Seorang Mantan Senator Amerika Pimpin Perusahaan Produsen Mariyuana

Seorang Mantan Senator Amerika Pimpin Perusahaan Produsen Mariyuana

Berita Internasional Update

Hidayatullah.com–Mantan anggota Senat Amerika Serikat Mike Gravel telah diangkat untuk memimpin perusahaan Kush, pembuat produk-produk mariyuana (ganja) untuk kepentiangan rekreasional maupun pengobatan, kata perusahaan induknya Selasa (30/12/2014) dilansir AFP.


Gravel akan menangani pemasaran produk-produk ganja, termasuk lozenge (obat dalam bentuk permen) kanabis yang disebut “Kubby”, kata Cannabis Sativa.


Ganja masih ilegal di banyak negara bagian Amerika Serikat, tetapi beberapa di antaranya mulai tidak lagi mempidanakan penggunaannya, baik untuk keperluan medis maupun rekreasional (teler, mabuk narkoba).


Kush yang berbasis di Nevada merupakan anak perusahaan Cannabis Sativa, yang sekarang berdiri sendiri di bawah kepemimpinan Gravel, yang telah menjadi direktur perusahaan tersebut sejak didirikan.


Gravel, 84, menjadi anggota Senat dari Partai Demokrat mewakili Alaska sejak tahun 1969 sampai 1981 dan pernah menjadi kandidat calon presiden pada pemilu 2008. Dia adalah seorang pengkritik keras Perang Vietnam dan menentang “Perang Melawan Narkoba” yang dikorbarkan presiden Richard Nixon di tahun 1970an.


Kush mengatakan Gravel “membawa perspektif sangat berharga dan koneksi ke dalam kelompok kami. Dia seorang pahlawan Amerika sejati dan kami sangat senang dia mengabdi dalam kapasitasnya itu.”


Cannabis Sativa, yang dikendalikan oleh mantan gubernur negara bagian New Mexico Gary Johnson, menghasilkan sejumlah produk ganja alami, termasuk makanan yang mengandung ganja.


Dalam websitenya, perusahaan itu menyakini bahwa ganja akan menjadi “emas baru” yang bakal diburu.*





Ke Solo Jokowi Kunjungi Pasar Klewer

Ke Solo Jokowi Kunjungi Pasar Klewer

Jokowi ke Pasar KlewerSOLO, Muslimdaily.net – Menjelang pergantian tahun baru Presiden Joko Widodo beserta istri Iriana mengunjungi Pasar Klewer Solo. Rombongan datang pada pukul 17.45 dan langsung disambut oleh Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo beserta Wakil Walikota Achmad Purnomo.


Mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam presiden langsung turun dari mobil dan berjalan melihat bangunan Pasar Klewer yang terbakar dari jarak dekat.


Sambil mendengarkan keterangan dari Walkota Solo, Presiden terus berjalan hingga menuju bangunan Pasar Klewer sisi timur.


Dalam keterangannya kepada wartawan Joko Widodo mengatakan bahwa pasar ini adalah pusat perekonomian ia meminta agar Pasar Klewer segera dibangun.


“Segera dibangun, dalam setahun jadi, dan tentukan segera lokasi pasar darurat untuk pedagang, dalam dua minggu,” kata Presiden kepada wartawan, Rabu (31/12/2014).


Usai menjelaskan kepada wartawan, Jokowi langsung kembali menuju mobil kepresidenan yang sudah disiapkan. Namun ia menyempatkan untuk bersalaman dengan warga yang sebagian para pedagang Pasar Klewer.


Terdengar teriakan beberapa pedagang yang mengeluh karena kiosnya terbakar.


“Segera dibangun pak, kios kami terbakar” teriak salah seorang disela-sela kerumunan.





[FOTO] Palestina di Masa Khilafah Turki Utsmani

[FOTO] Palestina di Masa Khilafah Turki Utsmani

Publikasi-publikasi yang diterbitkan atas nama Hizbut Tahrir Pusat dan Wilayah, Kantor Media (al-Maktab al-I'lami), Juru Bicara dan Perwakilan Media Hizbut Tahrir saja yang merupakan pendapat Hizbut Tahrir. Dan yang selain itu merupakan pendapat penulisnya, sekalipun dipublikasikan dalam website Hizbut Tahrir Indonesia, Majalah, Tabloid, Multimedia yang diproduksi Hizbut Tahrir Indonesia. Boleh mengutip dan mempublikasikan kembali apa saja yang diterbitkan Hizbut Tahrir dan websitenya, dengan syarat tetap menjaga amanah (kejujuran) dalam penyalinan (penerjemahan) dan pengutipan tanpa memotong, menginterpretasi dan mengubahnya, serta harus mencantumkan sumber dari apa yang dikutip, diterjemahkan dan dipublikasikan.





Al Azhar Semakin Terpuruk Dalam Lumpur Otoritas Yang Ada

Al Azhar Semakin Terpuruk Dalam Lumpur Otoritas Yang Ada

Dr Ahmad TayebDr Ahmad Tayeb, Syaikh Al Azhar bertemu dengan Presiden Afrika Tengah, Catherine Samba Panza, di kantor pusat Al Azhar, pada hari Kamis 18/12/2014. Dr. Abbas Syuman, Wakil Al Azhar menyatakan tentang kebahagiaan Al Azhar saat menerima Presiden Afrika Tengah. Pada saat konferensi pers dikatakan bahwa pertemuan itu membahas presentasi Presiden Afrika Tengah tentang masalah-masalah yang tengah dihadapi oleh umat Islam di negerinya, dimana ia menegaskan pada Syeikh Al Azhar bahwa apa yang terjadi di negerinya adalah masalah sosial, bukan masalah agama (Al Masry Al Youm, 19/12/2014).


Demi Allah, ini adalah bencana besar. Sungguh, Syeikh Al Azhar telah melihat dengan mata kepala sendiri pembunuhan, penyembelihan, pengulitan dan pemutilasian terhadap kaum Muslim di Afrika Tengah. Ia melihat foto-foto mengerikan tentang operasi pembersihan terbesar yang tengah diderita oleh kaum Muslim di dunia di tangan Presiden Afrika Tengah, Catherine Samba, bahkan itu terjadi di bawah pengawasannya, dan dengan restunya. Jadi, apakah mungkin penjahat yang berlumuran darah kaum Muslim yang suci seperti ini diterima di Mesir al-Kinanah?! Jika diperbolehkan bagi kepala negara menerimanya dan merayakannya, karena mereka sama-sama penjahat yang berlumuran darah umat, maka sangat tidak pantas penjahat seperti dia ini diterima Al Azhar dengan sambutan yang bahagia dan hangat. Demi Allah, sungguh ini benar-benar aib dan cacat yang akan mencoreng Al Azhar dan Syeikhnya sepanjang masa. Padahal, setidaknya ia mampu menolak kunjungan tersebut, meski ini menunjukkan paling lemahnya iman. Namun tampaknya, ia tidak menolak permintaan otoritas yang ada.


Kemudian apakah pembantaian kaum Muslim atas dasar identitas, pemutilasian dan pemusnahan mereka ini disebut hanya sebagai masalah sosial? Jika kejahatan yang beredar luas dan diketahui semua orang ini diingkari, apakah pantas Al Azhar menerima pengingkaran ini dan mendukungnya?! Demi Allah, kami mempertanyakan moralitas Anda semua tentang kaum Muslim miskin dan anak-anak yatim yang tidak Anda pedulikan, di Afrika Tengah dan negeri-negeri di belahan bumi lainnya. Bukankah suatu yang aneh bahwa Al Azhar dan Syeikhnya menari di atas luka-luka umat, dan bersukacita menyambut orang yang tangannya berlumuran darah kaum Muslim, serta berkontribusi dalam pengusiran jutaan kaum Muslim dari rumah-rumah mereka?!


Atau Al Azhar benar-benar telah terpuruk dalam lumpur otoritas yang berkuasa, dan senang menjadi saksi palsu dan dusta atas pemerintahan yang tidak menerapkan hukum-hukum Allah; senang menjadi tongkat yang digunakan otoritas untuk memukuli setiap pengemban dakwah dengan memberinya stigma ekstremisme, terorisme dan keluar dari apa yang mereka sebut Islam moderat, yang diwakili oleh Al-Azhar; dan juga senang menjadi obat bius yang digunakan oleh otoritas yang berkuasa untuk membius rakyat dan menenangkannya. Sebelumnya, Al Azhar menerima Sarkozy ketika ia menjadi menteri dalam negeri Prancis, dan menyambutnya dimana ketika ia melarang pemakaian kerudung di sekolah-sekolah Prancis. Bahkan mantan Syeikh Al Azhar pernah mengatakan bahwa Prancis berhak untuk mengeluarkan undang-undang seperti ini, dan kaum Muslim di sana wajib terikat dengan undang-undang Prancis tersebut, atau meninggalkannya.


Sungguh, itu merupakan kesalahan besar di waktu itu, namun hal itu tidak luput dari perhatian, sehingga ketika itu ada tokoh-tokoh Al Azhar yang mukhlis menolak dan menentang apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Syeikh Al Azhar, Tantawi. Mereka tidak mengindahkan sanksi yang diambil oleh Syeikh Al Azhar, ketika mereka menentangnya. Namun, sekarang kita tidak melihat ada tokoh-tokoh seperti mereka, yang berani menentang Syeikh Al Azhar saat ini, dengan menolak kebijakannya dan menyampaikan kebenaran dengan vokal dan lantang?! Kami tidak yakin bahwa Al Azhar benar-benar telah kehilangan tokoh-tokoh seperti mereka ini. Sebenarnya, Al Azhar penuh dengan tokoh-tokoh seperti mereka, sebab Al Azhar sumber ilmu, pencetak ulama, dan tokoh-tokoh yang tidak takut karena Allah terhadap celaan para pencela. Untuk itu, hendaklah para tokoh-tokoh tersebu bangkit dengan apa yang telah Allah wajibkan kepada mereka, yaitu memerintahkan pada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran, dan hendaklah mereka berjuang bersama dengan para pejuang yang mukhlis untuk mengokohkan syariah Allah dalam negara Khilafah Rasyidah yang mengikuti metode kenabian, dimana kabar gembira akan tegaknya kembali Khilafah telah dijelaskan oleh Rasulullah saw. Menginat, hanya dengan Khilafah ini saja, siapun akan mampu mengembalikan hak-hak umat, melindungi darahnya, dan menjaga kehormatannya; juga akan mengembalikan peran Al Azhar sebagai mercusuar ilmu dan ulama, serta sebagai sumber yang melahirkan para tokoh pemikir dan politik.


﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاء تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءكُم مِّنَ الْحَقِّ﴾


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu.” (TQS. Al-Mumtahanah [60] : 1). [Sharif Zayed – Kepala Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Mesir]


Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 27/12/2014.


Baca juga :



  1. Syaikh Al-Azhar Peringatkan Rezim Suriah

  2. Ulama Al-Azhar Serukan Blokade Myanmar

  3. Negara Miskin Semakin Terpuruk akibat Krisis

  4. Kaum Muslim Rusia Protes Presenter Yang Lecehkan Al Azhar

  5. Syaikh Al-Azhar Adopsi Piagam Mencurigakan Bikinan Kaum Sekuler





Kaum Manula di Barat: Kesepian Saat Natal

Kaum Manula di Barat: Kesepian Saat Natal

Musim Natal telah tiba di mana banyak orang berpesta dan minuman berlimpah. Jauh dari nilai-nilai agama, saat ini telah menjadi waktu dimana orang menikmati hal-hal buruk yang ditawarkan hidup dengan minuman dan kenyamanan dan mengikuti kegiatan mereka masing-masing untuk mencari kesenangan. Kenikmatan adalah kunci untuk suasana meriah dan tempat kerja, sekolah, jalan-jalan dan pusat kota dipenuhi dengan pesan-pesan kegembiraan.


Namun selama masa ini saat orang mencari kesenangan, banyak dari orang tua mereka, kerabat dan tetangga mereka yang mendekam di rumah mereka sendiri tanpa ada pendamping atau teman yang memberikan kenyamanan dengan kata-kata. Hidup mereka menderita karena mereka kesepian dan hidup dalam kesunyian.


Merasa kesepian di Barat


Suatu penelitian oleh Age UK menyatakan bahwa hampir seperempat kaum manula tidak mengharapkan Natal karena mereka merasa kesepian dan ketakutan bahwa hal itu akan membawa kembali kenangan buruk.


Tahun ini, 23% dari mereka yang berusia di atas 65 tahun – yang sama dengan 2,5 juta orang di Inggris – menyatakan bahwa musim perayaan Natal ini tidak membuat mereka bahagia.


Penelitian juga mengungkapkan bahwa hampir 400.000 pensiunan takut mereka akan kesepian saat Natal, sedangkan 650.000 orang khawatir musim perayaan ini “akan membawa kembali banyak kenangan dari orang-orang yang telah meninggal”.


Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa efek dari kesepian naik selama musim dingin dimana 2,1 juta orang khawatir tidak mampu pergi ke luar karena hari yang lebih pendek, gelap dan kondisi cuaca yang buruk.


Dalam penelitian lain oleh Independen Age dan International Longevity Centre-UK (ILC-UK), diperkirakan bahwa pada tahun 2030 jumlah manula yang hidup sendiri diperkirakan akan meningkat menjadi dua pertiga.


Menurut penelitian, lebih dari 1,2 juta pria di atas 50 tahun di Inggris mengatakan mereka merasa diasingkan. Kaum pria lebih merasakan kesepian dibandingkan kaum wanita ketika usia mereka bertambah karena mereka memiliki lebih sedikit kontak dengan anak-anak, keluarga dan teman-teman daripada wanita, menurut para akademisi.


Hampir seperempat kaum pria manula yang tinggal sendiri memiliki kontak dengan anak-anak mereka kurang dari sebulan sekali, dibandingkan dengan 15 persen daripada wanita manula.


Ini adalah statistik yang memilukan yang menggambarkan masalah masyarakat yang individualistis, kurangnya nilai-nilai keluarga dan kurangnya perhatian masyarakat. Inisiatif yang telah diusulkan oleh publik dan para sukarelaanadalah dengan menggunakan teknologi untuk membantu para manula agar dapat mengisi kekosongan hidup. Ini dilakukan dengan cara para relawan atau para anggota yang dibayar itu bercaka-cakap dengan mereka selama Natal, dan bukan dengan anggota keluarga mereka. Termasuk juga percakapan telepon atau kunjungan kepada mereka oleh para relawan beberapa saat selama masa Natal. Ada banyak saluran telepon khusus yang telah dibentuk untuk melayani kaum manula ketika merasa begitu sakit karena tidak ada orang disekitarnya.


Kaum manula dalam masyarakat telah ditolak sehingga teknologi telah menjadi pengganti untuk interaksi manusia dan dimana keluarga hanya tinggal kenangan.


Islam menghormati orang tua dan tidak mengabaikan mereka


Anas bin Malik (ra) berkata bahwa Nabi Saw bersabda, “Jika seorang pemuda menghormati orang tua karena usianya, Allah akan menunjuk seseorang untuk menghormatinya di usia tuanya.” (At-Tirmidzi)


Dalam hadis lain, Nabi SAW mencela orang-orang yang tidak menunjukkan belas kasihan kepada orang tua dan menganggap mereka bukan Muslim:


“Bukanlah salah seorang dari kami orang yang tidak menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang muda dan menghormati orang-orang tua kami.” (HR At-Tirmidzi dan Ahmad)


Dalam cara hidup Islam, orang tua dihormati bahkan ketika memulai percakapan. Pernah suatu kali, Huwayyisah dan Muhayyisah, anak-anak Mas`ud bin Ka`b, dan Abdur-Rahman bin Sahl datang kepada Nabi SAW untuk membahas masalah tertentu dengannya. `Abdur-Rahman, yang merupakan anak yang paling bungsu diantara mereka, mulai berbicara. Lalu, Nabi SAW bersabda, “Biarkan yang paling tua (di antara kamu) yang pertama berbicara ” (HR Bukhari).


Nabi SAW menasehati dan mendorong dengan kuat para pemuda dan untuk benar-benar menghormati para orang tua karena usia mereka. Kisah dalam hadis ini mengirimkan pesan yang kuat kepada masyarakat Muslim bahwa Islam telah menempatkan orang-orang-tua – terlepas dari keyakinan dan latar belakang mereka -dalam posisi yang tinggi, bukan dalam posisi rendah yang mereka alami di masyarakat Barat.


Adalah menyedihkan di dunia dimana kita hidup di saat para orang tua di barat diabaikan oleh kawan-kawan dan kerabat mereka. Alih-alih memberikan pesan dukungan yang mengikat secara emosi, mendorong hubungan yang kuat dengan para orang tua dan kaum kerabat, menghormati para orang tua dan mendukung orang-orang yang kurang beruntung, media komersial malah mengeluarkan pesan yang menunjukkan sifat egois, materialistis dan individualistis.


Saat pesta Natal berlangsung, hadiah-hadiah dibuka dan orang-orang bersenang-senang sendiri- ada jutaan orang tua di dunia barat yang tidak memiliki teman dan terdapat dinding dimana mereka terjebak diantara dinding itu.


Hanya cara hidup Islam yang mampu menciptakan masyarakat yang memberikan kebahagiaan bagi semua orang tanpa memandang usia, ras dan latar belakang.


وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ


“Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan” (QS An-Nahl 16:44)


(hizb.org.uk, 23/12/2014)


Baca juga :



  1. Mantan Biarawati Blak-blakan Soal Mitos Natal hingga Pembantaian Kaum Muslim

  2. Meski SBY Kepala Negara tetap Haram Rayakan Natal

  3. Pemilu India Merupakan Saat-saat Sulit Bagi Kaum Muslim

  4. Fatwa MUI Tentang Haramnya Mengikuti Natal Bersama dan Kegiatan-kegiatan Natal

  5. Natal, Alat Politik Dangkalkan Akidah





Sebuah Masjid Lain Diserang di Swedia

Sebuah Masjid Lain Diserang di Swedia

Sebuah masjid kedua diserang di kota tenggara di Swedia, Eskilstuna, setelah sebuah masjid lain dibakar di lingkungan yang sama

Sebuah masjid kedua diserang di kota tenggara di Swedia, Eskilstuna, setelah sebuah masjid lain dibakar di lingkungan yang sama



Sebuah masjid diserang di kota Eskilstuna di tenggara Swedia hari Kamis malam hanya beberapa jam setelah sebuah masjid lain di kota yang sama dibakar, sebuah koran Swedia melaporkan.


Polisi mengatakan seorang pria tidak dikenal menghancurkan jendela masjid hari Kamis malam hanya beberapa meter dari tempat masjid pertama diserang dengan dibakar, kata harian Swedia, Aftonbladet.


Polisi mengatakan masih belum jelas apakah kedua kasus itu berkaitan.


Dalam insiden pertama, lima orang luka-luka ketika seorang membakar sebuah masjid di Eskilstuna. Dinas Keamanan Swedia melakukan penyelidikan atas serangan pembakaran ini.


Expo, sebuah yayasan Swedia yang meningkatkan kesadaran tentang rasisme dan xenophobia (ketakutan akan orang asing), mengatakan sedikitnya 12 serangan terjadi pada masjid-masjid di seluruh Swedia tahun ini.


Ini berarti setidaknya terjadi satu serangan per bulan pada sebuah masjid di Swedia dari bulan Januari hingga Desember tahun ini, menurut Expo.


Serangan pembakaran di masjid itu terjadi pada Hari Natal yang dilatar belakangi oleh perdebatan yang membuat tegang di Swedia mengenai imigrasi dan dukungan untuk partai politik sayap kanan, Partai Demokrat Swedia.


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Jumat bahwa Eropa harus membersihkan diri dari Islamofobia dan rasisme di dalam perbatasannya sendiri sebelum mencoba untuk memberikan pelajaran mengenai demokrasi kepada Turki.


“Kami bukan negara yang pantas dimarahi oleh Eropa,” kata Erdogan dalam pidatonya di sebuah simposium pada Konfederasi Pegawai Negeri ‘Serikat Pekerja di Ankara.


“Kami bukan kambing hitam Eropa. Hari-hari buruk Turki sudah berakhir,” katanya. (worldbulletin.net, 27/12/2014)


Baca juga :



  1. Masjid di Swedia Dibakar, Lima Cedera

  2. Polisi Swedia Menggerebek Masjid dan Menangkap Tiga Muslim

  3. Sebuah Masjid di Inggris Dibakar Hingga Ludes

  4. Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Meledakkan Sebuah Masjid di Inggris

  5. Ekstremis Islamophobia Bakar Sebuah Masjid di Texas





Gelisah Suami

Gelisah Suami


tangan suami istri




Laporkan iklan ?


PERNIKAHAN memang salah satu pintu keberkahan. Segala sesuatu tanpa terasa tumbuh dan berkembang. Yang sebelumbya tidak boleh, dengan pernikahan bukan sekedar boleh, tapi berpahala. Yang sebelumnya tidak ada, sudah mulai banyak. Ada anak-anak, rumah beserta perabot, kendaraan dan tentu saja status diri yang mulai dianggap masyarakat.


Dari sekian buah keberkahan yang selalu bertambah, ada akar keberkahan yang tidak boleh kering. Apalagi mati. Itulah cinta suami istri yang ternaung dalam cinta Yang Maha Pencinta, Allah SWT.


Mungkin, ada perbedaan latar belakang budaya. Ada juga masalah suku, selera, daya tangkap hati, dan seputar kebiasaan masa lajang. Dari cintalah segala perbedaan tadi terjembatani. Tapi, dari cinta pula kekhawatiran bisa muncul berlebihan. Setidaknya, rasa itulah yang sempat dialami Pak Udin.


Bapak tiga anak ini boleh dibilang suami yang beruntung. Betapa tidak, ia dapat anugerah Allah berupa istri shalihah, cantik, lembut, sabar, dan pintar masak. Sebuah deretan kriteria yang sangat diidam-idamkan banyak calon suami. Dan yang paling membuat Pak Udin merasa beruntung, semua anugerah Allah itu ia peroleh sebagai berkah karena aktif di pengajian.


Pria asli Betawi ini sulit membayangkan kalau ia tidak ikut pengajian. Mungkin, sampai tua pun sosok istri dengan kriteria yang ada pada istrinya itu Cuma jadi khayalan. Apalagi modal luar yang dimiliki Pak Udin kurang meyakinkan. Wajah pas-pasan, modal dana tak bisa dibanggakan. Sekali lagi, Pak Udin memang mesti banyak bersyukur. Dan salah satu bentuk syukurnya itu, ia sangat sayang pada istrinya.


Kadang, di tengah rasa sayangnya itu, Pak Udin merasa bingung. Pasalnya, tiap kali datang proses melahirkan, ia seperti dihadapkan pada bayang-bayang kematian. Rasanya, ia seperti dihadapkan dengan sebuah pertukaran: dapat anak hilang istri.


Kegelisahan ini mungkin bisa dibilang wajar. Karena tiap kali menghadapi kehamilan, istrinya mengalami sakit lumayan parah: muntah, lemas, hilang nafsu makan dan pusing. Itu bisa berlangsung hingga tiga bulan. Yang lebih parah di saat-saat menjelang kelahiran. Proses kelahiran yang dialami istri Pak Udin begitu sulit. Ituah kenapa di tiga kali kelahiran selalu berujung pada operasi sesar.






PBB Desak Myanmar Berikan Kewarganegaraan Muslim Rohingnya

PBB Desak Myanmar Berikan Kewarganegaraan Muslim Rohingnya

image


MYANMAR, muslimdaily.net – Majelis Umum PBB telah menyetujui sebuah resolusi mendesak Myanmar untuk memberikan “kewarganegaraan penuh ” terhadapvminoritas muslim Rohingnya. Dan memungkinkan mereka untuk bergerak bebas di seluruh negara.


Resolusi yang diadopsi oleh konsensus pada hari Senin, menekankan “perhatian serius ” tentang perlakuan pemerintah terhadap orang-orang Rohingya, mengirim pesan dari 193 anggota badan dunia bahwa masyarakat internasional bersatu menginginkan perubahan perlakuan Myanmar kepada minoritas.


Resolusi juga menyerukan pemerintah untuk mengambil langkah dalam memastikan muslim Rohingy dapat dengan aman kembali ke masyarakat. Serta untuk melakukan penyelidikan pelanggaran hak asasi yang independen, dan untuk mempromosikan koeksistensi damai.


Sebanyak 1,3 juta muslim Rohingnya ditolak kewarganegaraan di bawah hukum nasional dan hampir tidak memiliki hak. Pemerintah Myanmar ingin mengkategorikan mereka sebagai “Bengali,” menyiratkan mereka adalah ilegal migran dari Bangladesh tetangga.


Setelah Myanmar memulai transisi dari diktator kepada demokrasi tahun 2011, baru didapatinya kebebasan berekpresi menghembuskan kebencian terhadap muslim Rohingya oleh mayoritas Budha.





Imigran Syiah Afghanistan di Balikpapan Segera Dideportasi

Imigran Syiah Afghanistan di Balikpapan Segera Dideportasi


Para imigran akan dideportasi Januari 2015 secara bergelombang.



Imigran Syiah Afghanistan di Balikpapan Segera Dideportasi

Para imigran Syiah dari Afghanistan yang saat ini berada di Balikpapan.




Hidayatullah.com–Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dalam waktu dekat akan memulangkan (deportasi) imigran syiah asal Afghanistan ke negara asalnya.


“Berdasarkan rapat Muspida Balikpapan, kami sepakat memulangkan mereka ke negara asalnya,” kata Syukri Wahid, Ketua Komisi I DPRD Kota Balikpapan kepada hidayatullah.com, Rabu (31/12/2014) pagi.


Menurut Syukri, rencananya para imigran ini akan dideportasi Januari 2015 secara bergelombang.


“Dalam waktu dekat Walikota Balikpapan akan ke Jakarta bertemu Menkopolhukam membahas teknis pemulangan imigran Afghanistan itu. Ya paling cepat Januari mulai dipulangkan,” jelas Syukri.


Kata Syukri, saat ini seluruh imigran Syiah Afghanistan yang sempat ditampung di rumah dinas kepala kantor imigrasi Balikpapan sudah dipindahkan ke rumah detensi imigrasi (Rudenim) Balikpapan.


“Mereka semua sekarang ditampung di Rudenim. Ini untuk meredam ekses negatif. Karena saat di rumah dinas kepala kantor imigrasi mereka tidak mendapat pengawasan. Berkeliaran ke mana-mana,” tukas Syukri.*






Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Dai Mentawai

Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Dai Mentawai


Ketua KMPM Sumatera Barat mengaku optimis, Farhan akan terbebas dari jeratan hukum yang salah alamat itu.



Kuasa Hukum Ajukan Penangguhan Penahanan Dai Mentawai

Dai Mentawai Farhan Muhammad (kanan). Bersama ia juga ditahan daiyah Mayarni Mzen.




Hidayatullah.com–Sidang lanjutan kasus kriminalisasi dai muda asal Mentawai, Farhan Muhammad, kembali digelar di Pengadilan Negeri Padang, Sumatera Barat Rabu (31/12/2014) pagi.


Ketua Komite Muslim Peduli Mentawai (KMPM) Sumatera Barat, Muhammad Siddieq yang ikut mengawal kasus ini mengatakan pada sidang lanjutan ini, kuasa hukum akan mengajukan penangguhan penahanan Farhan kepada majelis hakim.


“Pengacara akan mengajukan penangguhan penahanan. Karena setelah mendengar saksi-saksi pada sidang sebelumnya, kami melihat Ustadz Farhan ini tidak bersalah,” terang Siddieq kepada hidayatullah.com melalui sambungan telepon, Selasa (30/12/2014) sore.


Pada sidang pekan lalu, jelas Siddieq, kuasa hukum Farhan menghadirkan beberapa saksi.


“Sidang kemarin saksi yang dihadirkan adalah donatur yang membiayai beasiswa anak-anak Mentawai. Selain itu dihadirkan pula saksi pimpinan pondok pesantren di Bekasi yang merupakan tujuan anak-anak Mentawai itu akan belajar,” jelas Siddieq.


Siddieq menambahkan, keterangan para saksi ini dinilai dapat meringankan dakwaan terhadap Farhan. Siddieq mengaku optimis, Farhan akan terbebas dari jeratan hukum yang salah alamat itu.


Sementara itu perihal siapa pihak yang melaporkan Farhan ke pihak kepolisian ini belum terungkap.


“Kami masih mencari orang yang melaporkan ustadz Farhan ini. Kami ingin tahu apa motifnya. Untuk sementara kami menduga seorang pendeta di Sikakap Kepulauan Mentawai yang melaporkan ustadz Farhan ini,” ujar Siddieq.


Seperti diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Farhan Muhammad, seorang dai muda asal Mentawai, ditangkap Polisi Polresta Padang pada tanggal 25 Juni 2014. Farhan bersama sembilan anak-anak Mentawai akan berangkat ke Bekasi, Jawa Barat, untuk keperluan studi. Farhan ditangkap atas tuduhan perdagangan anak.*






Datangi Kemenag, Iran Jajaki Kerjasama Kelola Wakaf Dan Bangun Masjid

Datangi Kemenag, Iran Jajaki Kerjasama Kelola Wakaf Dan Bangun Masjid


Ebrahimian menyampaikan Iran siap dan bersedia bantu pembangunan masjid besar di makam para Wali Songo



Datangi Kemenag, Iran Jajaki Kerjasama Kelola Wakaf Dan Bangun Masjid

Kemenag


Kedutaan Besar Republik Islam Iran yang diwakili Konselor bidang Kebudayaan Besar, Dr Hujjatollah Ebrahimian, berkunjung ke Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Ditjen Bimas Islam




Hidayatullah.com–Kedutaan Besar Republik Islam Iran yang diwakili Konselor bidang Kebudayaan Besar, Dr Hujjatollah Ebrahimian, berkunjung ke Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, di Kantor Kemenag Thamrin, Selasa (30/12/2014) untuk membina kerja sama dalam bidang wakaf.


Kedatangan Ebrahimian beserta tim ini disambut Direktur Pemberdayaan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, Hamka, beserta jajarannya.


“Republik Islam Iran mempunyai pengalaman puluhan tahun dalam mengelola wakaf. Dan kami, mempunyai peradaban yang baik dalam wakaf. Karenanya, Kami, Konsul Kebudayaan Iran, mewakili Rakyat Iran hendak menyampaikan usulan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, dalam pengembangan wakaf di Indonesia,” terang Konsul Hujjahtollah Ebrahimian dikutip Antara.


“Kami juga akan melaporkan berbagai hal berkaitan dengan informasi pemberdayaan wakaf di Indonesia, ke Kementerian Kebudayaan Iran,” tambahnya.


Ebrahimian juga menginformasikan, salah satu pekerjaan Badan Wakaf di negaranya, yaitu mengelola pemakaman dan membangun masjid­-masjid besar.


Dalam silaturahim ini, Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan keinginannya untuk bekerja sama dengan Direktorat Pemberdayaan Wakaf Bimas Islam dalam beberapa hal, seperti pelaksanaan Konferensi Besar tentang sejarah dan perjalanan dakwah Wali Songo di Nusantara, agar dunia memahami Islam, khususnya di Indonesia.


Ebrahimian juga menyampaikan bahwa Iran siap dan bersedia membantu pembangunan masjid besar di makam para Wali Songo. Selain itu, Kementerian Kebudayaan Iran juga siap bekerjasama dengan Kemenag dalam pengembangan wakaf.


Direktur Pemberdayaan Wakaf, Hamka, menyambut baik usulan Konselor tersebut. Direktur juga menjelaskan sedikit tentang tanah wakaf di Indonesia yang tersebar di 400 ribu lebih lokasi.


“Pada 2014, di seluruh Tanah Air, tercatat ada 435.395 lokasi tanah wakaf, dengan luas mencapai 4.142.464.287.906 meter persegi. Dari banyaknya tanah wakaf tersebut, sekitar 66,25 % telah bersertifikat, tepatnya yakni sebanyak 288.429. Sedang sisanya, 146.966 lokasi (32, 75%) belum bersertifikat.


Dari segi lokasi, ada sekitar 10% tanah wakaf, berlokasi strategis dan potensial untuk dikembangkan secara ekonomis. Dan, dengan adanya kerjasama dengan Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar di Republik Iran ini, Insya Allah sangat positif bagi Pemberdayaan Wakaf di Indonesia,” terang Direktur.*






Tahun 2015, Pemuda Islam Jangan Lagi Takut Bersuara

Tahun 2015, Pemuda Islam Jangan Lagi Takut Bersuara


Siapapun bisa menjadi agen dakwah, saat itulah peranan pemuda terasa di masyarakat



Tahun 2015, Pemuda Islam Jangan Lagi Takut Bersuara

Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Bachtiar Nasir




Hidayatullah.com–Tahun 2015 akan kita masuki hanya dalam hitungan jam. Ada banyak persoalan umat yang menunggu diselesaikan. Berbekal iman dan ilmu, pemuda Islam diharapkan berada di garis terdepan estafet dakwah. Demikian dikatakan Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Bachtiar Nasir.


“Begitulah seharusnya sikap pemuda Islam. Keberadaannya terasa karena Ia berperan di masyarakat. Ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, pemuda Islam yang tampil. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, pemuda Islam yang ambil peran,” ujar pria yang belum di hadapan ratusan pemuda yang menghadiri Qur’anic Generation (Q-Gen) Big Festival, di AQL Islamic Center, Jakarta.


Lebih jauh, Bachtiar mendukung keberanian pemuda untuk bersuara. Diharapkan, pemuda Islam menjadi tulang punggung masyarakat yang sedang mencari perlindungan.


Bachtiar juga meyakinkan, berbekal iman dan ilmu, pemuda Islam akan disegani lawan. Bergerak di masyarakat, tidak hanya bermodal keberanian. Membekali diri dengan ilmu syariah dan pengetahuan umum, wajib hukumnya bagi setiap pemuda Islam.


Ia mencontohkan seperti kurikulum pendidikan nasional tahun 2013 yang belakangan ini hangat dibicarakan. Kurikulum tersebut juga perlu dibaca sebelum advokasi dilakukan.


Begitu juga dengan kebijakan pelarangan siswi berjilbab di sekolah. Pemuda Islam harus mengetahui secara jelas kemana arah pelarangan itu sebelum mendatangi Kepala Sekolah.


Penyampaiannya, lanjut Bachtiar, tidak harus dengan kekerasan. Seringkali keberanian berbalut kesantunan lebih efektif menuai simpati. Hal itu seperti yang dialami oleh seorang kawannya yang menginap di sebuah hotel di Pekanbaru, Riau.


Menjelang perayaan Natal, hotel itu mewajibkan seluruh karyawannya memakai topi Sinterklas terutama saat penyambutan tamu hotel. Padahal, sebagian besar karyawan beragama Islam.


“Karena resah, teman saya itu mendatangi manajer hotel dan mengatakan, “Maaf, Pak, Riau ini mayoritas penduduknya muslim. Karyawan non Islam di sini juga tidak pernah dipaksa untuk memakai peci ketika Idul Fitri. Lalu, kenapa karyawan Muslim disuruh pakai topi Sinterklas?”,” tanya sang teman yang tetap menjaga nada suaranya.


Pendapat yang disampaikan dengan ketenangan itu akhirnya ditindaklanjuti dengan perintah untuk tidak lagi memakai topi Sinterklas keesokan harinya.


Cerita itu, kata Bachtiar, bisa menyemangati para pemuda Islam untuk tidak takut bersuara. Siapapun bisa menjadi agen dakwah. Saat itulah peranan pemuda terasa di masyarakat.


“Seorang pemuda akan dibutuhkan masyarakat jika terasa perlindungan serta manfaatnya,” tukas alumni Universitas Islam Madinah itu.*






FPI: Mestinya Indonesia Mengirim TNI Ke Palestina

FPI: Mestinya Indonesia Mengirim TNI Ke Palestina


FPI menyarankan Indonesia tidak perlu ‘mencari muka’ berkoalisi dengan Amerika memerangi IS, karena masalah IS murni dalam negeri Iraq dan Suriah



FPI: Mestinya Indonesia Mengirim TNI Ke Palestina

Antara


Imam Besar FPI Habib M Rizieq Shibab bersama pengurus FPI




Hidayatullah.com— Dalam sebuah pernyataan terbarunya, Front Pembela Islam (FPI) menyatakan, mestinya Indonesia kirim saja TNI dan mujahidin ke Palestina untuk melawan penjajah Israel karena melakukan kejahatan perang.


“Mestinya Indonesia kirim saja TNI dan mujahidin ke Palestina untuk melawan Israel yang nyata-nyata menjajah Palestina dan melakukan kejahatan perang, sesuai dengan amanat muqaddimah UUD 1945 bahwa penjajahan di muka bumi harus dihapuskan,” demikian pernyataan FPI yang dirilis dalam laman resmi fpi.or.id , Selasa (30/12/2014) kemarin.


Pernyataan FPI yang juga dimuat di akun Facebook Muhammad Rizieq Syihab juga menyinggung tantangan Salim At-Tamimi alias Abu Jundal Al-Indunisi atas nama kelompok Daulah Islamiyah Iraq wa Syam (DAIS/IS) terhadap TNI, Polri dan BANSER, yang dinilai hanya “banyolan” dan tidak perlu ditanggapi serius.


Karena itu FPI menyarankan Indonesia tidak perlu ‘mencari muka’ dengan berkoalisi dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memerangi IS, sebab masalah IS adalah murni masalah dalam negeri Iraq dan Suriah. [FPI: ISIS Bukan Ancaman Indonesia, Niat Pendirian Khilafah Tak Perlu Dimusuhi]


“Masalah IS adalah murni masalah dalam negeri Iraq dan Suriah. IS berontak terhadap pemerintah Iraq dan Suriah, serta mendirikan negara sendiri, karena dalam pandangan IS bahwa rezim yang memimpin Iraq dan Suriah telah zholim terhadap rakyat,” demikian pernyataan FPI.


FPI juga menilai, meski berbeda sikap dengan IS, namun cita-cita dan niat mendirikan khilafah Islam hal yang baik dan harus digelorakan.


“Mestinya, cita-cita luhur untuk mendirikan khilafah Islam dan melaksanakan tahthbiq Syariah, serta menggelorakan jihad untuk melawan musuh-musuh Islam di seluruh dunia harus didukung, bukan dimusuhi oleh negeri-negeri Islam.”


Hanya saja menyangkut sikap mereka yang menurut FPI ekstrim dengan menghancurkan makam para nabi sahabat yang tidak sepaham harus ‘dilawan’.


“Soal IS berpaham Wahabi dan bersikap ekstrim dengan menghancurkan sejumlah situs Islam seperti makam para Nabi dan para Sahabat serta para wali di Iraq dan Suriah, apalagi sampai membunuh ulama dan warga sipil yang tidak sepaham dengan mereka, memang wajib ditentang dan dilawan oleh Aswaja (Ahlus Sunnah Wal Jamaah), tapi bukan dengan gabung bersama tentara kafir AS.”*






Ledakan Terowongan Tewaskan 7 Tentara Rezim di Aleppo

Ledakan Terowongan Tewaskan 7 Tentara Rezim di Aleppo

image


ALEPPO, muslimdaily.net – Sebuah ledakan kuat dari bahan peledak yang ditanam di sebuah terowongan di bawah kota tua Aleppo, Syria Utara, menewaskan tujuh pasukan pemerintah Selasa (30/12), monitor mengatakan.


Jabha Syamiyah, koalisi baru di Aleppo, berada di balik ledakan itu, kata Observatorium Suriah untuk hak asasi manusia.


Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan setidaknya tujuh pasukan pemerintah dan sekutu tewas. Pernyataan sebelumnya dari kelompoknya meneyebutkan korban 20 orang tewas atau terluka.


Abdel Rahman menyampaikan kepada AFP, beberapa pasukan pemerintah lainnya terluka dalam ledakan, tetapi tidak bisa mengatakan berapa banyaknya.


Observatorium Britania dari berbagai sumber untuk melaporkan, bentrokan sengit pecah di Kota Tua Aleppo setelah ledakan terowongan.


Jabha Syamiyah, yang terbentuk kurang dari seminggu yang lalu, tidak mengklaim bertanggungjawab terhadap ledakan di Aleppo.


Sementara televisi negara Suriah mengatakan “kelompok teroris menargetkan kota tua dengan tiga ledakan, Barat benteng… menghancurkan beberapa bangunan bersejarah di area itu.”


Penyiar, menggunakan istilah rezim untuk pemberontak, tidak melaporkan mengenai korban.


Sumber militer Suriah di Aleppo, mengkonfirmasi AFP bahwa pemberontak telah meledakkan sebuah terowongan yang digali di bawah sebuah bangunan.


Sementara itu, bentrokan pecah, kata sumber, yang menambahkan: “tentara berhasil memukul mundur pemberontak yang ingin melancarkan serangan.”





Tantangan Terbesar dalam Belajar KEPEMIMPINAN, Ternyata Adalah…

Tantangan Terbesar dalam Belajar KEPEMIMPINAN, Ternyata Adalah…


Surya Kresnanda

Surya Kresnanda



Pembelajaran tentang KEPEMIMPINAN sudah sangat mudah ditemui hari ini. Berbagai buku dengan tema itu menyebar di banyak toko buku hasil karya ratusan penulis. Seminar-seminar kepemimpinan ada di mana-mana dengan beragam harga mulai dari yang terjangkau masyarakat bawah hingga ada yang lebih mahal dari satu buah mobil. Tokoh kepemimpinan dalam negeri pun terlampau banyak sehingga bagi sebagian orang tak perlu lagi mencari guru dari luar.

Kondisi kemudahan tersebut ternyata tak memberikan hasil sepadan. Kita bisa melihat jelas rendahnya kepemimpinan di negeri kita. Dalam sebagian perusahaan pun bukan hal mudah menemukan sosok pemimpin hebat, di saat training-training kepemimpinan sudah sangat sering dilakukan di dalam perusahaan tersebut.


Belajar kepemimpinan ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Ini bukan sikap pesimis, melainkan membuka kenyataan agar kita bersiap. Saya telah berkali-kali memberikan pelatihan dan pengajaran kepemimpinan di berbagai lembaga mulai dari perusahaan swasta hingga kepada mahasiswa di kampus tempat saya mengajar, dan selalu menemui satu pola yang sama. Saat menerima ilmu tentang kepemimpinan, hal pertama yang dipikirkan peserta adalah mengevaluasi pimpinan mereka.


“Harusnya pimpinan saya yang menerima ilmu ini!”


“Coba atasan saya paham hal ini, pasti saya nggak akan mengalami seperti sekarang!!”


Tidak jarang, pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari peserta adalah pertanyaan yang menjurus pada sikap pimpinan mereka…


“Terus bagaimana dong kalau kita punya pimpinan egois yang tak mau mendengar aspirasi bawahannya?!”


Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua termasuk saya, bahwa belajar kepemimpinan utamanya adalah untuk diri kita, bukan mengevaluasi orang lain. Perlu disadari, tak ada pimpinan sempurna, dan jika ingin dievaluasi pasti akan ada celahnya. Namun saat kita berfokus mengevaluasi kekurangan pimpinan kala sedang belajar kemepimpinan, maka kita lupa untuk meng-internalisasi ke dalam diri kita sendiri karena hati kita senantiasa ingin menuntut orang lain.


Tantangan ini yang sering muncul dan bisa jadi kita alami. Jika menuntut, “Harusnya atasan saya begitu tuh…. harusnya atasan saya yang mendapat training ini…” apakah ilmu itu akan benar-benar masuk ke dalam hati kita? apakah kita benar-benar berubah dengan belajar kepemimpinan? atau jangan-jangan akhirnya pembelajaran sia-sia dan hanya buang waktu, tenaga, dan uang.


Sahabat sekalian, saat kita sedang mendalami kepemimpinan baik melalui buku, pelatihan, kaset, dan sebagainya, mari tekankan dalam pikiran dan hati bahwa sesungguhnya belajar apapun diutamakan untuk diri kita. Kitalah yang memulai perubahan diri dengan ilmu yang sudah dipelajari. Akan selalu ada celah untuk mengevaluasi orang lain, apalagi atasan, namun bukan waktunya itu dilakukan di kala kita sedang belajar sesuatu.


Mari selalu memulai dari diri kita….


Salam perubahan, wahai para pemimpin.


Surya Kresnanda


Leadership Coach


———————-


Senior Trainer, PT Ganesha Sentra Perubahan


0811 2244 111


@SuryaKresnanda


———————-





Harga Premium Jadi Rp 7.600/liter Mulai Pukul 00.00

Harga Premium Jadi Rp 7.600/liter Mulai Pukul 00.00

image


JAKARTA, muslimdaily.net - Pemerintah akhirnya memutuskan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi turun. Penurunan harga BBM tidak lepas dari anjloknya harga minyak dunia.


Harga BBM Premium ditetapkan Rp 7.600/liter. Turun dibandingkan sebelumnya yaitu Rp 8.500/liter. Sementara harga Solar menjadi Rp 7.250/liter. Juga turun dari harga sebelumnya Rp 7.500/liter.


Demikian dikemukakan Menko Perekonomian Sofyan Djalil dalam pengumuman yang berlangsung di kantornya, Jakarta, Rabu (31/12/2014).


“Berlaku nanti malam pukul 00.00 (1/1/2015). Intinya adalah perkembangan harga minyak dunia yang terus terjadi pelemahan. Pemerintah merasa ini perlu peninjauan,” tutur Sofyan. (dtk)





Pemkot Solo Tak Peka, Berencana Menggelar Pesta Tahun Baru di Tengah Bencana

Pemkot Solo Tak Peka, Berencana Menggelar Pesta Tahun Baru di Tengah Bencana

pasar klewer3SOLO, Muslimdaily.net – Meski musibah besar kebakaran yang meluluhlantakkan Pasar Klewer ternyata tak membuat Pemkot Solo membatalkan acara pesta penyambutan tahun baru. Sebagai agenda tahunan Pemkot Solo berencana menggelar acara Car Free Night di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Tak hanya itu di sepanjang Jalan Jendral Sudirman Pemkot Surakarta juga akan menggelar pentas wayang orang kolosal yang menghabiskan dana 100 juta. Ternyata jerit tangis dan kesedihan ribuan pedagang Pasar Klewer ternyata tak mampu menggugah perasaan pemkot Surakarta untuk tidak menggelar pesta hura-hura.


Terkait hal itu banyak diantara masyarakat yang kecewa degan sikap Pemkot Solo diantaranya datang dari Humas LUIS (Laskar Umat Islam Surakarta) Endro Sudarsono.


“Sebaiknya Pemkot Surakarta membatalkan acara perayaan tahun baru 2015. Harusnya Pemkot lebih peka menangkap situasi kebatinan warga Solo.” Ujarnya. Rabu, (31/12/2014).


Kerugian yang dialami akibat kebakaran tersebut mencapai lebih 10 triliun. Hal tersebut mengakibatkan traumatik bagi para pedagang. Tak sedikit pula tangisan dan depresi juga dialami ribuan orang yang mencari rezeki di Pasar Klewer.


Endro Sudarsono juga berpendapat, situasi paradoks akan muncul jika Pemkot Solo tetap menggelar acara Pesta tahun baru ketika duka masih membara. Solusi untuk saat ini yang tepat dan bermanfaat pada dimensi kerohanian untuk bermuasabah.


Selain itu Pemkot Surakarta juga mengabaikan larangan Menteri Dalam Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang mengimbau semua pejabat dan pegawai negeri sipil di pusat dan daerah di Indonesia untuk tidak merayakan Tahun Baru dengan pesta secara terbuka.





Mahasiswa Mesir Bisa Lanjutkan Kuliah Jika Berjanji Tidak Ikut Kerusuhan Lagi

Mahasiswa Mesir Bisa Lanjutkan Kuliah Jika Berjanji Tidak Ikut Kerusuhan Lagi

Berita Internasional Update

Hidayatullah.com–Kementerian Pendidikan Tinggi Mesir hari Senin (29/12/2014) mengatakan bahwa para mahasiswa yang dikeluarkan dari kampus karena terlibat aksi protes di lingkungan sekolahnya, dapat melanjutkan kembali pendidikannya asal berjanji tidak akan terlibat lagi dalam aksi kekerasan.


Menteri Al-Sayid Abdul-Khaliq mengatakan bahwa keputusan “pemberhentian” mereka sebagai mahasiswa adalah keputusan adminstratif yang dapat diubah, lansir Ahram Online dari kantor berita MENA.


Mahasiswa yang ingin meneruskan kuliahnya harus mengajukan permohonan bersama dengan orangtuanya dan membuat pernyataan tertulis tidak akan terlibat dalam kerusuhan atau aksi kekerasan.


Data statistik kelompok peduli HAM Association for Freedom of Thought and Expression belum lama ini menyebutkan ada 317 mahasiswa dari berbagai universitas yang ditahan sepanjang tahun akademik yang sedang berjalan.


Pada hari Rabu pekan lalu, Universitas Kairo menerima kembali mahasiswanya yang pernah dikeluarkan setelah mereka membuat janji tertulis yang ditandatangani yang menjadi persyaratan.


Menurut Rektor Universitas Kairo Jabar Nassar, pada tahun akademik 2013-2014 sebanyak 140 mahasiswa dikeluarkan dari kampusnya.


Nassar mengatakan mahasiswa-mahasiswa yang diperbolehkan berkuliah kembali itu tidak pernah terlibat dalam tindakan kriminal dan orangtuanya berjanji akan berkerjasama dengan pihak universitas untuk memantau aktivitas mereka.


Menurut laporan penyelidikan sebuah komisi bentukan pemerintah, tahun lalu 15 orang mahasiswa tewas dalam bentrokan antara para mahasiswa dan aparat di berbagai kampus di Mesir, dalam demonstrasi yang diwarnai aksi kekerasan. Sebanyak 257 mahasiswa lainnya dipecat dari kampus dan puluhan lainnya luka-luka saat melakukan demonstrasi di lingkungan kampus yang kebanyakan digelar oleh mahasiswa pendukung mantan presiden Muhammad Mursy dan Al-Ikhwan Al-Muslimun.*





ISIS Klaim Yang Membunuh Jenderal Iran Hamid Taghavi

ISIS Klaim Yang Membunuh Jenderal Iran Hamid Taghavi

Berita Internasional Update

Taqavi adalah perwira militer tertinggi Iran yang diketahui terbunuh di luar negeri, sejak perang Iran-Iraq pada tahun-tahun 1980-an



ISIS Klaim Yang Membunuh Jenderal Iran Hamid Taghavi

ABNA


Pemakaman Brigadir Jenderal Hamid Taghavi




Hidayatullah.com–Kelompok Daulah Islamiyah Iraq wa Syam (DAIS/ISIS mengklaim sebagai pihak yang telah membunuh perwira tinggi Iran, Brigadir Jenderal Hamid Taghavi yang bertugas sebagai penasihat militer pasukan Iraq, sebaigamana tersebar di internet pada hari Senin kemarin.


Sebelumnya, Garda Pengawal Revolusi Iran telah mengumumkan kematian Brigadir Jenderal Hamid Taghavi yang ditugaskan di Samarra, sebelah utara Baghdad untuk membantu melatih pasukan Iraq. [Baca: Penasihat Militer Iran Tewas di Iraq]


Salah satu forum jihadis sebelumnya mengunggah gambar seorang petugas militer Iran bersama tiga orang lain. Petugas militer itu diberi garis lingkaran merah di gambar kepalanya dengan judul tulisan; ”Sebuah foto bandit Hamid Taghavi yang dibunuh oleh orang-orang dari ISIS di wilayah Samarra.”


Jenderal Hamid Taghavi1

Brigadir Jenderal Hamid Taghavi yang tewas di Iraq [ABNA]



Hamid taqavi dinyatakan tewas hari Ahad (28/12/2014) usai menjalankan misinya” di Samarra, sebuah kota di sebelah utara Baghdad, di mana terletak sebuah masjid Syiah yang terkenal. Jenazah Hamid Taqavi dilaporkan akan dimakamkan di kampung halamannya, Ahvaz, di Iran tenggara, hari Selasa (30/12/2014) ini.


Taqavi adalah perwira militer tertinggi Iran yang diketahui terbunuh di luar negeri, sejak perang Iran-Iraq pada tahun-tahun 1980-an.


Upacara penghormatan terakhir bagi komandan senior Pengawal Revolusi Iran ini telah diselenggarakan di Teheran, Senin (29/12/2014), demikian dilaporkan oleh televisi pemerintah setempat.


Seperti diketahui, Iran ikut campur tangan di Iran dengan mengerahkan pesawat tempur untuk memerangi ISIS di Iraq dan kelompok pejuang dari Sunni.


”Republik Islam Iran mendukung pasukan tentara dan militer Iraq untuk melakukan kebijakan strategis,” kata Menteri Pertahanan Iran, Jenderal Hossein Dehgan seperti dilansir kantor berita IRNA.


Seperti diketahui, tak hanya ISIS, kelompok-kelompok Sunni juga ikut berjuang memerangi pemerintah Iraq yang didominasi Syiah. [Baca: Kronologi Jatuhnya Mosul di Tangan ISIL]


Iran juga ikut campur tangan dengan membantu pasukan mendukung rezim Nushairiyah Suriah dan Iraq yang didominasi Syiah.*






Saya Pengemis Cinta

Saya Pengemis Cinta


Salah satu cara untuk meningkatkan derajat dan mempercepat kesuksesan adalah bergaul dengan orang hebat. Apakah itu mudah? Jawabnya, tergantung. Dulu, bagi saya yang berlatar belakang keluarga miskin, dari kampung, tidak punya keahlian khusus ternyata sangatlah sulit bergabung ke lingkungan itu.


Saya pernah menjadi “pengemis cinta” selalu mencari perhatian dan berusaha agar diajak ke lingkungan mereka. Hasilnya? Dicuekin, dikacangin, dipandang sebelah mata, kehadiran saya tidak dianggap oleh mereka. Saya terus berusaha lagi untuk bisa bergabung dengan mereka, hasilnya sama saja, tidak ada kemajuan. Sakitnya tuch disini… Sambil menunjuk ke dada.


Akhirnya, saya sadar diri. Saya tidak mau menjadi pengemis cinta kepada sesama manusia, karena itu benar-benar menyiksa. Maka saya salurkan mental pengemis cinta itu kepada Sang Maha dan kekasih-Nya. Di kala orang terlelap, saya berusaha bangun untuk mengemis cinta kepada-Nya. Saya menangis sepuas-puasnya, saya mengemis sehina-hinanya.


Tidak hanya itu, dikala saya sedang bahagia dan pada puncak semangat kerja yang luar biasa. Saya berhenti sejenak untuk mengemis cinta kepada-Nya. Tidak puas dengan itu, di kala saya jenuh, lelah, sepi dan mengalami demotivasi saya semakin menggila untuk mengemis cinta kepada-Nya.


Bukan hanya itu, saya juga berusaha mengemis cinta kepada kekasih-Nya yang paling utama, Muhammad SAW. Bahkan hampir setiap hari saya mengemis cinta kepada-Nya agar kelak saya bisa memeluk kekasih-Nya, mencium tangannya dan tentu bersamanya di surga.


Saat rindu saya membuncah kepada sang kekasih, saya hanya bisa bersenandung ,”Ya nabi salam, ‘alaika. Ya rosul salam, salam ‘alaika. Ya habib salam ‘alaika, sholawatullah ‘alaika.” Saya tidak tahu, apakah cinta saya bersambut atau tidak. Namun, saat mengemis cinta kepada-Nya ada kenikmatan, ada kepuasan. Dan tentu saya bisa berkata, “Bahagianya tuch, disini.” Sambil menunjuk ke dada…


Dampak lainnya, entah dorongan energi dan kekuatan dari mana, orang-orang hebat lain yang saya kenal akhirnya datang mendekat. Saya bisa bersahabat dengan mereka. Saya bisa datang ke rumahnya. Mereka datang ke rumah saya. Mereka siap menjadi mentor dan pendamping bagi keberhasilan anak-anak saya. Bahkan, diantara mereka ada yang seperti saudara kandung saya.


Saran saya, jauhilah menjadi pengemis cinta kepada sesama. Namun demikian jangan tanggalkan profesi Anda sebagai pengemis cinta. Jadilah pengemis cinta yang bermartabat, punya harga diri dan jauh dari kehinaan. Semua itu terjadi apabila Anda menjadi pengemis cinta kepada penguasa semesta.


Mari kita berlomba menjadi pengemis cinta di tahun 2015, sembari terus berharap agar cinta kita kepada-Nya tidak bertepuk sebelah tangan.


Ya Allah, saya benar-benar mencintai-Mu. Saya pun mencintai kekasih-Mu, Muhammad SAW. Terimalah cintaku… Terimalah cintaku… Terimalah cintaku…


Salam SuksesMulia!


Ingin ngobrol dengan saya? FOLLOW saya di twitter: @jamilazzaini. Atau, LIKE saya di facebook





KH Salahuddin Wahid Siap Maju Muktamar PBNU

KH Salahuddin Wahid Siap Maju Muktamar PBNU

image


DEPOK, muslimdaily.net – Jika banyak yang mendukung atau memintanya untuk menjadi ketua umum, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah menyatakan kesiapannya untuk maju dalam Muktamar PBNU yang akan digelar di Jombang, Jawa Timur, pada Agustus 2015.


“Kalau memang saya diberi tugas ya akan saya kerjakan,” kata Gus Solah ketika ditemui pada acara Silaturahim Nasional Tentang Penguatan Aswaja (ahlussunah wal jamaah) dan Penanggulangan Terorisme Dalam Ketahanan Nasional di Pesantren Al-Hikam Depok, Jawa Barat, Selasa (30/12).


Ia mengakui sudah banyak pihak yang datang kepadanya untuk meminta maju menjadi ketua umum PBNU periode selanjutnya guna menggantikan Said Agil Siradj.


Lebih lanjut Gus Solah mengakui kalau usianya sudah tidak muda lagi dan bisa saja dibuat tata tertib agar tidak bisa maju untuk memimpin organisasi Islam tertua di Indonesia ini.


“Saya kan sudah 72 tahun, bisa saja nantinya ada tatib yang membatasi usia,” katanya.


Menurut dia dirinya akan memperbaiki keadaan PBNU yang selama ini dinilainya lemah dalam berorganisasi, sehingga harus diperkuat agar lebih maju lagi.


Selain itu, kata dia, NU sebagai Ormas harus mengutamakan organisasinya dan jangan terlalu larut pada politik praktis dalam aksi dukung mendukung.


“NU itu kan bukan parpol jadi yang harus diperkuat ya organisasinya dengan membangun masyarakat untuk mewujudkan program yang telah digariskan dan bukan peran politiknya diperkuat,” ujarnya.


Menurut dia, NU tetap perlu kritis terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat. “Kritik harus kita bangun dengan yang baik dan santun, bukan dengan cara-cara yang tidak baik,” katanya.


Ia menegaskan dirinya tidak pernah mencalonkan diri tetapi apabila memang banyak dukungan, maka harus dijalankan. Ia mencontohkan ketika dirinya diminta untuk menjadi pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng, begitu juga dengan duduk di Komnas HAM serta menjadi calon wapres mendampingi Wiranto pada 2004.


Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Muktamar ke-33 di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Keputusan itu diambil dari hasil rapat Syuriah dan Tanfidzitah PBNU di Jakarta, Jumat (5/12).


Rapat yang berlangsung kemarin itu dipimpin oleh Pejabat RoisAam PBNU yakni KH. A. Mustofa Bisri beserta Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Rencananya Muktamar itu akan berlangsung selama lima hari pada tanggal 1 hingga 5 Agustus tahun 2015.


Selain memutuskan lokasi dan waktu pelaksanaan Muktamar NU ke 33, rapat Syuriyah dan Tanfidziyah juga membentuk kepanitiaan pusat. H Slamet Effendy Yusuf Duduk sebagai Ketua Steering Committee (SC) sedangkan Ketua Organizing Committee (OC) diketuai H Imam Azis. (antaranews)





Ditolak Jadi Murid, Inilah yang Dilakukan Seorang Pemuda Shalih

Ditolak Jadi Murid, Inilah yang Dilakukan Seorang Pemuda Shalih

ABU UTSMAN AL HIRI merupakan seorang yang shalih dari Naisabur. Di waktu mudanya, ia ingin bermulazamah dengan gurunya Abu Hafsh, namun sang guru menolak dan mengatakan,”Jangan duduk berdekatan dengan diriku!”


Ditolak sang guru, Abu Utsman pun berdiri, namun ia tidak memalingkan tubuhnya dari sang guru sambil melangkah menjauh, sedangkan pandangannya tetap tidak berpaling kepada wajah sang guru. Sampai akhirnya ia benar-benar hilang dari pandangan sang guru.


Setelah itu, Abu Utsman menggali lubang di depan rumah Abu Hafsh sang guru dan menimbun anggota badannya, serta tidak akan keluar darinya kecuali jika diperintah oleh sang guru.


Sang guru pun menyaksikan hal itu, ia pun merengkuhnya dan menerima menjadi muridnya, bahkan menjadikannya sebagai bagian dari murid-murid pilihan. (Thabaqat Al Auliya, hal. 240)





Lima Tahun ke Depan Indonesia Bisa Jadi Pusat Studi Islam Dunia

Lima Tahun ke Depan Indonesia Bisa Jadi Pusat Studi Islam Dunia


Program Kemenag menciptakan 50.000 doktor, 10.000 hafiz, santri berprestasi dan sejumlah program strategis lainnya.



Lima Tahun ke Depan Indonesia Bisa Jadi Pusat Studi Islam Dunia

Dirjen Pendis Prof. Kamaruddin Amin.




Hidayatullah.com–Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kamaruddin Amin merasa yakin Indonesia akan menjadi pusat studi Islam dunia beberapa tahun ke depan.


“Visi Ditjen Pendidikan Islam pun sudah mengarah ke sana. Konsepnya di Pendis sudah ada, di antaranya program 50.000 doktor, 10.000 hafiz, santri berprestasi dan sejumlah program strategis di Ditjen Pendis lainnya,” katanya di Jakarta, Selasa (30/12/2014).


Mengenai target implementasinya, Kamaruddin mengatakan, membutuhkan waktu lima sampai sepuluh tahun ke depan. “Mungkin butuh satu atau dua RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional),” katanya.


Sebelumnya, Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI), Mahfud MD usai bertemu Wapres Jusuf Kalla, Senin (29/12/2014), mewacanakan menjadikan Indonesia sebagai pusat pemikiran Islam. Mahfud bahkan mewacanakan tak perlu belajar Islam di Timur Tengah.


“Masa kita belajar Islam harus di Timur Tengah, sementara Timur Tengah sendiri tidak bisa memberi, menjadi contoh yang baik, pertikaian, pembunuhan terjadi di sana,” katanya.


Masih menurut Mahfud, Indonesia berhasil mengembangkan Islam yang lebih rasional dan moderat sehingga pemikiran Islam seharusnya bisa lebih berkembang di sini.


Terkait ini, Kamaruddin Amin mengatakan, apa yang disampaikan Mahfud MD bukan merupakan hal baru, karena Ditjen Pendis sudah merencanakannya sejak lama.


Meski demikian, Kamaruddin mengatakan bahwa Timur Tengah masih sangat penting untuk menjadi tujuan belajar. Di samping memiliki distingsi yang dapat memperkaya khazanah keislaman Indonesia, lanjut Kamaruddin, Timur Tengah juga masih menjadi simbol Islam salaf al-salih yang terlalu penting untuk diabaikan.


“Menjadikannya rujukan mutlak tidak tepat, tetapi mengabaikannya sama sekali juga tidak benar,” tegas pria yang juga Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini.


Kamaruddin mengaku bahwa pemikiran Islam Timur Tengah juga sangat variatif, tidak selalu radikal, dan itu tergantung negaranya. Mesir misalnya, beda dengan Saudi dan juga Maroko.


“Overall, distingsi Timur Tengah adalah kekayaan materi keilmuannya. Rasanya juga naif kalau realitas sosio politik Timur Tengah yang kurang demokratis sepenuhnya dituduhkan kepada pemikiran keislamannya. Tentu faktornya sangat multidimensional,” ujar Kamaruddin.


Selain itu, pengembangan pendidikan Islam juga harus mempertahankan tradisi keagamaan pada masa Sahabat dan Tabiin sebagai rujukan nilai dalam kehidupan. “Ilmu tentang hal itu penting dan Timur Tengah kuat untuk itu,” katanya.*






Gugatan UU Ormas Dikabulkan MK, Ahok Tidak Bisa Bubarkan FPI

Gugatan UU Ormas Dikabulkan MK, Ahok Tidak Bisa Bubarkan FPI


Pasal-pasal yang dikabulkan MK adalah pasal yang penting terkait kebebasan organisasi untuk berkumpul.



Gugatan UU Ormas Dikabulkan MK, Ahok Tidak Bisa Bubarkan FPI

Wakil Sekjen MIUMI Pusat, Fahmi Salim.




Hidayatullah.com– Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Pusat, Fahmi Salim menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.


Pasal-pasal yang dikabulkan MK adalah pasal yang penting terkait kebebasan organisasi untuk berkumpul. Di antaranya adalah negara atau pemerintah tidak boleh mengintervensi urusan internal ormas.


“Saya kira bagus bagi ormas sehingga tidak bisa diintervensi oleh pemerintah,” kata Fahmi kepada hidayatullah.com, Selasa (30/12/2014) sore.


Gugatan terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan tersebut diajukan Din Syamsuddin, Ketua Umum PP Muhammadiyah, dan telah dikabulkan MK pekan lalu.


Pemerintah, lanjut Fahmi, juga tidak bisa serta merta membubarkan satu ormas tertentu hanya karena tidak suka dengan aktivitas ormas tersebut. Misalnya kasus Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang meminta Pemerintah Pusat untuk membubarkan Front Pembela Islam (FPI).


“Jelas tidak bisa siapa pun (membubarkan FPI), baik pemerintah pusat atau daerah (tidak bisa) semena mena mau bubarkan ormas yang tidak disukainya,” tegas Fahmi.*






Posdai Distribusikan Amanah 13 Motor untuk Aktifitas Dai Pedalaman

Posdai Distribusikan Amanah 13 Motor untuk Aktifitas Dai Pedalaman


Kendaraan roda 2 yang diberikan oleh dermawan muhsinin tersebut diserahkan kepada dai yang lebih membutuhkan




Hidayatullah.com–Sepanjang tahun 2014, Persaudaraan Dai Indonesia (POSDAI) menerima amanah motor 13 buah untuk didistribusikan ke kepada dai-dai yang bertugas dakwah di daerah terpencil di Indonesia.


Kendaraan roda 2 yang diberikan oleh dermawan muhsinin tersebut diserahkan kepada dai yang lebih membutuhkan, yakni dai wilayah Mataram, Bangka Belitung, Mamuju, Solo, Depok, Jakarta, Tana Toraja, Banjarnegara, Halmahera, dan dai yang bertugas dakwah di Cilegon Banten.


“Alhamdulillah sudah serahkan kepada para dai, ada yang dikirim melalui paket via kereta api ada pula dalam bentuk uang tunai untuk kemudian dibelikan kendaraan motor. Insya Allah semua bermanfaat untuk para dai,” kata Kepadal Divisi Pemberdayaan, Samani Raharjo di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Samani mengatakan, kebutuhan kendaraan motor bagi para dai sejumlah tempat memang sangat dibutuhkan. Apalagi medan dakwah yang diarungi tidaklah ringan, karena tak sedikit harus menempuh perjalanan yang mendapak dan belukar.


Dia pun berharap dengan adanya tambahan alat ini semakin meningkatkan mobilitas dai dalam mengemban amanah dakwah.


Dai, jelas Samani, adalah peran kepemimpinan yang mestinya mendapat perhatian tidak saja masyarakat tapi juga pemerintah.


Fungsi informal leader dai ini dinilai Samani turut berkontribusi sangat positif terhadap pembinaan ruhani sumber daya insani masyarakat Indonesia.


“Dalam kegiatan mengajar membaca Al Qur’an, misalnya, adalah wujud dari semangat memberantas buta aksara yang juga menjadi program prioritas pemerintah sebagaimana tertuang dalam undang-undang Sisdiknas,” imbuh Samani.*






Ketika Asuransi "Syariah" Takaful Masuk Ruang "ICU"







JAKARTA- Asuransi Takaful Umum (ATU) anak perusahaan Syarikat Takaful Indonesia (STI) diperkirakan segera masuk dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bahkan bukan tidak mungkin masuk dalam perusahaan beku kegiatan operasi (BKO).

Ini akan terjadi karena pihak STI dan Syarikat Takaful Malaysia, Berhad (STMB) tidak bersedia melakukan penambahan modal perusahaan. Demikian disampaikan salah seorang eksekutif Asuransi Takaful Umum berinisial IF kepada sharia.co.id. Alih-alih menambah modal STMB justru berniat melego STI sebagaimana diberitakan sharia.co.idsebelumnya. STMB adalah pemegang 56% saham STI.


Lebih lanjut IF mengungkapkan bahwa saat ini kondisi ATU terus memburuk. Selain premi yang tidak tumbuh, Solvabilitas dana tabarru’ (RBC) perusahaan juga di bawah ketentuan OJK. Sebagaimana diketahui, menurut ketentuan OJK RBC asuransi syariah minimal 30%, sementara menurut data Infobank per Desember 2013 RBC ATU tercatat hanya 33%.


Salah seorang eksekutif di pialang asuransi yang selama ini bekerjasama dengan ATU untuk penutupan asuransi di bank syariah, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2011 setiap kali diminta laporan keuangan oleh pihak bank syariah bersangkutan, ATU selalu mencantumkan angka RBC 120% (ketika itu RBC minimal 120%).


“Ini mencurigakan, bagaimana mungkin RBC selalu pas 120%”, demikian komentar sumber sharia.co.id tersebut. “Saat ini hampir dapat dipastikan angkanya sudah dibawah ketentuan”, lanjutnya.


Berdasarkan data yang diperoleh hingga akhir Nopember 2014 ATU membukukan kerugian bersih 8 miliar rupiah.


Asuransi Takaful Keluarga (ATK) semakin tertinggal dari para pesaingnya. Jangan bandingkan ATK yang cuma membukukan premi 200 miliar rupiah dengan Prudensial yang punya 25 triliun. Itupun 80% premi berasal dari Bank Muamalat.


Asuransi Takaful Umum (ATU) lebih buruk lagi. Premi tidak tumbuh bahkan akhir tahun ini diperkirakan mengalami bleeding.Yang menyebalkan, dengan kondisi demikian STMB hanya mau menjual STI dengan nilai 2x book value.


Tapi yang menyesakkan dengan book value hanya 120 miiar rupiah (RM 25 juta), amat sulit mencari investor muslim lokal yang bersedia. Haruskah Takaful jatuh ke tangan Asing atau Aseng. [azzam/sharia/voa-islam.com]






Terkait Pasar Klewer, Dewan Syariah Berniat Bentuk Tim Investigasi

Terkait Pasar Klewer, Dewan Syariah Berniat Bentuk Tim Investigasi

dsks ke polresta soloSOLO, Muslimdaily.net – Musibah kebakaran yang menghanguskan bangunan Pasar Klewer telah membuat sedih, ribuan orang terancam kehilangan mata pencahariannya. Mengungkap siapa dan apa peyebab terjadinya kebarakan juga menyeruak di kalangan masyarakat. Hal itu bukan tanpa alasan sebab isu tentang sabotase pembakaran Pasar Klewer telah lama berhembus. Untuk menanggulangi hal tersebut maka sebagian pedagang Klewer mengadakan ronda tiap malam. Namun musibah tak bisa dicegah api mulai membakar pada saat jam 20.00 sedangkan ronda biasa dimulai pada pukul 22.00 malam. Pasar Klewer dibakar atau terbakar sampai saat ini masih menjadi polemik.


Berkaca dari itulah maka DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta) berinisitif akan membentuk tim investigasi. Hal itu disampaikan oleh Ketua DSKS DR Muinudinillah Basri MA beserta rombongan saat mengadakan audensi dengan Kapolresta Surakarta. Selasa (30/12/2014).


“Kerugian akibat kebakaran di Pasar Klewer begitu banyak, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan melakukan studi lapangan (investigasi) yang melibatkan para praktisi seperti Prof Adi Sulistiyo, DR Aidul Fitriciada Azhari dan lain sebagainya.” Ujar Ust Dr Muinudinillah Basri


Ia menambahkan, ini kejadian tidak lumrah karena muncul ancaman-ancaman. Kita berharap dan berdoa agar kasus ini bisa terkuak sampai selesai.


“Jangan sampai seperti kasus pembakaran Balaikota pada tahun 1999 yang sampai sekarang aparat tak berani mengungkap”


Kami berharap kepolisian menjadi orang yang beriman. Artinya bisa membuat masyarakat terlindungi dan aman. Karena itu adalah amanah dari Allah. Bahkan Ust Muin juga berpendapat dampak dari kebakaran ini lebih dahsyat dari kasus teroris, karena kerugiannya mencapai 10 triliun lebih.


Selain itu, sebagian pedagang pasar klewer adalah muslim. Mereka yang saat ini aktif untuk memberikan dana infaqnya untuk pembangunan beberapa masjid di Kota Solo.


Menanggapi saran dan masukan dari DSKS, Kompol Djoko Arif selaku Kabag Ops yang mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Iriansyah mengatakan berterimakasih dan berjanji akan bekerja maksimal dan profesional dalam menangani kasus ini.





Aturan Jilbab Polwan Tidak Jadi Disahkan, IKADI: Semoga Kapolri Diberi Hidayah

Aturan Jilbab Polwan Tidak Jadi Disahkan, IKADI: Semoga Kapolri Diberi Hidayah

polwan jilbabJAKARTA, muslimdaily.net- Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal (Pol) Sutarman hari ini (30/12) menyatakan, pengesahan aturan berjilbab bagi polisi wanita (polwan) akan ditunda hingga Agustus 2015. Padahal, sebelumnya Polri sudah memberikan sinyal, aturan yang menegaskan bolehnya polwan berjilbab itu sebentar lagi akan diberlakukan.

Hal ini, menurut Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) KH Ahmad Satori Ismail, menunjukkan keengganan Kapolri untuk tidak menghambat praktik beragama di lembaganya. “Saya hanya bisa berdoa. Mudah-mudahan (Kapolri) diberi hidayah oleh Allah. Janganlah kita terus membangkang kepada Allah,” ujar KH Ahmad Satori Ismail saat dihubungi ROL di Jakarta, Selasa (30/12).


Kiai Satori melanjutkan, bagaimanapun, yang memiliki kewenangan memberlakukan aturan jilbab ini hanyalah Kapolri. Dengan begitu, kata Kiai Satori, pihaknya hanya bisa mengimbau agar aturan jilbab itu segera dipercepat dan jangan ditunda-tunda lagi.

Akan tetapi, menurut Kiai Satori, imbauan ini pun tidak berdaya apa-apa bila perhatian Kapolri sendiri jauh dari niat mendekatkan lembaganya pada perlindungan hak beragama. Sebab, konstitusi Indonesia pun menjamin perlindungan bagi tiap warga negara untuk menjalankan praktik ibadah sesuai ajaran agama yang diyakini masing-masing.

Dan mengenakan jilbab merupakan praktik beragama yang tidak mengganggu ruang publik. “Sekalipun ada 100 atau 1.000 ulama, mereka hanya bisa mengimbau. Maka mari kita doakan, pemimpin kita mendapatkan hidayah dari Allah,” kata Kiai Satori





Memberi Nama Toko dengan Kalimat Thayibah

Memberi Nama Toko dengan Kalimat Thayibah

Memberi Nama Toko dengan Kalimat Thayibah


Lajnah Daimah pernah ditanya:


Ada beberapa rumah makan atau tempat penjual daging yang diberi nama dengan kalimat thayibah. Seperti, rumah makan alhamdulillah, warung daging Bismillah, atau toko tawakkal ‘ala Allah, atau toko ISTIGHFAR. Kami mohon pejelasan, bolehkah menggunakan kalimat-kalimat di atas untuk tempat-tempat tersebut.


Jawaban Lajnah Daimah,


لا يجوز ذلك ؛ لما فيه من الاستهانة بالأذكار ، وبأسماء الله تعالى ، واستعمال ذلك فيما لا يليق ، واتخاذه وسيلة لأغراض تخالف ما قصده الشرع المطهر بها


Hal itu tidak diperbolehkan, karena terdapat bentuk penghinaan terhadap dzikir dan nama-nama Allah. Dan menggunakan kalimat tersebut untuk sesuatu yang tidak layak. Menggunakan kalimat ini, bisa menjadi sarana pengantar pada perbuatan yang menyimpang dari tujuan syariat yang suci megajarkan kalimat ini. (Fatawa Lajnah Daimah, 11/486)


PengusahaMuslim.com didukung oleh Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia.



  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328

  • DONASI hubungi: 087 882 888 727

  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial





[FOTO] Palestina di Masa Khilafah Turki Utsmani

[FOTO] Palestina di Masa Khilafah Turki Utsmani

Publikasi-publikasi yang diterbitkan atas nama Hizbut Tahrir Pusat dan Wilayah, Kantor Media (al-Maktab al-I'lami), Juru Bicara dan Perwakilan Media Hizbut Tahrir saja yang merupakan pendapat Hizbut Tahrir. Dan yang selain itu merupakan pendapat penulisnya, sekalipun dipublikasikan dalam website Hizbut Tahrir Indonesia, Majalah, Tabloid, Multimedia yang diproduksi Hizbut Tahrir Indonesia. Boleh mengutip dan mempublikasikan kembali apa saja yang diterbitkan Hizbut Tahrir dan websitenya, dengan syarat tetap menjaga amanah (kejujuran) dalam penyalinan (penerjemahan) dan pengutipan tanpa memotong, menginterpretasi dan mengubahnya, serta harus mencantumkan sumber dari apa yang dikutip, diterjemahkan dan dipublikasikan.





2015: Tahun Liberalisasi Dan Korporasi

2015: Tahun Liberalisasi Dan Korporasi

[Al-Islam edisi 737, 11 Rabiul Awal 1436 H – 3 Januari 2015 M]

Tahun 2015 sudah menghampiri. Sebagian pihak berharap tahun 2015 akan membawa perubahan bagi negeri ini ke arah yang lebih baik, tentu di bawah rezim pemerintahan baru. Sayang, semua itu hanya sebatas mimpi.


Liberalisasi Total Migas


Pemerintahanan Jokowi-JK telah memutuskan menaikkan harga BBM jenis Premium RON 88 dan Solar masing-masing Rp 2.000 perliter per 18 November lalu. Keputusan itu diambil hanya 27 hari sejak pemerintah baru ini dilantik.


Kenaikkan harga BBM itu untuk makin menyempurnakan liberalisasi hilir migas. Liberalisasi hilir migas itu kuncinya bertujuan agar swasta termasuk asing bias ikut mendistribusikan dan berdagang eceran BBM dan gas. Agar hal itu berjalan, harga BBM harus dilepas mengikuti harga pasar.


Kebijakan itu sebenarnya sudah “dijanjikan” sejak sekitar 2004 lalu seperti yang pernah diungkapkan oleh Menteri ESDM kala itu Purnomo Yusgiantoro. Dengan kebijakan menaikkan harga BBM itu, liberalisasi migas makin mendekati sempurna.


Namun, rezim ini tampaknya tak bisa menahan diri untuk segera menyempurnakan liberalisasi migas itu. Pemerintahan Jokowi seolah tak mau menyisakan PR. Untuk itu Pemerintah bertekad untuk segera menyesuaikan harga BBM mengikuti harga pasar.


Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, Pemerintah mematangkan kebijakan baru terkait subsidi BBM. Mulai 1 Januari 2015 masyarakat akan membeli BBM dengan harga yang baru (Detikfinance, 29/12/2014).


Menteri ESDM Sudirman Said (29/12) menjelaskan rencana bentuk kebijakan itu. Pemerintah akan menghapus subsidi untuk Premium RON 88 dan mempertimbangkan pemberian subsidi tetap (fixed subsidy) perliter pada BBM diesel atau Solar senilai Rp 1.000/liter. Dengan begitu nantinya harga solar bisa naik-turun tergantung harga pasar (Detikfinance, 29/12).


Kebijakan baru itu menjadi hadiah pahit tahun baru dari Pemerintah bagi rakyat, lebih pahit dari kebijakan sebelumnya. Dengan kebijakan itu, sempurnalah liberalisasi migas. Dengan satu kebijakan itu saja, Pemerintah baru telah menegaskan diri sebagai rezim liberal, tak ada bedanya dengan rezim-rezim sebelumnya bahkan mungkin lebih liberal!


Liberalisasi Makin Menjadi-Jadi


Pada penghujung 2015 mendatang, kesepakatan Masyakarat Ekonomi Asean (MEA) atau pasar bebas ASEAN mulai berlaku. MEA ini bertujuan menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang ditandai dengan aliran barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil dan perpindahan barang modal secara lebih bebas.


Kerjasama yang disepakati di KTT Asean di Bali 2003 itu meliputi integrasi sejumlah sektor yakni produk pertanian, otomotif, elektronik, perikanan, produk turunan dari karet, tekstil dan pakaian, produk turunan dari kayu, transportasi udara, kesehatan, dan pariwisata serta logistik. Pelaksanaan MEA itu menuntut adanya liberalisasi perdagangan, investasi, finansial, jasa, industri, pertanian, perikanan dan sektor-sektor lainnya. Dari sini saja sudah bisa ditebak, liberalisasi pada tahun 2015 akan makin menjadi-jadi, melanda semua sektor.


Sebelumnya, Indonesia pun terbukti tak berdaya ketika produk Cina membanjiri pasar Indonesia sejak perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) dimulai tanggal 1 Januari 2010. Data statistik menunjukkan, perdagangan bebas ACFTA ini tidak menguntungkan Indonesia, sebaliknya menguntungkan Cina. Ini bisa dilihat dari neraca perdagangan antar kedua negara; Indonesia selalu defisit. Indonesia juga terjerat perjanjian kerjasama Asia Pasifik yang dikenal sebagai APEC. Kesepakatan itu mengharuskan bea masuk barang impor hingga nol sampai 5 persen.


Pemerintah melontarkan berbagai kebijakan yang bisa dianggap sebagai bagian dari pelaksanaan liberalisasi itu. Di sektor jasa tenaga kerja, misalnya, tak tanggung-tanggung, orang asing akan diberi peluang untuk menjadi pejabat BUMN hingga posisi direksi. Hal itu telah dilontarkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. “Bisa saja orang asing jadi bos BUMN, tetapi kita ambil dari dalam terlebih dahulu,” ujar Rini dalam jumpa pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (15/12). Ia beralasan, pemilihan direksi BUMN harus melihat persaingan global. Apalagi Indonesia bakal menghadapi pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.


Sebelumnya, Menteri Rini Soemarno juga mewacanakan untuk menjual gedung BUMN yang kini menjadi kantor Kementerian BUMN. Rini berasalan, Gedung BUMN lebih besar dibandingkan dengan jumlah pegawainya. Sejauh ini gedung itu ditawarkan ke Pemda DKI Jakarta, tetapi belum sepakat.


Keinginan mengundang asing juga datang dari Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Ia mengusulkan menyewakan pulau kepada Singapura. “Saya pernah usulkan, lebih baik kita sewakan satu pulau ke Singapura, daripada pulau kita tenggelam,” ujar Susi saat berbicara dalam Rapat Pimpinan Nasional Kadin, Jakarta, Senin (8/12). Menurut dia, Indonesia akan untung mendapatkan pemasukan pajak dari hasil penyewaan pulau tersebut.


Liberalisasi investasi nantinya akan membuka pintu lebar-lebar bagi masuknya investasi asing. Untuk menyambut itu, di beberapa lawatan ke luar negeri, Presiden Jokowi telah mengundang para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Jokowi menawarkan proyek-proyek infrastruktur antara lain rel kereta api, jalan tol, bandara, dan pelabuhan.


Hal itu disampaikan oleh Jokowi di Forum Perdagangan Investasi dan Ekonomi Indonesia-Cina di Beijing, Cina. Tawaran itu juga disampaikan dalam forum Infrastructure Summit di Bali, dan Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Sydney, Australia. “Inilah kesempatan Bapak-Ibu semuanya untuk masuk ke investasi ini,” kata Jokowi. “This is your opportunity!” begitu ungkapan berulang-ulang Jokowi kepada para investor asing.


Untuk menjamin kemudahan bagi investasi asing itu, Jokowi berjanji menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi kendala investasi. “Kalau Bapak-Ibu semuanya mendapatkan kesulitan, saya akan menyelesaikan,” ujarnya.


Korporasi Makin Mendominasi


Liberalisasi itu akan membawa sejumlah bahaya bagi negeri ini dan penduduknya. Apalagi Indonesia dinilai belum siap menghadapi pasar bebas itu. Selama ini nyaris persiapan untuk itu minim sekali. Pada saat liberalisasi itu berjalan makin luas dan sempurna, maka Indonesia akan menjadi bulan-bulanan. Indonesia akan menjadi pasar, sumber bahan baku, sumber buruh murah; sementara posisi manajemen, jasa dan banyak profesi akan diserbu oleh orang asing.


Liberalisasi perdagangan akan membuat harga produk luar lebih murah dari produk dalam negeri. Akibatnya, arus impor akan makin deras, sementara arus ekspor tidak sebanding dengan peningkatan impor. Neraca perdagangan pun akan terus defisit.


Sebelumnya, asing telah menguasai pengelolaan sumberdaya alam negeri ini. Liberalisasi finansial dan investasi akan membuat asing makin leluasa menguasai semua sektor kehidupan negeri ini. Penguasaan asing yang besar di sektor SDA, perdagangan, industri, kehutanan, perkebunan, perbankan, telekomunikasi, dan sektor lainnya akan makin dalam. Pembukaan ruang yang lebar bagi investor asing untuk turut membangun infrastruktur baik jaringan kereta api, jalan, pelabuhan, transportasi dan sebagainya akan memperdalam penguasaan asing di negeri ini. Dengan itu, berbagai pelayanan publik akan berada di bawah penguasaan swasta (asing).


Dengan semua itu negeri ini akan makin dicengkeram oleh korporasi/perusahaan (asing). Karena itu ada risiko besar pada tahun 2015. Korporasi-korporasi asing akan bisa semakin dalam memengaruhi kebijakan negeri ini mulai dari perumusan hingga penerapannya. Semua gambaran itu menunjukkan penjajahan atas negeri ini akan terus terjadi bahkan makin dalam.


Segera Terapkan Syariah Secara Total!


Semua itu terjadi karena adanya kerangka legal melalui berbagai UU, apalagi sejak masa reformasi. Semangat dan keinginan kuat Pemerintah Jokowi-JK atas liberalisasi itu bertemu—dan dibingkai—dengan kerangka legal itu. Akibatnya, proses liberalisasi makin cepat dan sempurna.


Semua itu adalah akibat dari penerapan sistem kapitalisme-demokrasi. Karena itu untuk menghentikan liberalisasi dengan berbagai dampak buruk dan bahayanya secara total harus dilakukan dengan menghentikan penerapan sistem kapitalisme-demokrasi itu. Terus mempertahankan penerapan sistem kapitalisme-demokrasi sama saja dengan mempertahankan kerusakan yang selama ini terjadi.


Penghentian sistem kapitalisme-demokrasi itu hanya bisa dilakukan dengan menerapkan syariah Islam secara total. Cengkeraman asing itu di antaranya bisa dicegah dan dihentikan dengan menerapkan hukum Islam terkait kepemilikan individu, kepemilikan umum dan kepemilikan negara. Kepemilikan yang saat ini menyimpang harus dikembalikan sesuai dengan hukum kepemilikan dalam syariah. Begitu pula dengan pengelolaannya. Semua itu harus dibarengi dengan penerapan sistem ekonomi dan politik Islam. Sistem Islamlah yang akan memupus cengkeraman asing atas negeri ini. Pengelolaan negeri dan kekayaannya dengan sistem Islam akan membawa keberkahan, kemakmuran dan rahmat untuk seluruh individu rakyat. Penerapan syariah Islam secara total itu hanya bisa sempurna dilakukan dalam institusi pemerintahan Khilafah ar-Rasyidah yang mengkuti manhaj kenabian. Inilah yang harus segera diwujudkan.


Karena itu sudah semestinya kaum Muslim serius dan sungguh-sungguh untuk saling bekerjasama berjuang dan berusaha mewujudkan semua itu guna menjawab pertanyaan di hadapan Allah SWT kelak.


]أَفَحُكْمَالْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ[


Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS al-Maidah [5]: 50).


WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []


Komentar al-Islam:


Berlarut-larutnya proses renegosiasi PT Freeport Indonesia dengan Pemerintah membuat perusahaan tambang emas asal Amerika Serikat itu gelisah. Freeport belum mendapatkan kepastian perpanjangan kontrak hingga 2041 (Kompas.com, 29/12).



  1. Kegelisahan itu dihilangkan saja dengan mencabut hak konsesi Kontrak Karya Freeport. Hal yang sama dilakukan terhadap perusahaan swasta dan asing yang menguasai tambang-tambang dan SDA lainnya.

  2. Selanjutnya tambang dan SDA itu dikembalikan menjadi milik umum dan dikelola langsung oleh negara mewakili rakyat, yang seluruh hasilnya dikembalikan kepada rakyat.


Baca juga :



  1. HTI DPD II Banda Aceh: Tolak Kenaikan Harga BBM dan Liberalisasi Migas

  2. Masyarakat Pangandaran Tolak Liberalisasi Migas

  3. BKLDK Jawa Barat Protes Kenaikan Harga BBM dan Liberalisasi Migas

  4. HTI Kota Parepare: Tolak Kenaikan Harga BBM dan Liberalisasi Migas

  5. Aksi Peduli Umat HTI Pekalongan ”Tolak Kenaikan Harga BBM dan Liberalisasi Migas”





Cara Gila Menembus Pasar Export

Cara Gila Menembus Pasar Export


Ida Widyastuti

Ida Widyastuti



Tahun 2015 akan segera datang. Perdagangan bebas tidak bisa kita hindari. Akankah produk kita tergerus oleh produk dari luar? Haruskah produk kita tenggelam ditelan maraknya produk luar? Kalau di pasar kita sendiri saja produk kita lenyap lalu bagaimana kita akan bisa membawa produk kita menembus pasar internasional?

Sebaliknya, Coba bayangkan jika suatu saat kita berjalan-jalan ke luar negeri dan disana kita temukan produk kita tertata rapi mengisi rak2 supermarket. Kita pasti akan bangga sekali.


Menembus pasar luar negeri atau eksport, terkadang menjadi sebuah kalimat yang “mengerikan” bagi sebagian pengusaha pemula ataupun UKM. ini merupakan hal yang wajar, mengingat untuk menembus pasar interlasional memang dibutuh standar yang lebih tinggi dalam segala hal seperti qualitas barang, packing, harga, daya tahan produk, keunikan produk dll. Bagaimana membawa produk kita agar bisa diterima di pasar global itu suatu tantangan yang luar biasa. Ada banyak hal yang harus kita lakukan dan kita ketahui sebelum kita menembus pasar luar negeri. Saya akan membahasnya beberapa di sini.


Sebelum kita memutuskan untuk membawa produk kita ke pasar luar negeri, kita harus tahu kondisi pasar negara yang akan kita tuju. Apakah negara tersebut bisa menerima produk kita? Karakter penduduk, faktor demografi, geografi, history, benefit, adalah contoh beberapa faktor penentu hal tersebut. Berbahai informasi juga kita butuhkan untuk menentukan kebijaksanaan kita selanjutnya. MARKET INTELEGENCE dibutuhkan untuk menggali sebanyak2nya informasi yang dibutuhkan tentang pasar yang akan dituju. Cara praktis yang bisa dilakukan adalah dg survey pasar secara langsung. Beberapa informasi yang harus digali diantaranya: kondisi pasar, adakah produk yang sejenis dipasaran, mutu barang, kemasan barang, harga pesaing, dll.


Bagaimana cara mendapatkan pelanggan di luar negeri? Saat melakukan market intelegence bisa juga dimanfaatkan untuk mencari data pelanggan. Cara lainnya adalah dengan aktif mengikuti pameran2 internasional di luar negeri. Jeli melihat pengunjung pameran juga merupakan tipa khusus. Tidak semua pengunjung pameran adalah calon buyer potensial. Seorang buyer potensial biasanya mempunyai ciri khusus, diantaranya aktif bertanya dan responsif. Juga bisa dengan cara aktif berselancar di internet dan bergabung di situs-situs atau portal dagang internasional yang ada.


NEGOTIATE adalah langkah penting selanjutnya, bagaimana cara mendapatkan order dari buyer yang sudah ada. Nagosiasi bisa dilakukan secara formal maupun non formal. Secara formal biasanya dilakukan dengan cara bertemu dalam suatu forum resmi Bisnis to Bisnis meeting. Selain itu bisa juga dilakukan lewat langkah non formal, biasanya ini adalah merupakan kelanjutan dari langkah formal yang sudah dilakukan. Contoh beberapa hal penting yang biasanya dibicarakan dalam proses negosiasi diantaranya adalah mutu barang, harga, waktu pemenuhan, kemasan, labeling, cara pembayaran, jaminan keamanan dan kestabilan harga pasar, dll.


Komunikasi yang baik mutlak dibutuhkan dalam sebuah negosiasi, baik komunikasi langsung, melalui email, ataupun telpon. Pemakaian bahasa yang baik, nyambung, tidak bertele2, dan persuasif akan sangat berpengaruh pada hasil akhir negosiasi. Meyakinkan mereka akan produk kita, keunikan produk kita, apa keuntungan bagi mereka jika memasarkan produk kita. Negosiasi yang berhasil akan ditandai suatu proses CLOSING, yaitu suatu kesepakatan akhir untuk mendapatkan order dari buyer yang sudah kita prospek dengan negosiasi tersebut.


What next? Jika buyer sudah memutuskan untuk menandatangani kontrak pembelian, maka kewajiban kita adalah menyiapkan proses ekspor , yang dimulai dari proses menyiapkan atau memproduksi barang sesuai kesepakatan, lalu memenuhi dokumen2 yang dibutuhkan dan mengirimkan barang hingga ke forwarding yang telah ditunjuk untuk mengirim barang tersebut ke luar negeri. Pastikan kita mengetahui regulasi negara tujuan dengan baik. Agar tidak terjadi kesalahan yang berakibat pada barang yang kita kirim.


Informasikan dengan benar tentang biaya pengiriman kepada buyer, agar buyer bisa memilih apakah dia akan memakai ekspedisi yang kita tunjuk atau dia sudah memiliki alternatif lainnya. Adalah kewajiban kita untuk memastikan barang diterima dengan baik oleh ekspedisi yang bersangkutan dan seluruh dokumen yang dibutuhkan.


Apakah berhenti disini? Tentu tidak. Setelah barang kita diterima dan dipasarkan, kita harus tetap monitor apakah barang kita bisa diterima dengan baik di pasar? Koordinasi dan komumikasi intens tetap harus kita jaga untuk memantau barang kita di pasar.


Tidak susah bukan? Ayo jangan takut mencoba. Kita pasti bisa!


Ida Widyastuti





Mengapa Wanita Mau Menjadi Istri ke-2? (2-Habis)

Mengapa Wanita Mau Menjadi Istri ke-2? (2-Habis)




Laporkan iklan ?


poligami




Laporkan iklan ?


2. Status


POLIGAMI dilakukan untuk menaikkan status. Perempuan yang dinilkahi seorang kyai akan naik statusnya menjadi nyai. Demikian juga bila dinikahi seorang dokter, akan disebut istri/ ibu dokter, dinikahi jendral akan dipanggil istri/ ibu jendral, begitu seterusnya. Semakin tinggi status suami, semakin tinggi pula status yang akan disandang istrinya.


Naiknya status perempuan ke tingkat yang lebih tinggi ini juga berlaku dalam tradisi di beberapa daerah di Indonesia.


3. Ketertarikan Fisik/ Jima


Al Qarafi, seorang pakar fiqih terkemuka dari mazhab Maliki dalam bukunya yang terkenal, al Faruq, sebagaimana dikutip dari Fiqih Perempuan karya Husein Ahmad, mengemukakan perbedaan antara urusan seksual dan urusan ekonomi bagi perempuan. Urusan jima bagi perempuan dipandang lebih penting dan lebih berharga daripada harta benda, betapapun besarnya.


Selain itu, menurut al-Qarafi lagi, relasi seksual seseorang seringkali dilandasi oleh kepentingan hawa nafsu. Orang, untuk kepentingan ini, seringkali mau mengorbankan harta bendanya. Kalau sudah urusan begini, pikiran sehat perempuan seringkali tertutup.


4. Cinta


Slogan Love is Blind berlaku bagi siapa saja. Tak hanya pada pasangan dalam naungan poligami. Sama-sama cinta, sama-sama suka, menjadikan seseorang berani melakukan apa saja, termask menerima pinangan seorang lelaki beristri.


5. Agama


Ketaatan agama seseorang juga bisa jadi alasan perempuan mau dimadu. Sebagaimana yang dilakukan janda para sahabat yang mau menerima pinangan nabi SAW. Dan faktor ini merupakan pilihan paling aman di antara yang lainnya.


Doktrin agama disebut-sebut sebagai faktor dominan mengapa perempuan mau di poligami. Anggapan masyarakat yang menyatakan lebih baik jadi istri kedua dan seterusnya daripada menjanda atau menjadi perempuan tua mengokohkan praktik poligami. Ada unsur peneguh ketakwaan perempuan (istri) disandarkan pada ada tidaknya sebuah pernikahan.


AD Kusumaningtyas, yang pernah melakukan penelitian di Garut terkait dengan persoalan maunya perempuan dipoligami, menambahkan, doktrin agama tersebut didukung oleh dua faktor besar yang mengukuhkan poligami. Pertama, kultur permisif masyarakat. Kedua, kultur diam (kecenderungan sifat) pada perempuan.


Pentingnya Komunikasi


Terlepas dari faktor apa pun yang menyebabkan seorang wanita mau menjadi istri kedua, yang terpenting untuk dilakukan adalah bagaimana seorang madu mampu membangun hubungan yang baik dengan keluarga suaminya, baik istri pertamanya maupun anak-anaknya.


Seorang istri kedua harus menyadari bahwa dirinya adalah orang baru dalam lingkungan keluarga besar suami, sehingga ia harus pandai-pandai membawa diri. Ia harus berusaha mengambil hati istri pertama dengan sikap dan akhlak yang baik dan penuh sopan santun. Ia tidak boleh meminta perhatian dan perlakuan khusus dari suami melebihi hal yang wajar.


Dan yang paling penting dari itu semua adalah bagaimana ia mampu menjalin komunikasi yang baik dan penuh kesantunan kepada istri pertama suami, sehingga hubungan mereka berdua bisa harmonis. Mungkin kita tidak mampu menutup semua luka yang diderita oleh istri pertama, tetapi paling tidak kita sudah berusaha berbuat baik kepadanya sebaik yang kita mampu.


“Ingatlah, aku berpesan agar kalian berbuat baik terhadap perempuan karena mereka sering menjadi sasaran pelecehan di antara kalian, padahal sedikit pun kalian tidak berhak memperlakukan mereka kecuali untuk kebaikan itu,” (HR. Turmudzi). [Sumber: Hidayah edisi 67]



Laporkan iklan?



Redaktur: Rika Rahmawati