Sayangi, Kau Akan Dihormati

Sayangi, Kau Akan Dihormati

tangan Sayangi, Kau Akan Dihormati


“Siapa yang tidak mengasihi dan menyayangi manusia, dia tidak dikasihi dan disayangi Allah.” (HR. Al-Bukhari)


INDAHNYA suasana Madinah di awal kehadiran Rasulullah. Tak ada keistimewaan antara yang tiba dari hijrah dan yang asli Madinah. Tak ada keutamaan antara yang senior dan junior. Semua sama di hadapan Islam. Kecuali, takwa mereka di sisi Allah swt.


Ungkapan sayang biasa tertuang dari yang lebih kuat kepada yang lemah. Dari yang menguasai kepada yang dikuasai. Dari ungkapan sayang inilah terbangun jembatan penghubung antara satu hati di satu tempat dengan hati lain di tempat yang juga lain.


Secara posisi, seorang pemimpin berada di satu tempat yang jauh dari bawahannya. Orang menyebutnya atas. Para pemimpin bisa melihat perilaku bawahannya secara massal, tapi tidak begitu sebaliknya. Bawahan cuma bisa melihat titik-titik yang bergerak lambat. Persis seperti orang yang melihat gerak pesawat. Cuma suara menggaung yang bisa memastikan kalau titik yang bergerak itu sebuah pesawat.


Kalau jarak antara anggota organisasi dengan pimpinannya sejauh itu, sulit bisa lahir hubungan harmonis. Apalagi kompak dan solid. Pimpinan bergerak ke utara, anggota bergerak ke arah lain. Lebih parah jika anggota tidak merasa kalau geraknya atas arahan pimpinan. Dan lebih parah lagi, kalau anggota berusaha menjegal laju gerak pimpinan.


Sah-sah saja seorang pimpinan merasa berada di atas anggotanya. Ia bisa memerintah, meminta, memaksa, bahkan menghukum. Sebuah kepemimpinan yang Islami mengambil sudut pandang lain. Ia bukan sekadar berada di atas. Tapi juga sebagai ayah yang wajib menaungi, melindungi.


Rasulullah saw. mengatakan, “Pemimpin suatu kaum adalah pengabdi (pelayan) kaumnya.” (HR. Abu Na’im) Dalam hadits lain, Rasul sangat mencela pemimpin yang tega menjual organisasinya buat kepentingan pribadi. “Khianat paling besar adalah bila seorang pimpinan memperdagangkan rakyatnya.” (HR. Athabrani)


Sulit menumbuhkan ketulusan untuk menaungi, melindungi, apalagi melayani jika semata-mata karena tuntutan tugas seorang pemimpin. Karena hal-hal formal hanya akan menghasilkan yang formal. Perhatian formalitas cuma akan berbalas kepatuhan yang juga formalitas.


Ada hal lain yang bisa menjiwai sebuah kepemimpinan. Itulah ungkapan sayang. Persis seperti ayah terhadap anak-anaknya. Tulus tanpa mengharap imbalan. Dan dari sayang yang tulus ini, akan ada penghormatan yang juga bersih dari anak-anak. Tanpa sedikit pun ada firasat untuk bisa menjatuhkan. [M Nuh/islampos]


Redaktur: Saad Saefullah


Pemimpin yang Dicinta, Bukan yang Ditakuti (2-Habis)

Pemimpin yang Dicinta, Bukan yang Ditakuti (2-Habis)

duduk kursi Pemimpin yang Dicinta, Bukan yang Ditakuti (2 Habis)


SELAIN aturan formal yang tertulis, hubungan kekeluargaan juga perlu dihidupkan. Sebuah organisasi tak ubahnya seperti rumah. Ada ayah, ibu, anak, dan tetangga. Ada hubungan hormat dan sayang antara pimpinan dan anggota. Pimpinan yang sayang dengan anggotanya, bisa dibilang pasti, akan dapat hormat dari bawahannya. Tanpa diminta pun, sayang menumbuhkan simpati junior pada seniornya.


Tentu, kekeluargaan bukan berarti eksploitasi toleransi yang berlebihan pada atasan. Bukan juga tuntutan manja dari bawahan. Kekeluargaan adalah ruh lain sebuah organisasi Islam yang tidak terkungkung pada kekakuan prosedur formal.


Suatu kali Rasulullah saw. berjalan jauh dengan tiga orang sahabat. Ketika terasa lapar, salah seorang sahabat mengatakan, Aku akan menyembelih unta untuk dimakan. Satunya lagi mengatakan, Aku akan menyiapkan alat pemotong yang tajam. Satunya lagi mengatakan, Aku akan menyiapkan perapian. Dan tiba-tiba Rasul mengatakan, “Aku akan mencari kayu bakar.” Sontak tiga sahabat itu mengatakan, Biarkan kami yang berkerja ya Rasul. Dan Rasul pun mengatakan, Kenapa tak kalian beri kesempatan buatku untuk ikut beramal.


Sebuah ayat di akhir Surah At-Taubah mengabadikan kasih sayang Rasulullah saw. pada para sahabatnya. “Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. 9: 128)


Tanpa dituntut, dipaksa, dan diancam dengan hukuman pun para sahabat begitu menaruh hormat dan patuh kepada Rasulullah saw. “Engkau lebih kucintai lebih dari kecintaanku kepada diri dan keluargaku sendiri, ya Rasulullah saw.,” ucap Umar bin Khaththab kepada Rasulullah suatu kali.


Inilah kenyataan yang patut disimak. Bahwa, penghormatan, kepatuhan para sahabat kepada Rasulullah bukan lantaran takut. Tapi lebih karena cinta. Mereka akan terus memegang perkataan, perbuatan Rasul sebagai tuntunan hidup buat selamanya. Terwariskan turun temurun kepada generasi berikutnya. Walaupun, yang dihormati itu sudah tidak lagi sebagai pemimpin. Walaupun, yang diteladani itu sudah sekian abad meninggal dunia.


Shalat berjamaah dan berorganisasi memang dua hal yang berbeda. Tapi, dalam shalatlah ruh kebersamaan tertanam dan terbina begitu utuh. Di situ ada ketulusan, tak ada kepentingan materi, dan terdorong karena mengharap ridha Allah swt.


HABIS


Redaktur: Saad Saefullah


Di Mana Bisa Kita Temukan Pemuda Berkelas Mush’ab Bin Umair Di Zaman Ini? (2)

Di Mana Bisa Kita Temukan Pemuda Berkelas Mush’ab Bin Umair Di Zaman Ini? (2)


Yang dibutuhkan saat ini adalah pemuda penyelamat, bukan yang sibuk menjadi pengamat




Sambungan artikel PERTAMA


Diabadikan Al-Quran


Kecintaan Mush’ab pada Nabi dan pembelaannya pada Islam ia bawa hingga ajal. Selain dikenal duta pertama nabi di Madinah, ia dicatat sejarah sebagai pembawa Panji Islam di Perang Uhud.


Suatu saat, di Perang Uhud berkecamuk, kaum muslim mengalami kocar-kacir karena kelalaian sekelompok pasukan yang tidak memenuhi perintah Rasulullah. Dalam kondisi genting itu, pasukan Quraisy terus menyerang, mencari dan mengejar Rasulullah untuk membunuhnya. Melihat keadaan seperti ini, Mush’ab bin Umair berinisiatif mengibarkan panji-panji kaum Muslimin dan menebaskan pedangnya ke sana kemari untuk mengalihkan perhatian kaum Quraisy yang mengejar Rasulullah agar menjauh dari Rasulullah Shallahu ‘alaihi Wassallam.


Ibnu Sa’ad berkata, “Diceritakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al-‘Abdari dari bapaknya, ia berkata:


“Mush’ab bin Umair adalah pembawa bendera di Perang Uhud. Tatkala barisan kaum Muslimin pecah, Mush’ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaiah namanya, lalu menebas tangannya –Mush’ab- hingga putus. Namun ia terus mengucapkan: “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang telah didahului oleh beberapa Rasul.” Maka dipegangnya bendera dengan tangan kirinya sambil membungkuk melindunginya. Musuh pun menebas tangan kirinya hingga putus pula. Lalu Mush’ab bin umair membungkuk kearah bendera, lalu kedua pangkal lengannya meraih bendera kedadanya seraya berkata: “Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang telah didahului oleh beberapa Rasul.” Lalu orang berkuda itu menyerangnya ketiga kalinya dengan tombak, dan menusukkannya hingga tombak tersebut pun patah. Mush’ab pun gugur (syahid) dan bendera pun jatuh.” [Dalam Zadul Ma’ad: II/97]


Atas kemuliaannya membela Islam ini, Allah mengabadikannya ucapannya dalam Al-Quran, dalam Surat Ali Imran: 144;


وَمَا مُحَمَّدٌ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ انقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىَ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ اللّهَ شَيْئاً وَسَيَجْزِي اللّهُ الشَّاكِرِينَ


“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul [234]. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” [QS: Ali Imron [3]: 144]


***


Tak banyak pemuda Muslim bermental Mush’ab di zaman ini. Pemuda-pemuda yang rela meninggalkan kemegahan dunia dan menyerahkan ilmu/pikiran dan tenaga –bahkanya nyawanya—untuk membela kemenangan Islam.


Yang banyak kita temui, ratusan pemuda-pemudi Muslim dari kampus-kampus ternama ‘memilih aman’ atau bergabung dengan lembaga yang lebih menjanjikan ‘dunia’ dibanding memilih akherat.


Ribuan sekolah Islam hanya memiliki guru-guru seadanya, sumber daya terbatas dan ujungnya melahirkan kualitas rendah. Banyak lembaga dan organisasi Islam dihuni orang-orang tua yang uzur, setiap hari mereka digencet, dipojokkan dan menjadi bulan-bulan media –bahkan—menjadi korban makar-makar jahat politik , sementara di saat yang sama, jutaan pemuda-pemuda Muslim terbaik justu menyerahkan tenaga, pikiran dan ilmunya pada ‘orang lain’ dan ‘tenaga asing’ bukan untuk kemuliaan Islam.


“Wajarlah Islam di Indonesia tidak maju, wong ormas Islam perilakunya seperti itu”, “Huh, menyedihkan! Bagaimana Islam maju, wong ormas Islam justru seperti itu!”


Sering kita lihat lisan-lisan kaum Muslim tak malu berebut mencela kekurangan kaum Muslim sendiri. Sementara di saat yang sama mereka tidak datang menyerahkan pikiran atau tenaganya. Dan menautkan hati dan pikirannya kepada gerakan Islam lainnya.


Saat ini yang dibutuhkan adalah pemuda/pemudi Muslim yang ikut mengangkat harkat dan martabat umat dan meninggikan kemuliaan Islam.


Sayangnya, mereka masih sibuk menjadi pengamat, bukan menjadi penyelamat.*/AU Shalahuddin






Pemimpin yang Dicinta, Bukan yang Ditakuti (1)

Pemimpin yang Dicinta, Bukan yang Ditakuti (1)

duduk kursi Pemimpin yang Dicinta, Bukan yang Ditakuti (1)


HORMAT dan kasih sayang tak ubahnya seperti kumpulan awan dan curahan hujan. Muncul dari dua pelaku yang berbeda, tapi berasal dari siklus yang satu: awan menurunkan hujan, dan kumpulan air hujan menguap menjadi awan. Sayangnya, tak sedikit yang cuma mengharapkan hujan tapi mengabaikan awan.


Pernahkah membayangkan adanya perebutan posisi imam dalam shalat. Karena terobsesi menjadi imam, para peserta shalat jamaah adu strategi saling jegal. Atau, walau sudah jelas-jelas khilaf, seorang imam super cuek. Ia tetap saja meneruskan langkahnya tanpa sedikit pun melakukan perubahan. Walaupun sebagian makmum mengatakan, “Subhanallah!”


Bayangan seperti itu mungkin sulit terlintas dalam diri siapa pun. Mereka yang paham kaidah shalat jamaah akan mengatakan mustahil kalau hal itu akan terjadi. Kenapa? Selain karena pemahaman, peserta shalat jamaah sedikit pun tak punya kepentingan soal posisi. Umumnya, orang justru berebut untuk tidak menjadi imam.


Soal kepentingan itulah yang akhirnya menjadi garis tebal perbedaan antara shalat jamaah dengan organisasi. Terlebih berbagai kenyataan menunjukkan kalau suatu organisasi punya nilai jual. Punya nilai proyek. Paling tidak, punya nilai popularitas. Kalau mau sabar, popularitas bisa menjadi investasi peningkatan nilai jual dan daya saing diri. Astaghfirullah!


Yang jadi pertanyaan, layakkah aneka kepentingan seperti itu tumbuh dalam organisasi Islam. Pertanyaan ini wajar karena hampir apa pun yang membawa embel Islam punya nilai dakwah yang lebih besar ketimbang nilai komersial. Dan misi dakwah terikat dengan dasar kepentingan utama: meraih ridha Allah swt.


Kalau dasar pijakan tadi bisa diseragamkan, dipahami, dan diyakini; kepentingan-kepentingan ‘liar’ bisa diluruskan. Masalahnya, mampukah orang-orang dalam wadah itu membakukan dasar pijakan dalam sebuah kesepakatan tertulis. Ini memang agak sulit.


Kesulitan pertama, umumnya masyarakat Indonesia sangat paternalistik. Banyak hal selalu bertumpu pada seorang bapak. Ia adalah figur utama. Selalu benar. Dan selalu harus dipercaya. Apa ini salah?


Sebagiannya memang benar. Itulah akhlak seorang anak atau junior pada seniornya. Hormat dan patuh. Tapi, ketika sang bapak mulai menyimpang dari aturan, bentuk penghormatannya berubah. Tidak lagi manut, tapi mesti diluruskan. Tentu dengan cara yang paling baik. Karena semua orang bisa salah. Sekali pun seorang senior yang banyak pengalaman.


Jadi, semangat pemakluman bukan dengan membiarkan kesalahan terjadi terus-menerus. Tapi, dengan pelurusan. Tegas, tapi bersahabat. Inilah yang dicontohkan Khalifah Umar bin Khaththab. “Kalau aku benar taati aku. Dan kalau salah, luruskan!” Seorang sahabat menambahkan, “Akan aku luruskan dengan pedangku!” Dan Umar pun tersenyum dengan ucapan itu.


Kesulitan kedua, umumnya orang Indonesia lebih biasa patuh pada hukum tak tertulis, ketimbang yang tertulis. Tidak heran jika adat, kebiasaan, lebih kuat dari hukum yang ada. Memang, hukum tak tertulis lebih sederhana. Dan hukum yang tertulis lebih jelimet, butuh ketelitian. Tidak heran jika pengurus sebuah organisasi tidak tahu jelas ad-art organisasinya. Bahkan, nomor keanggotaan diri pun kadang bisa tak tahu. Inilah sebuah kenyataan.


BERSAMBUNG


Redaktur: Saad Saefullah


Mendidik Anak dengan Teladan Shaleh

Mendidik Anak dengan Teladan Shaleh

Khutbah Jumat Lengkap

Khutbah Pertama:


إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ


أَمَّا بَعْدُ

أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى


Kaum muslimin yang dirahmati Allah, bertakwalah kepada-Nya. Bersyukurlah atas nikmat yang telah Dia berikan, di antaranya adalah nikmat anak, baik anak laki-laki maupun anak perempuan.


Ketahuilah bahwa nikmat ini juga sekaligus merupakan ujian bagi seorang hamba. Anak pula merupakan anugerah yang menjadi penyejuk pandangan di dunia dan akhirat. Ia juga bisa membuat hati berbunga-bunga bahagia dan jiwa terasa lapang. Anak bisa menjadi penolong dalam mengarungi kehidupan dunia dan doa ketika memasuki gerbang akhirat. Mereka yang berkumpul dengan anak-anaknya di dunia dalam keadaan taat, maka akan dikumpulkan Allah di akhirat dalam kemuliaan. Allah Ta’ala berfirman,


وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ


“Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. Ath-Thur: 21).


Yaitu, apabila salah satu dari mereka berada di derajat yang tinggi dan satu lagi di bawah, maka Allah kumpulkan di derajat yang tinggi. Sehingga mereka bisa berkumpul sebagaimana mereka dahulu di dunia dikumpulkan.


Saudara-saudaraku seiman,


Sesungguhnya anugerah ini adalah anugerah yang agung. Yang bisa diwujudkan apabila orang tua, baik ayah maupun ibu, memiliki rasa tanggung jawab terhadap anak-anaknya. Karena merekalah yang membing sang anak di lingkungan pertama mereka. Mereka bertanggung jawab dalam membimbing anak-anaknya.


Hendaknya orang tua mendidik anak laki-laki dan perempuan dengan apa yang telah diwajibkan atas mereka. Memberikan perhatian, bimbingan, dan arahan yang baik. Sehingga orang tua kelak akan meninggalkan generasi yang baik, yang bermanfaat untuk dirinya dan umat Islam. Ketika seorang hamba memperbaiki antara dirinya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama makhluk.


Tentu saja membimbing anak harus diiringi dengan niat yang baik, memohon pertolongan kepada Allah, memperbanyak doa yang penuh harap kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman,


وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqon: 74).


Orang-orang yang memohon demikian, mereka tidaklah hanya duduk-duduk saja tanpa melakukan apapun. Syariat dan logika manusia mengatakan bahwa hal ini perlu usaha. Jika kita memohon sesuatu kepada Allah, kita harus mengusahakannya dengan perbuatan kita sebagai bentuk sebab-akibat. Misalnya seseorang meminta kepada Allah rezeki, ia haru berusaha menempuh sebab tergapainya rezeki. Demikian juga orang yang meminta keturunan, ia harus berusaha dengan menikahi seseorang. Orang yang meminta ditambahkan ilmu dan pemahaman, ia harus berusaha dengan belajar. Orang yang meminta surga, maka ia harus menggapai sebabnya dengan mengamalkan amalan shaleh yang bisa mengantarkannya ke surga.


Demikianlah, ketika seseorang meminta keturunan yang shaleh yang bisa menjadi penyejuk hatinya, maka ia harus berusaha dengan kemampuannya. Baru setelah itu ia merasakan bahwa anak yang shaleh adalah karunia yang agung.


Hal lainnya yang harus diperhatikan. Anak itu terkada bisa menjadi ujian dan kejelekan bagi keluarga dan masyarakat. yang demikian lantaran kedua orang tua tidak melakukan apa yang Allah wajibkan atas keduanya. Tidak melakukan pendidikan, perhatian, dan bimbingan secara maksimal. Kita lihat ada terkadang seseorang merasa malas mendidik anaknya. Ia tidak memberikan arahan yang baik terhadap buah hatinya. Akhirnya, ia pun terputus dari kemanfaatan di dunia dan akhirat. Jadilah ia seorang yang merugi dan menyesal. Allah Ta’ala berfirman,


فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ ۗ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ


Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat”. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata. (QS. Az-Zumar: 15).


Namun ada fenomena yang mengherankan. Ada seseorang yang sibuk dengan menginvestasikan hartanya, menjaga, memperhatikannya, memeliharanya, dan pikiran dan badannya disibukkan dengan hartanya, bahkan istirahat dan tidurnya pun bersama hartanya, bersamaan dengan itumereka lupa dengan istri dan anak-anak mereka.


Tentunya kita bertanya, apa artinya harta itu disbanding dengan istri dan anak-anak? Bukankah akan lebih baik bagi mereka, jika seandainya meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran mereka untuk mendidik istri dan anak-anak? Dengan hal itu mereka akan menjadi orang-orang yang bersyukur dan melaksanakan perintah Allah. Allah Ta’ala berfirman,


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).


Allah Ta’ala meletakkan peranan kita dalam ayat ini. Ia menaruh tanggung jawab dan memerintahkan kita untuk menjagai diri dan keluarga dari api neraka. Dia tidak memerintahkan kita untuk mejagai dari diri kita saja, akan tetapi Dia firmankan untuk mejaga diri kita dan keluarga kita. Oleh karena itu, sangat mengherankan orang-orang yang meremehkan perintah Allah dalam menunaikan hak istri dan anak-anak.


Seandainya, api di dunia ini membakar anak-anak mereka, atau hanya sekedar hamper membakar anak mereka, niscaya mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk menyelematkannya. Dengan segera mereka akan mencarikan dokter untuk mengobati luka bakar yang diderita anaknya. Lalu bagaimana bisa mereka merasa aman dari api akhirat? Mereka tidak berupaya untuk menjauhkan istri dan anak-anak mereka darinya. Kita tidak mengerti, apakah orang yang melakukan demikian ini ragu akan api yang ada di akhirat, ataukah lalai, atau mereka orang-orang yang menyombongkan diri?


Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua.


Saudara-saudaraku seiman,


Sesungguhnya wajib bagi kita semua untuk mengawasi anak-anak kita dalam tindak-tanduk yang mereka lakukan. Memperhatikan mereka di kalangan pergaulannya, saat mereka sendiri, sampai-sampai terhadap apa yang mereka lakukan. Beri motivasi dan pujian atas kebaikan yang mereka lakukan. Nasihati dan tegurlah mereka tatkala melakukan kesalahan. Jangan tergesa-gesa memarahi mereka apabila mereka tidak segera menunaikan apa yang kita perintahkan. Terus ulangi ajakan kebaikan itu dengan lemah lembut dan dengan cara yang mereka ridhai berdasarkan bimbingan Alquran, Sunnah, dan pikiran yang bersih. Dan jangan jauhi mereka.


Salah satu bentuk musibah bagi seseorang adalah ketika ia tidak memiliki kedekatan dengan anak-anak mereka dan tidak mendidik mereka dengan didikan yang baik. Orang tua juga hendaknya menginstrospeksi diri, apakah yang sudah dilakukan membuat mereka jauh?, apakah yang sudah dilakukan berdampak baik untuk mereka?.


Jauhkan dari anak-anak kita pemikiran-pemikiran yang jelek, pemikiran yang menyimpang, dan akhlak-akhlak yang merusak. Hal itu akan menumbuhkan generasi yang rusak pula. Generasi yang tidak dibina untuk mengabdi kepada Allah dan memiliki kemanfaatan untuk sesama. Generasi yang gamang dan bombing, tidak mengenal yang ma’ruf sebagai sesuatu yang baik dan tidak mampu membedakan yang mungkar sehingga bisa menjauhinya. Mereka bebas dari segala ikatan, kecuali ikatan setan. Mereka bebas dari segala pengabdian, kecuali mengabdi kepada syahwat dan kecongkakan. Inilah sebuah konsekuensi logis, bagi mereka yang menyia-nyiakan hak Allah di dalam pendidikan istri dan anak-anaknya. Tidak ada yang bisa terlepas dari yang demikian, kecuali bagi mereka yang dikehendaki Allah.


Saudara-saudaraku seiman,


Sebagian orang mengatakan “saya tidak bisa mendidik anak-anak saya karena mereka sudah besar dan telah mandiri”. Kalau kita perhatikan orang-orang demikian, mereka tidak mampu menasihati sang anak tatkala dewasa, entah sang anak membantahnya atau selainnya. Hal ini disebabkan karena orang tua adalah orang yang lalai terhadap perintah-perintah Allah terhadap anak-anaknya, sehingga jatuhlah wibawanya di hadapan sang anak.


Mereka lalai terhadap perintah Allah terhadap anak-anak mereka saat sang anak masih kecil. Mereka berpaling dan meninggalkan anak-anak mereka. Tidak bertanya tentang keadaan mereka. Dan tidak juga terbiasa berkumpul bersama mereka. Tidak berkumpul di saat makan siang, makan malam, dan dalam kegiatan lainnya. Sehingga muncullah jarak antara dirinya dan anak-anak. Anak-anak pun lari menjauh.


Seandainya mereka bertakwa kepada Allah sejak mula. Memperhatikan pendidikan anak sejak mereka masih kecil. pasti Allah akan memperbaiki hubungan mereka di dunia dan akhirat. Allah Ta’ala berfirman,


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 70-71).


Ayyuhal muslimun,


Di masa-masa kegiatana belajar mengajar sedang aktif, sekolah mengambil waktu kita dan anak begitu banyak. Adapun di saat libur, kita banyak memiliki waktu luang dengan anak-anak kita, maka manfaatkanlah.


Saat libur waktu senggang, pikiran mereka juga tidak terbebani dengan sekolah, maka orang tua hendaknya memenuhi kekosongan tersebut dan memanfaatkan waktu-waktu tersebut. Mengajarkan kepada anak sesuatu yang bermanfaat, sehingga pikiran dan aktivitas mereka tidak tersisi dengan hal-hal yang sia-sia atau bahkan merugikan mereka.


Saat liburan, kita tunjukkan kesungguhan kita untuk berdekatan bersama mereka. Kita tunjukkan kesungguhan kita dalam pengarahan dan pendidikan. Saat itu pula kita curahkan perhatian kita, jangan sampai anak-anak mengisi kekosongan mereka dengan buku-buku dan majalah-majalah yang berisikan hal-hal yang merusak, pemikiran-pemikiran yang menyimpang, dan akhlak yang rendah. Dan hendaknya kita juga tidak memilih kota-kota atau bahkan negara-negara yang bisa merusak akidah dan akhlak sebagai tempat berlibur dan tujuan wisata.


Tidak kita ragukan lagi, sebagian tempat atau negara tujuan wisata adalah negara yang rusak. Banyak terdapat hal-hal yang mengundang syahwat dan merusak pemikiran. Semoga Allah melindungi kita dari hal-hal yang dapat merusak agama dan dunia kita.


اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي مَقَامِنَا هَذَا أَنْ تَوْفِقَنَا لِلْقِيَامِ بِمَا أَوْجَبْتَ عَلَيْنَا وَأَنْ نَكُوْنَ مِنْ عِبَادِكَ المُخْبِتِيْنَ الصَّادِقِيْنَ البَارِيْنَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ إِنَّكَ جَوَادٌ كَرِيْمٌ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ .


Khutbah Kedua:


الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه وأشهد الا اله الا الله وحده لا شريك له شهادة نرجو بها النجاة يوم نلاقيه وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين


أما بعد


Kaum muslimin rahimakumullah,


Di antara pendidikan yang sangat baik terhadap anak saat usia dini adalah membacakan kepada mereka perjalanan hidup orang-orang shaleh dari kalangan para nabi, rasul, dan sahabat. Tanamkan kecintaan anak-anak pada mereka. Agar mereka cinta kepada orang shaleh dan amalan shaleh.


Mengajarkan anak-anak dengan cerita kehidupan para sahabat akan menanamkan kepada anak bagaimana mereka memandang dunia. Di antara para sahabat adalah orang-orang yang kaya. Namun mereka tidak pernah menaruh dunia di hati mereka. Di antara para sahabat ada pula orang-orang yang misikin, namun mereka tidak pernah kecewa dengan luputnya dunia dari mereka.


Profil sahabat Nabi akan mengajarkan mereka bagaimana Allah itu diagungkan, bagaimana Nabi Muhammad itu dicintai, dan bagaimana Islam itu diperjuangkan. Para sahabat juga memiliki hikmah yang tinggi dalam lingkungan sosial dan bagaimana mulianya akhlak mereka terhadap orang-orang non-Islam.


Kita masukkan pemikiran ini dari sumber-sumber yang murni. Kita tanamkan ini pada diri-diri mereka sebelum mereka mengenal pemikiran-pemikiran yang mendeskreditkan Nabi dan para sahabatnya. Kita jadikan mereka memegang prinsip ini, sebelum pemikiran-pemikiran yang menyimpang menyambar mereka.


Kaum muslimini rahimakumullah,


Semoga Allah Ta’ala melindungi kita, istri-istri kita, dan anak-anak kita. Semoga Dia memberikan taufik kepada kita untuk terus meniti jalan-Nya yang lurus, jalan yang Dia ridhai dan cintai.


وَاعْلَمُوْا أَنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الُهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثاَتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ فِي الدِّيْنِ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ


فَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ اِجْتَمِعُوْا وَلَا تَتَفَرَّقُوْا اِجْتَمِعُوْا عَلَى دِيْنِ اللهِ اِجْتَمِعُوْا عَلَى مَا فِيْهِ الصَّلَاحُ فِي دِيْنِكُمْ وَدُنْيَاكُمْ فَإِنَّ يَدَ اللهِ عَلَى الْجَمَاعَةِ وَمَنْ شَذَّ، شَذَّ فِي النَّارِ


وَأَكْثِرُوْا مِنَ الصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى النَّبِي مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ مَرَّةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا اَللَّهُمَّ صَلِّي وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ اَللَّهُمَّ ارْزُقْنَا مَحَبَّتَهُ وَاتِّبَاعَهُ ظَاهِرًا وَبَاطِنًا اَللَّهُمَّ تَوَفَّنَا عَلَى مِلَّتَهُ اَللَّهُمَّ احْشُرْنَا فِي زَمْرَتِهِ اَللَّهُمَّ اسْقِنَا مِنْ حَوْضِهِ اَللَّهُمَّ أَدْخِلْنَا فِي شَفَاعَتِهِ اَللَّهُمَّ اجْمَعْنَا بِهِ فِي جَنَّاتٍ النَّعِيْمٍ مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ ارْضَى عَنْ خُلَفَائِهِ الرَاشِدِيْنَ وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ عَنِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غَلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ الرَؤُوْفُ الرَحِيْمُ أَمَّا بَعْدُ.


فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالَى: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا.يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


(إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا(


Oleh tim KhotbahJumat.com

Artikel www.KhotbahJumat.com





Israel Kembali Menutup Masjid Al-Aqsa

Gerakan Islam Palestina Hamas pada Kamis (30/10/2014) mengecam penutupan Masjid Al-Aqsa yang dilakukan oleh Zionis “Israel”, ungkap surat kabar Felesteen.


Anggota biro politik Hamas Mousa Abu Marzouk-mengatakan: “Penutupan Masjid Al-Aqsa dalam menghadapi jamaah adalah kasus yang berbahaya yang tidak dapat diterima atau diteruskan tanpa alasan apapun.”











Tentara Israel Berjaga Disalah Satu Pintu Masuk Masjid Al-Aqsha

Abu-Marzouk menulis di Facebook: “Seruan untuk menyerbu Masjid Al-Aqsa harus dihadapi.” Dia menyerukan penduduk Yerusalem (Al-Quds Timur) untuk meyakini: “Selama Anda benar, Anda tak perlu takut apapun.”


Dia juga meminta bangsa Arab dan Muslim di seluruh dunia untuk membantu mengatakan: “Ini adalah masjid dan tempat di mana Nabi Anda (Shalallahu ‘Alaihi wa Salam) telah mi’raj ke surga. Apa yang Anda lakukan?”


Pagi kemarin, “Israel” menutup Masjid Al-Aqsa dan melarang jamaah Muslim Palestina memasukinya dengan memanfaatkan drama upaya pembunuhan seorang ekstrimis rabi Yahudi, Yehudi Glick, pada hari sebelumnya sebagai alasan untuk penutupan sepihak itu. [arrahmah/visimuslim.com]




Pengamat: “Sering Hina Islam, Sebaiknya Ahok Berkaca”

Pengamat Politik Nuim Hidayat mengecam pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang meminta para ulama tak menjadikan masjid untuk menghujat pemimpin kafir karena hal itu tak diperintahkan dalam Islam.





“Sebaiknya Ahok jangan sok tahu tentang ajaran Islam. Yang jelas Ahok bukan Muslim dan ia tidak tahu ajaran Islam tentang kepemimpinan,” ujar Nuim kepada Islampos, Jum’at (31/10).











Ahok (Plt. Gubernur DKI)

Islam, kata Nuim, jelas melarang orang kafir memimpin kaum Muslim atau wilayah yang mayoritas agamanya Islam.


“Apalagi Ahok dulu mencalonkan diri jadi gubernur, pasti ia tidak akan terpilih. Ia hanya nebeng sama Jokowi,” ujar alumni Politik Timur Tengah UI ini.


Jika Ahok meminta ulama tak menghujat dirinya, sebaiknya mantan Bupati Belitung Timur itu berkaca atas sejumlah pernyataan kontroversialnya yang memojokkan agama.


“Ahok pernah menyatakan bahwa moral atau agama tidak penting. Yang penting duit dan otak,” kata wartawan era reformasi ini.


Selanjutnya, Ahok juga pernah melecehkan Islam dengan pernyataannya bahwa jangan cantumkan kolom agama di KTP.


“Jadi berulang-ulang Ahok menyatakan bahwa agama tidak penting. kalau kini ia bicara agama itu penting, ia munafik,” beber Nuim.


Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Kota Depok ini menilai Ahok sepertinya ingin meraih popularitas di kalangan umat Islam. Sebab popularitasnya kini sedang anjlok dengan pernyataan-pernyataannya yang melecehkan agama dan ungkapan-ungkapannya yang kasar.


“Seperti bunuh atau bakar saja para pendemo, tembak di tempat dan lain-lain,” pungkasnya. [rn/Islampos/visimuslim.com]





Ahok “Ceramahi” Ulama agar Masjid Tak Hujat Pemimpin Kafir

Pelaksana Tugas (plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok mengatakan jangan menggunakan mimbar yang ada di masjid untuk menghujat pemimpin.


“Mimbar seharusnya dipakai untuk mengajarkan umat siapa dirinya, siapa pencipta, bagaimana hubungan dengan Tuhan itu lebih penting,” kata Basuki di Jakarta, Rabu (29/10) seperti dikutip Antara.











Ahok (Plt Gubernur DKI)

Ia menyampaikan hal itu saat acara silaturahim dengan ulama di DKI Jakarta dihadiri Imam Besar Masjid Istiqlal KH Ali Mustafa Yaqub. ”Yang terjadi hari ini masjid dan mimbar kita dipakai untuk politik. Ada yang menghujat Plt gubernur kafir padahal itu tidak sesuai dengan ajaran Islam,” keluhnya.


Dia mengatakan ada pihak yang tidak senang kalau Ahok jadi Gubernur lalu digosok-gosok agar ribut. “Setahu saya dalam Islam diajarkan agar taat kepada pemerintah dan ini ajaran semua agama, saya curiga yang mengajarkan ini murni atau ada motif lain,” kata dia.


Ia mengatakan jika memang ada yang ingin menegakkan Islam tidak perlu pakai kekerasan karena itu zaman dahulu masa jahiliyah sementara saat ini sudah era modern.


Ahok menginginkan warga DKI tidak hanya beragama dari secara lahir saja tapi bisa menghayati dan menjalankan ajaran agama dengan baik. “Jangan sampai beragama tapi kelakuan kafir, oleh sebab itu saya minta bantuan ulama agar tidak ada warga yang yang buta Al Quran, sebab siapa yang membaca kitab suci pasti tahu apa yang benar dan mana yang salah,” kata dia. [rn/Islampos/visimuslim.com]




Dijengung Ust Arifin Ilham, Air Mata Tessy Tumpah Tak Tertahan

Dijengung Ust Arifin Ilham, Air Mata Tessy Tumpah Tak Tertahan

ust arifin ilham jengung tessyJAKARTA, Muslimdaily.net – Dalam perjalanan da’wah dan kesibukannya , Ust Arifin Ilham menyempatkan diri untuk mampir menjenguk Kabul Basuki atau yang dikenal Tessy, pelawak senior Srimulat yang tertangkap dan berniat bunuh diri.


Sekitar dua tahun yang lalu Ust Arifin bertemu dengan Kabul di Bandara Soekarna Hatta dalam safari da’wah. Kabul Basuki pernah memberikan pesan, “Nasehati saya ustadz, orang semacam saya banyak gelapnya”. Ujar Ust Arifin menirukannya.


Karena itulah Ust Arifin ingat pesan dan mampir menjumpai Kabul Basuki di Rumah Sakit POLRI. Begitu melihat Ust Arifin langsung air matanya tumpah tak tertahan. Dengan sigab Ust Arifin memegang tangan dan mengusap kepalanya.


“Bang, semua boleh hancur, semua boleh hilang, tetapi harapan tidak boleh hancur dan hilang. Allah sayang Abang, makanya Allah beri kesempatan hidup. Kisahnya a-z, kisahnya Abang ditangkap polisi, sebenarnya beginilah cara Allah membimbing abang agar bertaubat”. Ujar Ust Arifin Ilham Jumat (31/10/2014) sore. Yang diterima redaksi melalui sambungan telefon.


Ia menambahkan, sungguh bang, kalau Allah mencintai hambaNya, maka hamba itu Allah beri kesempatan bertaubat. Abang jangan putus asa mohon rahmat Allah, sebesar apapun dosa Abang, Allah ampuni jika Abang bersungguh-sungguh bertaubat. Jangan sampai Abang bunuh diri, terlalu besar dosa dan berat sekali siksa-Nya di akhirat kelak.


Ingat peringatan Rasulullah, “Barang siapa terjun dari sebuah bukit untuk menewaskan dirinya maka kelak ia akan masuk neraka dalam keadaan terlempar jasadnya. Ia kekal dalam neraka selama-lamanya. Barang siapa yang meneguk racun dan racun itu menewaskan dirinya, maka racun itu akan tetap dalam genggaman tangannya sambil meneguknya di dalam neraka jahanam. la juga kekal di dalamnya selama-lamanya” (HR Bukhori Muslim).


Diakhir pertemuannya Ust Arifn memberikan doa, “ Semoga Abang kembali sehat walafiat dalam keadaan hijrah, lebih semangat taat kepada Allah. Jangan sia siakan lagi umur Abang, sungguh rahmat Allah jauh lebih besar dari dosa dosa Abang”.





Kapolri: Butuh 100 Trilyun Untuk Berantas Terorisme

Kapolri Jenderal Sutarman mengeluh atas kurangnya anggaran yang tersedia untuk proyek pemberantasan terorisme di Indonesia. Ia mengaku masih membutuhkan anggaran yang cukup besar.


Angka ideal untuk anggaran pemberantasan terorisme di Indonesia, kata Sutarman, mencapai angka lebih dari Rp 100 triliun untuk satu tahun. Namun, negara hanya mampu memenuhi kurang dari setengahnya.











Kapolri Jendral Sutarman

“Kita itu kan anggaran kita yang ideal itu seratus sekian, tapi kan negara hanya mampu memberikan Rp 44 triliun satu tahun,” kata Sutarman di Kantor Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (30/10).


Sutarman mengaku belum mengungkap kebutuhan anggaran pemberantasan terorisme kepada pemerintahan Jokowi.


“Anggaran belum kita belum menyampaikan, belum. Setiap anggaran itu kan dibuat mulai dari penyusunan RKAKL (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Lembaga), kemudian kita ajukan ke pemerintahan, pemerintah akan menilai berapa anggaran yang ada APBN kita, kemudian akan keluar pagu definitif, pagu indikatif dan seterusnya,” tutur Sutarman.


Seperti diketahui, mendatangi Kantor Wakil Presiden, Jusuf Kalla di Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Kedatangan Sutarman dalam rangka melaporkan perkembangan situasi keamanan masyarakat, termasuk tindakan terorisme. [www.visimuslim.com]

Sumber : merdeka/kiblat.net





Mau Mesraan sama Istri? Begini Caranya

Mau Mesraan sama Istri? Begini Caranya

tangan cinta Mau Mesraan sama Istri? Begini Caranya


TAK ada satupun jengkal kehidupan ini yang tidak punya tuntunan dari Rasulullah SAW. Termasuk juga soal tempat tidur dan bermesraan dengan pasangan. Beberapa hadist menggambarkan betapa mesranya Rasul memperlakukan istri-istrinya. Di antaranya adalah:


1. Mencium isteri


Dari Aisyah ra bahwa, “Rasulullah SAW biasa mencium isterinya setelah wudhu’ kemudian baginda shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya,” (HR.’Abdurrazaq).


Dari Hafshah, puteri Umar ra, “Sesungguhnya Rasulullah SAW biasa mencium isterinya sekalipun sedang puasa,” (HR.Ahmad).


2. Tidur dalam satu selimut bersama isteri


Dari Atha bin Yasar: Sesungguhnya Rasulullah SAW dan Aisyah ra biasa mandi bersama dalam satu bejana. Ketika Baginda sedang berada dalam satu selimut dengan Aisyah, tiba-tiba Aisyah bangkit. Rasul kemudian bertanya, ‘Mengapa engkau bangkit?’. Aisyah menjawab, ‘Karena aku sedang haidh wahai Rasulullah.’ Kemudian Rasulullah berkata, ‘Kalau begitu pergilah, lalu berkainlah dan dekatlah kembali denganku,’ Aisyah pun masuk lalu berselimut bersama beliau,” (HR Sa’id bin Manshur).


3. Mandi bersama isteri


Dari ‘Aisyah ra, ia berkata. “Aku biasa mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana. Kami biasa bersama-sama memasukkan tangan kami (ke dalam bejana),” (HR. ‘Abdurrazaq dan Ibnu Abu Syaibah).


3. Meminta isteri memberi minyak wangi pada badan Rasul


Aisyah berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW apabila meminyaki badannya beliau memulai dari auatnya dan mengolesinya dengan nurah (sejenis bubuk pewangi),dan isterinya meminyaki bagian lain seluruh tubuhnya,” (HR Ibnu Majah).


Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya meminyaki badan Rasulullah SAW pada hari raya ‘Idul Adha setelah beliau melakukan jumrah ‘aqabah,” (HR Ibnu ‘Asakir).


4. Tetap bermesraan meski Istri sedang haidh


Dari Aisyah ra ia berkata, “Aku biasa menyisir rambut Rasulullah SAW saat itu aku sedang haidh,“ (HR.Ahmad).


Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Aku biasa mandi bersama Rasulullah SAW dengan satu bejana, padahal kami sama-sama dalam keadaan junub. Aku biasa menyisir rambut Rasulullah ketika beliau menjalani i’tikaf di masjid dan aku sedang haidh. Beliau biasa menyuruh aku menggunakan kain ketika aku sedang haidh , lalu beliau bermesraan denganku,” (HR.’Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah).


Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Aku penah tidur bersama Rasulullah SAW d iatas satu tikar ketika aku sedang haidh. Bila darahku menetes ke tikar itu, beliau mencucinya di bagian yang terkena tetesan darah dan beliau tidak berpindah dari tempat itu, kemudian beliau sholat di tempat itu pula, lalu Baginda berbaring kembali di sisiku. Bila darahku menetes lagi ke tikar itu, beliau mencuci di bagian yang terkena darah itu dan tidak berpindah dari tempat itu, kemudian beliaupun sholat di atas tikar itu,” (HR. Nasa’i]).


5. Minum bergantian pada tempat yang sama


Dari ‘Aisyah dia berkata, “Aku biasa minum dari mud yang sama ketika haidh, lalu Rasulullah mengambil mud tersebut dan meletakkan ke mulutnya di tempat aku meletakkan mulutku, lalu beliau minum. Kemudian aku mengambil mud, lalu aku menghirup isinya, kemudian beliau mengambil dariku, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat aku meletakkan mulutku, lalu beliaupun menghirupnya,” (HR.’Abdurrazaq dan Sa’id bin Manshur).


6. Memberikan panggilan mesra


Rasulullah SAW biasa memanggil Aisyah dengan beberapa nama panggilan yang disukainya, seperti ‘Aisy dan Humaira (pipi merah delima).


Dan bila Aisyah marah Rasullullah akan meredakannya dengan lemah lembut.


Rasulullah saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia sedang marah dan beliau berkata, “Wahai Uwaisy, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’.” (HR. Ibnu Sunni).


7. Memberi hadiah


Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, ”Ketika Nabi SAW menikah denganku beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui bahwa ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu.’ Ummu Kultsum berkata, ‘Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah SAW dan hadiah itu dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing isterinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah,” (HR .Ahmad).


8. Segara menemui isteri jika tergoda


Dari Jabir: “Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ketempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, ‘Wanita kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan (menggoda). Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi isterinya, karena pada isteri ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu,” (HR.Tirmidzi). (152). [nm/rki]


Redaktur: Saad Saefullah


PAS Jabar Akan Layangkan Keberatan Perayaan Asyuro Syiah

PAS Jabar Akan Layangkan Keberatan Perayaan Asyuro Syiah


Tahun 2013 peringatan Asyuro Nasional yang dipusatkan di GSG Istana Kana Kota Bandung gagal karena adanya reaksi penolakan



PAS Jabar Akan Layangkan Keberatan Perayaan Asyuro Syiah

nahimunkar


Massa mengeruduk acara Peringatan Asyura Kaum Syiah di Kelapa Gading Jakarta tahun 2013




Hidayatullah.com– Ormas Islam dan segenap elemen dakwah di Jawa Barat yang terhimpun dalam Pembela Ahlus Sunnah ( PAS JABAR) mengaku akan menolak segala bentuk perayaan Asyuro oleh kaum Syiah di wilayah Jawa Barat, sebagaimana tahun sebelumnya.


“Masih seperti tahun kemarin,kita akan melakukan penolakan yang sama dan Alhamdulillah berhasil dengan suasana tetap kondusif,”ungkap Roinul Balad selaku Koordinator PAS Jabar dalam pernyataannya kepada hidayatullah.com, Jumat (31/10/2014).


Roin menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi secara intensif baik dengan komponen PAS sendiri maupun ormas-ormas Islam tingkat Jabar dan pihak instansi terkait seperti Kepolisian,Pemkot Bandung,Pemprov Jabar dan Kejaksaan.

Hal ini,sambungnya, dimaksudkan bahwa penolakan perayaan acara Asyuro kaum Syiah bukan semata dilakukan elemen dakwah tertentu saja melainkan semua umat Islam.


“Kita sudah silaturrahim dengan Ormas Islam lain seperti Persis,Muhammadiyah,PUI,Wahdah Islamiyah,Al Irsyad, dan sebagainya.Intinya mereka sepakat dengan langkah kita,” imbuh Roin yang juga Sekretaris Dewan Dakwah Jabar ini.


Sementara itu pihaknya juga mengaku dalam waktu dekat akan segera melayangkan surat kepada pihak Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar untuk beraudiesi dan melarang dan tidak member ijin khusus perayaan Asyuro dan yang lainnya oleh kaum Syiah.


Roin juga menjelaskan bahwa langkah tersebut sengaja dilakukan yang dimaksudkan bukan sebuah tindakan intoleransi dalam kehidupan beragama di Indoensia,melainkan hanya sebuah upaya menjaga dan membela ajaran Islam secara hakiki.


“ Harus dibedakan antara tindakan intoleransi dan upaya menjaga kemurnian akidah Islam,” jelasnya.


Pihaknya berharap,segenap umat Islam yang berpaham Ahlus Sunnah dan pihak pemerintah atau aparat keamanan dapat berpikir jernih dengan memahami persoalan penolakan tersebut secara mendalam.


“Untuk ke Polda Jabar kita sudah layangkan suratnya dan dari informasi serta kerangan yang diberikan hingga kemarin (Kamis,30/10/2014) pihak Polda mengaku belum dapat permohonon ijin akan adanya perayaan Asyuro dan kita sudah minta kalaupun ada pihak yang minta ijin perayaan Asyuro agar tidak memberi ijin,kita siap berdialog,”pungkasnya.


Roin enggan merinci apa saja bentuk penolakan yang dimaksud.


Tahun 2013 lalu kalangan Syiah berencanakan akan menyelenggarakan perayaan Asyuro Nasional yang dipusatkan di GSG Istana Kana Kota Bandung yang diklaim akan dihadiri ribuan orang. Namun acara gagal karena mendapat penolakan dan reaksi hebat dari segenap elemen massa. Acara Asyuro sendiri akhirnya dipindahkan ke Sekolah Muthahhari milik tokoh Syiah,Jalaludin Rakhmat dengan dihadiri segelintir orang dalam penjagaan ketat dari aparat kepolisian.*




Rep: Ngadiman Djojonegoro


Editor: Cholis Akbar






Imam Masjidil Haram Serukan Persatuan Umat Islam

Imam Masjidil Haram Serukan Persatuan Umat Islam


Pada penyampaiannya sekitar 15 menit di Masjid al-Ikhlash Depok, as-Sudais tidak menyinggung persoalan Masjid al-Aqsha yang baru-baru ini sempat ditutup total oleh Zionis-Israel.



Imam Masjidil Haram Serukan Persatuan Umat Islam

Muh. Abdus Syakur/Hidayatullah.com


Syaikh as-Sudais di depan jamaah Masjid al-Ikhlash Permata Duta, Depok




Hidayatullah.com- Era globalisasi sekarang ini penuh dengan berbagai macam fitnah. Untuk menghadapinya, segenap umat Islam harus bersatu padu.


Demikian seruan Imam Masjidil Haram Syeikh Dr Abdurrahman bin Abdul Aziz as-Sudais pada acara peresmian Masjid al-Ikhlash di kompleks Perumahan Permata Duta, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Kamis (30/10/2014) malam.


“Kita menyerukan untuk senantiasa bersatu padu dan mengedepankan nilai-nilai moderasi yang merupakan bagian dari nilai-nilai Islam itu sendiri,” seru Syeikh as-Sudais melalui seorang penerjemahnya.


“Dalam kondisi penuh adanya fitnah yang timbul, perlu adanya tali persaudaraan untuk menghadapi berbagai macam tantangan. Yaitu innamal mu’minuna ikhwah (sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Red),” tambahnya di depan ratusan jamaah.


Selain itu, as-Sudais juga berpesan kepada umat Islam untuk memanfaatkan keberadaan masjid. Sebab masjid memiliki peran penting dalam kehidupan kaum Muslimin.


“Tentu kedudukan masjid sangat berperan penting. Rasul setelah hijrah seruan pertamanya adalah membangun masjid,” ujarnya pada acara gelaran Dewan Kemakmuran Masjid al-Ikhlash dan Atase Agama Kedutaan Saudi Arabia di Indonesia ini.


As-Sudais pun menyerukan umat Islam untuk menjaga keikhlasannya dalam beribadah, sebab ikhlas juga sesuatu yang penting.


“Oleh karena itu, untuk terciptanya (hal itu) perlu adanya ilmu. Ilmu syarat utama,” ujarnya.


Diberitakan sebelumnya, as-Sudais menandatangani prasasti Masjid al-Ikhlash Permata Duta. Ia pun mengapresiasi pemilihan nama “al-Ikhlash” untuk masjid tersebut.


Pada penyampaiannya sekitar 15 menit itu, as-Sudais tidak menyinggung persoalan Masjid al-Aqsha yang baru-baru ini sempat ditutup total oleh Zionis-Israel.*






Aktivis Surabaya Sebut DPR Tandingan Hanya Menggerus Kewibawaan Jokowi

Aktivis Surabaya Sebut DPR Tandingan Hanya Menggerus Kewibawaan Jokowi


DPR tandingan itu tidak dikenal dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia



Aktivis Surabaya Sebut DPR Tandingan Hanya Menggerus Kewibawaan Jokowi

detik


Ruang Paripurna Terkunci, 100 Anggota DPR KIH Berkerumun di Depan Pintu




Hidayatullah.com- Langkah Koalisi Indonesia Hebat (KIH) membentuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tandingan justru bisa menggerus kewibawaan presiden Joko Widodo. Sebab, presiden sudah mencontohkan bagaimana melobi lawan politik dan berhasil dilakukan.


“DPR tandingan itu cuma letupan emosi belaka. Itu lembaga apa? Tidak jelas dasar hukumnya,” tegas Rosdiansyah, Peneliti The Jawa Post Institute of Pro-Otonomi (JPIP), Rosdiansyah kepada hidayatullah.com.


Menurut Rosydiansyah, fenomena menculnya DPR tandingan menunjukkan bahwa anggota DPR yang ada di dalamnya telah gagal membangun lobi serta komunikasi politik.


“DPR tandingan itu hanya wacana untuk menggertak Koalisi Merah Putih (KMP),” ujar alumnus Institute of Social Studies (ISS) bidang ‘Governance and Democrasy’ Den Haag, Belanda.


Sementara itu, Rosdiansyah menyampaikan bahwa DPR tandingan itu tidak dikenal dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia serta tidak ada dasar hukumnya. Sehingga lembaga tanpa dasar hukum seperti DPR tandingan bisa dikatakan bukan lembaga formal.*






Mental Kelas Ekonomi

Mental Kelas Ekonomi


Muhammad Alif Nashruddin

Muhammad Alif Nashruddin



Akhir Akhir ini saya lebih suka melakukan perjalanan dengan menggunakan kereta. Perbaikan System pelayanan perkeretaapian membuat saya nyaman meskipun kelas ekonomi.

Setiap ada kegiatan di jakarta saat pulang saya lebih memilih naik kereta tawang jaya ekonomi ac dari pasar senen menuju stasiun Poncol Semarang. Kenapa saya memilih tawang jaya?


Pertama, Jadwal keberangkatan Tawang Jaya lebih bersahabat, yaitu pukul 22.10 WIB. Sehingga saya tidak harus buru buru ke stasiun ketika jadwal kegiatan saya selesai pukul 18.00. masih cukup waktu untuk ngobrol sambil makan malam bersama teman teman. Kedua, Meski kelas ekonomi, kereta ini sudah ber ac, dan semua bisa pasti dapat duduk, karna penumpang harus bawa tiket sesuai nama dan menunjukkan KTP saat Masuk. Ketiga, Setiap bangku tersedia stop kontak untuk ngecas HP, jadi sepanjang jalan HP tetep dan ga mati gaya hehehe…


Fasilitas yang baik dan sistem yang sudah tertata bagus ini ternyata belum mampu merubah perilaku penumpag secara keseluruhan. Saat saya melakukan perjalanan dari jakarta ke semarang, saya melihat kursi tidak semua terisi penuh, dan tidak ada yang berdiri, semua duduk pada kursi sesuai nomor kursinya masing masing.


Tetapi selang beberapa menit kemudian suasana sudah berubah, banyak penumpang yang lebih memilih tidur di lantai kereta, baik di tengah jalan, dicepitan antara kursi, bahkan di depan toilet sekalipun. Sehingga ketika penumpang lain hendak ke toilet, harus melewati halang rintang berupaorang orang yang tidur di tengah jalan.


Saya lantas berfikir, apa yang membuat mereka memilih tidur d bawah, padahal kursi kosongpun ada. Dan bila tidur dibawah resiko masuk anginpun lebih besar. Setelah coba saya angan angan saya menemukan satu kesimpulan, bahwa perilaku mereka ini disebabkan karena mental mereka. Ya Tepatnya Mental Kelas Ekonomi.


Dulu, sebelum ada perbaikan sistem perkereta apian, penumpang kereta ekonomi tidak dibatasi dengan jumlah kursi, sehingga banyak penumpang yang berdiri bahkan duduk memenuhi lorong lorong kereta. Nampaknya kebiasaan seperti ini masih terbawa terus meskipun pelayanan sudah diperbaiki dan kursi sudah tersedia.


Dan yang membuat prilaku ini terjadi sekali lagi Mental mereka, Mentalnya masih kelas ekonomi, meski layanan di tingatkan melebihi kelas Bisnis tempo dulu (catatan: kelas bisnis tempo dulu: Hanya menggunakan kipas angin, kursi lebih luas dan di tarik lokomotif eksekutif ).


Maka Mengikatkan Mental dan Pola berfikir menjadi sangat penting. Mental Anda akan menunjukkan siapa diri anda dan seberapa berkelasnya anda. Apakah Mental anda Kelas Ekonomi, Kelas Bisnis atau Kelas Eksekutif Anda sendiri yang menentukan.


Salam Profesi Mulia


@alifnashruddin


Motivator ProfesiMulia





Presiden Palestina : Penutupan Masjid Al Aqsa Sama Dengan Pernyataan Perang

Presiden Palestina : Penutupan Masjid Al Aqsa Sama Dengan Pernyataan Perang

mahmud abas presiden palestinaRAMALLAH, muslimdaily.net – Pemerintah Israel menutup Masjid Al-Aqsa setelah seorang yahudi garis keras tertembak. Menurut Presiden Palestina Mahmud Abbas, penutupan itu sama dengan “pernyataan perang”. “Eskalasi berbahaya Israel ini adalah pernyataan perang terhadap rakyat Palestina dan terhadap tempat-tempat suci bangsa Arab dan negara Islam,” ujar Juru Bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeina, seperti dikutip AFP.


Menurut Abbas, pemerintah Israel bertanggung jawab atas eskalasi berbahaya di Yerusalem, yang telah mencapai puncaknya lewat penutupan Masjid Al-Aqsa.


Masjid Al-Aqsa adalah tempat paling suci ketiga dalam Islam, namun ini juga menjadi titik paling suci bagi yahudi, yang mengklaim sebagai Gunung Kuil karena pernah menjadi lokasi dua kuil yahudi. Kendati non-muslim diperbolehkan mengunjungi situs ini, yahudi tidak diperkenankan berdoa di sana karena khawatir bisa mengganggu status quo yang rapuh di sana.


“Keputusan ini adalah tindakan yang berbahaya dan tantangan terang-terangan yang akan membawa kepada ketegangan dan ketidakstabilan lebih besar serta akan menciptakan atmosfer negatif nan berbahaya. Negara Palestina akan mengambil semua langkah hukum agar Israel bertanggung jawab dan menghentikan serangan yang sedang berlangsung ini,” ujar Nabil.


Israel memerintahkan kompleks peribadatan Islam itu ditutup bagi segala pengunjung, baik muslim maupun yahudi, pada Kamis pagi (30/10/2014) setelah insiden penembakan yang terjadi Rabu malam (29/10/2014), ketika seorang pria bersepeda motor berusaha menembak mati seorang aktivis yahudi ultranasionalis yang sudah lama berjuang menjamin hak-hak beribadat yahudi di alun-alun Al-Aqsa.


Beberapa jam kemudian, polisi menyerbu rumah seorang Palestina tersangka penembakan itu dan memicu baku tembak yang membuat pria Palestina itu terbunuh.


Yerusalem timur yang dihuni Arab dan diduduki Israel pada Perang Enam Hari 1967 dan kemudian dicaplok itu, yang tak pernah diakui masyarakat internasional, terus diguncang kekerasan sejak awal Juli. Hampir setiap hari terjadi bentrok antara pemuda Palestina bersenjatakan batu melawan polisi Israel. (a1)





PM Malaysia Terima Anugerah Pemimin Pengembangan Keuangan Islam Global

PM Malaysia Terima Anugerah Pemimin Pengembangan Keuangan Islam Global

Berita Internasional Update

Lulu Group yang berkantor pusat di UAE akan membuka 12 hypermarket halal di Malaysia secara bertahap dengan investasi sekitar US $ 30 -US $ 40 juta



PM Malaysia Terima Anugerah Pemimin Pengembangan Keuangan Islam Global

PM Najib Tun Razak saat menerima penghargaan




Hidayatullah.com– Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mendapatkan anugerah penghargaan ‘Kepemimpinan Islam Global’ karena usahanya membantu mengembangkan lanskap keuangan Islam global.


Najib Razak yang juga Menteri Keuangan adalah penerima penghargaan bergengsi itu dari Pendiri Penghargaan Keuangan Islam Global (GIFA), Profesor Dr Humayon Dar pada tahun ini.


Najib berada di Dubai dalam rangka kunjungan kerja tiga hari bersamaan dengan Forum Ekonomi Islam Sedunia (WIEF) Ke-10 yang berakhir pada Kamis kemarin.


“Dunia Islam mengakui Malaysia sebagai pelopor dan pemimpin dunia dalam pengembangan keuangan Islam. “Mereka meminta kita membantu dalam pelatihan,” katanya dikutip Kantor Berita Bernama.


Najib mengambil kesempatan itu untuk mempromosikan keuangan Islam Malaysia meskipun masyarakat telah mengetahui bahwa pasar sukuk negara itu merupakan yang terbesar di dunia.


Najib menjelaskan pada forum itu bahwa dalam paruh pertama 2014, Malaysia menyumbang 63 persen dari jumlah penerbitan sukuk global dan tetap menjadi satu-satunya pasar yang memiliki sukuk global senilai lebih US $ 100 miliar.


Pembina Yayasan WIEF itu membuat rekomendasi tersebut saat memberi ucapan kepada sekitar 2.700 orang yang menghadiri upacara pembukaan forum itu.


Sebelumnya, pada acara yang pernah diselenggarakan di Jakarta 10 tahun yang lalu hanya dihadiri sekitar 400 orang.


Forum kali ini dihadiri sembilan pemimpin, 12 menteri, empat gubernur bank sentral, 181 penggiat utama dan delegasi dari lebih 100 negara.


Najib mengungkapkan bahwa Korea Selatan telah melahirkan keinginan untuk menganjurkan WIEF edisi ke-13 setelah Malaysia tahun depan dan Indonesia tahun 2016.


Elemen lain keberhasilan WIEF kemungkinan adalah keterbukaan WIEF ke negara Islam yang kecil dan miskin, katanya.


Forum tahun ini juga dihadiri oleh Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dan Wakil Presiden Seychelles Danny Faure.


WIEF juga memberi penekanan dalam mengembangkan tiga elemen dasar – wanita, pemuda dan pendidikan – bagi pertumbuhan ekonomi setiap negara.


Dekade berikutnya, ia mengatakan waqaf, halal dan keseluruhan kegiatan ekonomi Islam harus menjadi agenda utama.


“Satu tim petugas khusus untuk waqf akan didirikan. Diskusi akan diadakan dan keputusannya akan diusulkan kepada WIEF,” katanya.


Sebelum bertemu dengan panel penasihat internasional WIEF dan mitra strategis WIEF, Najib juga meluncurkan zilzar.com, perdagangan halal pertama di dunia dengan platform informasi, konten, komunitas, dan jual-beli B2B dan B2C global untuk komunitas gaya hidup Muslim.


“Zilzar.com dapat menjadi seperti sama seperti Alibaba di pasar China, untuk pasar Islam yang bernilai US $ 2,5 triliun,” katanya saat peluncuran.


Perdagangan bilateral antara Malaysia dan UEA pada 2013 sebesar US $ 8.81 miliar, peningkatan 11,7 persen dari 2012 sedangkan jumlah ekspor meningkat menjadi US $ 4.02 miliar, dan impor mencapai US $ 4.78 miliar.


Dia juga menjalin kerjasama dengan perusahaan UEA, di antaranya, Aabar Investments PJS dengan 1MDB dalam proyek Tun Razak Exchange yang bernilai US $ 5,5 miliar.


Kerjasama lain termasuk Oilfields Supply Center Ltd, yang bekerjasama dengan Johor Corp untuk mengembangkan Pelabuhan Tanjung Langsat, proyek yang diperkirakan menyaksikan investasi sebesar lebih US $ 300 juta.


Lulu Group yang berkantor pusat di UAE akan membuka 12 hypermarket halal di Malaysia secara bertahap dengan investasi awal bagi setiap supermarket berjumlah sekitar US $ 30 juta sampai US $ 40 juta.


Najib juga menyaksikan pertukaran 12 nota kesepahaman (MOU), termasuk antara Securities and Commodities Authority UEA dengan Perbadanan Pembangunan Industri Sekuritas Malaysia.


MOU lain adalah antara United Malayan Land Bhd dan Medini Iskandar Malaysia sempena selesainya pembelian sewa oleh United Malaysia yang dibeli di Daerah Bisnis (Zona B) Medini Iskandar Malaysia.


WIEF diselenggarakan oleh Yayasan WIEF secara kerjasama dengan Dubai Chamber of Commerce and Industry.*






Presiden Palestina : Penutupan Masjid Al Aqsa Sama Dengan Pernyataan Perang

Presiden Palestina : Penutupan Masjid Al Aqsa Sama Dengan Pernyataan Perang

mahmud abas presiden palestinaRAMALLAH, Muslimdaily.net – Pemerintah Israel menutup Masjid Al-Aqsa setelah seorang yahudi garis keras tertembak. Menurut Presiden Palestina Mahmud Abbas, penutupan itu sama dengan “pernyataan perang”. “Eskalasi berbahaya Israel ini adalah pernyataan perang terhadap rakyat Palestina dan terhadap tempat-tempat suci bangsa Arab dan negara Islam,” ujar Juru Bicara Presiden Palestina, Nabil Abu Rudeina, seperti dikutip AFP.


Menurut Abbas, pemerintah Israel bertanggung jawab atas eskalasi berbahaya di Yerusalem, yang telah mencapai puncaknya lewat penutupan Masjid Al-Aqsa.


Masjid Al-Aqsa adalah tempat paling suci ketiga dalam Islam, namun ini juga menjadi titik paling suci bagi yahudi, yang mengklaim sebagai Gunung Kuil karena pernah menjadi lokasi dua kuil yahudi. Kendati non-muslim diperbolehkan mengunjungi situs ini, yahudi tidak diperkenankan berdoa di sana karena khawatir bisa mengganggu status quo yang rapuh di sana.


“Keputusan ini adalah tindakan yang berbahaya dan tantangan terang-terangan yang akan membawa kepada ketegangan dan ketidakstabilan lebih besar serta akan menciptakan atmosfer negatif nan berbahaya. Negara Palestina akan mengambil semua langkah hukum agar Israel bertanggung jawab dan menghentikan serangan yang sedang berlangsung ini,” ujar Nabil.


Israel memerintahkan kompleks peribadatan Islam itu ditutup bagi segala pengunjung, baik muslim maupun yahudi, pada Kamis pagi (30/10/2014) setelah insiden penembakan yang terjadi Rabu malam (29/10/2014), ketika seorang pria bersepeda motor berusaha menembak mati seorang aktivis yahudi ultranasionalis yang sudah lama berjuang menjamin hak-hak beribadat yahudi di alun-alun Al-Aqsa.


Beberapa jam kemudian, polisi menyerbu rumah seorang Palestina tersangka penembakan itu dan memicu baku tembak yang membuat pria Palestina itu terbunuh.


Yerusalem timur yang dihuni Arab dan diduduki Israel pada Perang Enam Hari 1967 dan kemudian dicaplok itu, yang tak pernah diakui masyarakat internasional, terus diguncang kekerasan sejak awal Juli. Hampir setiap hari terjadi bentrok antara pemuda Palestina bersenjatakan batu melawan polisi Israel. (a1)





Mencari Freelance Pembuat Laporan Keuangan? Ini Tipsnya

Mencari Freelance Pembuat Laporan Keuangan? Ini Tipsnya

Bagi sebagian orang masalah akuntansi adalah sebuah hal yang cukup rumit dan membingungkan, namun bagi sebagian yang lain, akuntansi merupakan suatu hal yang mudah. Hal ini bisa terjajdi di dalam dunia kerja ataupun dunia bisnis, oleh karena itu tidaklah mengherankan jika akuntansi menjadi sebuah permasalahan tersendiri bagi suatu usaha atau bisnis yang sedang berkembang maupun sudah berkembang.


Jika dilihat dari segi kegunaannya akuntansi bertujuan untuk memudahkan proses penghitungan keuangan yang hilir mudik didalam suatu perusahaan, karena bisa jadi dalam satu bulan bahkan satu hari bnyak sekali terjadi proses keluar masuknya uang didalam seatu perusahaan oleh sebab itu akuntansi dibutuhkan untuk mengatur proses tersebut.


Banyaknya proses transaksi yang dilakukan oleh perusahaan membuat perusahaan dan sumber daya manusia yang ada didalamnya kesulitan , pada akhirnya pembuatan laporan keuangan menjadi hal yang tidak terselesaikan dengan baik. Padahal hal tersebut merupak faktor yang sangat penting dan menjadi faktor penentu keberhasilan dari perkembangan suatu usaha dan bisnis perusahaan tersebut.


Tanpa adanya suatu laporan keuangan yang jelas dan benar maka suatu perusahaan tidak akan mampu menentukan langkah-langkah atau mengambil suatu keputusan. Namun sebaliknya jika sebuah perusahaan memiliki laporan keuangan yang jelas maka akan terlihat mudah dalam megambil suatu keputusan ataupun langakah yang akan diambil oleh suatu perusahaan karena dengan laporan yang jelas dapat terlihat sektor mana saja yang berkembang dan sektor mana saja yang sedang dalam masalah.


Oleh sebab itu penggunaan tenaga freelance sangatlah efektif untuk membantu sebuah perusahaan dalam membuat suatu laporan keuangan, karena dengan tenaga freelance juga kita dapat menghemat dan tidak mengeluarkan biaya yang cukup banyak untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pajak dan laporan keuangan.


Berikut adalah beberapa TIPS mencari tenaga freelance pembuat laporan keuangan:


1. Memiliki pengetahuan yang lebih tentang laporan keuangan.


Jika kita ingin mencari seorang tenaga freelance untuk perusahaan kita alangkah baiknya mencari freelance yang sudah mengetahui akan jobdesc mereka sehingga akan lebih membuat lapoaran keuangn kita mennjadi lebih baik.


2. Bertanggung Jawab terhadap pekerjaan.


Sebagai perusahaan kita juga harus pintai mencari tenaga freelance yang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dan bisa tepat waktu dalam mengerjakan laporan yang sudah ditentukan. Sebab ada beberapa tenaga freelance yang membuat laporan keuangan perusahaan dengan hasil pekerjaan yang kurang baik jika tidak kita melakukan kontrol pada saat pengerjaannya.


3. Dapat menjaga rahasia perusahaan.


Disinilah salah satu nilai yang sangat penting bagi suatu perusahaan mencari tenaga freelance, carilah freelance yang dapat dipercaya dan bisa menjaga rahasia perusahaan baik dalam hal laporan keuangan maupun yang lainnya.


Artikel ini hasil kerja sama PengusahaMuslim.com dengan Zahir Accounting Software Akuntansi Terbaik di Indonesia .



  • SPONSOR hubungi: 081 326 333 328

  • DONASI hubungi: 087 882 888 727

  • Donasi dapat disalurkan ke rekening: 4564807232 (BCA) / 7051601496 (Syariah Mandiri) / 1370006372474 (Mandiri). a.n. Hendri Syahrial





Tugas Dai Dan Juru Dakwah “Menjaga Hadits”

Tugas Dai Dan Juru Dakwah “Menjaga Hadits”


Memastikan sanad sebuah hadits harus shahih, khatib dan dai harus berupaya mendapatkan pemahaman yang benar mengenai kandungan maknanya




Oleh: Umar Hadi


UMUMNYA para ulama menjelaskan hadits sebagai laporan otentik yang disandarkan kepada Nabi. Baik meyangkut perkataan, perbuatan, persetujuan, maupun karakter beliau. Agar laporan itu otentik maka para ulama mengembangkan ilmu hadits; sebuah disiplin ilmu yang dijadikan pisau analisis untuk memilah mana hadits yang shahih yang bisa diamalkan dan mana yang dhaif yang tidak bisa diamalkan dan dijadikan hujjah dalam pokok-pokok agama.


Sementara Nabi Muhammad sebagai penerima pesan-pesan ketuhanan bertindak sebagai penafsir dan penjelas Al-Qur’an (QS: An-Nahl: 44), dari sini dapat dipahami bahwa salah satu fungsi hadits adalah menafsirkan Al-Qur’an dalam praktik atau penerapan ajaran Islam secara faktual dan ideal. Inilah yang dimaksud oleh Aisyah RA bahwa akhlaq Nabi adalah Al-Qur’an. Karena itu siapapun yang ingin mengetahui tentang metodologi praktis Islam dengan segara karakteristik dan pokok-pokok ajarannya, maka hal itu dapat dipelajari secara rinci dalam Sunnah Babawiyah (lihat al-Qardhawi: Kaifa Nata’amal Ma’a as-Sunnah: 2004).


Dengan demikian, secara meyakinkan dapat dikatakan bahwa hadits merupakan sistem hidup (minhajul hayah) terperinci bagi kehidupan pribadi, masyarakat, bangsa dan Negara. Sehingga logis jika manusia butuh berinteraksi, mempelajari dan mengamalkan hadits.


Jadi, mempelajari hadits Nabi bukalah sekedar kewajiban belaka, melainkan juga juga kebutuhan yang bersifat primer. Fakta inilah yang mendorong para sahabat, sebagai generasi pertama yang menerima hadits dari Nabi, mencurahkan semua energi intelektual mereka dalam memelihara hadits, mulai dari aktivitas menghafal dan mencatat hadits.


Aktivitas menghafal dan pencatatan hadits pada jaman Nabi merupakan fakta historis yang tak terbantahkan berdasarkan riwayat-riwayat yang jumlahnya hampir mencapai derajat mutawatir (lihat Nuruddin al-Ither: Manhaju an-Naqdi Fi Ulum a-Hadits).


Karena itu tuduhan orientalis yang menyatakan bahwa pada saat Nabi masih hidup tidak ada aktivitas pencatatan hadits merupakan sikap yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.


Dalam konteks hadits dijadikan sebagai pedoman hidup (way of live), hadits-hadits yang dipelajari tersebut haruslah shahih. Dalam ilmu hadits, sebuah hadits dikatakan shahih jika telah lolos uji dalam kritik ekternal (kritik sanad) maupun kritik internal (kritik matan).


Kritik sanad merupakan upaya pelacakan terhadap otentisitas dan orisinalitas hadits, bahwa hadits tersebut benar-benar dari Nabi.

Sedangkan kritik matan adalah salah satu upaya mendapatkan pemahaman yang benar terhadap kandungan makna hadits. Sementara itu, karena penyeleksian dan kodifikasi hadits relative sudah selesai dilakukan oleh para ulama terdahulu, maka untuk keperluan praktis, yang harus kita lakukan hanyalah merujuk kepada kitab-kitab hadits yang sudah dikodifikasi oleh para ulama hadits, misalnya Shahih Bukhari, Shahih Muslim dan kitab hadits lainnya (dikenal dengan nama Kutubut Tis’ah), dengan seluruh penjelasannya oleh para ulama yang otoritatif.


Hal ini dimaksudkan agar manusia mendapatkan pencerahan intelektual, spiritual dan moral dari hadits yang shahih dari Rasulullah.

Dalam jaman teknologi sekarang ini, akses terhadap kitab-kitab hadits sudah demikian mudahnya. Karena itu, jangan sampai lagi ada diantara kita, khususnya para khatib dan da’i, menyampaikan hadits-hadits yang lemah secara sanad maupun lemah secara matan (konten hadits), apalagi menyampaikan hadits yang maudhu’ (palsu) dan menyandarkannya kepada Nabi.


Ibnu Hajar al-Haitsamiy, seorang faqih dari Mazhab Syafi’i, secara terang-terangan pernah menuntut penguasa pada jamannya agar melarang setiap khatib yang tidak menjelaskan takhrij hadits yang dibawakannya atau mencampur hadits-hadits shahih dengan kebatilan.


Bahkan dia mengeluarkan fatwa bahwa para khatib yang tidak mampu menunjukkan sumber haditsnya (yang menunjukkan haditsnya lemah atau palsu) maka harus dita’zir (diberikan hukuman menurut undang-undang Negara).


Apa yang diinginkan oleh fatwa itu adalah agar setiap para khatib dan da’i memiliki tanggung jawab intelektual dan kesadaran ilmiah yang jujur dalam menyampaikan hadits ke ruang publik.


Dalam konteks ini, mempelajari ilmu hadits merupakan kewajiban bagi setiap khatib dan da’i sehingga mereka mampu menjalankan perannya dengan baik, yaitu ikut andil dalam menjaga dan melestarikan hadits-hadits shahih. Bukan malah terlibat secara tidak sadar dalam menyuburkan hadits-hadits lemah dan palsu di tengah-tengah masyarakat.


Pemenuhan kewajiban tersebut nyaris tanpa kendala jika melihat perkembangan teknologi serta fasilitas pendidikan yang sangat banyak.


Disamping memastikan sanad sebuah hadits harus shahih, para khatib dan dai juga harus berupaya mendapatkan pemahaman yang benar mengenai kandungan maknanya. Sebab seperti ayat al-Quran di mana di dalamnya terdapat ayat yang muhkan dan mutasyabih, di dalam hadits juga demikian adanya. Ada hadits yang muhkam (yang maknanya tunggal dan mudah dipahami) dan mutasyabih, umumnya para ulama menyebutnya dengan hadits musykil.


Kemusykilan hadist terjadi bisa karena isi hadits itu seolah-olah nampak bertentangan dengan ayat al-Qur’an atau dengan hadits yang lain (ikhtilaful hadits), atau karena makna atau ada kata dalam hadits itu yang maknanya ambigu, sukar dipahami yang dalam disiplin ilmu hadits disebut dengan istilah gharibul hadits.


Sebagai contoh hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah yang berbunyi “Ya Allah hidupkanlah aku sebagai orang miskin, matikanlah aku sebagai orang miskin, dan bangkitkanlah aku kelak dalam kelompok orang-orang miskin.”


Kata miskin dalam hadits tersebut, jika dipahami sebagai orang yang fakir yang membutuhkan bantuan orang lain, maka maknanya akan sangat bertentangan dengan hadits-hadits Rasulullah yang lain, misalnya hadits yang berbunyi “Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang berkecukupan (atau kaya) yang bertakwa lagi tak menonjolkan diri.” (HR. Ahmad dan Muslim).


Atau dengan sabda Nabi yang memohon perlindungan kepada Allah dari ujian akibat kemiskinan (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun makna yang tepat dan benar dari kata miskin dalam ayat itu adalah sikap tawadhu’. (lihat al-Qardhawi: Kaifa Nata’amal Ma’a as-Sunnah: 2004).


Demikianlah tugas sesungguhnya para dai dan khatib di hadapan hadits Nabi. Wallahu A’lam Bishawab.*


Penulis adalah PPH Berau, sekarang Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta






Menjadi Kafir Tanpa Sadar (2)

Menjadi Kafir Tanpa Sadar (2)


Jangan sampai ber KTP Islam, berpenampilan Islam tapi paling depan memusuhi Islam



Menjadi Kafir Tanpa Sadar (2)

kekafiran seperti kuda belang-belang, kuda hitam dan kuda putih




lanjutan artikel PERTAMA


SYEIKH Abdul Majid Az Zandani, menyebut 4 faktor membatalkan keimanan seseorang (Nawaqidhul Iman). Di antaranya adalah nifaq.Pelakunya nifaq disebut munafiq. Nifaq adalah kondisi yang berbeda antara apa yang diyakini dengan apa yang ditampakkan dalam perbuatan.


Munafiq ada banyak jenisnya, di antanya;


Pertama, menolak berhukum dengan syariat Allah. Sekalipun manampakkan diri sebagai orang Muslim (bersongkok, berjilbab) tetapi mereka tidak mau berhukum dengan syari’at Allah. Sikap mereka ini dicatat dalam Al Qur’an:


وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُوداً


“Apabila dikatakan kepada mereka: Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul ! Niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS:An-Nisa’: 61).


Kedua, mengambil orang kafir sebagai wali.


Ciri orang-orang munafik menjadikan orang kafir sebagai pelindung dan pembela serta penguat mereka dalam kehidupan keseharian. Mereka meninggalkan orang-orang yang beriman dan lebih cenderung dan condong kepada kekafiran.


Allah berfirman: “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang beriman.” (QS.An-Nisa’: 138-139).


Ketiga, memusuhi orang beriman


Karena orang-orang munafik lebih dekat kepada orang-orang kafir, maka wajar kalau sikap yang muncul kemudian adalah memusuhi orang-orang beriman. Allah berfirman:


“Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir , saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka” (Al-Mujadilah: 22).


Banyak terjadi di sekitar kita, berwajah Muslim, namun dia justru memusuhi orang mukmin dan hukum-hukum Islam. Berwajah Islam, tapi berbagai pendapat dan pernyataannya justru memberatkan Islam.


Ia mengaku Muslim, justru menjadi pembela pemimpin-pemimpin kafir atau pemimpin yang jelas-jelas disokong dan disetir orang-orang kafir. Bahkan ia menjadi pembela utama memusuhi orang mukmin bahkan ulama. Jika disodorkan Al-Quran dan nasehat ulama, mereka mengingkari dan memilikih beragam dalih. “Sudah, jangan campurkan politik dan agama”, “Simbol penting, tapi isi lebih penting dari simbol’. Jika simbol tak penting, mengapa Nabi melarang penggunaan lonceng dan terompet dan menggantinya menjadi Adzan?


Model Muslim seperti ini rawan menjadi munafik, sebab model seperti ini sangat berbahaya karena tidak jelas identitasnya. Berbeda dengan orang kafir yang terang-terangan menentang Islam.


Jauh sebelum ini, 1400 tahun lalu, Rasulullah Muhammad bersabda:


بَادِرُوا فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنْ الدُّنْيَا


“Bersegeralah beramal sebelum datangnya rangkaian fitnah seperti sepenggalan malam yang gelap gulita, seorang laki-laki di waktu pagi mukmin dan di waktu sore telah kafir, dan di waktu sore beriman dan paginya menjadi kafir, ia menjual agamanya dengan kesenangan dunia.” (HR. Ahmad, No. 8493)


إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ


“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran [3] : 19)


وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ


“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran [3] : 85)


Sebagaimana contoh kuda putih dan kuda belang-belang, di manakah posisi kita? Jangan sampai kita ini ber KTP Islam, berpenampilan Islam, bahkan pendidikannya dulu di lembaga Islam namun justru paling depan memusuhi Islam dan ujungnya menjadi “kafir tanpa sadar”.*/AU Shalahuddin Z






Mempersiapkan Diri Menjadi Istri bagi Mahasiswi (Bagian ke-1: Kesehatan)

Mempersiapkan Diri Menjadi Istri bagi Mahasiswi (Bagian ke-1: Kesehatan)

Ilustrasi. (flickr.com/photos/muslimpage)
Ilustrasi. (flickr.com/photos/muslimpage)


Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menjadi seorang istri yang baik. Istri yang baik ternyata belum cukup. Karena agar dapat menjadi istri yang selalu dicintai suami, harus dapat menjadi istri yang dapat memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Kebutuhan rumah tangga tersebut di antaranya harus dapat memenuhi gizi yang baik dan rumah yang nyaman untuk keluarga. Untuk dapat memenuhi kedua hal tersebut, diperlukan tubuh yang sehat dan bugar. Dalam hal ini akan dibahas bagaimana caranya agar dapat menjadi perempuan yang bertubuh sehat agar siap menjadi istri yang dibanggakan oleh suami dan ibu yang baik untuk anak-anaknya


  1. Olahraga Teratur

Coba kita ingat-ingat, kapan kita terakhir kalinya berolahraga? Jangan-jangan pada waktu kita masih duduk di bangku SMA. Berolahraga itu sangat banyak kegunaannya. Salah satunya agar kita dapat awet muda dan kuat melakukan banyak aktivitas. Tugas istri dan ibu itu sangat banyak dan tidak ada habisnya. Maka dari itu dibutuhkan tenaga yang banyak yang hanya bisa dihasilkan dari tubuh yang sehat dan bugar. Caranya? Berolahraga rutin, paling tidak seminggu sekali. Tidak perlu yang berat-berat atau yang menyusahkan. Lari pagi atau bersepeda juga sudah cukup untuk menjaga kebugaran tubuh, asal dilakukan secara teratur dan membuat tubuh berkeringat. Para mahasiswi rata-rata kebanyakan malas berolahraga. Kebanyakan beralasan karena tugas yang banyak dan tidur yang kurang pada malam hari. Padahal olahraga sangat dibutuhkan untuk para anak kuliahan yang kebanyakan memiliki gaya hidup tidak sehat. Tipsnya, lari pagi setelah ibadah shalat subuh minimal setengah jam sebelum mempersiapkan diri untuk ke kampus.


  1. Minum Air Putih

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa minimal untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh manusia setiap hari adalah minum 8 gelas air putih setiap hari. Hal ini, sudah menjadi kewajiban karena apabila kekurangan cairan, maka tubuh kita banyaak menimbulkan reaksi yang banyak merugikan diri kita sendiri. Terutama kita sebagai perempuan. Reaksi yang dapat ditimbulkan apabila kekurangan cairan antara lain adalah dehidrasi. Dehidrasi mengakibatkan tubuh menjadi lemas, sehingga kita menjadi tidak bertenaga ketika menjalankan tugas rumah tangga, termasuk melayani suami dan buah hati kita. Selain itu kekurangan cairan dapat membuat kulit kering dan cepat keriput. Tentunya kita harus memelihara anugerah kecantikan yang diberikan Allah dan juga agar lebih dicintai suami. Kebanyakan mahasiswi yang merupakan calon istri dan ibu untuk di masa mendatang malas untuk banyak minum air putih. Rata-rata lebih suka minum soft drink atau minuman lainnya dikarenakan alasan lebih murah dan lebih menyegarkan dibanding minum air putih. Tipsnya, membawa air putih dalam botol agak besar dari rumah. Mungkin tas akan lebih terasa berat, tetapi ada tiga keuntungan di dalamnya.

Pertama, kita akan dapat menghemat pengeluaran kita, karena biasanya air minum dalam kemasan botol harganya lebih mahal. Kedua, kita akan terbiasa minum air putih yang cukup, karena mau tidak mau kan, tas kita seharian berat karena airnya tidak diminum. Ketiga, kita telah menjalankan salah satu kegiatan Go Green, yaitu aksi menjaga bumi kita dengan cara mengurangi sampah plastik dari air minum kemasan.


  1. Menjaga kesehatan organ kewanitaan

Organ kewanitaan adalah daerah paling sensitif. Selain paling sensitif, organ kewanitaan juga merupakan tempat yang nyaman bagi berbagai macam kuman untuk tinggal dan berkembang biak. Untuk menjaga organ kewanitaan kita agar terhindar dari kuman yang betah bersarang, ada beberapa hal-hal yang perlu dilakukan. Hal-hal tersebut di antaranya mengganti pembalut tidak pada saat ketika pembalut sudah “penuh”. Jika hal tersebut terjadi, maka organ kewanitaan kita menjadi lembab dan dapat menjadi sarang yang nyaman untuk tumbuhnya bibit penyakit. Selain itu menjaga celana dalam kita selalu dalam kondisi bersih dan kering. Para mahasiswi sering luput dari hal ini.

Ada tips nya untuk hal ini. Pertama, pilih bahan untuk celana dalam yang terbuat dari katun, agar dapat dengan mudah menyerap keringat. Kedua, cuci celana dalam dan jemur hingga kering. Biasanya para mahasiswi memaksakan mengangkat jemurannya ketika masih dalam keadaan lembab, terutama pada saat musim hujan. Sebaiknya hal ini jangan dilakukan. Karena dalam keadaan lembab, memberikan peluang yang baik bagi kuman-kuman untuk berkembang biak. Yang terakhir, selalu menyetrika celana dalam. Mahasiswi rata-rata malas melakukan ini, terutama yang tinggal di tempat kos. Mengapa harus menyetrika? Karena menyetrika dapat membunuh kuman yang menempel di celana dalam kita sewaktu dijemur.


  1. Menjaga asupan makanan bergizi

Dahulu, ketika tahun 90an dan awal tahun milenium, orang tua kita selalu mengingatkan untuk selalu makan 4 sehat 5 sempurna. Sekarang, yang harus kita makan adalah makanan yang bergizi seimbang. Gizi seimbang susunan makanan sehari–hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan (BB) ideal. (Sumber : http://www.kfindonesia.org/index.php?pgid=12&contentid=21). Untuk sebagian mahasiswi, terutama yang tinggal di tempat kos, memenuhi kebutuhan tubuh dengan makanan bergizi seimbang lebih merepotkan dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal itu dikarenakan, mereka berpikir untuk memenuhi makanan yang bergizi seimbang harus yang mahal dan merepotkan karena susah dicari. Makanan yang sehat tidak harus yang mahal. Tipsnya, para mahasiswi bisa memilih makan di Warung Tegal yang biasa disebut Warteg. Di warteg, biasanya tersedia berbagai macam masakan yang banyak pilihan. Ada sayur, tempe, ikan, ayam, tahu, dan terkadang menyediakan buah pisang, jeruk, atau salak. Berbagai macam makanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan makanan seimbang kita yang akan menunjang kesehatan kita. Karena, apa yang kita makan sekarang akan menentukan kesehatan kita di masa mendatang.(Dakwatuna/dakwahmedia.com)


Anggia Lazuardiah


Tentang Anggia Lazuardiah


Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, lahir di Jakarta bulan Juli 1993. Sedang menjalani Praktek Keterampilan Mengajar di sebuah Sekolah Menengah Pertama Negeri di daerah Jakarta Timur.… 




Indonesia Kurang Peduli Nasib Muslim Rohingya

Indonesia Kurang Peduli Nasib Muslim Rohingya

pembantaian-muslim-rohingyaJAKARTA, muslimdaily.net- Pemerintah Indonesia dinilai kurang kritis dalam menghadapi isu pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi atas etnis muslim Rohingya di Myanmar.

“Sejak dimulainya geliat demokrasi di Myanmar, Indonesia tetap tidak mampu tegas terkait isu Rohingya,” kata Manajer Program Human Rights Working Group (HRWG), Muhammad Hafiz pada ROL, Kamis (30/10).


Menurut Hafiz, pemerintah selalu menggunakan standar tidak suka mencari musuh dalam menjalin hubungan internasional. Hal ini terutama diterapkan dalam diplomasi dengan negara-negara kawasan dan sahabat.

Namun, Hafiz mengatakan, standar itu tidak bisa menjadi dalih untuk bersikap lemah terhadap isu pelanggaran HAM di Rohingya.


save-rohingyaHafiz mengatakan, hubungan bilateral Indonesia-Myanmar selama ini hanya menyentuh isu yang sifatnya formal. Misalnya, Indonesia kerap mengadakan kerja sama militer dan pendidikan dengan Myanmar.

Namun, dalam hal Rohingya, Indonesia cenderung diam dan menganggapnya sebagai isu dalam negeri Myanmar yang tabu untuk dikritisi.


“Saya melihat, DPR juga memainkan politik inkonsistensi terkait isu Rohingya. Misalnya, DPR hanya menyinggung penolakan Indonesia terkait resolusi PBB tentang genosida Rohingya. Namun, di saat yang sama, DPR kurang bersikap cepat dalam hal penanganan pengungsi Rohingya di Tanah Air, oleh pemerintah,” papar Hafiz





Buah Demokrasi, Siswi SD Ini Tiga Kali Dicabuli Ayahnya dan Enam Kali oleh Gurunya

M (15), siswi sekolah dasar (SD) di Surabaya yang hamil lima bulan itu ternyata sudah sejak dua tahun lalu dicabuli ayah dan gurunya. Kepada polisi, ayah korban, Parto mengaku mencabuli M sebanyak tiga kali, sementara gurunya, Agus, enam kali.


Agus (50), guru di tempat M bersekolah itu mengaku mencabuli M di gudang dan perpustakaan sekolah. "Saya iming-imingi dia dengan janji membelikannya ponsel," kata guru honorer itu, Senin (27/10/2014).











Guru dan Orang Tua Cabul

Sementara ayah korban, Parto mengaku mencabuli anak dari istri keduanya itu di rumahnya sendiri di Jalan tambak Asri, Surabaya sebanyak tiga kali sejak 2012. Namun mantan makelar PSK itu kepada wartawan tetap membantah telah mencabuli putrinya sendiri.


"Pengakuan korban, ayahnya sendiri tiga kali mencabuli dirinya," kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, AKP Aldi Sulaiman.


Parto maupun Agus ditangkap polisi akhir pekan lalu di rumahnya masing-masing tanpa perlawanan. Mereka ditangkap berdasarkan laporan korban yang didampingi jejaring LSM pemerhati anak dan Lembaga Perlindungan Anak Jatim pada 17 Oktober lalu.


Sementara M saat ini ditempatkan di tempat khusus shelter pemulihan trauma. Dia sama sekali tidak akan kehilangan hak pendidikannya di sekolah. Meski tidak dapat belajar bersama teman-temannya, secara administrasi, dia tetap siswa siswa di SD daerah Tambak Asri, Surabaya. [www.visimuslim.com]

Sumber: kompas.com





Pakar Kelautan ITS: Jika Susi Pudjiastuti Gagal, Presiden Bisa Segera Mengganti

Pakar Kelautan ITS: Jika Susi Pudjiastuti Gagal, Presiden Bisa Segera Mengganti


Penampilan Susi jelas kontroversional jika dilihat dari kacamata Islam,” demikian Pakar dan Guru Besar Pusat Pendidikan dan Riset Kelautan Prof. Dr Daniel M. Rosyid



Pakar Kelautan ITS: Jika Susi Pudjiastuti Gagal, Presiden Bisa Segera Mengganti

adadiindonesiamiliter.bs


Pakar Kelautan ITS, Profesor M Daniel M Rosyid




Hidayatullah.com- Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja Joko Widodo (Jokowi), Susi Pudjiastuti memang kontroversional di mata masyarakat. Sebab, menteri baru di bidang kelautan dan perikanan itu memiliki kebiasaan merokok dan bertato yang menyebabkan sebagian masyarakat meragukannya. Meskipun juga ada yang memberikan dukungan lantaran prestasi dan keberhasilan usahanya di bidang kelautan dan perikanan.


“Penampilan Bu Susi jelas kontroversional jika dilihat dari kacamata Islam,” demikian keterangan yang disampaikan Pakar dan Guru Besar Pusat Pendidikan dan Riset Kelautan Tertua di Indonesia, Prof. Daniel M. Rosyid PhD, M.RINA, kepada hidayatullah.com, Kamis (30/10/2014).


“Kita berikan waktu 3 sampai 6 bulan untuk Susi membuktikan diri, mampu memimpin secara efektif atau tidak,” ujar Daniel.


Jika Bu Susi Pudjiastuti gagal dalam memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan, lanjut Daniel, presiden bisa menggantinya. Sebab, Menko Maritim telah menetapkan target-target yang harus dicpai oleh para menteri di bawah komandonya, termasuk Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.


Sementara itu, menanggapi masalah ijazah Bu Susi yang hanya lulusan SMP namun bisa dipilih sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, menurut Daniel, logika rekruitment menteri beda dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sebab, menteri bukanlah seorang PNS melainkan Political Appointee.*






Kekhawatiran Produk Halal Ancam Ekspor Makanan Australia

Halal Australia, salah satu dari 17 badan sertifikasi halal yang ada di Benua Kanguru, menyatakan kecaman terhadap produk bersertifikasi halal bisa mengancam kelangsungan ekspor produk makanan negara ini.


Halal Australia mengemukakan para konsumen dalam negeri lebih meributkan sertifikasi Halal ini, dibandingkan dengan kesalahan produk, misalnya pie yang tidak memiliki isi daging, atau misalnya ada potongan tali dalam produk sosis.











Salah satu produk biskuit bersertifikasi halal di Australia

Sebuah perusahaan biskuit belum lama ini juga disoroti karena merilis biskuit dengan sertifikasi halal.


Kecaman dan kritikan semacam itu, menurut Halal Australia, berpotensi merugikan jutaan dollar nilai ekspor produk makanan Australia. Terutama ke negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Timur Tengah.


Halal Australia menjelaskan, ada kesalahpahaman di kalangan konsumen domestik di Australia mengenai apa itu produk halal.


Dikatakan, produk bersertifikasi halal sama sekali tidak ada kaitannya dengan terorisme.


“Kami dengan senang hati menjelaskan kepada pihak berkepentingan,” kata CEO Halal Australia, Dr Mohammad Khan dikutip ABC.


Kesalahpahaman mengenai produk halal, misalnya anggapan yang menyatakan bahwa prosesnya sangat brutal.


Padahal, menurut pengakuan Dr Andreas Dubbs, direktur Australian Chicken Meat Federation, proses penyembelihan ayam halal sama sekali tidak berbeda.


“Biasanya orang mengira ayam halal berarti ayam yang mengalami siksaan. Padahal yang membedakan, bahwa dalam prosesnya harus disaksikan seorang muslim. Itu saja,” katanya.


Ia mengakui, selama 10 tahun menjalankan bisnis ayam potong, yang berubah hanyalah persepsi publik. Proses penyembelihannya sama saja antara ayam biasa dan ayam halal.


“Semua hewan disembelih sesuai ketentuan kesejahteraan hewan yang berlaku di Australia. Tidak ada yang membedakan kecuali itu disaksikan oleh seorang muslim,” katanya.


Dr Khan mengatakan, riuhnya kecaman mengenai sertifikasi halal atas produk makanan Australia bisa berakibat serius bagi kalangan industri di Australia sendiri.


“Tanpa sertifikasi halal, bagaimana bisa kita mengekspor produk ke negara-negara tersebut,” katanya.


“Jika negara-negara ini mendengar bahwa Australia anti-halal, anti-Islam, mereka bisa meninggalkan kita. Percaya saja,” tambahnya.


Dikatakan, ada 123 rumah potong hewan di Australia. Jika mereka kehilangan pasar ekspor, tidak bisa dibayangkan akibatnya bagi mereka. [hidayatullah/visimuslim.com]