Dogma Larang Nikah, Menentang Fitrah



Oleh : Lilis Holisah, Pendidik Generasi di HSG SD Khoiru Ummah Ma’had al-Abqary Serang – Banten

Banyaknya kasus pelecehan seksual, baik terhadap anak-anak maupun terhadap biarawati, yang dilakukan oleh para pastor dan uskup di Gereja Katholik, menuai banyak kecaman dari berbagai pihak. Termasuk dari Komite Hak Asasi Manusia PBB. Komite ini mengeluarkan kecaman keras kepada Vatikan dan menuduh bahwa Vatikan mengadopsi kebijakan yang memungkinkan pastor memperkosa dan mencabuli ribuan anak-anak. 
Laporan pelecehan seksual dan fisik terhadap anak-anak mengalir ke Gereja Katholik Victoria di Melbourne, Australia, dengan 95 kasus yang diterima sepanjang tahun 2012. Gereja Katholik Roma di Belgia mengatakan telah menerima lebih dari 300 keluhan tekait adanya kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak selama 2012 lalu.
Laman CNN melansir, selama lebih dari 60 tahun terakhir, ribuan anak mengalami pelecehan seksual di Gereja Katholik Roma Belanda dan sekitar 800 tersangka telah diperiksa. Di Italia, sekitar 100 kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh para pastur pedofil Gereja Katholik Roma telah dilaporkan kepada pejabat gereja dalam 10 tahun terakhir. Beberapa waktu lalu, seorang biarawati asal Salvador kedapatan melahirkan bayi. Belum diketahui siapa ayah dari bayi tersebut. 
BBC melaporkan, Gereja Katholik telah menghadapi banyak tuduhan kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh pastor di seluruh dunia dan mendapatkan kritik karena keuskupan tidak memberikan reaksi yang memadai.

Ada Apa dengan Dogma Gereja?

Masalah penyimpangan seksual yang dilakukan oleh para pastor dan uskup di berbagai Negara telah berlangsung sangat lama. Sorotan dan kritik terhadap dogma larangan menikah pun akhirnya bergulir bak bola salju, termasuk dilakukan oleh para pengikut gereja sendiri. Yang pada akhirnya pengikut gereja Katholik mengalami guncangan dalam keyakinan mereka. 
Larangan menikah bagi para paus, pastor, uskup, biarawati dan biarawan atau pendeta Katholik telah berlangsung selama ribuan tahun. Namun belum diketahui secara pasti kapan pertama kalinya dogma tersebut diberlakukan di Gereja Katholik. Karena, dogma tersebut awalnya tidak ada dalam ajaran Katholik. Dalam ajaran Katholik, Yesus menikah atau membujang pun masih dalam perdebatan. Artinya adalah bahwa konsep larangan menikah bagi para pendeta Katholik itu sendiri bukan dari ajaran kenabian, melainkan diciptakan oleh manusia.

Islam dan Fitrah Manusia
Allah SWT telah memberikan seperangkat potensi hidup (thaqah al-hayawiyah) berupa kebutuhan jasmani (hajatul ‘udhowiyah) dan naluri-naluri (Gharaiz) dalam diri manusia sejak manusia diciptakan. Artinya bahwa potensi tersebut include bersama penciptaan manusia itu sendiri. Potensi hidup tersebut memiliki karakteristik yang khas, yang berbeda satu sama lain. 

Naluri-naluri (insting/ gharaiz) adalah potensi yang ada pada diri manusia yang mendorong manusia untuk cenderung terhadap sesuatu (benda) dan perbuatan. Ada  jenis, yaitu :
Pertama, naluri mempertahankan diri (gharizzah Baqa’). Penampakannya adalah rasa takut, senang, cinta golongan, cinta tanah air, cinta kekuasaan, cinta kehormatan, dan lain-lain. Kedua, naluri mempertahankan/ melangsungkan keturunan atau naluri seksual/ tertarik terhadap lawan jenis (Gharizah nau’). Penampakan-penampakannya adalah kecenderungan seksual, keibuan, kebapakan, cinta anak-cucu, cinta terhadap suami/isteri, dan lain-lain. Ketiga, naluri beragama/ naluri mensucikan atau mentaqdiskan sesuatu (Gharizah Tadayyun). Penampakannya adalah kecenderungan beribadah, perasaan lemah, kurang, membutuhkan kepada yang lain yang dianggap lebih, dan lain-lain. (Lihat terjemah Mafahim Islamiyah, Muhammad Husain Abdullah, hal 13).
Naluri-naluri tersebut ada dalam diri manusia sejak manusia diciptakan, tidak bisa dihilangkan. Pemenuhan naluri-naluri ini tidak bersifat pasti, jika pun tidak dipenuhi tidak akan menyebabkan kebinasaan pada manusia, hanya akan menimbulkan kegelisahan. 
Ketika naluri manusia muncul, ia membutuhkan mekanisme (aturan) penyaluran.  Tak hanya itu, manusia juga membutuhkan aturan bagaimana bila ia tidak memiliki sarana untuk menyalurkan atau memenuhi kebutuhan naluri tersebut, sementara nalurinya telah muncul. Dogma Katolik tentang membujang (Tabattul) jelas tidak memenuhi apa yang terjadi pada manusia.  Dogma tersebut nyata-nyata tidak mampu menjawab masalah yang muncul dari sesuatu yang fitrah pada manusia.  Karena itulah, wajar jika pada akhirnya banyak dari mereka yang melanggar dogma yang mereka buat sendiri.  Inilah logika yang paling nyata di balik berbagai penyimpangan seksual yang terjadi di gereja Katolik.
Maka, dogma larangan menikah yang ada pada ajaran Katholik bertentangan dengan fitrah manusia yang memiliki naluri mempertahankan keturunan/ naluri seksuai (Gharizah Nau’). Padahal dalam diri manusia itu sendiri terdapat naluri melestarikan keturunan, siapapun dia, beriman ataupun tidak beriman, namun ini tidak diperhatikan dalam gereja Katholik.
Semua aturan yang bertentangan dengan fitrah manusia hanya akan merusak manusia itu sendiri.  Bila menikah saja dilarang, lantas dengan cara bagiamana lagi mereka harus menyalurkan naluri tersebut pada saat bangkit?  Tentu saja, akhirnya dengan cara yang keliru.  Kehamilan yang terjadi pada biarawati maupun kekerasan yang dialami anak-anak adalah harga yang harus dibayar dari keyakinan yang bertentangan dengan fitrah manusia tersebut.
Lantas bagiamana dengan Islam?  Bagaimana Islam mengatur pemenuhan kebutuhan naluri manusia?

Islam Agama Fitrah

Allah SWT telah melarang manusia dari menyalurkan naluri seksualnya kepada yang tidak dihalalkan.  Islam mensyariatkan pernikahan sebagai satu-satunya jalan yang menghalalkan hubungan jenis manusia sehingga keduanya mendapatkan ketentraman dan kasih sayang. 

 Allah SWT berfirman :
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir” (TQS. Ar Ruum [3] : 21)
Islam memakruhkan tabattul (membujang). Rasulullah Saw pernah bersabda :
“Bahwa sesungguhnya Nabi Saw. mencegah perbuatan tabattul (membujang)” (HR. An Nasai).

Namun, bila seseorang belum mampu untuk menikah, Islam memberikan solusinya.  Islam memerintahkan agar mereka berpuasa sebagaimana Nabi saw bersabda :
“Wahai para pemuda, siapa saja di antara kamu yang mampu berumah tangga, menikahlah. Sebab, menikah itu dapat menundukkan pandangan dan membentengi kemaluan. Namun, siapa saja yang tidak mampu, maka hendaknya berpuasa, sebab puasa itu dapat menjadi benteng (bagi seseorang).” (HR. Bukhari).
Subhanallah, Nabi saw memerintahkan puasa bagi orang yang mempunyai keinginan kuat untuk menikah, karena telah muncul gharizah nau’-nya, namun belum bisa menikah karena sesuatu hal. Puasa dapat mengalihkan pada dorongan gharizah tadayyun (naluri beragama).  Dengan kekuatan ruhiyah itulah gharizah nau’ seseorang dapat dikendalikan sehingga bisa ditekan.
Selain itu, Islam memiliki mekanisme agar tata pergaulan/ hubungan antar lawan jenis tidak serta merta memunculkan gharizah nau’.  Dengan seperangkat hukum-hukum tata pergaulan antara pria dan wanita.  Diantaranya, Islam melarang berzina dan mendekati zina (termasuk berkhalwat, pacaran, berciuman, dsb,. Lihat Q.s Al-Isra : 32), larangan bertabarruj (lihat Q.S al-Ahzab : 33), mewajibkan menutup aurat dan mewajibkan menahan pandangan (Lihat Q.s An-Nuur : 30-31), dan lain sebagainya.
Itulah keunikan Islam.  Agama yang diturunkan Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad Saw ini tidak pernah mengekang fitrah manusia.  Islam adalah agama fitrah. Islam memberikan solusi penyaluran naluri seksual sesuai fitrah manusia.
Karena itulah, tatkala hanya Islam yang mampu mengatur kehidupan manusia sesuai fitrahnya, mengapa manusia tidak beralih meyakini Islam dan berusaha menegakkan hukum-hukumnya agar manusia mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat?
“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”  (TQS. Al Maidah [5]: 50)
sesungguhnya tugas kita bersama adalah, bersegera untuk menjadikan Islam menjadi rahmat bagi seluruh alam dengan pengamalan yang kaffah atas seluruh ajarannya.  Pelaksaan total ajaran Islam dalam seluruh aspeknya dapat diwujudkan dengan adanya sebuah institusi Negara yaitu Khilafah Islamiyah. Semoga hadirnya Khilafah Islam -yang tidak lama lagi- akan membuktikan semua itu.  Insyaallah.

Wa Allahu ‘alam

Istri Jenderal Suruh Supir Tabrak Kerumunan Wartawan

Gambaran sikap tempramental Mutiara Situmorang, istri pensiunan petinggi Mabes Polri, terlapor kasus kekerasan terhadap PRT Bogor agaknya terbukti.

Dikerubungi puluhan wartawan untuk wawancara seusai pemeriksaannya di kantor Polres Kota Bogor, Mutiara bergegas menuju mobil dan menghardik supir. "Tabrakan saja!" katanya dengan ketus.

Sontak dia pun diumpat para awak media yang sudah menanti sejak pukul 09.00 WIB pagi.

Mutiara menjalani pemeriksaan sekitar 10 jam. Dia ditanyai 50 pertanyaan oleh 18 penyidik seputar dugaan tindak kekerasan, penyekapan, mempekerjakan anak di bawah umur, serta perdagangan manusia.

Mutiara menjalani penyidikan didampingi suaminya, purnawirawan Brigjen Pol Mangisi Situmorang, serta dua orang pengacaranya. Keempatnya keluar dari ruang pemeriksaan pukul 20.30 WIB.

Kuasa hukum Mutiara, Henri Lumban Raja tak banyak berbicara saat dimintai keterangan. "Tidak ada tindak kekerasan. Sudah, sudah, ya" Katanya.

Dikerumuni wartawan, Mutiara tidak berani menunjukan wajahnya. Dia menunduk dan bersembunyi di balik tubuh pengacaranya.

Setelah Beralih Fungsi, Gereja Ingin Privatisasi Masjid Cordoba

Pakar hukum terkemuka Spanyol, Antonio Manuel Rodriguez Ramos menuding gereja Katholik tengah berupaya memprivatisasi Masjid Agung Cordoba. Ia mengatakan, Uskup Agung Demetrio Fernandez berusaha mengklaim kepemilikan bangunan bersejarah di Andalusia tersebut agar benar-benar bersih dari identitas Islam.

Dilansir dari World Bulletin, Senin (24/2), Rodriguez menyebut Uskup Fernandez mencoba memanfaatkan celah hukum pertanahan yang ada di Spanyol. Tujuannya, untuk memprivatisasi Masjid Agung Cordoba di bawah naungan Gereja Katolik.

"Ini bakal menempatkan masjid tersebut dalam bahaya. Padahal, bangunan ini termasuk salah satu situs warisan dunia UNESCO," imbuh akademikus dari Universitas Cordoba itu.

Direktur Dewan Islam Spanyol, Isabel Romero menuturkan, Masjid Agung Cordoba merupakan peninggalan bersejarah milik semua orang Spanyol. "Karenanya, menjadi sangat aneh bila bangunan tersebut harus diklaim oleh tangan swasta," katanya kepada Irish Times.

Masjid Agung Cordoba awalnya dibangun pada abad VIII (tepatnya pada 784) oleh para penguasa Muslim Spanyol di bawah Dinasti Umayyah. Bangunan ini kemudian diubah fungsinya menjadi Katedral setelah Andalusia jatuh ke tangan tentara Nasrani pada 1236 saat terjadinya Inkuisisi Spanyol. 

Kala itu, ada jutaan Muslim pribumi yang dibantai, dibuang, dan dipaksa memeluk Katolik. Sejak kejatuhan Andalusia, tidak pernah lagi ada umat Muslim yang menunuaikan shalat di Masjid Cordoba. Namun, bangunan tersebut saat ini tetap dibuka untuk umum dan siap menyambut semua pengunjung dari seluruh dunia tanpa melihat latar belakang agama mereka.

Iyas bin Mu'awiyah al Muzanni

Beliau adalah generasi tabiin lahir pada tahun 46 H di Yamamah Najed. Keberanian, kecerdasannya yang luar biasa, sehingga khalifah UMAR BIN ABDUL AZIS menyarankan kepada walinya (Adi bin Arthah) agar menunjuk salah satunya IYAS atau QASIM sebagai qadhi Basrah. Singkat cerita diantara keduanya Iyas dan Qasim saling menunjuk diantara rekannya yang lebih utama. Sebuah pernyataan menarik dari

Qasim. Berkata Qasim kepada Adi bin Arthah wali Irak.

"wahai Amir,Iyas lebih mengerti tentang agama ALLAH daripada aku dan lebih mampu untuk menjadi hakim. Bila aku bohong dalam sumpahku ini, maka tidak patut Anda memilihku karena itu berarti memberikan jabatan kepada orang yang ada cacatnya. Bila aku jujur, Anda tidak boleh mengutamakan orang yang lebih rendah, sedangkan disini ada yang lebih utama". Iyas berpaling kepada Amir dan berkata: "Wahai Amir, Anda memanggil orang untuk dijadikan hakim. Ibaratnya Anda letakkan ia di tepi jahannam, lalu orang itu (Qasim) hendak menyelamatkan dirinya dengan sumpah palsu, yang dia bisa meminta ampun kepada Allah dengan beristighfar kepada-Nya, dan selamatlah ia dari apa yang ditakutinya. Maka Adi berkata kepada Iyas: "Orang yang berpandangan seperti dirimu inilah yang layak untuk menjadi hakim." lalu diangkatlah Iyas sebagai qadhi di Bashrah.
 
(Anna Mujahidah Mumtazah)

Akibat Isu Soal Keamanan Data, WhatsApp Mulai Ditinggalkan

Setelah diakusisi oleh Facebook dengan nilai USD 19 miliar, warga Jerman malah meninggalkan WhatsApp. Apa sebabnya?

Starup asal Swiss pembuat pesan instan Threema dibuat terkejut. Pasalnya, setelah WhatsApp dibeli oleh Facebook pengguna aplikasi mereka melesat tajam. Bahkan kini sudah berada di posisi tertinggi aplikasi terlaris Apple App Store Jerman.

Usut punnya usut ternyata warga Jerman mulai menggunakan Threema karena sudah tak percaya dengan keamanan data di WhatsApp. Mereka takut bahwa semua percakapan bisa dilihat oleh Facebook, yang saat ini resmi menjadi perusahaan induknya.

"Facebook sudah melihat segalanya, dan WhatsApp mungkin sama," kata Thilo Weichert, Komisaris perlindungan data German Land of Schleswig-Holstein.

Kekhawatiran Jerman cukup beralasan. Sebab beberapa waktu lalu pemerintah Amerika Serikat dituding telah menyadap telepon selular kanselir Jerman, Angela Merkel. Facebook pun diduga juga bisa dimanfaatkan sebagai alat pengintai.

Hingga saat ini tercatat ada 30 juta warga Jerman yang aktif menggunakan WhatsApp. Jumlah ini terus diprediksi akan terus berkurang akibat isu soal keamanan data, seperti dikutip detikINET dari Tech Crunch, Senin (24/2/2014).

Suryadharma Ali: Kualitas Ustaz Selebritis Pas-pasan

Kasus Ustaz Hariri menghebohkan menimbulkan keprihatinan atas regenerasi para ustaz dan ulama di tanah air. Sebab, para ustaz selebritis yang hadir karena acara televisi ini seringkali bukan sebagai pendakwah yang baik, bahkan cenderung menciderai umat Islam.

Hal itu disampaikan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid al-Hidayah, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Ahad (23/2).

Suryadharma mengatakan, krisis ustaz dan ulama saat ini semakin terlihat, kala ulama berkualitas banyak yang meninggal dunia, hadir para pendakwah dari kaum selebritis.

"Ulama banyak yang wafat, belum ada penggantinya. Yang ada ulama selebritis, ilmunya pas-pasan tapi dipromosikan media. Tapi itu lumayan masih ada mengisi kekosongan," ujar Menag.

Sedangkan regenerasi para ustaz dan ulama berkualitas masih jauh dari harapan. Menag merujuk pada beberapa kasus ustaz muda yang sempat memunculkan kontroversi di televisi seperti Ustaz Hariri.

Suryadharma mengingatkan kepada masyarakat agar tidak gampang memberi gelar dan label ustaz. Karena menurut dia, seringkali masyarakat sering salah sebut, hanya karena mereka muncul di televisi dan mendapat gelar ustaz.

“Masyarakat menggelari mereka sebagai ustaz. Padahal, ilmu agamanya bisa dibilang jauh dari standar para dai atau ulama yang seharusnya,” kata Suryadharma.

Hamas Gelar Aksi Protes Didepan Gerbang Rafah

“Komite Nasional untuk memecah blokade” pada hari Minggu, memasang tenda di depan pintu gerbang penyeberangan Rafah di Jalur gaza Selatan, Sebagai protes dan menuntut untuk dibuka kembali, dijadwalkan aksi ini akan berlangsung empat hari.

Aksi ini diikuti oleh Para pemimpin Gerakan Perlawanan Islam, Hamas, dan wakil dari Dewan Legislatif Palestina serta perwakilan dari “asosiasi Profesi”.

Hammad alruqb, juru bicara aksi “tenda Protes” saat pembukaannya mengatakan,”blokade yang diberlakukan di Jalur Gaza sejak delapan tahun lalu,mencakup semua bidang kehidupan. Dan menyebabkan penderitaan rakyat Palestina, baik itu sswa, orang sakit dan lainnya.”

Ia menambahkan, “penutupan Rafah untuk lalu lintas Palestina Seharusnya tidak mesti dilakukan, karena tidak pantas dengan hubungan sejarah selama ini antara kedua bangsa, Palestina – Mesir, “ dan ia mendesak pemerintah Mesir untuk segera membuka kembali penyebersangan Rafah sepenuhnya.

Putra Mahkota Saudi Sewa Semua Pulau Maladewa

Surat kabar Daily Mail Inggris dalam edisi Sabtu (22/2) kemarin menuliskan bahwa harapan beberapa orang yang telah merencanakan untuk menghabiskan liburan di Maladewa saat ini hanya menjadi ilusi, setelah pangeran Saudi menyewa semua pulau-pulau di Maladewa selama 3 hari untuk kepentingan pribadinya.

Dilaporkan bahwa Putra Mahkota Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud, Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan membayar 30 juta dolar untuk reservasi tiga pulau di Maladewa selama 19-22 Februari.

Laporan mengatakan bahwa Pangeran Salman datang ke pulau-pulau tersebut disertai dengan rumah sakit berjalan, kapal pesiar mewah dan lebih dari 100 Bodyguard. Kunjungan ini merupakan bagian dari serangkaian tur Asia-nya yang berlangsung selama 15 hari.

Usai Pemilu 2014, Akan Banyak Orang Gila

Berdasarkan data KPU (Komisi Pemilihan Umum) alokasi kursi di DPR tetap, yaitu 560 kursi. Sedangkan kursi itu diperebutkan oleh 6.607 caleg dari 12 partai politik.

Jadi jumlah mereka yang terpilih nanti hanyalah 8 persen saja. Dari data yang ada di KPU, 90 persen caleg DPR 2014 ini, muka lama. Hanya 10 persen muka baru. Walhasil kemungkinan sangat kecil bagi caleg yang baru.

Jumlah yang sama terjadi di DPRD I dan DPRD II. Menurut KPU tersedia 2.137  kursi di DPRD Provinsi. Sedangkan DPRD Kabupaten/Kota jumlah kursi yang tersedia 17.560 kursi.

Maka total dengan DPR jumlahnya mencapai 20.257 kursi. Kursi sebanyak itu diperebutkan oleh 200 ribu calon wakil rakyat seluruh Indonesia. Jadi nanti yang akan mendapatkan kursi jumlahnya hanyalah 10 persen.

Namun, persoalannya yang sangat berat bagi setiap calon DPR/DPRD, mahalnya biaya kampanye. Ini akan menjadi beban partai maupun caleg. Menurut tokoh PDIP, Pramono Anung, biaya politik, yang harus dikeluarkan oleh caleg, setiap periode kampanye terus meningkat. Bukan tambah sedikit, tetapi semakin mahal.

Menurut Pram, ada  seorang yang mengeluarkan Rp 22 miliar untuk menjadi caleg. Ini wajar. Ada pula yang mengeluarkan hingga Rp 18 miliar. Sedangkan bagi yang ingin menjadi presiden, dia harus mengeluarkan biaya paling sedikit Rp 3 triliun!

Menurut Pramono Anung, “Ada yang mengkawatirkan bagi saya sebagai politisi, pertama, sistem politik kita melahirkan sistem biaya tinggi. Yang terjadi siklus ‘money-power-more money-more power’, ungkap Pram.

Jadi kalau ingin berkuasa atau menjadi pejabat publik di Indonesia harus memiliki kapital modal yang banyak. Jelasnya semua ditentukan oleh uang. Bukan lagi yang menjadi ukuran itu, seperti kejujuran, ketulusan, pengorbanan, dan dedikasi kepada rakyat, tetapi caleg yang memiliki ‘much money’ (banyak uang).

Tahun 2009, secara rata-rata biaya kampanye bagi caleg DPR, berkisar antara Rp 3,3 miliar sampai Rp 4,5 miliar. Lalu, biaya kampanye pemilu bagi caleg DPR, tahun 2014 ini, berapa? Bisa rata-rata diatas angka Rp 7 miliar sampai Rp 10 miliar. Untuk mendapatkan uang sebanyak itu dari mana mereka mengumpulkannya?

Inilah yang mengakibatkan timbulnya korupsi di kalangan anggota legislatif (DPR), karena tingginya biaya kampanye. Mereka harus mencari dan menggali dana kampanye, dan itu tidak mudah. Semua akan mempunyai dampak yang buruk, khususnya bagi mereka yang terpilih.

Pasti mereka dituntut mengembalikan modal yang mereka peroleh. Pantas kalau caleg DPR 2014 ini, 90 persen masih muka lama, setidaknya mereka sudah lima tahun menjadi anggota DPR sudah dapat mengumpulkan modal kampanye.

Namun, bagi mereka yang tidak memiliki modal dan tidak memiliki relasi atau tidak memiliki modal sulit dapat ikut pesta demokrasi, dan terpilih menjadi anggota DPR/DPRD. Karena dibutuhkan modal yang begitu besar. Apalagi, sistem pemilu 2014 ini, berdasarkan suara terbanyak, bukan  lagi nomor urut. Maka tingkat persaingan antar partai dan internal partai, diantara para caleg semakin keras.

Pantas pernah di Bojonegoro, ada calon independen, ikut pemilihan bupati, dan kalah, kemudian menjadi gila, bertelanjang mengelilingi kota. Karena harus memikirkan mengembalikan modal yang sudah digunakannya. Sungguh ironi pemilu.

SEM Institute: 72 Persen Masyarakat Inginkan Syariah

SEM Institute merilis hasil surveinya yang menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia (72 persen) menginginkan syariah Islam diterapkan di berbagai aspek kehidupan termasuk dalam berbangsa dan bernegara.

“Ini menunjukkan hasil dakwah yang kongkret yang berhasil melawan arus sekularisasi di Indonesia,” ungkap ahli statistik SEM Institute Kusman Sadik kepada wartawan, Rabu (19/2) di Jakarta.

Menurutnya, survei yang dilakukan pada 25 Desember 2013- Januari 2014 kepada 1498 responden dari berbagai kalangan di 38 kota di Indonesia,  mengkonfirmasi hasil survei lembaga rujukan pemerintah Amerika Pew Research Center yang dirilis 30 April 2013 yang menunjukkan 72 persen Muslim Indonesia menginginkan syariah sebagai landasan hukum dalam bernegara.

Dalam konferensi pers yang bertema Survei Syariah: Membaca Aspirasi Politik Keumatan 2014, Kusman menyebutkan tingkat pengetahuan masyarakat (umat Islam) terhadap khilafah sebesar 64 persen.

Dari yang tahu tersebut, 81 persen setuju dengan konsep negara khilafah dan 68 persennya yakin bahwa khilafah mampu menyatukan umat Islam sedunia dan bisa menjadi kekuatan untuk menghancurkan kedzaliman.

Dan yang meyakini sistem pemerintahan dalam Islam hanya berbentuk khilafah/imamah 42 persen. Sedangkan yang meyakini sistem pemerintahan dalam Islam bisa berbentuk apa saja (monarki, kerajaan, republik, federasi, dll) ada 24 persen.

Kusman juga menyatakan ada delapan macam alasan mereka yang menolak diterapkannya syariah dan khilafah. Tiga besarnya adalah: (1) Indonesia negara majemuk (plural), harus menghargai agama lain, (2) Indonesia bukan negara Islam, tapi negara kesatuan berdasar Pancasila, dan (3) Masyarakat belum siap menerapkan syariat Islam, khawatir terjadi benturan.

Karena alasan itu, Kusman pun merekomendasikan kepada para aktivis dakwah untuk memberikan pemahaman yang benar di tengah masyarakat dengan lebih merincikan lagi syariah dan khilafah terkait dengan kemajemukan, kedudukan Islam dan Pancasila, serta metode penegakkan khilafah. []

Dwi Condro Triono: Sistem Paling Kejam itu Bernama Demokrasi

Demokrasi adalah sistem yang terkejam dibanding sistem politik manapun. Hal tersebut mengemuka dalam Halqah Islam dan Peradaban yang digelar oleh DPD II HTI Sumedang di Gedung Pusat Dakwah Islam, Kota Sumedang pada Ahad (23/2). Mengangkat tema tentang 'Pemilu, Demokrasi, dan Harapan Umat', acara tersebut dihadiri sekitar 1000 peserta dari berbagai kalangan.

Dalam kesempatan tersebut, Ust Dwi Condro Triono, P.Hd, dari DPP HTI, menunjukan kekejaman Demokrasi dengan membandingkannya dengan sistem Monarki dan Teokrasi. "Bila dalam Monarki dan Teokrasi penguasa menindas rakyat secara terang terangan, maka Demokrasi lebih parah. Itu karena Demokrasi menindas rakyat tapi dengan mengatasnamakan rakyat. Ini kan lebih kejam" ujarnya.

Beliau menjelaskan mekanisme penindasan dalam Demokrasi dengan sebuah perumpamaan. "Untuk mewakili rakyat yang jumlahnya banyak, Demokrasi menetapkan bahwa rakyat harus menunjuk wakil rakyat atau pemimpinnya. Namun wakil ini perlu kendaraan untuk naik kekuasaan. Kendaraan inilah yang dimaksud partai politik" katanya.

Ia kemudian menambahkan, bahwa sebagai kendaraan, Parpol ini butuh bensin dalam artian dana. "Siapa yang memberi bensin? Nah, mereka adalah Para Kapitalis alias pemilik modal. Maka akhirnya, wakil rakyat yang sudah naik ke tampuk kekuasaan itu akan menghamba pada Para Kapitalis sebagai pemberi bensin" bebernya.

Namun Ia tak memungkiri bila Demokrasi kini masih banyak diagungkan. Menurutnya, hal tersebut semata mata karena kebanyakan orang masih belun mengetahui sistem Politik Islam secara benar. "Bila mereka tau dan membandingkan sistem Islam dengan Demokrasi, akan lain jadinya" tuturnya.

Sementara pembicara lainnya, Ust Budi Mulyana menyoroti Pemilu yang akan dihelat tak lama lagi. Menurutnya, tak ada harapan dengan Pemilu akan tegak Sistem Islam. Karena pada dasarnya Pemilu tak disetting untuk mengganti sistem. Pemilu itu dari konsep dan sejarahnya, ada sebagai cara untuk mengganti pemimpin saja.

Ia menambahkan, Pemilu yang dihelat dalam naungan Demokrasi, alih alih membawa kebaikan justru menambah masalah. “Ada politik uang, suap dan banyak lagi. Banyak masalah yang terjadi ketika Pemilu ini tiba” tegasnya. []

Geng Amerika Berulah, Warga Pondok Gede Resah

Beginilah resiko hidup di alam demokrasi sekuler yang tidak mengindahkan aspek moralitas. Sudah tiga pekan, setiap pukul 20.00-05.00 warga Pondok Gede dan sekitarnya resah dengan ulah geng motor yang menamakan dirinya 'Geng Amerika'.


Bukan hanya kebut-kebutan di jalan, mereka juga melakukan berbagai aksi kriminal seperti memalak, mencuri, serta menganiaya warga yang dianggap mengganggu aksi mereka di jalanan. Bahkan sudah ada setidaknya tiga korban yang dirawat di rumah sakit akibat ulah mereka.

"Ada 10 warga jadi korbannya (Geng Amerika) dan 3 orang lainnya dirawat," kata Yusuf salah seorang warga Pondok Gede, Bekasi, Selasa (18/2/2014).

Dijelaskannya, geng yang kerap membuat onar tersebut beranggotakan siswa SMP dan SMA. "Gengnya itu kebanyakan anak-anak remaja, ya anak-anak SMP atau SMA tapi tetep ada orang dewasanya yang bantu mereka," terangnya. Menurut salah seorang warga lainnya yang anaknya dekat dengan anggota geng, mereka berani berbuat onar karena dibekali jimat. Benda syirik itu ditengarai membuat mereka kebal dari benda tajam.

Pihak Polsek Pondok Gede membenarkan ada teror yang dilakukan salahsatu geng motor. Hingga saat ini pihak berwenang tersebut masih terus menyelidiki kasus tersebut.

"Kalau tahu kejadiannya sudah. Ini masih dalam penyelidikan kepolisian jadi belum dapat memberikan keterangan lebih," kata salah seorang anggota Polsek Pondok Gede


Qutaibah, Da'i Islam Pertama di Cina

Cina adalah negara komunis, pemerintahnya sangat ketat mengekang dakwah Islam. Namun demikian, saat ini, pertumbuhan ummat Islam di sana
cukup masif, jumlahnya mampu menembus lebih dari 22 juta jiwa.  Namun tahukah Anda, siapa yang membawa ajaran Islam ke wilayah ini? Berikut ini kisahnya.

Pembawa ajaran Islam di negeri Cina  adalah Qutaibah bin Muslim bin Amr bin Husein bin al-Amir, Abu al-Hafsh al-Bahili, seorang panglima besar yang terkenal dalam sejarah Islam. Ia adalah seorang panglima perang yang berhasil menaklukkan wilayah-wilayah Uni Soviet (sekarang Rusia) hingga sampai di daerah Cina. Banyak penduduk dari negeri-negeri yang ia taklukkan berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah ini, mereka merasakan keindahan dan cahaya Islam yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. 

Qutaibah wafat karena terbunuh pada tahun 96 H, di umur 48 tahun.

Masa Kecil Qutaibah

Ayahnya adalah Muslim bin Amr sahabat dari Mush’ab bin Zubair gubernur Irak dari pihak Abdullah bin Zubair, ayahnya terbunuh bersama dengan Mush’ab pada peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, tahun 72 H / 692 M. Qutaibah dilahirkan di Irak pada tahun 49 H / 669 M.

Di masa kecilnya, ia mulai mempelajari ilmu fikih dan Alquran, kemudian ia juga belajar menunggang kuda dan strategi perang. Ia tumbuh bersama kuda, pedang, dan panah, ia sangat mencintai teknik-teknik menunggang kuda.

Pada masa pertumbuhannya, wilayah-wilayah Irak tengah digoncang oleh pemberontakan-pemberontakan. Oleh karena itu, amir-amir di wilayah tersebut sibuk mempersiapkan jihad dan mengajak masyarakat untuk menyiapkan tenaga mereka membantu pemerintah demi tetap kokohnya Islam dan tersebarnya dakwah. Saat itulah Qutaibah muda bergabung dalam jihad di usianya yang sangat belia.

Keberanian dan keterampilan Qutaibah memang memukau banyak orang, hal itu membuatnya dilirik oleh panglima besar, Muhallab bin Abi Shafrah. Muhallab pun menyampaikan kabar tentang Qutaibah ini kepada Hajjaj bin Yusuf. Setelah itu, Qutaibah makin dikenal di kalangan kerajaan, khalifah Abdul Malik bin Marwan menunjuknya menjadi Amir di Kota Ray dan Khurasan.

Kaum muslimin mulai beranjak menaklukkan wilayah Timur, sebuah daerah yang dihuni oleh dua ras besar; orang-orang Sasaniah atau Persia dan orang-orang Turki. Dua kelompok besar ini hanya dipisahkan oleh sungai-sungai saja. Penaklukkan Persia sudah disempurnakan pada masa pemerintahan al-khulafa ar-rasyidun, adapun orang-orang Turki memiliki wilayah yang lebih luas, tersebar, dan jumlah yang lebih banyak, seperti: orang-orang Turki di wilayah Gaza, al-Qarakhta, Qawqaziyun, Bulgaria, dan Mongol.

Menaklukkan Cina

Qutaibah mulai memimpin pasukan perang pada tahun 86 H / 705 M, saat itu Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi mengangkatnya menjadi amir Khurasan atas titah khalifah.

Perjalanan menaklukkan Cina adalah perjalanan yang fenomenal dan membutuhkan waktu yang panjang dan startegi yang matang. Sebelum tiba di negeri tirai bambu ini, Qutaibah bin Muslim menaklukkan daerah-daerah strategis yang membuka jalannya untuk menuju daratan Cina. Jika diurutkan maka strategi Qutaibah dapat diklasifikasi menjadi empat tahap.

Peta Cina dan wilayah sekitarnya
Peta Cina dan wilayah sekitarnya

Tahap pertama, ia beserta pasukannya menuju daerah Thakharistan pada tahun 86 H. Saat ini, wilayah Thakharistan adalah bagian dari wilayah Afganistan dan Pakistan.

Tahap kedua, antara tahun 87-90 H, ia menguasai wilayah Bukhara dan daerah-daerah sekitarnya di wilayah Uzbekistan. Daerah ini merupakan daerah yang sangat strategis untuk memantapkan dan melindungi daerah-daerah taklukkan lainnya dari serangan musuh.

Tahap ketiga, tahapan ini berlangsung antara tahun 91-93 H. Pada masa ini, Qutaibah mengokohkan kedudukan umat Islam di wilayah Sungai Jihun dengan sibuk berdakwah dan mengajarkan Islam di wilayah tersebut. Selain itu, pada masa ini juga umat Islam berhasil menguasai Sijistan, Khawarizm, dan Samarkand di jantung Asia.

Tahapan keempat, tahap keempat ini adalah tahapan akhir dari perjalanan Qutaibah menuju Cina, berlangsung antara tahun 94-96 H. Pasukan Islam dibawah kepemimpinan Qutaibah berhasil mengusai daerah Sungai Seihan dan kota-kota di sekitarnya. Setelah itu Qutaibah memasuki wilayah Cina tepatnya di Kota Kashgar. Orang-orang Kashgar yang sebelumnya memeluk agama Zoroaster dan Budha, akhirnya berbondong-bondong masuk ke dalam Islam tanpa paksaan sedikit pun.

Ini adalah penaklukkan terjauh yang dilakukan pasukan Islam sepanjang sejarah. Tidak ada pimpinan umat Islam yang melakukan penaklukkan lebih jauh dari apa yang dilakukan Qutaibah bin Muslim.

Wafatnya Qutaibah

Setelah tiga belas tahun bertualang ke penjuru negeri, akhirnya tibalah akhir hayat Qutaibah bin Muslim. Qutaibah wafat dalam sebuah perselisihan antara umat Islam pada tahun 96 H. Ia terbunuh di tangan Waki’ bin Hasan at-Tamimi di wilayah Ferghana (sebuah daerah di Asia Tengah yang berada di wilayah Uzbekistan, Kirgistan, dan Tajikistan sekarang). Semoga Allah merahmati Qutaibah bin Muslim.

Senyum Corby tanda Pengkhianatan Negeri

Pemberantasan kasus narkoba seolah menjadi cita – cita semu di negeri ini. Setiap tahun program ini selalu diblow up oleh media nasional namun hasilnya nol. Bagaimana bisa nol? Lihat saja gerak pemerintah dalam menangani kasus narkoba yang berada di negeri ini. Perkembangan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah untuk memberantas narkoba akankah menemui titik terang? Tidak!. Justru drama pemerintah dalam pemberantasan narkoba hanya scenario yang tidak berujung pada sebuah tindakan acting di lokasi Bandar dan pabrik narkoba, ataupun terhadap tersangka.

Tepat pada hari Senin 10 Februari 2014 Corby angkat kaki dari LP Kerobokan disertai kawalan ekstrim dari pihak keamanan polisi. Lebih dari empat kali drama pemerintah terhadap Corby ditayangkan pada khalayak rakyat negeri democrazy. Tertangkapnya Corby pada 8 Oktober 2004 di Bandara Ngurah Rai dengan membawa 4,2 kg ganja kering didalam tas seolah menuai kontroversi pemberitaan negeri ini. Lebih dari 3 kali kasus tarik ulur pemerintah Indonesia dengan Australia menimbulkan tanda tanya besar. Ancaman pihak Australia mengecam Indonesia telah diterima melalui surat oleh Kevin Rudd. Tidak berhenti oleh surat, email yang senada dalam bentuk ancaman pun diterima oleh staf KBRI.
Putusan hukum bervariasi pun telah dilakoni oleh Corby sang ratu narkoba dari negeri Australia. Tercatat beberapa kali keputusan Majlis Hakim menambah dan semakin hari semakin berkurang hukuman yang diterima Corby. Mirisnya lagi setelah lama tidak terdengar kabar media tentang kasus Corby tiba – tiba Presiden melalui Kepres RI NO. 22/G Th. 2012 tanggal 15 Mei 2012 memberi grasi 5 tahun pada Corby. Hingga hukuman Corby berkurang menjadi 15 tahun yang sebelumnya ialah 20 tahun. Berbagai kalangan menolak keputusan presiden memberikan grasi pada ratu narkoba tersebut. Namun apa daya presiden lebih kuat mengeluarkan surat yang bersifat independen.


Bahagia Corby Tak Terhingga
Senyum sumringah terindera oleh kami walau Corby tidak mengekspresikannya dalam raut mukanya. Tampilan Corby selalu ditayangkan dalam raut tidak berekspresi oleh media negeri ini. Ketenangan Corby semakin hari semakin tinggi. Dukungan dari pihak Pemerintah Australia sudah berkali – kali dilakukan untuk terbebasnya WNA yang dipenjara oleh pemerintah Indonesia. Perjuangan pihak Australia tidak sepele. Pengamat Pemasyarakatan telah menyidangkan 1798 narapidana yang mengajukan pembebasan bersyarat. Corby menjadi salah satu dari 1291 narapidana dengan pembebasan bersyarat.

Nasionalisme Rapuh
            Paham nasionalisme menjadi paham yang selalu ditanamkan mulai dari pendidikan dini di negeri ini. Namun pertumbuhannya kini makin hari makin menuai kerapuhan menuju titik akhir sebuah pengkhianatan. Penanaman dengan menyanyikan lagu – lagu kebangsaan menjadi bukti bahwa secara akal dan secara fitrah paham ini cacat dan tidak layak untuk disuarakan.  Sifat temporal yang ditunjukkan tidak mampu menghasilkan sebuah pemahaman pada masyarakat dengan menjawab segala pertanyaan yang semakin hari semakin menuai kebuntuan. Budaya yang menjadi titik harkat martabat bangsa tidak lagi seimbang tatkala rakyat Indonesia menuai siksa dinegeri seberang. Perjuangan mendapatkan kembali budaya yang katanya milik bangsa seolah menjadi tanda lupa bahwa perjuangan tanpa gerak nyata tatkala rakyat menuai derita siksa oleh negeri tetangga. Ini sekelumit masalah yang tidak pernah terjawab oleh mereka penyokong nasionalisme.
            Kembali pada Corby bahwa kasus ini menunjukkan muka asli bahwa pemerintah dan negeri ini menghianati rakyat dalam kurungannya. Perjuangan memberantas narkoba yang menjatuhkan martabat manusia dan melanggar ketetapan Sang Pencipta seolah dipatahkan sebagai upaya menunjukkan martabat segelintir orang. Cita – cita tinggi rakyat ini telah dinodai oleh pemilik kekuasaan tidak bertanggung jawab mengemban janji – janji ucapan basi saat kampanye democrazy. Corby menjadi bukti bahwa Polri tidak serius menangani kasus berbobot dalam sejarah kejahatan narkoba di Indonesia. Protes keras dari rakyat tidak lagi mendapat kursi untuk diperbincangkan keabsahan hukum walau dalam kacamata democrazy. Hal ini menujukkan bahwa democrazy lari – lari dalam menangani kasus yang secara beban akan menambah kantong segelintir orang disaat jalan haram mereka pilih untuk menjadikan peluang kayanya materi yang akan ia miliki. Penanganan kasus Corby seperti ini akan menjadikan para Bandar narkoba, pemakai narkoba hingga tahanan narkoba tertawa kesenangan. Gerak mereka akan terus massif untuk menyebarkan barang haram tersebut melihat tindakan lambat dari pemerintah bahkan tindakan pemerintah yang seolah meng- iyakan narkoba tetap beredar di Indonesia. Bagaiaman tidak ? tahanan tidak akan jera bahkan mereka akan memikirkan cara jitu lagi untuk mengembangkan bisnis haram mereka. Belum lagi pemerintah akan merasakan dampaknya ketika dalam democrazy di halalkan suap – menyuap. Lapas yang merupakan tempat yang notabene menjadikan para pelaku kejahatan akan menuai jera justru dalam lapas para tahanan bebas memberikan tawaran harga untuk lancarnya jual beli narkoba dan sejenisnya.

ISLAM PUNYA SOLUSI
            Narkoba semakin hari semakin diakui oleh khalayak umum yang tidak paham akan kedudukan perbuatannya dalam Islam. Rakyat seolah diberi gambaran yang wajar tatkala mendengar kata narkoba. Ini sebuah realita yang mengenaskan dalam kehidupan manusia. Kejahatan Narkoba pada dasarnya merupakan dosa dan perbuatannya dapat dihukumi ta’zir. Jenis hukum atau kadar sanksinya diserahkan ijtihad Khalifah atau Qadhi. Bisa berupa sanksi diekspos, penjara,denda, jilid, bahkan sampai hukuman mati dengan melihat tingkat kejahatan dan bahayanya dalam masyarakat. Namun hal ini berbeda dan berbalik 180 derajat disaat kita jumpai kasus ini dinegara democrazy. Orang penyandang narkoba bisa jadi actor terkenal dalam negeri penerap sistem rusak ini. Tengok saja beberapa kasus narkoba yang sekarang justru lepas dari hukuman, termasuk Corby. Beberapa para politisi ulung sistem bajakan ini semakin hari justru menempati ranking tertinggi dikenalnya oleh masyarakat. Namun kasus narkobanya telah terlupakan. Kelalaian dalam kehidupan dunia itulah yang menjadi suguhan. Masha Allah! Sungguh tersayat hati melihat muslim dinegeri ini, mereka muslim namun mereka jauh akan pemahaman Islam yang harusnya mereka gigt dalam – dalam. Ayo kawan! kehidupan dunia bukan leha – leha terlena fasilitas yang ada. Justru gunakan fasilitas yang ada untuk menyadarkan manusia yang terlanjur terperosok dalam kubangan hitam democrazy, hukum buatan manusia. Satu, dua orang sadar mereka yang akan menjadi estafet dalam bersihnya masyarakat yang sengaja disuguhi drama melancolist ala hipnotis democrazy.(duniaterkini/Rizka Ukhlaiya

Al Faqir Illallah

Mantan LDII Desak Ormas Islam Keluarkan Fatwa Sesat LDII

Polsek Bekasi Selatan resmi menahan Mantan Anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Adam Amrullah, Senin (17/2). Adam dinilai melanggar UU ITE pasal 27 ayat 3 yang menyebut keterlibatan Sentra Komunikasi (Senkom) sebagai organisasi bayangan LDII.

Dengan kejadian ini, mantan Mubaligh LDII, Imam Nasai, menghimbau ormas Islam bersatu untuk mengeluarkan fatwa bersama. Sebagai mantan da’i di dalam organisasi pimpinan Abdullah Syam tersebut, Imam melihat aliran LDII semakin beringas  lewat ajaran takfirinya.

Imam menjelaskan kasus yang dialaminya setelah keluar dari LDII. Setelah itu, dia dipaksa untuk bercerai dengan istrinya oleh sang mertua yang menganut LDII. Gugatan cerai itu diajukan oleh keluarga sang istri karena Imam telah kafir akibat keluar dari LDII.

Tidak hanya itu, selama di LDII, Imam juga tidak pernah diajari tentang rukun iman maupun rukun Islam. Bagi LDII, kata Imam, dua rukun itu tidak penting untuk dipelajari.

“Kata mereka, itu pelajaran anak SD,” ungkap saat dihubungi Islampos, Selasa (18/2) di Bekasi.

Menurut Imam, peran ormas Islam untuk menjelaskan hakikat ajaran LDII kepada umat Islam, akan membuka mata publik tentang bagaimanakah sebenarnya LDII.

“Perlu sekali pernyataan kesesatan LDII dikeluarkan oleh ormas-ormas Islam. Ini aliran berbahaya karena sudah banyak kadernya yang sekarang menjadi caleg,” pungkasnya yang hingga kini memiliki orangtua setaraf menteri di LDII.

[Islampos/duniaterkini.com]

Kanibal Kristen Pemakan Mayat Muslim Berhasil Ditangkap

Pasukan penjaga perdamaian Afrika telah menahan seorang pria Kristen Afrika Tengah yang baru-baru ini mengejutkan dunia dengan berpose foto – dalam dua insiden terpisah – sambil memakan tubuh umat Islam yang sudah mati.

Pasukan penjaga perdamaian berhasil menangkapnya di Bangui, ibukota Republik Afrika Tengah (CAR), menurut laporan seorang wartawan Anadolu Agency yang melihat peristiwa penangkapan itu.

Sebelumnya BBC telah menyiarkan rekaman mengerikan dari pria lokal yang dikenal sebagai “Mad Dog” sedang memakan kaki mayat seorang pria Muslim yang telah digantung dan dibakar oleh massa Kristen di Bangui.

Dia kemudian difoto saat memakan mayat warga Muslim yang lain.

[fq/islampos/duniaterkini.com/anadolu]

Mufti Tunisia Dukung Pelarangan Cadar

Mufti Tunisia, Syaikh Hamda Said menyatakan dukungannya terhadap pelarangan cadar dengan alasan keamanan. Dukungan itu diungkapkannya tiga hari setelah Kementerian Dalam Negeri mengatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas terhadap perempuan mengenakan cadar di tempat umum, kantor berita UPI melaporkan.

Syaikh Said mengatakan kepada wartawan pada hari Senin kemarin (17/2/2014) bahwa para pemimpin keagamaan memiliki hak untuk membatasi hal-hal yang diperbolehkan jika mereka menemukan ini menjadi kepentingan terbaik untuk bangsa.

Sikap Mufti – yang dianggap sebagai perintah agama – datang tiga hari setelah pengumuman dari Kementerian Dalam Negeri bahwa ia akan menerapkan langkah-langkah tegas terhadap setiap orang yang mengenakan cadar. Dan ini merupakan sebuah langkah yang bertujuan untuk mencegah ancaman teror yang berkembang dan mencegah para penjahat memakainya untuk menghindari identifikasi di pos pemeriksaan keamanan.

“Kementerian Dalam Negeri secara ketat akan mengontrol setiap orang yang memakai cadar dalam kerangka hukum,” kata kementerian dalam sebuah siaran pers.

Menteri Dalam Negeri Lotfi Ben Jeddo telah berulang kali menyatakan bahwa sejumlah orang yang dicari aparat keamanan menggunakan cadar untuk penyamaran, tetapi dia juga mengatakan bahwa larangan total terhadap cadar akan menjadi keputusan politik bukan mandat Kementerian.

Dia mencatat bahwa cadar menjadi semakin populer dalam tiga tahun terakhir, sejak runtuhnya rezim mantan Presiden Tunisia Zein al-Abidine Ben Ali pada 2011 lalu. [fq/islampos/alarabiya]

Sosok Adam Amrullah Dibalik Sesatnya LDII

Adam Amrullah akhir-akhir ini ramai menjadi perbincangan umat Islam. Sosok yang satu ini dikenal keberanian dan “kenekadannya” dalam menjelaskan jati diri kelompok Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Media internet telah memuat begitu banyak informasi tentang LDII dan sosok Adam Amrullah, mantan tokoh LDII yang  kemudian bertobat dan berusaha membuka apa sebenarnya ajaran dan jatidiri LDII.

Karena aktivitasnya itulah, Adam beberapa kali mengalami tindak kekerasan oleh massa LDII. Salah satu yang sempat menghebohkan media massa adalah peristiwa penyerbuan massa LDII ke Masjid al-Hijri Universitas Ibn Khaldun Bogor, pada Sabtu 16 Juni 2013. Saat itu Adam bertindak sebagai pembicara dalam diskusi yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Massa LDII menyerbu ke arah Adam dan merusak beberapa bagian dari masjid al-Hijri. (Lihat video penyerbuan LDII ke Masjid al-Hijri UIKA: http://www.youtube.com/watch?v=XVLHpSKLYog)

Tampaknya, sosok dan kiprah Adam Amrullah sangat mengkhawatirkan kelompok LDII. Akhirnya, pada Senin (17/1/2014), Adam Amrullah berhasil ditahan di Polsek Bekasi Selatan. Hal itu, kabarnya,  terkait dengan pencemaran nama baik Senkom – yang disebut Adam sebagai underbow LDII.  Senkom melaporkan Adam terkait video yang diunggah Adam di Youtube.  (Contoh penjelasan Adam tentang LDII bisa dilihat dalam video berikut: http://www.youtube.com/watch?v=L59yiBaBluY).
Siapa sebenarnya Adam Amrullah? Majalah Suara Hidayatullah pernah memuat sepenggal perjalanan hidup mantan tokoh LDII ini dalam suatu tulisan berjudul “ Kisah Hijrah Adam dan Lina”. Kisah itu menarik untuk kita simak:
Lina adalah mantan istri ketiga Ketua DPP LDII yang dicerai karena dianggap murtad setelah keluar dari LDII. Sedangkan Adam juga mantan anggota LDII. Boleh dikata tidak ada yang istimewa dari resepsi pernikahan Adam Amrullah (35) dengan Erlina Setyowati (36) di Masjid as-Sunnah, Bintaro, 16 Juni 2012 lalu. Tidak ada musik, tidak juga pelaminan plus janur kuning.

Tamu pria dan wanita dipisah. Acaranya cuma ceramah yang dilanjutkan dengan makan nasi kebuli berjamaah yang diselingi buah, puding, dan yoghurt.

Namun, ada kisah menarik sekaligus memilukan yang melatarbelakangi pernikahan Adam dan Lina. Kisah yang juga menimpa puluhan, mungkin ratusan mantan pengikut Islam Jamaah/LDII. Mereka dikafirkan, dikucilkan, dipaksa cerai, dipisah paksa dari istri-anak-orang tua, diputus nasab, serta dihalalkan darah dan kehormatannya.

Adam dan Lina adalah mantan pengikut Islam Jamaah atau yang dikenal dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Keduanya dipaksa cerai dari pasangan mereka dengan tekanan keluarga besar LDII. Bagi LDII, dosa Adam dan Erlina sudah terlalu besar, yakni melepaskan baiat kepada sang Amir dan mengakui keislaman orang di luar Islam Jamaah/LDII.

Adam resmi bercerai dengan Narendra akhir tahun 2011 lewat putusan Pengadilan Agama Kota Bekasi. Sedangkan Lina dicerai Ahmad Kuntjoro awal tahun 2012 tanpa proses sidang karena mereka menikah secara sirri. “Saya ditalak lebih dari tiga kali,” kata Lina, menggambarkan kekesalan mantan suaminya.

Mantan suami Lina, Ahmad Kuntjoro, bukan jamaah biasa di LDII. Menurut situs resmi LDII, Kuntjoro adalah salah satu ketua pengurus pusat. “Dia ketua bidang pemberdayaan perempuan,” kata Lina.

Bisa jadi, dengan jabatan itulah, Kuntjoro bisa menikah dengan lebih dari satu istri dengan mudah. Lina sendiri mengaku dinikahi tanpa sepengetahuan istri pertama dan kedua Kuntjoro.

Pada kasus perceraian yang menimpa para mantan jamaah LDII sebelumnya, pihak DPP LDII selalu menyanggah. Kepada Suara HIdayatullah, Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam berkilah, orang-orang yang mengaku dicerai dan dikucilkan oleh LDII adalah pihak yang tidak suka melihat LDII menjadi besar, alias barisan orang sakit hati yang tidak mendapat posisi di organisasi.

Namun, kali ini LDII akan sulit mengelak. Karena bukti-bukti yang menunjukkan Kuntjoro menceraikan Lina dengan alasan telah kafir dan halal darahnya oleh LDII, terekam jelas dalam korespondensi antara Kuntjoro dan Lina via surat elektronik.

Berikut pernyataan Kuntjoro kepada Lina yang melepaskan baiatnya dari imam Islam Jamaah/LDII, Abdul Aziz Sultan Auliya, dan memilih mengaji kepada para ustadz dari Salafi di Radio Rodja 756 AM, Cileungsi, Bogor.

“Jangan silau seakan-akan mereka lebih memurnikan agama dibandingkan jamaah/LDII. Padahal mereka malahan hidup dalam keharaman. Tanpa imam, mati sewaktu-waktu masuk neraka,” tulis Kuntjoro dalam emailnya tanggal 23 Desember 2011.

Lina dan Adam mengatakan, LDII memang melarang warganya mempelajari Islam selain dari LDII. Selain Radio Rodja, mereka mengaku juga dilarang membaca majalah Suara Hidayatullah. Berhubungan dengan para mantan LDII, lebih dilarang lagi. “Alasannya, nanti bisa terpengaruh kemudian keluar dari jamaah dan masuk neraka,” kata Adam kini menjadi Sekretaris Jenderal Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH), organisasi yang menampung para mantan Islam Jamaah/LDII.

Lina mengaku makin mantap keluar dari LDII setelah meminta fatwa tentang LDII dan ajarannya kepada Syaikh Yahya bin Ustman al-Mudarris al-Bakistani, salah satu pengajar senior di Ma’had Haraam, Makkah, Arab Saudi. Fatwa Syaikh Yahya menjadi penting karena LDII mengklaim ajarannya, terutama baiat kepada imam, dibenarkan oleh Syaikh Yahya.

Setelah dijelaskan tentang hakikat ajaran LDII yang mengkafirkan orang Islam di luar jamaahnya, Syaikh Yahya malah menilai LDII sesat. Pembaca bisa mendapatkan salinan fatwa Syaikh Yahya dan sejumlah ulama Saudi lainnya tentang LDII di situs www.rujuilalhaq.blogspot.com atau email kearruju@gmail.com.

Diancam (Mantan) Suami.

Kata Lina, langkahnya membuat banyak para akhwat LDII mulai meragukan ajaran Islam Jamaah/LDII. Meski belum ada yang secara tegas keluar, mereka tidak lagi mengaji dan tidak membayar ‘isyrun atau iuran 10 persen dari pendapatan perbulan. “Mereka takut dicerai suami, dan anak-anaknya dibawa,” kata anak semata wayang dari pasangan Jimmy Julius dan Mia E Sriwinarni ini.

Syukurlah, orangtua Adam dan Lina juga telah kembali kepada kebenaran dan berbaur dengan umat Islam lainnya di luar LDII. Sayangnya masih banyak kerabat mereka yang masih di LDII.

Sebelum bercerai dengan Kuntjoro, Lina mengaku pernah diancam dengan nama Adam oleh mantan suaminya itu. “Kalau kamu keluar (dari LDII), kamu akan diambil sama Adam,” kata Lina menirukan ucaman mantan suaminya. “Padahal saya belum kenal Adam saat itu.”

Adam mengaku tidak menyangka akan menikahi Lina. Dia mengaku menikahi Lina karena ingin melindungi dia dari berbagai ancaman karena telah keluar dari LDII. Terlebih, para mantan LDII juga menganggap mereka cocok dijadikan ikon, karena punya nasib yang sama: diceraikan pasangan. Setelah istikharah, Adam pun merasa yakin dengan pilihannya menikahi Lina.

Pasangan Belajar dan Berdakwah

Kata Adam, para mantan LDII kini aktif menuntut ilmu di kajian-kajian Salafi, termasuk dirinya dan Lina. Adam merasa tidak puas hanya menuntut ilmu syar’i, dia juga berdakwah kepada saudara-saudaranya yang masih di LDII untuk rujuk kepada manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Bersama para mantan lainnya, Adam mendirikan Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH) pada 2010. Kegiatan FRIH melakukan pendataan mantan LDII, mengadakan pertemuan, menjalin hubungan dengan ormas-ormas Islam, melakukan advokasi untuk para mantan Islam Jamaah/LDII, dan lainnya.

Anggotanya sekitar 700 orang dan terus bertambah, bahkan banyak juga yang tidak mau didata. FRIH juga diisi mantan petinggi Islam Jamaah/LDII seperti Ustadz Mauluddin, mantan Wakil Amir Islam Jamaah. “Bahkan sekarang ada pengurus DPP LDII yang keluar,” kata Adam yang sehari-hari bekerja di perusahaan teknologi informasi multinasional di Jakarta ini.

Dari pernikahan sebelumnya, Adam dan Lina belum dikaruniai anak. Namun Lina telah mengangkat seorang putri asal Aceh bernama Aisha Firzan Sajida yang berusia 6 tahun. Selain menuntut ilmu, Adam dan Lina juga getol berdakwah terutama kepada teman-teman kerabat mereka yang masih di Islam Jamaah/LDII, dengan diskusi dan memberikan fatwa ulama soal LDII.

“Kami juga mau menulis buku, cerita pengalaman teman-teman yang terbuang setelah keluar dari LDII,” pungkas Adam.* Surya Fachrizal /Suara Hidayatullah OKTOBER 2012.//



Apa itu LDII? 

Di era keterbukaan informasi ini, teramat mudah mencari informasi tentang berbagai hal di media internet, termasuk tentang LDII. Sebagai contoh, dalam rubrik Tanya Jawab Al-Islam, situs resmi Muhammadiyah (http://www.muhammadiyah.or.id/13-content-188-det-tanya-jawab-alislam.html) pernah memuat tulisan berjudul:“Pandangan Muhammadiyah Tentag LDII”. Berikut ini kita simak secara utuh penjelasan dalam situs tersebut.

Pertanyaan: Assalamu ‘alaikum wr. wb. Saya warga Muhammadiyah, saya ingin bertanya mengenai hal yang menurut  saya sangat penting, karena sebentar lagi  saya mau menikah dengan wanita LDll. Bagaimana pandangan Muhammadiyah  terhadap ajaran LDII? Terima kasih atas  jawabannya. (Dwi Purwanto  alamat e-mail dwipurwant@qmail.com (disidangkan pada hari Jum’at, 1 Rajab  1432 H / 3 Juni 2011 M).

Jawaban: “Wa’alaikumus-salam wr. wb.”  Pertama, kami mengucapkan selamat  kepada saudara karena telah menemukan  wanita pilihannya untuk dinikahi. Kedua,  karena kebetulan wanita pilihan saudara  berasal dari kelompok Lembaga Dakwah  Islam Indonesia (LDil), dan sesual dengan  pertanyaan saudara di atas, maka ada  beberapa hal yang perlu perhatian. Bahwa  LDIl pemah ditetapkan sebagai aliran sesat,  karena dianggap reinkarnasi dari Islam Jamaah. Butir kesesatannya adalah karena di antara paham yang dikembangkan oleh LDll ini adalah paham takfir, yakni menganggap semua orang Islam yang tidak bergabung ke dalam barisannya dianggap sebagai orang kafir. LDll yang didirikan oleh mendiang Nur Hasan Ubaidah Lubis, awalnya bernama Darul Hadis, kemudian berganti nama menjadi Islam Jama’ah, setelah dinyatakan terlarang oleh Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Karena kembali meresahkan masyarakat, akhirnya dilarang melalui SK Jaksa Agung RI No. Kep.-08/D.A/10. 1971.Setelah itu berganti nama LEMKARI (Lembaga Karyawan Dakwah Islam), pada tahun 1990 dalam Mubes di Asrama Haji Pondok Gede bergantinama menjadi LDII

Untuk diketahui, Pokok-Pokok Ajaran islam Jamaah / LDII adalah sebagai berikut:

  1. Orang Islam di luar kelompok mereka adalah kafir dan najis, termasuk kedua orangtua sekalipun.
  2. Kalau ada orang di luar kelompok mereka yang melakukan shalat di masjid mereka, maka bekas tempat shalatnya dicuci karena dianggap sudah terkena najis.
  3. Wajib taat pada amir atau imam mereka.
  4. Mati dalam keadaan belum baiat kepada amir/imam LDIl maka akan mati jahiliyah (kafir).
  5. Al-Qur an dan Hadits yang boleh diterima adalah yang mankul (yang keluar dari mulut imam/amir mereka) selain itu haram diikuti.
  6. Haram mengaji Al-Qur’an dan Hadits kecuali kepada imam/amir mereka.
  7. Dosa bisa ditebus kepada sang amir atau imam dan besarnya tebusan tergantung besar kecilnya dosa yang diperbuat dan ditentukan oleh amir/imam.
  8. Harus rajin membayar infak, shadaqah dan zakat kepada Amir/Imam mereka. Selain kepada mereka adalah haram.
  9. Harta. zakat, infak dan shadaqah yang sudah diberikan kepada amir/imam haram ditanyakan catatannya atau penggunaannya.
  10. Haram membagikan daging Qurban/ zakat fitrah kepada orang Islam di luar kelompoknya
  11. Haram shalat di belakang imam yang bukan dari kelompok mereka, kalau terpaksa tidak perlu wudlu dan harus diulang.
  12. Haram menikahi orang di luar kelompoknya.
  13. Perempuan LDII kalau mau bertamu di rumah orang selain kelompoknya harus memilih waktu haid (dalam keadaan kotor).
  14. Kalau ada orang di luar kelompok mereka bertamu ke rumah mereka maka bekas tempat duduknya harus dicuci karena dianggap najis.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan sepuluh kriteria suatu aliran dapat digolongkan tersesat. Namun, tidak semua orang dapat memberikan penilaian suatu aliran dinyatakan keluar darin ilai-nilai dasar Islam.”Suatu paham atau aliran keagamaan dapat dinyatakan sesat bila memenuhi salah satu dari sepuluh kriteria,” kata Ketua Panitia Pengarah Rakernas MUI Tahun 2007, Yunahar Ilyas, di Jakarta. Sepuluh Kriteria Aliran Sesat tersebut  adalah:

  1. Mengingkari rukun iman dan rukun   Islam,
  2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar’I (Al-Qur’an dan As-Sunnah),
  3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Qur’an,
  4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Qur’an
  5. Melakukan penafsiran Al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir,
  6. Mengingkari kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam,
  7. Melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul,
  8. Mengingkari Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir,
  9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah,
  10. Mengkafirkan kaum muslim tanpa dalil syar’i.

Yang menarik sebagaimana hasil Rakernas LDII 2007, organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan ini tidak menajiskan atau mengkafirkan orang dan masjid yang dikelola terbuka untuk umum. Dalam LDII juga tidak ada keamiran dan mau diimami oleh siapa saja, dengan mengikuti ijma’ ulama untuk melakukan taswiyah al-manhaj dan tansiq al-harakah.”kami punya paradigma baru” kata ketua Wanhat DPD LDII Kota Cirebon, Drs. H, Mansyur MS.

Namun ketua MUI KH. Ma’ruf Amin menyatakan bahwa memang saat ini LDII sedang berusaha untuk meyatu dengan ormas Islam lainnya. Tapi MUI belum merehabilitasinya. MUI akan membuka diri jika LDII berkeinginan kembali bergabung bersama ormas lain, asalkan bersedia menyampaikan surat pernyataan secara resmi, tidak akan berperilaku seperti yang dituduhkan selama ini. Salah satunya menganggap orang diluar mereka kafir.

Sebenarnya I’tikad baik LDII untuk keluar dari eksklusifisme sudah mulai terlihat, dimana sebagian mereka sudah mau bersalaman dan tidak mencuci tangannya lagi setelah bersalaman. Namun untuk batin hanya Allah yang tahu. Oleh karena itu apabila sudah tidak mengamalkan pokok-pokok ajaran yang 14 butir diatas, dan tidak ada indikasi kearah aliran sesat, maka umat Islam dapat membuka diri termasuk Muhammadiyah, dalam rangka tawashau bil-haq wa tawashau bishabr.

Demikian penjelasan tentang LDII dalam situs Muhammadiyah tersebut.


Apakah LDII sudah berubah?

Itulah sisi kontroversial yang terus mengemuka hingga saat ini. Para mantan tokoh LDII yang tergabung dalam Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH) seperti Adam Amrullah sangat yakin dan menunjukkan bukti-bukti kuat bahwa LDII masih tetap memegang ajaran sesat Islam Jamaah, meskipun mengaku tidak terkait lagi dengan Islam Jamaah. Dalam situs berikut ini FRIH memberikan paparan cukup lengkap tentang bukti-bukti bahwa LDII masih tetap memegang ajaran Islam Jamaah yang sudah dinyatakan sebagai ajaran dan kelompok terlarang di Indonesia. (http://www.kiblat.net/2013/04/30/frih-berikan-tanggapan-atas-pertemuan-dengan-mui-bogor).

FRIH, misalnya,  mempunya bukti diantaranya : Rekaman Suara Asli Abdullah Syam Ketua Umum LDII di dalam acara Camping Cinta Alam Indonesia 2011, yang masih mengkafirkan Umat Islam selainnya, masih berbaiat dengan Abdul Aziz Sulthon Aulia bin Nurhasan; Email percakapan Ahmad Kuntjoro Ketua DPP LDII yang masih aktif dan Erlina di tahun 2012, di percakapan tersebut Ahmad Kuntjoro mengkafirkan Erlina yang keluar dari LDII. Ada juga tuduhan Pemerintah Indonesia tidak mengurusi umat Islam dan sebagainya, Rekaman percakapan Narendra yang minta cerai ke Adam karena perbedaan keyakinan di tahun 2010, setelah Adam keluar dari LDII; Rekaman suara Thoyibun Dai DPP LDII Pusat di tahun 2010, yang masih mengajarkan ajaran Nurhasan dan menyebut yang keluar dari LDII dengan panggilan Murtad.”

FRIH juga mengaku siap melakukan sumpah saling memohon laknat kepada Allah (mubahalah) dengan tokoh-tokoh penting organisasi LDII, diantaranya : Abdul Aziz Sulthon Aulia bin Nurhasan  (Imam Islam Jamaah), Kasmudi Ashidqi (Wakil Imam Islam Jamaah), Abdullah Syam (Ketua Umum LDII Pusat), Thoyibun (Dai LDII Pusat), Ahmad Kuntjoro (Ketua DPP LDII), Kholil Bustomi ( Dai Islam Jamaah Pusat), Aziz Ridwan (Dai Islam Jamaah Pusat), Aceng Karimullah (Dai LDII Pusat). “Kami siap melakukan Sumpah Mubahalah dengan petinggi LDII / Islam Jamaah,” kata Adam Amrullah.

Pakar  tentang Aliran-Aliran Sesat di Indonesia, M. Amin Djamaluddin, tahun 2007 lalu, sudah menerbitkan sebuah buku berjudul “Kupas Tuntas Kesesatan & Kebohongan LDII: Jawaban atas Buku Direktori LDII” (Jakarta: LPPI, 2007). Berdasarkan bukti-bukti internal LDII sendiri, Amin Djamaluddin membuktikan, bahwa LDII saat ini masih tetap memegang ajaran Islam Jamaah – kelompok yang telah dinyatakan sebagai aliran sesat melalui SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971.

Menyimak kontroversi LDII yang sudah berpuluh tahun semacam ini, sebenarnya, saat ini, bola berada di tangan pemerintah. Mestinya, Presiden – melalui Kemenag, Kemendagri dan Kejagung – membentuk tim investigasi yang bertugas mengumpulkan bahan-bahan seputar LDII. Kasus Adam Amrullah bisa dijadikan momentum untuk mengkaji LDII secara serius. Jika terbukti LDII masih memegang paham-paham yang menganggap kafir kaum muslimin di luar kelompoknya, maka – sesuai kriteria sesat oleh MUI dan UU No 1/PNPS/1965, LDII sudah masuk kategori Aliran Sesat.

Oleh: Adian Husaini