“Saya Tidak Bisa Mendapatkan Akomodasi Karena Saya Muslim”

“Saya Tidak Bisa Mendapatkan Akomodasi Karena Saya Muslim”

ReemDalam pesan video kepada Ketua Menteri Arvind Kejriwal, seorang profesor tunanetra dari Delhi University (DU) telah menuduh bahwa dia ditolak untuk mendapatkan akomodasi sewaan di ibu kota negara itu dengan alasan bahwa dia adalah seorang Muslim.

Reem Shamsudeen, asisten profesor bahasa Inggris di perguruan tinggi DU, telah melayangkan keluhan tentang diskriminasi yang dia hadapi karena alasan agama dalam pesan video yang diposting di YouTube, dan dikirim kepada Kejriwal sebagai “Ketua Menteri”.

Reem, berusia 30 tahun, yang berasal dari Kerala, mengatakan dalam video itu, “ketika saya datang ke sini (Delhi) Februari lalu, seluruh pelosok negeri dipenuhi janji-janji AAP-yakni partai Kejriwal- tentang bagaimana Delhi akan berubah ketika anda (Kejriwal) menjadi Ketua Menteri dan bagaimana partai akan berurusan dengan banyak masalah termasuk diskriminasi. ”

“Di sini saya ingin memberi contoh diskriminasi yang saya baru hadapi. Setelah liburan musim panas ketika ikut kuliah aku mendapat flat yang akan saya sewa dan saya bayar dimuka untuk ibu saya dan saya sehingga saya bisa pindah.

“Pada hari ketika saya seharusnya masuk dengan membawa semua barang-barang saya, pemilik menolak memberikan saya kunci dan mengatakan bahwa dia tidak bisa menyewakan flatnya untuk seorang Muslim. Tentu saja, itu adalah pengalaman yang mengejutkan mengingat Delhi adalah kota kosmopolitan untuk selamanya, “katanya dan mengatakan dia tidak pernah mengalami ” diskriminasi semacam ini” saat belajar di Hyderabad selama delapan tahun.

Profesor itu, lebih lanjut mengatakan, “jika saya harus menghadapi ini, bagaimana dengan ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai bagian negara?,” tanyanya. (newindianexpress.com, 24/7/2015)

Baca juga :

  1. Masuk Dalam Daftar Interpol, Syeikh Yusuf Qaradawi: Saya tidak membunuh…Saya pun tidak pernah memprovokasi…
  2. Geert Wilders: Saya tidak Benci Muslim, tapi (Ideologi) Islam
  3. Menteri Kebudayaan Aljazair: Shalat Penghinaan Terbesar, Saya Tidak Percaya Pada Pernikahan!
  4. Kalau Tidak Menyebarkan Ahmadiyah, “Priyuk Nasi Saya tidak Ngebul”
  5. Mantan Dubes Mesir: “Saya Akan Menuntut Pemerintah Mesir Karena Menutup Pintu Perbatasan Rafah”

from Hizbut Tahrir/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Israel Melarang Perbaikan Jaringan Listrik Gaza

Israel Melarang Perbaikan Jaringan Listrik Gaza

gazapowerdopPemerintah Israel telah melarang perusahaan listrik Israel untuk memperbaiki jaringan listrik  yang memasok untuk Jalur Gaza, pejabat Palestina mengatakan pada hari Senin.

Suatu kesalahan teknis di pihak Israel memotong dua jaringan listrik utama yang memasok listrik ke Jalur Gaza pada akhir pekan.

Jaringan listrik No 8, yang menyediakan listrik untuk Gaza tengah dan sebagian wilayah Khan Younis, mati tiga hari yang lalu, dan jaringan Al-Qubba, yang menyediakan listrik ke Kota Gaza, mati pada hari Minggu, menurut Days of Palestine.

Pejabat Perusahaan Distribusi Listrik Gaza mengatakan perusahaan berusaha untuk bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Otoritas Palestina untuk memperbaiki jaringan yang rusak, namun mengatakan pasukan pendudukan Israel menghalangi upaya mereka.

Gaza saat menerima listrik dari wilayah pendudukan Israel, Mesir, dan pembangkit listrik di Gaza sendiri.(imemc.org, 21/7/2015)

Baca juga :

  1. Pesawat Israel Melancarkan Serangan di jalur Gaza
  2. Pembangkit Listrik Gaza Mati Karena Sengketa Pajak Palestina
  3. Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina di Gaza
  4. Kelangkaan Listrik di Gaza Ancam Nyawa Warga
  5. Bom Israel Tewaskan Anak Palestina Di Gaza

from Hizbut Tahrir/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Amar Munkar-Nahi Ma`ruf

Amar Munkar-Nahi Ma`ruf

Oleh: Ali Akbar Bin Muhammad bin Aqil

DALAM sebuah kesempatan, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam berbicara di hadapan para sahabatnya. “Bagaimana menurut kalian, jika perempuan-perempuan kalian tidak patuh, pemuda-pemuda kalian berlaku durhaka, dan kalian meninggalkan kewajiban berjihad?” Para sahabat yang mendengar pertanyaan tersebut terperanjat kaget. Mereka penasaran dengan pertanyaan dari Rasul ini. Sahabat bukan tidak percaya kepada nabi tapi kaget dengan isi yang dikandung dalam pertanyaannya.

Kemudian, para sahabat bertanya, “Apakah keadaan yang demikian itu akan terjadi, wahai Rasulullah?” Rasul menjawab, “Iya, demi Allah nanti akan terjadi sesuatu yang lebih parah dari itu?” “Apa itu wahai Rasul, sesuatu yang lebih parah dari itu?” Kata Nabi, “Bagaimana jika kalian tidak melakukan Amar Ma`ruf-Nahi Munkar?”

Lagi-lagi, untuk kesekian kalinya para sahabat tidak habis pikir mendengar pernyataan terakhir dari nabi ini. Umat Islam di masa itu diberi kemuliaan oleh Allah sebagai umat terbaik berkat kesigapannya dalam melakukan Amar Ma`Ruf-Nahi Munkar, seperti firman Allah:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (Qs. Ali Imran : 110).

Didorong rasa penasaran, para sahabat bertanya kembali, “Apakah keadaan demikian akan terjadi, wahai Rasulullah SAW?” Kata Rasul memberikan jawaban, “Bahkan yang lebih memiriskan dari itu akan terjadi!” “Apa itu, wahai Rasul?” Rasul mengatakan, “Bagaimana menurut kalian, jika kalian menyuruh kepada kemunkaran dan mencegah kebaikan?” “Apakah hal tersebut akan terjadi?” “Iya, Demi Allah bahkan yang lebih para dari itu akan terjadi! Allah berfirman, “Aku bersumpah dengan Dzat-Ku, sungguh akan Aku buka bermacam fitnah sampai-sampai orang yang bijaksana (para ulama) dalam keadaan bingung.”

Hadits yang tertuang dalam kitab Ihya` Ulumuddin karya Imam Ghazali ini mengandung Lima Pelajaran penting untuk kita semua.

✔Pertama, ketidakpatuhan perempuan

Di masa sekarang, tidak sedikit oknum perempuan yang tidak malu menampakkan lekuk tubuhnya membuka aurat, menjual diri, berselingkuh padahal ia telah bersuami, dan lepas tanggungjawab dalam mendidik anak-anaknya dengan alasan mengejar karir. Tentu saja, bukan hanya perempuan, pihak laki-laki juga turut andil dalam kedurjanaan kaum perempuan, utamanya ayah atau suami mereka.

✔Kedua, pemuda yang durhaka

Sikap durhaka seorang oknum pemuda tampak misalnya, dalam mempergauli ayah-ibunya. Seorang pemuda telah berani melotot kepada orangtuanya, mengusir, dan menganiaya orangtua. Beberapa di antaranya terpengaruh tayangan sinetron atau film di televisi yang mengajarkan hal seperti itu.

Padahal, Allah telah mengajarkan kepada kita untuk berbakti kepada orangtua;

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَاناً إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيماً

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah, janganlah kamu membentak mereka, dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Qs. Al-Isra` : 23).

Kedurhakaan pemuda bisa pula karena adanya pengajian sempalan yang mengajarkan kepada muridnya untuk memboikot anggota keluarganya yang tidak mau bergabung dalam pengajiannya. Kedurhakaan seperti itu muncul, salah satunya, dalam masalah pernikahan. Sang oknum Murabbi memberi fatwa kepada anggota halaqah pengajiannya untuk tidak perlu meminta restu orangtuanya dalam menikah, yang penting sang murabbi telah memberikan restu perjodohannya, orangtua tidak usah cawe-cawe, karena mereka orang yang jahil. Di sini, para pemuda diajari untuk berlaku durhaka kepada orangtuanya. Bahkan ada pengajian yang mengatakan, kalau orangtuanya tidak ikut pengajian, hartanya boleh diambil tanpa izinnya.

✔Ketiga, meninggalkan jihad

Di Indonesia khususnya, seseorang yang lantang berbicara soal jihad yang benar berpotensi dituduh sebagai teroris, radikalis, fundamentalis, dan tuduhan-tuduhan memojokkan lainnya. Di sisi lain, ada orang yang mengatakan, “Yang penting saya baik, saya shalat, saya berdoa, masa bodoh dengan orang yang kumpul kebo, memakai Narkoba, bermain judi. Pokoknya saya ibadah.” Sosok-sosok semacam ini merupakan golongan yang ananiyah (egois).

✔Keempat, kemunkaran yang dianggap sebagai kebaikan

Para Ulama yang istiqamah berjuang menegakkan syariat Islam, berdakwah di jalan Allah dengan segala daya dan upaya, dan pantang mundur dalam melawan kemaksiatan, dituding sebagai preman berjubah, pelaku anarkis, teroris. Sementara, sosok pelacur yang menjual harga dirinya dan menjajakan tubuhnya, disebut dengan panggilan yang sopan, yaitu kupu-kupu malam.

Selain itu, pesantren yang telah berjasa dalam kemerdekaan Republik Indonesia lewat perjuangan para santri, dicurigai sebagai sarang teroris namun diskotik diberi izin, dilindungi, dan dibiarkan berjalan lancar. Ketika umat hendak menyelenggarakan acara keagamaan: mauled, istighatsah, tablig akbar, diberondong pertanyaan: siapa yang mengundag? Apa susunan acaranya? Siapa yang diundang sebagai penceramah? Bandingkan dengan Inul yang manggung di sebuah even, mendapat pengawalan yang memadai. Padahal kegiatan Inul dan Ulama jelas berbeda jauh. Kebaikan dianggap sebagai kemunkaran.

Lebih dari itu, tayangan-tayangan pornografi yang diprotes oleh Umat Islam, dibela oleh pecinta kemunkaran sebagai bentuk keindahan seni, bukan pornografi. Belum lagi, berbicara tentang minuman keras yang menyebar di pelbagai pelosok. Minuman keras yang jelas keharamannya, justeru dipromosikan dan dipampang di berbagai sudut yang sama artinya menyerukan kepada kemunkaran dan dibela pula sebagai minuman sebagai minuman penghangat badan.

✔Kelima, jika empat fenomena di atas telah terjadi di suatu masa, maka Allah membuka pintu fitnah sebagai bentuk murka-Nya.

Manakala kemurkaan dan fitnah itu telah terbuka, maka musibah seperti tanah longsor, gempa bumi, letusan merapi, semburan lumpur, kebakaran di kota sampai tengah hutan, penyakit menular, krisis ekonomi, penganguran, tinggal menunggu waktunya saja dan keadaan seperti ini yang tengah terjadi.

Kesimpulannya, kenapa banyak musibah? Karena Allah murka. Mengapa Allah murka? Karena maksiat merajalela. Mengapa maksiat merajalela? Sebab amar ma`ruf-nahi munkar tidak ditegakkan. Mengapa amar ma`ruf-nahi munkar tidak ditegakkan? Sebab iman dan takwanya melemah.

Maka kuncinya, jika tidak ingin musibah datang, jangan membuat Allah murka. Jika tidak ingin membuat Allah murka, jangan biarkan maksiat merajalela. Jika tida ingin maksiat merajelela, tegakkan amar ma`ruf-nahi munkar. Bila ingin amar ma`ruf-nahi munkar tegak, tingkatkan iman dan takwa. Jika iman dan takwanya kuat, maka amar ma`ruf-nahi munkar dapat ditegakkan.

Jika amar ma`ruf-nahi munkar telah ditegakkan, maksiat tidak akan merajalela. Kalau maksiat tidak akan merajalela, Allah tidak akan murka. Kalau Allah tidak murka, maka musibah tak akan datang bahkan rahmat dan keberkahan yang akan dilimpahkan.*

Penulis pengajar di Pesantren Darut Tauhid, Malang

from Hidayatullah



from
via Pusat Media Islam
Kelompok Oposisi Suriah Sepakati ‘Peta Jalan’ untuk Akhiri Perang

Kelompok Oposisi Suriah Sepakati ‘Peta Jalan’ untuk Akhiri Perang

vcx
DUA kelompok oposisi politik utama Suriah, Jumat kemarin (24/7/2015) mengumumkan bahwa mereka telah sepakat adanya “peta jalan” untuk mengakhiri perang sipil yang sudah berlangsung lama di negara mereka. Langkah ‘peta jalan’itu akan dimulai dengan pembentukan badan transisi, lapor AP.

Pejabat dari Koalisi Nasional Suriah dan Badan Koordinasi Nasional menyatakan hal tersebut kepada wartawan setelah pertemuan di Brussels. Safwan Akkash, sekretaris Badan Koordinasi Nasional, mengatakan bahwa merupakan tanggung jawab bersama kelompok oposisi untuk melindungi darah rakyat Suriah.

Persatuan dua kelompok ini bisa memperkuat oposisi dalam pembicaraan masa depan dengan pemerintah Presiden Bashar Assad.

Namun kelompok oposisi, yang telah mencoba selama bertahun-tahun untuk mencapai pemahaman bersama, dituduh keluar dari sentuhan realitas di Suriah dan hampir tidak mendapat dukungan di antara kelompok perlawanan di lapangan.

Pengumuman di Brussels itu datang sehari setelah utusan khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura bertemu di Damaskus dengan politisi Suriah, dalam upaya mencoba mengakhiri konflik yang telah menewaskan sekitar 220.000 orang sejak Maret 2011.[fq/islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Al Furqon

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Tentara Mesir Klaim Tewaskan 12 ‘Teroris’ di Sinai Utara

Tentara Mesir Klaim Tewaskan 12 ‘Teroris’ di Sinai Utara

sxv
TENTARA Mesir mengklaim telah menewaskan 12 ‘teroris’ pada dini hari Jumat kemarin (24/7/2015) di kota Sinai Utara Sheikh Zuweid dalam upaya terbaru mereka dalam memerangi perlawanan militan Islam dalam dua tahun terakhir.

Tentara juga menghancurkan dua gudang penyimpanan bahan peledak, kata pernyataan militer seperti dilaporkan Alahram.

Sebelumnya pada hari Kamis, sebuah bom menghantam kendaraan militer lapis baja di Sinai Utara menewaskan empat tentara dan melukai tiga orang lainnya.

Kelompok Wilayah Sinai, yang telah berjanji setia kepada ISIS, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Twitter mereka.

Kelompok Wilayah Sinai juga mengaku melakukan serangan rudal pekan lalu terhadap kapal angkatan laut Mesir di pantai Sinai Utara yang berbatasan dengan Israel dan Jalur Gaza Palestina. Ia juga mengatakan mereka berada di belakang pemboman yang melanda Konsulat Italia di pusat Kairo seminggu sebelumnya.

Dalam dua tahun terakhir, ratusan personel keamanan Mesir tewas dan terluka dalam serangan militan di Semenanjung Sinai yang bergolak.[fq/islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Al Furqon

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Shalat Jumat Pertama, Fadlan Ingatkan Negara Akui Kebebasan Beribadah

Shalat Jumat Pertama, Fadlan Ingatkan Negara Akui Kebebasan Beribadah

Islam adalah cahaya kebenaran, mencerahkan dan mencerdaskan, dan sangat memahami apa itu yang dimaksud dengan Bhineka Tunggal ika

Shalat Jumat Pertama, Fadlan Ingatkan Negara Akui Kebebasan Beribadah

M Zaaf Fadzlan Garamatan, Ketua Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara memimpin shalat Jumat di Markas Koramil

Hidayatullah.com—Hari Jumat (24/07/2015) kaum Muslimin di Tolikara memulai menjalankan ibadah shalat Jumat dengan tenang.
Sekitar 100 jama’ah hadir mendirikan sholat Jum’at yang diadakan di Kantor Koramil 1702 Karubaga dan dilaksanakan dengan aman. [Baca: Hari Ini Muslim Tolikara Laksanakan Shalat Jumat di Markas Koramil]

Khutbah yang disampaikan oleh Ustadz M Zaaf Fadzlan Garamatan, Ketua Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara. Dalam khutbahnya, Fadzlan menegaskan bahwa bagaimana kedamaian, keamanan dalam beragama di Tolikara bisa diwujudkan, mengingat NKRI menjamin kebebasan beragama dan beribadah warga negaranya sesuai dengan keyakinannya.

“Negara menjamin warganya bebas beribadah di negeri ini,” tegas Ustadz Fadlan dalam paparan khutbanya.

Selain itu, Ustadz Fadlan menegaskan bahwa Islam adalah cahaya kebenaran, mencerahkan dan mencerdaskan, dan sangat memahami apa itu yang dimaksud dengan Bhineka Tunggal ika.

Mendengar khutbah tersebut, Ali Usman (30) yang juga Imam Masjid Baitul Muttaqin Tolikara menyatakan tercerahkan. Pria kelahiran Demak Jawa Tengah 14-04-1985 yang juga keluarga NU itu sangat termotivasi.

“Kami semakin tercerahkan dan termotivasi untuk bisa beribadah dengan baik. Semoga saja, setelah tragedi ini, kaum Muslimin di Tolikara diberikan hak-haknya untuk menjalankan ibadahnya secara bebas dan aman,” ungkapnya.

Sementara itu, menurut Kepala BMH Cabang Jayapura yang sudah hampir sepekan di lokasi dan mengerti betul kondisi psikologis korban di lokasi mengatakan bahwa khutbah Ustadz Fadlan Garamathan ini sangat penting bagi internal umat Islam, karena memberi motivasi kepada para korban, sehingga mereka bisa segera terbebas dari trauma tragedi pekan lalu,” ucapnya.*/Abu Fathun

from hidayatullah



from
via Pusat Media Islam
Tentara Mesir Klaim Tewaskan 12 ‘Teroris’ di Sinai Utara

Tentara Mesir Klaim Tewaskan 12 ‘Teroris’ di Sinai Utara

sxv
TENTARA Mesir mengklaim telah menewaskan 12 ‘teroris’ pada dini hari Jumat kemarin (24/7/2015) di kota Sinai Utara Sheikh Zuweid dalam upaya terbaru mereka dalam memerangi perlawanan militan Islam dalam dua tahun terakhir.

Tentara juga menghancurkan dua gudang penyimpanan bahan peledak, kata pernyataan militer seperti dilaporkan Alahram.

Sebelumnya pada hari Kamis, sebuah bom menghantam kendaraan militer lapis baja di Sinai Utara menewaskan empat tentara dan melukai tiga orang lainnya.

Kelompok Wilayah Sinai, yang telah berjanji setia kepada ISIS, telah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Twitter mereka.

Kelompok Wilayah Sinai juga mengaku melakukan serangan rudal pekan lalu terhadap kapal angkatan laut Mesir di pantai Sinai Utara yang berbatasan dengan Israel dan Jalur Gaza Palestina. Ia juga mengatakan mereka berada di belakang pemboman yang melanda Konsulat Italia di pusat Kairo seminggu sebelumnya.

Dalam dua tahun terakhir, ratusan personel keamanan Mesir tewas dan terluka dalam serangan militan di Semenanjung Sinai yang bergolak.[fq/islampos]


islampos mobile :



Redaktur: Al Furqon

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Majelis Fatwa Palestia: Serbuan Terhadap Al-Aqsha Ancaman Identitas Islam

Majelis Fatwa Palestia: Serbuan Terhadap Al-Aqsha Ancaman Identitas Islam

Kejahatan terhadap Masjidil Aqsha dan penodaan serta provokasi Yahudi bisa memicu perang agama, ungkap Majelis Fatwa Palestina

Hidayatullah.com–Majelis Fatwa Palestina mengecam eskalasi seruan zionis untuk menyerbu Masjidil Aqsha dan menggelar ritual Talmud di dalamnya.

Dalam keterangan persnya, Kamis (23/07/2015) dikutip PIC, majelis menganggap seruan yang dilayangkan persatuan organisasi sinagog kepada para pendukungnya untuk menyerbu Al-Aqsha Ahad depan, sebagai penodaan terhadap kehormatan Masjidil Aqsha, dan ancaman berbahaya terhadap identitas Islam, dengan menjadikannya sebagai kiblat bagi kaum yahudi untuk melakukan ritual talmud disana.

Kejahatan terhadap Masjidil Aqsha dan penodaan serta provokasi Yahudi bisa memicu perang agama, ungkap Majelis Fatwa Palestina.

Proyek zionis menjadikan Al-Aqsha sebagai target yahudisasi merupakan ilusi, karena Al-Aqsha merupakan bagian tak terpisahkan dari akidah kaum muslimin, dan kota Al-Quds akan tetap menjadi milik umat Islam, meski penjajah Israel terus berupaya menghapus sejarah dan memalsukan realitasnya, tegas Majelis Fatwa.

Majelis berharap kepada segenap warga Palestina dan kaum muslimin yang bisa hadir ke Masjidil Aqsha untuk mengintensifkan kesiagaan, dan menghadapi semua konspirasi dan menggagalkan rencana yahudisasi Al-Aqsha.*

from hidayatullah



from
via Pusat Media Islam
Utusan PBB Sampaikan Proposal Solusi Politik kepada Rezim Suriah

Utusan PBB Sampaikan Proposal Solusi Politik kepada Rezim Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Utusan khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura, Kamis (23/07), kembali mengunjungi Damaskus. De Mistura bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Al-Muallim untuk memberitahukan isi proposal solusi politik terhadap krisis di Suriah.

Seperti dilaporkan Al-Jazeera menukil dari TV resmi Suriah SANA, de Mistura mempresentasikan perkembangan terbaru terkait pertemuannya dengan beberapa pihak dan negara untuk membicarakan solusi politik dalam krisis Suriah.

Sementara itu, Menlu Suriah –seperti disebutkan SANA– mendukung upaya de Mistura mencapai solusi politik untuk krisis Suriah. Akan tetapi, Muallim menegaskan bahwa negaranya masih memprioritaskan menghabisi “terorisme” dan mengeringkan sumber dana dan dukungan terhadap mereka.

Perlu dicatat, rezim Suriah menyebut warga yang mengangkat senjata untuk membela diri sebagai “teroris”.

Muallim juga mengungkapkan, negaranya mendukung upaya Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membentuk koalisi internasional “anti-terorisme”. Rusia dikenal pendukung utama rezim Bashar Assad.

De Mistura dalam dua bulan terakhir bertemu dengan pihak-pihak yang bersangkutan dalam krisis Suriah. Dia bertemu dengan Cina, Turki, Yordania, Mesir dan Iran.

Sumber media di Koalisi Nasional Kekuatan Revolusi dan Oposisi Suriah menyebutkan bahwa de Mistura dalam beberapa waktu terakhir juga bertemu dengan sekelompok oposisi politik dan militer di Yordania, Mesir dan Turki.

Menurut jadwal, de Mistura Senin mendatang menuju New York untuk melaporkan hasil upayanya kepada Dewan Keamanan Internasional di AS. Hal itu sebagaimana disampaikan Tarhan Haq, juru bicara PBB, Rabu lalu.

Perlu diketahui, ini merupakan upaya kedua PBB mendorong pihak-pihak yang terkait dalam konflik Suriah menyetujui solusi politik. Upaya pertama ditolak mentah-mentah seluruh oposisi Suriah, baik yang berhalauan Islamis atau nasionalis.

Penolakan itu karena de Mistura masih menganggap Bashar Assad bagian dari solusi tersebut.

Sumber: Al-Jazeera

Penulis: Hunef Ibrahim

(Kiblat/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Kegiatan Rasul Usai Bangun Tidur

Kegiatan Rasul Usai Bangun Tidur

Jika ia terbangun pada malam hari, beliau menggosok giginya dengan siwak.

Dream – Teladan Rasulullah senantiasa menjadi panutan umat muslim di seluruh penjuru dunia. Rasulullah SAW merupakan seseorang yang berperilaku baik sebaik-baiknya. 

Ada baiknya kita sebagai umatnya meneladani bahkan meniru apa yang diajarkan Rasul dalam kehidupan sehari-hari, agar senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Rasulullah juga memiliki kebiasaan bangun tidur yang baik untuk kita tiru. Membaca dzikir usai bangun tidur menjadi rutinitas yang tak pernah Rasulullah lupakan, dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu’anhu, “Jika Nabi SAW hendak tidur ia mengucapkan ‘Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa’, usai bangun tidur ia membaca ‘ Alhamdulillahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wailahin nuyuur’.

Rasulullah juga rutin membaca surat Ali Imran, mengusap kedua matanya, menatap langit, mencuci kedua tangan tiga kali, dan menggosok gigi dengan siwak. Semua itu Rasulullah lakukan usai bangun tidur setiap harinya.

Jika ia terbangun pada malam hari, beliau menggosok giginya dengan siwak. Semoga kita senantiasa meneladani apa yang telah ia ajarkan dan menerapkan dalam keseharian kita.

Ingin tahu apa saja yang dilakukan Rasulullah usai bangun tidur lainnya? Yuk selengkapnya Baca di sini. (Ism) 

Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi

Ayo berbagi traffic di sini!

Suka artikel ini ?

RELATED NEWS

from dream/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Toleransi Berbalas Pembakaran

Toleransi Berbalas Pembakaran

Oleh: Sarah Larasati Mantovani

HARI Jum’at, 17 Juli menjadi hari membara nan nestapa bagi Umat Muslim di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Tidak hanya mendapatkan penyerangan saat sedang melaksanakan shalat Idul Fitri, namun puluhan kios dan sebuah masjid terbakar akibat aksi anarkis para pemuda Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), seperti yang dilaporkan kompas.com pada 19 Juli lalu.

Surat dengan nomor 90/SP/GIDI-WT/VII/2015 tertanggal 11 Juli 2015 dan disahkan Pendeta Nayus Wendha bersama Sekretarisnya, Marthen Jingga, menjadi pemicu utama aksi anarkis yang menimbulkan luka bagi umat Islam Indonesia. Bagaimana tidak? Isi surat tersebut sangat provokatif karena melarang secara terang-terangan umat Islam untuk beribadah danmengamalkan ajaran agamanya.

Tiga larangan terdapat dalam surat provokatif tersebut, yaitu (1) acara membuka lebaran tanggal 17 Juli 2015, kami tidak mengijinkan dilakukan di Wilayah Kabupaten Tolikara (Karubaga); (2) boleh merayakan hari raya di luar kabupaten Tolikara (Wamena) atau Jayapura; (3). Dilarang kaum muslimat memakai pakaian jilbab.

Tidak hanya itu, GIDI Wilayah Tolikara juga selalu melarang agama lain dan gereja denominasi lain mendirikan tempat-tempat ibadah di Wilayah Kabupaten Tolikara, di antaranya Gereja Adven di distrik Paido yang sudah ditutup dan mereka (umat Gereja Adven) telah bergabung dengan GIDI. (tempo.co.id, 21 Juli 2015).

Bahkan, sudah beberapa kali pula pihak Kementerian Agama Kabupaten Tolikara mengadakan pertemuan yang menghadirkan tokoh agama se-Kabupaten Tolikara, namun pihak Badan Pekerja GIDI Wilayah Tolikara selalu menolak dengan dalih hasil Sidang Sinode GIDI memutuskan larangan tersebut sebagai hal mutlak berlaku di wilayah Tolikara.

Sikap keras yang ditunjukkan Badan Pekerja GIDI Wilayah Tolikara membuat pihak Kementerian Agama sampai saat ini tidak dapat membentuk Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kabupaten Tolikara. (kompas.com, 19 Juli 2015).

Belum hilang bekas luka umat Islam dengan pelarangan jilbab sebagai seragam sekolah di Denpasar, Bali, kini umat Islam di Tolikara alami hal serupa, kali ini bukan hanya pelarangan jilbab, namun umat Islam di sana juga dilarang beribadah dan mendirikan tempat ibadah. Kalau pada jaman Orde Baru dulu, umat Islam yang mengakui Tuhan itu Satu disebut anti Pancasila malah sekarang tidak lagi disebut anti Pancasila namun tidak tanggung-tanggung, rumah ibadahnya dibakar.

Hamka (17 Februari 1908 – 24 Juli 1981), salah satu ulama yang paling vokal dan berani terhadap penyebaran agama yang dilakukan secara paksa oleh umat Kristen angkat bicara dalam kolomnya yang pernah dimuat dalam majalah Panji Masyarakat “Toleransi Dibalas Dengan Tamparan” pada Orde Baru dan kini dibukukan oleh Pustaka Panjimas.

“Dan kita disuruh toleransi. Toleransi dengan tafsiran bahwa kita jangan atau lebih aktifnya dilarang menerangkan akidah kita, siapa yang berani menerangkan akidah kita, rumahnya bisa dikepung atau dia bisa diprotes”. (Hamka, Dari Hati ke Hati, (Jakarta: Pustaka Panjimas, 2002), hlm. 176).

Lebih lanjut, Hamka mengkritisi, umat Islam dituntut untuk toleransi saat umat Kristen menyerbu ke wilayah mayoritas Islam dengan mendirikan tempat ibadah dan meminta untuk tidak menghalangi, jika umat Islam menghalangi maka mereka akan mengadu pada luar negeri bahwa umat Islam lah yang tidak toleran.

“Biarkan mereka (orang Kristen) menyerbu ke tanah-tanah wilayah orang Islam, sebab negara kita negara kesatuan. Dan jangan dihalangi. Kalau kita halangi, kitalah yang disalahkan. Dan mereka akan menyebar berita ke pers-pers luar negeri bahwa kita yang salah (tidak toleran, red).

Tetapi mereka leluasa membakari kedai-kedai dan toko-toko orang Islam di Ambon”. (Hamka, Dari Hati ke Hati, hlm. 167).

Hamka bersyukur, sejak agama Islam masuk ke Indonesia seribu tahun yang lalu, umat Islam belum pernah menyiarkan agamanya dengan paksaan dan tipu daya karena Islam tidak memakai ajaran Machiavelli yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. (Hamka, Dari Hati ke Hati, hlm. 168)

Pesan Sejuk Soeharto

Pada saat Presiden kita bungkam terhadap peristiwa anarkis di Tolikara, menarik untuk mengangkat kembali pernyataan-pernyataan Presiden Soeharto mengenai penyebaran agama dengan cara paksa dalam pidatonya tanggal 19 Agustus 1968, sebagaimana yang dikutip Hamka dalam kolomnya.

“Oleh karena itu praktek-praktek penyebaran agama dengan paksaan atau tipu daya adalah bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri”.

Tidak hanya menyampaikan kritikan terhadap penyebaran agama dengan paksaan, ia juga menyampaikan pesan sejuk bernada penegasan bahwa pemerintah akan melindungi setiap agama di Indonesia, tidak hanya dari praktik penyebaran agama dengan paksaan namun juga dalam beribadah dan pengamalan ajaran agama.

“Saya menegaskan bahwa di Indonesia tidak ada ancaman terhadap sesuatu agama; pemerintah akan sekuat tenaga melaksanakan kewajibannya untuk melindungi setiap agama di Indonesia”. (Hamka, Dari Hati ke Hati, hlm. 169).

Sebelumnya Presiden Soeharto sudah mengajukan solusi untuk masalah umat beragama ini saat diadakan Musyawarah Antar Agama pada 30 November 1967, yaitu pertama agar diadakan badan kontak antar agama dan kedua diadakan satu piagam yang ditandatangani bersama dan isinya menerima anjuran Presiden agar pemeluk suatu agama yang telah ada jangan dijadikan sasaran propaganda oleh agama lain. (Hamka, Dari Hati ke Hati, hlm. 182).

Namun ternyata pihak Kristen, baik Katolik maupun Protestan, tidak dapat menyetujui jika kebebasan mereka untuk menyiarkan agama mereka (walaupun dengan cara propaganda dan paksaan sekalipun) ke umat lain dibatasi oleh pemerintah. Padahal saat itu, umat Islam sudah menyetujui solusi yang juga disampaikan Menteri Negara Urusan Kesejahteraan Rakyat.

Pun kasus Tolikara, kala umat Islam diminta untuk toleransi dan maklum di daerah minoritas, namun perlakuan toleransi itu berbalas dengan pembakaran, bagaikan air zamzam dibalas dengan air racun. Akankah hubungan antar agama terus menimbulkan ketegangan? Saya harap tidak terjadi lagi di masa depan.

Penulis merupakan alumni Mahasiswa Master Pemikiran Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta

from Hidayatullah



from
via Pusat Media Islam
Inilah Pernyataan sikap Komite Umat untuk Tolikara

Inilah Pernyataan sikap Komite Umat untuk Tolikara

Mendorong pihak keamanan untuk memberikan jaminan keamanan dan ketenangan bagi masyarakat Muslim di Tolikara dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari

Inilah Pernyataan sikap Komite Umat untuk Tolikara

Komite Umat untuk Tolikara (Komat) menggelar konferensi pers terkait insiden Tolikara di Jakarta,

Hidayatullah.com– Komite Umat untuk Tolikara (Komat) yang digagas oleh para figur publik menyatakan sikap terhadap dinamika insiden terkini di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua.

Terdapat tujuh pernyataan sikap terhadap insiden Tolikara, sebagaimana keterangan persnya yang diterima di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2015.

1. Menolak pihak-pihak yang menghambat masuknya bantuan dari lembaga-lembaga kemanusiaan resmi dalam rangka pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Tolikara.

2. Meminta semua ormas dan elemen masyarakat bersama-sama menyalurkan bantuannya secara terkoordinasi melalui BAZNAS dan LAZNAS yang dikoordinasikan oleh FOZ, agar pemulihan dan pembangunan perekonomian di Tolikara berjalan dengan efektif.

3. Mendorong pihak keamanan untuk memberikan jaminan keamanan dan ketenangan bagi masyarakat Muslim di Tolikara dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari, pascainsiden penyerangan shalat Idul Fitri.

4. Diambilnya langkah hukum yang tegas, adil dan transparan terhadap aktor intelektual atau oknum-oknum yang terindikasi melakukan gerakan radikalisme, separatisme dan terorisme. Langkah hukum harus tetap dilakukan untuk mewujudkan keadilan.

5. Masalah Tolikara adalah perkara dalam negeri. Semua pihak perlu mewaspadai kepentingan asing atau pihak lain yang tidak bertanggung jawab terhadap kedaulatan NKRI. TNI dan POLRI harus menindak unsur-unsur atau atribut yang mengarah pada keterlibatan pihak asing yang tidak bertanggung jawab.

6. Mendorong semua pihak untuk mewujudkan kondisi damai dan toleransi di Kabupaten Tolikara.

7. Mendukung Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk mencabut peraturan daerah yang telah diakui oleh Bupati Tolikara tentang aturan pembatasan pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Tolikara karena bertentangan dengan regulasi dan tidak kondusif untuk toleransi dan kerukunan antarumat beragama khususnya di Tolikara.
5. Masalah Tolikara adalah masalah dalam negeri. Semua pihak perlu mewaspadai kepentingan asing atau pihak lain yang tidak bertanggung jawab terhadap kedaulatan NKRI. TNI dan POLRI harus menindak unsur-unsur atau atribut yang mengarah pada keterlibatan pihak asing yang tidak bertanggung jawab.

6. Mendorong semua pihak untuk mewujudkan kondisi damai dan toleransi di Kabupaten Tolikara

7. Mendukung Menteri Dalam Negeri untuk mencabut perda yang telah diakui oleh Bupati Tolikara tentang aturan pembatasan pembangunan rumah ibadah di Kabupaten Tolikara karena bertentangan dengan Undang-Undang dasar dan tidak kondusif untuk toleransi dan kerukunan antar umat beragama, khususnya di Tolikara.

Jakarta, 23 Juli 2015/ 7 Syawwal 1436 H

1. KH Didin Hafidhuddin
2. KH Hidayat Nur wahid
3. KH Bachtiar Nasir
4. KH M Syafii Antonio
5. KH Yusuf Mansyur
6. KH M Arifin Ilham
7. KH Abdul Wahid Alwi
8. KH Syuhada Bahri
9. Aries Mufti
10. KH Muhammad Zaitun Rasmin
11. KH Bobby Herwibowo
12. KH Haikal Hasan
13. Nur Effendi
14. Ahmad Juwaini
15. Fahmi Salim
16. Ahmad Mukhlis Yusuf
17. Moh Arifin Purwakananta
18. Jeje Zaenudin
19. Musthofa B. Nahrawardaya
20. Adnin Armas
21. Irfan Syauqi Beik
22. Bidin Bachrul Ulumuddin
23. K.H Wafiudin
24. Aat Surya Safaat

from hidayatullah



from
via Pusat Media Islam
Hurriyet: Turki-AS Setujui Zona Larangan Terbang di Atas Suriah

Hurriyet: Turki-AS Setujui Zona Larangan Terbang di Atas Suriah

sty
TURKI dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan terkait kerjasama melawan kelompok ISIS juga termasuk membangun zona larangan terbang di atas wilayah negara Arab, surat kabar Turki mengatakan.

Para pemimpin Turki Jumat kemarin (24/7/2015) menegaskan bahwa kesepakatan telah dicapai sehingga akan memungkinkan AS untuk menggunakan pangkalan udara Incirlik Turki yang terletak di dekat Suriah.

Namun, surat kabar Turki Hurriyet mengatakan bahwa perjanjian tersebut juga menguraikan zona larangan terbang sepanjang 90 kilometer (56 mil) antara kota Suriah Marea dan Jarabulus.

Hurriyet mengatakan zona larangan terbang akan melindungi zona aman yang direncanakan di tanah yang akan memperpanjang hingga 50 kilometer (31 mil) di dalam wilayah Suriah.

“Pesawat-pesawat AS yang dilengkapi dengan bom dan rudal akan dapat menggunakan pangkalan udara Incirlik dan Turki bisa mendukung serangan udara AS dengan artileri,” tulis Hurriyet.

Pesawat-pesawat tempur Suriah akan menjadi target penembakan jika mereka memasuki zona larangan terbang, menurut laporan tersebut.

Turki sendiri telah melakukan serangan udara menggunakan tiga F-16 yang menargetkan posisi ISIS di dalam wilayah Suriah.[fq/islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Al Furqon

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Ulama Desak Pemerintah Cabut Perda Larangan Bangun Masjid dan Pembatasan Rumah Ibadah di Papua

Ulama Desak Pemerintah Cabut Perda Larangan Bangun Masjid dan Pembatasan Rumah Ibadah di Papua

Semua pihak perlu mewaspadai kepentingan asing atau pihak lain yang tidak bertanggung jawab terhadap kedaulatan NKRI

Ulama Desak Pemerintah Cabut Perda Larangan Bangun Masjid dan Pembatasan Rumah Ibadah di Papua

Komite Umat untuk Tolikara (Komat) menggelar konferensi pers terkait insiden Tolikara di Jakarta

Hidayatullah.com–Sejumlah tokoh yang tergabung dalam Komite Umat untuk Tolikara (Komat Tolikara) mengeluarkan tujuh pernyataan sikap terkait kerusuhan di Tolikara. Mereka meminta, Mendagri Tjahjo Kumolo mencabut peraturan daerah yang membatasi pembangunan rumah ibadah.

Permintaan itu masuk dalam tujuh sikap Komat Tolikara. Pertama, menolak pihak-pihak yang menghambat masuknya bantuan dari lembaga-lembaga kemanusiaan resmi dalam rangka pemilihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Tolikara.

Kedua, meminta semua ormas dan elemen masyarakat secara bersama menyalurkan bantuannya secara terkoordinasi melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) yang dikoordinasikan Forum Zakat (FoZ).

“Agar pemilihan dan pembangunan perekonomian di Tolikara berjalan dengan efektif,” kata Ketua Komat Tolikara, Bachtiar Nasir dalam konferensi pers tentang Tolikara, di Restoran Pulau Dua, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2015) kemarin.

Komite Umat untuk (Komat) Tolikara juga mendesak Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengungkap dalang rusuh Karubaga, Tolikara, Papua. Ketua Dewan Syuro Komat Tolikara Didin Hafidhudin sengaja ke Mabes Polri untuk menyampaikan tuntutannya itu.

“Kami mau ada tindakan dan transparan dalam penindakan Tolikara,” kata Didin usai menemui Kapolri di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2015).

Komat Tolikara yang terdiri dari berbagai organisasi dan lembaga Islam ini juga meminta polisi menindak tegas pelaku.

“Kami ingin ini ditindak tegas! Beri hukuman sesuai aturan. Kami tunggu janji Kapolri ungkap semuanya,” tambah Ketua Baznas ini.

Peristiwa ini, tambah Didin, harus menjadi peristiwa terakhir. Pasalnya, di negeri ini tak pernah ada sejarah pelarangan ibadah untuk agama apa pun. Di Papua pun, jelas Didin, tak pernah ada sejarah pertengkaran antaragama.

Komat juga meminta pemerintah mewujudkan perdamaian di Tolikara dan meminta semua pihak mewaspadai kepentingan asing yang diduga menunggangi konflik di Papua.

Masalah Tolikara adalah masalah dalam negeri. Semua pihak perlu mewaspadai kepentingan asing atau pihak lain yang tidak bertanggung jawab terhadap kedaulatan NKRI.

“TNI dan Polri harus menindak unsur-unsur atau atribut yang mengarah keterlibatan pihak asing,” kata Ketua Umum Komat, KH Bachtiar Nasir.

Komat yang terdiri dari berbagai elemen ulama dan kyai se-Indonesia seperti KH Didin Hafidhuddin, KH Hidayat Nur Wahid, KH BAchtiar Nasir, KH Yusuf Mansyur, KH Arifin Ilham dan lainnya juga telah membentuk tim pencari fakta (TPF) guna menyelidiki insiden tersebut.*

from hidayatullah



from
via Pusat Media Islam
Hurriyet: Turki-AS Setujui Zona Larangan Terbang di Atas Suriah

Hurriyet: Turki-AS Setujui Zona Larangan Terbang di Atas Suriah

sty
TURKI dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan terkait kerjasama melawan kelompok ISIS juga termasuk membangun zona larangan terbang di atas wilayah negara Arab, surat kabar Turki mengatakan.

Para pemimpin Turki Jumat kemarin (24/7/2015) menegaskan bahwa kesepakatan telah dicapai sehingga akan memungkinkan AS untuk menggunakan pangkalan udara Incirlik Turki yang terletak di dekat Suriah.

Namun, surat kabar Turki Hurriyet mengatakan bahwa perjanjian tersebut juga menguraikan zona larangan terbang sepanjang 90 kilometer (56 mil) antara kota Suriah Marea dan Jarabulus.

Hurriyet mengatakan zona larangan terbang akan melindungi zona aman yang direncanakan di tanah yang akan memperpanjang hingga 50 kilometer (31 mil) di dalam wilayah Suriah.

“Pesawat-pesawat AS yang dilengkapi dengan bom dan rudal akan dapat menggunakan pangkalan udara Incirlik dan Turki bisa mendukung serangan udara AS dengan artileri,” tulis Hurriyet.

Pesawat-pesawat tempur Suriah akan menjadi target penembakan jika mereka memasuki zona larangan terbang, menurut laporan tersebut.

Turki sendiri telah melakukan serangan udara menggunakan tiga F-16 yang menargetkan posisi ISIS di dalam wilayah Suriah.[fq/islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Al Furqon

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Warga Kroasia Diculik di Mesir oleh Kelompok Bersenjata

Warga Kroasia Diculik di Mesir oleh Kelompok Bersenjata

[unable to retrieve full-text content]

SEKELOMPOK pria bersenjata menculik seorang warga Kroasia di Mesir pada Rabu lalu, lapor kementerian luar negeri Kroasia pada hari Jumat kemarin (24/7/2015), seperti dilansir Reuters.

The post Warga Kroasia Diculik di Mesir oleh Kelompok Bersenjata appeared first on Islampos.

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Turki Tewaskan 5 Anggota ISIS yang Terlibat dalam Kematian Perwira

Turki Tewaskan 5 Anggota ISIS yang Terlibat dalam Kematian Perwira

daes
LIMA militan ISIS yang diduga terlibat dalam pembunuhan petugas Turki pada Kamis lalu telah tewas, sumber Perdana Menteri Turki mengatakan hari Jumat kemarin (24/7/2015), lapor Anadolu Agency.

Sebelumnya dilaporkan seorang bintara Turki, Yalcin Nane, tewas dan dua sersan Turki terluka ketika tembakan diyakini datang dari arah Suriah menyerang personil berseragam di provinsi Kilis selatan Turki pada hari Kamis.

Pasca insiden, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu mengunjungi pusat koordinasi Perdana Menteri Jumat kemarin dan menghadiri pertemuan dengan para pejabat keamanan senior dan menteri kabinet untuk membahas perkembangan pasca pembunuhan petugas.

Wakil Perdana Menteri Yalcin Akdogan, Staf Umum Kedua Presiden Yasar Guler, Menteri Kehakiman Kenan Ipek dan Celalettin Lekesiz, direktur jenderal departemen keamanan juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Komandan angkatan udara memberitahu Davutoglu tentang serangan udara yang menargetkan posisi ISIS di seberang perbatasan di Suriah, pada Jumat.

Sumber mengatakan bahwa para pejabat tinggi Turki diberi penjelasan tentang operasi sukses yang melanda target utama, tanpa menyebabkan kerusakan bangunan di dekatnya.

Pada hari Jumat pagi, pesawat F-16 Turki menghanam tiga target ISIS di wilayah Suriah. F-16 Turki melakukan operasi tanpa melanggar wilayah udara Suriah, menurut pernyataan dari Perdana Menteri. [fq/islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Al Furqon

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Mengenal lebih dalam apa itu IoT ( Internet of Things )

Mengenal lebih dalam apa itu IoT ( Internet of Things )

Internet of Things

Internet of Things

Jakarta – (www.lasdipo.co) Internet of Things (loT) sudah mulai merasuki segala segi kehidupan kita. Tidak hanya di rumah, IoT telah menginvasi tempat kerja, pabrik, rumah sakit, dan lain-lain. Tidak hanya menjanjikan kemudahan dan kenyamanan hidup, tetapi IoT juga menyajikan potensi ekonomi dan bisnis yang luar biasa. IDC memperkirakan, pada tahun 2020 IoT dan ekosistem teknologi di sekitarnya akan menciptakan pasar senilai US$ 8,9 triliun.

Sementara itu jumlah peranti yang saling terkoneksi juga meningkat pesat. Bahkan menurut IDC, tak kurang dari 212 miliar peranti akan saling terkoneksi pada tahun 2020. Lalu apa itu Internet Of things? Seberapa pengaruhnya teknologi tersebut? Simak ulasannya dibawah ini.

Apa itu IoT?
Internet of Things (IoT) adalah sebuah konsep/skenario dimana suatu objek berkemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. IoT telah berkembang dari konvergensi teknologi nirkabel, micro-electromechanical systems (MEMS), dan Internet.

“A Things” pada Internet of Things dapat didefinisikan sebagai subjek misalkan orang dengan monitor implant jantung, hewan peternakan dengan transponder biochip, sebuah mobil yang telah dilengkapi built-in sensor untuk memperingatkan pengemudi ketika tekanan ban rendah. Sejauh ini, IoT paling erat hubungannya dengan komunikasi machine-to-machine (M2M) di bidang manufaktur dan listrik, perminyakan, dan gas. Produk dibangun dengan kemampuan komunikasi M2M yang sering disebut dengan sistem cerdas atau “smart”, (contoh: smart label, smart meter, smart grid sensor).

Konsep Internet of Things
Meskipun konsep ini kurang populer hingga tahun 1999, namun IoT telah dikembangkan selama beberapa dekade. Alat internet pertama, misalnya, adalah mesin Coke di Carnegie Melon University di awal 1980-an. Para programer dapat terhubung ke mesin melalui Internet, memeriksa status mesin dan menentukan apakah ada atau tidak minuman dingin yang menunggu mereka, tanpa harus pergi ke mesin tersebut.

Istilah IoT (Internet of Things) mulai dikenal tahun 1999 yang saat itu disebutkan pertama kalinya dalam sebuah presentasi oleh Kevin Ashton, Co-founder and Executive Director of the Auto-ID Center di MIT.

Penerapan Internet Of things
Beberapa vendor teknologi terkemuka pun sudah banyak menerapkan dari masuknya loT.contohnya, Samsung seperti-nya sudah siap menyongsong era Internet of Things itu. Perusahaan asal Korea Selatan ini menghadirkan mesin cuci, kulkas, dan televisi yang dapat dikontrol dengan ponsel pintar atau jam tangan pintar. Di Indonesia, Samsung memamerkan kecang-gihan teknologi itu pertama kali di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu.

Samsung bukan satu-satunya yang menyuguhkan teknologi masa depan. Google, LG dan Apple siap menyambut era Internet of Things itu. LG Electronics telah memperkenalkan fitur Home Chat untuk peralatan rumah tangga seri premium pada awal Mei lalu. Peralatan itu antara lain mesin cuci, kulkas, dan microwave oven.

Home Chat memungkinkan konsumen mengontrol dan memonitor perangkat elektroniknya lewat ponsel pintar dari jarak jauh. Untuk itu, LG menggandeng penyedia aplikasi layanan pesan instan LINE, yang memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan peralatan rumah tangganya.

Pihak Apple pun melihat maraknya inovasi dalam produk peralatan rumah tangga, Apple pun tertarik menawarkan konsep rumah pintar dalam acara Worldwide Developers Conference di San Francisco, Amerika Serikat, pada waktu lalu. Sepertinya era Internet of Things tak lama lagi bakal terwujud.

Kesimpulan
Internet of Things (IoT) meng-gambarkan terhubungnya semua benda ke jaringan internet. Seperti contoh dari penerapan di atas, yang terhubung bisa berupa tirai, televisi, coffe maker, tempat tidur, garasi, meja, pulpen, gelang—semuanya. Semua perangkat tersebut memiliki sensor sehingga bisa menge-nali lingkungan sekitarnya. Sesama perangkat IoT juga bisa “berbicara” satu sama lain, sehingga tercipta ekosistem yang membuat semua hal bisa terjadi secara otomatis.

Ke depannya Kemungkinan yang bisa diciptakan IoT sangat luas dan tidak terbatas di dalam rumah. Platform IoT bisa menjadi basis smart city untuk meningkatkan kualitas kehidupan warga. Platform IoT juga bisa digunakan di mesin industri, yang akan memonitor kinerja tiap mesin secara real-time sehingga setiap masalah bisa diketahui dengan cepat. Pendek kata, peluang IoT sangat luar biasa.

Di Indonesia sendiri geliat IoT cukup signifikan, beberapa organisasi non profit seperti IGN ( IGOS Nusantara ) telah melakukan pengembangan terhadap perangkat Internet of Things,  jika ingin mencoba anda  dapat mencoba menggunakan paket lengkap pengembangan dari IGN (IGOS Nusantara) IoT yang terdiri dari IGN ARM, IGNSDK IoT, dan Shark.IO.

Rep: Raden Diponegoro
Editor: Raden Diponegoro

from lasdipo/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Tolikara; Konspirasi dan Tindakan Makar GIDI, OPM dan Salibis-Zionis

Tolikara; Konspirasi dan Tindakan Makar GIDI, OPM dan Salibis-Zionis

KIBLAT.NET — Organisasi Papua Medeka (OPM) adalah organisasi yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan provinsi Papua dan Papua Barat yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya, dan untuk memisahkan diri dari Indonesia. OPM mencapai puncaknya dalam organisasi dan manajemen (dalam istilah modern) karena OPM telah memiliki struktur eksekutif dengan adanya Presiden Pemerintahan Sementara Papua dan  kelembagaan legislatif (senat).

OPM juga memiiki Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sebagai sayap militer OPM. TPNPB dibentuk pada 26 Maret 1973, setelah Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat tanggal 1 Juli 1971 di Markas Victoria. Pembentukan TPNPB berdasarkan Konstitusi Sementara Republik Papua Barat yang ditetapkan pada tahun1971 pada Bab V bagian Pertahanan dan Keamanan. OPM juga membentuk Kongres Rakyat Papua tanggal 29 Mei – 4 Juni 2000 intinya menggugat penyatuan (integrasi) dalam wilayah NKRI.

OPM juga telah mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat (AS), melalui Kongres AS pada tahun 2005, telah dibuat Rancangan Undang-Undang 2601 yang memuat masalah Papua. Undang-Undang tersebut telah disetujui secara mayoritas dalam sidang Kongres AS. Pada Section 1115 disebutkan adanya kewajiban Menlu AS untuk melaporkan kepada Kongres tentang efektifitas Otonomi Khusus Papua dan keabsahan penentuan pendapat rakyat Papua (Pepera) tahun 1969. Terdapat juga klausul yang mengharuskan Menlu AS melaporkan kepada Kongres terkait dengan pelanggaran-pelanggaran HAM di Papua.

OPM sangat gencar dalam manuver internasionalnya, melalui Free West Papua Campaign tanggal 28 April 2013, Kantor Perwakilan OPM di Oxford Inggris secara resmi telah dibuka. Ini mengindikasikan OPM telah membentuk Kantor Perwakilan Diplomatik sebagaimana negara yang telah berdaulat dan mendapat pengakuan resmi negara lain atas kedaulatannya.

Dua bulan setelah peresmian Kantor Perwakilan OPM di Oxford, kelompok Jhon Otto Ondewame Cs melalui organisasi West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) telah diundang ke KTT ke-19 Forum Negara-Negara Rumpun Melanesia (Melanesian Spearhead Group/MSG) di Noumea, New Caledonia. Tindak lanjut dari dari KTT MSG itu, mereka memantau perkembangan HAM di Papua. Perwakilan OPM di luar negeri ini akan menjadi cikal bakal perwakilan diplomatik (Duta Besar) negara Papua.

Selain itu, OPM juga menginduk kepada Unrepresented Nations and People Organization (UNPO) yang bermarkas di Belanda, selain termasuk pula Fretilin, GAM, dan RMS. UNPO sebagai wadah koordinasi tingkat internasional tersebut menunjukkan gerakan separatis dan makar di Indonesia tidaklah berdiri sendiri, melainkan ada pengaruh asing.

Sejak awal diketahui bahwa OPM telah menempuh jalur dialog diplomatik, melakukan upacara pengibaran bendera Bintang Kejora. Pendukung OPM secara rutin menampilkan bendera Bintang Kejora dan simbol lain dari kesatuan Papua, seperti lagu kebangsaan “Hai Tanahku Papua” dan lambang negara. OPM dalam banyak kasus sering melakukan aksi militan sebagai bagian penciptaan konflik Papua.

Semua konflik yang diciptakan adalah dalam rangka mencari dan mendapatkan dukungan internasional. Tidak terkecuali kasus Tolikara akan dimanfaatkan sebagai pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat keamaanan dengan tuduhan melakukan penembakan kepada rakyat Papua. Skenario konflik di Papua memang telah menjadi strategi perjuangan OPM. Kemudian isu HAM menjadi “jualan politik” AS dalam mendukung kemerdekaan Papua. Melalui skenario ini Washington akan memiliki dalih untuk mengintervensi penyelesaian konflik di Papua, sebagaimana kasus Timor-Timur.

Apa yang dirumuskan dalam Foreign Relation Authorization Act (FRAA) yang secara spesifik memuat pelanggaran-pelanggaran HAM di Papua akan menjadi “pintu masuk” Washington untuk menekan pemerintah RI dari aspek HAM dan kemudian menekan agar dilakukannya referendum pemisahan Papua dari NKRI.

Dalam kasus penyerangan terhadap umat Islam pada saat berlangsungnya shalat Idul Fitri di Tolikara Papua tidaklah terjadi tanpa suatu tujuan tertentu kaum separatis dan teroris salibis OPM. Tindakan itu juga merupakan bagian dari kertas kerja operasi intelejen asing dalam mendukung gerakan OPM untuk memisahkan diri dari NKRI.

Dapat dikatakan bahwa telah ada konspirasi dalam bentuk  persekutuan, persengkokolan atau perkomplotan antara GIDI (Gereja Injili di Indonesia), OPM dan pihak asing dalam tujuan memisahkan Papua dari NKRI. GIDI telah menempatkan dirinya sebagai negara dalam negara yang mengatur pelarangan ibadah melalui Surat Pelarangan yang sangat kontroversial dan cenderung melakukan penghinaan terhadap Islam.

Oleh karena itu, pihak GIDI yakni Pdt. Nayus Wenda dan Pdt. Marthen Jingga harus ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan guna pemeriksaan lebih lanjut sebagaimana Laporan Polisi kami dari Tim Advokasi Muslim untuk Tolikara Papua kepada Bareskrim Mabes Polri Nomor : TBL/547/VII/2015/BARESKRIM tanggal 20 Juli 2015. Keduanya telah melakukan tindak pidana kekerasan atau ancaman kekerasan merintangi sesuatu pertemuan agama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 175 KUHPidana.

Kami, Tim Advokasi Muslim untuk Tolikara Papua meyakini adanya konspirasi terselubung antara GIDI, OPM dan pihak-pihak asing dalam kasus Tolikara. Perlu kami tegaskan bahwa kasus Tolikara adalah hasil rekayasa konspirasi antara GIDI, OPM dan pihak asing terutama Israel dan AS. Dengan demikian, pihak aparat penegak hukum harus melakukan pemeriksaan lanjutan adanya keterlibatan OPM dalam kasus Tolikara.

Hubungan GIDI dengan Israel tidak diragukan lagi, afiliasi yang strategis telah diwujudkan dalam pelaksanaan Seminar dan KKR Pemuda GIDI tingkat Internasional. Diketahui di Jayapura dikenal gerakan Zion Kids, suatu gerakan yang kini berhasil menghimpun seperempat umat Kristen di Tanah Papua. Sebagian dari aktivis Papua Merdeka lebih banyak dari kaum Pendeta/Pastor. Kita ketahui bahwa Pdt. Nayus Wenda dan Marthen Jingga adalah petinggi GIDI wilayah Tolikara, mereka adalah agen Zionis Israel.

Dalam kubu aktivis Papua Merdeka, mereka yakin hanya Israel yang mampu mengibarkan Bintang Kejora di Papua Barat pada tahun 2010. Terkait dengan kegiatan Seminar dan KKR Pemuda GIDI, maka pengibaran bendera Israel adalah suatu bentuk gerakan Zion Kids yang menginduk kepada Israel. Oleh karena itu, Mossad melalui beberapa pelayan Tuhan dari Yahudi sering datang ke Papua dalam bentuk KKR, jadi bukan hanya di wilayah Tolikara saja. Dapat dikatakan terdapat hubungan emosional antara Zionis Israel, AS, Inggris, Belanda di satu sisi dengan GIDI dan OPM dalam upaya memisahkan Papua dari NKRI.

Sekali lagi, GIDI telah menjelma sebagai negara dalam negara dengan bukti menghadirkan perwakilan dari Israel dalam seminar internasional tersebut, padahal telah jelas pemerintah RI tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Menghadirkan perwakilan yang tidak memiliki hubungan diplomatik adalah tindakan yang sangat bertentangan dengan konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Terlebih lagi pelaksanaannya dilakukan berbarengan dengan penetapan pemerintah bahwa Hari Raya Idul Fitri adalah Hari Libur Nasional, dan pihak GIDI dengan sengaja dan berani melakukan pelarangan terhadap penyelenggaraan shalat Idul Fitri yang menjurus kepada aksi separatisme dan terorisme kepada umat Islam Tolikara.

Penyerangan dilakukan bukan hanya kepada umat Islam, tetapi juga terhadap negara, mengingat tempat pelaksanaan shalat Idul Fitri berada dalam kawasan instalasi militer, yakni lapangan Koramil 1702/WMS. Penyerangan tersebut dapat membangkitkan rasa militansi rakyat Papua yang terprovokasi oleh rekayasa konflik OPM agar semakin berani kepada TNI-Polri. Jika di dalam instalasi militer saja mereka berani melakukan penyerangan, bagaimana jika pelaksanaan ibadah di tempat lain.

Dapat disimpulkan bahwa pelarangan yang dikeluarkan oleh GIDI dan penyerangan pada instalasi militer termasuk perbuatan tindak pidana makar terhadap NKRI. Oleh karena itu, pemerintah dalam hal ini aparat penegak hukum harus mengungkap adanya konspirasi dalam upaya memecah-belah persatuan dan kesatuan NKRI. Tidaklah cukup dengan melakukan proses peradilan terhadap para pelaku yang terlibat. Ancaman nyata kelak dikemudian hari adalah disintegrasi bangsa, khususnya di daerah dimana kaum muslim minoritas.

Oleh : DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM.
Ketua Tim Advokasi Muslim Untuk Tolikara Papua, Pengurus Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat, Pengkaji Ahli LKS Al-Maqashid Syariah, Konsultan Hukum dan Dosen.

(Kiblat/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Presiden Jokowi Akan Bertemu Presiden Obama Akhir 2015

Presiden Jokowi Akan Bertemu Presiden Obama Akhir 2015

Orang Indonesia dinilai sangat terbuka, ramah, baik hati, dan mudah menerima orang lain, meski orang asing seperti dirinya

Presiden Jokowi Akan Bertemu Presiden Obama Akhir 2015

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana berfoto bersama Presiden Obama di Beijing

Hidayatullah.com–Konsul Jenderal AS di Surabaya Joaquin Monserrate mengharapkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden AS Barack Obama akan bertemu pada akhir tahun 2015.

“Orang Indonesia yang menetap di Amerika itu tidak sampai 1 persen, tapi Filipina ada 2 juta dan Vietnam ada 1 juta, karena itu Indonesia harus diperkenalkan terus,” katanya di Surabaya, Kamis dikutip Antara.

Didampingi Kepala Humas Konjen AS di Surabaya, Carolina Escalera, diplomat yang akan mengakhiri masa tugas pada 29 Juli 2015 itu mengemukakan hal itu di sela Halalbihalal di Surabaya.

“Kalau Presiden Jokowi bertemu Presiden Obama pada akhir tahun ini, maka Indonesia akan bisa lebih dikenalkan lagi, bahkan kalau perlu Presiden Jokowi mendatangi kota-kota kecil,” kata konsul jenderal yang akan digantikan Heather Variava itu.

Diplomat yang akrab disapa Pak Wakin itu menjelaskan dirinya selama bertugas sejak September 2012 hingga Juli 2015 pun menyempatkan diri “blusukan” ke kampung-kampung kecil di Jawa Timur, NTT, Makassar, Manado, Maluku, dan sebagainya.

“Saya juga senang diajak makan malam oleh Pak Soekarwo (Gubernur Jatim Soekarwo) dan Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini), bahkan saya juga pernah nonton bareng Piala Dunia di Kampung Wedoro, Sidoarjo, Jawa Timur,” katanya.

Menurut diplomat yang pernah menjadi Wakil Konsul Jenderal AS di Surabaya (2000-2002) itu, orang Indonesia itu sangat terbuka, ramah, baik hati, dan mudah menerima orang lain, meski orang asing seperti dirinya.

“Tidak hanya itu, Islam di Indonesia itu beda dengan di Timur Tengah, karena Islam di sini sangat menghormati agama minoritas,” kata diplomat yang suka dengan kuliner khas Jatim, yakni martabak, terang bulan, rawon, dan kupang lontong itu.

Oleh karena itu, Indonesia saat ini bukan lagi negara yang hanya bisa menerima bantuan dari negara lain untuk berkembang, melainkan Indonesia sudah bisa memberi bantuan kepada negara lain di kawasan ASEAN, seperti Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan sebagainya.

“Indonesia bisa mengajari mereka tentang demokrasi yang bisa bertemu dengan agama, tentang bagaimana menghormati kelompok minoritas, tentang bagaimana menghormati hak anak dan perempuan, dan tentang lainnya. Nanti, kita (Indonesia-AS) bisa bekerja sama untuk itu,” katanya.

Pak Wakin mengaku dirinya dan istri sangat senang bertugas di Indonesia. “Kalau saya ungkapkan dengan kata adalah sayang sekali. Sayang sekali, saya harus mengakhiri tugas di sini. Saya senang menjadi saksi atas perkembangan yang bagus,” katanya.*

from hidayatullah



from
via Pusat Media Islam
Ingin Pulang Mulus Dari Saudi, 26 WNI Nekat Gunakan Parpor Orang Lain

Ingin Pulang Mulus Dari Saudi, 26 WNI Nekat Gunakan Parpor Orang Lain

26 WNI yang terdiri dari 8 laki-laki dan 18 perempuan dibekali dengan dokumen paspor milik orang lain yang dimirip-miripkan dengan perawakan mereka

Hidayatullah.com–Pupus sudah mimpi 26 WNI Overstayer (WNIO) berlembaran bersama keluarga di kampung halaman. Mereka harus menerima kenyataan pahit setelah pertaruhan mereka terbang ke Tanah Air berujung di Lapas Breman, penjara kriminal yang cukup kesohor di Kota Jeddah.

Mereka ditahan oleh otoritas keamanan Bandara Haji King Abdulaziz Jeddah setelah terbukti menyalahgunakan paspor milik orang lain.

Alkisah 26 WNI yang melanggar ijin tinggal dan keimigrasian pemerintah Arab Saudi berniat pulang ke Indonesia tanpa harus melalui penjara imigrasi atau populer dengan sebutan Tarhil.

Setelah mencari info dari sana-sini, mereka tergoda untuk berspekulasi dengan tawaran calo yang menjanjikan meloloskan mereka keluar dari Arab Saudi dengan imbalan fulus dalam jumlah yang bervariasi.

Berapa uang jasa yang harus mereka bayar kepada calo? “Ya, ada yang bayar 4000, ada ngasih 4500 Pak,” tutur Suryati Abdul Muni asal ketapang Banyuwangi yang ikut diamankan pihak keamanan Bandara Haji King Abdulaziz Jeddah dengan nada kecewa.

Singkat cerita, dicapailah ittifak (kesepakatan) antara si calo sebagai penyedia jasa dan pengguna jasa (26 WNIO) tadi. Maka disusunlah jadwal keberangkatan mereka.

Caranya? 26 WNI yang terdiri dari 8 laki-laki dan 18 perempuan dibekali dengan dokumen paspor milik orang lain yang dimirip-miripkan dengan perawakan mereka. Tidak hanya itu, tas kecil dan kartu identitas yang melingkar di leher layaknya jemaah umrah juga telah disiapkan. Demikian dikutip laman Facebook Penerangan Sosial Budaya Konsulat Jenderal RI (Pensosbud KJRI) Jeddah.

Rombongan 26 WNIO ini tidak ditangkap sekaligus. Mereka dibagi ke dalam dua kelompok dan berspekulasi keluar dari Arab Saudi pada hari dan tanggal yang berbeda.

Rombongan pertama berjumlah 12 orang, 5 laki-laki dan 7 perempuan. Mereka diamankan tanggal 22 Juni 2015 saat melalui pemeriksaan dokumen keimigrasian, sementara rombongan kedua sebanyak 14 orang, 3 laki-laki dan 11 perempuan ditangkap 1 Juli 2015.

Dari hasil wawancara petugas dengan mereka di Tarhil, dua kelompok terbang (kloter) ini diikutsertakan dalam rombongan jemaah dari Agen Travel Sofa-Marwah dan Travel Inhil Arjuna.

Berpakaian layaknya jemaah umrah, kloter pertama diberangkatkan dengan Travel Inhil Arjuna dengan koordinator bernama Rumsiyah alias Maimunah. Sementara kloter dua diberangkatkan dengan Travel Safa Marwah dengan koordinator WNI bernama Anwar alias Rifai.

Nahas mereka hari itu. Rencana yang telah disusun rapi tidak berjalan mulus. Satu orang dari anggota rombongan dicurigai oleh petugas imigrasi bandara karena antara foto di paspor dan pemegangnya sangat berbeda. Walhasil, anggota rombongan lainnya yang sudah berhasil melewati proses keimigrasian ikut diamankan.

Dalam kasus ini diduga kuat ada sindikasi atau permainan antara calo, pihak Travel, pihak muassasah dan otoritas di bandara. Pasalnya dari keterangan mereka saat diinterogasi petugas, 26 WNI yang bernasib sial ini tergoda menempuh modus ini karena sebelumnya sejumlah pengguna jasa ini berhasil lolos dari pemeriksaan otoritas Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah.

Atas dakwaan melakukan tindak pidana penyalahgunaan dokumen perjalanan/paspor milik orang lain, 26 WNI bermasalah yang sebagian besar berasal dari Jawa Timur ini dijebloskan ke dalam penjara Breman Jeddah.

Sebagian besar dari 26 WNI yang ditangkap ini adalah TKI bermasalah, hanya 5 orang saja yang berstatus umrah.

Mereka berasal dari berbagai daerah, Jawa Timur 14 orang, Jawa Barat 5 orang, Banten 2 orang, Lampung 2 orang, Sulawesi Selatan 1 orang, NTB 1 orang dan 1 orang berasal dari Banjarmasin.

Setelah menjalani masa tahanan di Penjara Breman, mereka dilimpahkan ke Pusat Tahanan Keimigrasian di Shumaisy. Sebagian besar telah dideportasi oleh Pemerintah Arab Saudi, sisanya menunggu penerbangan berikutnya.

“22 orang dari mereka udah dipulangin, Pak. Tinggal empat orang aja di Tarhil. Tapi mereka tinggal menunggu proses pemulangan,” ungkap Zainullah, petugas harian KJRI Jeddah yang di Tarhil akrab disapa Pak Zein, saat dihubungi via telepon sore ini (Kamis, 23 Juli 2015).

Menyikapi kasus di atas, KJRI Jeddah mengimbau semua WNI di Arab Saudi, khususnya mereka yang tidak berdokumen resmi, agar mengambil pelajaran dari peristiwa ini.

1. Tidak menempuh cara-cara pemulangan yang tidak prosedural atau menyalahi ketentuan pemerintah setempat. Sebab, bila tertangkap, tidak hanya kerugian materi yang anda derita, tapi pengapnya kamar penjara yang akan anda rasakan.
2. Tidak mudah termakan dengan bujuk rayu calo yang menawarkan jasa membantu pemulangan anda melalui “pintu depan.” Sebab, bila terjadi apa-apa dengan anda, bisa dipastikan sang calo ngacir alias menghilang, dan tidak akan hadir membantu anda. Dia sadar dia bagian dari target incaran pihak kepolisian setempat.
3. Deportasi atau pemulangan bagi warga asing tidak resmi, termasuk WNI bermasalah, adalah wewenang Pemerintah Arab Saudi melalui proses penangkapan oleh personel keamanan patroli atau dauriyat, kemudian dilimpahkan ke otoritas imigrasi atau jawazat.
4. Rencanakanlah kepulangan anda dengan baik, dengan mengirimkan barang-barang anda melalui jasa kargo. Sebab, bila sewaktu-waktu terkena razia, anda tidak mempunyai kesempatan lagi untuk menyelamatkan barang-barang anda di rumah. Jangan menyimpan uang tunai dan perhiasan dalam jumlah besar. Kirimkan saja kepada anggota keluarga yang dapat dipercaya di kampung halaman.
5. Bila terkena razia kemudian dimasukkan ke dalam tarhil, anda akan segera didata oleh petugas dari KJRI Jeddah untuk dibuatkan dokumen kepulangan atau SPLP. Bila tidak ada masalah (anda telah dibalag hurub atau telah dilaporkan kabur oleh majikan, tidak ada catatan dari pihak kepolisian, tidak ada tunggakan rekening dan denda lalulintas yang harus diselesaikan), proses pemulangan anda rata-rata membutuhkan waktu antara satu hingga dua minggu lamanya.
6. Bagi pihak-pihak yang menjalani profesi semacam ini, yang jelas-jelas melanggar hukum pemerintah setempat, kami mengimbau agar segera menghentikan kegiatannya. Sebab, profesi semacam ini sangat beresiko. Bila tertangkap anda akan dijerat dengan pasal berlapis: pemalsuan dokumen, penipuan, pemerasan dll. dengan sanksi kurungan hingga bertahun-tahun, belum lagi termasuk hukuman cambuk.
7. Kami mengajak semua WNI di Arab Saudi, marilah kita bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata’ala agar semua urusan kita dimudahkan oleh-Nya, dijauhkan dari segala macam musibah, dan diberikan rezeki yang halal dan barokah. Amiin yaa Rabbal Alamin.*

from hidayatullah



from
via Pusat Media Islam
Hari Ini Muslim Tolikara Laksanakan Shalat Jumat di Markas Koramil

Hari Ini Muslim Tolikara Laksanakan Shalat Jumat di Markas Koramil

imam Mushola Baitul Muttaqin Tolikara, Ustad Ali Mukhtar merasa senang atas tetap terlaksananya shalat Jumat, meski diadakan di markas Koramil

Hari Ini Muslim Tolikara Laksanakan Shalat Jumat di Markas Koramil

M Zaaf Fadzlan Garamatan, Ketua Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara memimpin shalat Jumat di Markas Koramil

Hidayatullah.com–Hari ini, Jumat (24/07) umat Islam di Tolikara, Papua melaksanakan jamaah shalat Jumat pertama pasca insiden Tolikara yang terjadi hari Jumat (17/07/2015) di hari Raya Idul Fitri.

Shalat Jumat dilaksanakan di Markas Koramil 1702-11/Karubaga dan dilaksanakan dengan aman.

Memulai shalat Jumat ini, umat Islam Tolikara berduyun-duyun menuju kantor Koramil yang menjadi lokasi pelaksanaan shalat Jumat. Nampak dalam pelaksanaan shalat Jum’at tersebut, Danrem 172 Jayapura Kolonel Inf Tri Yuniarti.

Tampil menyampaikan khatib, Ustadz M Zaaf Fadzlan Garamatan, Ketua Tim Pencari Fakta Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara. Sementara sebagai imam dan muadzin, Ustadz Harun dan Ustadz Abdus Shomad, relawan dari lembaga dakwah Wahdah Islamiyah.

Dalam khutbahnya, Ustadz Fadzlan menyampaikan agar mengutamakan semangat kebersamaan sebagai warga NKRI.

“Dalam kebersamaan ini, kita juga tetap mengutamakan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata’ala , ” ujar Ustadz Fadzlan. Dengan itu, kehadiran umat Islam bisa membawa peradaban Islam kepada seluruh masyarakat Tolikara.

Selain itu, Ustadz Fadzlan juga menekankan, Dengan membangun kebersamaan dalam membangun Tolikara ini visi besar dakwah Islam tetap bisa berjalan di negeri Papua.

Sementara itu, imam Mushola Baitul Muttaqin Tolikara, Ustad Ali Mukhtar merasa senang atas tetap terlaksananya shalat Jumat, meski diadakan di markas Koramil.

“Saya berharap shalat Jum’at yang akan datang bisa shalat di mushala yang dibangun oleh panitia pemulihan, ” kata Ustadz Ali

from hidayatullah



from
via Pusat Media Islam
Ketua Pemulihan Pasca Bencana Sosial Tolikara Bertemu Lembaga Zakat

Ketua Pemulihan Pasca Bencana Sosial Tolikara Bertemu Lembaga Zakat

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab Tolikara ini menyampaikan bahwa pemerintah akan segera membangun kembali mushola (masjid, red)

Ketua Pemulihan Pasca Bencana Sosial Tolikara Bertemu Lembaga Zakat

Tim Pencari Fakta Komite Umat untuk Tolikara bersama perwakilan lembaga-lembaga zakat nasional melakukan pertemuan dengan Ketua Panitia Pemulihan Pasca Bencana Sosial Tolikara, Pdt Edie Rante Tasak

Hidayatullah.com–Tim Pencari Fakta Komite Umat untuk Tolikara bersama perwakilan lembaga-lembaga zakat nasional melakukan pertemuan dengan Ketua Panitia Pemulihan Pasca Bencana Sosial Tolikara, Pdt Edie Rante Tasak.

Dalam pertemuan tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kab Tolikara ini menyampaikan bahwa pemerintah akan segera membangun kembali mushola (masjid, red) yang terbakar .

“Pemerintah berencana membangun kembali mushola yan terbakar sesuai dengan ukuran semula, ” terang Edie.

Ukuran semula, tambah Edie, mushola mempunyai ukuran 12×10 meter. Dengan ukuran itu pula, pemerintah berencana akan membangun mushola yang ditempatkan di kompleks Koramil Karubaga.

“Perkiraan untuk pembangunan itu akan memerlukan dana sebesar 1 milyar, ” terang Edie.

Menanggapi penjelasan hal tersebut, perwakilan Forum Zakat, Imam Al-Faruq, menyambut positif rencana pemerintah.

Sebagai komitmen, Forum Zakat bersama beberapa lembaga zakat yang hadir mengusulkan untuk pembangunan mushola menganggarkan dana sebesar 2 milyar.

“Kami semua akan menyiapkan dana untuk pembangunan itu, ” ujar Imam Al-Faruq.

Sebagai informasi lembaga zakat yang hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain: Dompet Dhuafa, Baitul Mal Hidayatullah, Rumah Zakat, dan Badan Zakat Nasional.

Perwakilan Baznas, Agus Siswanto, menegaskan lembaganya sudah menyiapkan 100 juta sebagai dana awal.

“Dana tersebut sudah disiapkan untuk pembangunan mushola, ” ujar Agus saat ditemui hidayatullah.com di Karubaga, Tolikara.*

from hidayatullah



from
via Pusat Media Islam
Presiden Jokowi Akan Bertemu Presiden Obama Akhir 2015

Presiden Jokowi Akan Bertemu Presiden Obama Akhir 2015


Obama dan Jokowi
Konsul Jenderal AS di Surabaya Joaquin Monserrate mengharapkan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden AS Barack Obama akan bertemu pada akhir tahun 2015.
“Orang Indonesia yang menetap di Amerika itu tidak sampai 1 persen, tapi Filipina ada 2 juta dan Vietnam ada 1 juta, karena itu Indonesia harus diperkenalkan terus,” katanya di Surabaya, Kamis.
Didampingi Kepala Humas Konjen AS di Surabaya, Carolina Escalera, diplomat yang akan mengakhiri masa tugas pada 29 Juli 2015 itu mengemukakan hal itu di sela Halalbihalal di Surabaya.
“Kalau Presiden Jokowi bertemu Presiden Obama pada akhir tahun ini, maka Indonesia akan bisa lebih dikenalkan lagi, bahkan kalau perlu Presiden Jokowi mendatangi kota-kota kecil,” kata konsul jenderal yang akan digantikan Heather Variava itu.
Diplomat yang akrab disapa Pak Wakin itu menjelaskan dirinya selama bertugas sejak September 2012 hingga Juli 2015 pun menyempatkan diri “blusukan” ke kampung-kampung kecil di Jawa Timur, NTT, Makassar, Manado, Maluku, dan sebagainya.
“Saya juga senang diajak makan malam oleh Pak Soekarwo (Gubernur Jatim Soekarwo) dan Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini), bahkan saya juga pernah nonton bareng Piala Dunia di Kampung Wedoro, Sidoarjo, Jawa Timur,” katanya.
Menurut diplomat yang pernah menjadi Wakil Konsul Jenderal AS di Surabaya (2000-2002) itu, orang Indonesia itu sangat terbuka, ramah, baik hati, dan mudah menerima orang lain, meski orang asing seperti dirinya.
“Tidak hanya itu, Islam di Indonesia itu beda dengan di Timur Tengah, karena Islam di sini sangat menghormati agama minoritas,” kata diplomat yang suka dengan kuliner khas Jatim, yakni martabak, terang bulan, rawon, dan kupang lontong itu.
Oleh karena itu, Indonesia saat ini bukan lagi negara yang hanya bisa menerima bantuan dari negara lain untuk berkembang, melainkan Indonesia sudah bisa memberi bantuan kepada negara lain di kawasan ASEAN, seperti Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan sebagainya.
“Indonesia bisa mengajari mereka tentang demokrasi yang bisa bertemu dengan agama, tentang bagaimana menghormati kelompok minoritas, tentang bagaimana menghormati hak anak dan perempuan, dan tentang lainnya. Nanti, kita (Indonesia-AS) bisa bekerja sama untuk itu,” katanya.
Pak Wakin mengaku dirinya dan istri sangat senang bertugas di Indonesia. “Kalau saya ungkapkan dengan kata adalah sayang sekali. Sayang sekali, saya harus mengakhiri tugas di sini. Saya senang menjadi saksi atas perkembangan yang bagus,” katanya. [www.visimuslim.com]
Sumber : AntaraNews, 23 Juli 2015


from visimuslim/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Erdogan Dukung Operasi Anti Teror di Seluruh Turki

Erdogan Dukung Operasi Anti Teror di Seluruh Turki

dkx
PRESIDEN Turki membela dan mendukung penuh operasi anti-teror polisi yang dimulai Jumat pagi kemarin (24/7/2015) di seluruh negeri, Anadolu Agency melaporkan.

Berbicara kepada wartawan di Istanbul pada hari Jumat, Recep Tayyip Erdogan mengatakan: “Mereka yang berdiri di belakang organisasi teror akan membayar harganya.”

Sebuah tindakan keras polisi anti teror terhadap ISIS, Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan kelompok kiri Partai Revolusioner Rakyat Pembebasan (DHKP-C) melanda seluruh Turki pada Jumat pagi kemarin.

“ISIS, PKK dan DHKP-C; mereka semua organisasi teroris. Negara kita akan mengambil setiap langkah yang diperlukan,” Erdogan mengatakan, sembari menambahkan: “Perkembangan dan struktur di Suriah utara membuat Turki perlumengambil langkah-langkah yang berbeda.”

Turki, AS dan Uni Eropa sudah mendaftar PKK sebagai organisasi teroris tapi pembicaraan untuk mengakhiri konflik bersenjata PKK terhadap pasukan keamanan Turki telah berlangsung sejak awal 2012.[fq/islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Al Furqon

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
PM Turki Janji akan Melawan Ancaman Perbatasan Termasuk ISIS

PM Turki Janji akan Melawan Ancaman Perbatasan Termasuk ISIS

anca
PERDANA Menteri Turki Ahmet Davutoglu berjanji untuk mengambil langkah-langkah terhadap ancaman yang menargetkan perbatasan negara, termasuk dari kelompok-kelompok seperti ISIS.

“Semua tindakan pencegahan pasti akan diambil tanpa perintah lebih lanjut jika ada organisasi teroris atau orang lain yang mendekati perbatasan Republik Turki dengan cara mengancam,” katanya kepada wartawan setelah kunjungan ke Dewan Negara  Turkipada hari Jumat kemarin (24/7/2015) di ibukota Ankara.

Pernyataannya itu menyusul serangan udara F-16 Turki yang menargetkan posisi ISIS di Suriah, lapor Anadolu Agency.

Operasi ini datang sehari setelah tembakan ISIS melintasi perbatasan Suriah, di mana seorang tentara Turki tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Davutoglu menekankan bahwa posisi ISIS hancur dalam operasi Jumat kemarin, sembari mengatakan bahwa baku tembak lintas-perbatasan Kamis lalu memberi Turki hak untuk melakukan pembelaan diri.

Dia mencatat bahwa operasi penyerangan adalah hasil dari keputusan Turki untuk melindungi keamanan nasional sendiri.

“Operasi terhadap ISIS mencapai tujuannya dan tidak akan pernah berhenti karena kami mengamati pergerakan dan dekat perbatasan Suriah saat ini,” katanya.

Davutoglu menambahkan bahwa 297 tersangka termasuk 37 warga asing telah ditahan di 16 provinsi selama penggerebekan nasional anti-teror.[fq/islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Al Furqon

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Polisi Filipina Tuding Abu Sayyaf Dalang Pemboman di Panti Pijat

Polisi Filipina Tuding Abu Sayyaf Dalang Pemboman di Panti Pijat

dln
KEPALA polisi dari kota Filipina selatan di mana ledakan kuat menyebabkan satu orang tewas dan 10 lainnya terluka pekan ini telah menyalahkan serangan kepada kelompok Abu Sayyaf.

Direktur Polisi Zamboanga City, Sr Supt. Angelito Casimiro, mengatakan kepada Anadolu Agency Jumat kemarin (24/7/2015) bahwa ia meyakini Abu Sayyaf berada di balik pemboman Kamis malam lalu di tempat beroperasinya panti pijat dan bar karaoke .

Dia mengatakan polisi telah mengumpulkan informasi intelijen yang menghubungkan kelompok militan untuk ledakan di panti pijat Manly yang menewaskan 1 orang.

Informasi yang dikumpulkan sebelum serangan juga menunjukkan bahwa Abu Sayyaf sedang merencanakan untuk menggelar bom di Zamboanga City menargetkan tentara Filipina serta tempat rekreasi di provinsi pulau Sulu dan Basilan.

Penyidik ​​berusaha untuk menentukan identitas seorang remaja yang dilaporkan telah bertindak mencurigakan di dalam ruang tamu hanya beberapa menit sebelum ledakan terjadi.

Karyawan panyi pijat yang berbicara dengan Anadolu Agency pada kondisi anonim untuk alasan keamanan mengatakan bahwa seorang pemuda, diyakini berumur tidak lebih dari-20-tahun, telah tiba tak lama sebelum pukul 9 dan memesan minuman energi setelah duduk.

Sementara minum, dia meminjam buku nyanyian dari mesin karaoke sebelum meninggalkan bar.

Tak lama setelah itu, alat peledak improvisasi meledak di bawah meja tempat remaja itu duduk meledak, menurut laporan karyawan panti pijat.

Sementara itu, Supt. Felix Martinez, kepala unit investigasi khusus, kepada Anadolu Agency menyatakan bahwa tiga orang lainnya terlihat di tempat tersebut dianggap tersangka dalam pemboman, tapi pemerintah masih mengumpulkan lebih banyak bukti.[fq/islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Al Furqon

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Apel siaga ribuan umat Islam se Solo Raya untuk kuatkan Muslim Tolikara

Apel siaga ribuan umat Islam se Solo Raya untuk kuatkan Muslim Tolikara


Apel Siaga umat Islam se solo Raya untuk ssaudara seiman Muslim Tolikara
Tepat usai shalat Jumat (24/7/2015) ribuan umat Islam Solo Raya hadiri Apel Siaga dalam rangka Solidaritas untuk Muslim Tolikara Papua. Masa yang berjumlah hampir 8000 orang berkumpul di masjid Kota Barat dipimpin langsung oleh Ketua MUI Solo, Prof. Dr. dr. Zaenal Arifin Adnan dan Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta Dr. Muinudinnillah Basri, MA menuju Bundaran Gladag.
Humas aksi Endro Sudarsono melaporkan, hadir dalam apel siaga ini Ketua MTA Ust. Ahmad Sukina, Sekjen Majelis Mujahidin Ust. Shobbarin Syakur, Direktur Al Mukmin Ngruki KH. Wahyudin, Tokoh NU Abdul Halim, Tokoh Mega Bintang Mudrik Sangidu, Ketua LUIS Edi Lukito, Amir JAS Jateng Surawijaya, Ketua FKAM Ust. Rohmad dan beberapa pengurus dari Muhammadiyah Solo, KOKAM Solo, FJI DIY, Brigade Al Ishlah, Aktvis Muslim Papua, HMI, Anggota DPR RI, MPI, KAMMI, FUI Klaten, JAT, FUI Karanganyar, FUI Sragen, Darusy Syahadah Boyolali, Isykarima Karanganyar, FUI Semarang, MUI Sukoharjo, FPI Klaten, Hidayatullah Al Kahfi, dan dari jamaah masjid.
Ust Muin meminta kepada Kapolri menangkap pelaku pembakaran masjid Baitul Muttaqin, pembubaran serta pelemparan batu terhadap jamaah Sholat idul Fitri 1436 H. Disamping itu Kapolri harus meminta pertanggungjawaban Gereja injili Di Indonesia (GIDI) atas pelarangan jilbab dan pelarangan perayaaan Idul Fitri 1436 H
Sementara itu Prof Zaenal menilai,”Jika Kapolri tidak tegas terhadap pelaku teror terhadap umat Islam, maka kasihan Presiden Jokowi, pertanggungjawabannya tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat.” [www.visimuslim.com]
Sumber : Arrahmah,  24 Juli 2015


from visimuslim/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Perawat Australia yang Dipaksa Bantu ISIS di Suriah akan Ditangkap

Perawat Australia yang Dipaksa Bantu ISIS di Suriah akan Ditangkap

australia-police
PERAWAT Australia yang mengaku dipaksa untuk membantu ISIS di Suriah diperkirakan akan ditangkap oleh polisi Australia menyusul kembalinya ke negara itu Jumat kemarin.

Adam Brookman, warga Melbourne dan ayah dari lima anak, dilaporkan melakukan perjalanan ke Suriah pada awal tahun 2014 untuk menawarkan keterampilan medisnya guna membantu orang-orang di negara yang dilanda konflik tersebut.

Setelah kembali ke Australia, Brookman kemungkinan akan menghadapi tuduhan di bawah hukum yang disahkan tahun lalu yang melarang warga negara Australia melakukan perjalanan ke Irak Mosul dan provinsi Raqqah Suriah, kecuali mereka memiliki “tujuan yang sah” untuk berada di sana.

Polisi Federal Australia (AFP) menegaskan Jumat kemarin (24/7/2015) bahwa mereka telah mengatur kembalinya Brookman, yang menghadapi beberapa penyelidikan namun belum dikenakan setelah secara sukarela menyerahkan diri kepada AFP.

“Jika ada bukti warga Australia telah melakukan tindak pidana berdasarkan hukum Australia saat terlibat dalam konflik di Suriah dan Irak, mereka akan dikenakan dakwaan dan dibawa ke pengadilan,” ABC News mengutip pernyataan seorang juru bicara AFP.

Pengacara yang mewakili Brookman telah bernegosiasi dengan AFP tentang kedatangannya sejak April lalu.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menolak untuk memberikan rincian tentang kasus tersebut, namun mengatakan lembaga penegak hukum dan intelijen menganggap Brookman orang yang menarik.

“Setiap warga Australia yang berada di provinsi Al-Raqqah di Suriah atau di Mosul di Irak tanpa alasan yang sah berarti telah melakukan pelanggaran terhadap hukum Australia dan setiap Australia yang mengangkat senjata bersama dengan organisasi-organisasi teroris atau berperang di luar negeri berarti melakukan kejahatan melawan hukum Australia,” kata menlu seperti dikutip The Australian.[fq/islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Al Furqon

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Pemenang di Dunia dan Akhirat: Bersungguh-sungguh Menuntut Ilmu

Pemenang di Dunia dan Akhirat: Bersungguh-sungguh Menuntut Ilmu

Foto: Mulkan Fauzi/Koleksi Pribadi

Foto: Mulkan Fauzi/Koleksi Pribadi

SEBAGAIMANA kita ketahui wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW dari Allah SWT melalui perantara malaikat jibril adalah perintah untuk membaca. Dengan membaca, kita bisa mendapat banyak informasi dan ilmu pengetahuan sebagai bekal hidup kita.

Apalagi sebagai orang Islam, dalam menjalankan ibadah tidaklah cukup hanya menjalankannya saja, tetapi harus sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul.

Maka dari itu, setiap harinya kita haruslah diisi dengan menuntut ilmu untuk menambah pengetahuan kita sebagai perwujudan kesungguhan kita dalam menjalani hidup.Dan salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah dengan membaca.

Upaya lain yang bisa kita lakukan untuk menambah pengetahuan yaitu dengan hadir dalam majelis ilmu. Tidak masalah ilmu dunia atau ilmu akhirat. Jika kita berminat dengan investasi properti, motivasi diri atau pengelolaan keuangan, kita bisa membeli bukunya, hadir dalam kuliah atau seminar baik yang gratis ataupun berbayar.

Keseriusan Kita dapat dilihat apabila sudah mulai sanggup mengeluarkan uang bayaran (iuran) untuk menghadiri majelis-majelis ilmu yang pembicaranya adalah mereka yang telah sukses dan berhasil dan mereka yang dianggap layak meraih kemenangan di dunia ataupun di akhirat. []

Sumber: KAYA Dunia Akhirat dengan Amalan 1 SAAT/Rafizam Mohamed/penerbit : PT Buku Pintar Indonesia/2015

from ISlampos



from
via Pusat Media Islam
Amalan Apakah yang Telah Engkau Perbuat, Saudaraku?

Amalan Apakah yang Telah Engkau Perbuat, Saudaraku?

matahari padang pasir

SUATU ketika, matahari bersinar begitu terik seakan tak mau ada satu makhluk bumi pun yang luput dari panas tubuhnya. Dalam keadaan yang demikian ini, seorang hamba Allah berjalan.

Panas yang menerpa tubuhnya membuat hamba itu berpikir, “Mengapa Allah tak kunjung menurunkan hujan? Begitu burukkah kelakuan manusia di negeri ini sehingga Allah memberikan cuaca yang sangat panas seperti ini?”

Tiba-tiba, atas kehendak Allah SWT sang hamba mendengar suara dari langit yang berseru, “Turunkanlah hujan di kebun si Fulan. ”

Sang hamba lalu menengadah menatap langit dan menyaksikan segunduk awan hujan berjalan menuju suatu tempat dengan perlahan. Sambil dihinggapi rasa penasaran, sang hamba mengikuti awan itu hingga berhenti dan menaungi sebuah tempat yang tanahnya berbatu hitam.

Di tempat itu, awan menurunkan hujan yang deras hingga airnya mengalir pada parit-parit di bawahnya. Sang hamba lalu berjalan mengikuti aliran parit-parit itu sampai ia melihat seorang laki-laki yang sedang mengatur jalannya aliran air agar dapat mengaliri kebunnya dengan menggunakan sebuah cangkul.

Sang hamba lalu bertanya, “Wahai hamba Allah, siapakah namamu?”

“Fulan,” jawab pemilik kebun sambil menyeka keringat dari dahinya.

“Itu nama yang terseru dari langit tadi,” pikir sang hamba Allah.

“Mengapa engkau bertanya tentang namaku?”

“Wahai saudaraku, sesungguhnya aku telah mendengar suara dari langit yang menyerukan agar awan-awan hujan menurunkan air yang bisa mengaliri kebunmu. Padahal di tempat lain di negeri ini matahari bersinar begitu terik. Apakah amalan yang telah engkau perbuat saudaraku, sehingga mendapat berkah seperti ini?”

Pemilik kebun lalu menjawab, “Kau telah melihat seluruh kejadian ini, maka akan kuceritakan padamu apa yang kulakukan dengan kebunku ini. Sesungguhnya aku selalu menunggu hasil panen kebunku. Aku bersedekah dengan sepertiga hasil panen itu, sepertiga lagi aku gunakan untuk makanku dan keluargaku, dan sepertiga lainnya aku infaqkan untuk berjuang di jalan Allah SWT. ” []

Sumber: Muhammad Teladanku/Eka Wardhana & Tim Syaamil Books/Penerbit:Syaamil Books/2014


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Saad Saefullah

from Islampos



from
via Pusat Media Islam