Berita Wafatnya Seorang Pengemban Dakwah Uzbekistan: Tahirjan Andijani

Berita Wafatnya Seorang Pengemban Dakwah Uzbekistan: Tahirjan Andijani

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعونَ


Dengan hati yang penuh kesabaran, dengan mengharapkan pahala dari Allah SWT dan rasa penuh kesedihan, kami umat Islam pada umumnya dan terutama para pengemban dakwah, berduka cita atas wafatnya saudara kita Tahirjan Andijani, yang telah kembali kepada Sang Pencipta pada hari Senin, 19/01/2015 pada usia 61 tahun di mana beliau menghabiskan waktunya dalam ketaatan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW, sebagai seorang pengemban dakwah.


Almarhum adalah salah seorang ulama Asia Tengah, yang melalui tangannya banyak siswa yang belajar kepadanya. Saudara kita tersebut adalah juga diantara kelompok pertama Shabab Hizbut Tahrir yang memprakarsai untuk mengemban dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam di Uzbekistan pada awal tahun sembilan puluhan, ketika Karimov yang berdarah Yahudi memulai kampanye jahatnya. Lalu beliau pindah ke luar negeri untuk memelihara Dien dan keimanannya dan terus berdakwah dimana saja. Meskipun hidupnya singkat, beliau menghabiskan lebih dari dua puluh empat tahun usianya bersama jajaran Hizbut Tahrir, seorang yang sabar terhadap penderitaan ketika pindah ke luar negeri dan penyakit diabetes yang beliau derita dalam beberapa tahun terakhir hingga kembali kepada Sang Pencipta.


Di sini, kami menyerukan kepada seluruh umat Islam di Uzbekistan yang hidup di bawah tirani, yang dipimpin oleh Karimov, bahwa Anda tidak boleh tinggal diam dan bersabar atas apa yang telah dilakukan oleh tangan-tangan orang kafir yang tidak bermoral yang memaksakan kehidupan yang penuh kesengsaraan kepada anda dan mencegah anda untuk mematuhi perintah Tuhanmu bahkan ketika shalat. Sebaliknya, anda harus bersabar pada penderitaan yang akan diujikan kepada anda oleh tiran setelah anda memecahkan dinding ketakutan; karena ada jarak yang besar antara kesabaran yang pertama dan kesabaran yang kedua. Dengan demikian konsekuensi kesabaran seseorang untuk hidup sengsara adalah bencana dan kesengsaraan yang akan menjadikannya menyesal, sedangkan buah dari kesabarannya atas penderitaan pada kerja dakwah merupakan surga yang penuh kelezatan yang akan anda nikmati dengan penuh kepuasan ; yakni keridhaan dari Allah SWT. Jadi jangan bersabar atas arogansi dan penindasan Karimov, yang ingin terus memperpanjang pemerintahan tiran untuk ketiga kalinya dan terus menekan anda. Oleh karena itu, dukunglah seruan Islam dan bekerjalah bersama kami di Hizbut Tahrir untuk mengubah cara hidup non-Islam kepada cara hidup Islam melalui pendirian Khilafah dengan metode kenabian, karena seruan ini sedang mengetuk pintu rumah kita, Insya Allah, sehingga kita menikmati kebahagiaan dan kesenangan yang abadi. Bukalah tangan Anda untuk menyambut tangan kami, karena Insya Allah pertolongan berada di atas tangan kita dengan Izin-Nya. Penindasan, ketidakadilan dan penekanan oleh Karimov dan kroninya berada di ambang kepunahan, dan langit mereka dibungkus oleh kegelapan sebelum datangnya kegelapan di hari kiamat. Kami yakin akan bantuan yang dekat, dan kami memohon kepada Allah SWT agar membuat perubahan radikal yang nyata di tangan kami setelah melihat upaya yang gagal dari perubahan parsial. Jadi bersamalah dengan kami untuk mencapai keridhaan Yang Maha Kuasa Tuhan kami.


Juga janganlah anda tertipu oleh sikap Karimov yang mengklaim bahwa orang-orang yang meninggalkan negara adalah musuh umat, dan bahwa mereka wafat di luar negeri dengan tidak ada harganya dan tanpa suatu kehormatan. Karena kejahatannya tidak mengetahui apa yang akan anda peroleh besok.


وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ


“Dan tiada seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi besok dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS Luqman: 34)


Sebaliknya, mereka ingin menyesatkanmu dari pemikiran tentang Hijrah dan Ajal; hijrahnya Nabi Muhammad SAW dan kaum Muhajirin yang mulia.


“Ya Allah, kasihanilah hambamu, Tahirjan Andijani, dan jadikan dia seperti seorang Muhajirin dari Mekah yang sesungguhnya, walaupun kami tidak menganggap suci siapa pun di hadapan Allah SWT. Ya Allah,terimalah beliau dengan sambutan yang baik, perluaslah pintu masuknya dan gantilah rumah untuk tempat tinggalnya dengan yang lebih baik, dan gantilah keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, dan kumpulkanlah kami bersamanya di bawah panji Nabi SAW pada hari kiamat.


Hizbut Tahrir Uzbekistan


28 Rabi ‘I 1436 H


19/01/2015


Baca juga :



  1. Berita Wafatnya Seorang Pengemban Dakwah Generasi Pertama

  2. Berita Duka Meninggalnya Seorang Pengemban Dakwah (Salman Abdul Jalil Zallum) Abu Syahir

  3. Berita Duka Pengemban Dakwah di Suriah : Hasan Shaadiq Asy-Syawn

  4. Berita Duka Pengemban Dakwah di Turki

  5. Pengkhianat Pengecut Tembak Pengemban Dakwah di Rusia





Rachmat Gobel: Negara Rugi Rp 6 Triliun Tak Ada Artinya Dibandingkan Moral Rusak

Rachmat Gobel: Negara Rugi Rp 6 Triliun Tak Ada Artinya Dibandingkan Moral Rusak


Di saat persaingan global seharusnya generasi muda punya daya tahan dan daya saing yang kuat.



Rachmat Gobel: Negara Rugi Rp 6 Triliun Tak Ada Artinya Dibandingkan Moral Rusak

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.




Hidayatullah.com–Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Rachmat Gobel mengatakan, kerugian sebesar Rp 6 triliun (ditengarai sebagai pendapatan negara dari hasil bea cukai miras, Red) bagi negara tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kerugian rusaknya moral generasi bangsa akibat minuman keras (miras).


“Mana ada yang mau mengalami kerugian jangka panjang karena rusaknya generasi bangsa dibandingkan dengan pendapatan bea cukai dari miras sebesar 6 triliun?” kata Gobel, usai acara diskusi dengan Gerakan Nasional Anti Miras (GENAM), di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta, Sabtu (31/01/2015).


Menurut Gobel, peredaran miras yang sudah kelewat batas itu bukan lagi soal dagangan, tetapi menyangkut masa depan moral bangsa. Di saat persaingan global yang harusnya generasi muda punya daya tahan dan daya saing yang kuat, justru bangsa ribut sendiri dengan hal yang berpotensi merusak generasi muda akibat negatif dari miras.


“Bisa kita dapati anak-anak yang masih berseragam sekolah membeli bir di minimarket. Hal itu tidak hanya merusak moral, tetapi juga merusak pola pikir serta kesehatan daya tahan tubuh jangka panjang mereka,” tegas Gobel.


Tidak hanya itu, Gobel menyampaikan, peredaran miras bebas masuk melalui minimarket-minimarket, di mana minimarket tersebut berada di daerah seperti pemukiman, dekat tempat ibadah maupun sekolah-sekolah.


“Kalau dijual bebas seperti itu, kan tambah bikin rusak moral generasi muda,” tegasnya.


Oleh karena itu, kata Gobel, pemerintah melalui Peraturan Menteri Perdagangan, mengontrol peredaran sesuatu yang mengganggu kesehatan, baik itu melalui produk makanan atau minuman, termasuk yang datang melalui impor.


Ketua GENAM, Fahira Idris menyampaikan, diskusi GENAM dengan Kemendag digelar sebagai wujud dukungan GENAM terhadap Permendag Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.


“Diskusi ini kami adakan sebagai wujud dukungan GENAM kepada Kemendag terkait dengan Permendag soal larangan miras,” ujar Fahira.*






Lewat Diaspora Development, Puluhan Pemuda Siap Bekerja Sembari Kuliah di Luar Negeri

Lewat Diaspora Development, Puluhan Pemuda Siap Bekerja Sembari Kuliah di Luar Negeri

image


TANGERANG, muslimdaily.net - Sebanyak 31 pemuda lulusan SMA/sederajat siap diberangkatkan ke luar negeri untuk menjadi tenaga kerja Indonesia berketerampilan khusus. Mereka merupakan peserta program Diaspora Development yang diinisiasi Institut Kemandirian (IK) Dompet Dhuafa bekerja sama dengan Yayasan Tazakka.


“(Diaspora Development) Ini untuk terciptanya 1 keluarga, 1 sarjana, 1 pengusaha. Lewat penyiapan tenaga kerja ahli yang kita berangkatkan ke luar negeri untuk bekerja di bidang teknologi,” ungkap Rektor IK Dompet Dhuafa, Zainal Abidin saat peluncuran program Diaspora Development, Kamis (29/1) di kampus IK Dompet Dhuafa, Tangerang.


Zainal menjelaskan, sebanyak 31 pemuda asal Balaraja, Tangerang, dan Serang tersebut akan bekerja sebagai tenaga kerja berketerampilan khusus sekaligus menjalani kuliah jarak jauh dengan sistem on line. Mereka nantinya tersebar di tiga kampus Indonesia.


“Program ini bersifat revolving fund (dana bergulir) di mana dana yang dikeluarkan untuk persiapan program kuliah dan kerja ke luar negeri akan dikembalikan secara bertahap setelah mulai bekerja di luar negeri untuk nantinya dipergunakan para penerima manfaat selanjutnya,” terang Zainal.


Para peserta yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu ini akan menjalani program selama enam tahun. Rencananya, setiap dua tahun mereka akan berpindah ke tiga negara. Negara penempatan kerja program ini adalah Malaysia, Singapura, Taiwan, Korea Selatan, dan Selandia Baru.Selesai program, para penerima manfaat diharapkan bisa mengumpulkan modal hingga cukup untuk kemudian dipakai membuka lapangan kerja atau perusahaan saat kembali ke Indonesia. Dalam setahun, program Diaspora Development menargetkan 1.000 peseta.


Sebelumnya, para peserta mengikuti seleksi wawancara oleh Dompet Dhuafa dan Yayasan Tazakka. Sarat utama adalah siap mental dan berkomitmen untuk menjalani program hingga selesai. Mereka pun harus mendapatkan izin dari orang tua.


Ketua Yayasan Tazakka, Muhammad Khozin mentuturkan, program kerja sama yayasan Tazakka dengan Dompet Dhuafa ini merupakan model program Lulus Kerja Kuliah Sarjana (LK2S).


“Sesungguhnya program ini penguatan, pemberdayaan tentang generasi kita. Kita harapkan generasi muda mendapatkan nilai atau daya saing yang tinggi,” ujar Khozin.


Khozin mengatakan, dengan bekerja di luar negeri para peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan wawasan. Di samping itu, tentu mereka dapat menjadi lebih dewasa dan profesional.


Sebelum diberangkatkan, para peserta akan menjalani pelatihan dan pembekalan di kampus IK Dompet Dhuafa. Mayoritas materi yang disampaikan berupa soft skill, penguatan mental, dan karakater.


“Ada latihan militer juga dari Marinir. Penting untuk kedispilinan mereka,” kata Zainal yang akrab disapa Bang Jay ini. (gie)





Kecerdikan Mohandas K. Gandhi..

Kecerdikan Mohandas K. Gandhi..


Apakah ini true story atau tidak, Wallahualam. Namun konon ini lihainya seorang Mohandas K. Gandhi…


Di zaman dahulu kala ketika Gandhi sendang belajar hukum di University College, London, ada seorang professor yang bernama Peter, yang kurang menyukai Gandhi.


Suatu hari ketika Prof. Peter sedang makan siang di kantin kampus, Gandhi dtg & duduk di sampingnya sambil membawa mkn siangnya. Prof. Peter berkata, “Gandhi, apakah anda tidak mengerti seekor babi dengan seekor burung tidak duduk berdampingan untuk makan?”


Gandhi bagai org tua yang menatap anak nakal menjawab, “Jangan khawatir Prof. Saya akan segera terbang” dan Gandi segera ngeloyor ke meja lainnya. Muka Prof. Peters memerah penuh kemarahan & memutuskan utk balas dendam.


Hari berikutnya di dalam kelas dia sengaja mengajukan pertanyaan ke Gandhi, “Gandhi, andai kamu sedang berjalan tiba-tiba menemukan paket berisi 1 tas penuh uang & 1 tas penuh dengan kebijaksanaan. Mana yang kamu ambil?”


Tanpa ragu Gandhi menjawab, “Ya uang lah.”


Prof. Peters, tersenyum sinis & berkata, “Jika itu aku… maka aku akan mengambil kebijaksanaan.”


Gandhi menjawab, “seseorang itu mengambil apa yang tidak dia punya.”


Prof. Peters hilang akal, tidak bisa berkata apa-apa. Dengan penuh kemarahan dia menulis kata “idiot” pada lembar jawaban ujian Gandhi dan memberikan ke Gandhi. Gandhi mengambil dan duduk sambil berusaha keras tetap tenang. Beberapa menit kemudian Gandhi berdiri dan menghampiri sang professor seraya berkata dengan sangat sopan, “Prof. Peter, anda hanya menanda tangani lembar jawaban saya tapi belum memberi nilai.”





Jazuli Juwaini: PKS Siap Dukung dan Kritik Pemerintah Atas Dasar Suara Rakyat

Jazuli Juwaini: PKS Siap Dukung dan Kritik Pemerintah Atas Dasar Suara Rakyat


Jazuli mengatakan jika PKS siap mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan rakyat serta




Hidayatullah.com- Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Jazuli Juwaini mengatakan jika PKS siap mendukung pemerintah selama memperjuangkan suara rakyat dan mengkritik tajam pemerintah jika kebijakannya jauh dalam memperjuangkan suara rakyat.


“Prinsip kita memandang birokrasi bukan hanya dari pandangan hukuman tetapi juga reward dan apresiasi prestasi guna meningkatkan kinerja,” kata Jazuli dalam sambutannya pada acara Rapat Kerja (Raker) FPKS 2015 yang bertajuk, “Memandang dari Balkoni” di Hotel Bidara, Jakarta, Jum’at (30/01/2015) pagi.


Menurut Jazuli, Raker 2015 tersebut merupakan bentuk respon FPKS terhadap kepentingan rakyat dan suara rakyat. Untuk mensejahterakan rakyat, lanjutnya, membutuhkan akal, semangat dan kemampuan besar yang berkualitas.


“Anggota legeslatif PKS harus miliki keshalehan dan semangat yang prima, memiliki kecerdasan intelektual dan memiliki kepekaan sosial,” tegasnya.


Jazuli mengucapkan puji syukur Alhamdulillah, sebab hampir seluruh anggota legeslatif PKS dalam sepekan sudah menyerahkan laporan administratif semasa reses.


“Meski kita mendapat 40 kursi, Fraksi PKS mencerminkan kebangsaan karena anggota legeslatif PKS berasal dari Aceh sampai Papua,” imbuhnya.


Jazuli mengatakan jika PKS siap mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan rakyat serta siap menjadi mitra lembaga tinggi negara seperti MPR RI.


Dalam Raker tersebut tampak hadir Presiden PKS Anis Matta, Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho, Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR RI), Aboe Bakar al-Habsy (Anggota Komisi III Fraksi PKS DPR RI), dan Zulkifliemansyah.*






Korban Rentenir, Kartu ATM Disita dan Ginjal Nyaris Dijual

Korban Rentenir, Kartu ATM Disita dan Ginjal Nyaris Dijual


Gerakan Anti Riba dan Rentenir (GARR) melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya riba dan rentenir.




Hidayatullah.com–Korban jeratan rentenir sepertinya tidak akan pernah habis. Sebut saja namanya Arman. Lelaki paruh baya berprofesi sebagai tenaga sekuriti ini bertahun-tahun terjerat praktek rentenir.


Awal mula Arman meminjam uang Rp 4 juta untuk keperluan keluarga kepada rentenir. Setiap bulan Arman harus mencicil pembayaran hutang dengan bunga 40 persen.


“Gaji saya 2.500.000 per bulan dipotong 40 persen. Itu pun hanya bunganya saja. Cicilan pokoknya belum dihitung,” terang Arman belum lama ini.


Warga Jakarta Timur ini pun tidak mampu mencicil utang kepada lintah darat. Karena menunggak pembayar cicilan pokok maupun bunga selama berbulan-bulan, akhirnya kartu ATM Arman yang biasa digunakan untuk menerima gaji disita oleh rentenir.


“Sudah hampir tiga bulan saya tidak bisa menerima gaji saya, karena langsung di ambil oleh rentenir,” ujar Arman.


Bahkan, untuk melunasi bunga pinjaman yang semakin membesar, istri Arman sempat berfikir ingin menjual ginjal.


“Saya dan istri tobat dari pinjam uang ke rentenir, kasihan istri saya sampai mau nawarin ginjal segala,” tutur Arman dengan mata berkaca-kaca.


Kini kasus Arman ini tengah ditangani oleh Gerakan Anti Riba dan Rentenir (GARR). GARR merupakan lembaga yang konsen memberi advokasi terhadap korban rentenir.


Selain itu lembaga yang berpusat di Bekasi, Jawa Barat ini juga melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya riba dan rentenir.*






Empat Ponpes di Jombang Jadi Tempat Muktamar NU

Empat Ponpes di Jombang Jadi Tempat Muktamar NU


Panitia juga memanfaatkan Alun-alun Kabupaten sebagai lokasi sidang pleno yang nantinya dipasang tenda berukuran besar.




Hidayatullah.com–Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2015 dijadwalkan digelar di empat pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur, yakni Darul Ulum, Bahrul Ulum, Mamba’ul Ma’arif Denanyar, serta Tebuireng.


“Empat pondok pesantren itu akan dijadikan lokasi sidang-sidang dalam agenda muktamar mendatang,” ujar Ketua Pengurus Besar NU Saifullah Yusuf di Surabaya, Jumat (30/1/2015).


Selain untuk agenda sidang, di pondok pesantren tersebut juga akan digunakan sebagai tempat menginap peserta muktamar yang datang dari pengurus cabang dan wilayah se-Indonesia.


Panitia juga memanfaatkan Alun-alun Kabupaten sebagai lokasi sidang pleno yang nantinya dipasang tenda berukuran besar.


Muktamar NU ke-33 yang diselenggarakan pada 1-5 Agustus 2015 tersebut menggunakan sistem “ahlul halli wal aqdi” (AHWA) atau musyawarah ulama dalam pemilihan rais/ketua.


“Sistemnya memakai ahlu halli wal aqdi untuk menghindari adu kiai sehingga tidak langsung,” kata Gus Ipul, sapaan akrabnya, dilansir Antara.


Ia menjelaskan, nanti ada sembilan kiai kharismatik yang diusulkan dari bawah, lalu akan memilih salah satu di antara mereka sebagai Rais Aam Syuriah dalam muktamar dan akhirnya menetapkan beberapa calon ketua umum untuk diserahkan muktamirin untuk dipilih.


“Dengan cara ini juga dilakukan untuk menghindari aksi dukung-mendukung yang mencolok di antara para kiai. Agar tidak seperti Pilkada,” tukas mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal itu.


Meski masih dilangsungkan beberapa bulan lagi, namun nama-nama calon ketua umum dan Rais Aam sudah mengemuka, antara lain pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Salahuddin Wahid dan petahana Said Aqil Siroj.


Sedangkan untuk Rois Aam dua nama, yakni KH Mustofa Bisri (Gus Mus) yang merupakan petahana, serta mantan Ketua Umum PBNU yang kini menjabat Dewan Pertimbangan Presiden KH Hasyim Muzadi.*






Dua Pelaku Pembantaian Srebrenica Divonis Penjara Seumur Hidup

Dua Pelaku Pembantaian Srebrenica Divonis Penjara Seumur Hidup

Berita Internasional Update

Hidayatullah.com–International Crime Tribunal for the former Yoguslavia (ICTY) di Den Haag mengukuhkan vonis hukuman atas lima terdakwa Pembantaian Srebrenica 1995.


Mereka mengajukan banding atas sejumlah dakwaan yang termasuk pembantaian atas Muslim Bosnia.


Vujadin Popovic dan Ljubisa Beara divonis penjara seumur hidup, hukuman terberat yang dijatuhkan oleh pengadilan atas kejahatan mereka yang membunuh orang karena latar belakang agama dan etnisnya.


Drago Nicolic dihukum 35 tahun penjara, Radivoje Miletic dihukum 18 tahun penjara dan Vinko Pandurevic dihukum 13 tahun penjara.


Sebuah organisasi yang mewakili para korban pembantaian di Srebrenica yang lolos dari maut tidak sepenuhnya puas dengan keputusan pengadilan yang dibentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa khusus untuk mengadili kejahatan perang di bekas negara Yugoslavia itu.


“Saya sangat terluka dengan kenyataan bahwa kata ‘genosida’ tidak disebut sama sekali dalam pembacaan vonis, khususnya Miletic, yang mendapatkan hukuman paling ringan. Padahal dia pelaku pembunuhan atas anak-anak, membunuh dan memerkosa para perempuan dan membunuh orang-orang tua,” kata Presiden Mothers of Srebrenica Munira Subasic di luar pengadilan dikutip Euronews (30/1/2015).


Pembantaian terjadi beberapa bulan menjelang berakhirnya Perang Bosnia, ketika 25.000 pengungsi menyelamatkan diri dari pasukan Serbia.


Pada 11 Juli 2011 komandan pasukan Serbia di Bosnia Jenderal Ratko Mladic memasuki wilayah Srebrenica yang dinyatakan sebagai ‘daerah aman’ oleh PBB selama masa perang. Sekitar 8.000 orang pria dan anak laki-laki Muslim Bosnia dipisahkan dari para pengungsi lain lalu dibunuh dalam masa tiga hari. Para saksi yang salamat mengatakan perburuan oleh pasukan Serbia (etnis di bekas Yugoslavia yang beragama Kristen) atas pria dan anak lelaki Muslim Bosnia terus berlangsung sekitar satu bulan setelah tiga hari pembantaian itu.*





Saudi Kecam Bom Bunuh Diri yang Bunuh 30 Tentara Mesir di Sinai

Saudi Kecam Bom Bunuh Diri yang Bunuh 30 Tentara Mesir di Sinai

Berita Internasional Update

Hidayatullah.com–Pasca serangan di Sinai yang mambunuh 30 tentara Mesir, Raja Salaman Bin ABdul Aziz mengirim telegram kepada Presiden Mesir Abdul Fattah As Sisi yang ikut mengecam serangan tersebut.


Al Arabiya (31/1/2015) melansir bahwa dalam telegram yang dikirim, Raja Salman bin Abdul Aziz menyatakan mengenai serangan Sinai tersebut,”Kami mengecam serangan tersebut dengan keras”.


Raja Salman Bin Abdul Aziz juga menyampaikan bahwa pihaknya satu posisi dengan Mesir dalam melawan apa yang ia sebut sebagai terorisme dan hal itu juga menunjukan konistensi negaranya dalam melawan terorisme.


Dalam telegram itu Raja Salam juga menyampaikan ikut berduka atas jatuhnya korban meninggal dari tentara Mesir,”Saudi mengharap agar Allah menerima para syuhada”.


Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa pihak yang menyatakan sebagai Anshar Bait Al Maqdis yang telah berbaiat kepada Daulah Islamiyah Iraq wa Syam menyatakan melalui akun Twitter bertanggung jawab atas serangan yang dilakukan pada hari Kamis lalu.


Terakhir, pihak Mesir menyatakan bahwa serangan itu mentarget kamp tentara dan kantor kepolisian di utara Sinai dengan menggunakan 3 bom mobil dengan cara bunuh diri. Dalam serangan itu dikabarkan 30 tentara terbunuh dan 50 terluka.





The Economist: Riyadh Lebih Aman Dibanding Jakarta

The Economist: Riyadh Lebih Aman Dibanding Jakarta

Berita Internasional Update

Hidayatullah.com–Riyadh merupakan kota teraman ke-46 dalam daftar 50 kota teraman untuk tahun 2015. Tokyo menjadi negara paling aman dan Jakarta menduduki peringkat buncit dalam daftar yang disusun oleh majalah The Economist.


Dalam evaluasinya untuk menentukan 50 kota teraman di dunia, The Economist menggunakan empat indikator, termasuk kualitas keamanan digital dan tingkat pencurian identitas. Kota Riyadh menduduki posisi ke-43 dengan 53,26% dalam kategori itu, lansir Arab News (29/1/2015).


Dalam kategori keamanan kesehatan, yang ditinjau dari usia harapan hidup penduduknya dan tingkat perbandingan kapasitas tempat tidur di rumah sakit dengan jumlah penduduk, Riyadh mendapat skor 53,33 persen.


Ibukota Arab Saudi itu juga mendapatkan 61,53 persen untuk keamanan infrastruktur yang antara lain mencakup kualitas jalan.


Dalam kategori keamanan personal Riyadh mendapatkan 60,25 persen dengan penilaian seperti intervensi polisi dan jumlah korban kejahatan.


Secara keseluruhan Tokyo menempati peringkat pertama, Abu Dhabi ke-25, Doha ke-29, Kuwait ke-36, Teheran ke-49 dan Jakarta ke-50.


New York dan Los Angeles menduduki peringkat pertama dalam kategori keamanan digital dan Zurich dalam kategori keamanan kesehatan serta infrastruktur.*





Penyelundup Narkoba asal Pakistan Dieksekusi di Makkah

Penyelundup Narkoba asal Pakistan Dieksekusi di Makkah

Berita Internasional Update

Hidayatullah.com–Seorang warga negara Pakistan telah dieksekusi mati hari Selasa lalu, karena menyelundupkan narkoba ke dalam wilayah Arab Saudi, lansir Arab News Kamis (29/1/2015).


Latif Khan Noor Zada ditangkap di Jeddah bersama narkoba jenis heroin dalm jumlah besar, kata Kementerian Dalam Negeri dalam pernyataannya.


Pria Pakistan itu diadili di pengadilan umum, di mana dia dinyatakan bersalah berdasarkan bukti-bukti yang dimiliki jaksa dan diberi hukuman mati.


Eksekusi penyelundup narkoba itu telah dilakukan di kota Makkah.*





Sikap Diam, Periode Makkah dan Tanggapan Terhadap Penghinaan Atas Nabi Muhammad (SAW)

Sikap Diam, Periode Makkah dan Tanggapan Terhadap Penghinaan Atas Nabi Muhammad (SAW)

150123_Ankara_01

Aksi bela Nabi SAW di Turki



Rasa cinta dan persatuan yang ditampilkan oleh kaum Muslim di Eropa setelah dilakukannya penghinaan oleh majalah Charlie Hebdo dan para pendukungnya terhadap Nabi Muhammad (SAW) yang kami cintai telah menyejukkan hati. Kaum Muslim melihat apakah pemerintahan Muslim akan mengambil tindakan tegas untuk membela kehormatan Nabi (SAW) tetapi sekali lagi reaksi dari rezim-rezim itu begitu sedikit. Hal ini tidak mengejutkan karena tidak adanya negara Khilafah Rasyidah sebagaimana yang didirikan oleh Nabi (SAW) yang peduli terhadap Allah (SWT), Nabi (SAW) dan umat Islam.


Meskipun terdapat tekanan dari banyak politisi, intelektual dan media, banyak Muslim di Eropa yang bersumpah untuk menentang penghinaan terhadap Rasulullah (SAW). Namun, sebagian suara komunitas Muslim berpendapat bahwa umat Islam di Barat harus mengabaikan penghinaan itu dan tidak perlu meresponnya dengan mengatakan bahwa saat ini adalah periode Mekkah, dimana Nabi SAW sendiri tidak menanggapinya dan oleh karena itu tidak perlu mengatakan apa-apa.


Apakah pernyataan ini karena rasa takut mereka? Sedangkan, saat dimana umat Islam di Eropa sedang menghadapi iklim penentangan yang kuat dari undang-undang anti-teror, dengan dilakukannya penangkapan dan penggerebekan yang menargetkan kaum Muslim yang berbicara mengenai kebijakan pemerintah Barat sehingga begitu banyak memiliki alasan untuk tidak mau merubah situasi. Atau apakah pernyataan itu adalah pelajaran akurat yang diambil dari Sirah Nabi pada periode Makkah?


Tampaknya sebagian orang telah salah paham tentang apa yang sebenarnya terjadi pada periode Mekah. Karena ketika kita melihat pada Asbabul Nuzul dari beberapa ayat yang diturunkan di Makkah, kita dapat benar-benar memahami apa yang sebenarnya terjadi ketika sebagian orang mencoba mencoreng citra Nabi Muhammad (SAW) dengan memberikan berbagai tuduhan palsu supaya orang-orang tidak mau mendengarkan beliau. Kaum Quraisy menyebutnya gila, peramal (Kahin) penyair gila dan berbagai istilah yang menghina lainnya untuk memalingkan manusia untuk mendengarkan beliau. Dalam hal ini, Allah (Swt) menunjukkan bagaimana Nabi (Saw), para Sahabat dan umatnya harus menanggapi upaya menodai citra Nabi Muhammad (Saw). Jadi ayat-ayat Surah al-Haqqah (69: 40-43) diturunkan untuk melemparkan kembali argumen palsu mereka dan menunjukkan kontradiksi dan kebohongan berbagai tuduhan tersebut.


((إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ))


“Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu (Allah yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,”


((وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَاعِرٍ ۚ قَلِيلًا مَّا تُؤْمِنُونَ))


“dan Al Quran itu bukanlah Perkataan seorang penyair. sedikit sekali kamu beriman kepadanya.”


((وَلَا بِقَوْلِ كَاهِنٍ ۚ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ))


“dan bukan pula Perkataan tukang tenung. sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya.”


((تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ))


“ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam.”


Bagaimana mungkin bahwa kemarin, sebelum nya Wahyu, mereka memanggilnya orang yang terpercaya, dan tiba-tiba pada hari ini, mereka menuduhnya seorang pendusta! Mereka tahu betul bahwa kata-kata yang kini ada bukanlah kata-kata seorang peramal atau seorang gila, tetapi adalah Wahyu dari Sang Pencipta langit dan bumi. Surah al-Masad bahkan menyebutkan nama salah satu penuduhnya (Abu Lahab) dan Surah al-Haqqah ini dibacakan oleh para Sahabat dan digunakan ketika mereka berdebat dengan kaum pemuka Quraisy dan orang-orang lain yang ingin menodai citra Nabi dan membuat orang untuk berpaling dari beliau dan pesan-pesannya. Gambaran yang Anda dapatkan adalah gambaran tentang salah satu perdebatan intelektual yang kuat antara kaum Muslim dan para penuduhnya, bukan gambaran tentang diamnya kaum Islam saat ini atas tuduhan palsu yang dibiarkan untuk menenggelamkan dan menelan orang-orang muslim kebanyakan.


Jadi bagaimana orang bisa mengaku telah mengetahui Sirah sehingga umat Islam di Eropa harus berdiam diri dalam menghadapi penghinaan ini? Bagaimana seseorang bisa mengaku mencintai Nabi (Saw) dan tidak berbicara ketika pikiran kaum muslim kebanyakan sedang diracuni untuk menentang Islam dan kaum Muslim?


Semakin mereka menghina Nabi (Saw), semakin kita akan mengasihi beliau, dan semakin berpegang kepada Sunnah dan semakin membelanya sebagaimana yang diajarkan Allah kepada kita.


Ditulis Untuk Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir oleh

Taji Mustafa


Perwakilan Media Hizbut Tahrir Inggris


Baca juga :



  1. Penghinaan Terhadap Islam dan Nabi Muhammad (SAW) Akan Terus Berlanjut Tanpa Adanya Khalifah

  2. Pernyataan HTI Tentang “Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad SAW Oleh Charlie Hebdo”

  3. Menyikapi Penghinaan terhadap Nabi Muhammad S.A.W

  4. Jewel of Medina (Permata dari Madinah): Penghinaan lagi atas Nabi Muhammad SAW yang kita cintai

  5. South Park, Lagi, Penghinaan Lain Terhadap Nabi Muhammad





Kelompok Mahasiswa Inggris Kutuk RUU Kontra Terorisme

Kelompok Mahasiswa Inggris Kutuk RUU Kontra Terorisme

anti ruu kontraterorismPara mahasiswa di universitas-universitas terkemuka Inggris telah mengutuk RUU kontra-terorisme yang baru dari pemerintah, yang mereka khawatirkan akan menghalangi diskusi tentang ide-ide radikal di kampus dan akan memberi “efek yang membuat dingin” hubungan antara para mahasiswa dan staf.


Kelompok-kelompok mahasiswa di perguruan tinggi seperti UCL, LSE, Queen Mary, Soas, KCL, Cardiff dan Kingston telah mengirimkan pesan darurat untuk para serikat mahasiswa pada pekan yang mendesak mereka untuk bersikap terhadap RUU ini.


Pada pertemuan para serikat mahasiswa di LSE, sebagian mahasiswa berpendapat bahwa RUU itu akan mengkriminalisasi ide-ide dan akan menghentikan para mahasiswa untuk berbicara. Yang lainnya mengatakan hasil itu akan menempatkan kewajiban yang tidak adil pada para dosen untuk memantau para mahasiswa mereka.


Buckley-Irvine, 21 tahun, Sekjen Serikat Mahasiswa LSE, mengatakan: “Saya percaya bahwa kami harus bersikap radikal, saya percaya untuk mempertanyakan nilai-nilai, dan saya percaya untuk memajukan perubahan politik dan moral. Keyakinan ini tidak akan membuat saya atau orang lain menjadi teroris dan tidak membenarkan pemantauan apapun.”


Omar Begg, mahasiswa berusia 23 tahun di LSE, mengatakan dia khawatir piara mahasiswa Muslim di kampusnya secara proporsional akan terpengaruh oleh tindakan itu.


“Mahasiswa lain yang memiliki keluhan akan dirujuk pada penasehat kesehatan mental atau layanan mahasiswa yang memadai, tetapi jika seorang Muslim mengungkapkan sentimen yang sama, profesor atau dosen kami diwajibkan untuk melaporkan kami,” katanya.


“Saya pikir kami akan takut untuk mengekspresikan pendapat kami di kelas. RUU ini pada dasarnya merusak segala sesuatu yang kami lakukan, katakan dan bagaimana kami melakukan pendekatan pada hal-hal atau mengambil tindakan. Kami akan terkurung dalam zona yang terbatas. ”


The National Union of Students juga mengutuk RUU anti-teror itu. Dikatakan: “RUU itu mengusulkan sejumlah langkah baru yang membangun kembali undang-undang pada dekade sebelumnya yang anti-ekstremisme dan telah melegitimasi pengawasan massal dan mengikis kebebasan penduduk sipil di Inggris.


“Setiap keinginan oleh negara untuk melibatkan para staf akademik untuk memantau para mahasiswa mereka sangat mengkhawatirkan, dan bisa berdampak buruk pada hubungan antara staf dan mahasiswa. Kami pada dasarnya percaya bahwa universitas dan perguruan tinggi adalah tempat pendidikan, bukan tempat pengawasan. ”


Ibrahim Ali, wakil presiden Federasi Mahasiswa Masyarakat Islam, yang mengatakan mereka mewakili lebih dari 130.000 mahasiswa Muslim, mengatakan sikap pemerintah terhadap organisasinya telah menjadi “dingin”. Dia mengatakan pemerintah telah menolak untuk terlibat dengan federasi itu sejak tahun 2010.


“Dalam sebuah lingkungan di mana para mahasiswa Muslim sudah merasa seperti berada di bawah peningkatan pengawasan, langkah-langkah yang diuraikan dalam RUU ini hanya akan memperkuat kekhawatiran mereka,” katanya. (theguardian.com, 29/1/2015)


Baca juga :



  1. Pernyataan HT Bangladesh: Proposal Inggris Untuk Membentuk Badan Kontra Terorisme Merupakan ALat Untuk Menghalangi Bangkitnya Islam Secara Politik Ideologi

  2. Intelejen Inggris Setorkan Biodata Mahasiswa Muslim Inggris ke CIA

  3. Polisi Inggris Tangkapi Mahasiswa Muslim

  4. Inggris: 40 Persen Mahasiswa Muslim Menginginkan Syariah Islam

  5. 5 Fakta Tentang Penahanan Berdalih Anti-Terorisme di Inggris





Masyarakat Aceh Minta Misionaris Dihukum Berat

Masyarakat Aceh Minta Misionaris Dihukum Berat

aceh ormas islamBANDA ACEH, Muslimdaily.net – Setelah kecaman mengalir untuk RS (41) dan WM (40), pasangan suami istri (pasutri) yang tertangkap tangan menyebarkan buku Kristen di Taman Rusa, Aceh Besar, dan kemudian ditahan polisi, kini sejumlah ormas Islam juga meminta pasutri tersebut diberi hukuman setimpal karena perbuatannya itu.


Hal itu disampaikan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dalam rapat jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama ormas Islam di Aula Kantor Satuan Polisi pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh, Kamis (29/1/2015).


Permintaan itu, antara lain, disampaikan oleh Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Aceh Besar, Abdul Wahid. Menurutnya, tindakan yang dilakukan oleh pasutri itu bukanlah tindakan biasa. Ia menganggap, keduanya sedang melakukan pekerjaan yang sangat besar di Aceh, yakni untuk agenda misionaris yang sarat dengan pendangkalan akidah masyarakat Aceh yang mayoritasnya muslim.


“Mereka ini wajib dihukum, jangan mudah saja dilepas. Hukuman yang diberi juga harus setimpal, ini penistaan agama Islam namanya. Sebenarnya kalau kita berpegang pada hukum Allah, justru hukuman yang diberikan malah lebih berat,” sebut Abdul Wahid.


Dalam rapat itu, Abdul Wahid juga mendesak DPRA, Dinas Syariat Islam Aceh, dan jajaran lainnya agar serius merujuk qanun dengan berpegang teguh pada Alquran dan hadis.


Ia juga meminta Gubernur Aceh agar memberi perhatian lebih untuk masalah tersebut, karena itu menyangkut dengan martabat umat Islam dan kearifan lokal Aceh. “Ini Aceh, kita sangat menjunjung tinggi agama (Islam) dan adat istiadat. FPI dengan ini meminta pemerintah agar serius menangani masalah ini, dan kami akan mengawal masalah pasutri ini sampai selesai, segera dihukum jangan sampai kami memilih cara kami sendiri,” tegasnya. Seperti dilansir serambi.


Terpisah, Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), Tgk H Bulqaini juga menyampaikan hal yang sama. Bulqaini mengatakan, pemerintah agar segera meggelar perkara untuk kedua pelaku tersebut. Mereka harus dijerat dengan qanun yang ada di Aceh, juga harus merujuk pada pasal pidana tentang penistaan agama. “Jika semua hukum tidak bisa menjerat mereka dan pemerintah tidak sanggup berpikir mengenai mereka, serahkan saja keduanya kepada masyarakat Aceh, biar masyarakat yang meghukumnya,” ujar Bulqaini.


Sementara itu, Kasi Penyidikan Satpol PP dan WH Aceh, Marzuki Ali dalam rapat itu menyampaikan, setelah dipelajari dan diselidiki RS dan WM bisa dijerat dengan Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Syariat Islam. Pasal 8 ayat (4) qanun itu menyebutkan, setiap pemeluk agama selain Islam tidak dibenarkan melakukan kegiatan/perbuatan yang dapat mengganggu ketenangan dan kekhusyukan pelaksanaan umat Islam.


Namun, kata Marzuki, keduanya itu tidak disidang atau digelar perkaranya oleh Mahkamah Syar’iyah, karena RS dan WM berstatus nonmuslim. “Mahkamah Syari’yah kan tidak berhak menyidang perkara pelaku nonmuslim yang melanggar qanun atau perda. Satu-satunya jalan ke luar terhadap kasus ini, kedua mereka didakwa saja dengan Pasal 156 huruf a KUHPidana, tapi bukan kami lagi yang berhak melakukan penyidikan nantinya, itu harus kepolisian dan disidang di pengadilan negeri,” ujarnya.


Marzuki menjelaskan, Pasal 156 huruf a KUHP itu mengatur tentang pidana bagi perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia dengan sengaja di muka umum.


Untuk kasus RS dan WM, sambung Marzuki, pihak Kepolisian Aceh Besar sudah menyidik keduanya, tapi mereka tidak dinyatakan melanggar pasal tersebut. “Awalnya kan Polres Aceh Besar yang menyidik kasus ini. Hasil dari penyidikan itu mereka tidak dinyatakan melakukan penodaan terhadap suatu agama, tidak memenuhi unsur, makanya dilimpahkan kepada Satpol PP dan WH Aceh,” kata Marzuki.


Untuk sementara, pihaknya akan segera melakukan rapat kembali bersama pihak Kajati dan Kaolda Aceh serta instansi lainnya untuk menyelesaikan kasus tersebut. Soalnya, banyak kalangan yang meminta RS dan WM dihukum agar menimbulkan efek jera bagi pasutri tersebut, maupun bagi calon pelaku lainnya yang tetap proaktif mengembangkan agama tertentu kepada pemeluk Islam di Aceh





Gafatar Percaya Tahun 2025 Ahmad Musadek Menjadi Nabi

Gafatar Percaya Tahun 2025 Ahmad Musadek Menjadi Nabi

gafatar 3TERNATE, Muslimdaily.net - Setiap zaman pasti ada masa dan akhirnya. Demikian pula dalam perjalanan kehidupan manusia ikut bertransisi dengan fenomena zaman itu sendiri.


Jika dilekatkan dengan agama, di mana masing-masing nabi diutus ke dunia sesuai dengan zamannya masing-masing. Konsep inilah yang dipercayai oleh pengurus dan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).


Ormas yang menjadikan Millah Abraham sebagai sumber ideologinya itu percaya, setiap nabi diutus memiliki periodisasi dengan waktu yang sama. Gafatar percaya, suatu waktu akan muncul nabi baru yang kelak akan menggantikan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman.


Gafatar percaya setiap nabi, baik Musa, Isa, dan Muhammad, memiliki periodisasi yang sama yakni 1.400 tahun.


“Nah akhir dari periodisasi Muhammad itu sampai pada 2024 jika dihitung sejak kemunculan awalnya. Kami meyakini akan muncul nabi baru pada 2025 dengan nama Ahmad Musadek,” ungkap Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gafatar Provinsi Maluku Utara (Malut), Rudy Hadi seperti dilansir Okezone.


Rudy yang didampingi kepala bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom) Gafatar Malut, Adnan Saleh, mengatakan, kepercayaan ini bukan tanpa alasan alias atas dasar logika.


“Dalam Alquran surat Al-Araf ayat (34) disebutkan, tiap-tiap umat manusia punya batas waktu,” ucap Rudy seraya menunjukkan ayat Alquran.


Ramalan ini sendiri dipercaya oleh pengurus Gafatar disandarkan pula pada ramalan Joyoboyo. Mereka percaya jika datang nabi baru bukanlah dari keturunan bangsa Arab.


“Ahmad Musadek adalah Bani Jawi yang merupakan keturunan dari Abraham seorang Babilonia dengan isteri ketiganya Kentura yang merupakan seorang dari bumi nusantara,” cetusnya.


Di bagian akhir, Rudy meminta agar semua pihak dapat menerima perbedaan pendapat yang dimiliki masing-masing manusia. Dirinya bahkan berani mengatakan, jika ada yang mengatakan ajaran Gafatar itu sesuatu yang sesat maka itu sungguh keliru.


“Pemahaman kami bersumber dari ajaran Ibrahim. Dan apabila ada pendapat yang mengatakan kami sesat, itu keliru,” tegasnya.[krjogja]





Seminar Skandinavia: “Apakah Loyalitasmu untuk Rasulullah Muhammad SAW?”

Seminar Skandinavia: “Apakah Loyalitasmu untuk Rasulullah Muhammad SAW?”

Publikasi-publikasi yang diterbitkan atas nama Hizbut Tahrir Pusat dan Wilayah, Kantor Media (al-Maktab al-I'lami), Juru Bicara dan Perwakilan Media Hizbut Tahrir saja yang merupakan pendapat Hizbut Tahrir. Dan yang selain itu merupakan pendapat penulisnya, sekalipun dipublikasikan dalam website Hizbut Tahrir Indonesia, Majalah, Tabloid, Multimedia yang diproduksi Hizbut Tahrir Indonesia. Boleh mengutip dan mempublikasikan kembali apa saja yang diterbitkan Hizbut Tahrir dan websitenya, dengan syarat tetap menjaga amanah (kejujuran) dalam penyalinan (penerjemahan) dan pengutipan tanpa memotong, menginterpretasi dan mengubahnya, serta harus mencantumkan sumber dari apa yang dikutip, diterjemahkan dan dipublikasikan.





Menempa Leadership dan Skill dengan SHE Warrior Training

Menempa Leadership dan Skill dengan SHE Warrior Training


Kubik Training kembali menyelenggarakan Pama FRIEND Program for Safety Health Environment (SHE) Division yang merupakan rangkaian program challenge training, program pelatihan komprehensif yang dirancang untuk mengembangkan SHE Officer (SO) agar memiliki kualifikasi yang dapat diandalkan baik dalam hal self leadership maupun technical skill, dengan melakukan berbagai treatment (penempaan), observasi (pengamatan), dan penilaian kepada setiap peserta.


Pelatihan batch II ini berlangsung selama lima hari di Pamapersada Nusantara CILE Training Center. Sebanyak 31 SHE Officer Pama mengikuti program ini hingga akhir. Peserta mempelajari 3 prinsip dari Self Leadership yaitu Fighting Spirit: Militansi Daya Juang, Kontrol Diri: Bertanggung Jawab, dan Integritas: Percaya Diri dan Tegas yang dibawakan oleh Coach Indrawan Nugroho dan Andra Donatta pada hari pertama dan kedua.


Definisi integritas berarti keselarasan kata, suara hati, ekspetasi dan perilaku. Integritas memberi kejelasan. Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta berani menunjukkan ketegasan dalam membuat keputusan dan menegakkan kebenaran di tempat kerjanya masing-masing sesuai dengan aturan yang berlaku di perusahaan.


Selain Self Leadership, peserta juga mempelajari technical skill. Technical skill yang dipelajari oleh peserta dalam program ini ada dua, yang pertama Interpersonal skill dan Influencing others skill, yang disampaikan oleh Coach Ferlita Sari dan Indrawan Nugroho pada hari ketiga dan keempat. Tujuan dari interpersonal skill adalah membangun hubungan baik dengan semua pihak sehingga membangun kepercayaan dan rasa hormat terhadap peran SHE Officer. Ada 3 hal kunci interpersonal skill, yaitu Bangun kesetaraan (penampilan, percakapan, bahasa tubuh), Hadirkan ketertarikan (emphatic listening & appreciative inquiry), dan Beri bantuan.


Selanjutnya, pada hari terakhir keseluruhan materi di wrap up oleh Andra Donatta sekaligus melakukan prosesi penutupan keseluruhan rangkaian program dengan menantang seluruh peserta untuk meneriakkan komitmen mereka satu persatu.


Sebuah kehormatan bagi Kubik Training dapat dipercaya untuk menjadi partner PAMA dalam menempa para SHE Warrior. Kami sangat salut melihat ketangguhan para SHE Warrior dalam menjalankan setiap tantangan, tugas dan pembelajaran yang diberikan. Kami yakin dan percaya bahwa seluruh peserta akan mampu menjalankan tugas mereka sebagai SHE Warrior yang Tulus, Tegas dan Tuntas.


[Untuk membaca artikel lainnya tentang Kubik Training, silahkan kunjungi http://www.kubiktraining.com]





Polisi Perancis Interogasi Seorang Anak Usia 8 tahun Atas Tuduhan Berkomentar Dukung Terorisme

Polisi Perancis Interogasi Seorang Anak Usia 8 tahun Atas Tuduhan Berkomentar Dukung Terorisme

Gunmen fleeing the Charlie Hebdo officesSeorang anak berusia delapan tahun di Perancis telah diinterogasi oleh polisi selama setengah jam hari Rabu setelah dituduh membuat komentar di sekolahnya yang memuji teroris, kata polisi.


Anak itu membuat khawatir pihak sekolah ketika dia menolak ikut mengheningkan cipta selama satu menit di sekolahnya di sebuah kota di selatan Nice setelah terjadi penembakan di kantor Charlie Hebdo pada tanggal 7 Januari, menurut Marcel Authier, yang bertanggung jawab atas keamanan publik di kawasan itu.


Gurunya mengatakan anak itu juga menyatakan “solidaritas” dengan orang-orang bersenjata.


“Akhirnya, kepala sekolah memutuskan untuk melaporkan kepada polisi apa yang terjadi,” kata Authier, yang menekankan bahwa anak itu tidak bermasalah.


Pengacara anak itu Sefen Guez Guez tidak segera bersedia untuk berkomentar tetapi di Twitter-nya (@ibnSalah) dia menulis bahwa anak itu mengaku kepada polisi mengatakan : “Saya bersama dengan teroris”


Namun ketika polisi menanyakan apa arti kata “terorisme”, dia menjawab: “Saya tidak tahu”, menurut tweet itu.


“Jelas, anak tidak mengerti apa yang dia katakan.”


Ayah anak itu sangat terkejut dengan perlakuan yang digambarkan sebagai “histeria kolektif” yang melanda Perancis. (theguardian.com, 29/1/2015)


Baca juga :



  1. Anak Usia Tujuh Tahun Angkat Senjata Lawan Rezim Assad

  2. Duka Seorang Ibu atas Syahidnya sang Putri Korban Terorisme Rezim Assad.

  3. Elly Risman: Kenalkan Anak tentang Pelecehan Seksual Mulai Usia 7 Tahun

  4. Polisi Afghan Tewaskan Tujuh Anak-Anak

  5. Seorang Anak Berusia 12 Tahun Menjadi Korban Drone di Yaman





Seorang Anak Berusia 12 Tahun Menjadi Korban Drone di Yaman

Seorang Anak Berusia 12 Tahun Menjadi Korban Drone di Yaman

yemen-drone-strikeSebuah kelompok HAM Yaman mengatakan pada hari Selasa bahwa siswa kelas enam berusia sekitar 12 tahun tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di timur ibukota Sanaa, sebuah pernyataan yang bisa meningkatkan kekhawatiran baru atas kampanye militer Washington terhadap para tersangka militan.


Kelompok itu mengatakan Mohammed Saleh Qayed Taeiman adalah salah satu dari tiga orang yang dilaporkan tewas dalam serangan pesawat drone hari Senin. Dikatakan ayah dan kakaknya juga telah tewas dalam serangan pesawat tanpa awak tahun 2011, dan ketiga saudaranya yang lain terluka dalam serangan pesawat drone yang lain.


Para pejabat Yaman mengatakan pada hari Senin bahwa tiga orang yang diyakini kelompok militan Al-Qaeda tewas dalam sebuah mobil ketika sedang bepergian di wilayah Hareeb provinsi Marib. Ini merupakan serangan pesawat tak berawak pertama sejak Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dukungan AS dan pemerintahnya mundur hari Kamis lalu.


Amerika Serikat mengakui menggunakan drone untuk memerangi Al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) di Yaman tetapi tidak berkomentar secara terbuka mengenai serangan itu.


Organisasi Nasional Yaman Untuk Korban Drone (NODV) menggambarkan anak itu sebagai “anak normal” kelas 6 SD, dan menambahkan bahwa Taeiman baru-baru ini dirawat di sebuah rumah sakit militer pemerintah Yaman di Sanaa setelah ditendang oleh unta.


NODV mengatakan bahwa ayah Taeiman yang berusia 65 tahun, Saleh Qayed Taeiman, tewas bersama salah seorang putranya bernama Jalal, 16 tahun, dalam serangan pesawat tak berawak tahun 2011. Saudara ketiganya, yang berusia 17 tahun, Ezz el-Deen, selamat dari serangan pesawat tak berawak yang lain, tetapi masih memiliki pecahan peluru di tubuhnya, kata NODV.


NODV mengatakan bahwa salah satu korban lainnya dalam serangan Senin itu diidentifikasi sebagai Abdullah Khaled Aziz al-Zindani, seorang pekerja peternakan. Suku Taeiman akan bertemu dengan suku-suku lain di wilayah itu untuk membahas tanggapan mereka atas serangan ini. (worldbulletin.net, 27/1/2015)


Baca juga :



  1. Kemarahan Terhadap Serangan Drone AS Meluas, Rezim Yaman Membiarkan

  2. Kesepakan Imbal Balik Perang Drone AS Atas Terbunuhnya Militan Pakistan oleh Rudal CIA

  3. Lain Malala lain Tariq Aziz, Kisah Anak Korban Pesawat Drone Amerika

  4. Pesawat Tanpa Awak Negara Brutal AS Serang Rombongan Pengantin, 13 Orang Terbunuh di Yaman

  5. Industri Drone AS Klaim Bisa Ciptakan 70 Ribu Lapangan Kerja





Heppy Trenggono: Bangun Karakter Untuk Bentuk Kader Partai Yang Militan

Heppy Trenggono: Bangun Karakter Untuk Bentuk Kader Partai Yang Militan


Inroji berharap Partai Bulan Bintang mampu melaksanakan strategi-strategi di atas, sehingga pada pemilu periode 2019




Hidayatullah.com- Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF), Ir. H. Heppy Trenggono M.Kom mengatakan strategi yang bisa dilakukan partai dalam menghimpun kekuatan yaitu dengan membangun karakter yang kuat untuk melahirkan kader yang militan.


“Sekarang tidak ada pembangunan karakter, tetapi yang ada justru pembangunan merk atau pencintraan,” kata Heppy sebagai pembicara pertama dalam acara Seminar Nasional Pimpinan Partai Menyongsong Mukhtamar IV Partai Bulan Bintang (PBB) yang bertajuk “Mantapkan Ideologi Menentukan Arah dan Strategi Perjuangan”, di Markas Besar DPP PBB, Jakarta, belum lama ini.


Heppy mengatakan jika kejujuran itu sedikit sekali melekat pada pribadi bangsa saat ini.


“Misalkan saja ada seratus ribu kader militan yang kuat pasti Indonesia bisa digoncang,” tegasnya.


Selain itu, kata Heppy, juga harus ada posisioning karakter yang jelas. Jika Sukarno masih hidup, katanya, perang di Palestina tidak akan pernah terjadi.


“Dalam artian bukan Sukarno yang hidup tetapi posisioning karakternya yang masih hidup,” tegasnya.


Untuk strategi yang terakhir, lanjut Heppy yaitu bagaimana mengelola akses financial atau keuangan partai dengan manajemen yang baik dan transparan.


“Sukarno menyebut tiga strategi itu dengan istilah Trisakti,” pungkasnya.


Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PBB Bengkulu, Inroji, mengatakan jika komitmen itu penting dalam berpartai guna membangun kekuatan partai agar manajemen bisa menjadi lebih baik lagi.


“Selain yang disampaikan Heppy di awal, ada dua hal yang bisa dilakukan di antaranya menyeleksi kader yang betul-betul militan dan menempatkan mereka sesuai dengan potensinya,” kata Inroji.


Inroji berharap semoga PBB mampu melaksanakan strategi-strategi di atas, sehingga pada pemilu periode 2019 mendatang PBB bisa bangkit kembali dan menjadi partai yang lebih baik lagi.*






Transferlah Ilmu Kepada Istri dengan Benar

Transferlah Ilmu Kepada Istri dengan Benar


Suami yang berkarir di perusahaan yang peduli dengan pengenbamgan sumber daya manusia biasanya mendapatkan pelatihan-pelatihan bermutu. Termasuk pelatihan soft skill bagi pengembangan karir dan kehidupan. Saran saya, usai pulang training soft skill segera ilmunya ditransfer ke istri agar tidak terjadi kesenjangan pemahaman kehidupan yang semakin lebar.


Transfer ilmu yang didapat selain akan mengkristalkan ilmu yang Anda dapatkan sekaligus meningkatkan komunikasi di keluarga, melatih kemampuan bicara suami dan tentu menjadi pencerahan bagi sang istri. Sungguh sangat berbahaya bila sang suami sering mendapat pelatihan sementara sang istri jarang mendapat sentuhan materi training yang bermutu.


Namun perlu dicatat, saat memberikan ilmu tersebut harus disertai kerendahan hati bukan sok tahu apalagi merendahkan sang istri. Jadikan moment itu untuk membangun komunikasi dan kemesraan dengan istri bukan untuk melecehkan belahan jiwa Anda.


Kisah berikut saya peroleh dari teman saya. Ada sepasang suami istri yang sedang duduk di ruang keluarga sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Tiba-tiba sang istri berkata, “Pak, tolong ambilkan koran dong.”


Sang suami langsung menjawab, “Ya ampun mama, di era dunia maya begini kok masih baca koran. Kuno, ma. Informasinya terbatas dan terkadang sudah basi. Nih, pakai iPad bapak saja dijamin lebih jos gandos.”


Lalu, praakkk! Sang istri menggunakan iPad baru milik suaminya itu untuk memulul kecoa di lantai. Matilah sang kecoa… dan menjeritkah sang suami.


Salam SuksesMulia!


Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook





Membongkar Al-Quran Raksasa yang Menghebohkan

Membongkar Al-Quran Raksasa yang Menghebohkan

Sempat bikin geger Sidoarjo, Alquran raksasa tiban dibakar MUI

Surabaya,Peristiwa Alquran raksasa tiban sempat menggegerkan Warga Desa Glagaharum, Sidoarjo, Jawa Timur. Saksi menceritakan tiba-tiba Alquran berukuran besar sekitar 2 meter x 2,40 meter dengan tebal sekitar 15 centimeter tersebut, jatuh di depan rumah Anang Asriyanto saat sedang menggelar istigosah.

Berita menghebohkan ini menyebar dengan cepat. Alhasil, rumah Anang yang biasanya sepi, mendadak ramai dikunjungi warga sekitar. Bahkan ada yang datang dari luar kota.



Anang menegaskan dan berusaha menyakinkan bahwa peristiwa yang terjadi di rumahnya tersebut benar adanya, tanpa adanya rekayasa.


"Huruf hijaiyah Alquran juga tertulis sempurna. Hanya saja, kertas kitab suci itu terlihat ada sobekan dan kertasnya agak rapuh. Dugaan melihat tinta Alquran, usianya bisa mencapai ratusan tahun," kata Anang, Senin (12/1).


Pernyataan Anang tidak lantas membuat semua pihak yakin. Ulama di Jawa Timur termasuk MUI, berusaha membongkar dan mencari fakta sebenarnya di balik peristiwa itu. Rapat dengan melibatkan semua pihak yang berkepentingan; ulama, perwakilan pemerintah daerah setempat, hingga Anang juga dihadirkan di rapat.


Akhirnya, rapat membongkar peristiwa di balik Alquran raksasa tiban tersebut. Seperti apa ceritanya,


Dalam rapat yang digelar MUI Sidoarjo, Anang dicecar seputar peristiwa Alquran raksasa. Akhirnya pelaku mengakui semua perbuatannya, bahwa keberadaan Alquran raksasa bukan fenomena gaib, bukan turun dari langit. Tetapi sengaja diatur agar seperti kejadian tidak biasa.

"Anang membeli Alquran tersebut Rp 42 juta. Dia sudah mengaku dan menandatangani pernyataan tidak akan meminta ganti terkait akan dibakarnya Alquran," kata Ketum MUI Sidoarjo Usman Bahri kepada merdeka.com, Kamis (29/1).


MUI awalnya berencana akan melaporkan pelaku ke polisi, karena dinilai perbuatan pelaku melakukan kesalahan luar biasa menyangkut kemaslahatan umat Islam.


"Katanya membeli dari Andi Desa Cangkring, Candi (Sidoarjo). Dia beli dari perantara," kata Usman di ujung sambungan telepon.



Untuk menghindari munculnya keyakinan yang menyimpang, MUI Sidoarjo melakukan penelitian terhadap Alquran raksasa. Ketua MUI Sidoarjo KH Usman Bahri mengambil alih penyimpanannya dari rumah Anang ke Kantor MUI Sidoarjo.

Usman mengatakan, saat datang ke lokasi penemuan Al Quran raksasa bersampul kertas warna hitam itu, dia juga membawa Alquran ukuran kecil untuk membandingkan atau mencocokkan huruf hijaiyah dan lafaz-lafaznya.


"Setelah kita teliti dan kita cocokkan huruf-hurufnya dengan kitab kecil, ternyata ada kelebihan ayat pada surah Albaqarah. Pada ayat keempat surah tersebut, ada bunyi unzila yang ditulis dua kali secara berjajar," katanya.



MUI Sidoarjo akan membakar Alquran raksasa tiban. Ketua MUI Sidoarjo Usman Bahri mengatakan banyak kesalahan dalam Alquran yang diduga jatuh dari langit tersebut.

"Iya keputusan rapat terakhir harus dimusnahkan, harus dibakar sampai habis ludes. Agar tidak menimbulkan kemusyrikan. Itu salah semua," kata Ustaz Usman kepada merdeka.com, Kamis (29/1).


Kesalahan Alquran raksasa tiban kompleks. Selain salah kalimat dan harokat, juga penyusunan juz.


Keputusan memusnahkan Alquran ini merupakan hasil kesepakatan dalam rapat yang digelar MUI Sidoarjo bersama para ulama, perwakilan pemerintah daerah dan pelaku atau pemilik rumah Anang Asriyansah, yang digelar kemarin. (Merdeka)






Indonesia Krisis Literatur Islam

Indonesia Krisis Literatur Islam


Saat ini buku di Indonesia kebanyakan terjemahan, bukan dari penulis Indonesia yang mampu menulis literatur.



Indonesia Krisis Literatur Islam

Pembina Yayasan Bina Qalam Indonesia, Abdulkadir Baraja.




Hidayatullah.com–Pembina Yayasan Bina Qalam Indonesia, Abdulkadir Baraja mengatakan, saat ini Indonesia krisis literatur-literatur Islam yang merupakan karya penulis asli Indonesia.


“Saat ini di Indonesia kebanyakan adalah penerjemah, bukan penulis yang mampu menulis literatur,” kata Abdulkadir saat memberi sambutan pada Simposium Media Islam Online di Rumah Penulis Bina Qalam Indonesia, Surabaya, Rabu (28/1/2015) pagi.


Untuk itu, kata Abdulkadir, diperlukan program berkesinambungan untuk mencetak penulis dan ulama yang mampu menulis literatur rujukan dunia.


“Kehadiran Bina Qalam ini adalah untuk meningkatkan kemampuan penulis, sekaligus mempublikasikan hasil tulisannya,” jelas mantan aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) ini.


Abdulkadir melanjutkan, agar mampu menghasilkan karya buku yang bernilai, seseorang harus banyak membaca buku.


Simposium Media Islam Online yang diselenggarakan oleh Yayasan Bina Qalam Indonesia ini berlangsung selama dua hari (28-29/1/2015) . Acara ini dihadiri oleh jurnalis Islam yang mewakili media-media Islam online, seperti dari hidayatullah.com, islampos.com, kiblat.net, arrahmah.com, dakwatuna.com, alhikmah.co, suara-islam.com, fimadani.com, salam-online.com, dakta.com, dan lain sebagainya.*






Training Combad Integrity di PT. Rekayasa Industri

Training Combad Integrity di PT. Rekayasa Industri


Apakah para karyawan sudah menerapkan prinsip integritas dalam keseharian mereka bekerja di perusahaan? Untuk menjadi sosok yang berintegritas, Anda perlu memimpin pikiran, perasaan dan tindakan diri. Ini dinamakan dengan mengambil kontrol terhadap diri. Ada 3 ring dalam menerapkan prinsip-prinsip integritas, yaitu Direct action, Recommending action dan Response action.


Ring 1 – Direct action: adalah berupa tindakan nyata yang bisa kita lakukan, dan ketika dilakukan atau tidak maka dampaknya akan langsung kembali kepada kita. Misalnya saat mengerjakan job desc kita sendiri. Direct action ini adalah salah satu bentuk integritas, yaitu ‘commit’ kepada apa yang menjadi tanggung jawab.


Ring 2 – Recommending action: adalah berupa tindakan dalam bentuk rekomendasi (baik dalam bentuk saran, permintaan, masukan, atau sekedar menyampaikan informasi yang berbasis fakta). Misalnya saat memberikan feedback kepada departemen lain, memberikan usul kepada atasan, memberikan saran kepada pihak HR, dan lain-lain. Jika kita tahu ada yang ‘salah’, atau ada usulan solusi sebaiknya seperti apa pihak lain (di luar kontrol kita, tapi bisa kita pengaruhi), maka kita wajib menyampaikan hal tersebut sebagai wujud integritas kita.


Ring 3 – Response action: adalah berupa bentuk respon yang kita pilih untuk ditampilkan terhadap hal-hal yang berada di luar pengaruh dan di luar kontrol kita. Bentuk respon terbaik adalah dengan bersikap positif. Bersikap positif berarti berupaya merespon setiap hal tadi dengan ‘melihat’ sisi hikmah, dan juga sisi ‘room for improvement’, minimal bagi diri sendiri, maksimal bagi perusahaan. Jika ini kita lakukan, berarti kita juga tengah menegakkan integritas.


Training Combad Integrity untuk karyawan PT. Rekayasa Industri di IPMI Kalibata pada yang lalu juga membahas mengenai integritas karyawan. Tujuan diadakan training ini adalah agar para karyawan memilki integritas yang tinggi dalam bekerja. Dan selain itu mereka juga bisa menjadi agen integritas di tempat kerja. Peserta banyak sekali sharing dan bertanya terkait dengan problem atau improvement yang mereka hadapi saat ini, sehingga kelas menjadi aktif dan menyenangkan. Peserta juga kini siap mengaplikasikan nilai-nilai integritas ke dalam sikap kerjanya sehari-hari.


NB: Untuk membaca artikel lainnya tentang Kubik Training, silahkan kunjungi http://www.kubiktraining.com





Pemerintah Aceh Diminta Sikapi Serius Temuan Misi Pendangkalan Akidah

Pemerintah Aceh Diminta Sikapi Serius Temuan Misi Pendangkalan Akidah


Aceh sedang menjadi target para misionaris untuk menyebarkan ajaran agama tertentu.



Pemerintah Aceh Diminta Sikapi Serius Temuan Misi Pendangkalan Akidah

Serambi


Perwakilan dari jajaran Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) bersama ormas Islam menggelar rapat penting terkait ditemukan pasangan suami istri yang menyebarkan buku Kristen.




Hidayatullah.com–Banyaknya temuan kasus yang diduga bagian dari misi pendangkalan akidah di Aceh, diharapkan oleh berbagai kalangan supaya disikapi serius oleh Pemerintah Aceh. Rentetan kasus yang ditemukan selama ini diyakini bagian dari target untuk menyebarkan paham dan keyakinan yang bertentangan dengan akidah masyarakat Aceh yang mayoritas Islam.


Ketua Pembina Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Yusuf Al-Qardhawi secara blak-blakan menyebutkan Aceh menjadi target para misionaris untuk menyebarkan ajaran agama tertentu. Yusuf mengaku mendapatkan bocoran yang bisa dipertanggungjawabkan dari berbagai sumber, termasuk pengakuan rekannya yang melanjutkan pendidikan di Inggris.


Menurut Yusuf, ketika temannya berliburan ke Jerman, menemukan fakta adanya tempat ibadah nonmuslim yang menerima sumbangan dari pengikutnya untuk misi ke Aceh. “Kalau sebatas mereka mengumpulkan dana, itu urusan merekalah. Tetapi yang mengagetkan, ada yang terang-terangan menulis target penyebaran misi ke Aceh. Memang tertulis nama Aceh, Indonesia,” bkata Yusuf Al-Qardhawi, mengutip pengakuan temannya yang sempat pulang ke Aceh sebulan lalu.


“Bukan hanya saya yang mendengar cerita itu, tapi ada 10 teman saya yang lain,” lanjutnya, dilansir Serambi, Rabu (28/1/2015).


Misi pendangkalan akidah ke Aceh, menurut Yusuf, bukan cerita baru, tetapi sudah merebak sejak pascatsunami. Di Meulaboh, misalnya, sempat juga ditemukan berbagai buku dan VCD berisi kumpulan lagu-lagu keagamaan, dan brosur yang mengacu kepada pendangkalan akidah.


“Sudah banyak kejadian di Aceh yang merupakan misi pendangkalan akidah. Ini harus disikapi serius oleh pemerintah dan masyarakat agar tidak masuk perangkap mereka,” kata Yusuf Al-Qardhawi.*






Penyebaran Buku Berbau Kristenisasi di Aceh Meluas

Penyebaran Buku Berbau Kristenisasi di Aceh Meluas


Penyebaran buku kristenisasi itu dianggap merupakan bentuk provokasi oleh orang-orang yang ingin memperkeruh suasana toleransi umat beragama di Aceh yang selama ini sudah berjalan dengan baik.



Penyebaran Buku Berbau Kristenisasi di Aceh Meluas

Serambi


Ketua MPU Lhokseumawe Tgk Asnawi Abdullah (kiri) bersama Ketua Komisi D DPRK Lhokseumawe Tgk Syuib dan Ketua Komisi A MPU Lhokseumawe Tgk Hamdani Daud, memperlihatkan buku pendangkalan aqidah yang didapatkan di Lhokseumawe.




Hidayatullah.com–Penemuan buku dan compact disc (CD) berisikan pesan-pesan kristenisasi dan menyesatkan di Aceh terus meluas.Jika sebelumnya buku yang dikemas dalam berbagai judul itu beredar di sejumlah kabupaten/kota seperti Aceh Besar, Banda Aceh, dan Pidie, sekarang juga ditemukan oleh Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Lhokseumawe.


Buku yang dikirim orang tak dikenal kepada warga di tiga lokasi tersebut mulai ditemukan pada akhir Desember 2014 hingga sepekan lalu.


Ketua MPU Lhokseumawe, Tgk Asnawi Abdullah menjelaskan, pada akhir Desember 2014, satu buku berjudul “Islam=/=Logis” ditemukan seorang siswa di samping pagar SMAN 6 Lhokseumawe yang berlokasi di Desa Baloi, Kecamatan Blang Mangat. Lalu buku itu diserahkan ke Ketua Komisi D DPRK Lhokseumawe, Tgk Syuib, dan kemudian disampaikan ke MPU.


Seterusnya, tulis Serambi, Rabu (28/1/2015), pada awal Januari 2015 satu paket kiriman dari Raja asal Bandung melalui Kantor Pos ditujukan kepada Ridwan, warga Batuphat Timur, Muara Satu. Paket itu berisikan satu buku berjudul “Christ,Muhammad, And I” dan satu CD. Lalu, warga itu menyerahkan buku dan CD dimaksud kepada Ketua Komisi A MPU Lhokseumawe, Tgk Hamdani Daud.


Terakhir, lanjut Tgk Asnawi, satu paket yang dikirim dari Banten kepada Zulfikar, warga Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, melalui Kantor Pos sekitar seminggu lalu. Paket itu berisikan dua buku yang berjudul “Yang Haq dan Yang Bathil” dan “Kesaksian Khalid dan Rana”, serta satu CD.


Menurut Tgk Asnawi, pihaknya sudah mempelajari semua buku itu dan isinya sesat serta ingin melakukan pendangkalan akidah terhadap umat Islam di Aceh. “Karena itu, warga yang menerima buku serupa kami minta untuk tidak menyimpannya, tapi segera diserahkan ke MPU atau aparat keamanan. Bila disimpan, kita khawatirkan orang itu bisa dituduh yang bukan-bukan oleh warga lain, hingga bisa terjadi aksi anarkis,” jelasnya.


Ia memperkirakan, penyebaran buku kristenisasi itu merupakan bentuk provokasi oleh orang-orang yang ingin memperkeruh suasana toleransi umat beragama di Aceh yang selama ini sudah berjalan dengan baik.


“Meski selama ini di Aceh diberlakukan syariat Islam, tapi umat Islam tetap bisa menghargai penganut agama lain. Jika buku itu terus beredar di masyarakat, bukan tidak mungkin akan menyulut emosi umat Islam hingga terjadi SARA. Karena itu, kita imbau umat Islam di Aceh tak terpengaruh dengan kegiatan yang dilakukan pihak-pihak tak bertanggung jawab tersebut,” harap Tgk Asnawi.*






MS Kaban: Partai Bulan Bintang Masih Tetap Eksis

MS Kaban: Partai Bulan Bintang Masih Tetap Eksis


PBB mempersilahkan siapa saja yang ingin bergabung karena partai ini dinilai milik umat



MS Kaban: Partai Bulan Bintang Masih Tetap Eksis

Seminar Nasional Pimpinan Partai Menyongsong Mukhtamar IV PBB, di Markas Besar DPP PBB, Jakarta




Hidayatullah.com- Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), DR. M.S. Kaban, S.E, M.Si mengatakan bahwa sebagai lembaga politik, PBB masih tetap eksis.


“Sebab infra strukturnya, pengurus-pengurusnya, anggota-anggota dewannya masih ada bahkan di beberapa tempat ada yang menjadi Wali Kota dan Bupati,” kata M.S Kaban kepada hidayatullah.com usai Seminar Nasional Pimpinan Partai Menyongsong Mukhtamar IV PBB, di Markas Besar DPP PBB, Jakarta, Selasa (27/01/2015).


MS Kaban mengatakan memang PBB belum tampil besar di parlemen tapi PBB adalah partai yang memiliki dasar, prinsip dan tujuan perjuangan.


Selain itu, lanjut MS. Kaban PBB juga memiliki konsep-konsep bagaimana membangun Negara menjadi makmur, memiliki bangsa yang kuat, terhormat serta bermartabat dengan membangun kekuatan.


“Banyak pengalaman yang sudah kita miliki di pemerintahan seperti, bagian Kehutanan, Menhumham, Kejagung, Sekneg yang nantinya bisa kita empowering supaya sistem negara bisa tegak,” kata Mantan Menteri Kehutanan Kabinet Indonesia Bersatu.


Ia juga menyampaikan bahwa Partai Bulan Bintang (PBB) juga tidak bisa disamakan dengan Masyumi. [MS Kaban: Partai Bulan Bintang Tak Bisa Disamakan Dengan Masyumi]


Sementara itu, MS Kaban menyampaikan jika Mukhtamar IV PBB rencananya akan diadakan bulan April mendatang. Sebab, lanjutnya, periode lima tahun itu dari April ke April, yaitu April 2010 ke April 2015.


“Mudah-mudahan tidak berubah,” kata MS Kaban.


MS Kaban menuturkan PBB itu partai yang terbuka untuk umat, siapa saja yang ingin berjuang sesuai dengan spirit nilai-nilai Islam dalam konteks bernegara dan berbangsa sesuai dengan amanat dalam UUD 45.


“Ruhnya tuh di situ. Siapa yang mau berjuang ayo! Koridor ada, partai juga sudah punya pengalaman di Pemilu, branding juga sudah ada, tinggal siapa pemimpin partai yang mampu membangun lebih maju dan sukses di masa yang akan datang,” ujar MS Kaban.


Jadi menurut MS Kaban, PBB bersikap mempersilahkan kepada siapa saja yang ingin bergabung karena PBB merupakan partai umat.*






Menjalankan Syari’at Islam Merupakan Sebuah Komitmen

Menjalankan Syari’at Islam Merupakan Sebuah Komitmen


CEO United Balimuda Corp, Ir. H. Heppy Trenggono mengatakan menjalankan syari'at Islam itu merupakan sebuah komitmen yang harus dipegang teguh




Hidayatullah.com- CEO United Balimuda Corp, Ir. H. Heppy Trenggono mengatakan menjalankan syari’at Islam itu merupakan sebuah komitmen yang harus dipegang teguh.


“Menjalankan syariat adalah sebuah komitmen. Saya mending tidak punya bisnis daripada mendapat penghasilan dari hasil kredit yang di dalamnya ada unsur riba,” kata Heppy sebagai pembicara pertama dalam acara “Seminar Nasional Pimpinan Partai Menyongsong Mukhtamar IV Partai Bulan Bintang”, di Markar Besar DPP PBB, Jakarta, Selasa lalu.


Menurut Heppy, riba lebih kejam daripada berzina. Ia mengungkapkan jika dirinya pernah dimintai untuk memberi contoh seorang pengusaha Muslim yang sukses dengan riba.


“Saya jawab belum ada yang seperti itu kecuali pengusaha Muslim yang sukses karena menjauhi riba,” ujar Presiden Gerakan Beli Indonesia.


Heppy menyampaikan jangan bicara soal modal, marketing, pemasaran dan lain-lain dengan dirinya jika seorang pengusaha Muslim masih belum meninggalkan atau bersinggungan dengan riba.


“Riba itu tidak akan mendatangkan berkah,” tegas Pengusaha Sukses di bidang perkebunan sawit.*






Survey Tentang Jokowi Tidak Bisa Jadi Pembenaran Untuk Saat Ini

Survey Tentang Jokowi Tidak Bisa Jadi Pembenaran Untuk Saat Ini

Hidayatullah.com—Politisi Golkar Agun Gunandjar Sudarsa sudah memprediksi, era kepemimpinan Jokowiakan banyak mengalami gangguan.


“Hingga saat ini, banyak gangguan dalam 100 hari Jokowi memimpin,” ujar anggota Komisi I DPR RI di Gedung DPR RI ini belum lama ini.


Adapun gangguan yang ia maksud di antaranya, pengangkatan Wantimpres, persoalan Polri dan KPK, serta komunikasi politik Jokowi dengan para elit politiknya.


“Yaitu persoalan pengangkatan Wantimpres, KPK-Polri, dan komunikasi politik,” ucapnya. Yang tentunya membuat semua pihak tidak nyaman melihat hal ini.


Namun ia ungkapkan, bahwa kejadian ini tidak membuat dirinya terkejut. Sebab sebelumnya ia dan partai Golkar telah memprediksi dan perhitungkan persoalan yang ada saat ini.


“Kejadian seperti ini sudah kami perhitungkan pra Pilpres lalu,” tambahnya.


Untuk itu sebagai salah satu rakyat Indonesia, ia menyarankan kepada presiden Jokowi agar berani langkah-langkah berani. Misalnya saja salah satunya langkah koordinasi yang proporsional.


“Harus berani ambil langkah yang bersifat koordinasi,” tutupnya.*





Dengar Adzan Ashar, Raja Salman Tinggalkan Obama

Dengar Adzan Ashar, Raja Salman Tinggalkan Obama

Berita Internasional Update

Raja Salman bahkan meninggalkan Obama sebelum mereka berdua melewati karpet merah penyambutan di bandara.



Dengar Adzan Ashar, Raja Salman Tinggalkan Obama

Saat Raja Arab Saudi Salman meninggalkan Presiden AS Barrack Obama dan istrinya,Michelle Obama di bandara.




Hidayatullah.com–Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Pasalnya Raja Salman dikabarkan langsung meninggalkan tamu kehormatan, Presiden Amerika Serikat (AS), Barrack Obama, yang baru saja tiba di bandara untuk menunaikan shalat Ashar.


Awalnya Raja Salman menyambut Obama di lapangan terbang Bandara King Khalid International Airport, Riyadh, pada Selasa (27/1/2015) sore. Usai beberapa saat menyambut kedatangan Obama, Raja Salman dan rombongan diketahui mendengar suara adzan Ashar di kawasan Bandara.


Mendengar panggilan shalat tersebut, Raja Salman tanpa basa-basi langsung meminta maaf dan pamit pada Presiden Negeri Adikuasa ini. Raja Salman bahkan meninggalkan Obama sebelum mereka berdua melewati karpet merah penyambutan.


Menurut laman sabq.org dan India.com, Rabu (28/1/2015), usai berjabat tangan kepada Obama, Raja Salman tampak bergegas untuk segera menjalankan ibadah shalat Ashar.


Setelah sekian waktu berlalu ditinggalkan Raja Salman, Obama beserta rombongan kemudian melewati karpet merah penyambutan menuju mobil.


Tak pelak aksi Raja Salman ini langsung mengundang beragam reaksi dan pujian dari banyak orang, termasuk para sheikh dan selebritas.


Obama melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi untuk menyampaikan bela sungkawa atas kematian Raja Abdullah bin Abdulaziz, sekaligus menggelar pertemuan tingkat tinggi.


Berikut video penyambutan Raja Salman saat kedatangan Presiden AS Barrack Obama: http://www.india.com/stream/barack-obama-in-saudi-arabia-us-president-left-alone-on-arrival-by-king-salman-watch-video-263332/.*






Pemimpin Baru Pegida Kembali Mengundurkan Diri

Pemimpin Baru Pegida Kembali Mengundurkan Diri

Berita Internasional Update

Empat pemimpin baru kelompok itu juga mengundurkan diri bersama-sama Kathrin Oertel.



Pemimpin Baru Pegida Kembali Mengundurkan Diri

Sebagai pemimpin sebelumnya Lutz Bachmann yang digambarkan media sebagai "Hitler", demikian pula dengan Kathrin Oertel (insert).




Hidayatullah.com–Pemimpin baru kelompok anti-Islam kontroversial Jerman, Patriotic Europeans Against the Islamisation of the Occident, atau Pegida, mengundurkan diri seminggu setelah menggantikan ketua sebelumnya, kata sejumlah laporan.


Kathrin Oertel muncul di TV pada akhir minggu dan menjadi wajah gerakan tersebut, setelah Lutz Bachmann mengundurkan diri. Foto Bachmann berpose sebagai Hitler telah diterbitkan dan dia mengeluarkan komentar meremehkan para pengungsi.


Empat pemimpin lainnya kelompok itu juga mengundurkan diri bersama-sama Oertel, lansir BBC, Kamis (29/1/2015).


Salah satu dari lima orang tersebut mengatakan kepada suratkabar Bild bahwa mereka mundur karena Bachman masih terus berpengaruh dan juga karena peran kelompok lain yang sehaluan di Leipzig, Legida.


Ribuan pendukungnya bergabung dalam pawai Pegida di beberapa kota dalam beberapa minggu, terutama di Dresden, tempat gerakan ini bermula.


Munculnya Pegida memicu peringatan Kanselir Angela Merkel dan beberapa pemimpin Jerman lainnya tentang bahaya rasialisme dan ketidaktorelanan.


Pawai kelompok yang berbeda pandangan dengan Pegida juga dilakukan di Dresden dan tempat lain.*






Pejabat Sunni di Iraq Sebut Milisi Syiah Eksekusi 70 Warga Sipil

Pejabat Sunni di Iraq Sebut Milisi Syiah Eksekusi 70 Warga Sipil

Berita Internasional Update

Milisi Syiah mengeksekusi lebih dari 70 warga sipil tak bersenjata yang telah melarikan diri dari pertempuran dengan kelompok ISIS



Pejabat Sunni di Iraq Sebut Milisi Syiah Eksekusi 70 Warga Sipil

cba.ca


Milisi Syiah, Mehdy Army di Iraq




Hidayatullah.com–Seorang gubernur Iraq, anggota parlemen, dan dua kepala suku menuduh milisi Syiah mengeksekusi lebih dari 70 warga sipil tak bersenjata yang telah melarikan diri dari pertempuran dengan kelompok ISIS/ISIL.


Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Brigadir Jenderal Saad Maan, Senin, membantah klaim itu, mengatakan ISIS berusaha untuk melemahkan reputasi pasukan keamanan Iraq.


Seorang pejabat setempat mengatakan, terlalu dini untuk menarik kesimpulan dan mengatakan ISIS bisa saja di balik kematian di desa timur Barwanah itu.


Pasukan keamanan dan milisi pro-pemerintah, Senin, menguasai sekitar 24 desa dari ISIS di Provinsi Diyala dekat perbatasan dengan Iran setelah serangan selama tiga hari, demikian seperti dikutip dari Reuters.*






10 Pastor Dituduh Lakukan Kekerasan Seksual di Spanyol

10 Pastor Dituduh Lakukan Kekerasan Seksual di Spanyol

Berita Internasional Update

Paus Fransiskus berjanji tidak akan memberikan toleransi penganiayaan seksual terhadap anak-anak oleh para rohaniwan



10 Pastor Dituduh Lakukan Kekerasan Seksual di Spanyol

www.bishop-accountability.org


Kardinal Granada, Francisco Javier Martinez




Hidayatullah.com–Sepuluh orang pastor dituduh melakukan penganiayaan seksual dalam persidangan pada Selasa setelah Paus Fransiskus menelepon korban untuk menyampaikan permohonan maaf dari gereja, demikian tercantum dalam dokumen pengadilan di Granada, Spanyol.


Keduabelas pastor itu dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap empat remaja pria antara tahun 2004 dan 2007.


Kardinal Granada, Francisco Javier Martinez, kemudian membebastugaskan semua pastor yang terkait dalam kasus kekerasan seksual itu.


Korban, yang kini berusia 24 tahun, menulis surat kepada Paus untuk mengatakan bahwa ia mengalami pelecehan seksual saat menjadi putra altar.


Paus menghubungi pria muda itu untuk meminta maaf pada Agustus menurut berita Spanyol Religion Digital pada November, pemberitaan yang kemudian dibenarkan oleh Paus. November lalu Paus mengatakan ia memerintahkan gereja melakukan penyelidikan.


Korban mengaku penganiayaan itu terjadi selama bertahun-tahun ketika ia berusia antara 14 hingga 17 tahun di sebuah rumah yang disewa oleh para tersangka di pinggiran Granada menurut dokumen pengadilan yang dikutip Antara dari kantor berita Reuters.


Paus Fransiskus berjanji tidak akan memberikan toleransi pada penganiayaan seksual terhadap anak-anak oleh para rohaniwan setelah skandal-skandal gereja di sejumlah negara terungkap selama beberapa tahun.


Kelompok yang mewakili para korban mengatakan tindakan Paus itu masih kurang.


Vatikan tahun lalu menyatakan telah memberhentikan 850 pastor antara 2004 hingga 2013 karena mereka dituduh melakukan penganiayaan seksual terhadap anak, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters.*






Inilah Kerugian Muslim yang Meninggalkan Shalat

Inilah Kerugian Muslim yang Meninggalkan Shalat

SESUNGGUHNYA amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi.


Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda;


إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ


“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”


“Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)


Jadi tidak adalah kaum Muslim meninggalkan perintah shalat, apalagi dengan berbagai macam alasan.


Sayangnya, masih banyak kaum Muslim yang tidak mau melaksanakan shalat karena alasan dalam perjalanan. Padahal, Allah telah memberi keringanan (rukhsoh) kepada orang yang dalam perjalanan dengan boleh menjamak atau menjamak qashar.


Jika tak bisa berdiri, seperti kala di dalam kereta atau bus, maka boleh menjamaknya dengan cara duduk tanpa harus memaksakan diri menghadap kiblat sebagaimana kala kita dalam keadaan muqim. Meskipun berusaha untuk menghadap kiblat adalah upaya yang sangat baik.


Artinya, shalat sama sekali tidak boleh ditinggalkan dalam situasi dan kondisi apapun. Bahkan, jika tidak mampu duduk, berbaring pun boleh. Lebih jauh lagi, hanya dengan gerakan mata pun, shalat itu boleh. Asalkan memang benar-benar tidak mampu mendirikannya secara normal.


Dengan kata lain, sebenarnya, sama sekali tidak ada ruang, seorang Muslim meninggalkan shalat. Mau dalam perjalanan, sakit, tidak bisa berdiri, pusing, bahkan lumpuh sekalipun. Shalat tetap wajib. Dan, karena ibadah ini bersifat mutlak, keringanan yang Allah berikan pun sangat-sangat memudahkan kita untuk tetap bisa mendirikannya dengan baik dan benar.


Akan tetapi, masalah shalat, bukan semata terletak pada kondisi fisik. Tetapi jauh dari itu adalah masalah iman. Oleh karena itu, mereka yang berani meninggalkan shalat, sudah bisa dipastikan, mereka tidak takut dengan kerugian yang akan mereka terima. Padahal, kerugian meninggalkan shalat, sangatlah menyengsarakan dunia-akhirat. Karena meninggalkan shalat, termasuk dosa besar.


Dan, Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya “Al-Kaba’ir” (Dosa-dosa Besar) memasukkan orang-orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja sebagai jenis perbuatan dosa besar yang keempat dari tujuh puluh enam macam dosa besar yang membinasakan.


Dimasukkan Kedalam Neraka Saqar


Mereka yang tidak mendirikan shalat, tempatnya nanti adalah Neraka Saqar.


مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ


قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ


“Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?” Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat.” (QS: Al-Mudatstsir: 42-43).


Bahkan, Rasulullah bersabda, “Perjanjian antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya, berarti ia telah kafir.” (HR: Tirmidzi).


Kemudian, Ibn Hazm menegaskan bahwa, Tidak ada setelah kejahatan dosa yang lebih besar daripada dosa meninggalkan shalat sampai waktunya habis dan dosa membunuh seorangmukmin dengan cara yang tidak dibenarkan”


Dikumpulkan dengan Fir’aun


Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang tidak memelihara shalat, maka ia tidak akan bercahaya, tidak mempunyai hujjah (alasan) dan tidak akan diselamatkan. Di hari Kiamat kelak, ia akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir’aun, Haman dan Ubay bin Khala.f” (HR. Ahmad).


Dengan demikian, tidak sepatutnya seorang Muslim meringankan apalagi meninggalkan shalat, baik secara tidak sengaja atau sengaja. Karena hal itu tidak akan mendatangkan, melainkan kerugian yang amat besar dalam hidup kita dunia-akhirat.


Imam Adz-Dzahabi menyatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat dari waktunya tergolong pelaku dosa besar. Sedangkan yang meninggalkannya (satu kali saja) sama dengan orang yang berbuat zina dan tindak kriminal pencurian. Meninggalkan seluruh shalat (yang lima waktu) secara total, termasuk dosa besar. Apabila hal tersebut dilakukan berulang kali, maka pelakunya dianggap telah melakukan dosa-dosa besar, kecuali jika orang tersebut bertaubat. Kemudian jika terus-menerus melakukannya, maka ia termasuk orang-orang yang merugi, celaka dan berdosa.” Wallahu a’lam.*


Menurut Adz-Dzahabi orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja masuk perbuatan dosa besar keempat dari 76 macam dosa besar yang membinasakan





Mau Naik Derajat?

Mau Naik Derajat?


Tadi malam saya mendapat kiriman whatsapp dari seorang sahabat. Ia bercerita bahwa kemarin ia usai menguji para kandidat calon manager di salah satu BUMN. Bersama direksi BUMN tersebut sahabat saya itu menilai satu per satu calon manager yang sedang diseleksi. Salah satu yang para kandidat harus lakukan adalah presentasi di depan tim seleksi.


Menariknya, kandidat-kandidat kuat yang berpeluang besar terpilih adalah mereka yang memiliki kemampuan bicara memukau dihadapan tim juri. Dari dialog via whatsapp ini pikiran saya jadi melalangbuana kemana-kemana. Ternyata, hampir semua sahabat saya yang bisnisnya berhasil juga punya kepandaian “presentasi” alias hobi berbagi ilmu dan pengalaman kepada orang lain.


Kemampuan bicara di depan banyak orang memang mutlak diperlukan saat ini. Tentu Anda tahu ada salah seorang pejabat publik, seorang menteri bernama Tedjo Edhy Purdijanto, yang belakangan ini di-bully di media sosial karena ia salah bicara.


Perkataannya pendek: Rakyat gak jelas. Tetapi dampaknya luas. Bahkan, nama sang menteri akhirnya digunakan sebabai sinonim untuk omongan atau sesuatu yang dianggap “tidak jelas”. Sehingga, bila ada orang yang ide, perkataan atau sikapnya gak jelas, langsung dikomentari, “Ah, dasar Tedjo kamu!”


Persiapkan kemampuan bicara Anda dari sekarang. Karena ilmu dan keahlian yang baik itu datangnya bertahap, tidak instant, segeralah berlatih, ambil kursus, pelatihan atau training tentang kemampuan ini. Salah satunya Anda bisa ikut Wanna Be Trainer (WBT) pada 20-22 Februari 2015 di Jakarta. Segera hubungi 0812-1632-0707.


Jangan sampai karir Anda mentok, bisnis Anda stagnan, keahlian Anda tidak berkembang hanya karena Anda tidak punya kemampuan prima bicara di depan audiens. Mari terus menyebar kebaikan dan menaikkan derajat melalui tulisan, tindakan dan ucapan. Gabung yuk di WBT!


Salam SuksesMulia!


Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook





Puluhan Terluka dalam Demontrasi Anti-PEGIDA di Jerman Utara

Puluhan Terluka dalam Demontrasi Anti-PEGIDA di Jerman Utara

image

Massa Anti-Islam PEGIDA



HANOVER, muslimdaily.net – 29 orang terluka dalam sebuah demonstrasi menentang gerakan anti-Islam PEGIDA di kota Hanover, Jerman Utara, polisi mengatakan pada hari Selasa, (27/01).


Massa anti-PEGIDA bentrok dengan polisi di pusat Hanover pada Senin malam menyebab 24 polisi dan lima demonstran terluka.


Demonstran anti-PEGIDA dan polisi menggunakan semprotan merica. Demonstran juga melemparkan kembang api dan botol di polisi. Seperti dilansir spyghana, Selasa (27/01).


42 orang ditangkap, sekitar setengah berasal dari cabang PEGIDA lokal Hagida. Mereka kedapatan melempar petasan.


Sementara PEGIDA (Patriotic Europeans Against the Islamization of the West), menurunkan sekitar 200 pendukung ke jalan-jalan, berhadapan sekitar 2.000 orang bergabung dengan demonstrasi anti-PEGIDA, menurut perkiraan polisi.


Sejak Oktober, PEGIDA telah mengadakan demonstrasi mingguan anti Islam dan anti pengungsi di timur kota Dresden. Aksi tersebut menarik ribuan pendukung.


Hal ini telah memicu munculnya kelompok-kelompok serupa yang juga turun ke jalan memprotes aksi PEGIDA di negara bagian.





Permendag Tentang Miras Tak Mampu Hentikan Peredaran Miras

Permendag Tentang Miras Tak Mampu Hentikan Peredaran Miras

mirastokoSURABAYA, Muslimdaily.net – Terbitnya larangan menjual minuman beralkohol (mihol) di bawah 5 persen atau jenis bir oleh Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, sejumlah aktivis anti miras oplosan protes. Sebab, aturan pembatasan peredaran mihol di minimarket itu bukan menekan peredaran miras oplosan, tapi justru makin marak dijual di pasar gelap.


Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol yang ditandatangani pada 16 Januari 2015 lalu.


Adalah Rudhy Wedhasmara, Koordinator East Java Action, sebuah lembaga non-profit yang bergerak di bidang anti narkotika. Rudhy mengaku menyayangkan terbitnya kebijakan peredaran mihol di bawah 5 persen di minimarket tersebut.


“Sebelum peraturan itu berlaku, saat ini saja, penjualan miras jenis oplosan melalui pasar gelap, terus meningkat. Peningkatan ini berbanding lurus terhadap jumlah korban tewas karena menenggak miras oplosan,” kata Rudhy, Rabu (28/1/2015). Seperti dilansir merdeka.


Pendiri rumah terapi korban miras oplosan di Surabaya, Jawa Timur ini juga memaparkan, sejak Tahun 2013 hingga saat ini, sudah ada 147 peraturan daerah (perda) baru berisi larangan dan membatasi penjualan mihol.


Namun, lanjut dia, perda-perda baru itu tidak bisa menekan angka kematian yang mencapai 18 ribu per tahunnya di Indonesia, akibat mengonsumsi miras oplosan.


“Beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Cirebon misalnya. Sejak 2014 lalu, sudah menerapkan aturan penjualan mihol segala jenis di supermarket dan minimarket. Tapi nyatanya, di tahun 2013 hingga 2014, ada sekitar 107 korban tewas akibat oplosan.”


Terkait pembatasan peredaran mihol di bawah 5 persen dan hanya boleh menjual mihol golongan A saja di supermarket atau hipermarket berdasarkan Permendag Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tersebut, pebisnis minimarket wajib menarik mihol jenis bir dari gerai miliknya paling lambat tiga bulan sejak aturan tersebut diterbitkan.


“Sebenarnya tidak hanya di Indonesia. Awal Tahun 1920, Pemerintah Amerika Serikat juga pernah memberlakukan amandemen 18, yang secara tegas melarang pembuatan, pengangkutan dan penjualan alkohol,” ungkap Rudhy mencontohkan aturan di Negeri Paman Sam, Amerika.


Kata Rudhy, aturan yang dimaksudkan menyelamatkan masyarakat dari dampak buruk alkohol oleh Pemerintah Amerika itu, justru sebaliknya, peredaran mihol illegal dan penyalahgunaannya makin meningkat serta menyebar, hingga akhirnya aturan itu dicabut.


“Salah satu solusi untuk menekan jumlah penyalahgunaan alkohol secara berlebihan dan juga peredaran oplosan yaitu dengan adanya edukasi alkohol seperti yang sudah diterapkan di beberapa sekolah yang ada di Inggris,” ungkapnya memberi solusi.


Senada, Koordinator Komunitas Anti Miras Oplosan, Indra Harsaputra juga mengatakan, maraknya peredaran miras oplosan secara ilegal telah banyak menelan korban jiwa, tidak hanya warga Indonesia, melainkan juga turis-turis mancanegara yang datang ke Indonesia.


Lanjut Indra, masih ingat kematian turis asal Australia, Liam Davies yang tewas setelah mengonsumsi arak oplosan ketika merayakan pesta Tahun Baru 2013 di Lombok?


“Atas peristiwa itu, Pemerintah Australia mengeluarkan travel warning bagi warganya yang berkunjung ke Bali dan Lombok,” katanya.


Di tahun yang sama, masih kata dia, seorang remaja asal Sydney menjadi buta setelah minum koktail dicampur metanol dalam sebuah perayaan di Bali. Juni 2012, Johan Lundin Backpacker asal Swedia, juga meninggal dunia karena kasus yang sama di Lombok.


“Kematian Lundin itu beberapa bulan setelah kematian pemain Rugby asal Perth, Michael Denton juga akibat keracunan metanol di Bali,” ucapnya.





Semangat Bekerja dengan Fighting Spirit

Semangat Bekerja dengan Fighting Spirit


Beberapa waktu yang lalu, Pamapersada Nusantara mengadakan Pama-Frontline Leader Enrichment Development (FRIEND) Program for SHE, yang merupakan program kerjasama dengan Kubik Training yang bertujuan untuk membentuk peserta menjadi seorang SHE Officer yang mampu menjalankan fungsinya secara Tulus, Tegas, dan Tuntas. SHE Officer merupakan bagian yang bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan para tenaga kerja di perusahaan.


Pama FRIEND Program for SHE berlangsung selama lima hari, dari tanggal 10-14 November 2014 di Pamapersada Nusantara CILE Training Center. Jumlah peserta Pama FRIEND Program for SHE adalah 28 orang, seluruhnya laki-laki. Peserta sangat antusias pada saat pembekalan materi. Peserta menyimak materi dengan sungguh-sungguh dan mengajukan banyak pertanyaan.


Setelah makan siang pada hari pertama, materi diberikan oleh trainer Indrawan Nugroho tentang Pengantar & Self Leadership. Peserta diajak untuk mengidentifikasi masalah utama yang mereka hadapi dalam pekerjaan mereka sehari-hari sebagai seorang SO. Setelah itu, peserta diberikan hipotesa bahwa kepemimpinan bisa tidak efektif karena lack of respect.


Di sesi sore, peserta mendapatkan materi tentang Konsep Diri: SHE Warrior dan Fighting Spirit. Peserta diajak untuk memvisualisasikan alasan penting atau orang yang berharga bagi mereka yang membuat mereka bersedia berjuang melakukan apa yang perlu dilakukan selama mereka bekerja di Pamapersada Nusantara.


Dalam sesi Individual Feedback di hari ke lima, seluruh peserta mendapatkan kesempatan memperoleh feedback dari masing-masing fasilitator mengenai performanya. Mayoritas peserta merespon feedback dari fasilitator dengan positif. Bahkan ada beberapa peserta yang mengungkapkan rasa haru dan terimakasihnya pada fasilitator setelah diberikan feedback.


Sesi terakhir dari Pama Friend for SHE diisi dengan rangkaian prosesi Grand Finale yang mencakup tarian Campione, Apresiasi dan Dukungan, serta Deklarasi Rencana Aksi. Kubik sangat bangga bisa menjadi bagian dari rangkaian program challenge training yang diadakan oleh Pamapersada Nusantara ini, karena pentingnya peran SHE Officer sebagai leader garda depan, baik dari sisi produktivitas maupun keamanan kerja. Salam SuksesMulia!


NB: Untuk membaca artikel lainnya tentang Kubik Training, silahkan kunjungi http://www.kubiktraining.com





MS Kaban: Partai Bulan Bintang Tak Bisa Disamakan Dengan Masyumi

MS Kaban: Partai Bulan Bintang Tak Bisa Disamakan Dengan Masyumi

Hidayatullah.com- Partai Bulan Bintang (PBB) tidak bisa disam­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­akan dengan Masyumi. Sebab, jaman dan situasinya berbeda, serta komunitas masyarakat juga sudah berubah.

Demikian pernyataan yang disampaikan Ketua Umum DPP PBB, DR. MS Kaban, S.E, M.Si kepada hidayatullah.com usai acara Seminar Nasional Pimpinan Partai Menyongsong Mukhtamar IV PBB di Markas Besar DPP PBB, Jakarta, Selasa (27/01/2015) Siang.


Menurut MS. Kaban di awal Masyumi, berteman dengan berdirinya Republik itu sangat kental dengan ideologi dan pertarungan ideologi sangat kuat.


“Tetapi, sekarang masyarakat lebih memilih jika agama jangan dikaitkan dengan politik,” tegas MS. Kaban.


Jadi, lanjut MS. Kaban banyak orang orang yang bergerak di lembaga-lembaga dakwah tetapi mereka tidak mau memperjuangkan partai politik misalnya. Sebab, menurutnya cara berpikir mereka sudah berubah.


“Masyumi sendiri pun pada waktu zamannya sampai tahun 60an sebelum berhadapan dengan Bung Karno, meskipun seluruh ormas islam mendukung Masyumi, tetap saja Islam belum menang,” ujar MS. Kaban.


Menurut MS. Kaban, hal itu harus disadari oleh umat, jika Islam belum pernah menang di Indonesia, Islam belum pernah berkuasa di indonesia.


“Nah, PBB muncul untuk menggugah kesadaran itu. Untuk membangun Indonesia yang bernuasna rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu tidak mungkin tanpa spirit islam dan nilai-nilai islam yang diimplementasikan di dalam sistem kekuasaan (politik) itu,” tegas MS. Kaban.


Jadi, menurut MS. Kaban perjuangan PBB itu adalah perjuangan Islam melalui politik.


Bagaimana Islam itu bisa sukses cepat atau lambat, lanjutnya, selama PBB masih memiliki kesempatan untuk berjuang di Indonesia sesuai dengan koridor-koridor yang ada serta dengan daya tahan yang ada, maka PBB tetap akan terus berjuang.*