Uang Muka KPR Syariah Turun, Ini Harapan BRI Syariah

Uang Muka KPR Syariah Turun, Ini Harapan BRI Syariah

BRI Syariah memperkirakan pembiayaan syariah bakal tumbuh 10 persen.

Dream – Adanya revisi aturan Bank Indonesia (BI) terkait penurunan uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) untuk pembiayaan syariah dari 30 persen menjadi 20 persen membawa angin segar bagi perbankan syariah.

Direktur Utama BRI Syariah M. Hadi Santoso, mengharapkan aturan itu bisa membantu mendorong target pembiayaan yang dalam semester pertama menunjukkan tren pelambatan.

“Memang kami berharap dengan aturan itu BRI Syariah bisa memanfaatkan itu. Karena kan memudahkan calon-calon nasabah supaya bisa menikmati produk yang kita miliki,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2015.

Hadi memperkirakan revisi aturan uang itu bisa menumbuhkan sekurangnya 10 persen pembiayaan. Namun, Hadi tidak mau terlalu banyak berharap terhadap aturan ini. Pasalnya, masih banyak masalah yang lebih kompleks untuk mencapai target tersebut.

“Tapi waktu kita kan tinggal setengah tahun, syarat pembiayaan KPR kan rumah tidak boleh inden harus rumah jadi. Kira-kira ada tidak pengembang yang bisa menyediakan rumah jadi dalam waktu setengah tahun ini. Pengembang pun juga butuh modal,” keluhnya.

Untuk itu, Hadi memperkirakan masih ada revisi mengenai pencapaian target pembiayaan dari sebelumnya 30 persen, menjadi 20 persen.

Pencapaian pembiayaan per Mei 2015 sebesar Rp 15,62 triliun atau naik 11,58 persen dari Rp 14 triliun per Mei 2014.

Suka artikel ini ?

RELATED NEWS

from dream/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Serangan di Tunisia Tewaskan 39 Turis Asing, Daulah Bertanggung Jawab

Serangan di Tunisia Tewaskan 39 Turis Asing, Daulah Bertanggung Jawab

KIBLAT.NET, Tunis – Daulah Islamiyah mengumumkan bertanggung jawab atas serangan berdarah pada Jumat (26/06) di sebuah hotel di provinsi Souesse di pesisir Tunisia. Dilaporkan sedikitnya 39 orang tewas, termasuk penyerang, dalam insiden itu.

Dilansir dari Al-Jazeera, pernyataan Daulah yang dirilis di situs jejaring sosial Twitter menyebutkan bahwa pelaku penyerangan bernama Abu Yahya Al-Qairuni. Dia berhasil masuk ke daerah target meski di bawah pengamanan ketat.

Pernyataan itu menunjukkan, sekira empat puluh orang tewas dalam serangan itu. Sebagian besar mereka wisatawan dari negara anggota koalisi Salibis, yang memerangi Daulah Khilafah.

Serangan itu sendiri terjadi di hotel Imperial Marhaban. Penjagaan di hotel itu terbilang ketat, terlebih setelah percobaan serangan bom pada 2013 silam.

Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, mengonfirmasi lima warganya tewas akibat serangan tersebut. Ia menunjukkan, sebagian besar korban adalah warga Inggris.

Sementara itu, Departemen Dalam Negeri Tunisia menjelaskan penyerang menyusup ke hotel melalui pintu belakang. Dia menembaki turis Asing dan lokal yang ada di dalam hotel.

Sebelumnya, serangan yang menargetkan warga Asing terjadi di Museum bersejara di ibukota Tunisia. Pendukung Daulah Islamiyah diyakini berada di balik serangan yang menewaskan 22 orang itu.

Sumber: Al-Jazeera
Penulis: Hunef Ibrahim

(Kiblat/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
ِAda Makna Mendalam Di Balik Puasa Ramadhan

ِAda Makna Mendalam Di Balik Puasa Ramadhan

KIBLAT.NET – Ramadhan adalah salah satu dari lima pilar yang dijadikan oleh Allah sebagai pondasi syariat Islam. Ia memiliki fungsi yang sangat vital dalam membentuk kepribadian seorang muslim. Ramadhan menjadi semacam madrasah bagi umat Islam untuk mendidik pribadi mereka.

Ada banyak hikmah yang didapatkan hamba dibalik pelaksanaannya. Salah satu hikmah terpenting Ramadhan adalah mampu mecetak generasi umat agar siap bangkit membangun kejayaan Islam. Nah, bagaimana peran Ramadhan mencetak generasi tersebut? Berikut penjelasan yang disampaikan oleh DR. Raghib As-Shirjani.

Pendidikan Rabbani dalam Mempersiapkan Generasi Tangguh

Agar lebih memahami masalah ini dari akarnya, kita mesti mengulang sekelumit sejarah tentang kapan diwajibkannya puasa Ramadhan? Dalam sebuah riwayat, perintah puasa di bulan Ramadhan diturunkan oleh Allah pada bulan Sya’ban tahun dua hijriyah. Tepatnya pada tanggal 2 Sya’ban.

Jika kita mau mengkaji lebih jauh tentang peristiwa yang terjadi pada bulan Sya’ban, maka akan kita dapati empat peristiwa penting yang Allah turunkan pada bulan tersebut:

Pertama: Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan.

Kedua: Kewajiban jihad bagi kaum muslimin setelah hanya diizinkan saja sebelumnya. Berperang menjadi wajib ketika turun firman Allah ‘azza wa jalla:

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيْلِ اللهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلاَ تَعْتَدُوا إِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas.” (Al-Baqarah: 190).

Preparing for Ramadan, dates, water and rosary

Ketiga: Perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah yang mulia pada pertengahan bulan Sya’ban tahun 2 Hijriah.

Keempat: Kewajiban berzakat. Sebenarnya zakat telah diwajibkan di Makkah, namun tanpa batasan nishab. Lalu ditentukanlah batasan nishab pada bulan Sya’ban tahun ke-2 H.

Inilah empat peristiwa yang sangat penting (dalam Islam). Keempat-empatnya terjadi pada bulan yang sama, yaitu bulan Sya’ban 2 Hijriah. Mengapa demikian? Sebab, di bulan berikutnya—Ramadhan tahun 2 hijriah—Allah akan mempertemukan kaum muslimin dengan sebuah peristiwa penting yang membutuhkan banyak persiapan serta tarbiyah (pendidikan) yang matang.

Iya, sebuah peristiwa penting, yaitu akan terjadinya perang Badar Kubra pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah. Perang yang diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an dengan sebutan Yaumul Furqon (Hari Pembeda). Sebab, waktu itu Allah hendak membedakan antara yang haq dan yang batil. perang penentuan terhadap masing-masing golongan, serta pembuktian atas benar dan tidaknya perjuangan. Sangatlah wajar jika pertempuran tersebut membutuhkan sebuah persiapan yang cukup matang.

Sejarah mencatat, tidak banyak dari kaum muslimin yang ikut perang penentuan tersebut. Jumlah mereka hanya 313 orang. Sementara dari pihak musuh, jumlahnya mencapai 1000 personil dengan persenjataan lengkap. Kondisi ini menyebabkan Nabi terus menerus bermunajat kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya dengan penuh kesungguhan. Sehingga, Allah ta’ala menurunkan kemenangan kepada kaum muslimin. Dan akhirnya, Islam pun tegak dan tersebar ke seluruh Jazirah Arab.

jihad040122012

Peristiwa di atas memberi satu perlajaran penting buat kita, yaitu musuh kaum muslimin yang berjumlah tiga kali lipat dapat mereka kalahkan. Apa yang mereka persiapkan dalam pertempuran tersebut? Lalu, bagaimana mereka menciptakan pondasi umat yang mampu membangun kejayaan yang tersebar ke seluruh penjuru dunia?

Hikmah dibalik turunnya empat peristiwa besar yang disebutkan di atas, menjadi jawaban atas semua pertanyaan tersebut. Di balik kesuksesan para sahabat, menyimpan sejuta pelajaran bagi umat berikutnya. Salah satunya adalah pendidikan Rabbani yang mereka tempuh dengan sempurna. Sebelum terjadinya Perang Badar –pada bulan sebelumnya—yaitu bulan Sya’ban tahun 2 Hijriah. Allah menurunkan perintah puasa di bulan Ramadhan guna mendidik mereka agar mampu bertahan dalam pertempuran tersebut.

Ada Hikmah di Balik Turunnya Perintah di Bulan Sya’ban  

Ramadhan memiliki peran yang cukup penting dalam memenangkan pertempuran Perang Badar. Ramadhan telah mendidik kaum muslimin tentang berbagai perihal penting dalam membangun karakter yang tangguh. Ramadhan adalah pendidikan kesabaran. Ramadhan adalah pendidikan untuk membangun rasa kebersamaan dan membangkitkan rasa kepedulian antar sesama manusia.

maxresdefault

Dan yang terpenting, Ramadhan adalah bulan pendidikan untuk membangun jiwa yang selalu taat serta tunduk kepada Allah. Sehingga dari jiwa yang taat, muncullah pribadi-pribadi yang selalu bertaqwa kepada Allah. Semua hikmah yang disebutkan di atas menduduki peran penting bagi para mujahidin agar siap menghadapi pertempuran.

Hikmah yang didapatkan dari puasa mampu membangun karakter yang siap mengalami berbagai kesulitan, siap menahan diri dari lapar dan dahaga dan siap menghadapi segala bentuk resiko dalam perperangan bahkan mati sekalipun. Kemudian, kewajiban kedua yang diturunkan pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriah adalah kewajiban jihad. Pada bulan tersebut kaum muslimin diwajibkan untuk berjihad setelah sebelumnya hanya dibolehkan saja.

Perintah jihad tentu memiliki peran besar dalam membangun kejayaan Islam. Sebagaimana definisi jihad itu sendiri, yaitu memerangi orang kafir demi tegaknya agama Allah.  Maka, jihad memainkan peran penting demi tegak dan tersebarnya syi’ar Islam. Perintah ini telah  dibuktikan sendiri oleh para sahabat sejak awal adanya Perang Badar dan diikuti dengan perang-perang selanjutnya. Dengan jalan jihad inilah, para sahabat mampu menjaga eksistensi syariat Islam hingga pada akhirnya dapat tersebar mencapai sepertiga luasnya dunia.

Kemudian peistiwa besar selanjutnya yang diturunkan di bulan Sya’ban adalah perintah untuk memindahkan arah kiblat dari Baitul Maqdis menghadap ke arah Ka’bah. Ini merupakan bentuk pengistimewaan yang Allah berikan kepada umat Islam.  Sebab, Ka’bah merupakan kiblat yang menyatukan seluruh kaum muslimin. Siapapapun di luar kaum muslimin, tidak bisa menjadikannya kiblat.

9bfafeb6-7b5f-491a-9cc1-c1f12231e1b6_16x9_600x338

Merasakan pengistimewaan dan merasakan jati diri Islami seperti ini adalah faktor penentu bagi kemenangan dan kesuksesan. Sebab, umat yang gampang meniru-niru umat lainnya, mengikuti ajaran mereka, melangkah dengan metode mereka, adalah umat yang hancur dan tidak akan bisa bangkit kembali. Sedangkan umat Islam yang sebenarnya adalah umat yang penuh keistimewaan. Umat Islam memiliki jati diri yang khas, memiliki bentuk yang dikenal jelas, memiliki karakteristik yang tidak dimiliki oleh umat yang lain.

Demikian juga dengan kewajiban zakat, ia memiliki nilai penting dalam pembangunan umat. Zakat mampu membentuk karakter umat tentang pentingnya kebersamaan, melatih kesadaran umat untuk selalu berbagi antar sesama, menghilangkan sifat kikir dan rakus terhadap dunia. Sehingga dengan demikian harta kekayaan dapat terdistribusi di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya mengumpul di kalangan orang-orang kaya saja (QS. Al-Hasyr: 7) dan di sinilah letak dasar pembangunan umat dalam sektor kesejahteraan ekonomi.

Jadi, empat peristiwa besar yang disebutkan di atas memiliki makna penting dalam mempersiapkan pasukan mujahid muslim yang akan memasuki pertempuran penentu tersebut. Empat peristiwa besar ini disyariatkan guna membangun umat mujahid yang diharapkan dapat mengalahkan umat lainnya. Umat yang mampu mengendalikan umat selainnya, dan tidak dikendalikan oleh yang lain. Umat yang mampu memimpin umat selainnya, dan tidak dipimpin oleh yang lain. Wallahu’alam bis shawab!

Penulis: Fahrudin

Sumber: “Madrasah Ramadhan” karya DR. Raghib As-Sirjani dan DR. Muhammad Al-Muqaddam

(Kiblat/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Komnas HAM: Demi Hukum, SKB dan PBM Harus Jadi UU

Komnas HAM: Demi Hukum, SKB dan PBM Harus Jadi UU

manager nasutionADANYA wacana pencabutan Surat Keputusan Bersama (SKB) dan Peraturan Bersama Menteri (PBM)harus disikapi dengan ekstra hati-hati. Begitu yang diungkapkan oleh Maneger Nasution, Komisioner Komnas HAM, melalui rilis kepada Islampos.

SKB dan PBM yang mengatur tentang pendirian rumah ibadah tersebut diakui Maneger memiliki banyak kelemahan. Namun kelemahan tersebut bukan terletak pada substansinya, melainkan pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan tidak ada sanksi hukum yang akan menjerat pelanggar dari peraturan tersebut.

“Maka dari itu, pemerintah harus mengubah status SKB dan PBM menjadi Undang-undang. Hal ini sangat dibutuhkan guna melindungi hak-hak dasar konstitusional warga negara, khususnya hak beragama,” ujarnya, kemarin.

Selain mengubah status, Maneger juga meminta pembaharuan isi SKB dan PBM agar lebih komprehensif. Misalnya, pada PBM Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No.9 Tahun 2006 yang mengatur rumah ibadah, perlu ditambahkan soal definisi dan pengadministrasian agama, kode etik penyiaran agama, dan soal sanksi.

“Semua elemen masyarakat, terutama tokoh lintas agama harus dilibatkan dalam pembentukan undang-undang ini. Mulai dari perumusan Daftar Isian Masalah (DIM), penyusunan naskah akademik, sampai pada penyusunan pasal-pasal,” tutupnya. [Hilda/Islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Rayhan

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Seorang Pemimpin Senior Hamas Kemungkinan Akan Bebas dari Penjara Israel

Seorang Pemimpin Senior Hamas Kemungkinan Akan Bebas dari Penjara Israel

Seorang Pemimpin Senior Hamas Kemungkinan Akan Bebas dari Penjara ISrael

Seorang Pemimpin Senior Hamas Kemungkinan Akan Bebas dari Penjara Israel

Tepi Barat (lasdipo.co)- Israel diperkirakan akan melepas pemimpin senior Hamas, Hassan Yousef, ungkap  LSM lokal pada Kamis (25/6).

“Pemerintah Israel diharapkan melepas Hassan Yousef, anggota Dewan Legislatif Palestina dan pemimpin gerakan Hamas, setelah ia dipenjara selama 12 bulan,” ungkap Gerakan Pusat Studi Tahanan dan Hak Asasi Manusia dalam sebuah pernyataan.

Pasukan Israel telah menahan Hassan Yousef bersama dengan sejumlah pemimpin Hamas lainnya di Tepi Barat pada bulan Juni 2014, dalam kasus hilangnya tiga remaja pemukim Yahudi di dekat kota Tepi Barat selatan Al-Khalil (Hebron).

Sebuah pengadilan militer Israel telah menahan tiga kali secara administratif sejak ia ditangkap dan kini ia mendekam di Pusat Penahanan di barat kota Ramallah.

Yousef telah ditahan beberapa kali sebelumnya dan telah menghabiskan sekitar 18 tahun di penjara Israel. Menurut Ahrar Center, 10 anggota Dewan Legislatif masih berada di penjara-penjara Israel.

Pasukan Israel secara sporadis menyerang rumah warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki dan menahan warga Palestina lokal. Lebih dari 6.500 warga Palestina saat ini mendekam di penjara di seluruh Israel, menurut angka resmi Palestina. (aa/lasdipo)

Rep: aiman
Editor: aiman

from lasdipo/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Jum’at Kedua Ramadhan, 350 Ribu Jama’ah Padati Masjid Al Aqsha

Jum’at Kedua Ramadhan, 350 Ribu Jama’ah Padati Masjid Al Aqsha


Di tengah penjagaan ketat Israel, sekitar 350 ribu warga muslim kembali memadati kompleks Al Quds untuk melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Al Aqsa. Ini  merupakan Jum’at kedua di bulan Ramadhan.
Seperti dilansir Middle East Monitor, Jum’at (26/6), Jama’ah datang berbondong-bondong sejak pagi dari berbagai wilayah di Palestina seperti dari Yerusalem dan Tepi Barat dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan Israel yang tersebar diseluruh pintu masuk dan keluar kompleks Al Quds.
Aparat keamanan Israel membatasi hanya wanita dan pria berumur diatas 40 tahun saja yang diperbolehkan memasuki komplek Al Quds dan Masjid Al Aqsa.
Setelah sholat berakhir, ratusan jamaah melakukan protes damai untuk solidaritas Khader Adnan, tahanan Palestina yang telah 52 hari melakukan aksi mogok makan di penjara Israel. [WB/islamedia/YL][www.visimuslim.com]






from visimuslim/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Tidak Bergerak Sembarangan, FPI Punya SOP Jelas

Tidak Bergerak Sembarangan, FPI Punya SOP Jelas

shobri lubisKETUA Umum Front Pembela Islam (FPI), K.H. Ahmad Sobri Lubis, menyatakan bahwa setiap gerakan yang dilakukan oleh FPI selalu berdasar pada standar operasi (SOP) yang jelas. Selain SOP, gerakan FPI juga selalu berdampingan dengan aparat kepolisian dan pemerintah setempat.

“Ada sepuluh poin SOP yang harus dipatuhi anggota FPI dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar. Ini adalah standar baku. Kita tidak boleh bertindak sembarangan,” ujarnya dalam seminar ‘Quo Vadis Laskar-laskar Ormas Islam’ pada Kamis (25/6/15) di MUI, Jakarta Pusat.

Sepuluh standar tersebut dijelaskan Sobri yang pertama ialah adanya surat aduan dari masyarakat. Kedua, himpunan data dan fakta yang dikumpulkan oleh Badan Investigasi milik FPI. Ketiga, penetapan wilayah ke dalam zona amar ma’ruf atau zona nahi munkar.

“Penetapan wilayah ini penting. Masyarakat yang mendukung adanya wilayah terlarang tersebut, akan masuk zona amar ma’ruf yang akan kami bimbing dan bina dalam jangka waktu tertentu. Sementara masyarakat yang menentang adanya kemaksiatan, disebut zona nahi munkar. Zona inilah yang akan ditindak lebih jauh oleh FPI,” katanya lagi.

Setelah penetapan zona masyarakat, jika wilayah terlarang tersebut bersifat ilegal, maka FPI akan langsung melaporkan ke aparat. Namun jika wilayah tersebut legal atau memiliki izin, maka kasus tersebut akan dibawa ke polsek dan camat atau lurah.

“Pada tahapan ini, jika berjalan lancar, maka tugas FPI selesai sampai disini. Namun jika tidak memiliki titik temu, maka tempat terlarang tersebut akan terus kami bawa hingga tingkat gubernur dan polda,”

Setelah melalui berbagai cara di atas dan masih belum berhasil, diakui Sobri ada standar kedelapan yakni dialog. FPI akan memfasilitasi dialog yang yang terdiri dari semua elemen mulai dari pemilik usaha, pemerintah, aparat kepolisian, dan lain sebagainya. Diharapkan cara ini dapat memberi titik terang atas tempat maksiat yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Namun jika cara ini masih belum berhasil, kami akan mengadakan aksi damai yang mengundang berbagai media. Jika masih belum ada perubahan, baru kami akan membantu masyarakat untuk melakukan tindakan yang mereka inginkan,” tutupnya. [Hilda/Islampos]


islampos mobile :



Yuk Share :

Redaktur: Rayhan

from Islampos



from
via Pusat Media Islam
Jum’at Kedua Ramadhan, 350 Ribu Jama’ah Padati Masjid Al Aqsha

Jum’at Kedua Ramadhan, 350 Ribu Jama’ah Padati Masjid Al Aqsha


Di tengah penjagaan ketat Israel, sekitar 350 ribu warga muslim kembali memadati kompleks Al Quds untuk melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Al Aqsa. Ini  merupakan Jum’at kedua di bulan Ramadhan.
Seperti dilansir Middle East Monitor, Jum’at (26/6), Jama’ah datang berbondong-bondong sejak pagi dari berbagai wilayah di Palestina seperti dari Yerusalem dan Tepi Barat dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan Israel yang tersebar diseluruh pintu masuk dan keluar kompleks Al Quds.
Aparat keamanan Israel membatasi hanya wanita dan pria berumur diatas 40 tahun saja yang diperbolehkan memasuki komplek Al Quds dan Masjid Al Aqsa.
Setelah sholat berakhir, ratusan jamaah melakukan protes damai untuk solidaritas Khader Adnan, tahanan Palestina yang telah 52 hari melakukan aksi mogok makan di penjara Israel. [WB/islamedia/YL][www.visimuslim.com]






from visimuslim/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Bentrok dengan Polisi China, 18 Warga Uighur Meninggal

Bentrok dengan Polisi China, 18 Warga Uighur Meninggal



Sedikitnya 18 orang dilaporkan telah meninggal dunia setelah etnis Muslim Uighur Cina bentrok dengan polisi setempat. Bentrokan terjadi di sebuah pos pemeriksaan lalu lintas di wilayah Xinjiang China barat, Radio Free Asia melaporkan pada Rabu (24/6/2015).
Serangan itu terjadi pada Senin (22/6/2015) di distrik selatan kota Kashgar, di mana ketegangan antara Muslim Uighur dan petugas keamanan terjadi pada beberapa tahun terakhir.
Tersangka dilaporkan telah membunuh beberapa petugas polisi dengan pisau dan bom setelah melaju melalui pos pemeriksaan lalu lintas di dalam mobil di distrik Kashgar Tahtakoruk.
“Polisi bersenjata menanggapi serangan itu dan menewaskan 15 tersangka yang dituduh sebagai ‘teroris,’” Radio Free Asia mengutip pernyataan Turghun Memet, petugas polisi di tempat.
Serangan itu terjadi pada awal bulan suci Ramadhan, waktu yang sensitif di Xinjiang setelah terjadi serangan selama 3 tahun terakhir, di mana ratusan orang telah meninggal. Pemerintah China menuduh kelompok Islam berada dibalik tragedi ini. [sm/islampos][www.visimuslim.com] 


from visimuslim/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Muslimah Nepal Dipaksa Ikut Keluarga Berencana

Muslimah Nepal Dipaksa Ikut Keluarga Berencana



Beberapa pemimpin Muslim Nepal mengeluh bahwa organisasi non-pemerintah memaksa keluarga Muslim, khususnya perempuan, untuk menggunakan alat kontrasepsi dan aborsi atau kemungkinan kehilangan bantuan kemanusiaan atau pendidikan gratis bagi anak-anak mereka.
“Ini tercela, bertentangan dengan iman kita dan mengeksploitasi kemiskinan kita,” tutur Hassan Miya, seorang pemimpin Muslim dari distrik Banke, kepada AsiaNews.
“Umat Islam yang tinggal di distrik-distrik terpencil di Nepal sangat miskin, dan dalam masyarakat kita yang didominasi oleh umat Hindu, mereka dikucilkan dalam berbagai cara,” tambahnya.
Kebutuhan bantuan kemanusiaan bukan satu-satunya masalah yang dihadapi umat Islam Nepal, bencana yang kemungkinan akan mereka alami yaitu tidak diberikannya pendidikan bagi anak-anak mereka jika mereka menentang metode KB LSM ‘.
“Yang terburuk adalah bahwa mereka tidak mampu membayar uang sekolah anak-anak mereka: LSM tiba, menawarkan uang dan pendidikan gratis tapi sebagai imbalannya mereka memaksakan keluarga berencana. Dari sudut pandang saya itu adalah konspirasi terhadap minoritas di negara itu, “tambah Miya, seperti yang dilansir onislam.net.
Klaim serupa semakin dibuat media di negara Hindu yang memuji rencana ini atas nama kesejahteraan ekonomi. Kebijakan ini telah dibuat jelas dalam sebuah artikel bersama oleh sebuah koran Nepal pada daerah bajura.
“Muslimah percaya bahwa program perencanaan adalah rasa malu, tapi orang-orang dari distrik bajura telah menyadari bahwa itu tidak seperti itu. Meskipun Islam melarang penggunaan alat kontrasepsi, banyak wanita dari tempat ini telah menantang prasangka ini,” artikel tersebut berbunyi.
Menghadapi meningkatnya keluhan Muslim, Menteri Kesehatan, Gopal Parajuli, berjanji bahwa ia akan menyelidiki masalah tersebut.
“Program-program kesehatan dan pendidikan gratis seharusnya tidak mempengaruhi keyakinan agama siapa pun. Saya akan membuka penyelidikan, juga karena LSM dapat bekerja hanya jika mereka mematuhi hukum dan diterima oleh masyarakat,” katanya.
Islam mendorong pengikutnya untuk menikah, berkembang biak, dan mengisi bumi. Namun, hal itu memungkinkan bagi adanya keluarga berencana dan penggunaan kontrasepsi selama ketentuan yang ditetapkan oleh Islam dalam hal ini diamati.
Keluarga berencana diijinkan selama metode yang digunakan bukan metode yang mengubah seperti kasus vasektomi misalnya.
Menurut CIA World Fact Book, Muslim merupakan 4,2 persen dari 28 juta penduduk-Nepal.
Nepal adalah satu-satunya negara Hindu di dunia sampai tahun 2006 ketika parlemen diubah menjadi konstitusi dan menyatakan diri sebagai negara sekuler.
Sebagian besar Muslim Nepal hidup di dataran selatan di perbatasan dengan India.
Warga sabuk selatan yang miskin mengatakan mereka telah lama dikeluarkan dari koridor kekuasaan Kathmandu dan ingin meningkatkan representasi dalam pemerintahan dan militer. [muslimahzone/mustanir/visimuslim.com]


from visimuslim/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Bulan Ramadhan Adalah Simbol Kemuliaan dan Keagungan

Bulan Ramadhan Adalah Simbol Kemuliaan dan Keagungan



Ramadhan adalah bulan berkah dan kemuliaan. Salman Al-Farisi radhiallahu ‘anhum mengatakan, Nabi Muhammad shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda dalam sebuah khutbah yang disampaikan kepada mereka pada akhir bulan Sya’ban:
يَا أَيُهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ،….
“Wahai saudara-saudara sekalian, bulan yang agung dan penuh berkah sudah hampir tiba, bulan yang di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik daripada seribu bulan, ….” (HR. Muttafaqun ‘alaih)
Demikian pula, pahala yang banyak di bulan Ramadhan adalah sebuah rahasia antara Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan hambaNya. Oleh karena itu Nabi Muhammad Shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
قال الله تعالى: كُلُّ عَمَل ابن آدم لَهُ إلاَّ الصومَ فإِنَّه لي وأنا أجزي بهِ..). متفق علیه
“Allah Ta’ala berfirman, “Setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali shaum, shaum untukKu dan Aku akan memberikan pahalanya langsung.” (HR. Muttafaqun ‘alaih)
Al-Qur’anul Kariim, kitab yang agung penuh rahmat, syukur dan penjamin kesuksesan diturunkan pada bulan Ramadhan. Di setiap malam Ramadhan, Nabi Muhamamad shalallahu ‘alayhi wa sallam dan Malaikat Jibril ‘alayhissalam mengulang-ngulang bacaan Al-Qur’an dan hingga akhir Ramadhan mereka menyelesaikan membacanya. Tetapi, keduanya menyelesaikan bacaan Al-Qur’an sebanyak dua kali dalam bulan Ramadhan di tahun wafatnya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alayhi wa sallam. Oleh karena itu, Al-Qur’an dibaca dari masa para sahabat Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam hingga sekarang di bulan suci Ramadhan. Kaum Muslimin membaca, mengajarkan dan belajar kitab suci Al-Qur’an dari hari ke hari dan malam ke malam pada bulan ini untuk mendapatkan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena dekat kaitannya antara bulan Ramadhan dan kitab suci Al-Qur’an, bulan ini mendorong ummat Muslim untuk mengikuti pengajaran dan perintah-perintah dalam Al-Qur’an. Pembacaan Al-Qur’an dengan nada yang indah dan tadabbur memainkan peran penting dalam membawa perubahan positif dalam pikiran dan akhlak manusia. Setiap orang beriman yang membaca Al-Qur’an pada siang hari dan di kegelapan malam dan memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an yang belum begitu diamati oleh kaum Muslimin [pada hari-hari sebelumnya], sebenarnya merasa sedih akannya. Dia merasa menyesal dan keinginan untuk menerapkan Syari’at Islam pada dirinya sendiri, keluarganya dan masyarakat muncul dalam jiwanya dan berusaha untuk mempraktekkan langkah-langkah terkait.
Ramadhan memberikan pelajaran yang praktis dan dapat diterapkan tentang solidaritas, persatuan dan kerukunan bagi umat Muslim. Setiap Muslim berpuasa dari awal pagi hari hingga malam hari. Mereka menjalankan puasa pada siang harinya dan membaca Al-Qur’an pada malam harinya. Semua orang miskin maupun kaya merasakan hal yang sama, haus dan lapar dan menunggu waktu berbuka puasa. Puasa menyampaikan pesan simpati. Puasa juga memberikan pelajaran akhlak yang baik dan pengampunan karena akhlak ini yang membawa masyarakat dekat satu sama lain.
Demikian juga, Ramadhan adalah bulan kesuksesan dan kemenangan atas nama Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap Mujahidin. Sejarah Islam menunjukkan bahwa kebanyakan kemenangan dicapai pada bulan Ramadhan. Kemenangan besar Mujahidin dalam perang Badar pada 17 Ramadhan, tahun kedua Hijriah dan penaklukkan kota Makkah pada 23 Ramadhan, tahun kedelapan Hijriah, menunjukkan pertolongan Allah Ta’ala dan menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan kemuliaan dan kemenangan umat Muslim.
Bulan Ramadhan adalah simbol kemuliaan dan keagungan. Ini adalah pahala yang besar dan rahmat dari Allah Ta’ala. Ini adalah simbol yang menunjukkan kesabaran, tekad, keshalihan, dan kekuatan iman kaum Muslimin. Puasa adalah ujian tahunan bagi hati, lisan dan seluruh organ tubuh orang-orang beriman. Sukses dalam ujian praktek Ramadhan ini adalah awal dari masa depan yang cerah bagi umat manusia karena dengan begitu ia berhak mendapatkan berkah dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mendapatkan keselamatan dari api neraka dan dengan demikian berhak mendapatkan pakaian keshalihan atas karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala. [www.visimuslim.com]


from visimuslim/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Ini Hadiah Tercantik Muslim Indonesia Untuk Warga Gaza, Murni Tanpa Bantuan Pemerintah Apalagi Asing

Ini Hadiah Tercantik Muslim Indonesia Untuk Warga Gaza, Murni Tanpa Bantuan Pemerintah Apalagi Asing

Sabtu, 10 Ramadhan 1436 H / 27 Juni 2015 08:44 wib

400 views

BEKASI (voa-islam.com) – Ada kabar terbaru dari Gaza yang semakin sulit dan krisis kemanusiaan yang tidak pernah dialami sebelumnya akibat agresi Israel terparah ke Palestina dalam sejarah konflik Palestina-Israel pada 2014 silam, hal ini terungkap ketika ta’lim kultum Ramadhan ba’da shalat subuh (27/6) di Masjid Al Muhajirin Ciremai Raya, Perumnas 2 Bekasi ini, ada fakta-fakta membanggakan bagi Umat Islam Indonesia.

Saat ini, kondisi Gaza semakin parah ketika Mesir, Suriah dan Libya hancur oleh konspirasi jahat asing sekutu AS dan zionis Israel, termasuk dengan syiah di Suriah tenyata tak hanya menyisakan kesedihan dan duka yang medalam. Ada warga muslim lain yang ikut berduka akibat hancurnya dua negara tersebut, yakni warga Gaza yang kerap menerima bantuan dari umat Islam Mesir, Libya dan Suriah.

Warga Gaza sangat terpukul dengan musnahnya dua negara tersebut, tak hanya itu, kondisi kini semakin di jalur Gaza makin parah pasalnya ketika Presiden Mesir Mohammad Morsi sudah dikudeta Presiden Al Sisi yang antek zionis Israel ini pun menghancurkan terowongan-terowongan yang biasa dijadikan jalur bantuan bagi warga muslim di Gaza, Palestina.

“Apa pun bentuk bantuan kita sangat dibutuhkan warga Gaza” ungkap Relawan Gaza Muhammad Husain yang telah menetap di Gaza sejak 2011 bersama tim pertama yang membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

“Lalu siapa yang membantu mereka, warga Gaza yang hanya menikmati listrik selama 6 jam sehari? Indonesialah yang memberikan hadiah istimewa bagi warga gaza, ungkap Husain.” Jelas Ustadz Husain, mahasiswa Indonesia di Universitas Islam Gaza yang juga relawan MerC kepada awak redaksi Voa-Islam.

Ketika Suriah dan Libya hancur oleh Amerika dan sekutunya, Indonesialah yang memberikan hadiah istimewa bagi warga gaza, ungkap Husain.

Masih ingat Husain? Pemuda 27 tahun ini tiba-tiba terkenal ketika menikahi gadis Palestina, ia bernama lengkap Muhammad Husain bin Muslim Aji yang menikahi Jinan Ar-Raqb seorang penghapal Al Qur’an 30 Juz, Muslimah Gaza dari Khan Younis, Gaza selatan itu kini tengah mengandung janin bayi 7 bulan.

Bahkan tanpa kita sadari donasi kecil umat Islam Indonesia telah terkumpul sebanyak lebih dari Rp 120 milyar itu telah dihadiahkan kepada warga muslim Gaza, Palestina dalam bentuk rumah sakit tercantik dan termegah di Palestina, Rumah Sakit Indonesia.

Ia kembali menjelaskan bahwa sumbangan ini murni hasil donasi warga tanpa bantuan pemerintah Indonesia, apalagi asing, “Rumah sakit tercantik dan terbesar di Gaza ini semua sumbangan murni hasil donasi warga Indonesia, tanpa ada bantuan pemerintah, apalagi asing.” tambahnya lagi.

“Semua sumbangan ini murni hasil donasi warga Indonesia, tanpa ada bantuan pemerintah, apalagi asing.” tambahnya lagi.

Sumbangan dari warga Indonesia ini kebanyakan dari kalangan menengah kebawah, dan menurut Husain bukannya tanpa maksud.

“Ya benar, MerC ini sengaja membuka peluang lebih besar untuk rakyat menengah ke bawah, pesannya apa sih?, pesannya adalah seluruh kalangan warga muslim Indonesia benar-benar cinta kepada keluarga Gaza dan inilah hadiahnya (Rumah Sakit Indonesia) lengkap beserta alat-alat medisnya,” ungkap pemuda asal Cileungsi ini.

“…dan perlu diketahui alat-alat medis ini produk terbaru dengan teknologi tercanggih. dan hal ini terbukti ketika dikunjungi departemen kesehatan di Gaza ini mereka sangat takjub,” jelas pemuda yang kembali ke tanah air untuk mempersiapkan persalinan istri dan kelahiran putra pertama ini kepada voa-islam.com. [adivammar/voa-islam.com]

Sebarkan informasi ini, semoga menjadi amal sholeh kita!

from VOA ISLAM



from
via Pusat Media Islam
Ini Dia `Si Tukang Gambar` Kaleng Khong Guan

Ini Dia `Si Tukang Gambar` Kaleng Khong Guan

Reporter :
Ayik | Sabtu, 27 Juni 2015 09:01

Ini Dia Penggambar Kaleng Khong Guan LegendarisBernardus Prasodjo Si Tukang Gambar Kaleng Khong Guan/Foto:Twitter:Prasadja
“Saat membuat gambar kaleng Khong Guan, saya terinspirasi dari kehidupan pribadi saya yang telah memiliki dua orang anak.”.

Dream – Kaleng legendaris Khong Gua yang telah melekat di kenangan  masyarakat Indonesia itu rupanya masih menyimpan rasa penasaran siapa di balik gambar fenomenal yang telah menemani hari-hari spesial keluarga Indonesia tersebut.

Biskuit Khong Guan rasanya tak pernah absen di hari seperti Lebaran, atau hari besar lainnya. Desainnya yang khas membuat berbagai orang dari berbagai zaman sangat mengenal kaleng legendaris tersebut.

Bernardus Prasodjo merupakan si tukang gambar kaleng biskuit sepanjang masa itu. Sosok tukang gambar kaleng Khong Guan ini akhirnya menunjukan sosoknya. Berkat postingan sang buah hatinya dalam jejaring twitter @Prasadja, Bernardus kembali ramai menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.

“Sekitar 40 tahun yang lalu, saya mendapat tawaran untuk menggambar kaleng biskuit. Saya terinspirasi dari kehidupan pribadi saya yang telah memiliki dua orang anak. Namun gambar tersebut juga ide dari perusahaan Khong Guan sendiri”, kata Bernardus.

Bernardus mengakui, berkat menggambar kaleng tersebut, ia dapat meraup rupiah yang tak sedikit. Bahkan ia rela meninggalkan bangku kuliah seni rupa di ITB yang baru 2 tahun dienyamnya demi terjun ke dunia kerja.

Suka artikel ini ?

RELATED NEWS


from dream/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Semarak Ramadhan dalam Negara Khilafah

Semarak Ramadhan dalam Negara Khilafah



Nabi SAW pernah bersabda, “Idza ja’a Ramadhan futihat abwab al-jannah.” [Jika Ramadhan tiba, maka berbagai pintu surga telah dibuka] [HR Muttafaq ‘Alaih]. Pintu surga itu sangat banyak. Siapa saja yang ingin dibukakan pintu surga-Nya, maka dia harus mengetuk pintu dengan amalan yang bisa membuka pintu tersebut. Ada pintu ar-Rayyan bagi orang yang berpuasa. Semakin banyak berpuasa, maka semakin kuat ketukan seseorang untuk dibukakan pintu ar-Rayyan.
Ada Bab al-Jihad bagi orang yang berjihad, maka semakin banyak berjihad, semakin kuat ketukan seseorang untuk dibukakan Bab al-Jihad [pintu jihad]. Ada Bab as-Shalat bagi orang yang ahli shalat. Semakin banyak mengerjakan shalat, maka semakin kuat ketukan seseorang untuk dibukakan Bab as-Shalat. Ada Bab as-Shadaqat bagi orang yang ahli sedekah. Semakin banyak bersedekah, maka semakin kuat ketukan seseorang untuk dibukakan Bab as-Shadaqat. Ada Bab al-Birr bagi orang yang ahli taat, termasuk menaati orang tua. Semakin kuat ketaatannya kepada orang tua, maka semakin kuat ketukan seseorang untuk dibukakan Bab al-Birr. Dan banyak lagi yang lain.
Karena itu, ketika umat Islam memahami bahwa pintu-pintu surga itu telah dibukakan oleh Allah seluas-luasnya di bulan Ramadhan, maka mereka pun mengisi berbagai aktivitas yang bisa mengetuk pintu-pintu surga-Nya. Ramadhan pun semarak dengan berbagai aktivitas ketaatan, bukan kemaksiatan. Ramadhan pun semarak dengan berbagai aktivitas ibadah, bukan senda gurau, belanja atau yang lain. Karena itu, aktivitas ketaatan inilah yang senantiasa dihidupkan oleh kaum Muslim, begitu juga ketika khilafah menjadi penjaga Islam yang amanah itu.
Di Malam Hari
Pada malam menjelang Ramadhan, saat menjelang Maghrib, kaum Muslim pun mencari hilal. Karena ini hukumnya fardhu kifayah, maka tidak harus dilakukan oleh setiap umat Islam. Karena itu, siapa saja yang menemukannya, maka akan diambil sumpahnya. Setelah dinyatakan sah, maka khalifah kaum Muslim pun berpidato menyampaikan hasil itsbat 1 Ramadhan. Pidato disampaikan dalam bahasa Arab ke seluruh penjuru dunia. Disertai pesan penting dari khalifah kepada seluruh umat Islam.
Setelah shalat Isya’, kaum Muslim pun melakukan shalat Tarawih di masjid-masjid dengan berjamaah. Di ibukota, khalifah biasanya memimpin langsung shalat tersebut. Malam itu pun menjadi malam penuh berkah. Di malam penuh berkah itu, umat Islam tidak seperti malam biasanya. Mereka pun menghidupkan malam-malamnya dengan memperbanyak dzikir, membaca Alquran dan berbagai halqah.
Setelah melewati larut malam, menjelang Subuh, mereka pun bangun untuk melakukan sunah sahur. Sahur ini pun di dalamnya mengandung banyak keberkahan, kata Nabi SAW. Karena itu, waktu sahur pun tak pernah terlewatkan begitu saja, kecuali akan mereka gunakan sebaik-baiknya. Setelah mengambil sahur secukupnya, mereka pun tidak tidur, tetapi menghidupkan malam-malamnya dengan memperbanyak dzikir, membaca Alquran dan qiyam al-lail. Sebagaimana yang dituturkan oleh Ibn ‘Umar.
Suasana malam itu pun tampak semarak. Lampu-lampu rumah-rumah mereka pun terang, suasana riuh oleh suara orang sahur, dzikir, bacaan Alquran dan qiyam al-lail pun bak kumbang. Belum lagi masjid-masjid yang tak pernah sepi dari orang beribadah.
Di Siang Hari
Tentu tak kalah semaraknya adalah siang hari mereka. Suasana ibadah tampak. Tak ada orang makan, minum, merokok dan aktivitas yang bisa membatalkan puasa tampak di publik. Meski itu dilakukan oleh orang non-Muslim atau Musafir yang tidak sedang berpuasa. Semuanya menghormati umat Islam yang sedang berpuasa. Puasa pun menjadi syiar, yang tak hanya ditampakkan oleh Muslim, tetapi juga non-Muslim. Bukan sebaliknya, orang berpuasa diminta menghormati orang yang tidak berpuasa.
Suasana di jalan-jalan, di toko-toko, di kantor-kantor dan pasar-pasar tampak teduh. Tak ada orang yang cekcok, karena mereka sedang berpuasa. Mereka berusaha sekuat tenaga menahan diri. Ketika ada yang mencoba melakukan provokasi, mereka pun mengatakan, “Maaf, saya sedang berpuasa.” Semangat, kesadaran dan kebiasaan memberi tampak begitu menonjol di bulan Ramadhan ini. Sebaliknya, semangat, kesadaran dan kebiasaan mengalah, memaafkan pun tampak.
Masjid-masjid pun mulai padat begitu menjelang adzan. Begitu adzan dikumandangkan, kaum Muslim berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan shalat Dzuhur berjamaah. Mereka memulainya dengan shalat Tahiyyat Masjid, Qabliyah, shalat Dzuhur, lalu dilanjutkan dengan shalat ba’diyah. Setelah itu, waktu mereka pun mereka isi dengan dzikir, membaca Alquran dan aktivitas ketaatan yang lainya.
Suasana serupa juga tampak menjelang Ashar. Begitu adzan dikumandangkan, kaum Muslim berbondong-bondong ke masjid untuk menunaikan shalat Ashar berjamaah. Mereka memulainya dengan shalat Tahiyyat Masjid, Qabliyah, shalat Ashar. Setelah itu, waktu mereka pun mereka isi dengan dzikir, membaca Alquran dan aktivitas ketaatan yang lainya. Begitulah suasana siang hari mereka.
Kaum Muslim pun tak membiarkan waktu buka, kecuali untuk berlomba memberikan sedekah kepada kaum Muslim yang lain, yang hendak berbuka. Suasana masjid-masjid pun tampak semarak dengan orang-orang yang memberikan ta’jil. Pada waktu yang sama, pemandangan orang-orang yang menunggu berbuka pun mulai tampak menjelang Maghrib tiba. Begitu adzan Maghrib dikumandangkan, perasaan senang, suka dan bahagia pun tampak menghiasi muka-muka mereka.
Semarak Jihad dan Dakwah
Itu adalah pemandangan biasa yang mewarnai kehidupan umat Islam di wilayah-wilayah mereka. Nun jauh di sana, ada suasana lain, ketika kaum Muslim menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meraih kemenangan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi SAW dan para sahabat saat Perang Badar, tahun 2 H dan Penaklukan Kota Makkah, tahun 8 H. Semuanya dilakukan di bulan Ramadhan.
Untuk melakukan misi tersebut, mereka pun tidak hanya menghidupkan Ramadhan dengan berperang. Tetapi, juga dengan ketaatan yang lain. Mulai dari menguatkan taqarrub mereka dengan Allah, infak, mengasah senjata, mobilisasi pasukan, latihan perang, menyiapkan logistik, kuda, unta dan sebagainya. Mereka pun berangkat saat berpuasa. Berkilo-kilo meter mereka arungi, dengan berjalan kaki dan naik unta/kuda secara bergantian.
Maka, Ramadhan pun telah diisi oleh para khalifah setelah mereka dengan berbagai penaklukan. Pada 28 Ramadhan 92 H, Thariq bin Ziyad berhasil menaklukkan Andalusia, Spanyol. Perang delapan hari itu berhasil dimenangkan oleh pasukan kaum Muslim. Setelah itu, Spanyol pun menjadi salah satu pusat peradaban Islam yang terkenal di Eropa, sampai Raja George II, Raja Inggris, Norwegia dan Swedia mengirim putrinya untuk dididik di sana.
Tanggal 6 Ramadhan 223 H, Khalifah al-Mu’tashim menaklukkan Amuriyah, untuk membalas kekurangajaran tentara Romawi terhadap seorang wanita Muslimah yang jilbabnya ditarik. Benteng Amuriyah yang angker itu pun berhasil ditaklukkan.
Perang Ain Jalut, juga sama. Tepat, 24 Ramadhan 658 H, pasukan kaum Muslim berhasil mengalahkan tentara Tatar, yang dipimpin oleh Qutuz dan pembantunya, Baibaras. Seruannya yang terkenal, “Wa Islamah!” Pada 14 Ramadhan 666 H, Antiokia juga berhasil ditaklukkan oleh Baibaras. Ketika itu, Antiokia menjadi pusat kekuatan kaum Salib.
Di 26 Ramadhan 928 H, Kota Belgrad berhasil ditaklukkan oleh Khalifah Sulaiman al-Qanuni. Mereka pun mendirikan shalat Jumat pertama di kota itu.


from visimuslim/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Mahkamah Agung Legalkan Perkawinan Homoseksual Seantero Amerika Serikat

Mahkamah Agung Legalkan Perkawinan Homoseksual Seantero Amerika Serikat



Mahkamah Agung Amerika Serikat telah memutuskan bahwa perkawinan sesama jenis merupakan hak legal yang berlaku di seluruh penjuru negeri.
Keputusan itu diambil hari Kamis (25/6/2015) lewat pemungutan suara di kalangan hakim agung, dengan hasil tipis 5 mendukung dan 4 menolak.
Sebelum keputusan itu dibuat, pasangan homoseksual hanya bisa mengesahkan perkawinannya di 37 negara bagian, ditambah Washington DC.
Tidak jelas kapan lisensi perkawinan itu akan dikeluarkan di negara-negara bagian yang sebelumnya masih melarang perkawinan homoseksual.
Teriakan keras sorak-sorai kelompok pendukung homoseksual yang berkemah di luar gedung pengadilan terdengar begitu keputusan diumumkan pada hari Jumat.
Salah seorang dari keramaian itu, Jordan Monaghan, menelepon ibunya lewat telepon genggam.
“Hey, bu. Aku sedang berada di Mahkamah Agung. Putramu sekarang bisa punya suami,” kata Monaghan seperti dikutip BBC. [www.visimuslim.com]
Sumber : Hidayatullah.com, 26 Juni 2015


from visimuslim/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Begini Cinta Sahabat Pada Rasulullah SAW

Begini Cinta Sahabat Pada Rasulullah SAW



KabarMakkah.Com – Majelis Rasulullah SAW, kali ini sangat berkesan. Pasalnya, majelis ini tidak hanya sekadar dihadiri oleh banyak sahabat baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshor namun juga ada episode yang menarik dan mengharukan dalam majelis tersebut.

Setelah Rasulullah SAW menyampaikan mauidzah yang menggugah, beliau berkata dengan lembut, “Wahai sahabatku, jika selama ini ada perbuatanku yang mungkin menyakiti hati kalian. Maka kinilah saatnya bagi kalian untuk membalasnya”. Para sahabat terdiam dan saling berpandangan ketika ungkapan itu disampaikan dengan penuh kerendahan hati.

Begini Cinta Sahabat Pada Rasulullah SAW

Dalam pikiran dan hati sahabat tergambar ungkapan, tidak mungkin orang semulia Rasulullah menyakiti diri dan hati mereka. Dalam keheningan tersebut, tiba-tiba saja dari arah belakang berdiri seorang sahabat dan berkata dengan tegas,

”Saya ya Rasululllah, saya yang pernah kau sakiti.! Suasana majelis mulia yang tenang tersebut berubah menjadi tegang. Para sahabat merasa heran dan tidak akan menduga ada seseorang yang begitu lancang pada Nabi. Tanpa dikomando, Sayyidina Umar bin Al Khattab berdiri dan ingin memberi pelajaran pada sahabat yang telah lancang tersebut.

Namun Rasulullah justru menenangkan Umar dan meminta dia untuk bersabar menghadapi masalah ini. Sejurus kemudian Nabi menyuruh sahabat tersebut maju ke depan dan memintanya untuk menjelaskan kesalahan Rasulullah SAW.

Sahabat tersebut kemudian mendekat, dengan tenang dirinya membuka pembicaraan, “Wahai utusan Allah, tidakkah engkau ingat dalam sebuah peperangan, pedang yang engkau bawa telah melukai tubuhku?

Rasulullah diam sejenak dan kemudian menjawab, “ Iya! lalu bagaimana”?

Saya ingin membalasnya, kata sahabat tadi.

Dengan spontan Nabi menjawab “Silahkan engkau membalasnya”.

Namun, saat itu aku tidak memakai baju dan aku berharap engkau juga melepaskan bajumu, kata sahabat itu sambil memelas.

Sejurus kemudian Rasulullah mulai melepaskan bajunya dan secepat kilat sahabat tersebut memeluk dan mendekap erat tubuh Rasulullah sembari melinangan air mata berkata,

“Tidak mungkin wahai Rasulullah, tidak mungkin aku akan membalasnya! Ini aku lakukan karena keinginanku yang sudah lama terpendam untuk mendekap engkau. Dan kesempatan itu ada pada hari ini di majelis ini.”


Dua sahabat di jalan Allah ini kemudian saling berpelukan dan menangis sebagai rasa cinta yang mendalam. Suasana majelis yang tegang berubah menjadi haru biru, Semua sahabat yang ada di majelis tersebut juga larut dalam keharuan, Bahkan tidak sedikit dari mereka yang ikut melinangkan air matanya.

Begitulah sejarah mencatat bagaimana cinta seorang sahabat pada Nabinya, untuk memenuhi rasa cinta dalam hatinya yang mendalam pada Nabi dilakukan dengan cara yang justru menimbulkan ketegangan namun akhirnya penuh dengan keharuan dan ketulusan.

Beliau berani mengatakan seperti itu untuk bisa merangkul tubuh Rasulullah dalam dekapan yang penuh kerinduan. Sebuah kejadian yang sarat dengan makna yang mengambarkan betapa cintanya sahabat-sahabat Nabi pada beliau SAW.

Mereka, para Sahabat Nabi, tidak hanya sekadar menyatakan cinta dalam ungkapan kata namun juga dibuktikan dengan seluruh jiwa raga dan harta mereka. Mereka rela mengorbankan kekayaan, keluarga, jabatan bahkan nyawanya sekalipun untuk membela orang yang dicintainya dengan segenap ketulusan jiwa,

Kita semua pasti pernah mendengar cerita tentang bagaimana Sayyidina Abu Bakar rela menanggung sakit yang luar biasa ketika digigit ular sewaktu beliau menemani Nabi bersembunyi di gua Hira untuk menghindari kejaran kafir Quraisy Mekkah? Atau Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang waktu itu masih remaja dengan penuh keberanian menggantikan posisi tidur Nabi ketika rumahnya dikepung kafir Quraisy guna membunuh Nabi? Hal ini resikonya sangat jelas yaitu luka berat atau terbunuh dalam selimut.

Cerita lain dalam peperangan Uhud, ada banyak sahabat yang menjadi perisai untuk melindungi Nabi dari tembakan busur panah dari pasukan kafir Quraisy dan di antara meraka banyak yang mati syahid di jalan Allah. Masih ada banyak bentuk perjuangan dan pembelaan sahabat pada Nabi sebagai wujud cinta tulus mereka pada Penutup para Nabi ini.

Lalu bagaimana dengan kita? Umatnya yang hidup 1400 tahun setelah wafatnya beliau. Kita yang belum pernah berjumpa dengan Rasulullah. Walaupun kita sering membaca sabda beliau namun kita belum pernah secara langsung mendengar suara beliau. Sekalipun kita mengetahui sejarah hidup beliau, gerak langkah dan perjuangan dan tutur kata beliau namun kita belum pernah bertatap muka secara langsung dengan beliau.

Bagaimana cara kita untuk mewujudkan rasa cinta tersebut sebagaimana para sahabat telah membuktikannya. Dalam hal ini, tidak ada aral yang melintang yang akan menghalangi cinta umat pada Nabinya sekalipun hidup pada masa yang jauh berbeda.

Oleh karena itu ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan cinta sejati pada Nabi seperti dibawah ini:

Pertama, menerima dan menyakini ajaran yang dibawanya. Islam sebagai risalah dakwahnya hendaknya betul-betul kita pahami dan amalkan dalam kehidupan nyata.



Kedua, menyampaikan ajarannya. Kita diperintahkan untuk melanjutkan misi dakwahnya dengan menyampaikan ajarannya demi menyelamatkan seluruh umat manusia. Tentunya berdakwah dengan cara yang pernah diajarkan Rasulullah. Yaitu Bil Hikmah Wal Mauidzoh Hasanah.



Ketiga, sering menyebut nama dan bershalawat pada beliau. Menyebut nama Nabi dengan penuh keihklasan dan bersholawat untuknya dengan indah merupakan salah satu wujud kecintaan pada Rasulullah.



Keempat, menjaga nama baik dan memuliakan keluarga serta para sahabat beliau. Kita harus menentang siapa saja yang menghina para sahabat yang dimuliakannya karena menghina sahabat juga berarti menghina Nabi. Bahkan Nabi sendiri pernah menegaskan,


“Janganlah kalian mencaci sahabat-sahabatku. Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika seandainya seorang dari kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, (hal itu) tidak akan menyamai infak satu mud atau setengan mud dari salah seorang mereka” (Muttafaq ‘alaih)

from
via Pusat media ISlam



from
via Pusat Media Islam
Sabar dan Shalat, Senjata Kaum Muslimah

Sabar dan Shalat, Senjata Kaum Muslimah

INILAHCOM, Jakarta — Kehidupan ini ibarat medan perang, yang menuntut kesiapan dan kesiagaan bagi siapapun yang menjalaninya. Tiap-tiap jiwa sudah menjadi partisipan sejak lahir, dan akan purna ketika mereka meninggal dunia.

Pada rentang waktu yang hanya diketahui oleh Allah subhanahu wa taala ini, berbagai masalah siap menggoncang manusia agar takluk dan tunduk pada dunia yang fana. Masalah membuat manusia mudah berputus asa, lengah terhadap godaan, dan lupa kepada Tuhannya. Jika hal itu terjadi, mereka dianggap gagal mengemban misi yang telah dibebankan, yaitu sebagai khalifah di muka bumi.

“Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.” (QS. An-Naml [27]:62)

Dalam suasana perang yang berkecamuk, wajib bagi kita untuk membekali diri dengan pelengkapan perang. Jika tidak, tentu akan berisiko besar mengalami kegagalan. Jika sudah begitu, pilihannya hanya ada tiga; pulang dengan tangan hampa, menjadi tawanan, atau mati sia-sia. Sebenarnya ada pilihan lain, yaitu bertahan hidup dan memenangkan peperangan. Namun untuk mencapai kondisi itu, semuanya harus dipersiapkan dengan matang.

Selain membekali diri dengan peralatan perang, kita juga harus mahir dalam menggunakannya. Percuma kita repot-repot membawa peralatan itu, namun tidak dapat mempergunakannya dengan baik. Oleh karena itu, dalam menghadapi peperangan seperti ini kita harus rajin melatih diri. Agar ketika musuh sudah ada di depan mata, serangannya bisa kita tangkis, dan dengan mudah kita menebasnya hingga terkapar.

Sebenarnya, saya bukan hendak berbicara tentang peperangan, yang saya sendiri belum pernah mengalaminya. Mungkin secara teori garis besarnya seperti itu, tapi secara praktik wallahualam. Saya hanya ingin mengatakan (kembali), bahwa kehidupan ibarat medan perang. Lantas, seberapa siap kita menghadapinya?

Secara potensi, insya Allah kita sudah siap. Ada banyak dalil di dalam Al-Quran menerangkan bahwa Allah subhanahu wa taala telah memberikan karunia berupa kesempurnaan jasad, akal, dan hati. Salah satunya adalah, “Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati..” Namun sayang, banyak di antara kita yang tidak sadar dengan potensi tersebut, hingga Allah berfirman dalam lanjutan ayat di atas, “..Amat sedikitlah kamu bersyukur!” (QS. Al-Muminun [23]:78)

Di medan perang, teori dan potensi tak akan berarti kecuali ia bertransformasi menjadi kejelian dalam bertahan, dan ketangkasan dalam menyerang. Begitupun dengan kehidupan ini. Harus ada benteng pertahanan yang kokoh, dan pedang yang tajam pada diri kita. Dan itu sebenarnya sudah ada pada diri kita. Namun, seperti yang sudah dibahas di awal, semua tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Maka inilah saatnya kita mengetahui rahasia sukses berperang di medan laga kehidupan ini. Bahwa perisai yang paling ampuh untuk menangkis semua permasalahan dunia adalah kesabaran. Sedangkan pedang paling tajam untuk membabat habis segala macam peluang adalah keikhlasan. Ya, rahasianya adalah sabar dan ikhlas, yang Umar radhiyallahu anhu pun tidak peduli akan mengendarai yang mana apabila keduanya adalah kendaraan. [ ]

Sumber Fimadani

from Mozaik Inilah/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Ramadan Kali Ini Fatin Lebih Banyak di Rumah

Ramadan Kali Ini Fatin Lebih Banyak di Rumah

Bulan puasa menjadi sering dirumah sama keluarga. Aku menerima job pekerjaan lebih dikurangi waktunya. Sama Allah dikasih kesempatan meningkatkan Ibadah

Dream – Berkat kemenangan di ajang pencarian bakat “X-Factor”, nama Fatin Shiqia Lubis langsung melejit di jajaran penyanyi top Indonesia. Karirnya semakin berkembang setelah debut single-nya berjudul “Aku Memilih Setia” yang langsung menempati posisi satu di tangga lagu iTunes Indonesia.

Diketahui, kini penyanyi berusia 18 tahun ini juga merambah dunia akting sebagai pemain film. Debutnya di film “99 Cahaya di Langit Eropa” cukup menarik perhatian produser. Terbukti kini ia sedang menjalani film terbarunya berjudul “Dreams.”

Meski begitu, Fatin mengaku tahun ini ia tidak terlalu banyak mengambil pekerjaan di bulan Ramadan kali ini. Ia justru memilih lebih meningkatkan ibadah sebanyak-banyaknya di bulan puasa ini.

“Bulan puasa jadi makin sering di rumah sama keluarga. Aku menerima job pekerjaan lebih dikurangi waktunya. Sama Allah dikasih kesempatan buat mencari pahala sebanyak-banyaknya untuk lebih meningkatkan ibadah di bulan puasa ini,” ungkap Fatin Shiqia Lubis saat ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Fatin mengatakan jadwal kegiatan bulan puasa tetap ada, hanya saja tidak sebanyak dari hari biasa. Sebelumnya, oleh keluarga pihak manajemen Fatin sudah diberi tahu untuk tidak terlalu banyak mengambil pekerjaan di bulan puasa ini.

Untuk kegiatan di bulan Ramadan, Fatin mengungkapkan dirinya selalu Salat Tarawih berjamaah ke masjid bersama keluarganya.

“Aku pasti bareng Mama, duduknya juga di samping Mama. Kita semua pasti ke masjid buat Salat Tarawih bareng,” kata Fatin.

Ditanya soal menu berbuka, dengan penuh kesederhanaan Fatin menjawab menu-menu yang dianggapnya paling favorit.

“Sayur bening, sayur asem sama tempe itu favorit. Kadang telor diceplok dan dikecapin juga enak. Aku apa saja suka yang penting bukan ikan sama daging karena aku tidak makan ikan sama daging. Kalau takjilnya es buah, es kelapa, es cendol,” ucap Fatin.

 [crosslink_1]

Suka artikel ini ?

RELATED NEWS

from dream/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Shalat Jumat Ramadhan Pekan Kedua di Al Aqsa Dihadiri 350.000 Umat Islam

Shalat Jumat Ramadhan Pekan Kedua di Al Aqsa Dihadiri 350.000 Umat Islam

aqsaPALESTINA , muslimdaily.net – Sekitar 350.000 kaum muslimin melaksanakan shalat Jumat kedua di bulan suci Ramadhan di Masjid al Aqsha, World Bulletin melaporkan Jumat (26/06/2015).

Jamaah dari Yerusalem dan Tepi Barat mulai berbondong-bondong ke Masjid al Aqsha sejak fajar.

Ratusan petugas polisi Israel tersebar di seluruh pintu masuk dan keluar.

Warga Palestina dari Tepi Barat berusia minimal 40 tahun dan wanita dari Tepi Barat diizinkan untuk memasuki Yerusalem tanpa harus mengurus perizinan, menurut juru bicara polisi Israel.

Setelah doa berakhir, ratusan jamaah melakukan protes menunjukkan solidaritas terhadap Khader Adnan, yang telah mogok makan selama 52 hari di penjara Israel.

Bagi umat Islam, Al Aqsha merupakan masjid tersuci ketiga di dunia.

from Muslimdaily/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Terinspirasi Kehidupan Rasulullah Seorang Umat Hindu Tulis Biografi Nabi Muhammad SAW

Terinspirasi Kehidupan Rasulullah Seorang Umat Hindu Tulis Biografi Nabi Muhammad SAW

Hindu Translates Prophet Muhammad BiographyINDIA, muslimdaily.net – Terinspirasi oleh ide-ide dan kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, seorang Hindu memutuskan untuk pertama kalinya menulis biografi Nabi Islam dalam bahasa Marwari, bahasa daerah di wilayah Shekhawati di Rajasthan.

“Ketika aku masih kecil, guru-guru kami memberitahu untuk membaca buku-buku sebagai bagian dari palajaran.

Sejak itu saya menghabiskan banyak waktu untuk membaca. Saya membaca biografi Muhammad juga dan saya berpikir bahwa saya harus menulis tentang kepribadian yang menakjubkan ini,” kata Rajeev Sharma dikutip di berbagai website India.

Sharma lahir pada tahun 1987, di Kolasiya, sebuah desa di Jhunjhunu Rajasthan. Dia mulai memiliki perpustakaan sendiri di desanya saat ia berada di kelas 9. Muslim Mirror melaporkan.

Sebagai pembaca yang baik, ia mendapat kesempatan untuk membaca biografi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang ide-ide dan kehidupannya memiliki dampak yang besar bagi Sharma sehingga memutuskan untuk menerjemahkannya ke bahasa Marwari.

Sharma mengklaim bahwa bukunya, Paigambar Ro Paigam, merupakan biografi asli pertama tentang kehidupan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam bahasa “Marwari.”

Biografi pertama dalam bahasa Marwari dengan 112-halaman tersebut tersedia di “Ganv Ka Gurukul”, perpustakaan versi elektronik yang didirikan oleh Sharma ketika ia berada di kelas 9 di desanya Kosiya.

Kutu buku yang bersemangat itu mempelajari Naturopati di kota dan mulai menjual herbal yang membuatnya mendapatkan uang untuk menjalankan perpustakaan versi baru.

Saat menemukan daya tarik yang sama untuk Qur’an, Sharma mengatakan ia juga berencana untuk menerjemahkannya dalam bahasa Marwari.

“Paigambar Ro Paigam dihargai oleh banyak orang. Saya telah menerima beberapa ribu penggemar di website saya untuk buku ini. Orang-orang di seluruh dunia telah men-download-nya,” kata Sharma.

Ada sekitar 180 juta Muslim di India yang berpenduduk mayoritas Hindu, yang membentuk 13 persen dari penduduk negara itu. Kristen berjumlah kurang dari 3 persen.

from Muslimdaily/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
I’tikaf di Bulan Ramadhan

I’tikaf di Bulan Ramadhan

itikafMuslimdaily.net – I‘tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan adalah termasuk amalan sunnah yang sangat dianjurkan, karena mencari kebaikan dan demi mendapatkan Lailatul Qadr.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu, apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari pada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat, terutama malaikat Jibril dan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.“(Al-Qadr: 5).

Dari Aisyah r.a. berkata, adalah Rasulullah saw. beri’tikaf pada sepuluh hari yang terakhir dari Ramadhan, dan beliau bersabda, “Carilah lailatul qadr pada sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadhan.” (Shahih: Mukhtashar Bukhari no: 987, Fathul Bari IV: 259 no: 2020, Tirmidzi II: 144 no: 789).

Dari (Aisyah) r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Carilah lailatul qadr pada (malam) yang ganjil di sepuluh malam yang terakhir dari bulan Ramadhan!” (Muttafaqun’alaih : Fathul Bari IV: 259 no: 2017, dan Muslim II: 628 no: 1169).

Adalah Rasulullah saw. sangat menganjurkan dan amat menekankan shalat malam di malam lailatul qadr, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits dari Abu Hurairah r.a. Nabi saw. bersabda, “Barangsiapa yang shalat malam di malam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala di sisi Tuhannya, niscaya diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun’alaih : Fathul Bari IV: 255 no: 2014, Muslim I: 523 no: 760 ‘Aunul Ma’bud IV: 146 no: Nasa’i IV: 157).

I’tikaf harus dilaksanakan di masjid, berdasar firman Allah SWT, “(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, padahal kamu sedang beri’tikaf dalam masjid.” (Al-Baqarah: 187).

Dan, karena Rasulullah saw. senantiasa beri’tikaf di masjid.

Dianjurkan bagi mu’takif (orang yang i’tikaf) agar menyibukkan diri dengan berbagai keta’atan keapda Allah, seperti shalat, tilawatul (membaca) Qur’an, tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istiqhfar, shalawat, do’a, kajian ilmu, dan semisalnya.

Mu’takif, dianggap makruh menyibukkan dirinya dengan perkataan atau perbuatan yang tidak berguna, sebagaimana ia dipandang makruh juga menahan diri tidak berbicara karena menyangka bahwa yang demikian itu termasuk dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT. (Fiqhus Sunnah: 404 dengan sedikit perubahan).

Mu’takif, diperbolehkan keluar dari tempat i’tikafnya  manakala ada hajat yang harus dilakukan, sebagaimana ia dibolehkan menyisir dan menggundul rambutnya, memotong kukunya dan membersihkan badannya.

I’tikaf akan menjadi batal karena sang mu’takif keluar dari masjid tanpa ada hajat atau karena jima’ (menggauli isterinya).

Sumber: Diadaptasi dari ‘Abdul ‘Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil ‘Aziz, atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, terj. Ma’ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah), hlm. 414 – 418.

from Muslimdaily/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Muslim Rohingya menjalankan ibadah puasa bersama dengan Muslim lainnya di Malaysia

Muslim Rohingya menjalankan ibadah puasa bersama dengan Muslim lainnya di Malaysia

KUALA LUMPUR (Arrahmah.com) – Kota Ampang Tasik Permai, yang berada di tepi pusat kota Kuala Lumpur, adalah salah satu kantong terbesar pengungsi Rohingya di Malaysia.

Banyak pengungsi Rohingya yang telah tinggal di daerah sini selama lebih dari 20 tahun, setelah pertama kali mereka tiba di Malaysia pada 1980-an dari negara bagian Rakhine di Myanmar, sebagaimana dilansir oleh , Jum’at (26/6/2015).

Ada lebih dari 150.000 pengungsi dan pencari suaka di negara ini, dan 90 persen dari mereka berasal dari Myanmar.

Sementara itu, beberapa diantara mereka masih tetap memelihara cara hidup tradisional mereka, dan sebagian yang lain menikah dengan etnis Melayu dan terbiasa dengan budaya lokal. Banyak orang Rohingya yang juga lahir di Malaysia.

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan ketika Muslim Rohingya, seperti halnya ummat Islam lainnya di seluruh dunia, berkumpul untuk berbuka puasa saat matahari terbenam.

Mereka suka berbuka puasa dengan hidangan tradisional mie, yang mengingatkan mereka terhadap kampung halaman mereka.

Kami hanya bisa makan ini untuk mengenang rumah kami, ini disiapkan oleh orang-orang kami dan saya datang jauh-jauh untuk makan ini,” kata seorang pria Rohingya.

( Arrahmah/Pusat Media Islam)



from
via Pusat Media Islam
Suasana Shalat Jumat Kedua Ramadhan di Masjid Al-Aqsa

Suasana Shalat Jumat Kedua Ramadhan di Masjid Al-Aqsa

masjid-al-aqsa

Al-Aqsa (lasdipo.co) – Sekitar 350.000 Muslim melaksanakan salat Jumat kedua di Masjid al-Aqsa pada bulan suci Ramadhan.

Jamaah dari Yerusalem dan Tepi Barat mulai berbondong-bondong ke Masjid al-Aqsa sejak fajar. Sementara itu ratusan polisi Israel nampak tersebar di seluruh pintu masuk dan keluar.

Orang-orang Islam Palestina dari Tepi Barat yang berusia 40 tahun dan wanita dari Tepi Barat diizinkan untuk memasuki Yerusalem tanpa izin, menurut juru bicara polisi Israel.

Setelah shalat berakhir, ratusan jamaah protes sebagai bentuk solidaritas terhadap Khader Adnan, yang telah mogok makan selama 52 hari di penjara Israel.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan masjid tersuci ketiga di dunia.

elders

Ini adalah foto 2 orang yang sudah renta namun tetap semangat pergi ke masjid al Aqsa

checkpoint

Foto suasana pintu checkopoint menuju masjid al Aqsa. (wb/lasdipo)

Rep: yahya
Editor: Muhammad Ishaq

from lasdipo/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Jelang Ramadhan, Masjid Istiqlal Jadi Alternatif Buka Puasa Bersama

Jelang Ramadhan, Masjid Istiqlal Jadi Alternatif Buka Puasa Bersama

sharia.co.id – Masyarakat sering menjadikan Masjid Istiqlal Jakarta sebagai tempat alternatif buka bersama sembari menunggu kemacetan lalu lintas berkurang.

Bahkan ada pengunjung yang sengaja datang dari luar Jakarta, ingin merasakan buka bersama di Istiqlal. Dan ada juga para pekerja menunggu macet sambil buka puasa bersama di masjid itu.

“Ya saya sering buka bersama teman-teman yang searah jalan pulang di Istiqlal, karena biasanya masih macet,” kata Agus salah satu karyawan swasta di Jakarta, Jumat malam.

Ia menjelaskan Masjid Istiqlal bisa dijadikan alternatif tempat buka puasa karena banyak yang jualan makanan dan minuman. Selain itu, bisa sekalian shalat berjamaah setelah berbuka puasa.

Senada dengan Agus, Pak Uun sengaja datang dari Tebet menuju Jakarta Pusat karena memang ingin buka bersama beberapa teman di Istiqlal.

“Kami janjian bertemu di Istiqlal sekalian silaturahmi bersama, karena di sini panitia masjid juga menyediakan makanan gratis sehingga lebih singkat,” kata Pak Uun.

Ia mengatakan sudah tiga kali ke Istiqlal sejak ramadhan dimulai bulan ini, sekalian tarawih bersama-sama.

“Ini sudah kali ketiga dalam satu minggu, tidak terlalu ramai, lagi pula ceramahnya juga bagus ketika tarawih,” katanya.

Sementara itu, Sri salah satu warga luar Jakarta sengaja menyempatkan waktu mengunjungi Masjid Istiqlal ketika waktu berbuka sudah tiba.

“Saya sekeluarga dari Bogor, main ke Jakarta sejak siang, dan memang ingin buka bersama di area Istiqlal sambil nunggu macet reda,” kata Sri.

Ia mengatakan ingin merasakan kekhusukan bulan puasa di salah satu masjid terbesar di Indonesia bersama-sama keluarga.

“Ya sekali-kali ingin merasakan buka puasa di Masjid yang terbesar ini, mudah-mudahan lebih banyak pahala,” katanya.(ant)

from Sharia/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Bom Meledak di Masjid Syiah di Kuwait, 27 Tewas

Bom Meledak di Masjid Syiah di Kuwait, 27 Tewas

KIBLAT.NET, Kuwait – Serangan bom, Jumat (26/06), mengguncang masjid Syiah Al-Imam Al-Shadiq di daerah Shawabir, Kuwait. Akibatnya, 27 orang tewas dan 202 luka-luka, sebagaimana diumumkan Departemen Dalam Negeri Kuwait.

Kantor berita Anatolia melaporkan, seperti dilansir Al-Jazeera, serangan itu dilancarkan oleh “pelaku bom bunuh diri”. Namun Al-Jazeera mengatakan, reporternya belum bisa mengonfirmasi itu.

Sementara itu, Anggota Parlemen Kuwait Khalil Al-Shalih membenarkan serangan itu dilancarkan oleh “pelaku bom bunuh diri”. Penyerang diperkirakan berumur 30 tahun. Dia meledakkan diri di tengah ratusan orang.

Menteri Informasi Kuwait, Salman Shabah Salim Al-Hamud As-Shabab, mengatakan bahwa perdana menteri segera menggelar pertemuan darurat membahas kemungkinan yang terjadi dari serangan ini.

Dia mengungkapkan bahwa insiden itu adalah “serangan teroris” yang mengancam keamanan dan menceraikan kesatuan tahan air.

Dia juga berjanji bahwa pemerintah segera memberikan pengamanan ekstra untuk menjaga tempat-tempat ibadah.

Dalam rekaman video yang diunggah di internet, terlihat ruangan masjid rusak parah. Banyak korban yang masih tergeletak di lantai masjid Syiah tersebut.

Sementara itu, belum ada konfirmasi resmi pelaku penyerangan ini. Namun berbagai media menuduh Daulah Islamiyah di balik serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara tersebut.

(Kiblat/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Suasana Shalat Jumat Kedua Ramadhan di Masjid Al-Aqsa

Suasana Shalat Jumat Kedua Ramadhan di Masjid Al-Aqsa

masjid-al-aqsa

Al-Aqsa (lasdipo.co) – Sekitar 350.000 Muslim melaksanakan salat Jumat kedua di Masjid al-Aqsa pada bulan suci Ramadhan.

Jamaah dari Yerusalem dan Tepi Barat mulai berbondong-bondong ke Masjid al-Aqsa sejak fajar. Sementara itu ratusan polisi Israel nampak tersebar di seluruh pintu masuk dan keluar.

Orang-orang Islam Palestina dari Tepi Barat yang berusia 40 tahun dan wanita dari Tepi Barat diizinkan untuk memasuki Yerusalem tanpa izin, menurut juru bicara polisi Israel.

Setelah shalat berakhir, ratusan jamaah protes sebagai bentuk solidaritas terhadap Khader Adnan, yang telah mogok makan selama 52 hari di penjara Israel.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa merupakan masjid tersuci ketiga di dunia.

elders

Ini adalah foto 2 orang yang sudah renta namun tetap semangat pergi ke masjid al Aqsa

checkpoint

Foto suasana pintu checkopoint menuju masjid al Aqsa. (wb/lasdipo)

Rep: yahya
Editor: Muhammad Ishaq

from lasdipo/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Daulah Bertanggung Jawab Atas Ledakan di Masjid Syiah Kuwait

Daulah Bertanggung Jawab Atas Ledakan di Masjid Syiah Kuwait

_83878674_kuwaitap

Daulah Bertanggung Jawab Atas Ledakan di Masjid Syiah Kuwait

Kuwait (lasdipo.co) – Beberapa orang tewas dan terluka dalam serangan bom yang menargetkan sebuah masjid di mana umat Syiah melaksanakan shalat, ada sekitar 2.000 jamaah yang melakukan shalat Jumat di kota Kuwait, kata saksi mata.

Anggota parlemen Kuwait Khalil al-Salih mengatakan jamaah saat itu sedang melaksanakan shalat ketika terjadi ledakan keras yang merusak dinding dan langit-langit.

Dia mengatakan seorang pembom yang tampak berusia dibawah 30 tahun menyebabkan ledakan dahsyat yang mengguncang rumah ibadah itu.

Kelompok Daulah mengaku bertanggung jawab atas serangan bom di sebuah masjid milik umat Syiah di Kuwait, menurut pernyataan yang dimuat di media sosial.

Pernyataan itu mengidentifikasi pembom bernama Abu Suleiman al-Muwahed dan mengatakan target adalah “syiah rafidahah” dan mengatakan puluhan tewas dan terluka. (wb/lasdipo)

Rep: yahya
Editor: Muhammad Ishaq

from lasdipo/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Bom Al-Qaeda Somalia Targetkan Diplomat UEA

Bom Al-Qaeda Somalia Targetkan Diplomat UEA

Bom Al Shabaab Targetkan Diplomat UEA

Bom Al-Qaeda Somalia Targetkan Diplomat UEA

Mogadishu (lasdipo.co) – Mujahidin Al Shabaab Somalia berhasil melancarkan aksi isytisyhadiyah yang menyasar konvoi diplomat Uni Emirat Arab di Mogadishu, ibukota Somalia, tulis Al Arabiya, Kamis (25/6).

Sedikitnya enam orang tewas akibat ledakan ini. “Kami mengkonfirmasi kematian enam orang, empat di antaranya warga sipil akibat ledakan ini. Sementara enam orang lainnya terluka parah,” kata perwira polisi Hassan kepada AFP.

Dia mengatakan tidak ada diplomat UEA yang terluka dalam serangan itu. Pihak keamanan Somalia yang mengawal konvoi berhenti tatkala bom yang dibawa truk meledak.

Al Shabab yang berafiliasi dengan Al-Qaeda mengatakan, serangan ini pertama kali menyasar diplomat UEA di Somalia. UEA banyak membantu proyek-proyek pembangunan infrastruktur dan kemanusiaan di Somalia.

“Pasukan Al Shabaab melakukan serangan yang sukses terhadap delegasi pemerintah murtad Uni Emirat Arab,” kata pernyataan Al-Shabaab yang diunggah di sebuah situs.

“Ledakan itu sangat keras dan menghancurkan pick-up,” kata Bile Hassan, saksi.

Utusan PBB untuk Somalia, Nick Kay, mengecam aksi ini yang dinilainya sangat merugikan tersebut.

Kay mengatakan ia telah berbicara dengan Dubes UEA, Mohamed Al Osmani, yang tidak mengalami cedera dalam serangan itu.

Serangan Al Shabab merupakan uapaya pembalasan atas serangan pemerintah Somalia yang dibantu pesawat tak berawak, drone, milik AS, terhadap para petinggi Al Shabaab.

Somalia dilanda ketidak stabilan sejak runtuhnya rezim diktator Siad Barre pada 1991.

Pemerintah Somalia saat ini didukung oleh Angkatan udara yang kuat dan 2.0000 pasukan bantuan dari Burundi, Djibouti, Ethiopia, Kenya dan Uganda.

Rep: Muhammad Ishaq
Editor: Muhammad Ishaq

from lasdipo/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Jika Makar Allah tak Lagi Terhindarkan

Jika Makar Allah tak Lagi Terhindarkan

INILAHCOM, Jakarta- Makar Allah adalah hal terakhir yang diinginkan setiap mahkluk. Ia begitu halus, melenakan, terselip di antara kesenangan-kesenangan hidup, namun saat hukuman yang menyertainya datang, siapapun hanya bisa tenggelam dalam penyesalan.

Al-Qur’an menyebut bahwa salah satu bentuk tipuan Tuhan adalah penguluran waktu dan penangguhan azab yang disertai dengan penambahan karunia. Ini tiga kombinasi mematikan. Siapapun masih tetap tenang, senyum kiri-kanan, meski telah berbuat dosa. Orang akan mengira, meski tak dia ucapkan, Tuhan telah tertipu atau mungkin sedang sibuk dengan urusan yang lain.

Toh tak ada hukuman yang kontan datang dari langit. Toh orang masih bisa bernafas, dunia berputar seperti biasa dan kenikmatannya, seringkali, lebih baik dari yang sudah-sudah. Yang korupsi masih bisa tidur nyenyak. Yang zalim masih bisa masuk spa dan sauna, makan paha ayam, bercengkerama dengan istri, memukul-mukul stik golf dan sebagainya.

Namun sekiranya pintu menuju alam gaib terbuka, orang bakal melihat para pendosalah yang sebenarnya sedang tertipu. Mereka lah yang sebenarnya sedang mendorong dirinya sendiri ke jurang yang dasarnya tak terlihat. Neraka.

Dan janganlah sekali-kali kalian menyangka bahwa penangguhan hukuman Kami adalah hal yang baik. Semua itu sebenarnya hanya agar bertambah-tambah dosa kalian; dan bagi kalian jelas bakal ada azab yang menghinakan. Di ayat yang lain, Al-Qur’an menggambarkan betapa orang-orang kafir (mencoba) membuat tipu daya lalu Allah membalasnya. Dan sungguh, Allah lah sebaik-baik pembalas tipu daya.

Makar Tuhan juga kadang bekerja lewat hadirnya kesombongan dalam jiwa. Ujub memang ibarat panacea. Ia kontan menggelembungkan dada manusia dan memoles keburukan di hati seperti komestik menutup kerut wajah. Orang pelan-pelan akan melihat besar perbuatan baiknya yang kecil, merasa semuanya sudah benar, tersipu-sipu setiap saat seperti perawan yang sedang dirayu. Ia juga akan merasa bangga pada diri sendiri, meyakini bahwa kebaikan yang telah dia perbuat murni karena jerih payahnya sendiri, karena kerja kerasnya, keringatnya, pemikirannya dan kesungguhannya. Ini jelas kesombongan yang telanjang. Tapi orang melihatnya sebagai sesuatu yang baik.

Dalam Al-Qur’an, Tuhan menyindir orang-orang yang berpandangan seperti itu. “Lalu bagaimana kiranya,” kata Tuhan, “kesudahan orang-orang yang dihias perbuatan buruknya sehingga ia melihatnya sebagai kebaikan?” (QS 35: 8).

Di antara mahkluk Tuhan, Iblis termasuk yang tahu persis kesudahan yang seperti disebutkan dalam ayat itu. Dulu, mereka dikenal sebagia mahkluk yang taat, yang waktunya habis dengan kebaktian pada Tuhan. Tapi lantaran senang pada ibadahnya sendiri, ujub perlahan muncul. Mereka pelan-pelan merasa bahwa mereka lebih mulia dari manusia; mahkluk yang diciptakan belakangan dari tanah. Iblis merasa bahwa api lebih mulia dari tanah — meski tidak ada satu pun bukti yang bisa membenarkannya. Inilah makar Tuhan pada iblis. Halus, melenakan, sebelum akhirnya muncul sekenyong-koyong dalam bentuk hukuman. Iblis, yang tak pernah menduga kedatangannya, hanya bisa ternganga. Tuhan mengutuk mereka, menghinakan mereka, menjadikan mereka mahkluk yang kalah untuk selama-lamanya.

Ada banyak hadis yang membawa pesan yang sama. Salah satunya merekam dialog antara Allah SWT dan Daud as, nabi yang dikenal dengan mukjizatnya melunakkan besi. “Wahai Daud, sampaikan lah kabar gembira ke para pelaku dosa dan peringatkanlah para pelaku kesalehan.” Daud hanya bisa terheran-heran mendengar firman itu. Bagaimana aku,” katanya, “akan menyampaikan kabar gembira kepada para pelaku dosa dan memperingatkan para pelaku kesalehan?”

Allah menjawabnya seketika. “Sampaikanlah kabar gembira kepada para pelaku dosa bahwa Aku menerima taubat mereka dan peringatkanlah orang-orang yang saleh agar mereka tidak memiliki sifat ujub atas perbuatan-perbuatan mereka karena, sungguh, tidak ada seorang hamba pun yang akan selamat jika Aku mengadili perbuatan-perbuatan mereka.”

Hadis ini benar belaka. Jika rahmat Tuhan diukur dengan neraca keadilan, jika manusia harus membalas rahmat Tuhan dalam bentuk ibadah dan ketaatan, maka tak ada satupun orang yang bisa selamat. Bahkan sekiranya setiap manusia datang menghadap Tuhan dengan ibadah seluruh manusia, jin dan malaikat digabungkan. Bukankah agar bisa beribadah, manusia masih harus bergantung pada rahmat Tuhan yang tetap harus mereka bayar dengan ketaatan?

Ya Allah! Kami berlindung kepada-Mu dari tipu daya setan dan muslihat hawa nafsu yang selalu mengajak pada keburukan. Lindungilah kami dari tipu muslihat keduanya demi kemuliaan Rasul kekasih-Mu serta orang-orang suci dari keluarga dan sahabat beliau. [ ]

Sumber islamindonesia

from Mozaik Inilah/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam
Kisah `Berbuka Sambil Sahur` di Negeri Nyaris Tanpa Malam

Kisah `Berbuka Sambil Sahur` di Negeri Nyaris Tanpa Malam

Saking singkatnya waktu, muslim di negeri ini kerap menyatukan saat berbuka puasa dan dilanjutkan makan sahur.

Dream – Ramadan yang jatuh di bulan Juli ini bisa jadi adalah yang terberat bagi umat muslim di Norwegia. Memasuki bulan Juni dan Juli, beberapa tempat di Norwegia mengalami periode yang disebut Midnight Sun (Matahari Tengah Malam).

Pada momen itu, matahari seolah nyaris tidak tenggelam. Periode itu juga dikenal sebagai masa ekstrem.

Pengalaman itu dirasakan pula oleh beberapa warga negara Indonesia yang tinggal di Norwegia. Salah satunya adalah Safitri Johnsen. Safitri yang tinggal di Tromso, Norwegia Utara mengaku dirinya memang mempersingkat waktu puasa.

“Saur dengan imsak jam 4 pagi dan buka jam 19:00. Tidak kuat lebih dari itu,” kata Safitri yang telah tinggal di Tromso selama lima tahun. Di kota Norwegia utara ini, pada saat musim dingin matahari juga tidak terbit.

Yuwono Putranto, Duta Besar Indonesia untuk Norwegia, menceritakan pengalamannya menjalani Ramadan saat negara itu memasuki periode ekstrem. Yuwono yang tinggal di Oslo, ibu kota Norwegia, harus menjalani puasa selama 20 jam-an.

“Ada yang berbuka pukul 19.00, 20.00, ada yang mengikuti waktu buka setempat pukul 22.47, ada yang mengikuti waktu Mekah atau negara Islam terdekat, biasanya Turki,” kata Yuwono dikutip Dream dari laman BBC Indonesia.

Berlakunya periode ekstrem di Norwegia membuat masyarakat Indonesia punya waktu berbuka yang berlainan. Hal itu, menurut Yuwono, diserahkan kepada keputusan masing-masing.

Di Oslo sendiri, untuk imsak tanggal 23 dan 24 Juni 2015 terjadwal pukul 02.18. Adapun waktu buka puasa, pukul 22.47.

“Saya sendiri ikut yang waktu lokal jadi cukup panjang. Selama minggu ini matahari sinarnya tetap ada terus dan terang,” cerita Yuwono tentang puncak musim panas di Oslo pada tanggal Selasa, 23 Juni 2015.

Saking singkatnya waktu, Yuwono biasanya membatalkan puasa dan langsung dilanjutkan dengan makan malam menjelang tengah malam. Jadi dia berbuka sekaligus sahur. Menjelang imsak, Yuwono tinggal minum.

Meski berpuasa dengan waktu sangat lama, Yuwono terbantu oleh cuaca sejuk Norwegia yang berada di kisaran 17 derajat celcius.

“Suasananya jadi enak dengan cuaca sekitar 17 derajat celsius. Jadi tak ada masalah, seperti biasa saja (puasa dalam waktu panjang ini),” ungkapnya.

Suka artikel ini ?

RELATED NEWS

from dream/Pusat Media Islam



from
via Pusat Media Islam