Nasional

Dunia Islam

Tsaqofah

Terbaru

Polda Metro Larang Warga di Luar Jakarta Ikut 313



Dakwah Media -  Polda Metro Jaya larang warga di luar wilayah DKI Jakarta turut serta menggelar aksi 313 bersama Forum Umat Islam.

“Kalau mau salat Jumat di masjid masing-masing tidak perlu datang ke Jakarta,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta Rabu (29/3).

Argo mengharapkan warga luar Jakarta mendukung aksi FUI dengan menggelar sholat Jumat dan doa bersama di wilayahnya.

Terkait aksi FUI, Argo menyebutkan massa akan menggelar salat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat dan menyampaikan pendapat di depan Istana Kepresidenan pada Jumat (31/3).

Argo belum dapat menyebutkan jumlah massa yang berunjuk rasa termasuk anggota pengamanan aksi damai tersebut. Argo mengaku kepolisian telah mendapatkan pemberitahuan rencana aksi dari elemen FUI terkait rencana aksi pada Jumat (31/3).

Agenda lainnya, pendemo juga menuntut agar Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama untuk mundur dari jabatannya dan ditahan karena menjadi terdakwa penodaan agama.

Pimpinan FUI menyampaikan Surat Tanda Terima Pemberitahuan kepada Mabes Polri yang ditembuskan ke Polda Metro Jaya. Polda Metro Jaya pun siap mengamankan aksi massa organisasi keagamaan tersebut untuk menyampaikan aspirasi dan pendapat di muka umum.

Polda Metro Jaya akan mengantisipasi aksi massa yang bertindak anarkis dengan menyiapkan sistem pengamanan secara persuasif. (Sumber )

Begini Jalur Aksi Massa 313 Sejak Jumatan Hingga Maghriban Di Istiqlal



Dakwah Media - "Untuk aksi yaitu long march dari Masjid Istiqlal ke Istana dengan melalui Jalan Medan Merdeka Timur, belok kanan Jalan Merdeka Selatan, lewat Balai Kota, kemudian Bundaran Patung Kuda belok kanan lagi lewat Jalan Medan Merdeka Barat sampai depan Istana," kata Al-Khaththath saat konfrensi pers di Masjid Baiturrahman, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (30/3)

Pihaknya pun berharap Presiden Joko Widodo akan menerima perwakilan aksi 313 untuk mendengarkan dan sekaligus memecat terdakwa penista agama Basuki T Purnama (Ahok). Baru setelah dari istana nanti, massa kata dia akan diarahkan ke Masjid Istiqlal lagi untuk melaksanakan shalat maghrib berjamaah.

"Aksi besok tidak langsung bubar di Istana, tapi peserta aksi akan pulang bareng menuju titik yang ditentukan," kata Al-Khaththath.

Al-Khaththath mengatakan hari ini pihaknya akan mengambil tanda terima surat pemberitahuan dan surat izin ke Mabes Polri. Dia memastikan aksi ini akan berlangsung damai.[san]

Felix Siauw : Muslim Kok Sekuler?



Dakwah Media -Walaupun memiliki banyak sekali pertentangan diantara keduanya, Sekulerisme dan Sosialisme secara ideologis punya kesamaan, mereka menganggap agama harus disingkirkan dari kehidupan

Bagi sekulerisme, agama adalah saingan terberat, karena sekularisme justru tegak diatas aqidah pemisahan antara agama dan kehidupan, agama tak boleh mengatur hidup

Bagi sosialisme, agama itu candu yang membuat malas masyarakat, menurunkan produktivitas, menghambat dari revolusi menuju masyarakat yang sosialis, yang sama, serupa, adil

Bahkan aqidah sosialisme meyakinu bahwa manusia hanya hasil evolusi tanpa campur tangan Tuhan, jadi Tuhan tak boleh ikut dalam kehidupan manusia, sebab agama hanya rekaan saja

Wajar, baik sekulerisme dan sosialisme menolak agama, karena agama yang mereka peluk saat itu memang tidak lahir dari proses berpikir yang berdasar dalil, iman yang muncul dari berpikir

Berbeda dengan Islam, yang muncul dari dasar syahadat, pengakuan bahwa Allah adalah Tuhan yang mencipta dan kepada-Nya semua akan dikembalikan, beserta hisab akan amal di dunia

Pengakuan ini muncul dari argumen yang tak terbantah hasil proses rasional, hingga menancapkan keyakinan yang kuat pada Muslim, bahwasanya Allah itu satu-satunya Tuhan yang benar

Dati situ, seorang Muslim paham, bahwa ia tidak hanya menyembah Allah secara ritual, tapi juga dalam semua aspek hidupnya, keseluruhan baik dalam ibadah, akhlak, politik, ekonomi, semuanya

Sederhana, karena Allah Mahamelihat, dan apa yang dibuat manusia semua akan dipertanggungkan sesuai syariat yang sudah Allah turunkan melalui Rasul-Nya Muhammad saw

Maka tak mungkin menjadi Muslim sekaligus sekuler, tak mungkin menjadi Muslim yang baik tanpa menerap aturan Allah dalam tiap aspek kehidupan, sebab Muslim pasti ingin taat total.

Ustadz Felix Siauw

Terungkap, Begini Cara BIADAB Polisi Siksa Eko LUIS di Mapolresta Surakarta Hingga Alami Cacat



Dakwah Media - Sri Asmoro Eko Nugroho alias Eko LUIS, mengungkapkan cara-cara penyiksaan brutal oknum aparat kepolisian saat dirinya ditangkap.

Hal itu disampaikan Eko saat membacakan eksepsi di depan majelis hakim, Pengadilan Negeri Semarang, Jalan Siliwangi 512, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (29/3/2017).

Berikut ini kutipan pengakuan Eko Nugroho dalam eksepsi yang dutulisanya, sebagaimana didapat dari kuasa hukumnya.

1. Saya (Terdakwa I/ Sri Asmoro Eko Nugroho) mengalamai cacat fisik akibat kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam menangkap kami pada hari Selasa 27 Desember 2016. Saat itu kami sedang persiapan akan berangkat bekerja tiba-tiba belasan orang polisi berpakaian preman yang membawa senjata lengkap menggedor pintu dan berteriak meminta kami keluar. Saya tidak paham apa maksud kedatangan mereka, saya pun lantas membuka pintu.

Bersamaan pintu terbuka belasan orang yang ternyata polisi itu langsung masuk menangkap saya dan memborgol kedua tangan saya ke belakang dengan suara membentak. Wajah saya saat itu juga dipukul oleh beberapa polisi tersebut. Dan yang lebih menyakitkan lagi muka saya juga diludahi oleh polisi tersebut.

Kedua mata saya selanjutnya ditutup menggunakan lakban dan ditambah dengan plastik berwana merah. Tak cukup itu, baju gamis yang saya pakai juga digunakan untuk membungkus kepala saya hingga saya susah untuk bernafas.

Selanjutnya, bagian tubuh saya juga dipukuli mulai dari kepala, dada dan juga perut. Dan kemudian saya dilemparkan ke dalam mobil.

Polisi bermobil itu lantas membawa saya ke sebuah tempat yang ternyata adalah Kantor Polresta Surakarta. Di sana saya kembali disiksa. Usai diminta duduk, secara bergiliran saya ditendang dipukuli hingga tersungkur ke lantai, siksaan tersebut saya alami kurang lebih satu jam.

Akibat penyiksaan berlebihan tersebut telinga, hidung dan mulut saya mengeluarkan darah. Selain itu dada saya juga terasa sakit, sesak serta susah untuk bernafas sehingga membuat saya hampir pingsan. Takut melihat kondisi saya seperti itu beberapa aparat kepolisian lantas membawa ke sebuah tempat yang ternyata itu adalah sebuah klinik entah itu puskesmas atau rumah sakit. Saya tidak tahu yang pasti saat itu ada seorang dokter yang memeriksa saya di sebuah ruangan.

Dokter tersebut memberi keterangan bahwa saya mengalami sakit sesak nafas dan diberi obat serta diberi dua buah tabung oksigen.

Belum sempat beristirahat saya langsung dipaksa untuk kembali masuk ke mobil lagi dan dibawa berjalan menuju ke Polda Jawa Tengah. Ironisnya sesampainya di halaman Polda Jawa Tengah, lakban, plastik dan baju gamis yang menutup kepala saya baru dilepas. Darah kering yang menempel ditelinga, hidung dan mulut lantas dibersihkah. Hal itu dikarenakan di depan kantor Polda Jateng sudah menunggu wartawan dari berbagai media massa. Sebenarnya saya sempat dibawa ke RS Bhayangkara Semarang dan direkomendasikan untuk rawat inap namun Penyidik tetap memaksa membawa saya pulang untuk dilanjutkan penyidikan.

Saat penyidikan pun saya sempat diancam akan disetrum dan dipukul dengan ikat pinggang. Sehingga kami berharap Irwasda Polda Jateng dan Propam dapat menindaklanjuti informasi tersebut. Demikian juga kami berharap informasi tersebut dapat menjadi catatan majelis hakim untuk memutuskan nantinya. Karena ibarat manusia, bayinya sudah tidak sempurna.

2. Saya (Terdakwa I/ Sri Asmoro Eko Nugroho) saat ditangkap hari Selasa 27 Desember 2016 mengalami penganiyaan di Polresta Surakarta yaitu punggung dipukuli dengan senapan, dipukuli bagian muka dan depan. Namun yang paling parah ditampar mengenai telinga sebelah kiri dan ditendang sepatu bagian wajah serta ketika tangan diborgol dan borgolnya diinjak mengenai tangan saya. Sehingga tangan melepuh membiru. Ketika ditahan di Polda Jateng telinga sebelah kiri mengalami sakit. [pmc]

AHOK 99% Pasti Ditahan, Sudah Menjadi Yurisprudensi Untuk Kasus Serupa dan Sudah Berkekuatan Hukum Tetap



Dakwah Media - Pada sidang ke-16 kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Rabu (29/3), saksi dari pihak Ahok menyatakan bahwa Ahok tidak melakukan penodaan karena tidak menginjak, merobek atau meludahi Al-Quran (Kitab Suci).
Pernyataan ini dimentahkan oleh Yurisprudensi (keputusan hakim) untuk kasus serupa dan sudah berkekuatan Hukum Tetap. Seperti kasus Rusgiani seorang ibu rumah tangga (Kristen) di Bali yang dihukum penjara 14 bulan karena menghina agama Hindu dengan menyatakan Canang (tempat sesaji untuk upacara agama Hindu) itu jijik dan kotor.

"Tuhan tidak bisa datang ke rumah ini karena canang itu jijik dan kotor," kata Rusgiani seperti tertulis dalam putusan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar yang dilansir
website Mahkamah Agung (MA), Kamis (31/10/2013).

Menurut Rusgiani, dia menyampaikan hal itu karena menurut keyakinannya yaitu agama Kristen, Tuhan tidak butuh persembahan. Rusgiani mengaku mengeluarkan pernyataan itu spontan tak ada maksud menghina dan disampaikan di hadapan tiga orang temannya.

"Tidak ada maksud menghina atau pun menodai ajaran agama Hindu," ujar Rusgiana.

(Link: https://news.detik.com/berita/d-2400764/hina-agama-hindu-ibu-rumah-tangga-di-bali-dibui-14-bulan)

Begitupun dengan Kasus Arswendo yang dihukum penjara 5 tahun karena menghina Islam dengan menempatkan Nabi Muhammad SAW dibawah Soeharto.

Kasus-kasus ini sudah menjadi Yurisprudensi dalam kasus penistaan/penodaan agama.

"Hakim tidak punya pilihan lagi, harus berpedoman dengan Yurisprudensi ini. Ini harus dihukum. Mau cari pembenaran apa lagi? Karena sudah ada peristiwa-peristiwa seperti ini di banyak tempat dan beberapa kasus yang sudah punya kekuatan hukum tetap untuk dipedomani majelis hakim," kata Kapitra Ampera, Tim Advokasi GNPF MUI.

"Semua kasus penistaan agama Pasalnya sama 156a," jelas Kapitra Ampera.

Berikut video pernyataan Kapitra Ampera, Tim Advokasi GNPF MUI menanggapi pernyataan saksi Ahok:

[pii]

2 Kubu PPP Dukung Ahok, Lacurkan Islam Demi Uang & Jabatan



Dakwah Media - PPP dua kubu baik Djan Faridz dan Romahurmuziy (Romi) telah melacurkan Islam demi uang dan kekuasaan dengan mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

“Baik Romi dan Djan Farid telah melacurkan Islam dengan mendukung Ahok. Ada gambar Kabah di PPP mendukung Ahok, itu sudah merusak Islam,” kata pemikir Islam, Muhammad Ibnu Masduki dalam pernyataan kepada suaranasional, Rabu (29/3).

Kata Ibnu Masduki, keputusan PPP kubu Djan Farid dan Romi telah melukai umat Islam. “Keduanya tidak melihat aspirasi umat Islam dan hanya mementingkan uang dan jabatan,” jelas Ibnu Masduki.

Menurut Ibnu Masduki, pada Pemilu 2019, PPP akan ditinggalkan pemilihnya karena umat Islam menilai partai ini mendukung penista agama.

“Ulama PPP dari madura sudah menyatakan mufaraqah (melepaskan diri) dari PPP. Padahal kekuatan PPP itu ada di ulama,” papar Ibnu Masduki.

PPP Kubu Romahurmuziy secara resmi mendukung pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI putaran kedua.

“Ini sebuah keputusan yang sudah diambil dewan pimpinan wilayah bahwa mereka mendukung pak Ahok,” ujar Wakil Ketua Umum DPP PPP kubu Romahurmuziy, Reni Marlinawati di ruang fraksi PPP, Jakarta, Senin (27/3).

“Saya kira itu pilihan yang sangat dipahami dan pilihan yang tidak mudah. Tetapi inilah politik,” ujar Reni.[snc]