengan izin Allah kebenaran akan ditampakkan.

Kita sebagai orang tua berkewajiban mengasuh anak sebaik-baiknya. Semoga anak yang menjadi amanah Allah mampu kita jaga dengan rasa penuh tanggung jawab. Dan yakinlah, sesungguhnya bayi yang terlahir pastilah memiliki kelebihan masih-masih, dan inilah sebenarnya tugas orang tua. Menggali dan mencari kelebihan atas buah hati yang diamanahkan dengan berselimut fitrah. Wallahua'lam bisshowab.

Kisah Nyata: Papa, Kembalikan Tangan Ita...

Untuk para orang tua yang anaknya kreatif, jangan lagi dipukul ya.. Tolong baca kisah nyata yang menyentuh hati ini, cerita tentang seorang anak kecil bernama Ita yang memohon pada papanya untuk kembalikan tangannya.

Sebagai orang tua kita patut menghalangi perbuatan pasangan untuk memukul sang buah hati.
Khususnya pada anak-anak yang masih kecil dan tak tahu apa-apa. Mengajar dan memberikan pembelajaran dengan cara memukul bukanlah cara terbaik.

Papa, Kembalikan Tangan Ita

Inilah kisah nyata itu:

Sepasang suami isteri seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak untuk diasuh pembantu rumah ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. Sendirian di rumah, dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.

Dia bermain diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dibeli papanya, ataupun memetik bunga matahari, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi karena lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya… karena mobil itu berwarna putih, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor ke tempat kerja karena jalan macet. Setelah sang anak mencoret penuh sisi yang sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ayam dan gambarnya sendiri dan sebagainya untuk mengikuti imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.

Pulang petang itu, terkejutlah ayah ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, 'Kerjaan siapa ini?' Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya.

Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tak tahu… !' 'Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?' hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata 'Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!' katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa? Si bapak cukup keras memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya.

Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka-lukanya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.

Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu. 'Oleskan obat saja!' jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. 'Ita demam…' jawab pembantunya ringkas.

'Kasih minum obat penurun panas ,' jawab si ibu.

Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya. Memasuki hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. 'Sore nanti kita bawa ke klinik' kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan ia dirujuk ke rumah sakit karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.

'Tidak ada pilihan..' katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu diamputasi karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.

'Tangannya sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah' kata dokter.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

'Papa.. Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa.. sayang mama.' katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

'Ita juga sayang Kak Narti..' katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis itu meraung histeris.

'Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa diambil.. Ita janji nggak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret-coret mobil lagi,' katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.


Pelajaran yang sangat berharga buat para orang tua, anak nakal itu biasa, kalau anak kecil terluka, berilah perhatian sendiri pada anak dan jangan bergantung pada pembantu. karena mereka sejatinya hanya membantu. Tugas utama mendidik anak ada di tangan anda!!!

Ingat.. Penyesalan selalu datang BELAKANGAN..
sebarkan agar makin banyak yang orang tua yang tersadar.
Freeport dan Penanaman Modal Asing yang Membunuh Indonesia

Freeport dan Penanaman Modal Asing yang Membunuh Indonesia

freeport
Freeport Sulphur bangkrut ketika terjadi pergantian kekuasaan di Kuba tahun 1959. Saat itu Fidel Castro berhasil menghancurkan rezim diktator Batista di Kuba. Seluruh perusahaan asing di negeri itu dinasionalisasi.
Freeport Sulphur yang baru saja hendak melakukan pengapalan nikel produksi perdananya dari Kuba, akhirnya terkena imbas. Terjadi ketegangan di Kuba. Berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Fidel Castro, namun berkali-kali menemui kegagalan.
Tanggal 1 Februari 1960, Freeport Sulphur meneken kerja sama dengan East Borneo Company untuk mengeksplorasi gunung emas di Papua. Namun Freeport Sulphur mengalami kenyataan sama dengan yang pernah dialaminya di Kuba. Perubahan eskalasi politik atas tanah Irian Barat tengah mengancam. Hubungan Indonesia dan Belanda memanas dan Soekarno malah mulai menerjunkan pasukannya di Irian Barat.
Presiden AS John Fitzgerald Kennedy mendukung Soekarno. Kennedy mengancam Belanda, akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II, terpaksa mengalah dan mundur dari Irian Barat.
Sikap Belanda untuk mundur dari Irian Barat menyebabkan perjanjian kerja sama dengan East Borneo Company mentah kembali. Para pemimpin Freeport marah besar.
Tahun 1961 Presiden Soekarno gencar merevisi kontrak pengelolaan minyak dan tambang-tambang asing di Indonesia. Minimal 60% dari keuntungan perusahaan minyak asing harus menjadi jatah rakyat Indonesia. Soekarno benar-benar ingin sumber daya alam Indonesia dikelola anak bangsa sendiri. Skenario jahat para elite dunia akhirnya mulai direncanakan terhadap kekayaan alam Indonesia.
Maka pada tanggal 1 Oktober 1965, terbunuhlah sejumlah perwira Angkatan Darat (AD) loyalis Soekarno. Dikambinghitamkanlah PKI, partai terbesar pendukung kebijakan ekonomi politik Soekarno, dengan tuduhan sebagai dalang di balik pembunuhan para jenderal itu. Beberapa hari kemudian, selama berbulan-bulan, dimulailah pembantaian massal 1-3 juta manusia tak berdosa anggota partai komunis itu dan pendukung Soekarno. Dengan dihabisinya sekaligus dua kekuatan utama pendukung Soekarno (AD loyalis Soekarno dan PKI), kejatuhan Soekarno hanya tinggal menghitung hari.
Soeharto menjadi Presiden menggantikan Soekarno.
Pada tahun 1967 dilakukan pengesahan Undang-Undang No.1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA) yang draftnya dirancang di Jenewa-Swiss yang didektekan oleh Rockefeller, seorang Bilderberger.
Perusahaan Freeport Sulphur pada Jumat 7 April 1967 menandatangani kontrak kerja dengan pemerintah Indonesia untuk penambangan tembaga di Papua Barat. Freeport menginvestasikan 75 hingga 100 juta dolar AS.
Freeport menjadi perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto. Sejak detik itu, Indonesia menjadi negara yang sangat tergantung terhadap Amerika.
Penandatanganan bertempat di Departemen Pertambangan. Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Pertambangan Slamet Bratanata dan Freeport oleh Robert C. Hills (Presiden Freeport Shulpur) dan Forbes K. Wilson (Presiden Freeport Indonesia, anak perusahan yang dibuat untuk kepentingan ini) dan disaksikan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Marshall Green.
Freeport mendapat hak konsensi lahan penambangan seluas 10.908 hektar untuk kontrak selama 30 tahun terhitung sejak kegiatan komersial pertama dilakukan. Desember 1972 pengapalan 10.000 ton tembaga pertama kali dilakukan dengan tujuan Jepang.
Untuk membangun konstruksi pertambangan emasnya itu, Freeport mengandeng Bechtel, perusahaan AS yang banyak mempekerjakan pentolan CIA. Direktur CIA John McCone memiliki saham di Bechtel, sedangkan mantan Direktur CIA Richards Helms bekerja sebagai konsultan internasional di tahun 1978.
Tahun 1980, Freeport menggandeng McMoran milik Jim Bob Moffet dan menjadi perusahaan raksasa dunia dengan laba lebih dari 1,5 miliar dolar AS per tahun.
Tambang emas di Irian Barat itu memiliki deposit terbesar di dunia, sedangkan untuk bijih tembaganya menempati urutan ketiga terbesar di dunia. Tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar dolar AS dan masih akan menguntungkan untuk 45 tahun ke depan. Ironisnya, biaya produksi tambang emas dan tembaga terbesar di dunia yang ada di Irian Barat itu merupakan yang termurah di dunia.
Semua emas, perak, dan tembaga yang ada di gunung tersebut telah dibawa kabur ke Amerika. Meninggalkan limbah beracun yang mencemari sungai-sungai dan tanah-tanah orang Papua hingga ratusan tahun ke depan. Operasi Freeport McMoran di Papua telah membuang lebih dari 200.000 ton tailing per harinya ke Sungai Otomina dan Aikwa yang kemudian mengalir ke Laut Arafura. Diperkirakan sudah membuang hingga tiga miliar ton tailing yang sebagian besar berakhir di lautan.
Sejak 1967, tambang emas terbesar di dunia itu menjadi tambang para pejabat negeri ini dari sipil hingga militer sejak era Soeharto untuk memperkaya diri sendiri dan keluarganya.
Dari penandatanganan kontrak Freeport disusun Undang-Undang Pertambangan No.11 tahun 1967 yang disahkan Desember 1967. Jika di zaman Soekarno kontrak-kontrak dengan perusahaan asing selalu menguntungkan Indonesia, maka sejak Soeharto berkuasa, kontrak-kontrak seperti itu malah merugikan Indonesia. Semacam balas budi Indonesia ke Amerika Serikat karena telah membantu menghancurkan komunis.
Setelah itu, ditandatangani kontrak eksplorasi nikel di pulau Irian Barat dan di area Waigee Sentani oleh PT Pacific Nickel Indonesia dan Kementerian Pertambangan Republik Indonesia. Perjanjian dilakukan oleh E. OF Veelen (Koninklijke Hoogovens), Soemantri Brodjonegoro, dan RD Ryan (U.S. Steel). Pacific Nickel Indonesia adalah perusahaan yang didirikan oleh Dutch Koninklijke Hoogovens, Wm. H. Müller, US Steel, Lawsont Mining dan Sherritt Gordon Mines Ltd.
Begitulah semua perjanjian-perjanjian pengeksplotasian tambang-tambang di bumi Indonesia dilakukan secara tak wajar, tak adil dan terus-menerus akan berlaku selama puluhan bahkan ratusan tahun ke depan.
Kekayaan alam Indonesia pun digadaikan, kekayaan Indonesia terjual, dirampok, dibawa kabur tanpa menyejahterakan rakyat Indonesia selama puluhan tahun lamanya. Negeri yang seharusnya menjadi mercusuar dunia yang mampu membantu puluhan negara-negara miskin lainnya, kini justru jadi bangsa pengemis. [Mmebunuh Indonesia/ Dakwahmedia]
Kisah Jadullah Qur'ani, Mualaf yang Islamkan Ratusan Ribu Nasrani dan Yahudi

Kisah Jadullah Qur'ani, Mualaf yang Islamkan Ratusan Ribu Nasrani dan Yahudi

Kisah seorang Yahudi yang mengislamkan jutaan orang

DI SUATU tempat di Prancis sekitar lima puluh tahun yang lalu, ada seorang berkebangsaan Turki berumur 50 tahun bernama Ibrahim. Ia adalah orangtua yang menjual makanan di sebuah toko makanan. Toko tersebut terletak di sebuah apartemen di mana salah satu penghuninya adalah keluarga Yahudi yang memiliki seorang anak bernama "Jad" berumur 7 tahun.
Jad, si anak Yahudi Hampir setiap hari mendatangi toko tempat di mana Ibrahim bekerja untuk membeli kebutuhan rumah. Setiap kali hendak keluar dari toko –dan Ibrahim dianggapnya lengah– Jad selalu mengambil sepotong cokelat milik Ibrahim tanpa seizinnya.
Pada suatu hari usai belanja, Jad lupa tidak mengambil cokelat ketika mau keluar, kemudian tiba-tiba Ibrahim memanggilnya dan memberitahu kalau ia lupa mengambil sepotong cokelat sebagaimana kebiasaannya.
Jad kaget, karena ia mengira bahwa Ibrahim tidak mengetahui apa yang ia lakukan selama ini. Ia pun segera meminta maaf dan takut jika saja Ibrahim melaporkan perbuatannya tersebut kepada orangtuanya.
"Tidak apa, yang penting kamu berjanji untuk tidak mengambil sesuatu tanpa izin, dan setiap saat kamu mau keluar dari sini, ambillah sepotong cokelat, itu adalah milikmu", ujar Ibrahim sebagai tanda persetujuan.

Waktu berlalu, tahun pun berganti dan Ibrahim yang seorang Muslim kini menjadi layaknya seorang ayah dan teman akrab bagi Jad si anak Yahudi
Sudah menjadi kebiasaan Jad saat menghadapi masalah, ia selalu datang dan berkonsultasi kepada Ibrahim. Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengambil sebuah buku dari laci, memberikannya kepada Jad dan kemudian menyuruhnya untuk membukanya secara acak.
Setelah Jad membukanya, kemudian Ibrahim membaca dua lembar darinya, menutupnya dan mulai memberikan nasehat dan solusi dari permasalahan Jad.

Beberapa tahun pun berlalu dan begitulah hari-hari yang dilalui Jad bersama Ibrahim, seorang Muslim Turki yang tua dan tidak berpendidikan tinggi.
14 Tahun Berlalu ...
Jad kini telah menjadi seorang pemuda gagah dan berumur 24 tahun, sedangkan Ibrahim saat itu berumur 67 tahun.
Alkisah, Ibrahim akhirnya meninggal, namun sebelum wafat ia telah menyimpan sebuah kotak yang dititipkan kepada anak-anaknya di mana di dalam kotak tersebut ia letakkan sebuah buku yang selalu ia baca setiap kali Jad berkonsultasi kepadanya. Ibrahim berwasiat agar anak-anaknya nanti memberikan buku tersebut sebagai hadiah untuk Jad, seorang pemuda Yahudi.
Jad baru mengetahui wafatnya Ibrahim ketika putranya menyampaikan wasiat untuk memberikan sebuah kotak. Jad pun merasa tergoncang dan sangat bersedih dengan berita tersebut, karena Ibrahim-lah yang selama ini memberikan solusi dari semua permasalahannya­, dan Ibrahim lah satu-satunya teman sejati baginya.

Hari-haripun berlalu, Setiap kali dirundung masalah, Jad selalu teringat Ibrahim. Kini ia hanya meninggalkan sebuah kotak. Kotak yang selalu ia buka, di dalamnya tersimpan sebuah buku yang dulu selalu dibaca Ibrahim setiap kali ia mendatanginya.
Jad lalu mencoba membuka lembaran-lembar­an buku itu, akan tetapi kitab itu berisikan tulisan berbahasa Arab sedangkan ia tidak bisa membacanya.

Kemudian ia pergi ke salah seorang temannya yang berkebangsaan Tunisia dan memintanya untuk membacakan dua lembar dari kitab tersebut. Persis sebagaimana kebiasaan Ibrahim dahulu yang selalu memintanya membuka lembaran kitab itu dengan acak saat ia datang berkonsultasi.
Teman Tunisia tersebut kemudian membacakan dan menerangkan makna dari dua lembar yang telah ia tunjukkan. Dan ternyata, apa yang dibaca oleh temannya itu, mengena persis ke dalam permasalahan yang dialami Jad kala itu.
Lalu Jad bercerita mengenai permasalahan yang tengah menimpanya, Kemudian teman Tunisianya itu memberikan solusi kepadanya sesuai apa yang ia baca dari kitab tersebut.

Jad pun terhenyak kaget, kemudian dengan penuh rasa penasaran ini bertanya, "Buku apa ini?"
Ia menjawab, "Ini adalah Al-Qur'an, kitab sucinya orang Islam!"
Jad sedikit tak percaya, sekaligus merasa takjub,
Jad lalu kembali bertanya, "Bagaimana caranya menjadi seorang muslim?"
Temannya menjawab, "Mengucapkan syahadat dan mengikuti syariat!"

Setelah itu, dan tanpa ada rasa ragu, Jad lalu mengucapkan Syahadat, ia pun kini memeluk agama Islam!
Kini Jad sudah menjadi seorang Muslim, kemudian ia mengganti namanya menjadi Jadullah Al-Qur'ani sebagai rasa takdzim atas kitab Al-Qur'an yang begitu istimewa dan mampu menjawab seluruh problema hidupnya selama ini. Dan sejak saat itulah ia memutuskan akan menghabiskan sisa hidupnya untuk mengabdi menyebarkan ajaran Al-Qur'an.
Mulailah Jadullah mempelajari Al-Qur'an serta memahami isinya, dilanjutkan dengan berdakwah di Eropa hingga berhasil mengislamkan enam ribu Yahudi dan Nasrani.
Suatu hari, Jadullah membuka lembaran-lembar­an Al-Qur'an hadiah dari Ibrahim itu. Tiba-tiba ia mendapati sebuah lembaran bergambarkan peta dunia. Pada saat matanya tertuju pada gambar benua Afrika, nampak di atasnya tertera tanda tangan Ibrahim dan dibawah tanda tangan itu tertuliskan ayat :
((اُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ­ الْحَسَنَةِ...!­!))
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik!!..." [QS. An-Nahl; 125]

Iapun yakin bahwa ini adalah wasiat dari Ibrahim dan ia memutuskan untuk melaksanakannya­.
Beberapa waktu kemudian Jadullah meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika yang di antaranya adalah Kenya, Sudan bagian selatan (yang mayoritas penduduknya adalah Nasrani), Uganda serta negara-negara sekitarnya. Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari 6.000.000 (enam juta) orang dari suku Zulu, ini baru satu suku, belum dengan suku-suku lainnya.
Akhir Hayat Jadullah ...
Jadullah Al-Qur'ani, seorang Muslim sejati, da'i hakiki, menghabiskan umur 30 tahun sejak keislamannya untuk berdakwah di negara-negara Afrika yang gersang dan berhasil mengislamkan jutaan orang.
Jadullah wafat pada tahun 2003 yang sebelumnya sempat sakit. Kala itu beliau berumur 45 tahun, beliau wafat dalam masa-masa berdakwah.
Kisah pun belum selesai ...
Ibu Jadullah Al-Qur'ani adalah seorang wanita Yahudi yang fanatik, ia adalah wanita berpendidikan dan dosen di salah satu perguruan tinggi. Ibunya baru memeluk Islam pada tahun 2005, dua tahun sepeninggal Jadullah yaitu saat berumur 70 tahun.
Sang ibu bercerita bahwa –saat putranya masih hidup– ia menghabiskan waktu selama 30 tahun berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan putranya agar kembali menjadi Yahudi dengan berbagai macam cara, dengan segenap pengalaman, kemapanan ilmu dan kemampuannya, akan tetapi ia tidak dapat mempengaruhi putranya untuk kembali menjadi Yahudi.

Sedangkan Ibrahim, seorang Muslim tua yang tidak berpendidikan tinggi, mampu melunakkan hatinya untuk memeluk Islam, hal ini tidak lain karena Islamlah satu-satunya agama yang benar.
Yang menjadi pertanyaannya, "Mengapa Jad si anak Yahudi memeluk Islam?"
Jadullah Al-Qur'ani bercerita bahwa Ibrahim yang ia kenal selama 17 tahun tidak pernah memanggilnya dengan kata-kata: "Hai orang kafir!" atau "Hai Yahudi!" bahkan Ibrahim tidak pernah untuk sekedar berucap: "Masuklah agama Islam!"
Bayangkan, selama 17 tahun Ibrahim tidak pernah sekalipun mengajarinya tentang agama, tentang Islam ataupun tentang Yahudi. Seorang tua Muslim sederhana itu tak pernah mengajaknya diskusi masalah agama. Akan tetapi ia tahu bagaimana menuntun hati seorang anak kecil agar terikat dengan akhlak Al-Qur'an.
Kemudian dari kesaksian Dr. Shafwat Hijazi (salah seorang dai kondang Mesir) yang suatu saat pernah mengikuti sebuah seminar di London dalam membahas problematika Darfur serta solusi penanganan dari kristenisasi, beliau berjumpa dengan salah satu pimpinan suku Zolo.
Saat ditanya apakah ia memeluk Islam melalui Jadullah Al-Qur'ani?, ia menjawab; tidak! namun ia memeluk Islam melalui orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur'ani.
Subhanallah, akan ada berapa banyak lagi orang yang akan masuk Islam melalui orang-orang yang diislamkan oleh Jadullah Al-Qur'ani. Dan Jadullah Al-Qur'ani sendiri memeluk Islam melalui tangan seorang muslim tua berkebangsaan Turki yang tidak berpendidikan tinggi, namun memiliki akhlak yang jauh dan jauh lebih luhur dan suci.
Begitulah hikayat tentang Jadullah Al-Qur'ani, kisah ini merupakan kisah nyata yang penulis dapatkan kemudian penulis terjemahkan dari catatan Almarhum Syeikh Imad Iffat yang dijuluki sebagai "Syaikh Kaum Revolusioner Mesir".
Beliau adalah seorang ulama Al-Azhar dan anggota Lembaga Fatwa Mesir yang ditembak syahid dalam sebuah insiden di Kairo pada hari Jumat, 16 Desember 2011 silam.
Kisah nyata ini layak untuk kita renungi bersama di masa-masa penuh fitnah seperti ini. Di saat banyak orang yang sudah tidak mengindahkan lagi cara dakwah Qur'ani. Mudah mengkafirkan, fasih mencaci, mengklaim sesat, menyatakan bid'ah, melaknat, memfitnah, padahal mereka adalah sesama muslim.
Dulu da'i-da'i kita telah berjuang mati-matian menyebarkan Tauhid dan mengislamkan orang-orang kafir, namun kenapa sekarang orang yang sudah Islam malah justru dikafir-kafirka­n dan dituduh syirik? Bukankah kita hanya diwajibkan menghukumi sesuatu dari yang tampak saja?
Sedangkan masalah batin biarkan Allah yang menghukumi nanti. Kita sama sekali tidak diperintahkan untuk membelah dada setiap manusia agar mengetahui kadar iman yang dimiliki setiap orang.
Mari kita renungi kembali surat Thaha ayat 44 yaitu Perintah Allah swt. kepada Nabi Musa dan Harun –'alaihimassala­m– saat mereka akan pergi mendakwahi fir'aun. Allah berfirman,
"Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut."

Bayangkan, Fir'aun yang jelas-jelas kafir laknatullah, namun saat dakwah dengan orang seperti ia pun harus tetap dengan kata-kata yang lemah lembut, tanpa menyebut dia Kafir Laknatullah! Lalu apakah kita yang hidup di dunia sekarang ini ada yang lebih Islam dari Nabi Musa dan Nabi Harun? Atau adakah orang yang saat ini lebih kafir dari Fir'aun, di mana Al-Qur'an pun merekam kekafirannya hingga kini?
Lantas alasan apa bagi kita untuk tidak menggunakan dahwah dengan metode Al-Qur'an? Yaitu dengan Hikmah, Nasehat yang baik, dan Diskusi menggunakan argumen yang kuat namun tetap sopan dan santun? ...
Wallahu Ta'ala A'la Wa A'lam Bis-Shawab.


- Penulis: Mustamid, seorang mahasiswa Program Licence 
Universitas Al-Azhar Kairo Konsentrasi Hukum Islam -

Merinding.. Inilah Wanita Ahli Neraka & Ciri-Cirinya

Wanita Ahli Neraka
Inilah Golongan Wanita Yang Di Siksa Dalam Neraka - Dalam suatu hadits, Rasulullah pernah bersabda : “Apabila seorang wanita mencucikan pakaian suaminya, maka Allah s.w.t. mencatat baginya seribu kebaikan, dan mengampuni dua ribu kesalahannya, bahkan segala sesuatu yang disinari sang surya akan memintakan ampunan baginya, dan Allah s.w.t. mengangkat seribu derajat untuknya.” (H.R. Abu Manshur)

Sayyidina Ali meriwayatkan sebagai berikut : Saya bersama-sama Fathimah berkunjung kerumah Rasulullah, maka kami temui beliau sedang menangis. Kami bertanya kepada beliau: “Apakah yang menyebabkan engkau menangis wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Pada malam aku di Israkan ke langit, aku melihat orang-orang yang sedang mengalami penyiksaan, maka apabila aku teringat keadaan mereka, aku menangis.”

Saya bertanya lagi, “Wahai Rasulullah apa yang engkau lihat?”

Beliau bersabda:

1. Wanita yang digantung dengan rambutnya dan otak kepalanya mendidih.

2. Wanita yang digantung dengan lidahnya serta tangan dicopot dari punggungnya, aspal mendidih dari neraka dituang ke kerongkongnya.

3. Wanita yang digantung dengan buah dadanya dari balik punggungnya, sedang air getah kayu Zakum dituangkan ke kerongkongnya.

4. Wanita yang digantung, diikat kedua kaki dan tangannya kearah ubun-ubun kepalanya, serta dibelit dan dibawah kekuasaan ular dan kala jengking.

5. Wanita yang memakan badannya sendiri, serta dibawahnya tampak api yang berkobar-kobar dengan hebatnya.

6. Wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka.

7. Wanita yang bermuka hitam serta dia makan usus-ususnya sendiri.

8. Wanita yang tuli, buta dan bisu didalam peti neraka, sedang darahnya mengalir dari lubang-lubang badannya (hidung, telinga, mulut) dan badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.

9. Wanita yang berkepala seperti kepala babi dan berbadan himmar (keledai) yang mendapat berjuta macam siksaan.

10. Wanita yang berbentuk anjing, sedangkan beberapa ular dan kala jengking masuk melalui duburnya atau mulutnya dan keluar melalui duburnya, sedangkan malaikat sama-sama memukuli kepalanya dengan palu dari neraka.

Maka berdirilah Fatimah seraya berkata, “Wahai ayahku, penyejuk mataku, ceritakanlah kepadaku, apakah amal perbuatan wanita-wanita itu.” Rasulullah s.a.w. bersabda : “Hai Fatimah, adapun tentang hal itu :

1. Wanita yang digantung dengan rambutnya kerana tidak menjaga rambutnya (di jilbab) dikalangan laki-laki.

2. Wanita yang digantung dengan lidahnya, kerana dia menyakiti hati suaminya, dengan kata-katanya.”

Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : “Tidak seorang wanita pun yang menyakiti hati suaminya melalui kata-kata, kecuali Allah s.w.t. akan membuat mulutnya kelak dihari kiamat selebar tujuh puluh dzira kemudian akan mengikatkannya dibelakang lehernya.”

3. Adapun wanita yang digantung dengan buah dadanya, kerana dia menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.

4. Adapun wanita yang diikat dengan kaki dan tanganya itu, kerana dia keluar rumah tanpa seizin suaminya, tidak mandi wajib dari haid dan dari nifas (keluar darah setelah melahirkan).

5. Adapun wanita yang memakan badannya sendiri, kerena dia bersolek untuk dilihat laki-laki lain serta suka membicarakan aib orang lain.

6. Adapun wanita yang memotong-motong badannya sendiri dengan gunting dari neraka, dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan orang banyak, dengan maksud supaya mereka (orang banyak) itu melihat perhiasannya, dan setiap orang yang melihatnya jatuh cinta padanya, karena melihat perhiasannya.

7. Adapun wanita yang diikat kedua kaki dan tangannya sampai keubun-ubunnya dan dibelit oleh ular dan kala jengking, kerana dia mampu untuk mengerjakan sholat dan puasa, sedangkan dia tidak mau berwudhu dan tidak sholat dan tidak mau mandi wajib.

8. Adapun wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya seperti keledai (himar), karena dia suka mengadu-domba serta berdusta.

9. Adapun wanita yang berbentuk seperti anjing, kerana dia ahli fitnah serta suka marah-marah pada suaminya.

Dalam sebuah hadis Rasulullah S.A.W. bersabda : empat jenis wanita yang berada di surga dan empat jenis wanita yang berada di neraka dan beliau menyebutnya di antara empat jenis perempuan yang berada di surga adalah :

1. Perempuan yang menjaga diri dari berbuat haram lagi berbakti kepada Allah dan suaminya.

2. Perempuan yang banyak keturunannya lagi penyabar serta menerima dengan senang hati dengan keadaan yang serba kekurangan (dalam kehidupan) bersama suaminya.

3. Perempuan yang bersifat pemalu, dan jika suaminya pergi maka ia menjaga dirinya dan harta suaminya, dan jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perkataan yang tidak layak kepadanya.

4. Perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya dan ia mempunyai anak-anak yang masih kecil, lalu ia mengekang dirinya hanya untuk mengurusi anak-anaknya dan mendidik mereka serta memperlakukannya dengan baik kepada mereka dan tidak bersedia kawin karena khawatir anak-anaknya akan tersia-sia (terlantar).

Kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda : Dan adapun empat jenis wanita yang berada di neraka adalah :

1. Perempuan yang jelek (jahat) mulutnya terhadap suaminya, jika suaminya pergi, maka ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminnya datang ia memakinya (memarahinya).

2. Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa yang ia tidak mampu.

3. Perempuan yang tidak menutupi dirinya dari kaum lelaki dan keluar dari rumahnya dengan menampakkan perhiasannya dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik perhatian kaum lelaki).

4. Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur dan ia tidak senang berbakti kepada Allah, Rasul dan suaminya.

Oleh karena itu seorang perempuan yang bersifat dengan sifat-sifat (empat) ini, maka ia dilaknat termasuk ahli neraka kecuali jika ia bertaubat.

Ibnu Abas r.a. meriwayatkan juga bahwa Rasulullah S.A.W. bersabda : “Apabila seorang wanita keluar rumahnya dengan mempesolek dirinya serta memakai bau-bauan (sedang suaminya ridha akan berbuatan yang demikian itu), maka dibangunkan untuk suaminya pada setiap langkahnya sebuah rumah di neraka.”

Wanita, jika tidak ingin menjadi penghuni neraka, maka hendaklah ia mengingat kebaikan-kebaikan suaminya yang banyak, ketika suatu saat ia mendapatkan perlakuan tidak baik dari suaminya. Ia ridha dengan kesalahan suaminya tersebut, tetap bahagia dan tidak mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya. Jika bisa bersikap demikian, maka dia insya Allah akan menjadi penghuni surga. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 

أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَنْهَا رَاضٍ دَخَلَتِ الْجَنَّةَ 

“Wanita mana saja yang meninggal dunia, kemudian suaminya merasa ridho terhadapnya, maka ia akan masuk surga” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah; hasan menurut Tirmidzi).
Bagaimana Negara Khilafah Mengajarkan Sejarah

Bagaimana Negara Khilafah Mengajarkan Sejarah

Oleh: KH Hafidz Abdurrahman

Sejarah [tarikh] adalah pengetahuan yang termasuk kategori tsaqafah, dan sangat dipengaruhi oleh akidah dan pandangan hidup tertentu. Pengetahuan sejarah juga merupakan informasi politik yang sangat penting, baik sejarah tentang umat Islam maupun umat lain.

Karena sejarah ini terkait dengan tsaqafah, sebagaimana hadits dan sirah, maka ada dua poin yang harus diperhatikan. Pertama, sumber dan jalur informasi [sanad]. Kedua, redaksi dan muatan informasi yang disampaikan [matan]. Para sejarahwan muslim, di masa awal, telah menempuh metode yang sama, sebagaimana ahli hadits dan sirah dalam penulisan sejarah.

Mula-mula dituturkan secara lisan, kemudian diriwayatkan oleh generasi pertama yang menjadi saksi dan terlibat dalam peristiwa tersebut kepada generasi berikutnya, hingga terbukukan. Sejarahwan terawal yang populer adalah Abu Mukhnif bin Salim al-Azdi [w. 170 H], dengan karya-karya yang terkenal, seperti Futuh as-Syam [Penaklukan Syam], Futuh al-‘Iraq [Penaklukan Irak], al-Jamal [Perang Jamal], Shiffin [Perang Shiffin], dan Maqtal al-Husain [Terbunuhnya al-Husain]. Masing-masing kitab ini menjelaskan satu peristiwa.

Tetapi, dari kitab-kitab tersebut tidak ada yang shahih, kecuali yang telah dinukil oleh at-Thabari dalam kitabnya, Tarikh al-Umam wa al-Muluk. Karena itu, tidak heran banyak ahli hadits yang melemahkan riwayat al-Azdi. Nama lain yang terkenal adalah al-Madaini [w. 225 H]. Selain tentang sirah Nabi SAW, dia juga menulis kitab Akhbar Quraisy, Akhbar an-Nisa’, dan Akhbar al-Khulafa’. Beda dengan al-Azdi, terhadap al-Madaini, para ahli hadits tidak melemahkan.

Hanya saja, meski menggunakan metode yang sama, yaitu riwayat, tetapi kitab-kitab Tarikh, baik sejarah Islam maupun umat lain, tidak ditulis seteliti penulisan hadits maupun sirah. Selain itu, kitab-kitab tersebut tidak memberikan gambaran yang utuh tentang kondisi masyarakat dan negara di zamannya, kecuali fokus pada para khalifah dan pembantunya. Karena itu, baik dari aspek jalur informasi [sanad] maupun isi [matan]-nya, sejarah ini harus diteliti ulang.

Materi Sejarah

Penelitian ulang sejarah ini dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan, sebagaimana penelitian hadits dan sirah. Pertama, dari aspek sumber informasi. Kedua, dari aspek isi dan muatan informasi. Dalam hal ini, Khilafah bisa membentuk tim khusus yang terdiri dari ahli hadits, sirah dan sejarah dari seluruh dunia.
Setelah berhasil dibuktikan keshahihan riwayat dan muatannya, maka hasil penelitian tersebut bisa didokumentasikan sebagai dokumentasi politik dan hukum yang menjadi pedoman Khilafah. Sebagai contoh, hasil riset yang dilakukan oleh Dr Muhammad Hamidullah, yang dibukukan dalam Majmu’ah al-Watsaiq as-Siyasiyyah li al-‘Ahdi an-Nabawi wa al-Khilafah ar-Rasyidah [Kumpulan dokumen politik era Nabi dan Khilafah Rasyidah]. Sebelumnya, al-Kattani telah membukukan hasil risetnya dalam at-Taratib al-Idariyyah [Tertib Administrasi dan Pemerintahan].

Meski demikian, ini juga belum memadai untuk memberikan gambaran yang utuh tentang negara dan masyarakat yang ada di zamannya. Karena itu, untuk merekonstruksi gambaran negara dan masyarakat dalam sejarah Islam harus menggunakan kitab-kitab fikih yang ditulis para ulama’ fikih di zamannya. Karena, kitab-kitab ini merepresentasikan pemikiran dan hukum yang diterapkan pada waktu itu. Misalnya, dari kitab al-Amwal, karya Abu Ubaid, kita tahu bagaimana tatakelola ekonomi di zaman itu. Begitu juga dari kitab al-Ahkam as-Sulthaniyyah, karya al-Mawardi, kita juga tahu bagaimana sistem pemerintahan saat itu. Begitu seterusnya.

Dari kedua sumber di atas, baik kitab-kitab tarikh yang sudah diteliti ulang, maupun fikih, bisa didapatkan dua hal: Pertama, gambaran sistem Islam yang diterapkan sepanjang sejarah Islam. Mulai dari sistem pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan, peradilan, sanksi hukum, sampai politik luar negeri. Kedua, paparan bagaimana sistem tersebut diterapkan oleh Khilafah.
Inilah materi sejarah yang bisa diajarkan kepada umat Islam.

Kurikulum dan Metode

Karena pendidikan dalam negara Khilafah bertujuan untuk membentuk kepribadian Islam, sedangkan kepribadian Islam dibentuk oleh akliyah dan nafsiyah Islam, maka kebijakannya pun harus diarahkan untuk membentuk akliyah dan nafsiyah Islam ini. Sejarah sebagai salah satu materi juga harus didesain sedemikian rupa sehingga tujuan tersebut bisa diwujudkan.

Selain materi sejarah yang sudah disusun, metode pengajarannya pun harus benar-benar bisa mewujudkan tujuan tersebut. Setidaknya ada tiga metode: Pertama, proses pembelajarannya harus sampai pada tingkat yang meyakinkan, atau setidaknya ghalabatu ad-dhan. Kedua, dikaji dengan mendalam. Ketiga, dipelajari untuk diaktualisasikan. Inilah ketiga metode yang akan ditempuh dalam proses pengajaran sejarah.

Materi-materi sejarah yang sudah tersistematisasikan tersebut diajarkan di seluruh jenjang pendidikan, sejak fase pertama sebelum sekolah menengah atas. Karena, ini merupakan pengetahuan tsaqafah, yang lahir dari akidah dan pandangan hidup tertentu, maka ketika diajarkan sejak dini, pengetahuan ini akan bisa menjadi pondasi bagi umat Islam.

Sedangkan di tingkat menengah atas dan perguruan tinggi, sebagai bagian dari pengetahun tsaqafah, sejarah ini bisa diajarkan lebih mendalam dan rinci. Baik yang terkait dengan sumber dan jalur informasinya, maupun isi dan muatannya. Termasuk sejarah umat lain, sebagai bagian dari informasi politik juga bisa diberikan. Dengan pengetahuan, misalnya tentang sejarah bangsa Inggris, amerika, Prancis, Rusia, Jepang dan sebagainya, siswa didik bisa mengetahui karakter mereka, dan bagaimana Khilafah memandang dan menyikapi mereka. Sebagaimana yang dituangkan dalam kitab, Mafahim Siyasiyyah li Hizb at-Tahrir.

Al-Kattani menuturkan kebiasaan Nabi SAW mengajarkan kepada para sahabat tentang informasi bangsa dan umat lain hingga larut malam. Kebiasaan ini kemudian diikuti oleh ‘Umar bin al-Khatthab, hingga Mu’awiyyah. Bahkan, hingga larut malam, saking asyiknya mengkaji informasi tentang bangsa dan umat lain, ‘Umar pernah diingatkan, “As-shalah.. as-Shalah..” [shalat.. shalat]. Dengan tegas ‘Umar mengatakan, “Nahnu fi as-shalah.” [Kita sedang “shalat”].

Negara khilafah juga bisa membangun pusat riset dan perpustakaan terlengkap. Di dalamnya tersedia berbagai dokumen politik, manuskrip dan berbagai referensi yang dibutuhkan. Sebagaimana dokumen dan arsip tanah di zaman Khilafah ‘Ustmani yang sampai sekarang masih tersimpan dengan baik, bisa digunakan sebagai dokumen hakim dalam memutuskan sengketa yang terjadi di kemudian hari. Hal yang sama juga bisa dimanfaatkan khilafah, ketika khilafah ini tegak kembali.
Begitulah sejarah diajarkan kepada umat ini di era khilafah. [HTI/dakwahmedia]

Tjipta Lesmana: Saya dulu coblos Jokowi, kini kecewa, ketergantungan pada asing makin tinggi


Pakar Komunikasi Politik Profesor Tjipta Lesmana mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerintahan Jokowi.

Sebab, sikap Presiden Jokowi dinilai telah menjauh dari konsep Nawacita dan Trisakti yang diusung pada Pemilihan Presiden 2014 lalu.

Padahal, Tjipta mengaku sebagai pendukung Jokowi-Jusuf Kalla.

Tjipta melihat selama setahun pemerintahan Jokowi tidak melihat konsep yang ditawarkan pada saat kampenye.

Contohnya, tidak mau tergantung pada pihak asing.
"Soal kemandirian ekonomi. Jangan munafiklah. Saya dulu coblos Jokowi tapi kita kecewa. Ketergantungan kita pada asing makin tinggi saat Jokowi," kata Tjipta dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Minggu (29/11/2015).

Tjipta mencontohkan kinerja Menteri BUMN Rini Soemarno dengan program kereta cepat bekerjasama dengan Cina. Kemudian keputusan Presiden Jokowi masuk dalam Trans-Pacific Partnership dalam pertemunanya dengan Presiden AS Barack Obama.

"Ibaratnya kereta api pemerintahan ini melajunya makin jauh dari Trisakti bohong kalau makin dekat dengan Trisakti, makin jauh," kayanya.

Tjipta semakin heran dengan sikap Jokowi yang tidak sejalan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Megawati dalam pidatonya selalu menegaskan konsep Trisakti dan Nawacita. Ia pun sempat meminta kader PDIP agar menitipkan pesan kepada Megawati untuk mengingatkan Jokowi kembali sehingga tetapi bersikap sesuai konsep Nawacita dan Trisakti.

"Saya pernah bisiki Rieke Dyah Pitaloka. Bicaralah dengan Mega. Minta dia ingatkan Jokowi lagi. Ini makin jauh. Tolong jangan gaduh, dimana wibawa Presiden Indonesia," tuturnya. [tribunnews/dakwahmedia]