Kenapa (Harus) Saya

Kenapa (Harus) Saya


Saya dapat kiriman dari sahabat tentang sebuah kisah yg menarik. Sayang bila tidak dibagi.


Arthur Ashe, pemain Wimbledon legendaris sekarat karena AIDS yg berasal dari darah yg terinfeksi virus ketika operasi jantung pada 1983.


Dia menerima surat dari para penggemarnya, salah satu dari mereka ada yg menyampaikan:

“Mengapa Tuhan memilih Anda untuk mendapatkan penyakit yg buruk seperti ini??”


Terhadapnya, Arthur Ashe menjawab:

Lima puluh juta anak mulai bermain tenis,

Lima juta dari mereka belajar bagaimana bermain tenis,

Lima ratus ribu belajar tenis secara profesional,

Lima puluh ribu bertanding dalam turnamen,

Lima ribu mencapai Grand Slam,

Lima puluh mencapai Wimbledon,

Empat mencapai semifinal,

Dua mencapai final dan ketika saya menggenggam pialanya, saya tak pernah bertanya pada Tuhan, “Kenapa (harus) saya?”


Jadi ketika sekarang saya sakit, bagaimana bisa saya menanyakan kepada Tuhan, “Kenapa (harus) saya?”


Kebahagiaan membuatmu tetap manis.

Cobaan membuatmu kuat. Kesedihan membuatmu tetap menjadi manusia.

Kegagalan membuatmu tetap rendah hati. Kesuksesan membuatmu tetap berpijar. Namun, hanya iman yg membuatmu tetap melangkah.


Kadang engkau merasa tidak puas terhadap kehidupanmu sementara banyak orang di dunia ini memimpikan bisa hidup sepertimu.


Anak kecil di ladang memandang pesawat terbang di atasnya, dan memimpikan bisa terbang, tetapi sang pilot di pesawat itu memandang ladang di bawahnya dan memimpikan bisa pulang ke rumah.


Begitulah hidup. Nikmatilah hidupmu.


Jika kekayaan adalah rahasia kebahagiaan, tentu orang-orang kaya akan menari-nari di jalanan.

Tapi, Hanya anak2 miskinlah yg melakukannya.


Jika kekuatan memang menjamin keamanan, tentu orang-orang penting akan berjalan tanpa pengawalan.

Tapi, Hanya mereka yg hidup sederhana yg bisa tidur nyenyak.


Jika kecantikan dan kepopuleran memang membawa kita pada hubungan yang ideal, tentu para selebriti pasti punya perkawinan yg terbaik.


Hiduplah sederhana

Berjalanlah dengan rendah hati. Dan mencintailah dengan tulus. Jujur dalam berucap Ikhlas dalam bekerja


Sumber: Kiriman WhatsApp teman





Soal Syiah, FPI Dorong Indonesia Ikuti Jejak Malaysia

Soal Syiah, FPI Dorong Indonesia Ikuti Jejak Malaysia


hasil kongres umat Islam yang menyatakan Indonesia adalah negeri Muslim yang berakidah Ahlus Sunnah



Soal Syiah, FPI Dorong Indonesia Ikuti Jejak Malaysia

Ahmad Sobri Lubis (memegang microphone) dalam tablig akbar Majelis Taqarrub Ilallah di Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2015)




Hidayatullah.com–Ahmad Sobri Lubis, Wakil Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) meminta pemerintah Indonesia untuk mengikuti jejak pemerintah Malaysia dalam penanganan masalah Syiah.


“Malaysia lebih maju dari Indonesia soal ketegasannya kepada Syiah. Malaysia melarang Syiah dengan penegasan Malaysia sebagai negeri Muslim yang berakidah ahlus sunnah dan berfikih Syafi’i. Nah, ini patut juga ditiru Indonesia,” kata Sobri dalam tablig akbar Majelis Taqarrub Ilallah di Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq Jakarta Timur, Sabtu (28/2/2015) pagi.


Di Indonesia, jelas Sobri, Syiah belum dianggap persoalan serius oleh pemerintah. Padahal rentetan konflik Suni-Syiah di Indonesia semakin banyak terjadi di Indonesia.


“Konflik Suni-Syiah jangan dianggap kecil, ini bisa melebar kemana-mana. Bagaimana sekarang ini umat Islam bisa mendorong pemerintah untuk bersikap tegas Syiah,” ungkap Sobri.


Menurut Sobri, penegasan Indonesia sebagai negeri Ahlus Sunnah merupakan hasil rekomendasi Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) 2015 di Yogyakarta belum lama ini.


“Ini sesuai dengan hasil kongres umat Islam yang menyatakan Indonesia adalah negeri Muslim yang berakidah Ahlus Sunnah. Dengan penegasan ciri khas ini, maka Syiah harus hormat dan tidak menyebarkan pahamnya di Indonesia yang berstatus negara ahlus sunnah,” kata Sobri.


Selain Ahmad Sobri Lubis, dalam tablig akbar Majelis Taqarrub Ilallah ini hadir pula Lutfi Hakim, Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) dan Abdul Khair, penulis buku Syiah Ancaman terhadap NKRI.*






Ratusan Mualaf Mentawai Butuh Mukena

Ratusan Mualaf Mentawai Butuh Mukena


Kaum muslimin yang berminat membantu menyukseskan dakwah di Mentawai dapat menghubungi Muhammad Shiddieq di 0853-6429-6465




Hidayatullah.com–Ketua Komite Muslim Peduli Mentawai (KMPM), Muhammad Shiddieq mengatakan dakwah Islam di Kepulauan Mentawai semakin berat setelah ratusan warga Mentawai bersyahadat.


“Iya nih semakin berat. Karena harus pembinaan secara rutin,” kata Shiddieq kepada hidayatullah.com, Jumat (27/2/2015) siang.


Rencananya, KMPM akan menambah dai-dai yang ditugaskan di Kepulauan Mentawai.


“Mereka yang mualaf ini tersebar di beberapa desa. Jaraknya lumayan jauh. Kita rencananya akan menugaskan dai-dai di sana,” terang Shiddieq.


Selain membutuhkan pembinaan, para mualaf ini juga membutuhkan masjid, mukena, sajadah, sarung, peci, dan al-Qur’an.


“Di sana masjid sama sekali tidak ada. Karena memang daerah minoritas Muslim. Alhamdulillah setelah dengar ratusan warga Mentawai bersyahadat, ada donatur yang menghubungi kami menyatakan kesediaannya membangun masjid,” kata Shiddieq.


Shiddieq berharap kaum muslimin dapat membantu berpartisipasi dalam pembinaan para mualaf ini.


“Ya, kami butuh bantuan dari kaum muslimin seperti al-Qur’an, mukena, sajadah, atau pun peci. Untuk pengiriman dai juga membutuhkan dana operasional, seperti untuk gaji bulanan dai,” jelas Shiddieq.


Bagi kaum muslimin yang berminat membantu menyukseskan dakwah di Mentawai dapat menghubungi Muhammad Shiddieq di 0853-6429-6465.*






Bahas Begal, Mendikbud: Orangtua Perlu Sadari Video Game Bagi Anak

Bahas Begal, Mendikbud: Orangtua Perlu Sadari Video Game Bagi Anak


Anies berharap orangtua menyadari tentang pengkategorian video game ini, serta membimbing anak-anaknya memilih video game




Hidayatullah.com– Berita pembegalan yang marak dilakukan remaja di bawah umur menjadi perhatiann Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.


Dalam Seminar Pendidikan Karakter di Bandung, Sabtu (28/02/2015) ia menyinggung tentang maraknya berita kekerasan oleh dan terhadap anak akhir-akhir ini yang banyak dilakukan kalangan remaja.


“Ada berbagai kemungkinan faktor penyebab kecenderungan kekerasan oleh anak yang perlu diteliti besar pengaruhnya. Kita perlu melihat secara utuh faktor-faktor yang ada di sekolah, keluarga dan masyarakat,” ujar Anies.


Dalam seminar itu, Anies memberi contoh tentang kerentanan anak dalam masa perkembangan dalam membedakan yang maya dan nyata, serta sinetron dan video game bagi dewasa sebagai contoh kemungkinan faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan anak-anak.


“Ada banyak riset tentang video game, ada yang mengaitkan video game dengan kecenderungan tindakan kekerasan, ada pula yang menyatakan tidak keterkaitan signifikan. Riset-riset ini tidak benar-benar konklusif dan sering bersifat kondisional. Artinya, video game yang berbeda dapat memberikan dampak positif atau negatif berbeda pada anak yang berbeda dan tergantung pula pada porsi dan cara penggunaannya,” kata Anies usai seminar.


Mendikbud Anies Baswedan menjelaskan video game yang tepat dapat memberikan dampak positif pada anak, bahkan dapat dirancang khusus sebagai media pembelajaran. Namun tidak bisa dipungkiri juga bahwa tidak semua video game cocok untuk dimainkan oleh anak semua umur.


“Anak-anak dalam masa perkembangan memiliki pemahaman yang berbeda tentang situasi yang dihadapi dibanding orang dewasa. Mereka kadang kesulitan membedakan antara yang maya dan nyata, serta belum memahami secara utuh batasan-batasan benar-salah, boleh-tidak boleh, menyakiti-tidak, dan terutama dampak tindakannya jauh ke depan.”


Mendikbud mengingatkan bahwa atas alasan-alasan inilah video game pun memiliki sistem rating yang memberi peringatan pembelinya tentang kecocokan konten untuk dimainkan anak usia tertentu. Di Amerika, misalnya, terdapat sistem Entertainment Software Rating Board.


Dalam sistem ESRB, terdapat enam kategori rating, yaitu: Early Childhood (cocok untuk anak usia dini), Everyone (untuk semua umur), Everyone 10+ (untuk usia 10 tahun ke atas), Teen (untuk usia 13 tahun ke atas), Mature (untuk usia 17 tahun ke atas) dan Adults Only (untuk dewasa), serta satu kategori antara Rating Pending. Deskripsi konten dalam ESRB pun beraneka, mulai dari Blood and Gore, Intense Violence, Nudity, Sexual Content, sampai Use of Drugs. Di kotak video game biasanya terdapat pengkategorian seperti ini, semisal “Mature 17+: Blood and Gore, Sexual Theme, Strong Language”.


Mendikbud Anies Baswedan menjelaskan bahwa permasalahan video game di Indonesia adalah peredarannya yang massif dan begitu mudah diakses oleh anak dan remaja yang memainkannya tanpa memperhatikan kategori rating.


Anies berharap orangtua menyadari tentang pengkategorian video game ini, serta membimbing anak-anaknya memilih video game yang cocok bagi mereka dan menghibur tanpa berisiko memberikan dampak buruk, serta mengawal porsi anak-anak bermain video game.*






Kenakan Kaos PKI, Puteri Indonesia Dilaporkan Ke Polisi

Kenakan Kaos PKI, Puteri Indonesia Dilaporkan Ke Polisi

puteri indonesia kaos pkiSEMARANG, Muslimdaily.net – Sejumlah Ormas Islam Solo Raya ditemani dengan beberapa pengurus Pemuda Pancasila (PP) Boyolali mendatangi Mapolda Jateng untuk melaporkan Puteri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Puteri ke polisi. Puteri Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah ini telah mempengaruhi dan melakukan penyebaran paham komunis karena mengupload foto dirinya sedang memakai kaos warna merah bergambar palu arit.


Menurut Koordinator ormas Islam Solo Raya ust Khoirul RS, Puteri Indonesia dengan mengenakan kaos berwarna merah dengan simbol palu arit yang merupakan simbol komunis dinilai telah melakukan penyebaran paham komunis.


“Karena PKI berbahaya di Indonesia dan betul-betul sudah bangkit. Dan saat ini ada Puteri Indonesia 2015 ini yang sekarang banyak dibicarakan media di Indonesia juga. Kita laporan resmi karena ini menyangkut Jawa Tengah juga. Secara undang-undang nanti dibicarakan oleh kuasa hukum saya,” ungkap ust Khoirul RS usai mengadukan Puteri Indonesia Anindya Kusuma Puteri di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah Jumat (27/2). Seperti dilansir merdeka.


Pongky Yoga Wiguna salah seorang pengacara kepada wartawan menegaskan bahwa langkah yang dilakukan Puteri Indonesia mengenakan atribut komunis melanggar Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang Pelarangan atau menggunakan dan mengembangkan ajaran komunis di Indonesia.


“Kita di sini karena diduga Puteri Indonesia yang diduga mengenakan atribut komunis. Karena diduga itu melanggar undang-undang nomor 27 tahun 1999, tentang pelarangan atau menggunakan dan mengembangkan ajaran komunisme di wilayah negara Republik Indonesia. Kurang lebih dengan ancaman hukuman maksimal penjara 12 tahun penjara,” paparnya.


Selain itu jangan sampai paham komunis dapat tumbuh di Indonesia. Untuk itu, Pongky berharap Puteri Indonesia ditindak tegas dengan segera dilakukan pemeriksaan yang bersangkutan.


“Salah satunya karena melanggar syariat karena komunis tidak mengenal Tuhan. Kami berharap karena ini diduga melanggar ketentuan pidana sehingga patut diproses dan semua yang bersangkutan, pelaku dapat ditindak tegas. Sesuai hukum yang berlaku di Indonesia,” pungkasnya.





Prof Din Rekomendasikan 12 Pengurus ini Layak Pimpin Muhammadiyah

Prof Din Rekomendasikan 12 Pengurus ini Layak Pimpin Muhammadiyah

din syamsudin kuiiMALANG, Muslimdaily.net – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin, menyatakan ke-12 orang yang saat ini menjadi Pimpinan Pusat atau Ketua Muhammadiyah layak menduduki jabatan ketua umum untuk menggantikannya untuk periode 2015-2020.


“Semua nama yang menjadi ketua layak mendudukui jabatan itu (Ketua Umum). Hanya saja untuk pimpinan pusat atau ketua yang sebanyak 12 orang itu akan lebih bagus jika ada nuansa baru di mana dari 13 pimpinan pusat itu, 6 atau 7 orang lama dan selebihnya orang baru,” kata Din usai wisuda ke-75 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Dome, Sabtu (28/2).


Din menyatakan tidak mau lagi dicalonkan menduduki posisi ketua bersama 11 orang ketua lainnya karena Din ingin memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengabdikan diri di Muhammadiyah.


“Kalau untuk ketua umum, jelas tidak bisa karena adanya batasan dari AD/ART, saya baru bisa mencalonkan kembali sebagai ketua umum pada muktamar selanjutnya (2020),” tegas dia. Seperti dilansir antaranews.


Ke-12 pengurus pusat tersebut, katanya, paling tidak sudah memiliki organisasi yang representatif untuk memperkuat cita dan citra Muhammadiyah.


Ke-12 pimpinan pusat Muhammadiyah yang dinilai layak menjadi Ketua Umum itu adalah Prof A Malik Fadjar, Dr Haedar Nashir, Muhammad Muqoddas, Dahlan Rais, Yunahar Ilyas, Prof Syafiq A. Mughni, Prof Bambang Sudibyo, Prof Dr Dadang Kahmad, dan Siti Noordjannah Djohantini.


Dia menyatakan persiapan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar yang digelar 3-7 Agustus 2015, sudah hampir tuntas.


“Yang belum siap adalah tempat pembukaan karena sejumlah tempat yang sudah disurvei, kapasitasnya kurang memadai, seperti di Stadion Andi Matalatta (kandang PSM Makassar), kapasitasnya hanya 15 ribu orang dan satu-satunya yang menjadi pilihan adalah di Lapangan Karabesi, namun pada Agustus nanti puncaknya panas, apalagi di wilayah Indonesia Bagian Timur,” ujarnya.


Besok (Minggu, 1/3), lanjutnya, masalah tempat dan waktu pembukaan tersebut masih akan dibahas kembali.





PWI Reformasi: Wajah Pers Kita Hari Ini Buram

PWI Reformasi: Wajah Pers Kita Hari Ini Buram

image

JAKARTA, muslimdaily.net - Dunia pers Indonesia secara idealisme sesungguhnya saat ini boleh dibilang tenggelam dengan adanya euforia reformasi. Tampak, kepentingan pers saat ini lebih cenderung berpihak kepada siapa dan kepentingan apa.


Pergeseran ideologi itu membuat fungsi media massa sebagai alat pendidikan masyarakat tidak lagi menjadi ciri yang kuat melekat. Malah fungsi pers dijadikan alat propaganda yang efektif bagi pemilik kepentingan.


“Orientasi pers menjadi samar-samar. Padahal pers itu kekuatan keempat di negeri ini setelah legislatif, ekesekutif, dan yudikatif. Kita bisa kontrol semuanya dari pemberitaan dengan kaidah jurnalistik yang berlaku,” tukas Yaya Suryadarma, Sekum PWI Reformasi dalam Diskusi Wartawan, dengan tema “Wajah Pers Kita Hari Ini”, Jum’at (27/2) di Resto Samosa, Condet, Jakarta Timur.


Dirasakan oleh kita semua saat Pilpers 2014 kemarin. Peranan pers sungguh kental berpihak dan memiliki kepentingan terhadap kubu yang membayar. “Itu susahnya kalau jaman sudah kebablasan. Mestinya pers kita tetap konsisten dengan fungsinya. Jangan terlibat terlalu jauh,” tambah Yaya.


Peran pers yang begitu besar dalam pembentukan opini publik membuat lembaga ini selalu berbenturan dengan kepentingan. Pada masa Orde Baru, sering kali pers dipaksa mengakomodasi kepentingan pemerintah atau terpaksa berhadapan dengan penguasa jika bersikukuh mempertahankan idealisme kebebasannya.


Karena itu, Dewan Pers mengidentifikasi sejumlah masalah yang dihadapi pers Indonesia saat ini. Secara internal dan eksternal. Secara eksternal, salah satu tantangan utamanya adalah soal dominasi pemilik modal yang menguasai atau memiliki media.


Nah, UU Pers No. 40/1999 hadir sebagai payung hukum tertinggi bagi insan pers. Semuanya diatur dalam undang-undang itu. Sehingga dominasi pemilik modal tidak semena-mena dan hegemoni terhadap pers di Indonesia.


Secara normatif, UU No.40/1999 tentang Pers, menyebutkan fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial serta dapat pula berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Sementara peranannya antara lain adalah memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui, menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong supremasi hukum dan HAM, menghormati kebhinekaan, melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan saran-saran yang berkaitan dengan kepentingan umum, serta memperjuangkan keadilan dan kebenaran. (adhes satria)





Prof AM Saefuddin: Pengacau Persatuan Umat, Syiah Harus Ditanggulangi

Prof AM Saefuddin: Pengacau Persatuan Umat, Syiah Harus Ditanggulangi

image


JAKARTA, muslimdaily.net – ‘’Syiah harus ditanggulangi, karena ia pengacau persatuan umat; Mengajarkan kebencian kepada sebagian shahabat Nabi Muhammad SAW. Tanpa persatuan, gerakan dakwah tidak akan efektif.”


Demikian ditandaskan Ketua Pembina Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Prof Ahmad Muflih Saefuddin, dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Dakwah di Aula Masjid Al Furqan Jl Kramat Raya 45 Jakarta Pusat, Jumat (27/2) sore.


Hadir dalam pembukaan Rakernas, segenap pembina, pengawas, dan pengurus harian Dewan Dakwah beserta para pimpinan Dewan Dakwah Perwakilan dari 32 provinsi.


Selain kekuatan persatuan (al-quwwah al-ittihadiyah), papar AM Saefuddin, gerakan dakwah juga harus memiliki kekuatan aqidah (al-quwwah al-‘aqidah). ‘’Aqidah yang benar adalah harga mati yang harus dijaga kemurniannya, termasuk dari ancaman virus Syiah,” ucap pria yang akrab dipanggil Pak AM tersebut.


Kekuatan ilmu atau al-quwwah al-‘ilmi menjadi modal berikutnya bagi harakah dakwah seperti Dewan Dakwah. Dengan ilmu, katanya, Islam menjadi hidup dan iman jadi segar.


Ilmu yang wajib dikuasai ummat adalah ilmu tanziliyah dan kauniyah. ‘’Dengan ilmu tanziliyah, kita jadi ‘alim ulama. Dengan ilmu kauniyah, kita jadi ulul albab atau intelektual,” tutur Pak AM sambil menambahkan bahwa Dewan Dakwah bekerjasama dengan Baznas mempunyai Program Kaderisasi Ulama-Intelektual.


Pak AM menjelaskan, ilmu dipunyai melalui proses belajar, bukan sekadar sekolah formal. ‘’Buya Hamka, Haji Masagung, adalah contoh tokoh Islam yang ilmunya tanpa sekolahan,” Am Saefuddin mencontohkan.


Kekuatan berikutnya adalah akhlak (al-quwwah al-khuluq). ‘’Tanpa akhlak, banyak orang pandai jadi pesakitan korupsi. Lihat di penjara, banyak orang bergelar akademis sampai profesor,” Pak AM membeberkan.


Termasuk akhlak da’i adalah lebih banyak turun ke ummat grassroot ketimbang ke kalangan atas atau ‘’basah”. Kata Pak AM, jika seorang juru dakwah sekali berdakwah ke atas, maka harus mengimbangi dengan 13 kali berdakwah ke kalangan bawah.


Itu sebabnya, lanjut Pak AM, Dewan Dakwah program utamanya adalah dakwah di pedalaman Nusantara.


Dakwah juga harus ditopang dengan kekuatan ekonomi (al-quwwah al-iqtishodiyah). Pak AM mengungkapkan, hingga saat ini Dewan Dakwah di seluruh Indonesia memiliki asset wakaf tidak bergerak (tanah, kebun, dan bangunan) yang nilainya sekitar Rp 1,7 Triliun. Namun, kekayaan ini belum dioptimalkan produktivitasnya. ‘’Kita butuh tenaga profesional untuk memproduktifkannya,” tegas mantan politisi PPP.


Kekuatan keenam adalah al-quwwah al-ijtimaiyah atau kekuatan kolektif. Misalnya Dewan Dakwah daerah yang organisasinya sehat dan keuangannya mampu, membantu Dewan Dakwah daerah lain yang masih kurang.


Rakernas Dewan Dakwah berlangsung secara sederhana pada 27 Februari hingga 1 Maret 2015. Kegiatan ini merupakan persiapan menyongsong Silaturahim Nasional (Silatnas) yang akan diselenggarakan pada September 2015 nanti.


AM Saefuddin mengatakan, Silatnas akan membentuk kepengurusan baru periode 2015-2019, menetapkan policy dasar lembaga, dan menyusun program kerja. (Nur Bowo)





Setiap Anak Itu Istimewa

Setiap Anak Itu Istimewa

Ilustrasi. (Nurhasanah)

Ilustrasi. (Nurhasanah)



dakwatuna.com – Setiap anak itu adalah titipan dari Sang Pencipta. Seyogyanya kita patut menjaga, merawat, membimbing dan mendidik mereka agar mereka menjadi orang yang layak dan berguna bagi orang lain kelak.


Anak adalah anugerah terindah yang diberikan Allah untuk setiap kita. Setiap dari mereka pasti punya kekurangan dan kelebihan yang sudah diberikan Allah padanya. Sebagai orang tua sudah sepantasnya kita harus bisa memahami kelebihan apa yang dimiliki anak kita sehingga kita bisa mengembangkan bakat sang anak agar dirinya bisa menjadi orang yang sukses kelak.


Sebaliknya ketika kita sudah mengetahui kekurangannya, maka sebagai orang tua yang bijak kita juga harus bisa meminimalis kekurangannya. Supaya setelah kekurangannya sudah minim, anak tersebut bisa mempertahankan rasa percaya dirinya.


Kebanyakan orang tua yang sekarang jarang ada yang bisa mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Karena permasalahannya adalah kesibukan yang dimilki mereka sehingga tak pernah ada waktu untuk bisa berbincang ataupun berinteraksi dengan anak mereka. Mereka hanya sibuk dengan pekerjaan mereka.


Di wilayah Pandeglang tepatnya di Kecamatan Sindang Resmi, para orang tua sepertinya tidak terlalu memperdulikan anaknya. Mereka sibuk mengurusi urusan mereka. Sehingga tiada waktu luang bagi mereka bercengkrama dengan anak-anak mereka. Mereka sehari-hari bekerja sebagai petani dengan berpenghasilan ± Rp 500.000,- per tiap bulannya.


Setiap pagi mereka harus pergi ke sawah kemudian pulang sekitar pukul 12.00 WIB. Pulang di waktu makan siang dan kemudian pergi lagi ke kebun kelapa sawit milik PTPN yang ada di sekitar rumah mereka. Begitulah aktivitas mereka setiap harinya. Tanpa pernah memperhatikan perkembangan anaknya baik di sekolah maupun di rumah.


Seperti inikah potret pendidikan di negeri kita. Di satu sekolah tempat salah seorang relawan pendidikan Sekolah Guru Indonesia ditempatkan di wilayah Pandeglang ini, ditemukan banyak anak yang sama sekali tidak bisa membaca. Peristiwa ini ditemukan di kelas tinggi yang mana sekiranya mereka sudah mampu membaca dengan lancar layaknya anak-anak yang ada di kota. Hal ini menjadi amat luar biasa ketika ditemukannya sebuah sekolah dengan siswa kelas tinggi ada yang tidak bisa membaca. Untungnya mereka sudah bisa mengenal huruf tetapi ketika disuruh menulis mereka bisa menulis. Hal yang agak aneh, ketika kita telaah lebih dalam. Ada beberapa keahlian dalam penguasaan bahasa yaitu Mendengarkan, Berbicara, Membaca dan Menulis.


Tetapi itulah hal yang sekiranya kita alami di Penempatan ini. Menjadi hal yang menantang bagi kita untuk bisa mengajari mereka secara ekstra. Dengan berbagai metode dan dilengkapi dengan media agar mereka bisa membaca tulisan dan melafalkannya dengan benar.


Berkali-kali menonton film India bertema edukasi dengan judul “Tare Zaamen Paar” agar bisa mendapatkan ilham dalam mengajarkan anak yang dikenal dengan memiliki penyakit “Dixlesia”. Penyakit ini adalah penyakit dimana dialami oleh seorang anak yang diprediksikan lamban dan bingung dengan huruf-huruf serta angka yang dia pelajari di sekolah. Anak tersebut tidak bodoh maupun malas bahkan nakal di sekolah. Hanya saja mereka sering menggunakan imajinasi mereka dalam belajar. Terkadang mereka bosan dengan pembelajaran di sekolahnya sehingga anak-anak ada yang suka menggambar ataupun menulis sesuatu di buku mereka. Ada juga yang suka mencoret-coret buku mereka karena mereka suka menggambar hal yang ada di benak mereka.


Seharusnya para orang tua mengetahui hal ini agar mereka bisa membantu anak mereka dalam belajar membaca maupun menulis di rumah. Maka dari itu pentingnya kerja sama antar guru dan orang tua dalam meningkatkan pendidikan bagi anak mereka.





Testimoni WBT Angkatan 15

Testimoni WBT Angkatan 15


Dari 84 peserta Wanna Be Trainer (WBT) Angkatan 15, pada 20-22 Februari 2015, dipilih secara acak 25 persen atau 21 testimoni dari peserta. Berikut ungkapan hati mereka.


WBT kece bingit!! Bukan soal menjadi trainer saja, tapi trainer adalah pembelajar sejati, belajar tentang nilai-nilai kehidupan. (Rosita Taufieq, Pengusaha Kuliner Jakarta)


1. Mater Trainer Jamil Azzaini berbagi teknik Public Speaking; 2. Kelompok terbaik WBT #15; 3. Aksi seru peserta WBT#15

1. Mater Trainer Jamil Azzaini berbagi teknik Public Speaking; 2. Kelompok terbaik WBT #15; 3. Aksi seru peserta WBT#15



WBT ini bangus sekali untuk seseorang yang tidak terbiasa menyusun kata dan terbata-bata dalam presentasi (Bunga Ratnani, Koordinator Departement Procurement & Logistik PT. Garuda Mart Indonesia)


Salah satu training yang sangat berkarakter, dipertemukan dengan orang-orang yang inspiratif dan punya semangat tinggi dan rendah hati. Tetap pertahankan EPOS !!! (Fera Kurniawati, Kepala Departement Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia)

Sejak tahun 2011- sekarang sering sekali saya mengikuti seminar “Public speaking” tetapi baru kali ini saya mendapatkan ilmu yang belum pernah saya dengar di training lain. It’s so recommended !! (Diah Syahidah Munawwarah, Jakarta)


Untuk menjadi pembicara yang memberi impact dan focus pada apa yang dibutuhkan audiens, maka WBT adalah tempat yang paling PAS (Nurlaila Wonggo)


Training DAHSYAT, kita mendapatkan segudang ilmu dan pengalaman sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi (Wiwik Wijayanti, Kepala Bidang Pemprov DKI Jakarta)


WBT keren banget….aplikatif dan inspiratif (drg. Diana Hastarita, Majelengka)


Bagi seorang trainer sangat penting yang namanya delivery. Dan di WBT ini bukan hanya delivery yang diberikan tapi ilmu lain yang sangat berpengaruh dalam dunia training. Jadi gak usah ngaku trainer kalau belum ikut Wanna be trainer (Dani Iswanda, Trainer PT. Kasuka Jakarta)


WBT adalah tempat yang paling tepat untuk melahirkan pembicara-pembicara HANDAL (Rahmad HD, Bounga Solusi Informatika Bandung)


This is greatest training in the world! Kalau mau menguasai dunia, belajarlah disini (Farobi Yudhistira, CEO Kripik Pisang Papa Gedang)


Training terkeren yang pernah saya ikuti. Sebelumnya saya amat sangat galau dalam menentukan tujuan hidup. Hingga akhirnya setelah ikut WBT tujuan hidup saya menjadi nyata, lebih berani tampil dan percaya diri (Tri Yogi FR, HR Staff PT. Riung Mitra Lestari KalTim)


Wanna be Trainer sungguh luar biasa, sangat membantu sekali dalam komunikasi saya dan terasa sekali semangatnya (Syahbudiyan Noor, Direktur PT. Bumi Borneo Barokah Kalsel )


WBT = Bidannya BICARA (Cahyo Pramono, Direktur Cahyo Pramono, Medan)


Lebih dari 4 tahun saya menjadi trainer, saat mengikuti WBT saya di “Tampar” habis-habisan karena 80 % hal yang saya lakukan kurang tepat. Ilmu yang di kasih WBT sangat masuk akal dan aplikatif sekaligus bermanfaat bukan hanya untuk seorang trainer, tapi untuk SIAPAPUN. (Erwin Saleh Adiputra, Trainer NLP Jakarta)


WBT membuat saya yakin bisa berubah jadi pribadi yang lebih bermanfaat dan SuksesMulia (Fahmi Zuarli, Deputy Quality Manager Musandam Rock, LLC Sultanate of Oman)


Training selama 3 hari ini dikemas dengan begitu baik dan sangat bermakna bagi saya sehingga dapat berani tampil di depan umum (Helmi Fauzan, Trainer PT. Krama Yudha Tiga Berlian Motors)


Luar biasa dan dahsyat untuk Wanna be Trainer. Ilmunya sangat…sangat…sangat bermanfaat. Merubah Mindset (Eko Pratikno, Supervisor People Dev. Assessment dan Training PT. Pertamina Patra Niaga Jakarta)


WBT membuat saya merasa yakin melakukan apa yang saya rasa menjadi kekurangan saya dengan cara menarik, atraktif, penuh hiburan dan juga penuh inspirasi yang membuka pikiran saya. (Novan Adrian, Technical Director XM Gravity Jakarta)


Training yang bukan asal training. Ini isinya daging semua dan aplikatif (Arjendra Yuningrat, HR Multigroup Jakarta)


Inspiratif, inovatif dan sangat menggugah serta mengeluarkan watak saya dari tempurungnya (Ante Maulana, Manajer Finance PT. Elnusa Tbk.)


Saya sangat berterima kasih kepada Akademi Trainer yang bisa membuat keraguan saya menjadi hilang akan potensi diri saya dan membuat semakin yakin untuk lebih sukses (Firman Abdul Mukti, President director Action Management, Jakarta)

Foto WBT 15 H3 #2





Halalkah Binatang yang Tidak Disebut Nama Allah Saat Menyembelihnya?

Halalkah Binatang yang Tidak Disebut Nama Allah Saat Menyembelihnya?

Bagaimana hukumnya seorang muslim yang menyembelih binatang yang halal dimakan, namun tanpa menyebut nama Allah saat menyembelihnya?


Jawab


Terjadi perbedaan pendapat apakah seorang muslim wajib menyebut nama Allah saat menyembelih binatang.


1. Wajib, jika tidak disebut maka sembelihannya haram. Imam Dawud dan Abu Tsaur menyatakan


هِيَ وَاجِبَةٌ مَعَ الذِّكْرِ وَالنِّسْيَانِ فَإِنْ تَرَكَهَا عَامِدًا أَوْ نَاسِيًا حَرُمَتْ


(menyebut nama Allah saat menyembelih) adalah kewajiban, saat ingat maupun lupa, jika tidak disebut, baik sengaja maupun lupa maka (sembelihannya) haram dimakan.[1]


Diantara alasannya adalah:


وَلَا تَأْكُلُوا مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَائِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ


Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya[2]. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik. (Al An’aam 121)


2. Wajib saat ingat, kalau ingat namun sengaja tidak menyebut nama Allah saat menyembelih, maka sembelihannya haram dimakan, adapun kalau lupa menyebut nama Allah maka sembelihannya tetap halal dimakan. Imam Abu Hanifah dan Sufyan Ats Tsaury menyatakan:


هِيَ وَاجِبَةٌ مَعَ الذِّكْرِ دُونَ النِّسْيَانِ فَإِنْ تَرَكَهَا عَامِدًا حَرُمَتْ وَإِنْ تَرَكَهَا نَاسِيًا حَلَّتْ.[3]


3. Sunnah, ini adalah pendapat madzhab Syafi’i dan juga Abdullah ibn Abbas ra. Seorang muslim yang menyembelih binatang tanpa melafalkan nama Allah saat menyembelih, baik sengaja atau karena lupa, maka sembelihannya tetap halal dimakan. Imam al Mawardi dalam al Hâwi al Kabîr, juz 15 hal 95 menyatakan:


قَدْ ذَكَرْنَا أَنَّ التَّسْمِيَةَ عِنْدَ الذَّبْحِ فِي الضَّحَايَا وَاللَّحْمِ، وَعِنْدَ إِرْسَالِ الْجَوَارِحِ عَلَى الصَّيْدِ سُنَّةٌ وَلَيْسَتْ بِوَاجِبَةٍ فَإِنْ تَرَكَهَا ذَاكِرًا أَوْ نَاسِيًا حَلَّتِ الذَّبَائِحُ وَصَيْدُ الْجَوَارِحِ.


Beberapa alasan Ulama madzhab Syafi’i, antara lain:


1. Al Barâ bin ‘Âzib meriwayatkan bahwa Rasulullah menyatakan:


الْمُسْلِمُ يَذْبَحُ عَلَى اسْمِ اللَّهِ سَمَّى أَوْ لَمْ يُسَمِّ


Seorang muslim itu menyembelih atas nama Allah, baik dia sebut (dengan lidah) atau tidak. (al Hâwi al Kabîr, juz 15 hal 95). [4]


2. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa seorang lelaki berkata: “wahai Rasulullah, kami menyembelih binatang, namun lupa untuk menyebut nama Allah (saat menyembelih), maka Rasulullah bersabda:


اسْمُ اللَّهِ عَلَى قَلْبِ كُلِّ مسلمٍ


“nama Allah itu ada dalam hati setiap muslim” (al Hâwi al Kabîr, juz 15 hal 95)


Hanya saja halalnya itu adalah untuk sembelihan normal, bukan dengan cara dicekik, dipukul atau dibanting, bukan juga sembelihan untuk dijadikan tumbal/persembahan kepada jin. Allah berfirman:


حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ


Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. (Al Maa-idah 3). Allaahu A’lam. [M.Taufik N.T]


Baca Juga:


[1] Imam al Mawardi, al Hâwi al Kabîr, juz 15 hal 95


[2] Tafsir Jalalain: seumpamanya karena mati dengan sendirinya atau disembelih dengan menyebut asma selain-Nya terkecuali apa yang disembelih oleh orang muslim, sekali pun tidak menyebut nama-Nya sewaktu menyembelihnya baik secara sengaja atau pun karena lupa, maka sembelihannya tetap halal, demikianlah menurut pendapat Ibnu Abbas, yang kemudian dianut oleh Imam Syafii.


بِأَنْ مَاتَ أَوْ ذُبِحَ عَلَى اسْم غَيْره وَإِلَّا فَمَا ذَبَحَهُ الْمُسْلِم وَلَمْ يُسَمِّ فِيهِ عَمْدًا أَوْ نِسْيَانًا فَهُوَ حَلَال قَالَهُ ابْن عَبَّاس وَعَلَيْهِ الشَّافِعِيّ


[3] Imam al Mawardi, idem


[4] Imam Al Baihaqi memuat satu bab dalam sunan as sughra: بَابُ الْمُسْلِمِ يَذْبَحُ عَلَى اسْمِ اللَّهِ وَإِنْ لَمْ يَذْكُرْهُ بِلِسَانِهِ


) Seorang muslim itu menyembelih atas nama Allah, walaupun dia tidak menyebutnya dengan lidahnya), lalu meriwayatkan :


أَخْبَرَنَا أَبُو عَلِيٍّ الرُّوذْبَارِيُّ، أنا أَبُو بَكْرِ بْنُ دَاسَةَ، أنا أَبُو دَاوُدَ، أنا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى، أنا سُلَيْمَانُ بْنُ حَيَّانَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ وَأَخْبَرَنَا أَبُو مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْمُؤَمَّلُ، أنا أَبُو عُثْمَانَ عَمْرُو بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْبَصْرِيُّ، أنا سَعِيدُ بْنُ أَشْكَابِ، وَمُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ مُظَفَّرٍ، قَالَا: أنا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، أنا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ قَوْمًا، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ قَوْمًا يَأْتُونَنَا بِلَحْمٍ لَا نَدْرِي: أَذُكِرَ اسْمُ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْ لَا. قَالَ: «سَمُّوا أَنْتُمْ وَكُلُوا» لَفْظُ حَدِيثِ سَعِيدٍ وَفِي رِوَايَةِ مُحَمَّدِ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ: «فَسَمُّوا ذِكْرَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَكُلُوا» وَكَانُوا حَدِيثَ عَهْدٍ بِالْكُفْرِ


وَفِي رِوَايَةِ سُلَيْمَانَ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّ هَاهُنَا أَقْوَامًا حَدِيثُ عَهْدٍ بِشِرْكٍ يَأْتُونَنَا بِلُحْمَانَ لَا نَدْرِي يَذْكُرُونَ اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا أَمْ لَا. فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَكُلُوا»


وَفِي الْمَرَاسِيلِ عَنْ ثَوْرِ بْنِ يَزِيدَ، عَنِ الصَّلْتِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ذَبِيحَةُ الْمُسْلِمِ حَلَالٌ ذَكَرَ اللَّهَ أَوْ لَمْ يَذْكُرْ، إِنَّهُ إِنْ ذَكَرَ لَمْ يَذْكُرْ إِلَّا اسْمَ اللَّهِ»






Insiden Penembakan di AS, Delapan Tewas

Insiden Penembakan di AS, Delapan Tewas

penembakanDelapan orang tewas dalam serangkaian penembakan di negara bagian Missouri, Amerika Serikat, sepanjang Kamis malam waktu setempat.


Kepolisian menemukan korban jiwa tersebut di dalam lima rumah.


Sementara satu jenazah ditemukan dalam sebuah mobil yang sedang diparkir di dekat tempat kejadian yang diduga merupakan pelaku serangan.


Para penduduk sekitar mengatakan polisi sudah mendatangan rumah warga satu per satu pada hari Jumat 27 Februari untuk bersiaga.


Kamis (26/02) malam, sekitar pukul 22.15 waktu Amerika Serikat, Kantor Sherif Texas County menerima panggilan telepon darurat dari seorang anak perempuan yang melaporkan mendengar suara tembakan dari sebuah rumah.


Anak perempuan itu kemudian melarikan diri ke rumah tetangganya.


Ketika polisi memeriksa rumah yang dimaksud, ditemukan dua orang tewas di sana.


Pencarian kemudian diteruskan dan enam jenazah lagi ditemukan di empat rumah lainnya sementara satu orang menderita cedera.


Jenazah tersangka pelaku disebut merupakan seorang pria berusia 36 tahun yang diduga tewas karena tindakan bunuh diri.


Baca juga :



  1. Penembakan di AS, Delapan Tewas

  2. Empat Orang Tewas Dalam Aksi Penembakan di Colorado

  3. Kultur Kekerasan Amerika, 10 Tewas Akibat Penembakan

  4. Insiden Penembakan Kembali Guncang AS

  5. Penembakan di Virginia Tech, Pelaku Dikabarkan Tewas





Syeikh As-Sudais Kepergok Gunakan Mobil Kebersihan

Syeikh As-Sudais Kepergok Gunakan Mobil Kebersihan

Berita Internasional Update

Syeikh Abdurrahman Al-Sudais dikenal memiliki suara bacaan Al-Qur`an yang khas, sehingga hampir semua kaum Muslimin sedunia pernah mendengarnya



Syeikh As-Sudais Kepergok Gunakan Mobil Kebersihan

Presiden Dewan Kepengurusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Dr Abdurrahman As-Sudais mengembalikan mobil kebersihan pada petugas




Hidayatullah.com–Syeikh Prof. Dr. Abdurrahman As-Sudais, Imam Besar dan Presiden Dewan Kepengurusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi tertangkap kamera sedang mengendarai mobil kebersihan untuk bersih-bersih di Masjid Nabawi.


Mantan dosen Ilmu Syariah Universitas Ummul Qura’, Makkah ini tertangkap kamera setelah kurang lebih 10 menit mengitari pelataran Masjid Nabawi, dan mengembalikan mobil pembersih tersebut kepada petugas, sambil tak lupa mengucapkan terima kasih kepada para petugas kebersihan yang selama ini sudah berkhidmad di dua Masjid Suci, demikian dikutip laman 3alyoum.com.


Syeikh Abdurrahman Al-Sudais dikenal memiliki suara bacaan Al-Qur`an yang khas, sehingga hampir semua kaum Muslimin sedunia –khususnya yang pernah menunaikan haji atau umrah– akrab dengan suaranya.*/Aan Chandra Thalib






Anies Baswedan: Pentingnya Membaca Ditekankan Dalam Islam

Anies Baswedan: Pentingnya Membaca Ditekankan Dalam Islam


Buku-buku Islami sangat luas berbicara tentang kedamaian, keadilan, tanggung jawab pada alam, profesionalisme dalam bekerja, penghormatan pada negara




Hidayatullah.com–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menekankan pentingnya membaca bagi siapa saja, terlebih umat Islam, saat membuka Islamic Book Fair ke-14, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (27/02/2015) kemarin.


“Pentingnya buku, dan pentingnya membaca adalah pesan yang sangat ditekankan dalam Islam. Bahkan Al-Qurán yang agung pun disebut dengan nama Kitab. Perintah membaca ada dalam wahyu pertama, “Iqro bismi rabbika”, dan walaupun ditujukan lewat Nabi yang tidak pandai membaca, ini menunjukkan pentingnya bacaan,”kata Anies Baswedan.


Mantan Rektor Universitas Paramadina ini juga mengulas bahwa membaca juga dalam arti luas dengan mengkaitkan apa yang di bacaan dengan membaca alam dan peristiwa.


Menurut Mendikbud, dalam pandangan Islam, ada ungkapan yang sangat populer. bahwa sebaik-baik teman adalah buku. Karena buku dapat mempengaruhi emosi – membawa kegembiraan dan kebanggaan atau sebaliknya. Buku juga teman yang luar biasa tulus, menyampaikan apa adanya.


Dalam konteks kebudayaan, Mendikbud menyatakan, buku menggambarkan peradaban dalam konteks masyarakatnya. karenanya di Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim dan di pameran (Islamic Book Fair) ini pun kita melihat bahwa buku-buku Islami itu bukan hanya yang berbicara tentang berbagai aspek ibadah maupun aqidah, namun yang mencerminkan nilai-nilai dan budaya yang sejalan dengan Islam.


“Buku-buku Islami sangat luas berbicara tentang kedamaian, keadilan, tanggung jawab pada alam, profesionalisme dalam bekerja, penghormatan pada negara, dan lain sebagainya,”ujar Anies Baswedan.


Menurut Mendikbud, dukungan pada industri perbukuan juga merupakan sebuah pesan tegas menciptakan peradaban yang lebih baik. Dalam kaitan ini komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini ditunjukkan lewat dukungannya pada peran Indonesia sebagai guest of honour di Frankfurt Book Fair 2015, yang akan berlangsung beberapa bulan mendatang.*






Anies Baswedan Resmi Membuka IBF DKI Jakarta 2015

Anies Baswedan Resmi Membuka IBF DKI Jakarta 2015


IBF tahun ini ada sekitar 415 stand. Meningkat jauh dibanding tahun sebelumnya yang 386 stand




Hidayatullah.com- Islamic Book Fair (IBF) Jakarta 2015 telah resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan Dasar dan Menengah (Mendikbud Dasmen), Anies Baswedan di Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Jum’at (27/02/2015) Siang.


Acara rutin tahunan itu akan digelar selama 10 hari (27/02 s/d 08/03/2015) dengan tajuk “Di Bawah Naungan Al-Qur’an” dan akan dimeriahkan sekitar 100 acara di tiga panggung utama, seperti festival, seminar, talkshow, launching serta bedah buku dan lain sebagainya.


“Alhamdulillah tadi saya dengar dari ketua panitia, tahun ini ada sekitar 415 stand. Meningkat jauh dibanding tahun sebelumnya yang 386 stand,” kata Anies saat memberikan sambutan dalam acara pembukaan IBF 2015.


Peningkatan itu merupakan bukti jika IBF bukan hanya kegiatan yang bisa dinikmati dan dirasakan para penerbit tetapi kehadiran sangat ditunggu oleh seluruh umat Islam di Indonesia.


“Semoga IBF ke-14 tahun 2015 ini bisa menjadi IBF yang membekas di hati umat Islam,” kata Anies.


Atas nama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Anies menyambut baik IBF 2015 serta menyampaikan selamat, sebab penyelenggaraan IBF ini bukan hanya terbesar tetapi juga memiliki ragam buku koleksi pameran dan pengunjung dari seluruh wilayah di Indonesia.


Turut hadir dalam acara pembukaan IBF 2015, Bachtiar Nasir (Sekretaris Jenderal MIUMI), Setia Darma Madjid (Ketua Dewan Pertimbangan IKAPI Pusat), Afrizal Sinaro (Ketua IKAPI DKI Jakarta), M Anis Baswedan (Ketua Panitia IBF 2015), Dedi S Panigoro (Ketua Gerakan Ayo Membaca Indonesia), Firdaus Umar (Ketua Gabungan Toko Buku Indonesia) dan sebagainya.*






Sekitar 200 TKI Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Sekitar 200 TKI Terancam Hukuman Mati di Malaysia


Dalam kasus TKI ini negara wajib memberikan pembelaan hukum karena apa yang dilakukan TKI semata untuk membela diri



Sekitar 200 TKI Terancam Hukuman Mati di Malaysia

iBerita


Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang di deportasi dari Malaysia sedang menunggu pendataan Imigrasi di pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Kepri




Hidayatullah.com–Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Paul Liyanto mengatakan, sekitar 200 tenaga kerja Indonesia (TKI) terancam hukuman mati di Malaysia.


Jumlah tersebut belum termasuk para TKI yang terancam hukuman mati di Timur Tengah, yang jumlahnya cukup banyak, kata Paul Liyanto di Kupang, Jumat, mengenai ancaman hukuman mati para TKI yang bekerja di luar negeri.


Menurut dia, TKI terancam hukuman mati karena berbagai kasus kriminal, namun kasus-kasus tersebut selalu berawal dari majikan TKI yang memaksa para TKI bertindak kriminal, antara lain kasus pemerkosaan dan pemukulan.


“Masalah yang terjadi pada TKI sebenarnya sepele saja misalnya mereka akan diperkosa sehingga melakukan perlawanan dan membunuh majikan,” ujarnya dikutip Antara.


Dalam kasus TKI ini negara wajib memberikan pembelaan hukum karena apa yang dilakukan TKI semata untuk membela diri. Para TKI masuk ke suatu negara untuk bekerja membantu orang-orang di negara itu, bukan menyusahkan.


Artinya, TKI yang terlibat hukuman mati umumnya karena membela diri, berbeda dengan dua terpidana mati kasus narkoba Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran.


Eksekusi mati terhadap keduanya tidak bisa dibatalkan.


“Perdana Menteri Australia harus menyadari bahwa membela dua warganya yang akan dihukum mati itu bukan pahlawan,” ujarnya.


Dia mengatakan Perdana Menteri Australia Tony Abbott seharusnya tidak membela dua warganya karena kasus narkoba telah mengakibatkan banyak penduduk Indonesia menderita bahkan sampai mati.


“Australia sangat menghargai hak asasi manusia, tetapi lihat dulu ribuan orang dieksekusi di Arab, kenapa tidak dibela,” kata Paul Liyanto, anggota DPD dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Timu itu.*






Hak-hak Wanita Dalam Islam

Hak-hak Wanita Dalam Islam


Diantara keagungan Islam, wanita memiliki keistimewaan dan hak menuntut ilmu




Hak-hak Wanita Dalam Islam


Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi


DIANTARA ketinggian Islam sebagai dīn adalah penghormatannya kepada kaum wanita. Di dalam Al-Quran saja ayat yang menunjukkan betapa tinggi perempuan bertebaran. Siti Maryam, ibunda nabi ‘Isa as. dijadikan sebagai contoh ideal bagi kaum beriman (Qs. At-Taḥrīm [66]: 11-12). Disamping ada ‘Asiah istri Fir’aun yang begitu kokoh imannya karena harus mendampingi suaminya yang mengaku sebagai Tuhan yang maha tinggi (Qs. An-Nāziʻāt [79]: 24).


Belum lagi khusus dalam sūrah Maryam, yang begitu istimewa menyinggung kesucian dan kehebatan seorang wanita dari keluarga ‘Imrān. Keluarganya ‘Imrān ini menjadi panutan dalam etika berkeluarga, sehingga sampai melahirkan seorang wanita teladan untuk dunia, Maryam namanya. (Lihat, Qs. Āl ‘Imrān [3]: 33-47).


Dan di dalam dalam artikel ini hanya akan diulas beberapa kedudukan wanita di dalam Islam.


Persamaan Perempuan dan Laki-laki


Di dalam Islam kedudukan perempuan dan laki-laki adalah sama, sesuai dengan kewajiban dan hak yang ditetapkan oleh syariat. Seorang mufassir kenamaan sekaligus kebanggaan Indonesia, Almarhum Prof. Dr. Hamka (w. 1981) dalam bukunya Kedudukan Perempuan dalam Islam (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1996. Buku ini diterbitkan ulang oleh Gema Insani dengan judul Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan, 2014) ketika menjelaskan Qs. An-Nisā’ [4]: 1 menyatakan dengan indah, “Di dalam ayat ini dipadukan antara jantan dengan betina, dipertemukan antara laki-laki dengan perempuan. Disadarkan mereka bahwa meskipun terpisah, mereka pada hakikatnya adalah satu.” (Prof. Dr. Hamka, Kedudukan Perempuan dalam Islam, 3; dan Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan, 4).


Tentu saja demikian. Di dalam Al-Quran dengan tegas Allah ‘menyatukan’ kewajiban dan hak kaum laki-laki dan perempuan: saling tolong-menolong, menyuruh orang lain berbuat maʻrūf sekaligus mencegah perbuatan munkar, sama-sama mendirikan shalat, sama-sama mengeluarkan zakat, sama-sama menaati Allah dan rasul-Nya. Dan, hak mereka adalah: Allah berjanji menurunkan kasih-sayang-Nya kepada laki-laki dan perempuan yang berbuat demikian. Lebih dari itu, bagi laki-laki dan perempuan yang beriman kepada Allah Swt. Dia sudah siapkan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai. Tempat tinggal yang baik berupa Surga ‘Adn (Eden) pun menjadi milik mereka. Itu semua merupakan ridha Allah atas amal-amal yang mereka lakukan (Qs. At-Taubah [9]: 71-72).


Hak Waris Perempuan


Diantara kemuliaan wanita dalam Islam adalah mereka memiliki hak mendapat warisan. Dan hak ini telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. di dalam Al-Quran, utamanya di dalam Surah kaum perempuan: Sūrah an-Nisā’. Surah ini berbicara khusus tentang hak-hak wanita berkaitan dengan hak waris (mawārīts) (Qs. An-Nisā’ [4]:11-13).


Ini justru bertolak-belakang dengan tradisi Jāhiliyah dimana masa itu harta warisan hanya diperuntukkan bagi anak laki-laki yang telah dewasa. Sementara kaum wanita dan anak-anak tidak mendapatkan apa-apa. Bahkan, mereka menjadikan perempuan sebagai salah satu harta warisan yang ditinggalkan oleh si mayit untuk diwariskan kepada anaknya. Bahkan, jika perempuan itu adalah ibu tirinya, ia berhak untuk menikahinya. (Dr. Lailah Ibrahim Abū al-Majd, al-Mar’ah baina al-Yahūdiyyah wa al-Islām (Kairo: al-Dār al-Tsaqāfiyyah, 2007: 59).


Namun ketika Islam datang anak-anak perempuan dan para wanita mendapat hak waris. Ketika wahyu turun membawa aturan kewarisan dengan menyertakan anak-anak perempuan, sebagian orang di masa Jāhiliyyah datang menghadap Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. dan bertanya, “Wahai Rasulillah, apakah kami harus berikan setengah harta warisan kepada anak perempuan dari harta yang ditinggalkan oleh bapaknya? Padahal, dia tidak bisa menunggang kuda dan tidak berperang. Dan apakah kami juga harus memberi warisan kepada anak kecil padahal dia memberikan apa-apa.” (Hadits dari Ibn ‘Abbās). (Dr. Laila, al-Mar’ah, 60).


Wanita dan Hak Menuntut Ilmu


Wanita dalam Islam memiliki keistimewaan lain, yakni: hak menuntut ilmu. Ini sisi lain dari keagungan wanita dalam Islam. Dan hak menuntut ilmu bagi perempuan dalam Islam tidak membeda-bedakan apakah dia seorang wanita merdeka atau budak. Dalam satu riwayat dari Abū Burdah disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. bersabda, “Siapa saja yang memiliki satu budak perempuan lalu dia mengajarkan ilmu dan adab dengan sebaik-baiknya. Kemudian, dia merdekakan dan menikahinya maka dia mendapat dua pahala.”


Menurut Islam, ilmu memang menjadi hak mendasar yang tidak boleh dihilangkan. Karena satu masyarakat tidak akan maju karena makanan, minuman, pakaian, dan tempat tinggal saja. Karena ini semua adalah hak materi. Harus ada hak maknawi dan spiritual, yaitu ilmu pengetahuan. Dan hidup tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa ini. Itu sebabnya hati, ruh, dan nalar harus terus “diremajakan” dengan ilmu.


Dalam sejarah Islam, pendidikan khusus para wanita telah dipraktikkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Dimana beliau meluangkan satu haris khusus untuk mengajari kaum wanita. Disamping secara khusus beliau mendidik para ibu kaum Mukminin – istri beliau – (ummahāt al-Mu’minīn). (Lihat, Syekh Muhammad al-Ghazālī, Dr. Muhammad Sayyid Ṭanṭāwī, dan Dr. Ahmad ‘Umar Hāsyim, al-Mar’ah fī al-Islām (Kairo: Maṭbaʻah Akhbār al-Yaum, 1991: 87).


Itulah sekelumit uraian mengenai kedudukan wanita di dalam Islam. Ia begitu mulia karena kehadiran Islam. Dan bagi Muslim agama Islam merupakan satu-satunya agama yang memberikan hak yang begitu tinggi terhadap wanita. Karena Islam bukan agama diskriminasi terhadap jenis kelamin karena Allah telah membagi hak dan kewajiban masing-masing dengan begitu indah. Wallāhu aʻlam bi al-ṣawāb.*


Penulis adalah guru di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan-Sumatera Utara. Penulis buku “Membongkar Kedok Liberalisme di Indonesia”






Jutaan Orang Muda Terancam Tuli karena Suara Musik

Jutaan Orang Muda Terancam Tuli karena Suara Musik

Berita Internasional Update

Mendengarkan suara dengan volume di atas 85 decibel selama 8 jam atau 100 decibel selama 15 menit tidaklah aman.




Hidayatullah.com–Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan jutaan orang muda di seluruh dunia terancam kehilangan kemampuan mendengarnya atau tuli akibat suara musik yang keras, lapor Associated Press Jumat (28/2/2015).


Lembaga di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu menyebutkan, kajian atas data dari negara-negara berpendapatan menengah dan tinggi menunjukkan hampir setengah dari seluruh orang berusia 12-35 tahun mendengarkan musik dengan tingkat volume suara yang membahayakan lewat berbagai perangkat elektronik personal milik mereka.


WHO mengatakan sekitar 40 persen remaja dan orang dewasa muda terekspos oleh suara keras ketika menikmati hiburan di kelab-kelab malam, bar dan pertandingan-pertandingan olahraga.


Lembaga kesehatan dunia itu mengatakan mendengarkan suara dengan volume di atas 85 decibel selama 8 jam atau 100 decibel selama 15 menit tidaklah aman.


Organisasi yang bermarkas di Jenewa itu menyarankan agar orang muda melakukan jeda ketika mendengarkan musik, membatasi volume suara di perangkatnya, serta tidak menggunakan alat pemutar audio lebih dari satu jam perhari.*






Yordania, Palestina dan Israel Teken Kerjasama Atasi Penyusutan Air di Laut Mati

Yordania, Palestina dan Israel Teken Kerjasama Atasi Penyusutan Air di Laut Mati

Berita Internasional Update

Debit air di Laut Mati terus menurun sejak tahun 1960an.




Hidayatullah.com–Yordania dan Israel hari Kamis (26/2/2015) menandatangani kesepakatan kerjasama pembuatan jalur pipa untuk menghubungkan Laut Merah dengan Laut Mati, guna mengatasi kekurangan air di kawasan itu.


Kantor berita pemerintah Yordania, Petra, melaporkan bahwa kesepakatan itu ditandatangani di ibukota Amman, dan akan segera ditindaklanjuti dengan pembangunan tahap pertama proyek yang sudah lama dinanti-nanti untuk diwujudkan itu.


Kesepakatan itu merupakan tindak lanjut dari penandatangan leteter of intent di Washington pada bulan Desember 2013 oleh perwakilan dari Yordania, Palestina dan Israel dan menjadi puncak dari negosiasi selama lebih dari sepuluh tahun.


Kesepakatan tersebut, yang ditandatangani dengan disaksikan oleh perwakilan dari Amerika Serikat dan Bank Dunia, berisi perjanjian pembangunan sebuah kanal untuk menyalurkan air dari Laut Merah ke Laut Mati.


Menteri Perairan Yordania Hazem Nasser mengatakan bahwa 300 juta meter kubik air akan dipompa setiap tahunnya dari Laut Merah selama tahap pertama proyek tersebut.


Menteri Sumber Daya Energi dan Air Israel Silvan Shalom mewakili Zionis dalam penandatanganan kerjasama itu.


Air merupakan sumber daya alam yang langka di kerajaan mungil Yordania. Sebanyak 92 persen wilayah kerajaan itu adalah gurun pasir, sementara 1,6 milyar meter kubik air diperlukan setiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan negara beserta penduduknya yang mencapai 7 juta jiwa, belum termasuk para pengungsi dari negara tetangga Palestina dan Suriah.


Debit air di Laut Mati terus menurun sejak tahun 1960an, ketika Israel, Suriah dan Yordania mulai mengalihkan aliran air dari Sungai Yordan untuk berbagai kepentingan. Sungai Yordan adalah sumber utama suplai air Laut Mati.


Kelompok-kelompok pemerhati lingkungan memperingatkan dampak buruk dari proyek besar itu. Ekosistem Laut Mati dikhawatirkan akan terkontaminasi oleh air yang berasal dari Laut Merah, lapor AFP.






Mariyuana Kini Legal di Negara Bagian Maryland AS

Mariyuana Kini Legal di Negara Bagian Maryland AS

Berita Internasional Update

Mariyuana legal termasuk di ibukota Amerika Serikat, Washington DC.




Hidayatullah.com–Negara bagian Maryland, Amerika Serikat, hari Kamis (27/2/2015) mengikuti jejek banyak negara bagian lain di Amerika Serikat yang melegalkan penggunaan mariyuana, lapor Euronews.


Dalam referendum sebanyak 69,4 persen pemilik suara menyatakan memilih untuk melegalisasi penggunaan mariyuana atau ganja di wilayah Maryland, termasuk ibukota Washington DC.


Dengan demikian sudah 31 negara bagian di Amerika Serikat yang sudah melegalkan ataupun sedang mempertimbangkan untuk melegalkan penggunaan mariyuana.*






Aceh Dapat Bantuan 200 Quran Braille Digital

Aceh Dapat Bantuan 200 Quran Braille Digital

al quran braile syeh ali jaber imam masjidBANDA ACEH, Muslimdaily.net – Sebanyak 200 tunanetra di Banda Aceh dan Aceh Besar menerima Alquran braille digital yang diserahkan oleh Syeikh Ali Jaber dan Imam Besar Masjidil Haram, Mekkah, Syeikh Adil Alkalbani. Penyerahan secara simbolis ini dilakukan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Halaman Balai Kota Banda Aceh, Kamis (26/2).


Syeikh Ali Jaber dalam sambutannya, mengatakan Banda Aceh merupakan kota terbanyak se-Indonesia yang menerima quran braille digital dari pihaknya. “Sebenarnya ini perjuangan dari Imam Besar Masjidil Haram, beliau mengiklaskan gaji satu tahun beliau kurang lebih 300 juta untuk program Quran braille digital ini,” ujarnya.


Syeikh Ali Jaber menambahkan, Imam Besar Masjidil Haram juga berkenan untuk menjadi pembina quran braille digital wakaf satu juta untuk Indonesia. “Informasi yang saya peroleh dari ibu Wali Kota, di Aceh ada 870 orang tunanetra, dan alhamdulillah sudah kita serahkan secara simbolis sebanyak 200 quran brailer digital atas nama imam besar Masjidil Haram, dan keluarga kami. Insya Allah selebihnya akan disampaikan ke masing-masing,” katanya. Seperti dilansir serambi.


Ia juga meminta agar pemerintah dapat membantu mempersiapkan data-data tunanetra tersebut secara valid untuk program-program lainnya. Selain program Alquran braille digital, kata Syeikh Ali Jaber, juga ada program umrah, pendidikan, serta pelatihan.


“Sebab ada diantara mereka yang memiliki suara yang bagus, maka akan kita latih untuk menjadi calon imam, muazin. Karena tunanetra harus terlibat dalam kegiatan sehari-hari,” kata Syeikh Ali Jaber yang juga Imam di Masjid Nabawi, Madinah ini, sebelum bertindak sebagai penceramah maulid di Balai Kota, kemarin.


Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal menambahkan dari 200 Alquran braille digital itu, sebagian juga akan diserahkan kepada tunanetra yang ada di Aceh Besar. Diharapkan, Alquran braille digital ini dapat mencerdaskan tunanetra untuk dapat memahami dan membaca alquran. Sementara maulid dihadiri ratusan warga dan Muspida Plus Banda Aceh





London Ingin Jadi Pusat Keuangan Islam di Dunia

London Ingin Jadi Pusat Keuangan Islam di Dunia

Berita Internasional Update

Inggris menjadi negara pertama di luar negara-negara Islam yang mengeluarkan obligasi syariah, dikenal sebagai Sukuk, pada tahun lalu.



London Ingin Jadi Pusat Keuangan Islam di Dunia

Pembangunan gedung Shard Tower di London yang dibiayai dari keuangan Islam.




Hidayatullah.com–London berketetapan ingin menjadi pusat industri keuangan Islam di dunia, kata kantor Kementerian Luar Negeri Inggris untuk Timur Tengah.


Tobias Ellwood, Wakil Sekretaris Kementerian Luar Negeri, mengatakan, London berambisi berdampingan dengan Dubai dan Kuala Lumpur sebagai pusat keuangan Islam global.


Dilaporkan The Telegraph, Kamis (26/2/2015), Inggris merupakan yang pertama di luar negara-negara Islam yang mengeluarkan obligasi syariah, dikenal sebagai Sukuk, pada tahun lalu.


Obligasi senilai 200 juta pound sterling telah menarik minat investor kuat dan merupakan langkah pertama dalam mendorong investasi yang lebih luas ke London.


Inggris juga berkomitmen menjalin hubungan secara “damai dan sejahtera” dengan Timur Tengah, sekaligus memperluas hubungan perdagangan, yang pada tahun lalu mencapai 35 miliar pound sterling, kata Ellwood.


“Kita harus mempromosikan partisipasi politik yang inklusif dan penciptaan lapangan kerja di seluruh wilayah,” kata Wakil Sekretaris Kemenlu ini.


“Strategi keamanan jangka panjang harus menciptakan kemakmuran dalam hubungan ini.”


Saat ini ada enam bank syariah di Inggris, sementara terdapat 20 pemberi pinjaman yang menawarkan produk-produk keuangan Islam dan jasa. Jumlah ini lebih banyak dibanding negara Barat lainnya.


Menteri Keuangan George Osborne mengatakan telah mempromosikan industri keuangan Islam senilai hampir 2 triliun dolar untuk membuat Inggris sebagai “pusat keuangan global”.*






Puteri Indonesia Berkaos Gambar “Palu-Arit” Harusnya Ditangkap

Puteri Indonesia Berkaos Gambar “Palu-Arit” Harusnya Ditangkap


Alfian membandingkan tidak adilnya aparat memperlakukan penggemar kaos Palu Arit dan pengguna kaos La Ilaha Illallah



Puteri Indonesia Berkaos Gambar “Palu-Arit” Harusnya Ditangkap

Pakai Kaos Palu Arit, Puteri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri Jadi perbincangan masyarakat




Hidayatullah.com- Pimpinan Taruna Muslim, Alfian Tanjung menyampaikan protes terkait fenomena ketidakadilan yang sering terjadi di negeri ini pada Menteri Agama.


Salah satunya ialah sebagaimana Putri Indonesia yang dengan bebasnya bisa mengenakan kaos bergambar Palu- Arit, dimana gambar itu merupakan lambang dari gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang jelas-jelas telah dilarang karena pernah memberontak pemerintahan Indonesia sebelum Orde Baru.


“Kalau menggunakan undang-undang yang ada, mestinya Putri Indonesia itu ditangkap. Sementara saat ada orang memakai baju ISIS dianggap terlibat meski dari pihak yang benar,” tegas Alfian ketika menyampaikan masukan dan aspirasi dalam audienasi Forum Umat Islam (FUI) bersama Menteri Agama (Menag) di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (25/02/2015).


Pakar yang meneliti gerakan PKI selama 17 tahun ini dengan tegas menyampaikan kepada Menag Lukman Hakim Syaefudin jika gerakan PKI telah bangkit kembali di Indoensia.


“Itu bukan nihil saja, ada dalam ADRT ke-sepuluh. Kongres ke-sebelas yang dipersiapkan bulan Maret ini akan menerbitkan buku yang menjadi pegangan untuk membangun partai, infrastruktur, SDM, serta kader dalam rangka ulang tahun PKI yang ke-95 pada 23 Mei 2014,” papar Alfian.


Selain itu, Alfian juga menyampaikan jika dirinya mendapati sebuah foto Jokowi dengan background bendera yang cuma berwarna merah di Ngawi, Jawa Timur.


Sementara itu, saat menanggapi apa yang disampaikan oleh Alfian Tanjung terkait dengan kebangkitan PKI di Indonesia, Menag Lukman Hakim Syaefuddin justru menyatakan dirinya belum tahu mengenai soal itu.


“Saya belum tahu jika PKI masih ada dan telah bangkit lagi di Indonesia,” kata Lukman.*






Jubir AKP: Mantan Presiden Turki Abdullah Gul Tidak Ikut Nyaleg

Jubir AKP: Mantan Presiden Turki Abdullah Gul Tidak Ikut Nyaleg

Berita Internasional Update

Perdana Menteri Ahmet Davutoglu sepertinya membekukan kemungkinan Gul akan kembali berpolitik dalam waktu dekat.




Hidayatullah.com–Seorang jurubicara dari partai pemerintah, AKP, mengatakan bahwa mantan presiden Abdullah Gul tidak akan ikut mencalonkan diri dalam pemilihan umum legislatif bulan Juni mendatang.


“Apa yang kami tahu dari pernyataannya sendiri adalah bahwa dia tidak akan menjadi salah satu kandidat dalam pemilu mendatang,” kata Wakil Ketua AKP Besir Atalay kepada para wartawan dalam konferensi pers hari Kamis (26/2/2015) seperti dikutip Hurriyet.


Sejak tidak lagi menjabat presiden Turki Agustus 2014, Gul –salah satu pendiri AKP– berulang kali menyatakan keinginannya untuk aktif kembali di dunia politik, dengan mengatakan bahwa satu-satunya tempat baginya untuk beraktivitas politik adalah di AKP.


Namun, dalam pernyataan belum lama ini, Perdana Menteri Ahmet Davutoglu sepertinya membekukan kemungkinan Gul akan kembali berpolitik dalam waktu dekat.


“Saya bertemu dengannya [Gul] pekan lalu. Presiden kita juga berbicara dengannya, tetapi tidak ada permintaan seperti itu [untuk kembali aktif di AKP]. Terlalu dini untuk membahas isu itu saat ini, tetapi belum ada permintaan atau saran mengenai hal itu,” kata Davutoglu.


Gul tidak jarang dalam pernyataannya menyatakan bahwa dia adalah salah satu pemimpin gerakan politik dan pendiri AKP, dan dia senantiasa menegaskan selalu ingin agar AKP menjadi sebuah partai yang sukses.*






Jihadi John Warga Inggris Anak Orang Kaya Kelahiran Kuwait

Jihadi John Warga Inggris Anak Orang Kaya Kelahiran Kuwait

Berita Internasional Update

Jihadi John pernah ditangkap saat berusaha memasuki wilayah Tanzania




Hidayatullah.com–Algojo kelompok bersenjata ISIS/ISIL yang menjadi terkenal dengan sebutan Jihadi John setelah publikasi video pemenggalan seorang warga Amerika Serikat tahun lalu, diketahui sebagai seorang warga Inggris kelahiran Kuwait.


Dilansir Euronews hari Kamis (26/2/2015), warganegara Inggris kelahiran Kuwait bernama Mohammed Emwazi telah diidentifikasi sebagai militan yang disebut “Jihadi John”, yang terlihat dalam beberapa video pemenggalan tawanan ISIS/ISIL.


Jihadi John pertama kali disebut-sebut oleh media Amerika, setelah media-media di Inggris dilarang untuk mengungkapkan identitasnya oleh pihak keamanan negara itu. Identitas Jihadi John kemudian dikonfirmasi oleh sumber-sumber dari pemerintah Amerika Serikat.


Emwazi pindah ke Inggris ketika masih kecil dan merupakan seorang anggota keluarga kaya yang tinggal di West London. Dia diyakini menjadi radikal sekitar tahun 2009, ketika lulus kuliah. Emwazi pernah ditangkap saat berusaha memasuki wilayah Tanzania. Dalam perjalanannya kembali ke Inggris, Emwazi diinterogasi oleh intelijen Inggris MI5 di Amsterdam, Belanda.


Tahun berikutnya dia ditahan dan direkam sidik jarinya (biasa dilakukan atas tersangka pelaku kejahatan), dan dilarang pergi ke Kuwait di mana dia akan menikahi seorang wanita setempat.*






Hakim Quebec Tolak Sidangkan Gugatan Muslimah karena Berjilbab

Hakim Quebec Tolak Sidangkan Gugatan Muslimah karena Berjilbab

Berita Internasional Update

hakim Eliana Morengo mengatakan bahwa ruang persidangan adalah tempat sekuler.




Hidayatullah.com–Seorang hakim wanita di Quebec, Kanada, mengatakan kepada seorang wanita Muslim bahwa kasus gugatannya tidak akan diproses jika wanita itu tidak mau melepaskan jilbab yang menutupi kepalanya, lapor CBC News hari Kamis (26/2/2015) dilansir Reuters.


Stasiun televisi itu mengutip rekaman suara sidang awal yang didapatnya melaporkan, hakim Eliana Morengo mengatakan kepada Rania El-Alloul hari Selasa kemarin bahwa ruang persidangan adalah tempat sekuler, dan bahwa pakaian yang dikenakannya tidak pantas untuk menghadiri persidangan.


“Topi dan kacamata hitam misalnya, tidak diperbolehkan. Dan saya melihat kenapa kerudung tidak demikian pula,” kata Morengo dalam rekaman itu.


Reuters tidak dapat memeriksa keotentikan rekaman tersebut. Sementara Kementerian Kehakiman Quebec menolak memberikan keterangan setelah dimintai komentar di luar jam kerja. Sedangkan hakim Morengo tidak bisa dihubungi.


El-Alloul mengajukan kasusnya ke pengadilan agar mendapatkan kembali mobilnya yang disita oleh lembaga asuransi kendaraan Quebec, lapor CBC.


Kabarnya, mobil El-Alloul disita setelah polisi mencegat putranya yang mengendarai kendaraan itu dengan SIM tak berlaku, lembaga lalu itu memerintahkan agar kendaran disita sementara selama sebulan. El-Alloul meminta agar kendaraan itu dikembalikan lebih cepat.


Beberapa tahun belakangan, masalah penampakan dan pemakaian simbol-simbol keagamaan di provinsi Kanada yang dominan berbahasa Prancis itu menjadi perdebatan sengit.


Tahun 2013, partai pro-independen Parti Quebecois (PQ) mengusulkan agar para pegawai negeri dilarang mengenakan simbol-simbol keagamaan seperti hijab bagi muslim dan topi kippah bagi orang Yahudi. Namun, usulan RUU itu mati di tengah jalan setelah PQ kalah dalam pemilihan provinsi tahun lalu.*






Waspadai Demam Batu

Waspadai Demam Batu


By: Anonim


Suatu hari di sebuah desa, seorang yang kaya raya mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp. 50.000,- per ekor. Padahal monyet disana sama sekali tak ada harganya karena jumlahnya yang banyak dan kerap dianggap sebagai hama pemakan tanaman buah-buahan.


Para penduduk desa yang menyadari bahwa banyak monyet disekitar desa pun kemudian mulai masuk hutan dan menangkapinya satu persatu.


Kemudian si orang kaya membeli ribuan ekor monyet dengan harga Rp 50.000,- . Karena penangkapan secara besar-besaran akhirnya monyet-monyet semakin sulit dicari, penduduk desa pun menghentikan usahanya untuk menangkapi monyet-monyet tersebut..


Maka si orang kaya pun sekali lagi kembali untuk mengumumkan akan membeli monyet dengan harga Rp 100.000 per ekor. Tentu saja hal ini memberi semangat dan “angin segar” bagi penduduk desa untuk kemudian mulai untuk menangkapi monyet lagi. Tak berapa lama, jumlah monyet pun semakin sedikit dari hari ke hari dan semakin sulit dicari, kemudian penduduk pun kembali ke aktifitas seperti biasanya, yaitu bertani.


Karena monyet kini telah langka, harga monyet pun meroket naik hingga Rp 150.000,- / ekornya. Tapi tetap saja monyet sudah sangat sulit dicari.


Sekali lagi si orang kaya mengumumkan kepada penduduk desa bahwa ia akan membeli monyet dengan harga Rp 500.000,- per ekor!


Namun, karena si orang kaya harus pergi ke kota karena urusan bisnis, asisten pribadinya akan menggantikan sementara atas namanya.


Dengan tiada kehadiran si orang kaya, si asisten pun berkata pada penduduk desa: “Lihatlah monyet-monyet yang ada di kurungan besar yang dikumpulkan oleh si orang kaya itu. Saya akan menjual monyet-monyet itu kepada kalian dengan harga Rp 350.000,- / ekor dan saat si orang kaya kembali, kalian bisa menjualnya kembali ke si orang kaya dengan harga Rp 500.000,- . Bagaimana…?”.


Akhirnya, penduduk desa pun mengumpulkan uang simpanan mereka dan membeli semua monyet yang ada di kurungan.


Namun…

Kemudian…

Mereka tak pernah lagi melihat si orang kaya maupun si asisten di desa itu!


Selamat datang di Wall Street..!


Inilah yang dikatakan orang “Monkey Bussiness”!


Selamat berakhir pekan, … jangan terjebak oleh “Monkey Business”…

Seperti pohon Anthorium

Seperti ikan Lohan

Seperti semua barang yang kita beli tetapi bukan karena kita membutuhkan nya..


Hati hati Monkey Business yang sekarang lagi marak adalah “DEMAM BATU AKIK”


Sumber: Kiriman WhatsApp teman





Obama Kumpulkan 60 Negara di Washington Untuk Belajar Perang Pemikiran Melawan Islam

Obama Kumpulkan 60 Negara di Washington Untuk Belajar Perang Pemikiran Melawan Islam

Obama pidato Presiden AS, Barack Obama, dalam konferensi yang digelar di ibukota Amerika, Washington, mendesak untuk membahas cara-cara mengatasi fenomena ekstremisme. Obama meminta para pemimpin negara-negara Barat dan negara-negara Islam untuk bersatu guna mengalahkan “janji-janji palsu ekstremisme”, dan menolak gagasan yang mengatakan bahwa kelompok teroris mewakili Islam.


Presiden AS mengatakan kepada para peserta konferensi yang mewakili 60 negara, “Para teroris tidak berbicara dengan bahasa satu miliar Muslim…Kita tidak sedang berperang dengan Islam.”


Obama mengatakan kepada para peserta konferensi yang berlangsung tiga hari, bahwa perang melawan ekstremisme tidak dapat dimenangkan oleh kekuatan militer saja, namun komunitas Muslim harus memainkan perannya juga. Obama meminta komunitas Muslim di Amerika Serikat untuk berbuat lebih banyak dalam menghadapi apa yang disebut dengan “ekstremisme dan kekerasan”.


Hal ini jelas bahwa dimensi konferensi ini, dengan 60 negara bertemu di bawah naungan Amerika Serikat selama tiga hari, ini jauh melampaui aksi militer, yang oleh Obama disebut kekuatan bersenjata; juga jauh melampaui dimensi para penguasa Arab, kaum Muslim hingga komunitas Muslim dan aksi masa.


Semua ini disebabkan oleh kesadaran Amerika terhadap hakikat tantangan yang tengah dihadapi Barat dan peradabannya. Jelas mereka menyadari bahwa tantangan budaya adalah yang paling menonjol dan berbahaya bagi mereka, terutama karena mereka melihat terpuruknya dan runtuhnya peradaban Barat dari hari ke hari, setelah tampak kerusakannya, dan dunia terbakar oleh apinya; juga setelah faktanya terungkap bahkan di depan para pengikutnya, bahwa peradaban Barat adalah peradaban zalim, diktator, sombong, pembantai dan tidak manusiawi. Sebaliknya, Barat tidak melihat pada selain Islam sebagai ancam terhadap peradabannya, dan alternatif untuk dunia, sebagaimana yang mereka lihat munculnya mobilitas kuat yang menggoncang dunia Muslim, serta di tengah-tengah komunitas Muslim di Barat, saat mereka tengah berfikir tentang Islam sebagai peradaban alternatif.


Jadi, ketika Obama berbicara dan mengatakan, “Perang melawan ekstremisme tidak dapat dimenangkan oleh kekuatan militer saja,” sudah tidak ada cara lain, selain perang ideologi pemikiran. Perang ini tidak dapat dikalahkan oleh militer dan aliansi Salibis, sebab peralatan perang ini berbeda dari peralatan perang militer.


Jadi, hal pertama yang ingin dilakukan Obama dan Barat adalah menyesatkan umat Islam, umat dua miliar, saat Obama sengaja salah dalam menyebutkan jumlahnya, dengan mengatakan “satu miliar Muslim”. Dengan pengaburan ini, Obama ingin menegaskan bahwa perang ideologi ini tidak untuk melawan mereka, melainkan untuk kelompok ekstremis yang jumlahnya sedikit dibandingkan dengan seluruh kaum Muslim. Dengan begitu, mungkin bagi Obama untuk menyerang setiap peradaban Islam yang tidak sejalan dengan Barat, dan mengancam peradaban Barat, dengan memanfaatkan kelompok kecil tersebut, serta berdalih bahwa itu tidak dimaksudkan untuk Islam atau kaum Muslim.


Itu adalah politik belah bambu lama yang diperbarui. Ini digunakan Barat terhadap bangunan tinggi Islam karena mereka tahu bahwa Islam tidak mungkin disatukan atau dibentuk suatu masyarakat yang tunduk pada ideologinya yang busuk dan rusak.


Obama menyadari betapa besarnya tantangan yang dihadapi masyarakatnya melalui komunitas Muslim yang sedang merapat ke lubang Islam, dari hari ke hari. Barat ketakutan bahwa itu akan menjadi bom waktu di dalam rumahnya. Oleh karena itu, ia ingin fokus pada netralisasi konflik. Hal ini dilakukan, jika semua tidak dapat digunakan dalam perang melawan generasi umat Islam.


Tentu saja, melalui kebangkrutan pemikiran Barat, ia tidak mampu untuk memasarkan pemikirannya, seperti ketika ia menguasai dunia. Karena itu tidak ada cara lain di depannya selain menyerang peradaban Islam melalui pendistorsian dan penyesatan terhadap setiap dimensi diskusi peradaban, dan konfrontasi pemikiran.


Dengan demikian, umat Islam sedang dalam perang pendistorsian pemikiran. Dalam hal ini, Barat mungkin akan menggunakan cara-cara lama atau baru yang bisa dilakukan. Tujuannya adalah mencegah umat Islam dari mengembalikan kemuliaan dan kebangkitannya di bawah naungan Khilafah ar-Rasyidah ala minhajin-nubuwah yang dijanjikan Allah. Akan tetapi, dengan dedikasi sekelompok orang-orang mukhlis yang berjuang siang malam demi agama ini, dan dengan pembelaan serta pertolongan Allah kepada para kekasihnya, maka upaya-upaya Barat dan rencana-rencananya akan berujung pada kegagalan dan kehancuran, dengan izin Allah.


﴿إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ﴾


Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) (QS Ghāfir [40] : 51).


[Sumber: pal-tahrir.info, 21/2/2015].


Baca juga :



  1. Mengapa Partai Republik Menuntut Obama Untuk Menyebut Perang Melawan Teror Sebagai Perang Melawan Islam

  2. Obama Tegaskan Dukungan Negaranya Untuk Yaman Dalam Perang Melawan Al-Qaeda

  3. Swiss Menabuh Genderang Perang Melawan Islam

  4. Zawahiri: Tentara Pakistan Berubah Menjadi Alat Perang Pasukan Salibis Melawan Rakyatnya Sendiri dan Negara-Negara Tetangganya

  5. Kalam Racun Obama: Kami Berperang Bukan Melawan Islam?





Undang Presiden, PBNU Akan Selenggarakan Muktamar

Undang Presiden, PBNU Akan Selenggarakan Muktamar

NU%20Logo%20NUJAKARTA, Muslimdaily.net – Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuka Muktamar ke-33 yang akan digelar pada 1-5 Agustus 2015 di Jombang, Jawa Timur (Jatim).


Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj beserta jajaran pengurus lainnya usai bertemu Presiden di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (26/2/2015).


“Kami mohon izin pada Presiden, PBNU akan mengadakan Muktamar ke-33, Insya Allah di Jombang, Jatim. Baru kali ini muktamar di Jombang. Di Jatim sering, tapi di Jombang baru,” kata Said. Seperti dilansir inilah.


Said mengatakan, Presiden menyambut baik dan mendukung pelaksanaan muktamar tersebut. Presiden, lanjut Said, juga berharap NU bisa memberikan hal-hal yang bermanfaat untuk bangsa.


“Keputusan-keputusan muktamar diharapkan bermanfaat untuk bangsa, dan umat Islam pada khususnya. Bahkan bukan hanya itu, bagaimana caranya pola pikir NU itu bisa disebarkan di seluruh dunia,” ujar Said.


Dan Presiden juga telah menyatakan kesediaannya untuk membuka muktamar tersebut.


“Target Muktamar ialah mengokohkan kembali peradaban Islam sebagai pondasi keberlangsungan NKRI. Jadi Islam yang berbudaya dan beradab,” tandasnya.





Kemenag Siapkan Rancangan RUU PUB

Kemenag Siapkan Rancangan RUU PUB

kemenag1JAKARTA, Muslimdaily.net – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB) akan mengatur pengadaan rumah ibadah guna menghindari konflik pada masyarakat.


“Pendirian rumah ibadah masih menjadi sumber sengketa di antara umat beragama hingga kini, sehingga masalah ini perlu diatur,” ujar Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Kamis (26/2).


Ia mengatakan masalah pendirian rumah ibadah yang akan diatur pada Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB) direncanakan untuk meredam perselisihan warga dengan menetapkan langkah pengelolaan yang jelas.


Selama ini aturan tersebut masih berada di bawah peraturan bersama menteri, namun menurut dia, hal ini perlu dievaluasi agar dapat disesuaikan atau disempurnakan dengan kebutuhan masyarakat kini.


Selain itu, rancangan peraturan tersebut juga akan memasukkan prosedur penyiaran agama di masyarakat, katanya menambahkan.


“Bila tidak dibuat kontrak bersama potensi konflik dalam penyiaran agama masih besar, sehingga ini pun juga perlu diatur,” ucapnya. Seperti dilansir antaranews.


Ia berencana mempertimbangkan cara-cara yang baik dalam melakukan penyiaran agama, karena kegiatan ini dinilai masih kerap dilakukan dengan kegiatan yang salah.


Kementerian Agama sedang menyiapkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama guna meningkatkan pelayanan negara untuk menjamin kebebasan hak beragama masyarakat Indonesia.





Turki Siap Lindungi Muslim Austria Pasca Reformasi UU 1912

Turki Siap Lindungi Muslim Austria Pasca Reformasi UU 1912

image

HELSINKI, muslimdaily.net – Turki akan melakukan segala upaya untuk melindungi umat Islam di Austria, terutama mereka yang memiliki keturunan Turki dari mendapatkan kerugian karena reformasi Undang-Undang kontroversial yang baru-baru ini disetujui, ungkap Menteri Uni Eropa Turki, Kamis (26/02).


Mayoritas parlemen Austria menyetujui RUU tersebut pada hari Rabu, yang bertujuan untuk merevisi undang-undang bersejarah terkait Muslim di Austria. Islam telah menjadi agama resmi di Austria sejak 1912. Hukum Islam, yang dikenal sebagai “Islam Gesetz,” diperkenalkan oleh kaisar terakhir Austria, Franz Josef, setelah Kekaisaran Austro-Hungaria dianeksasi Bosnia-Herzegovina.


“Kita tidak bisa menerima kerugian bagi umat Islam karena undang-undang ini dan kami akan melakukan segala upaya untuk mencegah kerusakan tersebut,” kata Volkir Bozkir seperti dikutip Anadolu Agency selama kunjungannya ke ibukota Finlandia, Helsinki.


Diantara aturan yang disetujui adalah larangan pendanaan luar negeri untuk Muslim Austria.


Bozkir juga mengatakan reaksi terhadap hukum harus berada dalam batas-batas. “Reaksi jangan sampai berlebihan dan mereka harus dinyatakan sesuai dengan demokrasi,” katanya.


Hukum tersebut telah menuai kritik dari umat Islam di seluruh dunia.


Menteri juga berbicara tentang peningkatan rasisme dan Islamofobia di Eropa. “Penghapusan Islamofobia dan istilah rasis, dan konvergensi budaya dan agama adalah obat untuk mencegah radikalisme,” katanya.


Ia mendesak semua pihak dan sekte untuk bersatu melawan tindak rasisme.





Seorang Pemimpin Abu Sayyaf Dilaporkan Terluka

Seorang Pemimpin Abu Sayyaf Dilaporkan Terluka

image


SULU, muslimdaily.net - Seorang komandan pejuang Abu Sayyaf dilaporkan terluka dalam pertempuran dua hari antara pasukan pemerintah dan pejuang di Filipina selatan, militer mengatakan, Kamis (26/02).


Kapten Rowena Muyuela, juru bicara Komando Mindanao Barat mengatakan, Abu Sayyaf sub-leader Hatib Hajan Sawadjaan terluka dalam pertempuran berkepanjangan di Pulau Sulu yang dimulai Rabu pagi.


Dia mengatakan sebelumnya bahwa dua tentara tewas dan 16 luka-luka, sementara 14 pejuang Abu Sayyaf tewas dan 16 lainnya luka-luka.


Pertempuran dimulai ketika tentara berkekuatan 100 pasukan mengalami bentrokan dengan pejuang Abu Sayyaf pejuang dekat kota Patikul, provinsi Sulu. (aa)





Kembali Berulah, Ekstrimis Yahudi Bakar Gereja di Kota Al-Quds

Kembali Berulah, Ekstrimis Yahudi Bakar Gereja di Kota Al-Quds

image


AL-QUDS, muslimdaily.net – Para ekstrimis Yahudi Israel kembali berulah, kali ini sekelompok ekstrimis Yahudi membakar sebuah bangunan gereja di kota Al-Quds pada hari kamis ini, (26/02).


Sejumlah sumber lokal mengatakan, sekelompok ekstrimis Yahudi yang menamakan dirinya “geriliyawan balas dendam” membakar gereja Raqadah Sayidah yang menyebabkan kerusakan parah pada bangunan tersebut.


Petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan kebakaran setelah tiba ke lokasi kejadian.


Selain membakar bangunan gereja tersebut, para ekstrimis tersebut juga menuliskan kata kata rasis di sejumlah dinding gereja tempat sekolah teologi kristen yunani tersebut.


Aksi pembakaran tersebut terjadi satu hari setelah aksi serupa terhadap Masjid Jub’ah di Betlehem, sebelah selatan Tepi Barat. Pada tahun ini banyak sekali peristiwa penodaan yang dilakukan Zionis terhadap tempat ibadah ummat Islam maupun Kristen di sejumlah tempat di Tepi Barat.


Gerilyawan “Balas Dendam” adalah kelompok pemukim Zionis yang paling agresif, terutama pada tahun ini dalam aksinya mengincar masjid-masjid dan tempat ibadah umat, sekaligus harta milik bangsa Palestina, seperti rumah, mobil, dan bangunan lainya. (Onim/RSP)





92 Orang Tewas Karena Longsor Salju Di Afghanistan

92 Orang Tewas Karena Longsor Salju Di Afghanistan

avalancheKABUL, muslimdaily.net – Lebih dari 90 orang telah tewas di Afghanistan setelah terjadi longsor salju yang merupakan longsor salju terburuk selama 30 tahun terakhir. Hujan salju lebat diperkirakan masih turun dalam dua hari ini.


Para pejabat memperingatkan keadaan darurat kemanusiaan segera di daerah yang paling parah dilanda cuaca buruk. Longsoran salju telah menyapu desa-desa dan menutup jalan.


“Kami belum melihat salju sebanyak ini, atau longsoran salju sebesar ini selama 30 tahun,” kata Abdul Rahman Kabiri, gubernur provinsi Panjshir, yang terletak di utara Kabul, demikian lansir worldbulletin.net, Rabu 25 Februari. Diperkirakan 92 orang tewas dalam longsoran yang terjadi beberapa hari terakhir ini.


“Jika pemerintah pusat tidak memberikan dukungan kemanusiaan, mesin dan makanan dengan cepat, ini akan berubah menjadi bencana,” katanya, menambahkan bahwa 26 orang telah terluka.


Meskipun membawa kesengsaraan bagi banyak orang, salju sangat penting untuk Afghanistan. Sebagian besar penduduk pedesaan bergantung pada pada salju yang mencair di pegunungan untuk bercocok tanam pada musim semi dan musim panas.


Irigasi tidak berjalan dengan baik di Afghanistan. Sebagian besar wilayah adalah berupa wilayah yang kering dan kekurangan air saat musim panas.





Menag: Sudah Seharusnya Kelompok Syiah Hormati Ahlus Sunnah di Indonesia

Menag: Sudah Seharusnya Kelompok Syiah Hormati Ahlus Sunnah di Indonesia


Menag berharap ormas Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah menggelar halaqah mensikapi Syiah



Menag: Sudah Seharusnya Kelompok Syiah Hormati Ahlus Sunnah di Indonesia

Menteri Agama, , Lukman Hakim Syaefuddin mendapat hadiah buku dari Habib Achmad Zein Alkaf, pengurus PWNU Jawa Timur




Hidayatullah.com- Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Lukman Hakim Syaefuddin mengatakan sudah seharusnya orang Syiah menghormati aliran yang berlaku di Indonesia yaitu Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja).


“Saya pikir dunia sudah mengenal jika masyarakat Indonesia mayoritas umat Islam. Dan Islam di Indonesia adalah Ahlus Sunnah,” ujar Lukman Hakim kepada wartawan usai acara audiensi dengan Forum Umat Islam (FUI) di Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/05/2015).


Maka dari itu, tegas Lukman Hakim, segala bentuk cercaan atau caci maki kelompok Syiah kepada sahabat serta istri Rasul akan menimbulkan problem yang luar biasa bagi umat Islam di Indonesia yang Ahlus Sunnah.


“Tetapi, saat ini persoalannya terkait dengan pandangan MUI tentang Syiah sesat apakah sudah merupakan fatwa kolektif dari kelembagaan MUI atau hanya sekadar putusan satu-dua orang saja,” ujar Lukman.


Lukman memastikan jika pemerintah akan menggunakan fatwa MUI terkait persoalan Syiah sebagai acuan, sejauh itu sudah merupakan fatwa kolektif MUI. Sebab, menurutnya, MUI merupakan kumpulan dari ormas-ormas Islam se-Indonesia.


“Saya sendiri berharap ormas Islam seperti MUI, NU, Muhammadiyah, bisa melakukan pertemuan semisal halaqah untuk menyikapi persoalan aktual seperti ini sehingga ada kejelasan,” demikian Lukman berharap.


Sebab, kata Lukman, pemerintah tidak memiliki posisi untuk memberikan fatwa seperti itu. Tetapi fatwa seperti itu adalah kewenangan ormas Islam seperti MUI, NU dan Muhammadiyah dan sebagainya. Sehingga umat ini punya pegangan


“Maka halaqoh untuk membicarakan fatwa itu penting,” tutup Lukman.*






Adian: Harusnya Perlindungan Agama, Bukan Perlindungan Umat Beragama

Adian: Harusnya Perlindungan Agama, Bukan Perlindungan Umat Beragama

Hidayatullah.com- Peneliti Insitute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Dr. Adian Husaini mengusulkan kepada Menteri Agama (Menag) terkait soal Rancangan Undang-Undang Umat Beragama (RUU PUB) agar merubah dari perlindungan umat beragama menjadi perlindungan agama.


“Bukan umat beragama di Indonesia yang dilindungi tetapi lebih fokus melindungi agama yang sudah ada dan diakui di Indonesia,” kata Dr. Adian sebagai pembicara dalam acara dialog antara Menteri Agama dengan wartawan membahas soal RUU PUB di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (26/02/2015).


Menurut Dr. Adian jika yang dimaksud Menag melindungi umat beragama itu akan sulit diterapkan. Sebab, umat beragama di Indonesia beragam dan majemuk yang belum diakui negara.


“Jika dalam RUU ingin menetapkan definisi suatu agama menurut negara itu sulit dilakukan. Kita dulu sudah pernah membicarakan tentang itu dan belum ada titik temunya sampai sekarang. Nanti Menag yang akan kesulitan,” kata Dr. Adian.


Sementara itu, Pendeta Albertus yang juga sebagai pembicara dalam acara dialog itu menyarankan menggunakan istilah kebebasan umat beragam dari pada perlindungan umat beragama.


“Saya menyarankan kebebasan umat beragama bukan perlindungan umat beragama,” kata Pt. Albertus.


Pt. Albertus mengatakan konflik yang terjadi di Indonesia selama ini bukan karena masalah agama. Tetapi lebih banyak disebabkan oleh kepentingan politik dan ekonomi.


“Apakah selama ini konflik yang terjadi di Indonesia benar-benar disebabkan masalah agama? Justru yang banyak saya jumpai disebabkan oleh kepentingan politik dan ekonomi yang bermain,” kata Pt. Albertus.


Selain Dr. Adian dan Pt. Albertus, pembicara Yudi Latif juga punya gagasan sendiri. Ia mengusulkan jika RUU PUB harus lebih melindungi hak individu dalam menjalankan keyakinannya.


“Jangan terlalu fokus memikirkan perlindungan umat beragama tetapi perlindungan beragama bagi setiap individu dalam menjalankan keyakinannnya,” kata Yudi.


Menurut Yudi sekte-sekte beragama itu tidak akan bertahan lama, paling lama 25 tahun saja. Sebab, lanjutnya, sekte-sekte itu akan terseleksi oleh lingkungan.


“Jika suatu sekte atau keyakinan itu masih tetap bertahan dan eksis berarti memang sekte tersebut diterima oleh masyarakat dan jika tidak berarti tidak diterima,” kata Yudi.


Dari perbedaan-perbedaan pendapat itu, Dr Adian Husaini menambahkan Indonesia yang mayoritas umat Islam seharusnya bisa mencontoh Malasyia, di mana yang disebut perlindungan agama itu untuk umat Islam.


“Indonesia konsepnya adalah negara Islam. Ketuhanan yang Maha Esa itu sebetulnya bermakna tauhid,” tegas Dr. Adian.*





Studium Generale I SPI #IndonesiaTanpaJIL Membahas Sirah Nabawiyah

Studium Generale I SPI #IndonesiaTanpaJIL Membahas Sirah Nabawiyah


Setelah sukses menggelar di Jakarta, SPI #IndonesiaTanpaJIL pada periode ini membuka pendaftaran untuk wilayah Jakarta dan Bandung




Hidayatullah.com–Setelah sukses pada periode pertamanya di bulan September-November 2014, Sekolah Pemikiran Islam (SPI) #IndonesiaTanpaJIL kini kembali dibuka untuk periode Maret-Mei 2015. Pembukaan periode baru ini diawali dengan digelarnya sebuah Studium Generale yang sedianya akan dilaksanakan di Aula Rabbani Lt. 5, Jl. Pemuda No. 1, Rawamangun, Jakarta Timur.


Studium Generale pertama pada periode ini menghadirkan Asep Sobari, Lc. sebagai narasumber. Founder Sirah Community Indonesia (SCI) yang juga dikenal sebagai peneliti INSISTS dan pengurus MIUMI ini akan membawakan sebuah kajian dengan tema “Buah Dakwah Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wassalalam: Transisi Masyarakat Jahiliyyah Kepada Islam”.


“Kita semua mengenal jaman sebelum Islam sebagai era jahiliyyah. Meski demikian, masih begitu banyak detil yang tidak kita ketahui dari jaman tersebut, apalagi sebagian besar dari kita memang sudah terlahir sebagai Muslim. Kita perlu mendalami sejarah untuk mengetahui bagaimana Islam mengubah manusia dan masyarakat,” ujar Muhammad Irfan Nail, Kepsek SPI untuk wilayah Jakarta.


Meski era jahiliyyah sudah lama lewat, namun perilaku jahil masih ada hingga kini. Oleh karena itu, mempelajari Sirah Nabawiyah dianggap sebagai harga mati bagi siapa pun yang ingin mengembalikan kejayaan Islam.


“Islam mengajarkan adab kepada manusia, sehingga manusia tidak berperilaku bagai hewan. Demikian juga di SPI kita berkhidmat mempelajari adab dan ilmu sekaligus. Oleh karena itu, bercermin pada Sirah Nabawiyah adalah kajian awal yang sangat relevan,” ungkap Ade Candra, Koordinator Pusat #IndonesiaTanpaJIL.


Setelah pada periode sebelumnya hanya digelar di Jakarta, SPI #IndonesiaTanpaJIL pada periode ini membuka pendaftaran untuk wilayah Jakarta dan Bandung. Peserta yang sudah dinyatakan lulus seleksi untuk wilayah Jakarta adalah sebanyak 49 orang, sedangkan pendaftaran untuk wilayah Bandung masih dibuka hingga 28 Februari 2015. Informasi lengkap seputar SPI dapat diakses melalui akun twitter-nya, @SPITanpaJIL.*






Beginilah Islam Membela Para Muslimah

Beginilah Islam Membela Para Muslimah


Kita semua harus bekerja keras untuk menyelamatkan dunia dari kezaliman-kezaliman yang ada



Beginilah Islam Membela Para Muslimah

Wanita dan anak Yahudi melecehkan Muslimah Palestina,siapa membela mereka?




KISAH wanita pertama diceritakan dalam ar-Rahiq al-Makhtum karya Syaikh Shafiyurrahman Mubarakfury, bahwasanya ada seorang wanita Arab yang datang ke pasarnya orang Yahudi Bani Qainuqa.


Dia duduk di dekat pengrajin perhiasan. Tiba-tiba beberapa orang di antara mereka hendak menyingkap kerudung yang menutupi wajahnya. Diam-diam tanpa diketahui Muslimah tersebut, pengrajin perhiasan ini mengikat ujung jilbabnya, dan ketika ia bangkit, auratnya seketika itu juga tersingkap.


Muslimah ini spontan berteriak dan seorang laki-laki Muslim yang berada di dekatnya melompat ke pengrajin perhiasan itu dan membunuhnya. Orang-orang Yahudi kemudian membalas dengan mengikat laki-laki Muslim tersebut lalu membunuhnya.


Kejadian ini membuat kesabaran Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam habis ketika sebelumnya mereka berupaya mengadu domba Aus dan Khazraj sehingga hampir saja di antara kedua suku ini terjadi peperangan, mengganggu kaum Muslimin dan mengabaikan nasihat Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam. Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam bersama pasukan kaum Muslim berangkat menuju tempat Bani Qainuqa dan mengepung mereka dengan ketat.


Bani Qainuqa yang pongah dan sombong ini akhirnya bertekuk lutut dan menyerah setelah dikepung selama 15 hari. Allah Subhanahu Wata’ala memasukkan rasa gentar dan takut ke dalam hati orang Yahudi ini.


Hampir saja semua kaum laki-laki Bani Qainuqa ini dihukum mati oleh Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam. Namun keputusan itu berubah ketika dedengkot kemunafikan, Abdullah bin Ubay mendesak Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam untuk memaafkan mereka. Dan akhirnya Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam bermurah hati dan memerintahkan Bani Qainuqa ini untuk pergi sejauh-jauhnya dan tak boleh lagi tinggal di Madinah.


Kisah wanita kedua, terjadi pada masa khalifah al-Mu’tashim Billah, khalifah kedelapan dinasti Abbasiyah.


Kota Amurriyah yang dikuasai oleh Romawi saat itu berhasil ditaklukkan oleh al-Mu’tashim. Pada penyerangan itu sekitar 3.000 tentara Romawi tewas terbunuh dan sekitar 30.000 menjadi tawanan. Dan di antara faktor yang mendorong penaklukan kota ini adalah karena adanya seorang wanita dari sebuah kota pesisir yang ditawan di sana. Ia berseru, “Wahai Muhammad, wahai Mu’tashim!” Setelah informasi itu terdengar oleh khalifah, ia pun segera menunggang kudanya dan membawa bala tentara untuk menyelamatkan wanita tersebut plus menaklukkan kota tempat wanita itu ditawan. Setelah berhasil menyelamatkan wanita tersebut al-Mu’tashim mengatakan, “Kupenuhi seruanmu, wahai wanita!”


Mengenai kisah yang ketiga, dikisahkan tentang sultan al-Hajib al-Manshur, salah seorang pemimpin Daulah Amiriyah di Andalusia yang menggerakkan pasukan utuh dan lengkap untuk menyelamatkan tiga wanita Muslimah yang menjadi tawanan di kerajaan Navarre.


Saat itu kerajaan Navarre terikat perjanjian dengan al-Hajib al-Mansur yang salah satu perjanjiannya adalah pihak kerajaan Navarre tidak dibenarkan menawan seorang kaum muslimin atau menahan mereka.


Kisah ini bermula ketika seorang utusan sultan pergi menuju kerajaan Navarre. Saat sang utusan berjalan berkeliling dengan raja Navarre, ia menemukan tiga orang wanita Muslimah di dalam salah satu gereja mereka. Utusan ini pun akhirnya mengetahui bahwasanya ketika wanita Muslimah tersebut ditawan di dalam gereja tsb. Di sini, utusan sultan marah besar dan segera kembali menemui sultan dan menyampaikan kasus tersebut.


Maka al-Manshur kemudian mengirimkan pasukan besar untuk menyelamatkan wanita tersebut. Dan betapa kagetnya raja Navarre ketika melihat pasukan yang siap untuk berperang tsb. “Kami tidak tahu untuk apa kalian datang, padahal antara kami dengan kalian terikat perjanjian untuk tidak saling menyerang. Lagi pula kami sudah membayar jizyah..!”


Maka dengan lantang, pasukan kaum Muslimin pun mengatakan bahwasanya mereka, pihak kerajaan Navarre telah menawan beberapa wanita Muslimah. Pihak kerajaan menjawab, “Kami sama sekali tidak mengetahui hal tsb.” Maka, setelah diperlihatkan tiga Muslimah yang ditawan, sang raja Navarre kemudian mengirimkan surat permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada al-Manshur dan menyampaikan bahwa ia akan menghancurkan gereja tsb. Pasukan sultan pun kembali ke negerinya dengan membawa ketiga Muslimah tersebut.


****


Betapa sedihnya saat ini, ketika Muslimah Palestina dizalimi, Muslimah Suriah diperkosa dan disakiti, Muslimah di Afghanistan ditembaki, Muslimah Rohingya diusir pergi dan dan kita tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan mereka. Kita hanya bisa melihat di televisi dan menangisi apa yang terjadi.


Di mana pasukan yang dulu mengusir Bani Qainuqa?


Di mana pasukan yang menaklukkan kota Amurriyah?


Di mana pasukan yang menggetarkan kerajaan Navarre di Andalusia?


Tak ada gunanya meratap, sudah saatnya kita berupaya untuk mengembalikan kejayaan Islam yang telah lama redup, mengembalikan kehormatan peradaban Islam yang selama ini diinjak-injak oleh kaum kafirin, dan menyelamatkan saudara seiman yang dijajah oleh pemimpin-pemimpin yang zhalim. Insya Allah harapan itu masih ada, selama syarat-syarat kejayaan tersebut telah terpenuhi oleh kita, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Subhanahu Wata’ala:


وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ


“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal saleh bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhainya untuk mereka. Dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesutau apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. an-Nur: 55)


Kekhalifahan bagi umat ini memang sistem terbaik untuk mengembalikan kejayaan Islam, tapi itu hanya suatu cara – bukan solusi, apalagi tujuan – untuk merumuskan dan menjalankan solusi-solusi permasalahan umat bahkan dunia, maka khilafah bukanlah sesuatu yang instan dalam menyelesaikan semua persoalan dan permasalahan yang menimpa umat Islam.


Kerja dan amal nyata itu harus dimulai sejak sekarang, tak hanya menyiapkan perangkat sistem tapi juga sumberdaya pengelolanya. Kita semua harus bekerja keras untuk menyelamatkan dunia dari kezaliman-kezaliman yang ada. Segala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam.*/ Fais al-Fatih